Showing posts with label Kompetensi Guru. Show all posts
Showing posts with label Kompetensi Guru. Show all posts

5 Kompetensi Kepribadian Yang Harus Dijunjung Tinggi Oleh Guru

5 Kompetensi Kepribadian Yang Harus Dijunjung Tinggi Oleh Guru

BlogPendidikan.net
- Kompetensi kepribadian merupakan personal yang mencerminkan kepribadian  yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia.

Berikut 5 Kompetensi Kepribadian Yang Harus Dijunjung Tinggi Oleh Guru, antara lain:

1. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia, Antara lain:

(a) menghargai peserta didik tanpa  membedakan keyakinan yang dianut, suku, adat-istiadat, daerah asal, dan gender, 
(b) bersikap sesuai dengan norma agama yang dianut, hukum dan norma sosial yang berlaku  dalam masyarakat, serta kebudayaan nasional Indonesia yang beragam.


2. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat, Antara lain:

(a) berperilaku jujur, tegas, dan manusiawi, 
(b) berperilaku yang mencerminkan ketakwaan dan akhlak mulia, 
(c) berperilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik dan anggota masyarakat di sekitarnya.

3. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, antara lain:

(a) menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap dan stabil, 
(b) menampilkan diri sebagai pribadi yang dewasa, arif, dan berwibawa

4. Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri, antara lain: 

(a) menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab yang tinggi, 
(b) bangga menjadi guru dan percaya pada diri sendiri, Bekerja mandiri secara professional.


5. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru, antara lain:

(a) memahami kode etik profesi guru, 
(b) menerapkan kode etik profesi guru, 
(c) berperilaku sesuai dengan kode etik guru.

Demikian artikel tentang 5 Kompetensi Kepribadian Yang Harus Dijunjung Tinggi Oleh Guru, semoga bermanfaat dan terima kasih.

9 Kecakapan Yang Harus Dimiliki Guru Abad 21

9 Kecakapan Yang Harus Dimiliki Guru Abad 21

BlogPendidikan.net
- Perubahan paradigma pendidikan tidak dapat dilepaskan dari peran guru karena berbagai informasi terkini senantiasa mengalir kepada siswa atas kerja keras yang dilakukannya. Bahwa di luar itu ada media lain yang membantu siswa bukan berarti peran guru harus ditiadakan.

Harus diakui dalam maraknya arus informasi pada masa kini, guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi tetapi merupakan salah satu sumber informasi. Meskipun demikian, perannya di dalam proses pendidikan masih tetap diperlukan, khususnya yang berkenaan dengan sentuhan-sentuhan psikologis dan edukatif terhadap anak didik. 
Oleh karena itu, pada hakekatnya guru itu dibutuhkan oleh setiap orang dan semua orang sangat mengharapkan kehadiran citra guru yang ideal di dalam dirinya. Untuk itu, guru akan lebih tetap berperan sebagai pendidik sekaligus berperan sebagai manager atau fasilitator pendidikan, sehingga guru harus sanggup merencanakan, melaksanakan dan mengawasi sumber daya pendidikan agar supaya peserta didik dapat belajar secara produktif.

Sesuai dengan Undang-udang, guru dan dosen harus mempunyai berbagai kompetensi, diantaranya adalah kompetensi pedagogik, kompetensi akademik, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. 

Disamping empat kompetensi tersebut, dalam membantu para siswa beradaptasi terhadap perubahan sosial dan teknologi di abad ke 21 ini guru juga harus mempunyai kecakapan utama.

Berikut 9 Kecakapan Yang Harus Dimiliki Guru Abad 21 :

1. Akuntabilitas dan Kemampuan Beradaptasi

Sebagai seseorang yang dapat ditiru, apapun yang dikerjakan dan diucapkan harus dapat dipercaya oleh orang lain. Dalam menjalankan tanggung jawab pribadi mempunyai fleksibilitas secara pribadi, pada tempat kerja, maupun dalam hubungan dengan masyarakat sekitarnya. 

Disamping itu guru harus mampu menetapkan dalam mencapai standar dan tujuan yang tinggi baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain, dan yang tidak kalah pentingnya guru juga harus mampu memaklumi kerancuan yang dilakukan oleh anak didiknya.

2. Kecakapan Berkomunikasi

Kecakapan yang kedua ini sangat penting bagi guru. Betapapun pintarnya seorang guru jika tidak mempunyai kecakapan ini maka tidak akan mampu mentransfer ilmu kepada anak didiknya. 

Kecakapan ini meliputi : memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi baik secara lisan, tulisan, maupun menggunakan multimedia.

3. Kreatifitas dan Keingintahuan Intelektual

Selama ini pembelajaran yang dilakukan guru berlangsung monoton. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya kreatifitas dan keingintahuan intelektual guru. Dia mengajar hanya bermodalkan teori keguruan yang ia peroleh sekian puluh tahun yang lalu.

Baca Juga : 8 Hal Yang Patut Diketahui Oleh Guru Dalam Penilaian Portofolio Siswa

Kecakapan kreatifitas dan keingintahuan intelektual tersebut mencakup : mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain, bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.

4. Berpikir Kritis dan Berpikir dalam Sistem

Kecakapan berpikir kritis merupakan proses berpikir dan bertindak berdasarkan fakta yang telah ada, apapun yang akan dilakukan dimulai dari identifikasi terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan timbul dari suatu perbuatan tersebut, berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit serta selalu memahami dan menjalin interkoneksi antara sistem.

5. Kecakapan Melek Informasi dan Media

Agar proses pembelajaran yang dilakukan guru di kelas menarik dan menantang, maka di era globalisasi dan tanpa batas seperti sekarang ini guru harus mampu menganalisa, mengakses, mengelola, mengintegrasi, mengevaluasi, dan menciptakan informasi dalam berbagai bentuk dan media.

6. Kecakapan Hubungan Antar Pribadi dan Kerjasama

Sebagai makhluk sosial yang hidup di tengah-tengah masyarakat, guru juga dituntut harus mampu menunjukkan kerjasama berkelompok dan kepemimpinan, mampu beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab, mampu bekerja secara produktif dengan yang lain, mampu menempatkan empati pada tempatnya, serta mampu menghormati perspektif yang berbeda dengan pendiriannya.

7. Identifikasi Masalah, Penjabaran, dan Solusi

Dalam menghadapi masalah sekecil apapun guru tidak boleh ceroboh dalam menanggapinya. Oleh sebab itu guru dituntut untuk mempunyai kemampuan dalam menyusun, mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan masalah dengan baik.

8. Pengarahan Pribadi

Sebagai guru tentu setiap harinya menghadapi siswa yang perilakunya bermacam-macam. Oleh karena itu guru dituntut memiliki kemampuan dalam memonitor pemahaman diri dan mempelajari kebutuhan yang diperlukan dalam pembelajaran, menemukan sumber-sumber belajar yang tepat, serta mentransfer pembelajaran dari satu bidang ke bidang lainnya.

9. Tanggung Jawab Sosial

Orang tua/masyarakat menyekolahkan anaknya di suatu sekolah mempunyai harapan agar anaknya berubah, baik dari segi prilaku maupun kecakapan kompetensinya. Oleh sebab itu sebagai seorang yang dituntut mempunyai kompetensi sosial, maka tanggung jawab dalam bertindak guru harus mengutamakan kepentingan masyarakat yang lebih besar, menunjukkan perilaku etis secara pribadi, pada tempat kerja, dan hubungan antar masyarakat.

Menjadi Guru Harus Memiliki 4 Standar Kompetensi ini, Bagaimana Mengaplikasikannya

Menjadi Guru Harus Memiliki 4 Standar Kompetensi, Sudahkah Anda Miliki, Bagaimana Mengaplikasikannya

BlogPendidikan.net
- Kompetensi berarti suatu hal yang menggambarkan kualifikasi dan kemampuan
seseorang, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Kompetensi seorang guru menjadi tolak ukur keberhasilan suatu proses pembelajaran di kelas.

Kompetensi guru merupakan kemampuan dan kewenangan seorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban profesinya di bidang pendidikan secara bertanggung jawab dan layak. Sedangkan dalam Undang-Undang Guru dan Dosen disebutkan, bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya.

Kompetensi guru tersebut harus terstandarkan secara nasional, sehingga ada ukuran-ukuran dan kriteria-kriteria ambang batas minimal kemampuan tertentu yang harus dimiliki serta dikuasai oleh seorang guru, yang selanjutnya dapat diadakan penilaian secara obyektif untuk penjaminan serta pengendalian mutu guru khususnya dan pendidikan pada umumnya (misalnya: dengan setrtifikasi guru dalam jabatan). 

Sedangkan ketentuannya secara teknis, telah diatur dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Pendidik.

Adapun kompetensi yang diharapkan dari seorang guru dalam memenuhi standar pendidik adalah :

Kompetensi Pedagogis

Kompetensi pedagogis adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliknya.

Dalam kompetensi pedagogik ini diharapkan guru bisa mengaplikasikan dan memiliki kemampuan : (1) memahami peserta didik, (2) merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran, (3) melaksanakan pembelajaran, (4) merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran, serta (5) mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilinya.

Kompetensi kepribadian

Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian guru yang mantap, stabil, dewasa, disiplin, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. 

Kepribadin guru memang memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pendidikan, khususnya dalam kegiatan pembelajaran. Karena akan mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan pembentukan kepribadian peserta didik. Ini dapat dimaklumi, karena manusia merupakan makhluk yang suka mencontoh, termasuk mencontoh pribadi gurunya sebagai teladan. Oleh karena itu wajar, ketika orang tua akan mendaftarkan anaknya ke suatu sekolah, akan mencari tahu terlebih dahulu siapa guru-guru yang akan membimbing dan mendidik anaknya.

Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional adalah kemampuan guru terhadap penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan.

Kompetensi profesional merupakan kompetensi yang harus dimiliki dan dikuasai guru dalam kaitannya dengan pelaksanaan tugas utamanya mengajar. Sehingga seorang guru dituntut untuk menguasai keilmuan yang terkait dengan bidang studinya.

Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

Kompetensi sosial ini harus dimiliki dan dikuasai oleh guru memang cukup beralasan, karena guru adalah makhluk sosial (homo socius) yang dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dan lingkungannya tidak dapat dilepaskan, yang tidak hamya terbatas pada pembelajaran di sekolah saja. 

Di samping itu, karena guru juga sebagai pembina, tokoh, panutan, petugas dan agen perubahan sosial masyarakatnya. Sehingga diharapkan guru merupakan kunci penting dalam kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat.

Penting Diingat, Guru Harus Memiliki 6 Kompetensi Ini

Penting Diingat, Guru Harus Memiliki 6 Kompetensi Ini

BlogPendidikan.net
- Guru harus terus berbenah seiring pesatnya perkembangan zaman, kompetensi gurupun akan terus bertambah. Memiliki kompetensi yang sejajar dengan perkembangan zaman adalah hal yang harus di lakukan oleh guru dan dimiliki guru.

Peran guru secara utuh adalah sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, dan sekaligus orang tua di sekolah tidak akan bisa digantikan sepenuhnya dengan kecanggihan teknologi. Karena sentuhan seorang guru kepada para siswa memiliki kesan dan kekhasan tersendiri yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang atau digantikan teknologi.

Apa saja kompetensi yang harus dimiliki guru di zaman sekarang di era 4.0 :

Keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah 

Kompetensi ini untuk memahami sebuah masalah yang rumit, mengkoneksikan informasi satu dengan informasi lain, sehingga akhirnya muncul berbagai perspektif, dan menemukan solusi dari suatu permasalahan. 


Kompetensi ini dimaknai kemampuan menalar, memahami dan membuat pilihan yang rumit; memahami interkoneksi antara sistem, menyusun, mengungkapkan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah. ini sangat penting dimiliki peserta didik dalam pembelajaran abad ke 21. Guru era 4.0 harus mampu meramu pembelajaran sehingga dapat mengekspor kompetensi ini kepada peserta didik. 

Keterampilan komunikasi dan kolaborasi

Kompetensi ini berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang harus diterapkan guru dalam pembelajaran guna mengkonstruksi kompetensi komunikasi dan kolaborasi. 

Keterampilan berpikir kreatif dan inovasi

Revolusi mengkehendaki peserta didik untuk selalu berpikir kreatif dan inovatif, ini perlu agar mampu bersaing dan menciptakan lapangan kerja berbasisi revolusi industry 4.0. Tentu seorang guru harus terlebih dahulu dapat kreatif dan inovasi agar bisa menularkan kepada peserta didiknya. 


Literasi teknologi informasi dan kominikasi

Literasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi kewajiban guru 4.0, ini harus dilakukan agar tidak ketinggalan dengan peserta didik. Literasi Teknologi infomasi dan komunikasi merupakan dasar yang harus dikuasai agar mampu menghasilkan peserta didik yang siap bersaingdalam menghadapi revolusi industry 4.0. 

Contextual learning skill (Keterampilan belajar kontekstual)

Pembelajaran ini yang sangat sesuai diterapkan guru 4.0 ketika sudah menguasai TIK, maka pembelajaran kontekstual lebih mudah diterapkan. Saat ini TIK salah satu konsep kontekstual yang harus diketahui oleh guru, materi pembelajaran berbasis TIK sehingga guru sangat tidak siap jika tidak memiliki literasi TIK. Materi yang bersifat abstrak mampu disajikan lebih riil dan kontekstual menggunakan TIK. 

Literasi informasi dan media

Banyak media informasi bersifat sosial yang digeluti peserta didik. Media sosial seolah menjadi media komunikasi yang ampuh digunakan peserta didik dan salah satu media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan guru 4.0. Kehadiran kelas digital bersifat media sosial dapat dimanfaatkan guru, agar pembelajaran berlangsung tanpa batas ruang dan tanpa waktu.

5 Kompetensi Yang Harus Dimiliki Untuk Menjadi Guru Masa Kini

5 Kompetensi Yang Harus Dimiliki Untuk Menjadi Guru Masa Kini

BlogPendidikan.net
- Tidak bisa terelakkan perkembangan zaman begitu sangat pesatnya terutama dibidang teknologi dan informasi, dampak terasapun pada dunia pendidikan mau tidak mau suka tidak suka harus menjalaninya dan merubah semua sistem baik pembelajaran ataupun penginputan data yang dilakukan secara online. 

Gurupun terimbas dengan perkembangan zaman sekarang ini, untuk menjadi guru masa kini kembangkanlah diri anda sesuai perkembangan zaman, karena anak didik kita suda melampaui pengetahuan IT kita.

Dalam upaya mewujudkan visi dan misi pendidikan nasional, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, Kemendiknas mempunyai visi 2025 untuk menghasilkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif. 


Kementerian dan Kebudayaan menyebutkan ada lima kompetensi yang harus dipersiapkan guru memasuki era Revolusi Industri 4.0 untuk menjadi guru masa kini, yaitu :

Pertama, educational competence, kompetensi pembelajaran berbasis internet sebagai basic skill. 
Kedua, competence for technological commercialization. Artinya seorang guru harus mempunyai kompetensi yang akan membawa peserta didik memiliki sikap entrepreneurship dengan teknologi atas hasil karya inovasi peserta didik.
Ketiga, competence in globalization, yaitu, guru tidak gagap terhadap berbagai budaya dan mampu menyelesaikan persoalan pendidikan. 
Keempat, competence in future strategies dalam arti kompetensi untuk memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi di masa depan dan strateginya, dengan cara joint-lecture, jointresearch, joint-resources, staff mobility, dan rotasi. Kelima, conselor competence, yaitu kompetensi guru untuk memahami bahwa ke depan masalah peserta didik bukan hanya kesulitan memahami materi ajar, tetapi juga terkait masalah psikologis akibat perkembangan zaman (Kebudayaan, 2018).

5 Kompetensi Guru Yang Harus Dimiliki Untuk Menjadi Guru Masa Kini di Era 4.0 :

1. Educational Competence

Pemanfaatan internet sebagai sumber belajar menjadi tren tersendiri dalam dunia pendidikan dan pembelajaran di dunia. Telah banyak kegiatan pendidikan dan pelatihan, serta pembelajaran yang memanfaatkan keunggulan model pembelajaran berbasis internet, atau yang lebih dikenal dengan sebutan online learning (Surani, 2019). Pemanfaatan teknologi media pembelajaran juga mulai dikembangkan dengan mengadakan pembaharuan media pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif.

Pendidik dituntut untuk sadar merubah pendekatan pembelajaran tradisional menuju pendekatan digital yang dirasa lebih relevan dalam memenuhi kebutuhan siswa. Proses transisi dari cara tradisional ke cara digital memiliki pola yang beragam tergantung pada cara pendidik dan lembaga pendidikan yang bersangkutan dalam merespon dan beradaptasi (Prayogi & Estetika).


Sebagai implikasi dari globalisasi dan era digital tersebut, terjadi perubahan pada paradigma pendidikan. Perubahan tersebut diantaranya? Dengan banyaknya sumber belajar alternatif yang bisa menggantikan fungsi dan peran guru, maka peran guru berubah menjadi fasilitator.

2. Competence for Technological Commercialization

Dalam sistem pendidikan dan pembelajaran, kedudukan guru dalam proses pembelajaran di sekolah belum dapat digantikan oleh alat atau mesin secanggih apapun. Keahlian khusus itu pula yang membedakan profesi guru dengan profesi yang lainnya. 

Dimana perbedaan pokok antara profesi guru dengan profesi yang lainnya terletak dalam tugas dan tanggung jawabnya. Tugas dan tanggung jawab tersebut erat kaitannya dengan kemampuan-kemampuan yang disyaratkan untuk memangku profesi tersebut. Kemampuan (Muhammad Lukman Syafii).

Oleh karena itu, kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 adalah kompetensi yang menjadikan siswa memiliki sikap entrepreneurship (kewirausahaan) berbasis teknologi dan hasil karya inovasi siswa. 

Guru harus dapat membina siswa ke arah entrepreneurship yang berbasis teknologi, sebagai bekal mereka di kemudiaan hari. Internet akan lebih mudah memasarkan produk inovasi siswa baik itu makanan, pakaian, mainan, atau lain-lainya. Karena ke depan juga tentunya persaingan usaha akan lebih lebih dasyat, untuk itu perlu sekali bagi guru mengarahkan siswanya untuk berinovasi tanpa henti (Meisanti etal).

3. Competence in Globalization

Dunia tanpa sekat, artinya guru tidak gagap terhadap berbagai budaya, kompetensi hybrid dan keunggulan memecahkan masalah. Kemampuan lifeskill siswa harus dibina dengan baik. Tentunya pembinaan tersebut dalam berbagai bidang seperti sosial, budaya, politik dan ekonomi. Inilah tugas guru yang harus dipenuhi di era revolusi 4.0 saat ini (Nurkholis, 2019).

4. Competence in Future Strategies

Maksudnya guru harus memiliki kompetensi dalam memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi di masa depan berikut strateginya. Guru harus tajam dalam beranalisa. Memprediksi ke depan yang akan terjadi dan menyiapkan bagaimana caranya agar siswa didiknya nanti dapat menghadapi tuntutan moderennya zaman atau revolusi 4.0 yang sudah dimulai saat ini (Imania, 2019).


5. Conselor Competence

Peran guru di era revolusi industri 4.0 tidak hanya menjadi guru yang mendidik siswanya. Akan tetapi guru juga harus menjadi konselor bagi murid yang membutuhkannya, karena kehidupan mereka juga ada di sekolah dan mereka membutuhkan wadah untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. 

Mengingat ke depan masalah anak bukan pada kesulitan memahami materi ajar, tapi lebih terkait masalah psikologis, stres akibat tekanan keadaan yang makin kompleks dan berat, dibutuhkan guru yang mampu berperan sebagai konselor/psikolog. 

Kenapa dibilang guru karena anggapan beberapa orang semua bidang guru harus kuasai walaupun terkadang kita tidak dapat membohongi diri sendiri, jika semua bidang harus kita kuasai kemungkinan kita tidak akan mampu, namun tidak ada salahnya apabila kekurangan tersebut harus ditutupi dengan cara belajar sepanjang hayat. 

Upaya pengembangan kompetensi guru dalam menghadapi revolusi industri 4.0 di atas, dapat dilakukan dengan berbagai cara : Pertama, mengoptimalkan peran Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), sehingga dapat tercipta suatu kolaborasi yang berorientasi pada pengembangan diri guru.

Terimakasih semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita tentang mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman saat ini.