Showing posts with label PMM. Show all posts
Showing posts with label PMM. Show all posts

Substansi Penilaian Pengelolaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah

Substansi Penilaian Pengelolaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah

BlogPendidikan.net
- Ini adalah substansi pengelolaan kinerja guru dan kepala sekolah, yang harus diketahui, pada saat akhir pelaksanaan pengelolaan kinerja Guru dan Kepala Sekolah.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah aktif terlibat dalam upaya transformasi pengelolaan kinerja melalui program Merdeka Belajar. Fokus terkini adalah pengelolaan kinerja bagi Guru dan Kepala Sekolah, mencerminkan komitmen Kementerian untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas di sektor pendidikan.

Sebelumnya, pengelolaan kinerja Guru dan Kepala Sekolah dilakukan melalui e-Kin dan sistem-sistem lain dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) atau Badan Kepegawaian Negara (BKN), dengan format yang bervariasi antar dinas. 

Saat ini, Kementerian telah memperkenalkan Platform Merdeka Mengajar sebagai wadah terintegrasi untuk pengelolaan kinerja. Dengan langkah ini, diharapkan kemudahan, efisiensi, dan aksesibilitas yang lebih baik dapat dinikmati oleh Guru dan Kepala Sekolah.
Penting untuk dicatat bahwa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) selalu memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, khususnya melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Dalam konteks ini, Peraturan Menteri PANRB No. 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara menjadi landasan utama.

Sejalan dengan regulasi tersebut, penerapan PermenPANRB No. 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional juga bertujuan memberikan kerangka kerja yang jelas, mendukung penilaian kinerja yang lebih akurat, dan merujuk pada tugas serta tanggung jawab yang spesifik. 
Dengan langkah-langkah ini, Kementerian tidak hanya berusaha menjadikan proses monitoring dan evaluasi kinerja lebih transparan dan responsif, tetapi juga memastikan bahwa semua tindakan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan pendidikan dan memberikan keyakinan kepada para pemangku kepentingan.

Adapun substansi pengelolaan kinerja Guru dan Kepala Sekolah, merupakan bagin-bagian penting dalam pengelolaan kinerja, yang termuat dalam substansi ini. 

Juga penentuan penilaian dan predikat hasil penilaian pengelolaan kinerja guru dan kepala sekolah dijelaskan dalam substansi ini.

Untuk lebih memahami Bapak/Ibu bisa mengunduhnya melalui Link >>> DISINI

Bagaimana Penilaian Pengelolaan Kinerja Oleh Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah, Dari Hasil Pelaksanaan Kinerja Pegawai

Bagaimana Penilaian Pengelolaan Kinerja Oleh Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah, Dari Hasil Pelaksanaan Kinerja Pegawai

BlogPendidikan.net
 - Penilaian terhadap hasil pelaksanaan kinerja pegawai dilakukan pada akhir siklus kinerja semester satu oleh Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah.

Bagaimana Penilaian dalam Pengelolaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah? Setelah pelaksanaan kinerja selesai?

1. Penilaian dalam pengelolaan kinerja terhadap seorang pegawai, guru dan kepala sekolah adalah kewenangan penuh pejabat penilai (Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah) sebagai pejabat yang bertanggung jawab terhadap peningkatan kinerja sekolah.

2. Angka kredit diperoleh seorang pegawai melalui konversi predikat kinerja menjadi angka kredit berdasarkan koefisien angka kredit dengan faktor pengali, dengan rincian predikat kinerja sebagai berikut.

a. Sangat baik, 150 persen
b. Baik 100 persen 
c. Cukup 75 persen
d. Kurang 50 persen, dan 
e. Sangat kurang 25 persen.

3. Penetapan Predikat Kinerja didasarkan pada hasil penilaian kinerja yang dilakukan Pejabat Penilai Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah mengacu pada 4 variabel, yaitu, Praktik kinerja, Dinilai, Pengembangan kompetensi, Dipertimbangkan, Perilaku kinerja, Dinilai, dan Dokumen Akuntabilitas, Dikumpulkan.

Baca Juga: Contoh Format SKP E Kinerja PMM Guru dan Kepala Sekolah, Berdasarkan Perdirjen GTK No. 7607

4. Penilaian Praktik kinerja. Pejabat penilai menilai upaya peningkatan 1 indikator kinerja oleh pegawai guru dan kepala sekolah yang dilakukan sepanjang pelaksanaan Siklus Peningkatan Kinerja. 

Aspek penilaian yang digunakan adalah, Upaya Refleksi, Upaya Mempelajari, dan Perubahan Praktik.

5. Pada aspek Pengembangan Kompetensi, seorang pegawai guru dan kepala sekolah, wajib menyelesaikan kegiatan pengembangan kompetensi sejumlah 32 poin. 

Banyaknya poin yang didapatkan tidak dinilai tapi dipertimbangkan oleh pejabat penilai, Kepala sekolah dan Pengawas Sekolah dalam Penilaian Praktik Kinerja.

6. Penilaian Perilaku kerja. Pejabat menilai upaya peningkatan 7 perilaku kerja oleh pegawai guru dan kepala sekolah pada akhir masa pengelolaan kinerja. 

Tujuh aspek perilaku kerja yang dinilai adalah, Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.

7. Pada aspek Dokumen Akuntabilitas, seorang pegawai (guru dan kepala sekolah) wajib mengumpulkan dokumen terkait sebagai bentuk akuntabilitas. Dokumen akuntabilitas tidak dinilai tapi bila tidak dikumpulkan maka Predikat Kinerja yang diperoleh seorang pegawai tidak bisa ditampilkan.

Ikuti dan baca artikel lainnya BlogPendidikan.net di GOOGLE NEWS

Contoh Format SKP E Kinerja PMM Guru dan Kepala Sekolah, Berdasarkan Perdirjen GTK No. 7607

Contoh Format SKP E Kinerja PMM Guru dan Kepala Sekolah, Berdasarkan Perdirjen GTK No. 7607
BlogPendidikan.net
- Pelaksanaan kinerja Guru dan Kepala Sekolah tidak lama lagi akan mengakhiri pelaksanaan di Semester ganjil ini. Pada bulan juni Pejabat penilai (Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah) akan menilai pelaksanaan kinerja yang telah dilaksanakan selama satu semester, dan memberikan penilaian akhir dengan memberikan predikat penilaian.

Seperti dkutip dari laman pusat informasi pengelolaan kinerja menjelaskan sebagai berikut. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah aktif terlibat dalam upaya transformasi pengelolaan kinerja melalui program Merdeka Belajar. 

Fokus terkini adalah pengelolaan kinerja bagi Guru dan Kepala Sekolah, mencerminkan komitmen Kementerian untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas di sektor pendidikan.

Sebelumnya, pengelolaan kinerja Guru dan Kepala Sekolah dilakukan melalui e-Kin dan sistem-sistem lain dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) atau Badan Kepegawaian Negara (BKN), dengan format yang bervariasi antar dinas. 

Saat ini, Kementerian telah memperkenalkan Platform Merdeka Mengajar sebagai wadah terintegrasi untuk pengelolaan kinerja. Dengan langkah ini, diharapkan kemudahan, efisiensi, dan aksesibilitas yang lebih baik dapat dinikmati oleh Guru dan Kepala Sekolah.

Penting untuk dicatat bahwa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) selalu memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, khususnya melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Dalam konteks ini, Peraturan Menteri PANRB No. 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara menjadi landasan utama.

Sejalan dengan regulasi tersebut, penerapan PermenPANRB No. 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional juga bertujuan memberikan kerangka kerja yang jelas, mendukung penilaian kinerja yang lebih akurat, dan merujuk pada tugas serta tanggung jawab yang spesifik. 

Dengan langkah-langkah ini, Kementerian tidak hanya berusaha menjadikan proses monitoring dan evaluasi kinerja lebih transparan dan responsif, tetapi juga memastikan bahwa semua tindakan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan pendidikan dan memberikan keyakinan kepada para pemangku kepentingan.

Apa Dasar Keberlakuan Pengelolaan Kinerja di Platform Merdeka Mengajar

Dengan disahkannya Peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 7607/B.B1/HK.03/2023 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah melalui Platform Merdeka Mengajar, peraturan tersebut menjadi landasan hukum terkait Pengelolaan Kinerja. Sejalan dengan Peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) tersebut Surat Edaran Bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 17 Tahun 2023 dan Nomor 9 Tahun 2023 turut memperkuat regulasi Sistem Informasi Pengelolaan Kinerja Aparatur Sipil Negara, khususnya guru.

Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 7607/B.B1/HK.03/2023 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah, dijelaskan secara keseluruhan dari proses perencanaan sampai pada penilaian sasaran kerja pegawai.

Untuk mengetahui contoh SKP (Sasaran Kerja Pegawai) Guru dan Kepala Sekolah, bisa Anda Unduh >>> DISINI

Ikuti dan baca artikel lainnya BlogPendidikan.net di GOOGLE NEWS

Apa Saja Kinerja Yang Akan di Observasi Dari Kepala Sekolah Oleh Pengawas, dan Apa Saja Tahapan Pelaksanaan Kinerja

Apa Saja Kinerja Yang Akan di Observasi Dari Kepala Sekolah Oleh Pengawas, dan Apa Saja Tahapan Pelaksanaan Kinerja

BlogPendidikan.net
- Pelaksanaan Kinerja merupakan tahap kedua dalam Pengelolaan Kinerja dimana Kepala Sekolah akan melaksanakan Perencanaan Kinerja yang sudah disusun sebelumnya. 

Dalam Pelaksanaan Kinerja, Kepala Sekolah memiliki dua kegiatan yang penting untuk dilakukan: 

Pertama, Kepala Sekolah diharapkan dapat melaksanakan Praktik Kinerja melalui Pemantauan dan Pembinaan yang dilakukan oleh atasan. 

Atasan kepala sekolah adalah Kepala Dinas yang pelaksanaannya dapat didelegasikan ke pengawas sekolah. 

Pemantauan dan Pembinaan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan, efektivitas, dan kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.

Kedua, Kepala Sekolah juga dapat mengumpulkan bukti dukung berupa Pengembangan Kompetensi, yang mencakup peningkatan keterampilan dan pengetahuan dalam mengelola sekolah serta mengembangkan potensi Guru dan Peserta Didik.
Dengan melibatkan diri dalam kedua kegiatan ini, Kepala Sekolah dapat memastikan bahwa pelaksanaan kinerja sekolah berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya, serta memberikan dasar untuk perbaikan dan peningkatan berkelanjutan.

Lantas, kinerja apa yang saja yang akan di observasi, dari pelaksanaan pengelolaan kinerja kepala sekolah oleh pengawas sekolah? dan bagaimana tahapan pelaksanaan kinerja kepala sekolah?

Kinerja yang akan diobservasi oleh atasan, dari pelaksanaan kinerja kepala sekolah adalah, kepala sekolah dapat memilih kegiatan yang sesuai dengan target perilaku.

misalnya rapat dengan guru, membahas tentang visi dan misi, atau evaluasi pembelajaran yang telah direncanakan, pertemuan dengan orang tua murid, membahas tentang penerima dana PIP, dan lain sebagainya. 
Selanjutnya, bagaimana tahapan pelaksanaan kinerja kepala sekolah? 

Pertama, persiapan observasi. Anda akan memilih target perilaku, menentukan upaya untuk memenuhi target perilaku, dan menentukan jadwal observasi dengan pengawas sekolah.

Kedua, pelaksanaan observasi kinerja kepala sekolah. Anda akan melaksanakan tugas praktik kinerja, sesuai target perilaku yang dipilih, dan di observasi secara langsung oleh pengawas sekolah.

Ketiga, Diskusi tindak lanjut. Anda dan pengawas sekolah akan berdiskusi tentang apa saja hal yang perlu dipertahankan dan diperbaiki berdasarkan catatan hasil observasi kinerja.

Keempat, Upaya tindak lanjut. Anda akan melaksanakan upaya tindak lanjut dari hasil diskusi dengan pengawas sekolah. Upaya yang akan Anda lakukan adalah, upaya mempelajari didalam PMM dan diluar PMM.

Kelima, Refleksi tindak lanjut. Anda akan menggunakan momen ini, untuk mempelajari lagi sampai sejauh mana tujuan pembelajaran telah tercapai, dan apa saja hal yang dapat diperbaiki pada semester depan bersama pengawas sekolah.

Ikuti dan baca artikel lainnya BlogPendidikan.net di GOOGLE NEWS

Contoh Cara Mengisi Form Refleksi Tindak Lanjut Observasi Kelas, Indikator Aktivitas Interaktif

Contoh Cara Mengisi Form Refleksi Tindak Lanjut Observasi Kelas, Indikator Aktivitas Interaktif

BlogPendidikan.net 
- Bagaimana cara mengisi form dokumen refleksi tindak lanjut observasi kelas dengan indikator Indikator Aktivitas Interaktif.

Dokumen refleksi tindak lanjut merupakan tahap akhir pelaksanaan kinerja guru di pengelolaan kinerja PMM.

Setelah melaksanakan kegiatan observasi kelas, tindak lanjut observasi kelas selanjutnya bapak/ibu guru akan melakukan refleksi yang disajikan kedalam dokumen tindak lanjut.

Pada Dokumen Refleksi Tindak Lanjut ini guru akan menjawab beberapa pertanyaan terkait hasil tindak lanjut berdasarkan pilihan indikator yang akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Berikut ini adalah cara mengisi form dokumen refleksi tindak lanjut observasi kelas, untuk indikator Aktivitas Interaktif

Mengisi Formulir Dokumen Refleksi Tindak Lanjut Observasi Kelas.

Indikator: Aktivitas Interaktif

1. Apa inspirasi yang Anda dapatkan dari upaya tindak lanjut?

Jawaban Inspirasi: 

Setelah pelaksanaan observasi kelas dan diskusi tindak lanjut saya mendapatkan inspirasi bahwa pertanyaan pemantik menjadi kunci dalam proses stimulasi diskusi kelompok. Pertanyaan pemantik yang diberikan guru harus mampu menstimulasi proses berpikir kritis dan interaksi peserta didik.

Dalam proses diskusi, guru hendaknya berkeliling untuk memberikan bimbingan/bantuan/scafol ding bagi semua peserta didik yang membutuhkan bantuan dalam belajar (inklusif).

Dalam pembentukan kelompok, guru dan peserta didik dapat berdiskusi menentukan peran dalam kelompok, seperti: juru bicara kelompok, penulis, fasilitator, dan lainnya. Hal ini agar semua peserta didik dapat berperan aktif dalam proses pembelajaran.

2. Berdasarkan inspirasi yang Anda dapatkan, apa perubahan praktik Anda di ruang kelas/satuan pendidikan yang telah Anda lakukan?

Jawaban Capaian: 

Saya merumuskan pertanyaan terbuka yang kontekstual untuk menstimulasi proses diskusi dan berpikir kritis untuk seluruh peserta didik.

Saya berkeliling kelas untuk selalu memberikan bimbingan dan bantuan belajar kepada semua peserta didik atau kelompok yang menemui kesulitan dan membutuhkan bantuan belajar

Saya mencoba untuk menyediakan berbagai peran dalam kelompok dan memaksimalkan peran peserta didik tersebut, misalnya: presenter atau juru bicara, summarizer atau penulis dan fasilitator. 

Selain itu, Saya juga lebih aktif berkolaborasi dengan rekan guru dan memperbaiki praktik pembelajaran berdasarkan hasil refleksi.

3. Apa 3 tantangan yang akan Anda hadapi dalam melakukan perubahan tersebut?

Jawaban Tantangan: 

Peserta didik menemui kesulitan menganalisis dan menafsirkan tanggapan, jawaban terbuka tidak mudah diukur, sehingga lebih sulit untuk diproses dan diringkas.

Kegiatan diskusi kelompok yang menstimulasi proses berpikir kritis, interaksi dan inklusif lebih membutuhkan waktu yang lama.

Terkadang ditemukan bahwa masih ada peserta didik yang belum berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran meskipun sudah diberikan peran dalam kelompok.

4. Bagaimana rencana Anda dalam mengatasi tantangan tersebut agar bisa memastikan perubahan terjadi?

Jawaban Upaya Perbaikan: 

Berlatih dan mengikuti kegiatan Kombel atau diskusi berkaitan dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan pemantik yang menstimulasi proses berpikir kritis.

Membuat panduan dalam proses diskusi kelompok

Menyediakan peran yang beragam dan sesuai dengan minat dan potensi peserta didik.

Memberikan pendampingan belajar dan menerapkan tutor sebaya

Melakukan manajemen pengelolaan waktu (time keeper saat proses diskusi)

Untuk mengisi form pada Pilihan Belajar dari Platform Merdeka Mengajar (PMM) anda dapat mengisikan sesuai dengan kondisi yang anda hadapi anda rekomendasi atasan.

Contoh Mengisi Form Refleksi Tindak Lanjut Observasi Kelas, Indikator Aktivitas Interaktif, bisa Anda unduh >>> DISINI

Demikian informasi tentang cara mengisi form dokumen Refleksi Tindak Lanjut Observasi Kelas dengan indikator Aktivitas Interaktif pada Penilaian Kinerja di PMM.

Semoga artikel ini bermanfaat, dan jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan pendidik lainnya. Terimakasih.

Ikuti dan baca artikel lainnya BlogPendidikan.net di GOOGLE NEWS

Form C Pelaksanaan Tindak Lanjut Observasi Kelas Guru

Form C Pelaksanaan Tindak Lanjut Observasi Kelas Guru

BlogPendidian.net
 - Berikut ini adalah form C untuk guru, pelaksanaan tindak lanjut observasi kelas dilaksanakan setelah observasi kelas dan pemberian nilai dari atasan telah selesai.

Lembar observasi ini di isi oleh guru atau kepala sekolah, berdasarkan RHK dan fokus perilaku yang ada pada rubrik observasi.

Form observasi kepala sekolah ini digunakan oleh pejabat penilai pada saat pelaksanaan tindak lanjut observasi kelas.

Untuk format Formulir C Pelaksanaan Tindak Lanjut Observasi Kelas Guru, bisa Anda Unduh >>> DISINI

Ikuti dan baca artikel lainnya BlogPendidikan.net di GOOGLE NEWS

Referensi Untuk Pelaksanaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah di PMM

Referensi Untuk Pelaksanaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah di PMM

BlogPendidikan.net
- Tahun 2024 dimana dimulainya pelaksanaan kinerja guru dan kepala sekolah melalui pengelolaan kinerja yang ada di PMM. Anda bisa menemukan berbagai referensi seputar pelaksanaan kinerja guru dan kepala sekolah.

Pengelolaan Kinerja pada PMM adalah alat bantu yang memudahkan Guru dan Kepala Sekolah untuk menentukan sasaran kinerja yang lebih kontekstual sesuai kebutuhan satuan pendidikan dan pengembangan karir guna peningkatan kualitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. 

Fitur Pengelolaan Kinerja ini telah terintegrasi dengan layanan e-kinerja yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Negara.

Sebelumnya, pengelolaan kinerja Guru dan Kepala Sekolah dilakukan melalui e-Kin dan sistem-sistem lain dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) atau Badan Kepegawaian Negara (BKN), dengan format yang bervariasi antar dinas. 

Saat ini, Kementerian telah memperkenalkan Platform Merdeka Mengajar sebagai wadah terintegrasi untuk pengelolaan kinerja. Dengan langkah ini, diharapkan kemudahan, efisiensi, dan aksesibilitas yang lebih baik dapat dinikmati oleh Guru dan Kepala Sekolah.

Pengelolaan Kinerja yang dirancang untuk dilakukan dalam dua siklus setiap tahunnya, dengan satu siklus berlangsung selama periode 6 bulan, bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan. 

Keuntungan utama adanya dua siklus dalam satu tahun adalah memberikan kesempatan untuk evaluasi berkala, pemantauan, dan peningkatan kinerja, baik bagi Guru maupun Kepala Sekolah.

Tujuan yang ingin dicapai dari Pengelolaan Kinerja adalah mendukung Guru dan Kepala Sekolah melakukan peningkatan kinerja dengan lebih terfokus pada 1 indikator kinerja yang telah dipilih pada setiap siklusnya.

Anda bisa menemukan berbagai referensi yang mungkin Anda butuhkan untuk pelaksanaan kinerja baik kepala sekolah ataupun guru, Klik >>> DISINI

Ikuti dan baca artikel lainnya BlogPendidikan.net di GOOGLE NEWS

File Lengkap Pengelolaan Kinerja Guru di PMM, RPP Modul Ajar, Form Observasi dan Bukti Dukung

File Lengkap Pengelolaan Kinerja Guru di PMM, RPP Modul Ajar, Form Observasi dan Bukti Dukung

BlogPendidikan.net
 - Berikut ini adalah Daftar Lengkap File Pengelolaan Kinerja Guru di PMM, RPP Modul Ajar, Form Observasi Kelas dan Bukti Dukung dalam bentuk laporan, sesuai apa yang ditagihkan di pelaksanaan kinerja guru.

Guru akan diminta untuk mengunggah bukti dukung Tugas Tambahan. Format yang dapat diunggah adalah PDF dengan batasan ukuran maksimal 10 MB.

Dan juga mempersiapkan RPP atau modul ajar yang akan digunakan untuk pelaksanaan observasi kelas yang sesuai dengan rubrik observasi, sebagai acuan Kepala Sekolah untuk penilaian praktik kinerja.

Juga, terdapat form A, B, C, dan D observasi kelas, yang disusun oleh guru dan kepala sekolah untuk digunakan sebagai penilaian secara manual, dan hasilnya di pindahkan pada aplikasi penilaian kepala sekolah dari guru yang telah di observasi.

Bukti Dukung yang diunggah adalah Surat Kerja atau Surat Tugas beserta dengan Surat Laporan Tugas Pelaksanaan yang diberikan oleh Atasan untuk melaksanakan tugas tambahan.

Berikut, Daftar Lengkap File Pengelolaan Kinerja Guru di PMM, RPP, Modul Ajar, Form Observasi Kelas dan Bukti Dukung.

Contoh RPP atau Modul Ajar

Contoh RPP atau Modul Ajar Tiga Aspek Perilaku dan Rubrik Aspek Perilaku Yang Dianjurkan, Yang Masuk Pada Kegiatan Pendahuluan, Inti dan Penutup >>> UNDUH

Formulir Observasi Kelas Untuk Guru.

Formulir A, B, C dan D Observasi Kelas Penilaian Praktik Kinerja Pembelajaran Guru di Kelas. >>> UNDUH

Formulir Observasi Kinerja Untuk Kepala Sekolah.

Form Observasi A, B, C dan D Pelaksanaan Kinerja Kepala Sekolah >>> UNDUH

Laporan Observasi Kelas Rekan Sejawat

Contoh Laporan Observasi Proses Pembelajaran Rekan Sejawat Perencanaan Pengelolaan Kinerja di PMM >>> UNDUH

Contoh Format Lembar Observasi Rekan Sejawat Penilaian Kinerja Guru di PMM >>> UNDUH

Bukti Dukung Tugas Tambahan

1. Bukti Dukung Tugas Tambahan Laporan Sebagai Pembina OSIS >>> UNDUH

2. Bukti Dukung Tugas Tambahan Laporan Sebagai Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) >>> UNDUH

3. Bukti Dukung Laporan Komunitas Belajar (KOMBEL) >>> UNDUH

4. Bukti Dukung Tugas Tambahan Laporan Sebagai Pembina OSIS >>> UNDUH

5. Bukti Dukung Tugas Tambahan Laporan Sebagai Bendahara Sekolah Dana BOS >>> UNDUH

6. Bukti Dukung Tugas Tambahan Laporan Sebagai Operator Dapodik >>> UNDUH

7. Bukti Dukung Laporan Sebagai Kepala Laboratorium IPA >>> UNDUH

8. Bukti Dukung Laporan Tugas Tambahan Sebagai Wakil Kepala Sekolah >>> UNDUH

9. Bukti Dukung Laporan Tugas Tambahan Sebagai Pembina Ekstrakurikuler >>> UNDUH

10. Laporan Bukti Dukung Tugas Tambahan Sebagai Kepala Perpustakaan >>> UNDUH

11. Bukti Dukung Laporan Tugas Tambahan Sebagai Wali Kelas >>> UNDUH

12. Bukti Dukung Laporan Tugas Tambahan Guru Piket >>> UNDUH

13. Bukti Dukung Laporan Tugas Tambahan Penilai Kinerja Guru (PKG) >>> UNDUH

14. Bukti Dukung Laporan Tugas Tambahan Koordinator Penilaian Kinerja Guru (PKG) >>> UNDUH

15. Bukti Dukung Laporan Tugas Tambahan Koordinator Koordinator Bursa Kerja Khusus (BKK) >>> UNDUH

16. Bukti Dukung Laporan Tugas Tambahan Ketua Program Keahlian >>> UNDUH

17. Bukti Dukung Laporan Tugas Tambahan Kepala laboratorium, bengkel, unit produksi/teaching factory >>> UNDUH

18. Bukti Dukung Laporan Tugas Tambahan Pembimbing khusus pada satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan inklusif atau pendidikan terpadu >>> UNDUH

19. Bukti Dukung Laporan Tugas Tambahan Koordinator Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) >>> UNDUH

20. Bukti Dukung Laporan Tugas Tambahan Pengurus organisasi/asosiasi profesi tingkat kabupaten/kota >>> UNDUH

21. Bukti Dukung Laporan Pengurus organisasi/asosiasi profesi tingkat provinsi >>> UNDUH

Ikuti dan baca artikel lainnya BlogPendidikan.net di GOOGLE NEWS

Format Daftar Kehadiran Kelas Per Bulan Per Guru Dokumen Pengelolaan Kinerja Kepala Sekolah

Format Daftar Kehadiran Kelas Per Bulan Per Guru Dokumen Pengelolaan Kinerja Kepsek

BlogPendidikan.net
 - Berikut ini contoh format dokumen kehadiran kelas, dibuat per bulan, per guru untuk memudahkan pengisiannya. yang akan di unggah oleh kepala sekolah di pelaksanaan kinerja PMM.

Contoh format ini berupa rekapan kehadiran tatap muka guru di dalam kelas dalam proses pembelajaran yang dibuat per bulan.

Berikut contoh Format Daftar Kehadiran Kelas Per Bulan Per Guru Dokumen Pengelolaan Kinerja Kepala Sekolah, bisa Anda unduh >>> DISINI

Ikuti dan baca artikel lainnya BlogPendidikan.net di GOOGLE NEWS

Contoh Format Daftar Kehadiran Kelas Pengelolaan Kinerja Guru di PMM

Contoh Format Daftar Kehadiran Kelas Pengelolaan Kinerja Guru di PMM

BlogPendidikan.net
- Berikut ini contoh format dokumen kehadiran kelas, yang akan di unggah oleh kepala sekolah di pelaksanaan kinerja PMM.

Contoh format ini berupa rekapan kehadiran tatap muka guru di dalam kelas dalam proses pembelajaran yang dibuat per bulan.

Berikut contoh format dokumen kehadiran kelas, bisa Anda unduh >>> DISINI

Ikuti dan baca artikel lainnya BlogPendidikan.net di GOOGLE NEWS