Showing posts with label Guru. Show all posts
Showing posts with label Guru. Show all posts

Menjadi Guru Dambaan Semua Siswa, Dirindukan dan Dinantikan

Menjadi Guru Dambaan Semua Siswa, Dirindukan dan Dinantikan

BlogPendidikan.net
- Sosok guru adalah panutan atau cermin bagi siswanya, menjadi contoh dan mendengar apa yang dikatatakannya. Saat ini banyak guru yang memilih sekedar menjadi guru saja tanpa memahami apa dan bagaimana kedudukan seorang guru dimata siswanya. Guru yang hanya sekedar datang memberikan materi dengan tugas-tugas yang menumpuk akan menjadikan beban bagi siswa dengan belajar dibawah tekanan sang guru. 

Mengajar dizaman sekarang tentulah berbeda di zaman 80-90-an, cara mengajar guru zaman tersebut bisa dikatakan keras atau bahasa kasarnya kejam, walaupun cara mengajar guru zaman dulu seperti itu, terbukti banyak siswa dari generasi tersebut menjadi sosok yang mandiri, sukses dan kuat menghadapi tantangan zaman. Berbeda lagi guru di zaman sekarang, mengajar benar-benar harus penuh kesabaran dan keikhlasa.

Menjadi guru idola merupakan sosok seorang guru yang senantiasa menjadi dambaan para siswanya, selalu memberikan keteladanan dan menjadi panutan. Guru dambaan ialah yang mampu menguasai ilmu-ilmunya dengan baik sehingga mampu dalam mengelola pembelajaran yang bermakna.


Disukai oleh siswa karena dalam cara mengjarnya pun mudah di pahami dan menarik. Begitu pula terbuka untuk menerima kritikan dari para siswanya, karena dari kritikan itulah dia belajar.

Guru memiliki tugas yang beragam, berimplementasi dalam bentuk pengabdian. Tugas tersebut meliputi bidang profesi, bidang kemanusiaan dan bidang kemasyarakatan. Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nila-nilai hidup dan kehidupan. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan keeterampilan-keterampilan siswa.

Tapi sangat disayangkan tidak semua guru bisa menjadi dambaan dan idola bagi siswanya. Siswa yang mendambakan seorang guru lebih mudah memahami pelajaran yang diberikan dan taat terhadap nasehat dan perintah guru. Sososk guru seperti inilah yang menjadi dambaan dan dirindukan siswanya.


Lantas bagaimana menjadi guru yang didambakan, dirindukan dan dinantikan oleh siswanya?

Mampu menciptakan karakter pembelajaran yang mengena di hati siswanya. 

Dengan demikian, pembelajaran yang kontekstual pun dapat terwujud dengan menjelaskan meteri pelajaran sesuai karakter siswanya.

Mampu menjawab semua tantangan zaman dengan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi yang semakin maju.

Guru yang senaniasa mau belajar dan terus belajar menggali ilmu bagaimana menanamkan suatu proses pembelajaran di zaman yang semakin maju, dan menerapkannya pada saat proses pembelajaran. Jangan sampai siswa kita lebih mengenal zaman daripada gurunya.

Mampu disiplin dengan waktu, termasuk dalam mengaplikasikannya ke pembelajaran.

Seorang guru mampu membagi porsi waktu pada saat proses pembelajaran, mulai dari datang dan memulai proses pembelajarn sesuai dengan porsi waktu yang dirancang sebelumnya.


Mampu mengendalikan emosi sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran. Dengan demikian, ia dapat bijak dalam menanggapi berbagai persoalan.

Saat proses pembelajaran berlangsung pasti ada saja hal-hal yang dilakukan siswa yang membuat guru itu marah dan menegurnya. Sebaiknya kemarahan itu jangan di perlihatkan dan menegur dengan cara mendidik dan bahasa yang sopan agar proses pembelajaran tidak terganggu.

Mampu menciptakan materi pembelajaran yang memancing kreativitas dan inovasi siswanya

Guru dengan segala cara akan berupaya menciptakan teknik pembelajaran menarik dan memancing kreativitas siswa dan berinovasi. Dengan demikian, aktivitas belajar bukan sebatas transfer of knowledge, tetapi lebih ke pembelajaran yang bermakna (meaningful learning).

Mampu membuat rencana pembelajaran yang efektif dan menyenagkan dan dapat dilaksanakan dengan baik.

Merancang proses pembelajaran hal yang sangat penting bagi guru, bagaima merancang dan mengaplikasikannya kepada siswa agar menarik dan aktif. Rencana pembelajaran yang baik selalu menggunakan langkah-langkan berdasarkan karakter siswa di kelas.


Menjadi guru yang selalu dinantikan dan didambakan tidaklah mudah, butuh proses. Guru menjadi dambaan, dirindukan dan dinantikan tidak cukup sebatas bisa mengajar atau menjelaskan pelajaran hingga menjadi mudah dipahami. Terlalu sempit bila guru ideal diartikan sebatas keahlian profesi atau pekerjaan. Ada pendekatan yang harus dilakukan guru agar siswa selalu bahagia dan senang pada saat guru hadir memberikan materi.

Menentukan Strategi dan Metode Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dan PJJ

Menentukan Strategi dan Metode Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dan PJJ
Guru Kelas VI SDN 1 Balerejo, Kecamatan Kebinsari, Kabupaten Madiun, Anifatul Maghfiroh, mengajar siswanya dengan menggunakan handy talky atau HT. Image Source : teknologi.bisnis.com

BlogPendidikan.net - Seperti di daerah Samarinda Kalimantan timur, ada 84 sekolah bersiap melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTM) pada Juli 2021 mendatang. Dinas Pendidikan daerah setempat tengah mempersiapkan pembukaan sekolah, terutama strategi dan metode yang akan di terapkan pada PTM tersebut. Dan harus mengacu pada SKB 4 Menteri.

Sesuai dengan SKB 4 Menteri, orang tua/wali diberi kebebasan untuk memilih apakah menyetujui peserta didik untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas (PTM Terbatas) atau tetap melanjutkan pembelajaran secara jarak jauh (PJJ). 

Jika semua orang tua mengizinkan peserta didiknya mengikuti PTM Terbatas, kepala satuan pendidikan menentukan strategi pembelajaran campuran. Sebaliknya, jika ada orang tua/wali yang tidak mengizinkan peserta didik mengikuti PTM Terbatas, kepala satuan pendidikan menyediakan pilihan pembelajaran jarak jauh.


Bagaimana menentukan strategi dan metode Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM Terbatas) dan PJJ agar dalam strategi pembelajaran campuran berjalan secara bersamaan tidak ada kendala. 

Berikut strategi dan metode Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM Terbatas) dan PJJ dalam pembelajaran campuran :

Strategi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM Terbatas)

1. Praktik: Menerapkan suatu pemahaman dalam bentuk tindakan nyata untuk mengembangkan kompetensi peserta didik.
2. Diskusi: Mencari solusi atau jawaban terhadap suatu pertanyaan yang diberikan dalam kelompok untuk mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik.
3. Refleksi: Mengenali, menandai dan menilai upaya dan capaian belajar yang telah dicapai untuk menentukan langkah perbaikan/pengembangan selanjutnya. Refleksi bisa dilakukan dalam antar peserta didik berpasangan, berkelompok, maupun bersama dalam kelas.
4. Umpan Balik: Memberikan umpan balik terhadap hasil pengerjaan tugas peserta didik dengan tujuan peserta didik mengetahui bagian mana yang sudah dikerjakan dengan tepat dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki.


Strategi Pembelajaran Jarak Jauh  (PJJ)

1. Teknologi pembelajaran:Penggunaan teknologi sistematis dan kompleks dalam mengelola pembelajaran yang sering kali membutuhkan perangkat dan sumber daya tertentu.
2. Teknologi interaktif: Penggunaan teknologi untuk memfasilitasi pembelajaran jarak jauh terutama dalam mengembangkan interaksi guru dan peserta didik.
3. Teknologi komunikasi satu arah (radio & televisi): Penggunaan teknologi yang cenderung satu arah sebagai media belajar bagi peserta didik.
4. Guru kunjung: Penggunaan teknologi yang paling lemah di mana guru mengunjungi rumah atau lokasi di tempat tinggal peserta didik untuk memandu pembelajaran.

Metode dan Model Pembelajaran PTM Terbatas dan PJJ

Metode Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM Terbatas) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) lebih disarankan kepada Bapak dan Ibu guru menerapkan metode atau model campuran yakni blended learning dengan metode penerapannya flipped classroom. Bisa menggabungkan proses pembelajaran PTM dan PJJ.

Kemudian, soal model pembelajaran pada PTM Terbatas. Guru bisa menggabungkan keunggulan dan pengalaman pembelajaran daring yang telah dialami siswa dengan pembelajaran tatap muka yang mau dibuat. Jadi, guru menyampaikan materi pelajaran secara tatap muka, sekaligus memanfaatkan aplikasi belajar melalui jaringan internet.

Untuk lebih memahami dalam menerapkan metode tersebut Anda bisa membacanya pada link berikut :

" Guru " Digugu dan Ditiru

" Guru : Digugu dan Ditiru "

BlogPendidikan.net
- Zaman terus berkembang begitu pesatnya seolah menggenggam dunia, bahkan bisa saja pekerjaan yang dilakukan manusia akan tergantikan dengan teknologi. Masih ingat dengan kalimat ini "Profesi guru akan tergantikan oleh teknologi" kalimat ini sempat mencuat dimasa pandemi ini, dan menjadi perbincangan dikalangan guru dan organisasi keguruan. Memang profesi guru tidak akan bisa tergantikan oleh teknologi dan tidak ada robot secangih apapun yang bisa mengajar layaknya guru.

Tentang Guru

Guru merupakan pekerjaan tertua. Lebih dulu dibandingkan arsitek yang baru ada setelah manusia tidak lagi tinggal di gua. Atau, lebih juga dari insiyur metalurgi yang baru muncul pada masa manusia mengenal logam dan pengolahannya. Pekerjaan guru ada sejak manusia mampu berpikir dan mengenal ilmu pengetahuan.

Sepanjang sejarah dalam kehidupan manusia, guru selalu ada di tengah masyarakat. Ia mengajarkan berbagai ilmu dan pengetahuan untuk mempermudah manusia menjalankan kehidupannya. Dalam lintasan sejarah Indonesia pekerjaan guru ternyata berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Mulai dari zaman kerajaan Hindu-Budha, kesultanan Islam hingga masa Reformasi.


Ada banyak indikator untuk menempatkan guru sebagai sosok yang layak digugu dan ditiru. Tergantung cara pandang kita tentang guru. Namun, setidaknya kita dapat melihat guru dari dua indikator, yaitu kompetensi dan sikap. Seharusnya, guru dapat digugu karena kompetensinya. Guru dapat ditiru karena sikapnya.

Pada kenyataan ini, siapapun yang menjalankan profesi sebagai guru harus memiliki kepekaan terhadap berbagai realitas dan dinamika kehidupan. Guru tidak hanya dituntut agar mampu melakukan transformasi ilmu dan pengetahuan kepada siswa semata. Tapi guru juga harus memiliki tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk membangun karakter dan kemampuan literasi siswa.

Guru semakin memiliki peran sentral karena dianggap sebagai ujung tombak pencapaian tujuan pendidikan Nasional. Tujuan ini menjadi isyarat bahwa guru merupakan garda terdepan yang menentukan kualitas pendidikan nasional, tentu dengan segala masalah dan realitas yang dihadapinya.

Guru Digugu dan Ditiru

Kompetensi Seorang Guru

Sala satu hal yang menjadikan guru itu digugu adalah kompetensi. Guru yang memiliki kompetensi dalam memahami problematika pembelajaran. Bahwa belajar bukanlah proses untuk menjadikan siswa sebagai “ahli atau ilmuan” pada disiplin ilmu tertentu. Belajar adalah proses agar siswa dapat menemukan potensi dan jati dirinya terhadap disiplin ilmu. Dengan belajar, siswa seharusnya mendapat ruang yang lebh besar untuk menambah “pengalaman”. Siswa lebih membutuhkan ‘pengalaman” dalam belajar, bukan “pengetahuan”.


Dalam konteks inilah, guru harus memiliki kompetensi yang cukup dalam proses pembelajaran. Dukungan kompetensi guru yang memadai pada akhirnya akan meniadakan problematika pembelajaran yang bertumpu pada kurikulum dan garis besar program pengajaran. Kompetensi guru adalah titik sentral proses pembelajaran saat ini. Kompotensi guru harus berpijak pada kemampuan guru dalam mengajarkan materi pelajaran secara menarik, inovatif, dan kreatif yang mampu membangkitkan kegairahansiswa dalam belajar. Maka dengan kompetensi yang dimiliki guru layak untuk digugu.

Sikap Seorang Guru

Point yang lebih penting menjadikan guru itu ditiru adah dari sikapnya. Sekalipun sibuk mengurus sertifikasi atau kesejahteraan, guru harus memiliki sikap bangga dan patriotrik terhadap prefesi yang dipilihnya. Sikap guru yang terlalu biasa, kurang positif terhadap mata pelajaran tidak pantas terlihat pada diri siswa. Bangga mengajar mata pelajaran yang menjadi spesialisasinya adalah sikap guru yang utama. Sikap bangga inilah yang akan menjadikan guru lebih bergairah dalam mengajar sehingga dapat memberi nilai tambah, di samping proses pembelajarn menjadi menarik. Ketahuilah, sikap guru adalah keteladanan siswa terhadap mata pelajaran yang diikutinya.

Upaya membenahi sikap guru dalam mengajar menjadi sangat penting. Sikap guru merupakan cerminan kualitas dan profesionalisme guru dalam proses pembelajaran. 


Ada beberapa hal yang sangat penting bagi guru untuk membenahi sikap dalam mengajar adalah:
 
1. memiliki orientasi pembelajaran yang bersifat praktis, bukan teoretik, 
2. kegiatan belajar yang harus bertumpu pada siswa dalam memperoleh pengalaman, 
3. berorientasi pada kompetensi siswa yang sesuai dengan kompetensi guru, 
4. kemampuan menyederhanakan materi pelajaran, 
5. melibatkan aspek kreativitas dalam kegiatan belajar, 
6. menerapkan sistem evaluasi belajar yang dapat diukur siswa, dan 
7. memiliki metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Jika demikian, guru pantas ‘ditiru” apabila memiliki sikap dalam pembelajaran yang dapat diteladani.

Dua point diatas adalah menjadi tolak ukur mengapa guru harus digugu dan ditiru. Ulasan atau penjelasan pada tulisan ini adalah hasil pemikiran dan realita yang terjadi selama ini. Diluar sana masih banyak tulisan dan penjelasan mengenai Guru digugu dan ditiru.

Rujukan :

Kompasian.com Tautan : https://www.kompasiana.com/syarif1970/58371177367b61b00b97c979/menjadikan-guru-lebih-digugu-dan-ditiru-selamat-hari-guru?page=all#sectionall

Bagaimana Cara Menggunakan Model Pembelajaran Flipped Classroom

Bagaimana Cara Menggunakan Model Pembelajaran Flipped Classroom

BlogPendidikan.net
- Proses pembelajar dimasa pandemi memang sangat jauh berbeda dari proses pembelajaran seperti biasanya, guru dituntut harus terus memberikan pembelajaran kepada siswanya dalam bentuk dan metode yang ia gunakan. Menjaga proses pembelajaran dimasa pandemi sangat penting jangan sampei anak didik terabaikan karena tidak ada proses pembelajaran tatap muka.

Salah satu yang paling populer dikalangan guru menjalankan proses pembelajaran dimasa pandemi dengan memilih Model Pembelajaran Flipped Classroom. Apa itu dan bagaimana proses pembelajarannya?

Tentang Model Pembelajaran Flipped Classroom

Pada dasarnya konsep Model Flipped Classroom yakni aktivitas pembelajaran yang biasanya diselesaikan di kelas sekarang dapat diselesaikan di rumah, dan aktivitas pembelajaran yang biasanya dikerjakan di rumah sekarang dapat diselesaikan di kelas (Bergmann & Sams). 


Siswa membaca materi, menonton video pembelajaran sebelum mereka datang ke kelas dan mereka mulai berdiskusi, bertukar pengetahuan, menyelesaikan masalah, dengan bantuan siswa lain maupun pendidik, melatih siswa mengembangkan kefasihan prosedural jika diperlukan, inspirasi dan membantu mereka dengan proyek-proyek yang menantang dengan memberikan kontrol belajar yang lebih besar.

Model pembelajaran dengan menggunakan metode flipped classroom dilaksanakan dengan meminimalkan jumlah instruksi langsung oleh guru kepada siswanya dalam mengajarkan materi dan memaksimalkan waktu untuk berinteraksi satu sama lain dalam membahas permasalahan terkait. Pembelajaran flipped classroom lebih menekankan pada pemanfaatan waktu di dalam maupun di luar kelas agar pembelajaran lebih bermutu sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi.

Bagaimana Cara Menerapkannya?

Penerapanp Pembelajaran flipped classroom pertama-tama siswa mempelajari topik sendiri, biasanya menggunakan pelajaran video yang dibuat oleh guru atau bersama guru lainnya.


Kemudian dalam kelas, siswa mencoba untuk menerapkan pengetahuan dengan memecahkan masalah dan melakukan kerja praktek. Pembelajaran flipped classroom bukan hanya sekedar belajar menggunakan video pembelajaran, namun lebih menekankan tentang memanfaatkan waktu di kelas agar pembelajaran lebih bermutu dan bisa meningkatkan pengetahuan siswa.

Penerapan model flipped classroom dengan memanfaatkan Rumah Belajar meliputi strategi pembelajaran yang terdiri dari 4 komponen utama: Metode, Media, Waktu, dan Evaluasi. Model pembelajaran flipped classroom memungkinkan diterapkannya beberapa metode pembelajaran dalam satu siklus implementasi model. Pendidik dapat mengkombinasikan berbagai metode pembelajaran untuk memastikan peserta didik terlibat aktif di setiap aktivitas pembelajaran. Model pembelajaran flipped classroom mulai diimplementasikan pada saat satu minggu sebelum pembelajaran di kelas dimulai.


Berikut cara penerapan model pembelajaran flipped classroom :

Aktivitas belajar siswa di rumah :
  • Mempelajari materi berbentuk multimedia atau video pembelajaran yang sudah diberikan oleh guru satu minggu sebelum pembelajaran dilaksanakan. Materi bisa diperoleh siswa melalui email atau akses ke Rumah Belajar.
  • Mempelajari petunjuk praktikkum atau demonstrasi yang diberikan guru satu minggu sebelum pembelajaran praktik atau simulasi di kelas. (Untuk tujuan pembelajaran yang mengarah pada praktik atau demonstrasi)
  • Menyiapkan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang belum dipahami. Pertanyaan dapat diajukan sebelum pembelajaran di kelas, melalui email atau chat group.
Aktivitas belajar siswa di kelas :
  • Melakukan diskusi untuk menjawab permasalahan yang diberikan guru.
  • Melakukan demonstrasi atau simulasi atau praktikkum sesuai petunjuk guru.
  • Mempresentasikan hasil diskusi atau hasil praktikkum serta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan selama presentasi.
  • Mengerjakan tugas/latihan.
Aktivitas Guru di kelas :
  • Mengamati jalannya diskusi setiap kelompok dan aktivitas setiap siswa dalam kelompok tersebut.
  • Memberikan ulasan atau umpan balik pada kelompok yang sudah melakukan demonstrasi, simulasi, atau praktikkum.
  • Memberikan arahan pada kelompok yang sedang presentasi.
  • Membimbing siswa atau kelompok siswa yang masih belum memahami materi yang sudah dipelajari.
  • Memfasilitasi peserta didik atau kelompok siswa yang sudah menyelesaikan tugas.
  • Memberikan evaluasi kepada semua siswa untuk mengetahui capaian tujuan pembelajaran.
Evaluasi, Refleksi dan Tindak lanjut :
  • Evaluasi hasil belajar dilakukan untuk mengetahui capaian tujuan pembelajaran. Bentuk evaluasi antara lain: tes tertulis, lembar observasi saat praktikkum/diskusi/presentasi.
  • Tindak lanjut diberikan kepada siswa yang masih belum mencapai KKM (bentuknya remedial) dan kepada siswa yang sudah melebihi KKM (bentuknya proyek pengayaan).
Model pembelajaran ini sangat membantu guru dimasa pandemi Covid-19, semoga penjelasan singkat ini bisa memberikan manfaat. "Salam Guru"

Berikut 14 Daftar Link Penting Untuk Guru Dari Portal Kemendikbud

Berikut 14 Daftar Link Penting Untuk Guru Dari Portal Kemendikbud

BlogPendidikan.net
- Sangat penting untuk mengetahui website dan portal pendidikan yang telah disiapkan oleh Kemendikbud, guna memnuhi kebutuhan GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan). 

Dalam portal/website yang telah disediakan untuk dapat diakses oleh Guru, salah satunya pencarian data GTK ini sangat penting untuk mengetahui keadaan data sekarang apakah sudah sesuai atau belum, jika belum sesuai dengan keadaan kepegawaian sekarang Guru/Operator wajib mengupdate data tersebut agar sesuai dengan kondisi kepegawaian anda sekarang. 

Berikut ini Portal/Website yang disiapkan Kemendikbud untuk pelayanan, informasi, pelatihan, beasiswa dan lain sebagainya. Ada 14 link website/portal GTK yang wajib Bapak/Ibu guru ketahui dan aplikasikan yaitu :


Pada aplikasi ini hanya melakukan pencarian data guru (GTK) secara individu.


Pada portal ini hanya melakukan pendaftaran bagi guru dengan menyertakan No UKG (SIM PKB)


Merupakan aplikasi induk dalam manjemen pengembangan keprofesian dan berkelanjutan

4. Informasi PPG : https://ppg.kemdikbud.go.id/

Merupakan aplikasi yang menunjang dalam kegiatan Pendidikan Profesi Guru


Aplikasi seleksi untuk program Sekolah Penggerak (Kepala Sekolah dan Pelatih Ahli)

6. Diklat GPK (Guru Pembimbingan Khusus) : https://gpk.gtk.kemdikbud.go.id/

Mari menjadi bagian dari Guru Pembimbing Khusus abad ke-21 guna memajukan pendidikan inklusif di Indonesia

7. Diklat penguatan Kepala Sekolah : https://sim.tendik.kemdikbud.go.id/penguatanks/

Program peningkatan kompetensi kepemimpinan Kepala Sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan

8. Diklat calon Kepala Sekolah : https://sim.tendik.kemdikbud.go.id/penguatanks/

Program Peningkatan Kompetensi Kepemimpinan bagi Calon Kepala Sekolah Dalam Rangka meningkatkan mutu pendidikan


Bantuan Pemerintah untuk Peningkatan Kualifikasi Akademik Sarjana atau Diploma IV


Program Peningkatan Kompetensi bagi Calon Pengawas Sekolag guna meningkatkan mutu pendidikan

11. Upskilling dan Reskilling Guru Kejuruan (Vokasi) : https://app-vokasi.simpkb.id/

Program upgrade Guru SMK dan bantuan pemerintah bidang kemitraan & penyelarasan dengan DUDI


Program pemberdayaan masyarakat dari pemerintah untuk peningkatan kualitas guru & kepala sekolah


Aplikasi seleksi untuk Fasilitator, Pendamping dan Calon Guru Penggerak

14. Guru belajar dan berbagi : https://gurubelajardanberbagi.kemdikbud.go.id/

Guru Belajar dan Berbagi merupakan gerakan kolaborasi pemerintah, guru dan penggerak pendidikan untuk bergotong royong berbagi ide dan praktik baik

Demikian daftar link penting untuk guru dari portal kemendikbud semoga memberikan manfaat.

Menolak Lupa, 9 Kode Etik Guru

Menolak Lupa, 9 Kode Etik Guru

BlogPendidikan.net
- Kode Etik Guru di Indonesia dapat dirumuskan sebagai himpunan nilai-nilai dan norma-norma profesi guru yang tersusun dengan baik, sistematik dalam suatu sistem yang utuh. 

Kode Etik Guru Indonesia berfungsi sebagai landasan moral dan pedoman tingkah laku setiap guru warga PGRI dalam menunaikan tugas pengabdiannya sebagai guru, baik di dalam maupun di luar sekolah serta dalam pergaulan hidup seharihari di masyarakat. 

Dengan demikian, Kode Etik Guru Indonesia merupakan alat yang amat penting untuk pembentukan sikap profesional para anggota profesi keguruan. Seperti halnya profesi lain, Kode Etik Guru Indonesia ditetapkan dalam suatu kongres yang dihadiri oleh seluruh utusan. Cabang dan Pengurus Daerah PGRI dari seluruh penjuru tanah air, pertama dalam Kongres ke XIII di Jakarta tahun 1973, dan kemudian disempurnakan dalam Kongres PGRI ke XVI tahun 1989 juga di Jakarta. 


Adapun 9 Kode Etik Guru Indonesia yang telah disempurnakan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila 

a. Guru menghormati hak individu, agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dari anak didiknya masing-masing, b. Guru menghormati dan membimbing kepribadian anak didiknya, c. Guru melatih anak didik memecahkan masalah-masalah dan membina daya kreasinya agar dapat menunjang masyarakat yang sedang membangun, d. Guru menyadari bahwa intelegensi, moral dan jasmani adalah tujuan utama pendidikan, e. Guru membantu sekolah dalam usaha menanamkan pengetahuan, keterampilan kepada anak didik. 

2. Guru memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing

a. Guru memberikan pelajaran di dalam dan di luar sekolah berdasarkan kurikulum dan berlaku secara baik tanpa membedakan jenis dan posisi sosial orang tua murid. Guru harus memperlakukan tiap peserta didik secara adil tampa menghiraukan status ekonomi orang tua, ras, suku, dan agama, 
b. Guru harus memperhatikam perbedaan dan kebutuhan anak didiknya masing-masing sehingga guru hendaknya fleksibel di dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik. 


3. Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik ,tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaannya 

a. Komunikasi guru dan peserta didik di dalam dan di luar sekolah dilandaskan pada rasa kasih sayang. Artinya guru mampu berkomunikasi dengan peserta didik sesuai dengan bahasa peserta didik, 
b. Untuk berhasilnya pendidikan, guru harus mengetahui kepribadian anak dan latar belakang keluarganya. Artinya guru dapat mengundang orang tua peserta didik ke sekolah atau guru mendatangi rumah peserta didik untuk mendapatkan informasi tentang peserta didik, 
c. Komunikasi hanya diadakan semata-mata untuk kepentingan pendidikan peserta didik, karena itu kita sebagai guru harus menghormati dan menjaga kerahasiaannya serta menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan. Artinya pencarian informasi itu semata-mata untuk menolong peserta didik itu sendiri, agar kita dapat memperlakukan mereka sesuai dengan kepentingannya. 

4. Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tuamurid sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik 

a. Guru wajib menciptakan iklim sekolah yang kondusif sehingga peserta didik tidak ada keinginan untuk pulang sebelum waktunya. Guru harus bersikap akrab dan hangat terhadap peserta didik. Pemberian penguatan kepada peserta didik perlu diperbanyak dan berusaha menghindari pemberian hukuman. 
b. Untuk berhasilnya pendidikan, guru harus mengetahui kepribadian anak dan latar belakang keluarganya. Artinya guru dapat mengundang orang tua peserta didik ke sekolah atau gurumendatangi rumah peserta didik untuk mendapatkan informasi tentang peserta didik. 
c. Guru senantiasa menerima kritik yang membangun dari orang tua/masyarakat dengan dada lapang. Sebagai guru selain terbuka menerima kritik dari orang lain, juga harus maumengkritik diri sendiri, kekurangan-kekurangan apa saja yang ada dalam dirinya, kemudianberusaha mengatasi kekurangan-kekurangan tersebut. 


5. Guru memelihara hubungan baik dengan anggota masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan 

a. Guru memperluas pengetahuan masyarakat mengenai profesi keguruan; 
b. Sekolah melibatkan masyarakat dalam merumuskan programprogramnya, sebaliknya guru juga turut serta dalam kegiatan-kegiatan di masyarakat. Kerja sama itu bertujuan agar sekolah dapat berfungsi sebagai agen pembaharuan. Sekolah menjadi tempat pembinaan dan pengembangan budaya masyarakat. 

6. Guru secara pribadi dan bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesionalnya

Mutu dan martabat profesi sangat dipengaruhi oleh kualitas anggota profesi. Mutu guru dapat berkembang dengan baik jika seluruh guru mengkuti pelatihan pengembangan profesi secara berkelanjutan baik program mandiri maupun institusi. Sedangkan martabat profesi dapat dijaga oleh guru dengan tidak menyalahgunakan profesinya untuk hal-hal yang melanggar norma maupun hukum.

7. Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan kerja maupun di dalam keseluruhan

a. Guru tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan nama baik rekan-rekan seprofesinya. 
b. Guru saling bertukar informasi, pendapat, saling menasehati dan saling membantu satusama lain baik dalam hubungan kepentingan pribadi maupun dalam hubungan tugas profesi. Misalnya: (a) Apabila ada rekan guru yang mendapat musibah maka harus saling membantu. (b) Guru mengadakan rapat setiap minggu untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di sekolah. 


8. Guru secara bersama-sama memelihara, membina, dan meningkatkan mutu organisasi guru profesional sebagai sarana pengabdiannya

a. Guru menjai anggota dan membantu organisasi guru yang bermaksud membina profesi dan pendidikan pada umumnya; 
b. Guru sebagai anggota organisasi profesional, selayaknya berusaha menciptakan persatuan di antara sesama serta menghindarkan diri dari sikapsikap, ucapan-ucapan dan tindakan tindakan yang merugikan organisasi. 

9. Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan

Sebagaimana diatur dalam undang-undang guru dan dosen, guru walaupun dalam keilmuan memiliki independensi, tetap harus selalu sepemahaman dengan kebijakan pemerintah. Guru tidak boleh menyimpang dari kebijakan pemerintah yang telah dirumuskan bersama dengan para pakar. Agar tidak menyimpang, maka wajib hukumnya guru melaksanakannya dan tidak boleh menolaknya.

Berikut 9 Kode Etik Guru >>> DISINI

Demikian point-point tentang Kode Etik Guru, semoga selalu tertanam dalam diri kita.