Showing posts with label Guru. Show all posts
Showing posts with label Guru. Show all posts

Kuota Internet Gratis Gelombang ke 2 Dari Kemendikbud Cair Besok, Lengkapi Persyaratan Berikut Ini!

Admin 10/27/2020
Kuota Internet Gratis Gelombang ke 2 Dari Kemendikbud Cair Besok, Lengkapi Persyaratan Berikut Ini!


BlogPendidikan.net - Kuota Internet Gratis Gelombang ke 2 Dari Kemendikbud Cair Besok, Lengkapi Persyaratan Berikut Ini! Bantuan kuota internet gratis tahap 2 periode Oktober segera dicairkan besok. Penyaluran kuota internet gratis kemendikbud untuk tahap dua direncanakan tanggal 28 hingga 30 Oktober 2020.

Praktisi Pendidikan yang akan menerima kuota internet gratis kemendikbud diharapkan untuk segera menyelesaikan persyaratan yang telah ditentukan untuk kepastian mendapatkan bantuan kuota internet gratis kemendikbud.

Pada periode Oktober tepatnya tanggal 22-24 Oktober 2020, pemerintah telah menyalurkan bantuan kuota internet gratis yang merupakan tahap pertama dari gelombang yang kedua. Untuk penyaluran tahapan ke dua pada gelombang ke dua yang memang direncanakan pada periode bulan Oktober ini dipastikan cair besok.

Peserta didik maupuntenaga pendidik diharapkan untuk segera memastikan pendaftaran dengan memenuhi beberapa persyaratan di antaranya:

Syarat untuk lembaga pendidikan PAUD hingga SMA

1. Sekolah harus punya Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)
2. Sekolah haru terdaftar di aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik)
3. Operator satuan pendidikan sudah terdaftar di Jaringan Pengelola Data Pendidikan dan Kebudayaan (https://sdm.data.kemdikbud.go.id)
4. Pemimpin satuan pendidikan harus menerbitkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang berutujuan untuk menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas kebenaran data nomor ponsel calon penerima bantuan kuota internet yang diinput.
5. Pemimpin satuan pendidikan mengunggah SPTJM pada laman verifikasi validasi (https://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id)

Syarat untuk lembaga pendidikan Perguruan Tinggi/Universitas

1. Perguruan tinggi/Universitas wajib terdaftar di aplikasi PDDikti (https://pddikti.kemdikbud.go.id)
2. Pemimpin satuan pendidikan harus menerbitkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang berutujuan untuk menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas kebenaran data nomor ponsel calon penerima bantuan kuota internet yang diinput.
3. pemimpin satuan pendidikan mengunggah SPTJM pada laman kuota dikti (https://kuotadikti.kemdikbud.go.id)

Syarat untuk Siswa hingga Mahasiswa

1. Terdaftar di lembaga pendidikan (Sedang Menjadi pelajar/Mahasiswa)
2. Mempunyai nomor HP yang aktif

Syarat untuk Pendidik/Dosen

1. Terdaftar di lembaga pendidikan (Sedang Menjadi pendidik/dosen)
2. Mempunyai nomor HP yang aktif.

Bantuan Kuota internet gratis kemendikbud merupakan keringanan yang diberikan oleh pemerintah bagi para praktisi Pendidikan untuk tetap melakukan kegiatan belajar mengajar walaupun tidak dilakukan secara tatap muka.

Adapun rincian bantuan kuota internet gratis tahap 2 periode Oktober dari Kemendikbud sebagai berikut:

1. Peserta Didik Jenjang Paud: 20 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum, 15 GB kuota belajar, dan 4 bulan durasi bantuan.
2. Peserta Didik Jenjang pendidikan Dasar dan Menengah: 35 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum, 30 GB kuota belajar, dan 4 bulan durasi bantuan
3. Pendidik Jenjang Paud, Dasar dan Menengah: 42 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum, 37 GB kuota belajar, dan 4 bulan durasi bantuan.
4. Dosen dan Mahasiswa: 50 GB per bulan dengan rincian 5GB kuota umum, 45 GB kuota belajar, dan 4 bulan durasi bantuan.

Yang Masih Bertanya-tanya Kapan Pencairan BLT Subsidi Gaji Untuk Guru Honorer Rp 2,4 Juta, Simak Penjelasannya Berikut

Admin 10/25/2020
Yang Masih Bertanya-tanya Kapan Pencairan BLT Subsidi Gaji Untuk Guru Honorer Rp 2,4 Juta, Simak Penjelasannya Berikut

BlogPendidikan.net
- Yang Masih Bertanya-tanya Kapan Pencairan BLT Subsidi Gaji Untuk Guru Honorer Rp 2,4 Juta, Simak Penjelasannya Berikut.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah merencanakan sisa anggaran dari BLT subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan karyawan swasta akan disalurkan untuk BLT BPJS Ketenagakerjaan Rp2,4 juta bagi guru honorer dan tenaga pendidik.

Bantuan tersebut diberikan kepada guru honorer dan tenaga pendidik yang berada di lingkup Kemendikbud dan Kemenag.

"Sisa anggaran akan diserahkan kembali ke Bendahara Negara. Rencananya, akan disalurkan untuk subsidi gaji/upah bagi guru honorer dan tenaga pendidik, baik di lingkup Kemendikbud maupun Kemenag," kata Menaker Ida Fauziyah.

Namun, Menaker Ida Fauziyah sendiri belum mengumumkan kapan jadwal dana BLT subsidi gaji/upah (BSU) sebesar Rp2,4 juta segera disalurkan kepada guru honorer dan tenaga pendidik. Sebab, sampai saat ini proses pendaftaran hingga validasi peserta masih dilakukan. Tapi penyaluran ditargetkan dapat dilakukan pada tahun ini.

Menurut keterangan tertulis di situs resmi Kemnaker, penyaluran BLT subsidi gaji/upah buat guru honorer akan dicairkan setelah sudah dilakukan pencairan dana BLT kepada karyawan swasta pada termin II.

Pencairan pada BLT subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan termin II akan ditargetkan penyalurannya pada akhir Oktober hingga November 2020.

Perlu diketahui, Kemnaker sendiri menargetkan program BLT subsidi gaji/upah Rp2,4 juta bagi 15,7 juta karyawan yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan per 30 Juni 2020. Total anggaran dari program BLT tersebut mencapai Rp37,7 triliun.

Akan tetapi, hingga batas akhir penyerahan data penerima, data yang dikumpulkan dan diserahkan BPJS Ketenagakerjaan hanya mencapai 12.272.731 pekerja/buruh. Sehingga ada sekitar 3 jutaan kuota yang tersisa dari jumlah tersebut.

Adapun rincian pembagian Rp2,4 juta tersebut, para guru honorer akan mendapatkan subsidi gaji sebesar Rp600 ribu selama 4 bulan.

Bagi guru honorer yang ingin mendapatkan BLT subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan, harus sudah memenuhi syarat yang telah ditentukan.

Dilansir dari Berita DIY, adapun syarat yang telah ditentukan, di antaranya, guru honorer harus terdaftar dalam data Kemendikbud dan Kemenag. Kemudian, pengajar juga harus tercatat aktif mengajar pada semester I 2020-2021 pada Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Simpatika) Kemenag.

Guru honorer ini juga harus terdaftar di Dapodik dan PDDikti, serta tak mendapat bantuan sosial lain seperti Kartu Prakerja hingga Banpres UMKM.

Program bantuan dari pemerintah berupa BLT subsidi gaji/upah BPJS Ketenagakerjaan ini diharapkan sebagai program pemulihan ekonomi nasional yang bertujuan untuk meringankan beban ekonomi para karyawan yang bergaji dibawah Rp5 juta. (*)

Anda Belum Dapat Kuota Gratis Dari Kemendikbud, Begini Cara Mendapatkannya

Admin 10/23/2020
Anda Belum Dapat Kuota Gratis Dari Kemendikbud, Begini Cara Mendapatkannya

BlogPendidikan.net
- Anda Belum Dapat Kuota Gratis Dari Kemendikbud, Begini Cara Mendapatkannya.

Kemendikbud telah membagikan bantuan kuota internet gratis kepada para pelajar dan pengajar bulan Oktober ini. Penyaluran kuota gratis khusus bulan Oktober tahap 1 akan dibagikan dari tanggal 22 sampai 24.

Dikutip BlogPendidikan.net dari Pikiran-Rakyat.com berikut persyaratan yang sudah dibuat oleh Nadiem Makarim, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan.


1.Peserta didik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar serta menengah harus terdaftar di aplikasi dapodik.

2.Peserta didik pun harus memiliki nomor ponsel aktif atas nama peserta didik, orang tua, anggota keluarga, ataupun wali.

3.Khusus mahasiswa, harus terdaftar pada aplikasi PD Dikti dan berstatus aktif dalam perkuliahan atau sedang menuntaskan berganda.

4.Mahasiswa pun harus memiliki kartu rencana studi pada semester berjalan dan nomor ponsel aktif.

5.Untuk pendidik di bidang PAUD dan pendidikan dasar serta menengah juga sama harus terdaftar di aplikasi dapodik dan punya nomor aktif.

Cara mendapatkannya sangat mudah. Bila nomor kamu sudah terdaftar di Dapodik disekolahmu atau PDDikti di kampusmu kuota internet gratis otomatis dapat langsung kamu nikmati. Tapi, bila kuota internet gratismu belum masuk, kamu tinggal lapor ke bagian Dapodik di sekolahmu atau PDDikti di kampusmu.


Untuk cara mengeceknya, anda  dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

1.Download aplikasi My Telkomsel melalui Google Play Store.
2.Pilih menu ‘My Quota.’
3.Pilih menu ‘Internet,’ bila bantuan kuota internet gratis cair, otomatis kuota internet lokal dan internet bertambah.
4.Pilih menu ‘Multimedia,’ bila bantuan kuota internet gratis cair, otomatis muncul menu ‘Kuota Belajar’ atau ‘Kuota Belajar Kemendikbud.

Kuota internet belajar digunakan untuk mengakses aplikasi atau laman pembelajaran. Penyaluran kuota gratis hingga 50 GB ini, akan disalurkan kepada jenjang PAUD hingga SMA, beserta pengajar.

Berikut adalah tata cara dapatkan Kuota gratis untuk pelajar atau pendidik PAUD hingga SMA.

1.Pastikan mempunyai nomor HP yang aktif
2.Serahkan nomor HP yang aktif kepada pihak sekolah atau operator pendidikan di sekolah masing-masing
3.Setelah nomor HP calon penerima bantuan kuota internet gratis terkumpul, selanjutnya pihak sekolah

Berikut adalah tata cara dapatkan Kuota gratis untuk Mahasiswa atau Dosen

1.Pastikan mempunyai nomor HP yang aktif
2.Serahkan nomor HP yang aktif kepada pihak Universitas atau pengelola PDDikti di masing-masing Universitas atau Perguruan Tinggi
3.Setelah nomor HP calon penerima bantuan kuota internet gratis terkumpul, pengelola PDDikti perguruan tinggi menginput data nomor ponsel tersebut ke aplikasi PDDikti.

Penyaluran kuota internet gratis akan disalurkan ke beberapa operator yang sudah menjalin kerja sama dengan Kemendikbud, diantaranya Telkomsel, Indosat, XL, Tri, dan Smartfren. Nantinya, kuota internet gratis dari Kemendikbud itu akan dibagi menjadi dua jenis kuota, yaitu kuota internet umum dan kuota internet belajar.

Artikel ini juga telah tayang di jakbarnews.pikiran-rakyat.com

Daftar Laman, Aplikasi dan Video Conference Terbaru Yang Dapat di Akses Dari Kuota Gratis Kemendikbud

Admin 10/23/2020
Daftar Laman, Aplikasi dan Video Conference Terbaru Yang Dapat di Akses Dari Kuota Gratis Kemendikbud

BlogPendidikan.net
- Aplikasi dan Video Conference Yang Bisa Diakses. Penyaluran bantuan kuota data internet oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) bulan kedua dijadwalkan mulai disalurkan hari ini, Kamis 22 Oktober 2020. 

Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Evy Mulyani bulan lalu mengatakan, Kemendikbud telah menyiapkan daftar laman dan aplikasi pembelajaran yang dapat diakses menggunakan kuota belajar. Daftar webiste dan website kampus yang dapat diakses dengan kuota belajar dapat dilihat melalui laman https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/

Bila sebelumnya terdapat 19 aplikasi pembelajaran, 5 video conference, 22 website, dan 401 website universitas yang sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan PJJ, kini jumlah website pembelajaran semakin beragam.  


“Dijelaskan dalam laman tersebut kuota bantuan internet dari Kemendikbud dibagi dua, ada kuota umum dan kuota belajar. Kuota belajar ini hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran yang telah Kemendikbud siapkan guna mendukung pembelajaran jarak jauh,” jelas Evy di Jakarta, Selasa (22/09/2020), seperti dilansir dari laman Kemendikbud. 

Berikut aplikasi dan website yang masuk kuota belajar gratis dari Kemendikbud: 

1. admission.edulogy.id 
2. aksi.puspendik.kemdikbud.go.id/membacadigital 
3. aminin.com 
4. ayoblajar.com 
5. bahaso.com 
6. banksoal.belajar.kemdikbud.go.id 
7. belajar.kemdikbud.go.id 
8. belajar.kemdikbud.go.id/edugame bersamahadapikorona.
9. kemdikbud.go.id 
10. bse.belajar.kemdikbud.go.id 
11. buku.kemdikbud.go.id 
12. cakap.com 
13. cambridgeenglish.org 
14. classroom.google.com/ 
15. duolingo.com 
16. edmodo.com 
17. education.microsoft.com 
18. edukasystem.com 
19. edulogy.id 
20. elearning.gurudaringmilenial.id 
21. ganecadigital.com 
22. guru.edulogy.id 
23. gurubelajar.kemdikbud.go.id 
24. guruberbagi.kemdikbud.go.id 
25. icando.co.id indihomestudy.com 
26. infomedia.co.id 
27. institusi.edulogy.id 
28. kahoot.com 
29. kahoot.it 
30. kelasmaya.belajar.kemdikbud.go.id 
31. kelaspintar.id 
32. kipin.id 
33. lms.seamolec.org 
34. mejakita.com 
35. melajah.id 
36. new.guru.edulogy.id 
37. pahamify.com 
38. petabudaya.belajar.kemdikbud.go.id 
39. pijarmahir.id 
40. pijarsekolah.id 
41. quizziz.com 
42. ruangguru.com 
43. rumahbelajar.id 
44. sekolah.edulogy.id 
45. sekolah.mu 
46. setara.kemdikbud.go.id 
47. simpatik.belajar.kemdikbud.go.id 
48. siswa.edulogy.id 
49. skillacademy.com 
50. suaraedukasi.kemdikbud.go.id 
51. sumber.belajar.kemdikbud.go.id 
52. udemy.com 
53. ujian.siswa.edulogy.id 
54. unison.id vlab.
55. belajar.kemdikbud.go.id 
56. whatsapp.com 
57. www.indonesiax.co.id 
58. www.wekiddo.com 
59. zenius.net 

Sedangkan video conference yang dapat diakses dengan kuota belajar antara lain:
 
1. Google Meet 
2. Zoom 
3. Cisco Webex 
4. Microsoft Teams 
5. U Meet Me 

Besar kuota yang didapat Program bantuan kuota internet merupakan upaya pemerintah dalam mewujudkan aspirasi masyarakat terkait tantangan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi, untuk memfasilitasi pembelajaran daring seluruh guru, siswa, dosen, dan mahasiswa, khususnya di masa pandemi. 

“Pemerintah berkomitmen untuk memastikan tidak hanya sebagian tetapi seluruh guru, siswa, dosen, dan mahasiswa dapat terbantu," terang Evy.  

Peserta didik PAUD mendapatkan paket kuota internet sebesar 20 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB. Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 35 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB. Lalu, paket kuota internet untuk guru PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 42 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar. Sedangkan paket kuota internet untuk mahasiswa dan dosen ialah 50 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar.

Cara Menggunakan Google Classroom Dengan Mudah Untuk Guru dan Siswa

Admin 10/22/2020
Cara Menggunakan Google Classroom Dengan Mudah Untuk Guru dan Siswa

BlogPendidikan.net
- Siapa yang tidak kenal aplikasi laman ini, google classroom sebagian besar guru dan siswa menggunakan aplikasi ini untuk menunjang selama pembelajaran jarak jauh, dan menggunakannyapun sangat mudah. Bagi Anda guru dan siswa yang belum memahami cara menggunakan google classroom akan di jelaskan di artikel ini.

Pandemi virus COVID-19 yang sedang melanda dunia bikin proses belajar-mengajar di sekolah terpaksa ditiadakan sementara. Kelas online pun menjadi alternatif belajar jarak jauh. Kini, hanya dengan bermodal gadget, proses pembelajaran sudah bisa berjalan dari rumah.

Salah satu layanan yang bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran online adalah Google Classroom. Sebagai salah satu produk digital yang berada di bawah naungan Google, platform Google Classroom bisa dimanfaatkan secara gratis oleh guru dan siswa untuk kelas online.

Google Classroom bisa diakses menggunakan laptop, cukup dengan mengunjungi laman classroom.google.com Bagi pengguna smartphone, Anda hanya perlu mengunduh aplikasi Google Classroom yang terdapat di App Store maupun Play Store.

Platform ini memungkinkan setiap guru untuk membuat kelas online dan mengundang para murid mengikuti kelasnya. Google Classroom dibuat agar memudahkan guru dan siswa dalam berbagi file belajar.

Fitur dalam Google Classroom

Google Classroom menggabungkan layanan yang sudah dimiliki Google sebelumnya, yaitu Google Drive untuk membuat dan mengirim tugas, Google Docs, Sheets, dan Slides untuk menulis, serta Gmail memungkinkan seluruh peserta kelas untuk berkomunikasi melalui email. Apa saja yang bisa kita manfaatkan dari Google Classroom?

Membuat tugas

Untuk urusan tugas, guru hanya perlu mengunggah dokumen atau file yang diperlukan untuk dibaca atau dikerjakan siswa. Selanjutnya siswa akan menerima pemberitahuan tentang tugas tersebut melalui email.

Mengatur jadwal

Untuk membantu mengatur jadwal yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran, terdapat Google Calendar yang sudah diintegrasikan ke dalam platform ini. Anda dapat membuat jadwal pengumpulan tugas, misalnya.

Membuat Pengumuman

Jika Anda ingin membuat pengumuman kepada seluruh kelas, fitur Google Classroom pun memungkinkan Anda untuk melakukan hal tersebut. Anda dapat dengan cepat mengetik pengumuman yang akan dikirimkan kepada semua siswa melalui email.

Membuat Penilaian

Dengan platform Google Classroom, guru juga dimungkinkan untuk melakukan penilaian dan kategori nilai. Terdapat 2 sistem nilai yang bisa dipakai, yaitu ‘Total Poin’ atau ‘Berdasarkan Kategori’. Dengan begitu, nilai akan dihitung secara otomatis.

Namun, jika sebagai guru Anda memilih untuk tidak memakai sistem penilaian, Anda bisa memilih opsi ‘Tidak ada Nilai Keseluruhan’ maka nilai tidak akan dihitung. Tidak hanya itu, Google Classroom memugkinkan para siswa untuk mengomentari tugas dan pengumuman. Mereka pun dapat mengirim email satu sama lain melalui antarmuka kelas.

Dengan kelengkapan fitur yang dimiliki Google Classroom, kegiatan belajar mengajar secara online akan terasa jauh lebih mudah. Jika Anda belum pernah menggunakan platform ini sebelumnya, tidak perlu risau. Akan dijelskan panduan mudah bagi Anda, guru maupun siswa.

Cara Memakai Google Classroom

Sebagaimana produk Google lainnya, untuk bisa menggunakan layanan Google Classroom Anda harus punya akun Google terlebih dulu. Buatlah akun Google dahulu jika Anda belum memilikinya.

Akses Masuk

Masuk ke laman classroom.google.com lalu login menggunakan akun Google Anda. Akan muncul pilihan role, apakah Anda sebagai siswa atau guru (seperti ditampilkan gambar berikut).

Cara menggunakan Google Classroom untuk guru:

* Di sudut kanan atas ada ikon tambahkan (+) untuk membuat kelas (create class).



* Selanjutnya Anda akan diarahkan untuk membuat kelas dan mengisi nama kelas (class name).
* Lengkapi keterangan tentang kelas Anda: section (bagian), subject (subjek), dan room (ruangan).
* Selanjutnya Google Classroom sudah siap digunakan.

Mengundang Siswa

Anda baru saja membuat kelas dan ingin mengajak para siswa bergabung, caranya mudah. Anda hanya perlu meng-copy dan membagikan kode kelas yang tertera di sebelah kiri atas.

Jika Anda hendak mengundang siswa melalui email, berikut ini caranya:

* Buka laman Google Classroom Anda
* Klik ‘people’
* Selanjutnya klik ‘invite student’
* Masukkan alamat email siswa yang akan diajak bergabung
* Terakhir klik ‘invite’

Siswa akan menerima email ajakan bergabung ke kelas Anda.

Cara menggunakan Google Classrom untuk siswa:

* Klik icon (+) yang ada di sudut kanan atas.


* Pilih join class (gabung kelas), masukkan kode yang telah dibagikan oleh guru.


* Pilih join (gabung)
* Selanjutnya Anda sudah bisa mengikuti kelas online bersama teman-teman dan guru.

Demikian penjelasan cara mudah menggunakan google classroom bagi guru dan siswa semoga bermanfaat dan jangan lupa berbagi jika artikel ini penting untuk disebarkan! (*Admin)

Ternyata 95 Persen Guru di Indonesia Lebih Memilih Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Admin 10/22/2020
Ternyata 95 Persen Guru di Indonesia Lebih Memilih Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

BlogPendidikan.net
- Ternyata 95 Persen Guru di Indonesia Lebih Memilih Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hasil survei Wahana Visi Indonesia dan Kemendikbud menunjukkan mayoritas guru di Indonesia lebih memilih model pembelajaran jarak jauh. Education Team Leader Wahana Visi Indonesia Mega Indrawati mengatakan sebanyak 95 persen memilh pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran campuran.

"Soal strategi belajar dari 95 persen guru setuju akan pembelajaran jarak jauh atau blended learning," ucap Mega dalam webinar Suara Guru, Kamis (22/10/2020). Sementara guru di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T) lebih pembelajaran jarak jauh luring dibanding daring.

Mega menduga hal ini kemungkinan karena keterbatasan akses dan infrastuktur untuk pembelajaran secara daring. "Sementara guru untuk anak berkeputusan khusus cenderung memilih pembelajaran daring," ungkap Mega.

Selain itu, hasil survei ini juga menemukan bahwa guru dalam mengatasi masalah dalam kegiatan belajar mengajar memilih berkonsultasi dengan teman sejawatnya di satu sekolah atau sekolah lain. Sementara guru di daerah 3T cenderung kurang memiliki akses ke komunitas guru di satuan pendidikan.

Terkait dengan kebutuhan pembelajaran yang efektif, dan pemanfaatan teknologi informasi, sebanyak 40 persen guru menyatakan butuh pelatihan. "Terkait TIK, 40 persen guru 3T dan guru yang usianya lebih tua butuh pelatihan dasar TIK," kata Mega.

Selain itu, guru di daerah 3T juga lebih membutuhkan kompetensi Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) sebanyak 54 persen. Sementara 31 persennya membutuhkan kompetensi tentang kurikulum. Bagi guru di wilayah non 3T, kompetensi psikosisial lebih dibutuhkan. Guru pendidikan khusus juga membutuhkan kompetensi psikologis untuk mempersiapkan peserta didik

Seperti diketahui, survei dilakukan kepada 27.046 guru dan tenaga kependidikan di 34 provinsi seluruh Indonesia. Survei dilakukan pada 18 Agustus hingga 5 September 2020. Responden guru dari wilayah Non 3T 95 persen dan 3T 5 persen. Sebanyak 74 persen merupakan guru dari pendidikan umum, sementara 26 persen dari pendidikan khusus atau inklusi.

Berdasarkan wilayah, 52 persen responden guru berasal dari daerah risiko penularan Covid-19 tinggi, dan sisanya dari wilayah Covid-19 dengan penularan rendah. Wahana Visi Indonesia dan Kemendikbud juga melakukan Diskusi Kelompok Terarah yang melibatkan 47 orang perwakilan asosiasi guru, serta guru dari wilayah 3T, SLB dan kepala sekolah..

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com