Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Ini Hak dan Kewajiban Anak di Sekolah, Masyarakat dan di Rumah

Bapak - Ibu, Ini Hak dan Kewajiban Anak di Sekolah, Masyarakat dan di Rumah

BlogPendidikan.net
- Hak dan Kewajiban siswa tercermin dalam hubungan proses pendidikan, yang didalamnya ada peserta didik, pendidik, lembaga pendidikan, kurikulum, dan lain-lainnya, yang tidak hanya tertuju pada satu aspek, tetapi meliputi seluruh aspek hubungan, sehingga hak dan kewajiban peserta didik dapat tercapai.

Hak adalah segala sesuatu yang harus di terima dan dimiliki semua warga masyarakat. Kewajiban adalah segala sesuatu yang harus dilakukan sesuai atur yang berlaku.

Hak peserta didik adalah wewenang dan kekuasaan peserta didik dalam melakukan sesuatu (kegiatan belajar) yang telah ditentukan oleh undang-undang, aturan, dan segala hal yang mengatur tentang hak tersebut. 

Sedangkan kewajiban peserta didik adalah perkara yang mesti dilakukan atau dilaksanakan oleh peserta didik, baik berupa perintah atau hal-hal lain yang berhubungan dengan sesuatu yang harus dilaksanakan, serta yang harus ditinggalkan sebagai seorang peserta didik.

Berikut akan dijabarkan bentuk-bentuk Hak dan Kewajiban siswa di Sekolah, Masyarakat dan Rumah :

Hak dan kewajiban siswa di sekolah :

Hak Siswa di Sekolah :
  1. Berhak mendapat perlakuan adil (nilai) dari guru dan perlindungan.
  2. Berhak mendapat bimbingan dari guru dan pendidikan.
  3. Berhak meminjam buku di perpustakaan.
  4. Berhak mempunyai banyak teman.
  5. Berhak menggunakan fasilitas yang ada disekolah.
Kewajiban Siswa disekolah :
  1. Siswa harus taat kepada Guru dan Kepala Sekolah.
  2. Ikut bertanggung jawab atas kebersihan, keamanan, ketertiban sekolah.
  3. Ikut bertanggung jawab atas pemeliharaan gedung, halaman, perabotan yang ada disekolah.
  4. Membantu kelancaran pelajaran dikelas.
  5. Ikut menjaga nama baik sekolah, guru maupun pelajar lainnya baik dilingkungan sekolah maupun diluar sekolah.
  6. Menghormati guru dan saling menghargai antar sesama murid.
  7. Melengkapi diri dengan keperluan sekolah.
  8. Murid yang membawa kendaraan harus meletakkan kendaraannya ditempat yang sudah ditentukan.
  9. Ikut membantu agar tata tertib sekolah dapat berjalan dengan lancar.
  10. Memakai pakaian seragam sekolah sesuai dengan hari yang telah ditentukan.
  11. Murid berkewajiban untuk mengikuti upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang diselenggarakan.
  12. Memberikan keterangan Sakit, Izin atau Alpa dari orangtua bahwa Anda berhalangan untuk sekolah.
  13. Murid-murid wajib mengikuti pelajaran dan ulangan disekolah.
Hak dan kewajiban siswa di Masyarakat :

Hak siswa di Masyarakat :
  1. Mengembangkan bakat dan kemampuan
  2. Mendapatkan berbagai layanan umum: Pemerintah selama ini telah menyediakan berbagai layanan umum yang dapat dimanfaatkan oleh semua warga masyarakat
  3. Layanan kesehatan: Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) atau Puskesmas kita dapat memperoleh layanan pengobatan murah atau bahkan gratis. Misalnya dengan adanya BPJS Kesehatan, setiap penduduk dapat mengakses layanan kesehatan yang ada di negeri ini
  4. Layanan di bidang pendidikan: Kalau kita bersekolah di sekolah-sekolah negeri atau di Perguruan Tinggi Negeri kita dapat memperoleh biaya pendidikan yang terjangkau atau tidak membayar sama sekali. Misalnya Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang memberikan peluang warga yang kurang mampu untuk mendapat pendidikan
Kewajiban Siswa di Masyarakat :
  1. Menjaga kebersihan di lingkungan masyarakat.
  2. Menjaga suasana agar tetap damai dan tentram serta sejahtera.
  3. Saling menghormati dan menghargai masyarakat yang ada di sekitar kita.
  4. Saling membantu dan bergotong royong
Hak dan kewajiban siswa di Rumah :

Hak Siswa di Rumah :
  1. Mendapatkan kasih sayang:  Sebagai anggota keluarga berhak mendapatkan kasih sayang dari seluruh keluarga. Sedari kecil telah mendapatkan kasih sayang dari orangtua. Kita selalu dijaga dan dirawat dengan penuh kasih. Kasih sayang yang telah diberikan oleh orang tua harus disyukuri dengan cara menghormati dan menghargai mereka.
  2. Mendapatkan perlindungan:  Kita semua membutuhkan perlindungan dari segala keadaan atau kondisi yang dapat membahayakan diri kita atau dapat membuat kita sakit. Di dalam keluarga kita dapat memperoleh itu semua. Orang tua berkewajiban memberikan perlindungan sesuai dengan kemampuannya.
  3. Mendapatkan kesehatan:  Kesehatan sangat penting bagi kita. Saat tubuh kita sehat, kita dapat belajar, bermain, dan mengerjakan semua pekerjaan dengan nyaman. Sebaliknya, saat tubuh kita sakit, kita tidak dapat melakukan semua kegiatan tersebut dengan baik. Kesehatan adalah hak kita. Saat sakit kita berhak mendapatkan pengobatan agar bisa kembali sehat
  4. Mendapatkan hak untuk bermain:  Dengan bermain kita belajar bersosialisasi dengan orang lain. Dengan bermain kita juga akan memperoleh sesuatu yang menyenangkan. Hak untuk bermain merupakan hak kita semua.
  5. Mendapatkan pendidikan:  Di dalam keluarga kita berhak untuk mendapatkan pendidikan. Orangtua mendidik kita di rumah dan menyekolahkan kita untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik
Kewajiban Siswa di Rumah :
  1. Kewajiban siswa mematuhi aturan keluarga: Setiap keluarga memiliki aturan masing-masing. Aturan yang berlaku bagi keluarga yang satu mungkin berbeda dengan yang berlaku di keluarga yang lain : Setiap anggota keluarga wajib menaati aturan yang telah disepakati agar kehidupan keluarga berlangsung harmonis. Contoh aturan dalam keluarga: berpamitan sebelum meninggalkan rumah, mencuci peralatan makan sesudah digunakan, memberi salam ketika meninggalkan atau kembali ke rumah.
  2. Membersihkan rumah:  Membersihkan rumah merupakan salah satu kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap anggota keluarga. Rumah yang bersih dan rapi akan membuat anggota keluarga merasa nyaman dan betah tinggal dirumah. Kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan akan menjadi kebiasaan baik sehingga kita akan berusaha menjaga kebersihan di mana saja berada.
  3. Membantu orangtua:  Orangtua adalah orang yang berperan penting bagi kelangsungan hidup keluarga. Orangtua sangat menyayangi anak-anaknya. Mereka bekerja keras mencari nafkah untuk memelihara, selalu berusaha melindungi, dan mendidik anak-anaknya agar kelak menjadi anak yang mandiri dan berguna. Oleh karena itu, setiap anak berkewajiban membantu orang tua di rumah sesuai dengan kemampuannya.
Demikian artikel ini tentang Hak dan Kewajiban Anak di Sekolah, Masyarakat dan di Rumah. Semoga bermanfaat dan jangan lupa berbagi. Terima kasih.

Rujukan :
Tautan : http://portaluniversitasquality.ac.id:55555/876/4/BAB%20II.pdf

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Cara Pendataan Peserta Asesmen Nasional (AN)

Cara Pendataan Peserta Asesmen Nasional (AN)

BlogPendidikan.net
- Asesmen Nasional merupakan upaya untuk memotret secara komprehensif mutu proses dan hasil belajar satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia. 

Informasi yang diperoleh dari asesmen nasional diharapkan digunakan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran di satuan pendidikan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan mutu hasil belajar siswa.

Salah satu komponen hasil belajar murid yang diukur pada asesmen nasional adalah literasi membaca serta literasi matematika (numerasi). Asesmen ini disebut sebagai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) karena mengukur kompetensi mendasar atau minimum yang diperlukan individu untuk dapat hidup secara produktif di masyarakat.

Berbeda dengan asesmen berbasis mata pelajaran yang memotret hasil belajar murid pada mata pelajaran tertentu, AKM memotret kompetensi mendasar yang diperlukan untuk sukses pada berbagai mata pelajaran.

Apakah Asesmen Nasional menentukan kelulusan peserta didik?

Tidak, Asesmen Nasional tidak menentukan kelulusan. Asesmen Nasional diberikan kepada murid bukan di akhir jenjang satuan  pendidikan. Asesmen Nasional juga tidak digunakan untuk menilai peserta didik yang menjadi peserta asesmen. 

Hasil Asesmen Nasional tidak akan memuat skor atau nilai peserta didik secara individual. Seperti dijelaskan sebelumnya, hasil Asesmen Nasional diharapkan menjadi dasar dilakukannya perbaikan pembelajaran.

Dengan demikian, Asesmen Nasional tidak terkait dengan kelulusan peserta didik. Penilaian untuk kelulusan peserta didik merupakan kewenangan pendidik dan satuan pendidikan.

Siapa yang menjadi peserta Asesmen Nasional?

Asesmen Nasional akan diikuti oleh seluruh satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah di Indonesia, termasuk satuan pendidikan kesetaraan. Pada tiap satuan pendidikan, Asesmen Nasional akan diikuti oleh sebagian peserta didik kelas V, VIII, dan XI yang dipilih secara acak oleh Kemdikbud.
Asesmen Nasional juga akan diikuti oleh seluruh guru dan kepala satuan pendidikan. Informasi dari peserta didik, guru, dan kepala satuan pendidikan diharapkan memberi informasi yang lengkap tentang kualitas proses dan hasil belajar di setiap satuan pendidikan.

Bagaimana cara pendataan peserta Asesmen Nasional (AN)?

Berikut cara pendataan peserta Asesmen Nasional yang dilakukan oleh sekolah sesuai Juknis Pendataan Peserta Asesmen Nasional (AN) Tahun 2021 :
  1. Melakukan pemutakhiran data satuan pendidikan dan data peserta didiknya secara daring/online sesuai prosedur DAPODIK/EMIS dan VER-VAL PD
  2. Mengimpor data peserta didik pada laman pendataan-AN
  3. Menerima lembar DNS dari Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten atau kantor Cabang Dinas pendidikan provinsi untuk diverifikasi dan dimutakhirkan (bila terdapat perbaikan data); Verifikasi dilakukan pada nama peserta didik, tempat lahir, tanggal lahir, NISN, dan indentitas lainnya
  4. Menyerahkan data hasil verifikasi DNS yang sudah disahkan dan ditandatangani oleh Kepala satuan pendidikan ke Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten atau kantor Cabang Dinas pendidikan provinsi
  5. Menerima DNT dari Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten atau kantor Cabang Dinas pendidikan provinsi
  6. Mengelola data AN satuan pendidikan untuk keperluan AN.
Untuk selengkapnya bisa membacanya pada Juknis Pendataan Peserta Asesmen Nasional (AN) Tahun 2021 pada link Unduh dibawah ini.

Juknis Pendataan Peserta Asesmen Nasional (AN) Tahun 2021 : UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Siap-siap AN : Berikut Jadwal Pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) Tahun 2021

Jadwal Pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) Tahun 2021

BlogPendidikan.net
- Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran.

Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Mengapa perlu ada Asesmen Nasional?

Asesmen Nasional perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid.

Asesmen Nasional menghasilkan informasi untuk memantau (a) perkembangan mutu dari waktu ke waktu, dan (b) kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan (misalnya kesenjangan antar kelompok sosial ekonomi dalam satuan pendidikan, kesenjangan antara satuan Pendidikan negeri dan swasta di suatu wilayah, kesenjangan antardaerah, atau pun kesenjangan antarkelompok berdasarkan atribut tertentu).
Asesmen Nasional bertujuan untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama satuan pendidikan, yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid. Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah satuan pendidikan yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran.

Tentang Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM: literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). 

Baik pada literasi membaca dan numerasi, kompetensi yang dinilai mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi. AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya. AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten.

Literasi membaca didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia dan untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.

Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.

Jadwal Pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) Tahun 2021

Pada rencana sebelumnya, Asesmen Nasional akan dilaksanakan pada pekan pertama Maret 2021 untuk kelas 11 SMA/MA, disusul kelas 11 SMK pada pekan kedua Maret 2021. Kelas 8 SMP/MTs akan mengikuti Asesmen Nasional pada pekan ketiga Maret 2021, dilanjutkan paket C pada pekan keempat. Di awal April 2021, giliran Paket A dan Paket B mengikuti Asesmen Nasional. Kemudian Asesmen Nasional untuk kelas 5 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dilaksanakan pada Agustus 2021.

Namun kini, setelah adanya pengumuman dari Mendikbud bahwa Asesmen Nasional diundur, maka rincian jadwal tersebut tidak berlaku lagi. Nadiem Makarim memaparkan, ada beberapa alasan yang melatarbelakangi diundurnya pelaksanaan Asesmen Nasional.

”Kita perlu melakukan antisipasi pandemi yang relatif meningkat. Jadi Kemendikbud memutuskan untuk menunda pelaksanaan Asesmen Nasional dengan target jadwal baru, yaitu September dan Oktober 2021,” kata Mendikbud dalam rapat virtual dengan Komisi X DPR seperti dikutip jawapos.com.

Alasan lain pihaknya menunda adalah untuk memastikan kesiapan sekolah penyelenggara Asesmen Nasional memiliki sarana dan prasarana protokol kesehatan yang memadai. Begitu juga untuk urusan logistik pelaksanaan Asesmen Nasional.

”Kenapa menunda, alasannya adalah untuk memastikan bahwa persiapan kita, baik dari protokol kesehatan dan kesiapan logistik dan infrastruktur itu optimal untuk memastikan protokol kesehatan terjaga dan keamanan bagi siswa.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Contoh Daftar Perangkat Pembelajaran dan Administrasi Guru

Contoh Daftar Perangkat Pembelajaran dan Administrasi Guru

BlogPendidikan.net
- Perangkat pembelajaran dan administrasi guru memang bermacam-macam, perangkat pembelajaran dan administrasi guru dapat  dimengerti sebagai seperangkat kegiatan atau tindakan yang harus diketahui dan dimiliki oleh seorang guru atau calon guru yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran sehingga ketika kegiatan pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien maka guru dan siswa mendapatkan isi pesan dalam proses pembelajaran.

Perangkat Pembelajaran dan Administrasi Guru

Secara umum, perangkat pembelajaran dan administrasi guru ada 20 jenis yang meliputi :

Berikut 20 jenis perangkat pembelajaran guru yang perlu disiapkan :
  1. Kalender  Pendidikan
  2. Program Semester (PROMES)
  3. Program Tahunan (PROTA)
  4. Silbus
  5. Analisis KI/KD
  6. Prosedur Penilaian
  7. RPP
  8. KKM
  9. Jurnal/Agenda Guru
  10. Buku Presensi
  11. Daftar Nilai
  12. Buku Pegangan  (Buku Paket, modul, dan LKS)
  13. Bahan Ajar
  14. Kisi-kisi  Soal
  15. Kartu  Soal
  16. Analisis Hasil Ulangan
  17. Program Remidial
  18. Program  Pengayayaan
  19. Kumpulan Soal/Bank Soal
  20. Penelitian Tindakan Kelas (PTK). 
Administrasi Guru

Lebih lanjut, administrasi guru dan perangkat pembelajaran dapat berupa : 
  • uraian tugas dan kewajiban guru
  • tata tertib kelas/sekolah
  • data siswa
  • data orang tua siswa
  • jadwal pelajaran dan alokasi waktu pelajaran
  • pembagian kelompok belajar
  • kalender pendidikan
  • hari efektif belajar
  • menghitung jam belajar efektif semester ganjil
  • menghitung jam belajar efektif semester genap, daftar umur siswa menurut bulan lahir
  • daftar jumlah siswa menurut tahun lahir
Daftar berat dan tinggi badan siswa, daftar riwayat kesehatan siswa, denah tempat duduk siswa, data bakat dan minat siswa pada bidang seni budaya dan  olah raga, data kegiatan ekstrakurikuler, data rekapitulasi jumlah siswa, data  prestasi yang dicapai siswa, daftar riwayat kelakuan siswa, data kegiatan studi tour, data pekerjaan orang tua, daftar inventaris kelas, buku tamu kelas, buku tamu sekolah, data buku pegangan guru, data buku paket, bukti pemeriksaan administrasi kelas, rekapitulasi presensi siswa tiap semester, data bimbingan, data konsultasi/kunjungan guru ke orang tua siswa, hasil rata-rata/pencapaian target dan taraf serap ulangan tengah/akhir semester,.

Selanjutnya rekapitulasi nilai rapor per semester, data beasiswa dan pembagian bantuan dana, daftar pengambilan SKHUN dan ijazah, daftar mutasi siswa, grafik presensi siswa, grafik pencapaian target kurikulum, grafik taraf belajar siswa per mata pelajaran, grafik agama yang dianut siswa, analisa evaluasi belajar, program remidial, program perbaikan, program pengayaan,    rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), KKM, silabus, pemetaan SK dan KD, program semester, program tahunan, pelaksanaan program bimbingan, kisi-kisi  penulisan soal, pedoman penskoran, kartu soal pilihan ganda, kartu soal uraian teori dan praktik, jadwal tematik, dan lain-lain. 

Untuk lebih lengkap dan jelas. Berikut Contoh Daftar Perangkat Pembelajaran dan Administrasi Guru >>> DISINI 

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Contoh Format Lembar Pengamatan Minat Belajar Siswa Efektif

Contoh Format Lembar Pengamatan Minat Belajar Siswa  Efektif

BlogPendidikan,net
- Perangkat pembelajaran yang memuat buku kerja guru menjadi skenario pembelajaran yang penting untuk dipersiapkan, yang tujuannya untuk membantu menciptakan guru yang berkompeten dibidangnya masing-masing yang akan membantunya menjadi fasilitator yang handal dan berkualitas seperti yang diharapkan undang-undang tentang guru dan dosen pada saat proses mengajar yang terjadi di kelas maupun di luar kelas.
Dalam proses pembelajaran terkadang guru tidak mengetahui sampai sejauh mana minat siswa terhadap pelajaran yang telah diberikan. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memberikan angket penilaian atau lembar pengamatan siswa terhadap mata pelajaran yang telah diberikan.

Tentang Lembar Pengamatan Siswa

Lembar pengamatan atau observasi Adalah suatu daftar pertanyaan tertulis yang terinci dan lengkap yang harus dijawab oleh responden tentang minat terhadap pembelajaran atau hal-hal yang diketahuinya. Melalui lembar pengamatan, hal-hal tentang diri responden dapat diketahui. 
Misalnya tentang keadaan, atau data dirinya seperti pengalaman, sikap, minat, kebiasaan belajar dan sebagainya. Isi lembar pengamatan dapat berupa pertanyaan-pertanyaan tentang responden.

Berikut Contoh Format Lembar Pengamatan Minat Belajar Siswa  Efektif >>> LIHAT DISINI

Contoh Jurnal Agenda Guru Mengajar

Contoh Jurnal Agenda Guru Mengajar

BlogPendidikan.net
- Guru dalam setiap kali memberikan pembelajaran kepada siswa, diharuskan dan wajib memiliki jurnal agenda guru mengajar, bukan hanya sebagai pelengkap administrasi melainkan sebagai arah dalam proses pembelajaran yang dituangkan ke dalam proses pembelajaran.

Jurnal agenda guru mengajar merupakan bagian dari kelengkapan perangkat pembelajaran guru pada Buku Guru point 2 yang memuat jurnal agenda mengajar guru.

Buku Kerja Guru

Buku kerja guru dipersiapkan oleh guru sebagai panduan guru dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya sebagai seorang pendidik dan seorang fasilitator bagi siswa di sekolah. 

Seorang fasilitator tentunya harus melengkapi persiapan mengajar yang baik dan terstruktur untuk anak didiknya sehingga tercipta proses pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 dan mendapatkan hasil pembelajaran seperti yang ditargetkan pada standar kompetensi lulusan (SKL). 

Buku kerja merupakan desain pembelajaran yang disusun secara terstruktur serta mengikuti kurikulum yang berlaku  pada saat ini dan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal untuk siswa, guru, orang tua dan pihak sekolah.

Pada buku kerja guru 2 terdiri dari :

1. Kode Etik Guru
2. Ikrar Guru
3. Tata Tertib Guru
4. Pembiasaan Guru
5. Kalender Pendidikan
6. Analisis Alokasi Waktu
7. Program Tahunan
8. Program Semester
9. Jurnal Agenda Guru

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini BlogPendidikan.net akan berbagi Jurnal Agenda Guru Mengajar yang bisa Anda download pada tautan dibawah ini.

Contoh Jurnal Agenda Guru Mengajar 1 >>> UNDUH
Contoh Jurnal Agenda Guru Mengajar 2 >>> UNDUH

Jurnal ini bisa diedit sesuai kebutuhan Anda, dan menjadikan referensi Anda dalam meyusun jurnal agenda mengajar harian.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.