Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Ernes P: Guru Lebih Baik Dirumahkan, Daripada Dimakamkan

Admin 4/20/2021
Ernes P: Guru Lebih Baik Dirumahkan, Daripada Dimakamkan

BlogPendidikan.net
- Ernest Prakasa ikut berduka cita atas berita meninggalnya guru di salah satu SMA. Ia turut mengkritik Pemerintah Indonesia terkait penanganan pandemi virus corona. Melalui akun Twitternya, Ernest membagikan sebuah berita tentang 3 guru wafat setelah positif Covid-19. Ketiganya merupakan guru SMAN 1 Gondang Sragen.

Ernest hanya bisa berharap pemerintah segera sadar dan mengambil kebijakan yang benar. Menurutnya, lebih baik guru dan siswa dirumahkan selama pandemi daripada memaksa pembukaan sekolah tatap muka.

Ernest menilai sekolah tatap muka di tengah pandemi virus corona sangat berbahaya. Bahkan, hal itu berpotensi membahayakan keselamatan murid dan guru.

"Turut berdukacita, semoga pemerintah segera tersadarkan," cuit Ernest di akun Twitter miliknya seperti dikutip dari BeritaHits.Id.

"Siswa dan guru yang dirumahkan lebih baik daripada siswa dan guru yang dimakamkan. 3 Guru Wafat Positif Corona, SMAN 1 Gondang Sragen Lockdown," tutupnya.

Kritikan tajam Ernest itu langsung banjir komentar dari warganet. Sebagian warganet mendukung pernyataan Ernest agar sekolah tetap dilakukan secara online, sedangkan yang lainnya setuju jika sekolah dibuka kembali secara tatap muka.

"Kemarin ada polling dari IG nya direktorat SMA dan kebanyakan pada setuju kalau sekolah dibuka kembali. Apa mereka nggak mikir bahayanya kek gimana ya kalau dalam waktu dekat sekolah dibuka. Padahal kasus-kasus kaya di artikel ini tuh udah banyak," kata warganet.

"Pendapat aja ya, sekolah online tapi muridnya malah pada ke mall, main sana sini mbak, jadinya mereka itu menganggap sekolah online kek libur. Nah kalau offline kasus masih banyak, kalau online malah pada main ke mall mall. Semoga ada solusi terbaik," timpal yang lain.

"Setuju banget ka! Pagi ini nganter ibu ke sekolah buat ngajar tatap muka lagi setelah setahun. Guru-guru terutama ibu belum vaksin padahal guru-guru di sekolah lain udah dan rasanya campur aduk. Cuma bisa doain aja biar lancar," komen warganet.

"Semoga ada jalan terbaik di pendidikan saat ini, dan gak ada korban korban sedih sekali membaca berita yang seperti ini," ungkap warganet lainnya.

"Offline masih belum efektif, pembelajaran online juga tidak efektif. Risiko yang lebih kecil itu pembelajaran online, tapi buruknya siswa nggak bisa bersosialisasi secara fisik. Syukurnya perkembangan gawai udah pesat," tambah warganet.

Penghapusan Keberadaan Pengawas Sekolah Sesuai PP No. 57 Tahun 2021

Admin 4/20/2021
Penghapusan Keberadaan Pengawas Sekolah Sesuai PP No. 57 Tahun 2021

BlogPendidikan.net
- Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Dudung Nurullah Koswara mengatakan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) melahirkan sebuah kebingungan dan kekecewaan bagi entitas pengawas sekolah.

Forum Ketua Musyawarah Kerja Pengawas Satuan pendidikan (MKPS- SMA) Nasional bahkan mengirimkan surat terbuka pada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim terkait persoalan tersebut. 

Menurut Dudung, PP 57 Tahun 2021 Pasal 30 menjelaskan bahwa pengawasan kegiatan satuan pendidikan terdiri dari kepala satuan pendidikan, komite sekolah, pimpinan perguruan tinggi, pemerintah pusat dan atau dan pemerintah daerah.

"Ke mana pengawas sekolah? Apakah pasal ini menjadi kode keras bahwa eksistensi pengawas sekolah akan mulai ditiadakan?". 

Dia mengungkapkan bahwa sebelumnya ada ketua organisasi profesi guru dan pengamat pendidikan yang berusaha ‘mensponsori’ agar pengawas sekolah ditiadakan. Alasan mereka sederhana, pengangkatan pengawas sekolah makin mengurangi jumlah guru. Padahal, guru sedang kekurangan. Alasan lainnya, tugas pengawasan sekolah masih bisa dilakukan oleh para kepsek.

"Narasi dan alasan di atas seperti logis, (padahal) faktanya tidak. Kekurangan guru tidak ada hubungannya dengan pengangkatan pengawas sekolah," kata Dudung. Menurut dia, pengangkatan guru atau kekurangan guru adalah kesalahan pemerintah yang tidak cermat menghitung keluar masuk guru yang dibutuhkan. Untungnya, kata dia, ada ‘dewa penolong pendidikan’ yakni entitas guru honorer.

Lebih lanjut dia berpendapat pengawasan pendidikan cukup dengan kepala sekolah, juga tidak benar.

Sebagai kepala sekolah, Dudung sangat merasakan betapa pentingnya pengawas sekolah. "Pengawas sekolah bisa berperan ganda bahkan multilayanan," ungkapnya. 

Pertama, kata dia, sebagai pengawas formal satuan pendidikan. Kedua, sebagai penasihat nonformal para kepala sekolah. Ketiga, bisa menjadi mitra strategis dalam menyukseskan prestasi sekolah. Oleh karena itu, Dudung kembali menegaskan, keberadaan entitas pengawas sangat dibutuhkan. Apalagi, lanjut dia, pengawas yang kompeten dan ngemong kepada kepala sekolah dan guru.

"Pengawas sekolah pun memiliki terutama pengawas pembina spirit almamater yang baik," pungkas Dudung.

Dana PIP SD, SMP dan SMA Telah Dicairkan Cek Daftar Nama Penerima dan Cara Mencairkannya

Admin 4/20/2021
Dana PIP Telah Dicairkan Cek Daftar Nama Penerima dan Cara Mencairkannya

BlogPendidikan.net
- DDana PIP SD, SMP dan SMA Telah Dicairkan Cek Daftar Nama Penerima dan Cara Mencairkannya.

Pemerintah berupaya mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah melalui bantuan PIP. Program ini diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya. PIP juga diharapkan dapat meringankan biaya personal pendidikan peserta didik, baik biaya langsung maupun tidak langsung.

PIP dirancang untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin/rentan miskin/prioritas tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah melalui jalur pendidikan formal (mulai SD/MI hingga anak Lulus SMA/SMK/MA), maupun pendidikan non formal (Paket A hingga Paket C serta kursus terstandar).

Cara Cek Nama Penerima

1. Buka laman pip.kemdikbud.go.id.
2. Klik menu Cek Penerima PIP.
3. Masukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), tanggal lahir, nama ibu kandung.
4. Klik cek data.

Cara Mencairkan Dana PIP

Berikut cara mencairkan dana PIP bagi penerima, di kutip dari Jendela.kemdikbud.go.id:

Proses pencairan atau pengambilan dana PIP dapat dilakukan apabila pemegang KIP membawa bukti pendukung yang sah ke bank penyalur terdekat yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Pengambilan dana PIP ini juga dapat dilakukan perorangan langsung maupun secara kolektif.

Khusus pengambilan dana PIP secara kolektif, dapat dilakukan jika berada di wilayah yang sulit untuk mengakses bank penyalur. Kriteria wilayah sulit tersebut meliputi tidak adanya kantor bank di kecamatan dan atau biaya transpor lebih besar dari bantuan yang akan diterima.

Pengambilan secara kolektif ini dapat dikuasakan kepada kepala sekolah/ketua lembaga/bendahara sekolah/bendahara lembaga. Bank penyalur yang mencairkan dana PIP di antaranya Bank Rakyat Indonensia (BRI) dan Bank Nasional Indonesia (BNI).

Pemegang KIP dengan jenjang SD/SMP/SMK/Paket A/Paket B/Kursus dapat mencairkan dana PIP di BRI. Sedangkan pemegang KIP dengan jenjang SMA/Paket C dapat mencairkannya di BNI. Namun, khusus bagi pemegang KIP dengan jenjang SD/SMP harus didampingi orangtua/wali/guru saat mendatangi bank untuk mencairkan dana tersebut.

Selanjutnya, pemegang KIP melakukan aktivasi rekening apabila akan menggunakan tabungan kemudian menandatangani bukti penerimaan dana dan menerima dana PIP tersebut.

Mencairkan Dana Program Indonesia Pintar (PIP)

1. Siswa atau orang tua siswa melaporkan nomor KIP ke Sekolah, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), atau Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP)
2. Selanjutnya sekolah memasukkan nomor KIP peserta didik ke layanan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud, sementara untuk lembaga lain harus mengusulkan pengesahan ke Dinas Pendidikan setempat
3. Dinas Pendidikan setempat akan menerima data usulan dari lembaga terkait
4. Data akan kembali diproses mereka untuk selanjutnya diverifikasi oleh Direktorat Teknis Kemendikbud
5. Lembaga penyalur dana akan menerima instruksi untuk membuat rekening PIP siswa dan menyalurkan dana bila daftar penerima PIP telah disetujui
6. Lembaga penyalur dana bersama Dinas Pendidikan setempat mengeluarkan Surat Keputusan (SK) sang penerima manfaat dana PIP yang ditujukan kepada Sekolah/SKB/PKPM/LKP
7. Lembaga pendidikan tersebut selanjutnya akan menginformasikan kepada siswa atau orang tua siswa bahwa dana siap dicairkan
8. Lembaga pendidikan akan membuat surat keterangan pencairan dana PIP sebagai pelengkap persyaratan peserta
9. Siswa atau orang tua siswa selanjutnya membawa surat keterangan tersebut dan persyaratan lain untuk mengambil dana PIP di lembaga penyalur

Selain memiliki KIP, ada juga syarat dan cara mencairkan dana Program Indonesia Pintar tanpa kartu.

Yang perlu dilakukan hanyalah mendaftarkan lebih dulu sebagai penerima calon PIP ke sekolah dengan syarat memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau berasal dari keluarga tidak mampu yang dapat dibuktikan dengan SKTM.

Berapa Besaran Dana PIP?

Berikut besaran dana manfaat PIP, yang Tribunnews.com kutip dari Indonesiapintar.kemdikbud.go.id:

1. Peserta didik SD/MI/Paket A mendapatkan Rp 450.000,00/tahun.
2. Peserta didik SMP/MTs/Paket B mendapatkan Rp 750.000,00/tahun.
3. Peserta didik SMA/SMK/MA/Paket C mendapatkan Rp 1.000.000,00/tahun.

Dana PIP dapat digunakan untuk membantu biaya pribadi peserta didik, seperti membeli perlengkapan sekolah atau kursus, uang saku dan biaya transportasi, biaya praktik tambahan, serta biaya uji kompetensi.

Demikian informasi ini semoga bermanfaat....

Inilah Keistimewaan Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Meski Gaji Tak Seberapa

Admin 4/18/2021

Blogpendidikan.netInilah Keistimewaan Guru Honorer Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Meski Gaji Tak Seberapa.

Dulu profesi guru sangat di anggap remeh dan dinilai pekerjaan yang upahnya lebih minim dibanding pekerjaan lainnya, namun zaman terus berkembang dan menjadikan profesi guru lebih mulia dari pekerjaan lainnya. Menjadi seorang guru sangatlah mudah, tetapi akan sangat sulit jika melaksanakan pekerjaanya tidak dengan keikhlasan dan mencintai profesinya.

Sekecil-kecilnya hasil yang dicapai, perjuangan dalam bekerja selalu berharga. Apalagi kalau pekerjaan itu berharga dan membahagiakan banyak orang, bukan hanya dirimu. Sekarang kamu adalah seorang guru honorer dengan penghasilan tak seberapa, tapi perjuanganmu yang istimewa ini perlu kamu syukuri. Dan selama pekerjaan ini kamu senangi dan cita-citakan maka berbahagialah dan bertahan sekuat tenaga. Lihat, siapa yang tak bangga kepadamu, orang-orang yang dengan ikhlas berbagi ilmu. Sejatinya kamu pahlawan tanpa tanda jasa sesungguhnya.

Walaupun kadang rasa menyerah itu datang, namun hati berkata lain, ini tanggung jawab saya, ini profesi saya, mereka adalah anak-anak saya. Namun dibalik itu kami GURU HONORER yang masih bertahan sampei saat ini memiliki keistimewaan yang patut di apresiasikan dan di banggakan.

Inilah Keistimewaan Guru Honorer Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Meski Gaji Tak Seberapa

1. Ikhlas berbagi ilmu tanpa pernah terlintas meninggalkan mereka, padahal status kerjanya belum tetap

Sekarang ilmu yang kamu dapat selama masa kuliah dan merantau itu sedang diuji. Selain itu ilmu dan pengalaman yang kamu dapat tanpa pelit kamu sampaikan kepada mereka, murid-muridmu. Apa iya, kamu tega meninggalkan mereka yang sedang butuh banyak sekali cerita menarik darimu.

2. Meski gaji tak seberapa besarnya, kamu tetap rela lembur mengoreksi lembar ujian sampai mengisi rapor anak muridmu

Repornya saat UAS datang, kamu perlu siapkan waktu dan tenaga setiap malam untuk mengoreksi semua jawaban siswa. Kalau pun harus beristirahat pasti pikiranmu tak tenang, seperti haus untuk menyelesaikan lemburan tapi kadang badan juga tak bersahabat. Ajaibnya, kamu tetap mengerjakannya dengan ikhlas.

3. Demi ilmu yang bermanfaat untuk muridmu, dengan bangga kamu siapkan materi-materi belajar yang lebih seru

Sebagai seorang pendidik, kamu merasa ada yang kurang dalam strategi pembelajaran, kurang segar dan kurang seru. Dengan meluangkan banyak waktu setiap hari kamu siapkan dan rencakan dengan matang materi baru yang lebih seru dan mudah diserap oleh muridmu. Betapa kamu sungguh memberi mereka sebuah kebaikan, kamu harus tahu itu. Tak sia-sia.

4. Merasa gajimu belum cukup, kamu pun banting tulang kerja sambilan demi memenuhi kebutuhan hidup

Apa yang kamu dapatkan di awal bulan memang tak sebanding dengan semua usahamu, kamu hanya bisa menerimanya dengan lapang dada. Tapi semakin hari semakin banyak kebutuhan yang harus segera diladeni, kamu pun rela banting tulang cari tambahan pemasukan dengan bekerja sambilan. Kamu luar biasa semangatnya, semoga apa yang kamu terima akan bertambah berkahnya.

5. Kadang malu dan khawatir orangtua kecewa dengan pencapaian ini, tapi kamu selalu percaya semua pekerjaan selalu berharga

Doa dan cita-cita orangtua yang begitu besar membawamu pada kekhawatiran, tak apa itu manusiawai. Apa yang kamu lakukan sekarang pasti membuat orangtuamu bangga. Mereka tak semata-mata mengharap materi berlebih, mereka sangat bersyukur atas apa yang telah kamu perjuangkan. Menjadi guru dan bisa berbagi ilmu yang bermanfaat sesama manusia pastinya membuat orangtuamu bangga.

6. Sampai akhirnya kamu tak memikirkan gaji. Senyum dan tawa dari muridmu yang manis menghapuskan kelelahanmu

Semua waktu yang dihabiskan untuk mereka kadang membuatmu terpojok dengan segala kelelahan. Tapi senyum mereka selalu bisa membangkitkanmu. Sampai pada akhirnya keuntungan materi bukan lagi yang utama, tapi berbagi ilmu yang bermanfaat jadi nomor satu. Kamu ikhlas dan sabar akan semua hal dan semua orang nantinya menyukaimu.

7. Tenang, semua ilmu yang kamu berikan dengan jerih payah itu niscaya bermanfaat dan akan terkenang sepanjang masa

Jangan bertanya, apa yang sudah kamu dapatkan hari ini? Tetapi pertanyaan yang lebih tepat kamu tanyakan kepada dirimu adalah apa yang sudah kamu bagikan kepada orang? Ilmu yang bermanfaat tak akan pernah terputus kebaikannya di dunia, ini selayaknya doa yang paling indah yang pernah diucapkan manusia. Panjang umur kebaikan, semoga kamu diberikan semua hal baik dari yang memberi hidup.

Jangan menyerah walaupun kamu seorang guru honorer karna jasa kalian tidak akan pernah terbalaskan, oleh anak didik kalian kelak, yang sudah membuat mereka berhasil dan sukses karna jasamu. Trus bagikan ilmumu karena upah yang lebih besara ada pada-Nya. Amin.

Beginilah Rasanya Jika Pasanganmu Seorang Guru, Maka Beruntunglah Anda

Admin 4/15/2021
Beginilah Rasanya Jika Pasanganmu Seorang Guru, Maka Beruntunglah Anda

BlogPendidikan.net - Beginilah Rasanya Jika Pasanganmu Seorang Guru, Maka Beruntunglah Anda.

Dalam dunia percintaan, kita pasti pernah mendengar beberapa istilah cinta. Dari cinta monyet sampai cinta lokasi. Baik yang KKN, maupun kamu yang sekarang sudah bekerja, pasti pernah yang ngalamin namanya cinta lokasi. Karyawan pacaran sama karyawan, dokter sama dokter, dan artis sama artis itu udah biasa.

Namun tetap saja yang namanya cinta tak mengenal batas waktu dan tempat. Tak terkecuali profesi. Mungkin kamu adalah seorang mahasiswa, dan pacarmu sudah lulus duluan, kemudian mengajar di sebuah sekolah. Inilah hidupmu pasanganmu seorang guru.

1. Meski gak terlihat sangar seperti anggota militer, seorang guru jelas memiliki sifat disiplin tinggi.

Dia terbiasa hidup serba teratur demi produktifitasnya di tempat kerja. Pencapaiannya sebagai pendidik gak akan diraih tanpa disiplin.

2. Pasanganmu yang berprofesi sebagai guru memiliki gaya berpikir yang lebih dewasa dan bijak, Bagaimana tidak?

Dia harus berhadapan dengan anak-anak SD yang masih suka ribut, atau bahkan anak usia remaja yang masih labil. Dari situ sang pacar akan belajar bagaimana caranya mengelola emosi dan menjadi lebih bijak.

3. Dia akan mengajarkanmu soal keikhlasan dan arti pengorbanan.

Gaji memang tak sementereng mereka yang bekerja sebagai manager atau direktur di perusahaan-perusahaan besar. Namun guru bahagia melakoni peran pendidik sebagai panggilan jiwa. Karena memang tujuan utamanya bukan materi, perhatiannya terpusat pada peserta didik. 

Pahlawan tanpa tanda jasa memang cocok disematkan kepada guru.

4. Guru adalah orang-orang yang sederhana, humble dan gak neko-neko dalam berpenampilan.

Si dia jarang sekali atau bahkan tak pernah peduli dengan pakaian maupun asesoris model terbaru. Karena kesederhanaan telah tertanam dalam dirinya dan kesederhanaan pula yang membuat dirinya menonjol.

5. Guru yang baik akan senantiasa sabar tak peduli betapa rewelnya anak didiknya. Dengan anak orang aja sabar, apalagi dengan anak sendiri.

Sabar adalah satu kata yang pantas untuk disematkan pada guru. Jika ada guru yang tega melakukan kekerasan kepada anak didik yang masih lugu, pastilah dia bukan seorang guru yang baik. Meski murid-murid libur, tapi guru bakal tetep masuk.

6. Kalau dia enggan dilihat muridnya di luar sekolah, kamu nggak bisa sembarangan memilih tempat kencan.

Kamu nggak ingin kan kepergok sama murid-murid pasanganmu itu? Sebisa mungkin cari tempat kencan yang nggak biasa, dan jarang dijadikan tempat nongkrong anak-anak sekolah.

7. Kamu harus sabar kalau disangka sebagai ‘Pak/Bu Guru’ oleh murid-muridnya…

Ya begitulah, meski kamu nggak berprofesi sebagai guru, biasanya anak kecil suka menganggap bahwa pasangan Bu Guru itu pasti Pak Guru. Padahal skripsi aja baru bab 1

8. Kamu kudu siap bangun pagi karena mesti anter dia berangkat sekolah, termasuk pada hari Sabtu.

Buahahaha! Kamu yang biasa anter cewekmu ke sekolah tempatnya mengajar dengan pakaian seadanya. Maklum, bangun tidur cuy! Jadi belum sempet mandi, apalagi dandan. Gosok gigi aja belum.

9. Jika kamu punya pasangan seorang guru, biasanya orangtuamu bakal mudah “jatuh cinta” dengan si dia.

Jika kamu mencoba mengenalkan pasanganmu itu ke kedua orangtuamu, mungkin mereka akan langsung tertarik. Karena orang tua kamu berpikir, mereka yang berprofesi sebagai guru adalah orang-orang yang terpelajar, sabar, dan memiliki masa depan cerah. Ya, menantu idamanlah.

10. Doi mudah dekat dengan anak-anak, termasuk dengan adik, sepupu, atau keponakan kamu.

Dalam kesehariannya, guru dituntut untuk bisa akrab dan dekat dengan anak-anak. Jadi bisa dipastikan pacarmu yang berprofesi sebagai guru bakalan mudah akrab dengan sepupu-sepupumu, dan keponakan-keponakanmu.

11. Kamu gak akan menemukan malam minggu yang membosankan, karena kekasihmu bisa menciptakan kegiatan-kegiatan yang nggak biasa.

Dia terbiasa hidup serba teratur demi produktifitasnyadi tempat kerja. Pencapaiannya sebagai pendidik gak akan diraih tanpa disiplin.

Itu karena guru itu kreatif! Dia akan membuat malam minggumu menjadi tak biasa. Setidaknya, kamu juga bakal ikutan sibuk merecoki tugas-tugas dia, maupun membantu membuat alat peraga untuk keperluan belajar mengajar. Kreatif kan? Daripada ngeluarin duit buat makan atau nonton yang udah biasa banget, mending bikin prakarya.

Guru SD di Papua Ditembek Mati Oleh Kelompok KKB, Dikira Mata-mata

Admin 4/13/2021
Guru SD di Papua Ditembek Mati Oleh Kelompok KKB, Dikira Mata-mata
Kolase 2 Guru asal Toraja Utara yang meninggal setelah ditembak KKB Papua (Foto: SuaraSulsel.id/Istimewa)

BlogPendidikan.net - Guru SD di Papua Ditembek Mati Oleh Kelompok KKB, Dikira Mata-mata.

Junaedi Arung Sulele, Kepala Sekolah SMPN 1 Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, mengatakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) sempat mengepung rumah Oktovianus Rayo sebelum guru kontrak yang sudah 10 tahun mengajar di sekolah dasar (SD) Klemabeth itu ditembak Kamis (8/4).

Dia ditembak oleh KKB karena dianggap sebagai pendatang yang bertugas sebagai mata-mata.

"Dari informasi yang saya terima, rumah mendiang Oktovianus Rayo dikepung sebelum KKB masuk ke rumah dan menembak korban," ungkap Junaedi kepada Antara di Timika. Selain Rayo, penembakan juga menimpa Yonatan Renden, Jumat (9/4), guru kontrak yang sudah mengabdi selama 2 tahun di Beoga.

Junaedi mengatakan letak Beoga sulit dijangkau, menyebabkan tidak banyak orang maupun pendatang yang mau bertahan apalagi berprofesi sebagai pendidik di sana.

"Selama ini situasi aman-aman saja, aparat keamanan dari Koramil, Polsek dan satgas TNI-Polri selama ini memang sudah berjaga di Beoga," kata Junaedi seraya menambahkan, selama ini guru pendatang dekat dengan masyarakat asli Kabupaten Puncak.

Total ada 11 orang guru pendatang. Sebagian masih mengungsi di Koramil. Junaedi pun sempat mengungsi ke rumah warga saat penembakan Kamis (8/4). Dia menyaksikan langsung anggota Koramil mengevakuasi jenazah Oktovianus.

Jenazah dua korban penembakan sudah dievakuasi ke Timika, Sabtu (10/4).

Dua guru tersebut ditembak oleh KKB karena dianggap sebagai mata-mata. Pihak keluarga menyesalkan penembakan tersebut karena merupakan tindakan kejahatan kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan.

"Tuduhan KKB kepada korban penembakan sebagai mata-mata aparat keamanan hanyalah modus KKB untuk menutupi kejahatan kejinya terhadap korban. Itu hanya modus KKB. Di sini mereka sering mengancam kios-kios pendatang untuk menyerahkan uang Rp20 juta rupiah per kios," ujar keluarga Rayo berinisial RS.

Kepala Humas Satgas Nemangkawi, Komisaris Besar Polisi M Iqbal Alqudussy, mengatakan, Rayo dan Renden hanya menjalankan tugas sebagai guru dengan niat mulia untuk mencerdaskan anak anak pedalaman di kabupaten Puncak, Papua.

"Tidak ada bukti kedua guru tersebut sebagai mata-mata aparat. Siapapun yang punya hati nurani pasti tidak akan membenarkan penembakan keji tersebut. Saya sebagai manusia sangat berduka dan prihatin terhadap keluarga almarhum," kata Alqudussy.

Ia mengatakan peristiwa serupa pernah juga terjadi tepatnya pada 22 Mei 2020, ada tenaga medis yang sedang menangani Covid-19 ditembak karena dilabeli intel oleh kelompok bersenjata.

"Tindakan-tindakan KKB ini juga termasuk kategori pelanggaran hak asasi manusia," ujarnya.

Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua berharap tenaga pendidik di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak dapat segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua Christian Sohilait di Jayapura mengatakan setelah mendapat kabar terkait guru yang menjadi korban penembakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Wakil Gubernur dan Sekda Provinsi bersama Kapolda Papua.

"Untuk pengamanan kami serahkan kepada pihak kepolisian, yang diharapkan adalah adanya jaminan keamanan bagi guru-guru yang kini masih berada di Beoga," katanya.

Sumber: CNNIndonesia.com