Showing posts with label Covid-19. Show all posts
Showing posts with label Covid-19. Show all posts

Menanti Sikap Tegas Mendikbud, Sejumlah Daerah Telah Siap Terkait Pembukaan Sekolah

One Be 6/06/2020
Menanti Sikap Tegas Mendikbud, Sejumlah Daerah Telah Siap Terkait Pembukaan Sekolah

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Muhammad Hamid, menyatakan pengumuman keputusan pembukaan sekolah tak jadi dilakukan pekan ini. "Tampaknya mundur lagi,"

Sejumlah pihak menanti sikap tegas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Anwar Makarim, terkait kebijakan pembukaan sekolah menyongsong kenormalan baru (new normal) di tengah pandemi Covid-19 akibat virus corona.

Sejumlah daerah sudah menyatakan sikap sementara Nadiem belum memberikan pernyataan terkait hal itu.

Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Satriwan Salim, menagih janji kementerian yang dipimpin Nadiem perihal keputusan pembukaan sekolah di tengah pandemi Covid-19.

"Apakah sekolah akan dibuka di zona hijau dengan protokol kesehatan? Atau perpanjangan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sampai Desember? Atau bagaimana?" ujar Satriwan melalui keterangan pers dikutip Jumat (5/6).

Nadiem hanya pernah mengatakan kalau keputusan pembukaan kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah merupakan wewenang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Hal itu ia sampaikan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR RI, pada 20 Mei lalu.

Nadiem menilai perkara pembukaan sekolah di tengah pandemi adalah persoalan kesehatan, bukan pendidikan.

"Penanganan skenario apa pun (soal pembukaan sekolah) terus jadi suatu diskusi dengan pakar-pakar dan tentunya keputusan itu masih dalam gugus tugas bukan di Kemendikbud," katanya.

Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, sempat menyatakan rencana bakal membuka sekolah pada pertengahan Juli dengan sejumlah ketentuan.

Sedangkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan belum ada rencana pembukaan sekolah pada tahun ini. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bakal tetap berlangsung sampai tahun ajaran baru.

Sedangkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengungkapkan belum ada rencana mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kebijakan itu dilakukan hingga ibu kota dinilai aman dari penyebaran virus corona (Covid-19).

FSGI, kata Satriwan, menilai Kemendikbud tidak bisa diam melihat perkembangan situasi yang ada saat ini.

"Ini terkesan jalan masing-masing. Daerah tak bisa seperti itu. Kemdikbud juga jangan diam saja, seolah lepas tangan. Memberikan kebebasan kepada daerah dan sekolah," ucap Satriwan. (Sumber; cnnindonesia.com).

Rancangan Kemendikbud Syarat Pembukaan Sekolah di Zoana Hijau

One Be 6/05/2020
Rancangan Kemendikbud Syarat Pembukaan Sekolah di Zoana Hijau

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini sedang merancang panduan assesment yang berisi syarat dan mekanisme pembukaan sekolah di zona hijau Covid-19 pada masa New Normal. 

Rencananya, panduan tersebut akan diedarkan dalam bentuk surat edaran dalam waktu dekat. "Walaupun ini sudah dinyatakan zona hijau, pemerintah kota kabupaten, ini bisa memilih membuka sekolah atau tidak. 

Ini keputusan ada di pemerintah daerah karena pemerintah daerah harus melakukan assesment tentang kerentanan masyarakat di situ," ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal PAUD, 

Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) Hamid Muhammad dalam video konferensi, Kamis (4/6) sore. 

Assesment mesti dilakukan secara ketat dan berorientasi keamanan di dunia pendidikan. Pemerintah daerah mesti betul-betul memastikan tak ada kasus Covid-19 sebelum membuka sekolah. 

"Begitu pemerintah daerah memutuskan sekolah dibuka, tidak serta merta sekolah wajib dibuka. kenapa? karena setiap sekolah harus melakukan assesment sekolahnya," tambah Hamid.

Kemendikbud, lanjutnya akan menyiapkan syarat-syarat dan prosedur sekolah seperti apa sekolah yang bisa dibuka. Hamid menyebutkan Kemendikbud bekerjasama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan tim ahli lainnya. 

"Pembukaan satuan pendidikan agar menunggu keputusan pemerintah. Jadi belum diputuskan apa bulan Juli, Agustus atau seterusnya. Tetapi (pembukaan sekolah) tak akan dilakukan serentak," kata Hamid.

Berikut beberapa rancangan syarat pembukaan sekolah di zona hijau yang masih dikaji.

1. Ketersediaan fasilitas sanitasi kesehatan dan kebersihan 
2. Menjaga jarak peserta didik 1,5-2 meter di kelas 
3. Pembatasan isi ruangan kelas (15-18 siswa) 
4. Pembatasan jam belajar siswa 
5. Penerapan wajib masker 
6. Kecukupan jumlah guru yang masuk batas usia dan tidak rentan 
7. Peniadaan aktivitas di kantin sekolah 
8. Peniadaan aktivitas pertemuan orangtua dan guru di lingkungan sekolah 
9. Peniadaan aktivitas siswa berkumpul dan bermain di sekolah 
10. Penilaian aktivitas ekstrakurikuler

Jaga Kesehatan dan Jangan Bepergian, Karena Biaya Rapid Test Mahal

One Be 6/04/2020
Jaga Kesehatan, Karena Biaya Rapid Test Mahal

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) bersiap menerapkan new normal di tengah pandemi. Salah satu kebijakannya adalah setiap masyarakat yang akan bepergian meninggalkan suatu daerah atau kota wajib membawa surat hasil rapid test maupun PCR. Lalu Apa itu Rapid test dan biaya tes Covid-19?

Hal ini sejalan dengan Surat Edaran (SE) Gugus Tugas nomor 4 tahun 2020 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

"Setiap orang yang berpergian harus menunjukan surat rapid tes kadaluarsa 3 hari dan PCR 7 hari baik di bandara, pelabuhan, atapun cek point termasuk kereta api," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COvid-19 Doni Munardo.

Lalu apa itu Rapid test? 

Rapid test merupakan salah satu tes untuk mendeteksi secara cepat SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19. Berbeda dengan metode selama ini yang menggunakan real time polymerase chain reaction (RT-PCR) yang mengambil usapan lendir dari hidung atau tenggorokan, rapid test akan dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien positif Covid-19.

Proses pemeriksaan Ini tidak membutuhkan sarana laboratorium pada bio-security level dua. Artinya, lanjut dia, pemeriksaan bisa digunakan di hampir semua laboratorium kesehatan yang ada di semua rumah sakit di seluruh Indonesia.

Doni menambahkan Rapid test sering tidak akurat sehingga perlu dilakukan segera tes PCR. "RT (rapid test) sering tidak akurat. Tes PCR swab 97 persen akurat," ujar Doni dikutip dari detikcom.

Menuliskan perbedaan RT-PCR dan rapid test Covid-19 dari sisi sampel hingga biaya yang dibutuhkan. Berikut adalah penjelasannya sebagaimana dikutip CNBC Indonesia:

Sampel yang digunakan

RT-PCT menggunakan sampel usapan lendir dari hidung atau tenggorokan. Lokasi ini dipilih karena menjadi tempat virus bereplikasi. Sementara itu, rapid test menggunakan sampel darah.

Cara kerja

Virus yang aktif memiliki material genetika yang bisa berupa DNA maupun RNA. Pada virus corona, material genetiknya adalah RNA. Nah, RNA inilah yang diamplifikasi dengan RT-PCR sehingga bisa dideteksi.

Rapid test bekerja dengan cara yang berbeda. Virus corona tidak hidup di darah, tetapi seseorang yang terinfeksi akan membentuk antibodi yang disebut immunoglobulin, yang bisa dideteksi di darah. Immunoglobulin inilah yang dideteksi dengan rapid test.

Simpelnya, RT-PCR mendeteksi keberadaan virus sedangkan rapid test mendeteksi apakah seseorang pernah terpapar atau tidak. Terkait cara kerja, RT-PCR harus dikerjakan di laboratorium dengan standar biosafety level tertentu. Rapid test lebih praktis karena bisa dilakukan di mana saja.

Kurasi

Ahmad Rusdan Handoyo Utomo PhD, Principal Investigator, Stem-cell and Cancer Research Institute, menjelaskan rapid test bisa memberikan hasil 'false negative' yakni tampak negatif meski sebenarnya positif. Ini terjadi bila tes dilakukan pada fase yang tidak tepat.

"Data antibodi tidak selalu bersamaan dengan data PCR. Ketika data PCR menunjukkan virus RNA terdeteksi, kadang-kadang antibodi belum
terbentuk," jelasnya.

Kemungkinan false negative ini juga disinggung oleh Yuri.

"Hanya masalahnya bahwa yang diperiksa immunoglobulin-nya maka kita butuh reaksi immunoglobulin dari seseorang yang terinfeksi paling tidak seminggu karena kalau belum seminggu terinfeksi atau terinfeksi kurang dari seminggu pembacaan immunoglobulin-nya akan menampilkan gambaran negatif," kata Yuri.

Lama waktu pemeriksaan

RT-PCR jelas membutuhkan waktu lebih lama. Belum termasuk waktu pengiriman sampel karena pemeriksaan virus corona sempat dipusatkan hanya di laboratorium Litbangkes (Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) di Jakarta. Rapid test bisa dilakukan kapan saja dan hanya butuh waktu 15-20 menit untuk mendapatkan hasilnya.

"Untuk skrining di bandara misalnya, rapid diagnostik cukup menjanjikan karena hanya 20 menit," kata Ahmad.

Untuk kebutuhan massive screening dan menemukan lebih banyak kasus, rapid test berbasis antibodi dinilai sebagai pilihan yang tepat.

Biaya Rapid test & PCR

Rapid test diklaim lebih ekonomis dibanding RT-PCR. Dalam sebuah wawancara, Kepala Balitbangkes Siswanto, memberikan perkiraan biaya RT-PCR.

"Per orang rata-rata total unit cost mulai dari ambil spesimen, transport, pemeriksaan PCR sekitar Rp 1,5 juta," ujarnya.

Menutup Kantin, Membawa Bekal Sendiri Hingga Screening Kesehatan, Skenario New Normal Belajar di Sekolah

One Be 6/04/2020
Menutup Kantin, Membawa Bekal Sendiri Hingga Screening Kesehatan, Skenario New Normal Belajar di Sekolah

Kota Bekasi akan menerapkan new normal atau kenormalan baru setelah masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berakhir.

Saat new normal diterapkan, maka secara bertahap sektor pendidikan akan kembali melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan merapkan protokol pelaksanaan pencegahan Covid-19. 

Rencananya, kegiatan belajar mengajar 2020/2021 akan dimulai pada bulan Juli minggu kedua.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan, saat ini pihaknya tengah mensosialiasikan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar selama new normal ke orangtua murid dan juga guru. 

Protokol pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dalam ruang kelas pada masa new normal ini tertuang dalam Keputusan Wali (Kepwal) Kota Nomor 420/Kep.346-Disdik/V/2020. 

Lalu bagaimana protokol saat proses kegiatan belajar mengajar di kelas?

1. Persiapan kegiatan belajar mengajar 
  • Satu meja atau satu bangku hanya boleh diduduki satu peserta didik 
  • Masuk sekolah dibagi dalam dua waktu, yakni shift pagi san shift siang. Paud jadwal masuknya 1 hari on dan 1 hari off 
  • Lama belajar di sekolah dikurangi dari waktu seharusnya, selebihnya waktu digunakan untuk belajar di rumah 
  • Sekolah juga menyediakan hand sanitizer dan disinfektan 
  • Tempat cuci tangan dan sabun disediakan di depan kelas (satu kelas satu cuci tangan) 
  • Semua warga harus menggunakan masker 
  • Sekolah harus menyediakan termometer untuk mengecek suhu peserta didik 
  • Setiap peserta didik juga dianjurkan membawa makanan dan minuman dari rumah 
  • Setiap warga sekolah diwajibkan mencuci tangan pakai sabun setelah melakukan kegiatan 
2. Pra pembelajaran 
  • Guru harus hadir di sekolah 15 menit sebelum masuk kelas 
  • Peserta didik hadir maksimal 5 menit sebelum jam masuk belajar 
  • Semua warga sekolah wajib menjaga jarak minimal 1 meter setiap saat 
  • Guru yang melakukan pengecekan suhu ke tiap muridnya yang hendak masuk ke kelas 
  • Sebelum masuk ruangan kelas, guru menyambut kedatangan peserta didik di pintu gerbang Memberikan hand sanitizer sebelum masuk ke kelas 
  • Salam di lingkungan sekolah dilakukan tanpa bersentuhan 
  • Duduk antar murid berjarak 1 meter 
3. Proses belajar mengajar 
  • Guru harus membawa peserta didik dalam kegiatan atau permainan yang meyenangkan (memperhatikan physical distanting) untuk mengembalikan suasana dan motivasi peserta didik Pembelajaran selama new normal ini nantinya harus diselingi ice breaking agar tidak jenuh 
  • Buka atau menutup pintu harus dilakukan guru 
  • Selama proses pembelajaran itu, guru yang harus memastikan aktivitas peserta didik aman, terkendali, dan jaga jarak 
  • Istirahat akan dilakukan di dalam kelas 
  • Sekolah melakukan penyemprotan disinfektan setelah KBM selesai 
  • Guru yang mengikuti peserta didik ke luar hingga dijemput orangtuanya dan memastikan kepada orangtua jika peserta didik tersebut sampai di rumah 
Selain itu, ada pula sejumlah hal yang harus dipersiapkan sekolah menjelang kegiatan belajar mengajar kembali di sekolah dengan kondisi new normal. 

1. Screening kesehatan bagi guru dan karyawan 
  • Membentuk satuan gugus tugas (Satgas) penanganan Covid di sekolah 
  • Menyusun tata cara masuk sekolah, masuk kelas, di area terbuka, di kantin 
  • Melakukan sosialiasi standar operasional menghadapi adaptasi tatanan hidup baru kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orangtua peserta didik 
  • Menyiapkan infrastruktur sarana sekolah menghadapi adaptasi tatanan baru dalam pembelajaran 2020/2021 
  • Guru dengan obesitas, diabetes, penyakit jantung, paru-paru, pembuluh darah, kehamilan, kanker, atau daya tahan tubuh menurun tidak disarankan untuk mengajar. 
  • Golongan tersebut diperbolehkan WFH dengan ada surat dokter 
2. Screening zonasi tempat tinggal 

Melakukan Identifikasi zona tempat tinggal guru dan karyawan. Jika tinggal di zona merah disarankan di lokasi sekolah dekat tempat tinggal 

3. Tes Covid-19 

Dengan metode rapid test hingga PCR sesuai standar who. Jika secara teknis terdapat keterbatasan biaya maka dapat dilakukan dengan opsi pooling test dengan jumlah kurang dari 30 
Guru dan karyawan yang telah test Covid-19 diberi tanda telah lolos screening 

4. Langkah Kegiatan Belajar Mengajar 
  • Seminggu sebelum kegiatan belajar mengajar, dilakukan sosialisasi virtual adaptasi tatanan hidup baru ke orangtua, siswa, guru, dan staf sekolah 
  • Kegiatan belajar mengajar waktunya diatur agar tidak bersamaan dengan waktu padat lalu lintas dengan dikurangi durasi sekolah 
  • Wajib mendata dan cek kondisi siswa dan orangtua siswa secara virtual sebagai skrinning awal 
  • Siswa atau orangtuanya yang sakit diberikan keringanan tetap belajar dari rumah hingga dokter menentukan sehat 
  • Pengaturan posisi duduk di ruang kelas dan ruang guru minimal berjarak 1 meter 
  • Bila memungkinkan pakai pembatas plastik 
  • Guru diupayakan tidak berpindah kelas 
  • Screening harian sebelum masuk sekolah untuk penghuni sekolah. Jika suhu di atas 38 derajat dan tanda-tanda Covid-19 jangan ke sekolah. Difasilitas puskesmas atau rumah sakit terdekat 
  • Komite sekolah agar berpartisipasi melakukan koordinasi dengan orangtua membimbing, memperhatikan, mendampingi proses kegiatan belajar mengajar 
5. Antar jemput murid
  • Pengantar dan penjemput berhenti di lokasi yang ditentukan dan di luar lingkungan sekolah 
  • Dilarang menunggu jemputan berkerumun. Hanya berhenti lalu menjemput 
  • Selama menunggu jemputan, peserta didik di area sekolah 
6. Screening fisik 
  • Memastikan ketersediaan fasilitas cuci tangan pakai sabun, minimal di lokasi dimana warga sekolah masuk keluar di lingkungan sekolah 
  • Di pintu masuk sekolah, petugas memastikan warga sekolah menggunakan masker dengan suhu normal 
7. Penerapan aturan pola sekolah baru yang mengadopsi upaya pencegahan Covid -19 
  • Tidak saling bersentuhan dan tidak bersalaman 
  • Membiasakan mencuci tangan 
  • Penyediaan wastafel dan hand sanitizer di beberapa titik di sekolah 
  • Tidak ada pedagang luar atau kantin dan siswa dapat membawa bekal sendiri dari rumah 
8. Pemasangan informasi pencegahan Covid-19 
Menetapkan materi informasi, komunikasi dan edukasi terkait pencegahan penyebaran covid-19 di tempat-tempat yang mudah dilihat oleh seluruh warga satuan pendidikan dalam bentuk pamflet atau spanduk

9. Guru karyawan atau siswa yang pulang berpergian ke luar kota dan luar negeri diberi waktu WFH atau belajar dari rumah selama 14 hari 

10. Penutupan fasilitas pendukung aktifitas sekolah 
Tutup tempat bermain atau tempat berkumpul dan kantin 

11. Rutin semprot disinfektan 
Menjaga kebersihan kelas, meja dan kursi belajar dengan menyemprotkan disinfektan setiap hari 

12. Disiapkan dukungan UKS dan psikologis harian di sekolah 
Sekolah bekerjasama dengan Puskesmas terdekat untuk melakukan pemeriksaan secara berkala mengikuti jadwal dari Puskesmas 

13. Jadwal dan jam pelajaran KBM untuk menjaga physical distancing 
  • Setiap kelas maksimal 20 siswa, kecuali PAUD setiap masuk terdiri dari 8 siswa 
  • Jumlah jam mata pelajaran di bagi dua sesuai jumlah jam berdasarkan aturan kurikulum yang berlaku 
  • Durasi tiap mata pelajaran 25 menit, kecuali PAUD berlaku normal

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Skenario Belajar di Sekolah Saat New Normal di Bekasi, Bawa Bekal Sendiri hingga Screening Kesehatan", https://megapolitan.kompas.com/read/2020/06/03/07392521/skenario-belajar-di-sekolah-saat-new-normal-di-bekasi-bawa-bekal-sendiri?page=1.

Usai Pelantikan, 239 Kepsek dan Pengawas Menjalani Rapid Test

One Be 6/04/2020
Usai Pelantikan 239 Kepsek dan Pengawas Menjalani Rapid Test

Blogpendiidkan.net - Dikutip dari jawapos.com, p
ara tenaga pendidik di sejumlah wilayah di Jatim dibuat resah. Pemicunya adalah beredarnya kabar adanya klaster baru persebaran virus korona di kalangan tenaga pendidik.

Isu itu mencuat pasca meninggalnya seorang pengawas sekolah yang sebelumnya mengikuti pelantikan kepala sekolah (Kasek) dan pengawas SMA se-Jatim beberapa waktu lalu. Muncul kabar bahwa meninggalnya pengawas itu disebabkan terjangkit Covid-19.

Situasi tersebut mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim. Instansi itu menegaskan bahwa kabar tersebut belum bisa dipastikan. Namun, sebagai antisipasi, dispendik menginstruksi seluruh peserta pelantikan untuk menjalani rapid test guna memastikannya.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Wahid Wahyudi belum berani memastikan kebenaran kabar tersebut. Sebab, dari informasi yang diterimanya, pengawas sekolah yang meninggal itu didiagnosis menderita asam lambung. ”Jadi, informasi yang beredar itu masih dugaan. Kami sedang menelusuri,” katanya kemarin.

Setelah kabar tersebut mencuat, langkah antisipasi langsung dilakukan. Wahid sudah menginstruksi seluruh peserta yang hadir pada pelantikan 20 Mei lalu itu didata. ”Mereka diminta menjalani rapid test. Hasilnya akan menjadi gambaran kondisi mereka. Kami bergerak lebih awal untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya,” ucap dia.

Wahid menambahkan, pihaknya juga menyiapkan langkah-langkah lanjutan. Sebab, pemprov tidak ingin muncul klaster baru lagi di Jatim. Apalagi, peserta pelantikan cukup banyak.

Wahid memastikan, prosesi pelantikan yang berlangsung di kantor BKD Jatim itu sudah mematuhi standar protokol pencegahan Covid-19. Karena itu, pihaknya berharap kekhawatiran itu tak terbukti.

Agenda pelantikan Kasek-pengawas sekolah tersebut diikuti 240 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Prosesi itu dibagi dalam empat gelombang. Selesai mengikuti pelantikan, seluruh peserta kembali ke rumah.

Pada Senin (1/6), ada seorang peserta pelantikan yang dikabarkan berasal dari Jombang meninggal dunia di salah satu rumah sakit di wilayah Kota Mojokerto.

Pemerintah Beri Sinyal Kegiatan Belajar Mengajar Sekolah Dimulai Awal 2021

One Be 6/04/2020
Pemerintah Beri Sinyal Kegiatan Belajar Mengajar Sekolah Dimulai Awal 2021

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memperkirakan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah baru akan dibuka awal 2021. Aktivitas belajar tatap muka di sekolah belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Muhadjir mengatakan hingga saat ini pemerintah masih melihat perkembangan situasi penyebaran covid-19 di dalam negeri. Sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali membuka sekolah.

"Untuk membuka sekolah, masih kita lihat situasinya. Kemungkinan akhir tahun atau awal tahun 2021," kata Muhadjir, di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, 3 Juni 2020.

Muhadjir menjelaskan, meskipun sekolah yang ada di Indonesia masih diperkirakan akan dibuka kembali pada awal tahun 2021, untuk tahun ajaran baru tetap akan dilaksanakan pada pertengahan Juli 2020. Memasuki tahunajaran baru tersebut, para siswa akan belajar di rumah menggunakan sistem online atau daring.

"Untuk pendidikan itu, kalau tahun ajaran baru, kemungkinan tidak ada perubahan. Pertengahan Juli 2020 sudah tahun ajaran baru. Masih secara online, karena tidak ada jaminan (daerah yang terhindar covid-19," ujar Muhadjir.

Sebagai catatan, di beberapa wilayah yang ada di Indonesia, saat ini tengah mempersiapkan diri untuk memasuki kondisi normal baru. Pada era normal baru tersebut, ada kelonggaran aktivitas masyarakat, khususnya pada sektor perekonomian.

Namun, pelonggaran aktivitas khususnya pada sektor perekonomian tersebut, tidak dilakukan untuk sektor pendidikan. Karena anak-anak memiliki risiko lebih tinggi terpapar covid-19. (Sumber; medcom.id)