Showing posts with label Covid-19. Show all posts
Showing posts with label Covid-19. Show all posts

Karena Hanya Menggunakan Face Shield Tanpa Masker, Banyak Penderita Baru Covid-19 Bermunculan

Admin 7/25/2020
Karena Hanya Menggunakan Face Shield Tanpa Masker, Banyak Penderita Covid-19 Baru Bermunculan

BlogPendidikan.net
- Saat ini masyarakat punya alternatif pelindung tubuh penularan wabah corona, yaitu face shield. 

Penutup muka dengan bahan plastik transparan pun seolah menjadi favorit banyak orang saat berkegiatan di luar rumah.  

Bahkan, di tanah air banyak masyarakat menggunakan faceshield, meski mereka tak memakai masker. 

Menurut New York Times (24/5/2020), salah satu kelebihan faceshield adalah dapat melindungi mata dari paparan droplet corona.

Ini berbeda dengan masker yang hanya melindungi area mulut dan hidung. 

Kelebihan face shield lainnya. Tidak seperti masker, face shield juga cenderung praktis digunakan dan minim celah kesalahan cara penggunaan.

Terkait sterilisasi, face shield bisa didisinfeksi di mana saja. Sehigga orang tak perlu repot membawa beberapa face shield saat berada di luar rumah.

Face shield juga dianggap lebih ramah pengidap bisu tuli yang mengandalkan pembacaan mulut untuk berkomunikasi karena dibuat dari bahan transparan.

Selain itu, dengan keunggulannya dari segi komunikasi, face shield bisa menunjang jaga jarak aman.

Setiap orang bisa berkomunikasi tanpa perlu berdekatan.

FACESHIELD TAK BISA CEGAH PENULARAN VIRUS CORONA

Hanya saja, faceshiled juga menyimpan sisi kelemahan yang sangat besar. 

Dianggap lemah dari sisi keamanan karena kuman masih memiliki celah untuk masuk di bagian samping dan bawah.

Harus diingat, penyebaran virus corona saat ini sudah menyebar lewat udara (airborne desease) bukan lewat droplet lagi. 

Jadi, virus selama berjam-jam masih ada di udara saat seorang penderita covid-19 bersin, batuk, dan berbicara. 

Dengan kondisi itu, penggunaan face shield sangat rentan penularan.

Tak hanya itu, riset terkait efektivitas penggunaan face shield untuk melindungi diri dari paparan virus corona sesuai bukti belum tersedia.

Untuk itu, penggunaan faceshield akan memberikan perlindungan palsu kepada para pemakainya. 

Dilansir dari kompas.com, penggunaan face shield tanpa masker adalah hal yang sangat riskan. 

Departemen kesehatan di Swiss mengingatkan, agar kita tidak mengenakan face shield berbahan plastik tanpa masker.

Beberapa waktu lalu, orang-orang di negara itu yang hanya menggunakan face shield atau pelindung wajah terinfeksi virus corona, sementara orang yang memakai masker dalam kondisi baik-baik saja.

Infeksi dilaporkan di sebuah hotel di wilayah Graubunden, di mana beberapa karyawan dan setidaknya satu tamu dinyatakan positif terkena virus corona.

Pejabat kesehatan setempat menetapkan semua yang terinfeksi hanya menggunakan pelindung wajah plastik sebagai perlindungan.

Tidak ada infeksi pada orang yang memakai masker wajah, menurut mereka.

Pejabat kesehatan tersebut juga mengatakan kepada kantor berita Swiss, 20 Minutes, bahwa face shield dapat menciptakan rasa aman yang palsu, yang membuat para pemakainya mengambil risiko yang tidak perlu.

"Face shield tidak berfungsi sebagai alternatif masker wajah. Pelindung wajah atau visor dapat dikenakan bersama masker untuk lebih meningkatkan perlindungan kita," kata Yann Hulmann, juru bicara Federal of Public Health kepada 20 Minutes.

Sebelumnya, WHO telah menyatakan pelindung wajah dapat membantu mencegah virus, tetapi harus dibarengi langkah-langkah pencegahan lainnya seperti mengenakan masker, social distancing, dan sering mencuci tangan.

Tidak ada langkah pencegahan tunggal yang bisa sepenuhnya melindungi diri terhadap virus corona.

HANYA GUNAKAN MASKER SAAT KELUAR RUMAH, ATAU GUNAKAN KEDUANYA

Dokter spesialis pencegahan infeksi dari St. Joseph Hospital dan Mission Hospital California AS, menjawab masyarakat wajib memakai masker saat berada di luar rumah.

"Pilih masker untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona, terutama bagi orang tanpa gejala," kata dia.

Menurut Baliley, face shield lebih diperuntukkan sebagai APD bagi petugas kesehatan.

Pasalnya, masyarakat umumnya tidak terpapar kontak dengan pasien berisiko tinggi dari jarak dekat.

Masyarakat yang masih bisa memungkinkan jaga jarak aman minimal dua meter saat di luar rumah, cukup menggunakan masker.

Dokter spesialis penyakit menular dari NYU Winthrop Hospital AS, Bruce Polsky, MD, juga menyampaikan, face shield digunakan petugas medis sebagai perlindungan ekstra selain masker.

"Face shield bukan pengganti masker, tapi perlindungan ekstra dari kontaminasi penyakit," jelas Polsky.

Menurut Polsky, face shield sangat penting bagi petugas kesehatan untuk menekan risiko penyebaran penyakit saat harus menangani pasien penyakit menular dari jarak dekat.

Kendati demikian, masyarakat dipersilakan mengenakan face shield sebagai perlindungan ekstra saat beraktivitas di luar rumah.

Asalkan, tetap sadar untuk memprioritaskan APD ini bagi petugas kesehatan yang lebih membutuhkan.

Selain itu, masyarakat juga tetap diminta sebisa mungkin tinggal di rumah, jaga jarak aman minimal dua meter saat berada di luar rumah, menjaga daya tahan tubuh, serta rajin membersihkan tangan.

Update Daftar Daerah Zona Hijau Covid-19

Admin 7/23/2020
Update Daftar Daerah Zona Hijau Covid-19

BlogPendidikan.net
- Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 mengumumkan daftar wilayah risiko yang masuk ke dalam zona hijau dan zona merah virus corona (covid-19). Daftar ini merupakan update terbaru berdasarkan analisis mingguan hingga 19 Juli.

Penentuan zona pada sebuah daerah berdasarkan pada indikator kesehatan masyarakat seperti indikator epidemiologi, indikator surveilans kesehatan masyarakat, dan indikator pelayanan kesehatan.

Setidaknya ada empat kategori zona wilayah terkait Covid-19. Zona hijau yang berarti daerah tanpa corona, zona kuning artinya penyebaran covid-19 rendah, zona oranye menandakan daerah dengan risiko sedang, dan zona merah berarti wilayah dengan risiko penyebaran corona tinggi.

Berikut daftar 100 Zona Hijau dan 35 Zona Merah Covid-19 seperti dilansir dari situs resmi pemerintah covid19.go.id/peta-risiko:

100 Daerah Zona Hijau

Sumatera Utara:
Pakpak Bharat
Nias Barat
Nias
Mandailing Natal
Kota Gunungsitolo
Nias Utara
Nias Selatan

Sumatera Barat
Kota Sawahlunto
Kota Pariaman
Pasaman
Pasaman Barat
Kepulauan Mentawai

Sulawesi Utara
Minahasa Tenggara
Bolaang Mongondow Utara
Bolaang Mongondow Timur
Bolaang Mongondow Selaran

Sulawesi Tenggara
Buton Utara
Kolaka Timur
Bombana
Konawe Kepulauan

Sulawesi Tengah
Buol
Sigi
Tojo Una-una
Banggai Kepulauan

Riau
Kep. Meranti
Rokan Hilir

Papua Barat
Kaimana
Tambrauw
Raja Ampat
Maybrat
Pegunungan Arfak
Sorong Selatan
Manokwari Selatan
Teluk Bintuni
Papua
Yahukimo
Mappi
Mamberamo Tengah
Dogiyai
Paniai
Yalimo
Deiyai
Boven Digoel
Waropen
Mamberamo Raya
Nduga
Asmat
Puncak
Intan Jaya

Nusa Tenggara Timur
Ngada
Sumba Tengah
Lembata
Malaka
Alor
Sabu aijua
Manggrai
Rote Ndao
Manggarai Timur
Timor Tengah Selatan
Belu
Ende

Maluku Utara
Pulau Taliabu
Maluku
Maluku Tenggara Barat
Buru Selatan
Kep. Aru

Lampung
Tulang Bawang
Way Kanan
Mesuji

Kepulauan Riau
Natuna
Lingga
Kep. Anambas
Kepulauan Bangka Belitung
Bangka Barat

Kalimantan Timur
Mahakam Ulu

Kalimantan Tengah
Sukamara
Kalimantan Barat
Sekadau
Kapuas Hulu
Bengkayang
Kota Singkawang
Kayong Utara

Jambi
Bungo
Tanjung Jabung Timur
Merangin
Tebo

Gorontalo
Boalemo

Bengkulu
Bengkulu Selatan
Kaur
Mukomuko
Lebong
Seluma

Aceh
Aceh Barat Daya
Pidie Jaya
Nagan Raya
Kota Subulussalam
Pidie
Aceh Singkil
Simeulue
Aceh Tenggara
Aceh Tengah
Aceh Timur
Gayo Lues
Bener Meriah

35 Daerah Zona Merah

Sumatera Utara:
Deli Serdang
Kota Medan
Kota Pematang Siantar

Sumatera Selatan:
Kota Palembang

Sulawesi Selatan:
Pangkajene dan Kepulauan
Gowa
Luwu Timur
Kota Makassar

Papua:
Kota Jayapura

Nusa Tenggara Barat:
Kota Mataram

Kalimantan Tengah:
Barito Timur
Barito Selatan
Kota Palangka Raya
Kotawaringin Barat

Kalimantan Selatan:
Tanah Laut
Kota Banjarbaru
Tapin
Banjar
Hulu Sungai Tengah
Balangan
Hulu Sungai utara
Tabalong
Kota Banjarmasin

Jawa Timur:
Gresik
Kota Surabaya
Kota Pasuruan

Jawa Tengah:
Kota Semarang
Kudus
Demak

Gorontalo:
Kota Gorontalo

DKI Jakarta:
Jakarta Pusat
Jakarta Barat

Bali:
Gianyar
Bangli

Aceh:
Aceh Besar

Orang Tua Siswa: Kenapa Sekolah Ditutup Tapi Mall dan Tempat Wisata di Buka

Admin 7/22/2020
Orang Tua Siswa: Kenapa Sekolah Ditutup Tapi Mall dan Tempat Wisata di Buka,

BlogPendidikan.net
- M Ramadhansyah S Maliala Wali Murid dari Fathin Akbar sekolah di SMA Negeri 1 Pematang Siantar Kelas 10 menyampaikan pesan untuk Pemerintah pada Rabu (21/7/2020).

Kepada Yth Bapak-Bapak Pemimpin Daerah dan Pusat. Saya mewakili wali murid seluruh Indonesia yang Insya Allah satu suara.

Tolong dengan sangat buka kembali sekolah untuk anak-anak. Kami tidak semuanya paham dan mengerti cara belajar online. Kami tidak selalu punya uang untuk beli paket data.

Dengan adanya belajar online, tidak membuat anak-anak kami ngerti dengan materi pelajaran, malah tambah bodoh, malas, tidak disiplin, bahkan yang lebih parah mempercepat anak-anak Indonesia mengalami kebutaan dini karena kebanyakan mantengin ponsel.

Apakah ini yang namanya solusi???? 

Bapak/Ibu pemimpin yang terhormat. Tolong pertimbangkan lagi kebijakan yang kalian ambil. Aktifitas kami dibatasi dengan ancaman Covid, sementara beratnya beban hidup kami seolah tak kalian peduli.

Jika sekolah masih terus ditutup, apa jadinya dengan anak-anak kami! Pasar bebas ramai, berkerumun, tanpa khawatir terpapar Covid, pantai dan tempat wisata dibuka, tempat hiburan dibuka, pesawat penuh sesak dengan penumpang, mall juga dibuka.

Tapi kenapa sekolah ditutup hanya karena takut terpapar Covid?!. Tolong pak, ibu, bukalah lagi sekolah kami, tempat anak-anak kami menuntut ilmu, tempat dimana anak-anak bertemu kawan dan guru-guru.

Sementara di rumah, kami sebagai orang tua sudahlah direpotkan dengan pekerjaan rumah, kebutuhan sehari-hari. Masih lagi direpotkan dengan mengajarkan materi yang ada di buku tema kepada anak yang notabene itu bukan kapasitas kami.

Karena memang itu di luar kemampuan kami. Saya mohon kepada Bapak/Ibu yang terhormat, tolong Buka Buka Buka sekolah kamis. Jangan sampai menunggu kejadian yang tak diharapkan terjadi dan teralami di suatu saat nanti.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengeluarkan surat Surat Edaran Nomor : 218/GTCOVID-19/VII/2020 Tentang Larangan Melakukan Proses Pembelajaran Tatap Muka.

“Menindaklanjuti Surat Edaran Nomor : 205/GTCOVID-19/VII/2020 tanggal 6 juli 2020 tentang penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19 di Provinsi Sumatra Utara, disampaikan bahwa proses belajar mengajar tetap dilanjutkan dengan belajar dari rumah (secara daring) sedangkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka menunggu petunjuk lebih lanjut dari Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sumatera Utara. Demikian untuk dapat dipedomani dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” isi surat itu. (*)

Daftar 31 Daerah Zona Merah, dan 102 Zona Hijau Diizinkan Terapkan New Normal

Admin 7/16/2020
Daftar 31 Daerah Zona Merah, dan 102 Zona Hijau Diizinkan Terapkan New Normal

BlogPendidikan.net
- Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan laporan terbaru pemetaan zonasi risiko virus corona di Indonesia berdasarkan pada data yang dihimpun hingga Minggu 12 Juli.

Zonasi ini dikategorikan berdasarkan tingkat risiko tinggi atau zona merah, sedang atau zona oranye, dan rendah atau zona hijau.

"Pada minggu ini, ada 31 kabupaten kota dengan risiko tinggi (zona merah), 177 kabupaten kota risiko sedang (zona oranye), 204 kabupaten kota risiko rendah (zona kuning), dan 48 kabupaten kota tidak ada kasus baru serta 54 kabupaten kota tidak terdampak (zona hijau)," ujar Wiku di Graha BNPB, Selasa (14/7).

Untuk diketahui, penentuan zona pada sebuah daerah berdasarkan pada indikator kesehatan masyarakat seperti indikator epidemiologi, indikator surveilans kesehatan masyarakat dan indikator pelayanan kesehatan. 

Setidaknya ada empat kategori zona wilayah terkait Covid-19. Yakni, zona hijau yang berarti daerah tanpa virus corona. Zona hijau diklasifikasikan menjadi dua kondisi, pertama daerah tanpa penambahan kasus dalam dua pekan terakhir, dan daerah yang tidak terdampak Covid-19.

Lalu Zona kuning artinya penyebaran Covid-19 rendah, zona oranye menandakan daerah dengan risiko sedang, dan zona merah berarti wilayah dengan risiko penyebaran Covid-19 tinggi.

Berikut daftar zona merah dan zona hijau penyebaran virus corona:

1. Zona Merah 31 daerah

Sumatera Utara: Deli Serdang, Kota Medan

Sulawesi Utara: Minahasa Utara, Kota Bitung

Sulawesi Selatan: Bantaeng, Kota Makassar

Papua: Kota Jayapura

Nusa Tenggara Barat: Kota Mataram

Maluku Utara: Kota Ternate

Kalimantan Tengah: Kotawaringin Barat

Kalimantan Selatan: Tanah Laut, Kota Banjarbaru, Tapin, Banjar, Balangan, Tabalong, Kota Banjarmasin

Jawa Timur: Gresik, Kota Mojokerto, Mojokerto, Kota Surabaya, Bojonegoro, Sidoarjo

Jawa Tengah: Kota Semarang

Gorontalo: Kota Gorontalo, Bone Bolango

DKI Jakarta: Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara

Bali: Karangasem

2. Zona Hijau 102 daerah

Sumatera Utara: Pakpak Bharat, Nias Barat, Nias, Mandailing Natal, Nias Utara, Humbang Hasundutan, Nias Selatan

Sumatera Selatan: Ogan Komering Ulu Selatan

Sumatera Barat: Kota Sawahlunto, Kota Pariaman, Kota Solok, Pasaman Barat

Sulawesi Utara: Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan

Sulawesi Tenggara: Buton Utara, Konawe Kepulauan

Sulawesi Tengah: Buol, Tojo Una-una, Banggai Kepulauan

Sulawesi Barat: Mamuju Utara

Riau: Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, Siak

Papua Barat: Tambrauw, Maybrat, Pegunungan Arfak, Sorong Selatan, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni

Papua: Yahukimo, Mappi, Mamberami Tengah, Dogiyai, Paniai, Tolikara, Yalimo, Deiyai, Boven Digeol, Mamberamo Raya, Nduga, Pegunungan Bintang, Asmat, Lanny Jaya, Puncak, Intan Jaya

Nusa Tenggara Timur: Sumba Tengah, Ngada, Alor, Lembata, Malaka, Sabu Raijua, Timor Tengah Utara, Rote Ndao, Manggarai Timur, Kupang, Timor Tengah Selatan, Belu, Ende

Maluku Utara: Pulau Taliabu

Maluku: Maluku Tenggara Barat, Buru Selatan, Kepulauan Aru

Lampung: Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Wey Kanan, Mesuji, Pesawaran

Kepulauan Riau: Natuna, Lingga, Kepulauan Anambhas

Kepulauan Bangka Belitung: Bangka Barat, Belitung Timur

Kalimantan Timur: Mahakam Ulu

Kalimantan Tengah: Sukamara

Kalimantan Barat: Sekadau, Kapuas Hulu, Bengkayang, Kayong Utara

Jambi: Bungo, Tanjung Jabung Timur, Merangin, Tebo

Gorontalo: Boalemo

Bengkulu: Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Mukomuko, Lebong, Seluma

Aceh: Aceh Barat Daya, Pidie Jaya, Aceh Singkil, Nagan Raya, Kota Subulussalam, Pidie, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Simeulue, Aceh Timur, Bener Meriah

Daftar Soal dan Materi Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Pertama 13-19 Juli Untuk SD, SMP, dan SMA/SMK

Admin 7/12/2020
Daftar Soal dan Materi Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Pertama 13-19 Juli Untuk SD, SMP, dan SMASMK

BlogPendidikan.net
Kemendikbud telah merilis panduan dan jadwal Belajarr dari rumah TVRI minggu pertama di bulan juli.

Adapun daftar soal dan materi belajar dari rumah TVRI minggu pertama 13-19 Juli untuk SD, SMP, dan SMA/SMK bisa anda lihat pada akhir tulisan ini.

Program Belajar dari Rumah (selanjutnya disebut BDR) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan alternatif kegiatan pembelajaran selama anak belajar di rumah karena terdampak masa pandemik COVID-19.

Tayangan dalam program BDR meliputi tayangan untuk anak usia PAUD dan sederajat, SD dan sederajat, SMP dan sederajat, SMA/SMK dan sederajat, dan program keluarga dan kebudayaan.

Pembelajaran dalam BDR ini tidak mengejar ketuntasan kurikulum, tetapi menekankan pada kompetensi literasi dan numerasi.

Selain untuk memperkuat kompetensi literasi dan numerasi. 

Tujuan lain program BDR adalah untuk membangun kelekatan dan ikatan emosional dalam keluarga, khususnya antara orang tua/wali dengan anak, melalui kegiatan-kegiatan yang menyenangkan serta menumbuhkan karakter positif.

Program belajar dari rumah TVRI yang tayang sejak 13 April 2020 yang diprogramkan berlangsung selama pandemi. 

Berikut Daftar Soal dan Materi Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Pertama 13-19 Juli Untuk SD, SMP, dan SMA/SMK.

Berikut Daftar Soal dan Materi Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Pertama 13-19 Juli Untuk SD, SMP, dan SMA/SMK; >>> LIHAT DISINI

Daftar Daerah Kabupaten dan Kota Zona Hijau Yang Diizinkan Gugus Tugas dan Kemendikbud Membuka Sekolah Aceh Hingga Papua

Admin 7/12/2020
Daftar Daerah Kabupaten dan Kota Zona Hijau Yang Diizinkan Gugus Tugas dan Kemendikbud Membuka Sekolah Aceh Hingga Papua

BlogPendidikan.net
 - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makariem telah menyatakan bahwa pembelajaran tatap muka akan dilakukan secara bertahap di sekolah yang berada dalam zona hijau.  

Pernyataan ini disampaikan secara daring dalam acara Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19.

Adapun zona hijau yang dimaksud adalah merupakan daerah kasus angka penyebaran Covid-19 yang sudah menurun. Sementara, sekolah yang berada di daerah zona merah, oranye dan kuning masih belum diperbolehkan membuka pembelajaran tatap muka. 

Kebijakan klasifikasi wilayah ini penting dan perlu dilakukan untuk mencegah risiko terjadinya penularan virus corona.

Untuk teknisnya, jenjang SMP ke atas, termasuk SMA dan SMK, merupakan jenjang sekolah yang akan dibuka pertama kali. Sementara, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diperkirakan baru akan dibuka sekitar 5 bulan lagi. 


Untuk peserta didik yang berada pada zona merah sendiri masih harus melakukan pembelajaran dari rumah. Nadiem Makarim menjelaskan pembukaan sekolah di tengah pandemi virus corona ini akan dilakukan secara bertahap.

Berdasarkan update data per 7 juni sebaran zona hijau Covid-19 ada 92 daerah kabupaten/kota dan pada 21 juni bertambah menjadi 112 daerah zona hijau covid-19, dan update per tanggal 5 juli menjadi 104 daerah zona hijau.

Dengan bertambahnya daerah kabupaten/kota zona hijau ada kemungkinan sekolah akan dibuka kembali dan tentunya harus memiliki izin dari pemda, memenuhi syarat cek list kesiapan sekolah dengan sarana kesehatan yang menunjang bagi kesehatan peserta didik serta mendapatkan izin dari warga sekolah dalam hal ini orang tua siswa apakah sekolah boleh dibuka atau tidak.

Sebanyak 94% sekolah di Indonesia hingga saat ini masih masuk dalam daftar zona merah, kuning, dan orange Covid-19.

94% masih belajar dari rumah sedangkan 6% di zona hijau diperbolehkan seizin Pemerintah Daerah untuk melakukan belajar tatap muka tapi dengan protokol sangat ketat.

4 syarat sekolah zona hijau boleh dibuka

Pertama: Keputusan zona hijau suatu daerah berdasarkan rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
 
Kedua: Jika pemerintah daerah atau Kantor Wilayah/Kantor Kementerian Agama memberi izin pembukaan sekolah. Pemerintah daerah harus memberikan izin untuk membuka kegiatan belajar dan mengajar.

Ketiga: Pembukaan kegiatan belajar secara tatap buka bisa dilaksanakan jika satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka. Saat ketiga langkah pertama (persyaratan) tatap muka, sekolah bisa mulai tatap muka.

Keempat: Orang tua/wali murid menyetujui putra/putrinya melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Meskipun sekolah telah memenuhi ketiga syarat pembukaan sekolah, orangtua berhak memutuskan anaknya akan ikut belajar tatap muka di sekolah atau tidak.

Berikut daftar 104 daerah yang masuk kategori zona hijau update hingga hari ini:

Provinsi Aceh

Aceh Barat Daya
Pidie Jaya
Nagan Raya
Kota Subulussalam
Aceh Singkil
Pidie
Bireuen
Aceh Jaya
Aceh Tenggara
Aceh Tengah
Aceh Timur
Simelue
Gayo Lues
Bener Meriah

Provinsi Sumatera Utara

Labuhan Batu
Nias Barat
Pakpak Bharat
Nias
Tapanuli Selatan
Mandailing Natal
Padang Lawas
Nias Utara
Nias Selatan
Humbang Hasudutan
Toba Samosir

Provinsi Sumatera Barat

Kota Sawahlunto
Kota Pariaman
Kota Solok
Pasaman Barat
Lima Puluh Kota
Kota Payakumbuah

Provinsi Sulawesi Tenggara

Muna Barat
Konawe Kepulauan

Provinsi Sulawesi Tengah

Banggai Kepualauan
Tojo Una-una

Provinsi Sulawesi Barat

Mamuji Utara
Majene

Provinsi Sulawesi Utara

Bolaang Mongondow Timur
Kep. Siau Tagulandang Biaro

Provinsi Riau

Kepulauan Meranti
Siak
Rokan Hilir

Provinsi NTT

Kupang
Timor Tengah Selatan
Belu
Ngada
Sumba Tengah
Sabu Raijua
Malaka
Alor
Sumba Barat
Lembata
Rote Ndao
Manggarai Timur
Timor Tengah Utara

Provinsi NTB

Kota Bima

Provinsi Maluku

Buru Selatan
Maluku Tenggara Barat
Maluku Tenggara
Kepulauan Aru

Provinsi Maluku Utara

Pulau Taliabu

Provinsi Lampung

Tulang Bawang
Tulang Bawang Barat
Kota Metro
Way Kanan
Lampung Timur
Mesuji

Provinsi Kalimantan Tengah

Sukamara

Provinsi Kalimantan Timur

Mahakam Ulu

Provinsi Jambi

Bungo
Tebo
Kerinci

Provinsi Sumatera Selatan

Musi Rawsa Utara
Ogan Komering Ulu Selatan

Provinsi Bengkulu

Bengkulu Selatan
Kaur
Muko Muko
Seluma
Lebong

Provinsi Papua

Mamberamo Tengah
Yahukimo
Mappi
Dogiyai
Paniai
Tolikara
Yalimo
Deiyai
Asmat
Lanny Jaya
Puncak
Mamberamo Raya
Nduga
Pegunungan Bintang
Intan Jaya
Supiori

Provinsi Papua Barat

Tambrauw
Maybrat
Pegunungan Arfak
Sorong Selatan
Manokwari Selatan
Teluk Wondama

Provinsi Kepulauan Riau

Natuna
Lingga
Kepulauan Anambas