Showing posts with label Virus Corona. Show all posts
Showing posts with label Virus Corona. Show all posts

Kenali Istilah ODP, PDP dan Suspect dalam COVID-19

One Be 4/06/2020
Kenali Istilah ODP, PDP dan Suspect dalam COVID-19

Akhir-akhir ini kita kerap mendengar istilah asing terkait virus corona. Seperti suspek, ODP, dan PDP. Apa itu suspek, ODP, dan PDP virus corona atau COVID-19?

1. Suspect
Istilah suspect diberikan kepada orang yang diduga kuat terkena virus corona. Seperti dia memiliki riwayat bepergian ke negara terjangkit corona atau melakukan kontak dengan pasien positif.
Pasien suspect virus corona harus menjalani pemeriksaan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui dia positif terpapar virus corona atau tidak.

2. ODP
ODP adalah Orang Dalam Pemantauan virus corona. Yang masuk kategori ODP yakni orang yang mengalami gejala demam lebih dari 38 derajat celcius atau ada riwayat demam atau ISPA tanpa pneumonia. Serta memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

3. PDP
PDP adalah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona.
Syarat PDP yakni orang mengalami gejala demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius atau ada riwayat demam, ISPA, pneumonia ringan hingga berat. Selain itu memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif virus corona.

4. Physical Distancing
Ada lagi istilah baru terkait virus corona. Organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) mengubah penerapan social distancing menjadi physical distancing. Physical distancing adalah menjaga jarak fisik.

5. APD
APD adalah alat-alat atau perlengkapan yang wajib digunakan untuk melindungi dan menjaga keselamatan pekerja saat melakukan pekerjaan yang memiliki potensi bahaya. Saat ini di Indonesia, sudah ada 6 dokter yang meninggal dunia karena tertular virus corona.

BIN Memprediksi Puncak Penyebaran COVID-19 Pada Juli Dengan Kasusu Mencapai 106.287

One Be 4/03/2020
BIN Memprediksi Puncak Penyebaran COVID-19 Pada Juli Dengan Kasusu Mencapai 106.287

Berdasarkan data dari Badan Intelijen Negara (BIN), penyebaran Covid-19 akan mengalami puncaknya pada Juli 2020. Diprediksi, penyebaran Covid-19 akan mencapai 106.287 kasus. Data tersebut disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR melalui konferensi video, Kamis (2/4/2020). "Puncaknya pada akhir Juni dan akhir Juli," kata Doni.

Masih berdasarkan data BIN, penyebaran virus corona akan mengalami peningkatan pada akhir Maret sebanyak 1.577 kasus, akhir April sebanyak 27.307 kasus, 95.451 kasus di akhir Mei, dan 105.765 kasus pada akhir Juni. Menurut Doni, terdapat 50 kabupaten atau kota prioritas yang memiliki risiko tinggi terkait peningkatan penyebaran virus corona dan 49 persen dari wilayah itu berada di Pulau Jawa. Oleh karena itu, pemerintah perlu kerja sama dengan masyarakat agar skenario atau data BIN tersebut tidak terjadi. "Kalau kita bisa melakukan langkah-langkah pencegahan, mudah-mudahan kasus yang terjadi tidak seperti apa yang diprediksi," ujarnya. Hingga saat ini, pemerintah terus meningkatkan upaya pencegahan Covid-19 dengan meningkatkan pelayanan kesehatan, kesiapan sumber daya manusia (SDM), hingga mencari obat yang paling memungkinkan untuk mengobati pasien positif Covid-19. 

Obat tamiflu 
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan obat atau vaksin untuk menyembuhkan penyakit Covid-19.
Namun, berdasarkan protokol dan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), disepakati penggunaan obat jenis tamiflu untuk meredakan Covid-19.

"Kita menggunakan tamiflu, yang persediaannya sudah ada di Dinas Kesehatan dan sudah dibagikan," kata Terawan dalam rapat kerja dengan Komisi IX. Obat tamiflu, menurut Terawan, sudah dibagikan ke seluruh rumah sakit rujukan sebanyak 450.000 tablet dan akan ada penambahan distribusi obat tersebut hingga dua pekan ke depan. "Kemarin hari Rabu, datang bahan baku untuk tamiflu, sehingga kita akan bisa mendapatkan satu juta tablet dalam seminggu dua minggu mendatang," ujar dia.
Alat bantu pernapasan dan dokter spesialis Terawan juga menjelaskan, pemerintah sudah mendistribusikan ventilator atau alat bantu pernapasan ke semua rumah sakit yang menjadi rujukan. 

Ada sebanyak 8.423 ventilator yang sudah didistribusikan ke 2.867 rumah sakit, baik milik swasta maupun pemerintah di seluruh Indonesia. Selain itu, dari sisi tenaga kesehatan, terdapat 40.320 dokter spesialis untuk menangani pasien Covid-19 yang tersebar di 2.877 rumah sakit, baik rumah sakit milik swasta maupun pemerintah. "Kedua, saat ini terdapat 11.000 dokter yang bertugas sebagai internship yang tersebar di rumah sakit, puskesmas di seluruh provinsi," kata Terawan. Pengumpulan donasi.

Untuk menyiapkan skenario guna menahan laju perkembangan Covid-19, pemerintah terus berupaya melengkapi alat-alat kesehatan yang dibutuhkan. Bantuan berupa donasi setiap harinya terus bertambah untuk menanggulangi wabah virus corona. Hingga saat ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sudah menerima donasi dari masyarakat sebanyak Rp 72,2 miliar.

"Sampai hari ini ada lebih dari Rp 72,2 miliar," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, Kamis (2/4/2020). Dengan jumlah tersebut, terjadi peningkatan penerimaan donasi senilai lebih dari Rp 5,7 miliar dalam sehari. Sebelumnya, pada Rabu (1/4/2020), Yuri mengatakan, rekening Gugus Tugas Penanganan Covid-19 telah menerima sumbangan sebesar Rp 66,5 miliar. Seluruh donasi yang diterima akan digunakan Gugus Tugas untuk mempercepat penanganan pandemi virus corona.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mampukah Indonesia Mengantisipasi Puncak Penyebaran Covid-19?", https://nasional.kompas.com/read/2020/04/03/07430251/mampukah-indonesia-mengantisipasi-puncak-penyebaran-covid-19?page=3.
Penulis : Haryanti Puspa Sari
Editor : Kristian Erdianto

OJK, Daftar Bank dan Leasing Yang Memberikan Kelonggaran Pembayaran Cicilan

One Be 3/31/2020
OJK, Daftar Bank dan Leasing Yang Memberikan Kelonggaran Pembayaran Cicilan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan program stimulus perekonomian. Salah satunya dengan penundaan pembayaran cicilan untuk sejumlah sektor kredit.
Program ini berlaku untuk perbankan baik bank konvensional, bank syariah, bank pembangunan daerah (BPD), bank perkreditan rakyat dan perusahaan pembiayaan.

Dalam pengumuman resmi ojk.go.id OJK bersama industri jasa keuangan mendukung kebijakan pemerintah dalam meringankan beban debitur yang terkena dampak Covid 19 melalui restrukturisasi dan keringanan pembayaran.

Berikut pengumuman yang dikeluarkan oleh bank atau perusahaan pembiayaan terkait restrukturisasi atau keringanan bagi debitur perbankan dan perusahaan pembiayaan yang terkena dampak Covid 19.

Bank Umum Konvensional
Empat Bank Himbara (Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN)
PaninBank
PermataBank
BTPN
DBS
Bank Index
Bank Ganesha
NOBU
Bank Victoria
Bank Jasa Jakarta

Bank Umum Syariah
Bank Syariah Mandiri
BNI Syariah
Bank Syariah Bukopin
Bank NTB Syariah
PermataBank Syariah
Bank Muamalat
Bank Mega Syariah
Bank bjb Syariah
BRI Syariah
BTPN Syariah
Bank Net Syariah

Perusahaan Pembiayaan
FIF Group
WOM Finance
Mandiri Tunas Finance
CSUL Finance
APPI

Bank Pembangunan Daerah (BPD)
Bank bjb
Bank BPD Bali
Bank NTT
Bank Sumut
Bank Sumselbabel
Bank Jateng

Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
BPR Lugas Ganda
BPR Talenta Raya

Daftar Bank dan Leasing diatas berubah setiap saat sesuai laporan masing-masing Bank dan Leasing ke OJK. Update data diatas per tanggal 31 Maret 2020. Sumber; finance.detik.com

Cara Pengajuan Penundaan Cicilan Kredit Terdampak COVID-19

One Be 3/31/2020
Cara Pengajuan Penundaan Cicilan Kredit Terdampak COVID-19

Presiden Joko Widodo belum lama ini menyampaikan kebijakan relaksasi kredit yang khusus diberikan kepada para pelaku UMKM dan pekerja informal yang terdampak penyebaran virus corona atau covid-19. Relaksasi tersebut mulai dari penundaan pembayaran cicilan kredit sampai dengan satu tahun hingga penurunan bunga.

Dengan demikian, para pelaku UMKM dan pekerja informal yang terdampak virus corona bisa mendapatkan manfaat berupa penundaan pembayaran cicilan kredit atau pembiayaan.

Lantas, bagaimana cara mendapatkan manfaat tersebut? Berikut ini tata cara pengajuan keringanan kredit bank dan dana pinjaman leasing yang terdampak Covid-19 yaitu sebagai berikut; 

1. Debitur tidak perlu datang ke bank atau perusahaan pembiayaan (leasing). Tunggu dan ikuti pengumuman yang akan disampaikan bank/leasing melalui website dan/atau call center resmi;

2. Prioritas debitur yang mendapat keringanan adalah memenuhi persyaratan minimal sebagai berikut:

a. debitur terkena dampak Covid-19 dengan nilai kredit/leasing di bawah Rp10 miliar untuk antara lain pekerja informal, berpenghasilan harian, usaha mikro dan usaha kecil (kredit UMKM dan KUR);
b. keringanan dapat diberikan dalam periode waktu maksimum satu tahun dalam bentuk penyesuaian pembayaran cicilan pokok/bunga, perpanjangan waktu atau hal lain yang ditetapkan oleh bank/leasing;
c. mengajukan kepada bank/leasing dengan menyampaikan permohonan melalui saluran komunikasi bank/leasing;
d. jika dilakukan secara kolektif misalkan melalui perusahaan maka direksi wajib memvalidasi data yang diberikan kepada bank/leasing;

3. Bagi debitur yang tidak termasuk angka dua tersebut di atas, bank/leasing memiliki kebijakan keringanan kredit/leasing sehingga debitur dapat berkontak langsung melalui sarana komunikasi yang selama ini digunakan dan tetap tidak perlu hadir/tatap muka;

4. Debitur agar selalu mengikuti informasi resmi dari bank/leasing, tidak mudah percaya dengan informasi yang bersifat hoax, termasuk melaporkan kepada bank/leasing jika ada pihak debt collector yang melakukan teror/tidak sesuai ketentuan.
Dapat juga dilaporkan ke OJK telepon 157, WA 081 157 157 157, atau email konsumen@ojk.go.id dengan menyebutkan nama, perusahaan bank/leasing, dan masalah yang dihadapi;

5. Keringanan kredit/leasing ini dilakukan dengan penuh tanggungjawab oleh para pihak baik debitur dan bank/leasing.

sumber; https://www.wartaekonomi.co.id/

Video Pidato Presiden 31 Maret 2020 Terkait COVID-19


Sering Dipandang Sebelah Mata, Sesungguhnya Profesi Perawat Adalah Profesi Yang Sangat Mulia

One Be 3/30/2020
Sering Dipandang Sebelah Mata, Sesungguhnya Profesi Perawat Adalah Profesi Yang Sangat Mulia
perawat kelelahan genpi.co
Blog Pendidikan - Wabah virus corona sedang meghantui dunia, tak terkecuali negara besar sekalipun seperti USA menduduki urutan pertama dalam kasus infeksi virus corona yang mencapai 143.578 orang dinyatakan positif COVID-19 per tanggal 30 Maret 2020, disusul Italia dan China. Korban meninggalpun kian bertambah setiap harinya. Peran para dokter dan perawat sebagai garda terdepan sangatlah penting dan patut untuk diapresiasikan dan diberikan penghargaan sebagai pekerjaan atau profesi yang sangat mulia.

Banyak orang bilang wabah corona yang telah diklasifikasikan sebagai pandemi global ini, mengeluarkan sisi terburuk dan terbaik manusia. Dari ketamakan orang-orang yang menimbun masker atau barang keperluan sehari-hari, sampai perilaku rasis dengan dalih virus yang seakan-akan dianggap wajar karena kondisi ini. Namun di sisi lain, kita juga menyaksikan betapa hebatnya pengorbanan orang-orang yang berani berjuang melawan krisis ini dari garda terdepan. Salah satunya adalah para dokter dan perawat.

Selalu berada di bayang-bayang dokter, selama ini profesi perawat tampaknya kurang dapat apresiasi. Padahal pekerjaan mereka pun sama beratnya, pengorbanan yang mereka harus lakukan demi menjamin keselamatan pasien pun tak main-main. Di zaman perang dunia dahulu, perawat pun berperan sangat besar merawat prajurit-prajurit yang terluka. ‘Perang’ kita melawan pandemi sekarang pun tak akan bisa kita menangkan tanpa mereka. Sudah waktunya mereka mendapat apresiasi dan penghargaan yang sepatutnya.

1. Selama ini peran perawat sering dipandang sebelah mata, padahal perannya tak kalah penting dari dokter dalam urusan menyelamatkan nyawa manusia

Tak bisa dimungkiri, profesi ini masih sering dipandang sebelah mata. Masih banyak orang yang menganggap perawat hanya sekadar ‘pendamping’ dokter, padahal mereka mungkin punya peran yang sama pentingnya dalam urusan menyelamatkan nyawa manusia. Dokter memang berperan memberi diagnosis, memberi resep obat, atau melakukan tindakan, namun perawatlah yang bertanggung jawab memastikan kondisi pasien dari waktu ke waktu. Merawat pasien dengan seksama, bisa berhari-hari atau bahkan menahun sampa pasien benar-benar sembuh.

2. Sekolah kedokteran memang sangat sulit, tapi perjalanan karier perawat pun tak kalah beratnya. Namun seringkali apresiasi sungguh tak sepadan

Bukan rahasia lagi, sekolah kedokteran itu terkenal sulit, lama dan mahal. Ketiga faktor tersebut yang membuat profesi dokter begitu dihargai tinggi. Namun proses menjadi perawat pun tak kalah beratnya. Perawat belajar tentang pelayanan humanistik dan altruistik.
Pelayanan humanistik dan altruistik adalah pelayanan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan menitikberatkan kepentingan pasien daripada kepentingan pribadi perawat. Para perawat juga belajar untuk peka dan memperhatikan hal-hal kecil yang dialami pasien serta dasar-dasar ilmu medis. Namun seringkali pengorbanan mereka yang selalu ada untuk pasien mendapat sedikit apresiasi.

3. Padahal risiko pekerjaannya pun tak main-main, perawat termasuk kelompok yang paling rentan terinfeksi jika terjadi wabah seperti sekarang ini

Pekerjaan dan jam kerja perawat yang panjang punya risiko yang cukup besar. Karena mereka harus berinteraksi intens dengan pasien yang tengah mereka rawat, para perawat rentan tertular penyakit. Apalagi ditengah wabah seperti pandemi corona saat ini. Tiap harinya, para tenaga medis seperti perawat berangkat bekerja sambil bertaruh nyawa.
Selama berjam-berjam tanpa henti, mereka harus tetap menggunakan pakaian protective lengkap demi mencegah infeksi. Bukan cuma tidak bisa ke kamar mandi selama berjam-jam, wajah dan pergelangan tangan mereka sampai terluka akibat terlalu lama menggunakan masker dan pakaian yang sangat ketat. Belum lagi kelelahan fisik dan emosional di tengah krisis seperti ini, pengorbanan mereka pasti sangat berat.

4. Belum lagi beban emosional yang harus ditanggung. Setiap harinya mereka harus siap melihat kematian pasien yang coba mereka sembuhkan

Bukan cuma beban fisik yang ekstrem, profesi ini juga menuntut perawat untuk memiliki mental yang sangat kuat. Tiap harinya berhadapan dengan orang sakit, otomatis mereka juga harus siap berhadapan dengan kematian. Tiap harinya.

Apalagi perawat-lah yang mungkin berinteraksi paling dekat dengan pasien-pasien ini di rumah sakit. Pasti bukanlah situasi yang mudah untuk dihadapi jika kondisi pasien yang mereka rawat menurun atau sampai meninggal dunia. Namun bagi para perawat, beban emosional yang sangat berat itu termasuk bagian dari pekerjaan.

Di tengah pandemi corona saat ini, tenaga medis seperti perawat pasti sedang menghadapi ‘perang’ yang tidak mudah. Berbeda dengan kita yang disarankan untuk sebisa mungkin tidak keluar rumah, mereka harus berangkat kerja berhadapan langsung dengan virus yang sangat menular. Buat para perawat, dokter, dan seluruh tenaga medis yang sedang bekerja, terus semangat dan tetap jaga kesehatan!
Demikian, semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk berbagi

Artikel ini telah tayang di www.hipwee.com judul; Sering Dipandang Sebelah Mata, Perawat adalah Sesungguh-sungguhnya Profesi Mulia, 
url sumber; https://www.hipwee.com/motivasi/profesi-perawat/

Semoga Virus Corona Ini Bisa Berlalu Sebelum Ramadhan

One Be 3/29/2020
Semoga Virus Corona Ini Bisa Berlalu Sebelum Ramadhan

Blogpendidikan.net - Kurang lebih tiga pekan lagi kita akan memasuki Ramadhan. Netizen pun sepertinya sudah tak sabar menanti kedatangan bulan suci bagi umat muslim ini.

Seperti dikicaukan akun Twitter BMKG, tim Geofisika Ternate berhasil mengabadikan penampakan hilal awal bulan Sya'ban. Tweet ini kemudian direspon banyak netizen yang tidak sabar menunggu Ramadhan yang tidak lama lagi.

Tagar Ramadhan pun langsung menghiasi trending topic di Twitter Indonesia. Banyak netizen mem-posting doa dan harapan agar wabah corona segera usai sehingga dapat menyambut bulan puasa dengan suka cita seperti tahun sebelumnya.

Berikut rangkum kicauan warganet yang sudah tidak sabar menyambut bulan Ramadhan.
















Semoga virus ini bisa berlalu sebelum ramadhan, dan kita sama-sama menyambut Ramadhan penuh suka cita. Amin.

Jus Jeruk Dengan Kulitnya Bisa Tangkal COVID-19, Hasil Riset

One Be 3/28/2020
Jus Jeruk Dengan Kulitnya Bisa Tangkal COVID-19, Hasil Riset

Blogpendidikan.net - Tim periset dari berbagai perguruan tinggi ditanah air telah melakukan penelitian bioinformatika untuk menemukan senyawa yang berpotensi untuk melawan COVID-19.

“Senyawa tersebut golongan flavonoid yaitu salah satunya hesperidin. Hesperidin ini disinyalir bisa memberikan perlindungan terhadap mikroba dan virus. Kita bisa dapat senyawa ini? Banyak ditemukan di kulit buah jeruk,” kata Guru Besar IPB University, juga Kepala Pusat Biofarmaka Tropika (TropBRC), Prof Irmanida Batubara dirilis website IPB University Sabtu (28/3/2020)

Disebutkan, periset tersebut diantaranya, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Farmasi UI, Pusat Studi Biofarmaka Tropika (TropBRC), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University dan Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University melakukan penelitian bioinformatika untuk menemukan senyawa yang berpotensi melawan COVID-19.

Saat ini wabah COVID-19 sudah merebak dimana-mana. Lalu, bagaimana kita menyiapkan diri untuk menghadapinya? Banyak cara yang bisa kita lakukan termasuk sering-sering cuci tangan dengan sabun, menjaga jarak sosial, berdiam diri di rumah dan lainnya.

Menjaga kesehatan agar tidak mudah diserang oleh virus ini tentu merupakan bagian yang tidak terlepas untuk kita lakukan.

“Selama berdiam di rumah, kita dapat membuat jus jeruk dan jangan lupa untuk ditambah sedikit kulit jeruk yang sudah dicuci bersih. Memang akan terasa sedikit pahit. Nah tahanlah sedikit rasa pahit, karena hesperidin ada di dalamnya,” ujar Prof Irmanida.

Dijelaskan, untuk yang kurang sanggup mengonsumsi rasa pahit, bisa membuat infus water dari jeruk beserta kulitnya. Beberapa senyawa dari kulit jeruk akan larut dalam air, sehingga terkonsumsi. Jangan lupa jeruknya dicuci bersih.

“Semua jenis jeruk mengandung hesperidin.Tidak harus jeruk buah, kita juga bisa memanfaatkan kulit jeruk nipis, jeruk lemon dan varietas jeruk lain,” tuturnya.(Den)

Skenario LOCKDOWN 8000 Positif COVID-19

One Be 3/28/2020
Skenario LOCKDOWN 8000 Positif COVID-19

Blogpendidikan.net - Pemerintah Indonesia mulai memperhitungkan berbagai skenario ringan hingga terburuk yang akan dilalui atas penyebaran wabah virus corona (COVID-19).
Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan Forum Komuikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta, skenario terburuk kasus positif virus tersebut bisa mencapai sekitar 6.000 - 8.000 orang.

"Skenario terburuk bisa mencapai 6.000 sampai 8.000 orang positif," kata Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono dalam konferensi pers yang digelar secara virtual melalui akun YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hasil analisis Forkopimda, simulasi tersebut bisa terjadi di wilayah DKI Jakarta. Apalagi, mayoritas kasus positif dari total kasus corona secara keseluruhan berada di wilayah Ibu Kota Negara.
Hingga jumat (27/3/2020),  sebanyak 1046 orang teridentifikasi positif corona, di mana total yang meninggal mencapai 87 orang dan sudah sembuh 46 orang. Bukan tidak mungkin, angka ini akan semakin bertambah ke depannya.

Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun sudah menyiapkan berbagai skenario, apabila jika skenario terburuk benar-benara terjadi. Lantas, seperti apa skenario maupun langkah yang akan dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran wabah virus corona?

Strategi Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya dalam rapat terbatas dengan topik pengarahan kepada seluruh gubernur menghadapi pandemik Covid-19 telah menyampaikan berbagai skenario yang disiapkan apabila wabah COVID-19 makin memburuk. "Beberapa skenario juga telah kita hitung, telah kita kalkulasi mengenai prediksi COVID-19 di Indonesia bulan April seperti apa, Mei seperti apa," kata Jokowi.

Berdasarkan kalkulasi yang telah dihitung pemerintah dengan mengukur daya tahan serta pendapatan masyarakat, ada beberapa sektor pekerjaan di sejumlah daerah yang akan terkena dampak dari virus corona.
"Saya berbicara skenario sedang saja misalnya untuk buruh, Nusa Tenggara Barat. Kalau skenario sedang, akan ada penurunan pendapatan kurang lebih 25% karena hitungan kita, kita mampu bertahan Juni - September," katanya.

Tak hanya buruh, para petani jika menggunakan skenario sedang akan mengalami penurunan pendapatan hingga 34% dengan daya tahan sampai November. Kondisi ini akan terjadi di Provinsi Kalimantan Barat.
"UMKM skenario sedang, yang berat di Kalimantan Utara dengan penurunan pendapatan sampai 36% dan kemampuan bertahan sampai Agustus - Oktober," katanya.
Khusus supir angkutan umum dan ojek, eks Gubernur DKI Jakarta itu menerangkan bahwa dengan skenario sedang akan terjadi penurunan pendapatan sampai 44%. Paling berat, akan terjadi di kepulauan Sumatera.

"Skenario buruk, sedang, ringan seperti apa dan saya kira kita ingin kita berada di skenario yang ringan dan kalau betul-betul sulit dibendung ya paling tidak kita masuk ke skenario sedang jangan sampai masuk ke skenario yang paling buruk," jelasnya

Berbagai langkah mitigasi pun telah dilakukan pemerintah pusat, seperti menjadikan Wisma Atlet Kemayoran sebagai rumah sakit darurat Covid-19. Tak hanya itu, hotel maupun asrama haji pun telah disiapkan jika rumah sakit tak lagi bisa menampung pasien positif. Pemerintah juga saat ini tengah menyiapkan rumah sakit khusus COVID-19 di Pulau Galang.

Strategi Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku elah berkoordinasi dengan Presiden Jokowi dalam penanganan COVID-19. Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu telah melaporkan bahwa Jakarta telah memiliki skema penanganan kritis.
"DKI Jakarta sudah menyiapkan skenario untuk menangani ketika kasusnya berjumlah 500, 1.000, bahkan sampai dengan 8.000 orang terkonfirmasi positif," ucap Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dalam keterangannya, Skenario yang disiapkan adalah dengan membagi 3 kelompok mereka yang terindikasi positif. Tiap kelompok dibedakan berdasarkan gejala yang dialami, dengan penanganan yang berbeda.

"Kelompok tersebut antara lain kelompok pertama, parah/kritis sebesar 8%. Kelompok kedua, berat sebesar 12%, dan kelompok ketiga, ringan sebesar 80%," ujarnya
"Dengan skenario itu, maka yang membutuhkan perawatan intensif adalah 20 persen pertama, yang 80 persen gejalanya ringan sehingga bisa menggunakan fasilitas yang relatif minim termasuk ke Wisma Atlet atau RS lain," jelasnya

"Tapi, yang 20 persen pertama akan membutuhkan fasilitas kesehatan lengkap (ventilator, bantuan oksigen, peralatan medis yang intensif) ini levelnya ICU dan IGD untuk 20 persen pasien yang masuk," ujarnya.

Perlukah Lockdown?
Ekonom dan Pendiri Indef Faisal Basri mengatakan, melihat kondisi seperti ini upaya social distancing yang digalakkan pemerintah masih kurang efektif. Covid 19 atau Corona ibarat musuh yang tidak terlihat.

"Dan satu-satunya cara hambat gerak musuh adalah membatasi ruang gerak musuh. Musuhnya kan kita tidak tahu, mudah-mudahan pemerintah ada data dan terbuka. Sebab kondisi amunisi kita rentan," ujar Faisal Basri dalam wawancara bersama podcast CNBC Indonesia.

Ia menerangkan, perang melawan corona yang dibutuhkan adalah ketersediaan tenaga medis, rumah sakit, APD, dan sarana medis lainnya. Namun melihat kondisi belakangan di mana dokter dan perawat mulai berguguran, akan kesulitan ke depan bagi pemerintah untuk mengobati. "Ini bukan kondisi normal, perlu lockdown terbatas," tegasnya.

Lockdown terbatas bisa disampaiken pemerintah dengan istilah lain yang tidak begitu menakuti publik, dengan definisi yang perlu juga dijelaskan secara rinci. Seperti apa-apa saja yang bisa dilakukan dan tidak bisa dilakukan warga selama lockdown terbatas ini berlangsung.

"Setidaknya satu bulan, awalnya dua minggu. Kalau selesai percayalah, gerak ekonomi bisa melonjak lagi. Karena dengan ini ada upaya isolasi musuh, dan musuh tidak bisa kemana-mana." Ia juga meyakini dengan kondisi geografis kepulauan, sangat menguntungkan pemerintah jika ingin lockdown karena sebagian besar wilayah Indonesia masih belum terdampak corona.

Berdasar data, pola yang kini terjadi di Indonesia juga dilihatnya mirip seperti Italia. Di mana sampai hari ke 20 masih belum ada penyebaran yang begitu luas, namun begitu masuk hari ke -50 karena tidak ada upaya lockdown langsung melonjak gila-gilaan. "Italia ekstrem, pemerintah tidak sanggup dan para dokter di sana juga mengobati dengan skala prioritas. Kita harus lebih waspada, karena masih jauh dari kondisi puncak tapi harus diantisipasi," jelasnya.

Indonesia, kata dia, masih punya waktu untuk mencegah terjadinya puncak kasus yang ekstrem.

"Yang kita bisa lakukan adalah lockdown terbatas, test kit sebanyak-banyaknya, persiapan logistik, APD untuk medis. Garda terdepan mesti paling dijaga karena paling utama hadang musuh."

Artikel ini telah tayang www.cnbcindonesia.com dengan judul; Jokowi-Anies & Skenario 8.000 Orang Positif Corona, Lockdown?
https://www.cnbcindonesia.com/news/20200327125451-4-147942/jokowi-anies-skenario-8000-orang-positif-corona-lockdown

Puluhan Ribu Kasus COVID-19 Tak Terdeteksi di Indonesia

One Be 3/28/2020
Puluhan Ribu Kasus COVID-19 Tak Terdeteksi di Indonesia

Blogpendidikan.net - Para peneliti dan ahli kesehatan dunia banyak menyoroti penanganan virus corona baru penyebab COVID-19. Bahkan peneliti prediksi puluhan ribu kasus virus corona di Indonesia tak terdeteksi.
London School of Hygiene And Tropical Medicine memprediksi bahwa sebenarnya Indonesia memiliki puluhan ribu kasus corona yang tidak terdeteksi.
Mengalihbahasakan dari The Guardian, para peneliti itu mengasumiskan bahwa kasus yang sudah dikonfirmasi di Indonesia yakni 1046 per Jumat (27/3/2020) adalah hanya dua persen dari kasus sebenarnya.

Artinya, ada lebih dari 30 ribuan kasus COVID-19 di Indonesia namun belum terdeteksi. Prediksi tersebut menurut The Guardian, didukung oleh berbagai alasan, antara lain:

Respon Terlambat dan Tes Minim
Sejauh ini, pemerintah telah melakukan tes pada 2.863 orang. Jumlah tes tersebut masih jauh dari angka demografi di Indonesia yang mencapai 264 juta jiwa.

Kelambatan merespon virus corona bisa terlihat ketika negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura sudah mulai bergerak sejak Februari. Sementara Indonesia melakukan tindakan responsif pada bulan Maret.

Sebelumnya, penelitian Harvard juga sempat menyatakan, bahwa ada kemungkinan virus corona tak terdeteksi muncul di Indonesia. Namun saat itu penelitian tersebut tidak digubris oleh Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.

Fasilitas Kesehatan
Akses ke layanan kesehatan berkualitas terbatas di hanya di provinsi. Analis Reuters menunjukkan, bahwa sistem kesehatan Indonesia secara signifikan kurang memiliki sumber daya yang baik dibandingkan dengan Italia atau Korea Selatan (negara dengan wabah besar).
Menurut data Kementerian Kesehatan, Indonesia memiliki 321.544 tempat tidur rumah sakit. Maka perbandingannya, yaitu hanya ada 12 tempat tidur untuk 10.000 orang

Data WHO pada 2017 juga menunjukkan, Indonesia hanya memiliki sumber daya dokter yang masih minim. Perbandingan antara dokter dan pasien mencapai 4:10.000 atau setiap dokter menanggung 2.500 orang.
Tak hanya soal sumber daya, The Guardian juga mencatat peralatan medis di Indonesia masih kurang. Bahkan para tenaga medis menggunakan jas hujan untuk menggantikan hazmat.

Sudah Menyebar ke Daerah
Menurut angka resmi, Ibu Kota Jakarta dengan penduduk sekitar 9,6 juta orang menjadi kota dengan penyebaran wabah terparah. Sayangnya, COVID-19 sudah mulai mewabah ke daerah-daerah lain.
Kasus demi kasus sudah menyebar ke Jawa Barat, Banten, DIY, Jawa Tengah, hingga Papua. Di Papua Barat, provinsi paling timur Indonesia, tiga kasus telah dikonfirmasikan sementara 35 orang telah diawasi karena memiliki gejala pneumonia dan telah melakukan kontak dengan pasien.

Kasus yang mulai terjadi di daerah-daerah, terutama di Indonesia bagian timur cukup mengkhawatirkan. Hal ini sempat dinyatakan oleh Muhammad Zulfikar Rahmat dan Dikanaya
Tarahita, dua peneliti Indonesia melalui South China Morning Post (SCMP).
Menurut mereka, kasus corona akan sulit terdeteksi di daerah timur Indonesia karena fasilitas medis yang kurang ditambah dengan kesadaran yang rendah. Daerah-daerah timur Indonesia adalah daerah dengan fasilitas kesehatan termiskin. Perbandingan dokter dan pasien sebesar 1 banding 6.250 padahal anjuran WHO adalah 1 dokter banding 600 warga.

Kapan Corona Berakhir?
Penasihat senior Direktur Jenderal WHO, Dr Bruce Aylward menyatakan, wabah virus corona COVID-19 masih sangat mungkin menyebar di berbagai penjuru dunia berbulan-bulan ke depan.
"Jika kembali melihat China, mereka mengidentifikasi virus pada awal Januari,  mereka melakukan segalanya, dan memperkirakan mungkin akhir Maret akan bebas dari corona, ya berarti 3 bulan ya," kata Bruce Aylward kepada Time.

Namun, kata dia, jangka waktu itu bisa berbeda jika negara-negara tidak setanggap China atau Korea Selatan.
"Sekarang kalau kita lihat Eropa, Amerika Utara dan Timur tengah, pertumbuhan kasusnya meningkat terus menerus. Negara-negara ini masih menghadapi tantangan selama berbulan-bulan ke depan," tambahnya.

Indonesia Mulai Berbenah
Pemerintah Indonesia mulai berbenah, muali dari menjadikan wisma atlet sebagai rumah sakit darurat corona. Alat-alat kesehatan yang diimpor dari China sudah mulai berdatangan pun dengan persiapan Avigan dan Klorokuin sebagai pengobatan.

Presiden Joko Widodo juga mengumumkan upaya pengujian besar-besaran di seluruh negeri, yaitu dengan Rapid Test. Kita hanya bisa berharap ini akan sesuai yang dijanjikan.
Kalau tidak bebenah, Indonesia mungkin kasus virus corona tidak terdeteksi akan lebih banyak lagi. (Suara.com/ Fita Nofiana).

Prediksi ITB, Penyebaran Virus Corona di Indonesia Bergeser

One Be 3/28/2020
Prediksi Penyebaran Virus Corona di Indonesia Bergeser

Blogpendiidkan.com - Peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) memprediksi, penyebaran Covid-19 di Indonesia akan mencapai puncak pada minggu kedua atau ketiga April dan berakhir akhir Mei atau awal Juni. Prediksi itu berdasar hasil simulasi dan pemodelan sederhana prediksi penyebaran Covid-19 yang dilakukan Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi (P2MS) ITB. Menurut Dr. Nuning Nuraini, S.Si, M.Si, salah satu tim peneliti yang melakukan simulasi tersebut, terjadi pergeseran hasil dari yang ramai dibicarakan sebelumnya. Dalam salah satu artikel yang dimuat di situs resmi ITB pada Rabu (18/3/2020) lalu, Nuning berkata bahwa hasil kajian menunjukkan penyebaran Covid-19 mengalami puncaknya pada akhir Maret 2020 dan berakhir pada pertengahan April 2020 dengan kasus harian baru terbesar berada di angka sekitar 600.

Nuning dan timnya menggunakan model Richard's Curve Korea Selatan karena sesuai dengan kajian Kelompok Pemodelan Tahun 2009 yang dibimbing oleh Prof. Dr. Kuntjoro A. Sidarto. Model tersebut terbukti berhasil memprediksi awal, akhir, serta puncak endemi dari penyakit SARS di Hong Kong tahun 2003. Model Richard’s Curve terpilih ini lalu mereka uji pada berbagai data kasus COVID-19 terlapor dari berbagai macam negara, seperti RRT, Iran, Italia, Korea Selatan, dan Amerika Serikat, termasuk data akumulatif seluruh dunia. Ternyata, secara matematik, ditemukan bahwa model Richard’s Curve Korea Selatan adalah yang paling cocok (kesalahannya kecil) untuk disandingkan dengan data kasus terlapor COVID-19 di Indonesia jika dibandingkan dengan model yang dibangun dari data negara lain (kesesuaian ini terjadi saat Indonesia masih memiliki 96 kasus). "Jadi begini, saat saya menuliskan hal tersebut saya melihat data update per tanggal 14 Maret 2020. Indonesia masih berada di titik 96, lalu difitting data dari beberapa negara yang saat itu sudah terlebih dahulu memiliki data, dan pelakukan penanganan pencegahan," kata Nuning kepada Kompas.com.

"Dari negara-negara tersebut, saat itu Korsel memiliki selisih data terbaik dibanding yang lain. Sehingga dipilih model data Korsel. Jadi kecocokannya dilihat dari selisih error perhitungan. Itu saja. Padahal Korea telah melakukan penanganan yang cukup massive," imbuhnya.

Hasil simulasi lewat model Richard's Curve dengan memasukkan data 14 Maret 2020 (dengan 96 kasus), tampak bahwa puncak penyebaran Covid-19 di Indonesia adalah akhir Maret 2020, kemudian diprediksi berakhir pada pertengahan April 2020.

Perhitungan simulasi berubah 
Namun karena kasus Covid-19 di Indonesia terus merangkak naik, perhitungan simulasi itu pun bergerak dan telah berubah. "Namun data saat ini juga bertambah dan terus naik, akibatnya dinamika dari data akan memengaruhi perhitungan parameter model kurva Richard yang berakibat juga pada perubahan proyeksi, baik dari sisi akumulasi dan juga puncak kasus," kata Nuning. Karena model proyeksi ini "hanya" berdasarkan informasi data akumulasi kasus saja, akibatnya kenaikan kasus akan menyebabkan perubahan proyeksi. "Puncak akan bergeser di sekitar minggu kedua atau ketiga April dan berakhir di akhir Mei atau awal Juni," ungkapnya. Namun perlu dicatat, Nuning mengatakan, hal ini bisa terwujud asal penanganan pencegahan dilakukan secara serius, sigap, dan disiplin oleh semua pihak mulai dari elemen individu, masyarakat sampai pada pemerintah dan berbagai instansi terkait. 

Apakah satu bulan setelah puncak, wabah berakhir? 
Nuning berkata, pemodelan matematika tidak bisa menjawab dan memastikan apakah satu bulan setelah puncak maka penyebaran berakhir. Dia berkata, puncak dan berakhirnya penyebaran sepenuhnya berkaitan dnegan banyak aspek. "Tentu saja selesai secepatnya itu harapan kita semua. Dan model tidak bisa menjamin hal itu," ungkapnya. Laporan tentang simulasi pemodelan penyebaran Covid-19 di Indonesia akan dimuat di jurnal asosiasi biomath Indonesia,Journal of Communication in Biomathematical Science (CBMS).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prediksi Penyebaran Corona di Indonesia Berubah, Berakhir Awal Juni", https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/23/115440523/prediksi-penyebaran-corona-di-indonesia-berubah-berakhir-awal-juni?page=2.

Penjelasan Lengkap Soal Penundaan Pembayaran Cicilan Terkait Virus Corona

One Be 3/27/2020
Penjelasan Lengkap Soal Penundaan Pembayaran Cicilan Terkait Virus Corona

Blogpendidikan.net - Bagaimana penjelasan lengkap tentang penundaan pembayaran cicilan bagi debitur terkait virus corona, dikutip dari laman finance.detik.com menjelaskan, bahwa Otoritas Jasa Keuangan telah mengeluarkan Peraturan OJK (POJK) No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional. Isinya akan diberikan perlakuan khusus kepada debitur yang mengalami kesulitan pembayaran utang ke bank karena terdampak wabah corona.

Dari kebijakan relaksasi itu yang paling banyak menarik perhatian tentunya tentang 'libur' bayar cicilan atau kredit kendaraan ataupun utang ke bank selama 1 tahun. Intinya OJK memberikan relaksasi terhadap beberapa jenis debitur.

Lalu yang dimaksud 'libur' bayar cicilan bukan berarti cicilan debitur itu dihilangkan, melainkan pembayarannya ditunda sampai dengan satu tahun. Artinya jumlah kewajiban masih tetap sama.
Berikut rangkuman kebijakan OJK terkait Stimulus Perekonomian Nasional:
Perlakuan khusus kepada debitur yang mengalami kesulitan pembayaran utang ke bank karena terdampak wabah corona dengan nilai pinjaman di bawah Rp 10 miliar. Menurut keterangan OJK, debitur yang dimaksud juga termasuk pelaku UMKM yang terdampak penyebaran COVID-19 baik secara langsung maupun tidak langsung. Adapun sektornya antara lain pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pengolahan, pertanian, dan pertambangan.

Dalam POJK ini jelas diatur bahwa pada prinsipnya bank dapat melakukan restrukturisasi untuk seluruh kredit atau pembiayaan kepada seluruh debitur, termasuk debitur UMKM. Sepanjang debitur-debitur tersebut teridentifikasi terdampak COVID-19. Pemberian perlakuan khusus tersebut tanpa melihat batasan plafon kredit/pembiayaan.

Untuk mekanismenya, setiap utang atau pembiayaan direstrukturisasi oleh bank atau perusahaan pembiayaan dapat ditetapkan lancar apabila diberikan kepada debitur yang teridentifikasi terkena dampak penyebaran COVID-19.

Restrukturisasi kredit/pembiayaan dilakukan mengacu pada POJK mengenai penilaian kualitas aset, antara lain dengan cara:
a. penurunan suku bunga
b. perpanjangan jangka waktu
c. pengurangan tunggakan pokok
d. pengurangan tunggakan bunga
e. penambahan fasilitas kredit/pembiayaan
f. konversi kredit/pembiayaan menjadi Penyertaan Modal Sementara.

Berbagai skema tersebut diserahkan sepenuhnya kepada bank dan sangat tergantung pada hasil identifikasi bank atas kinerja keuangan debitur ataupun penilaian atas prospek usaha dan kapasitas membayar debitur yang terdampak COVID-19.

Jangka waktu restrukturisasi juga sangat bervariasi tergantung pada assessment bank terhadap debiturnya dengan jangka waktu maksimal 1 tahun.

OJK menjelaskan, kelonggaran membayar cicilan selama 1 tahun tersebut mengacu pada jangka waktu restrukturisasi yang diatur dalam POJK Stimulus.
Kelonggaran cicilan yang dimaksud lebih ditujukan pada debitur kecil antara lain sektor informal, usaha mikro, pekerja berpenghasilan harian yang memiliki kewajiban pembayaran kredit untuk menjalankan usaha produktif mereka.

Misalkan pekerja informal yang memiliki tagihan kepemilikan rumah dengan tipe tertentu atau program rumah sederhana, pengusaha warung makan yang terpaksa tutup karena ada kebijakan WFH.

Relaksasi dengan penundaan pembayaran pokok sampai dengan 1 tahun tersebut dapat diberikan kepada debitur yang diprioritaskan. Dalam periode 1 tahun tersebut debitur dapat diberikan penundaan/penjadwalan pokok dan/atau bunga dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan ataupun asesmen bank/leasing misal 3,6,9, atau 12 bulan.

Kebijakan itu juga termasuk untuk cicilan kendaraan di leasing dan teruang di POJK. Namun OJK sedang melakukan finalisasi bentuk produk hukum setelah melakukan koordinasi dengan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia agar penerapannya tidak menimbulkan moral hazard.

Pelaksanaan restrukturisasi ini diprioritaskan untuk debitur yang memiliki itikad baik dan terdampak akibat covid. 

Jika ingin mendapatkan fasilitas tersebut berikut beberapa hal penting yang wajib diketahui:

  1. Debitur wajib mengajukan permohonan restrukturisasi melengkapi dengan data yang diminta oleh bank/leasing yang dapat disampaikan secara online (email/website yang ditetapkan oleh bank/leasing) tanpa harus datang bertatap muka.
  2. Bank/Leasing akan melakukan assessment antara lain terhadap apakah debitur termasuk yang terdampak langsung atau tidak langsung, historis pembayaran pokok/bunga, kejelasan penguasaan kendaraan (terutama untuk leasing).
  3. Bank/Leasing memberikan restrukturisasi berdasarkan profil debitur untuk menentukan pola restrukturisasi atau perpanjangan waktu, jumlah yang dapat direstrukturisasi termasuk jika masih ada kemampuan pembayaran cicilan yang nilainya melalui penilaian dan/atau diskusi antara debitur dengan bank/leasing. 
Hal ini tentu memperhatikan pendapatan debitur yang terdampak akibat covid-19. Informasi persetujuan restrukturisasi dari bank/leasing disampaikan secara online atau via website bank/leasing yang terkait.

OJK meminta debt collector untuk menghentikan sementara untuk menarik kendaraan. Hal itu bagian dari tuntutan agar segera bisa membantu masyarakat yang terdampak langsung.
Namun, OJK mengingatkan apabila debitur memiliki tunggakan, jangan pura-pura diam. Debitur harus proaktif untuk mengajukan restrukturisasi tunggakannya. Karena kalau diam atau menghindar, berarti memang ada kewajiban yang masih harus ditunaikan.

"Karena mungkin masyarakat ada yang lupa kalau memiliki tunggakan, sehingga perusahaan harus menurunkan debt collector. Betul ada relaksasi untuk pembayaran ini, namun demikian, OJK juga mengharapkan kerja sama dari seluruh masyarakat untuk secara bertanggung jawab bisa memanfaatkan ini," bunyi keterangan OJK.

OJK juga saat ini tengah investigasi karena adanya beberapa debt collector yang melakukan penagihan di luar sepengetahuan dari perusahaan leasing.
Jika hal itu terjadi, OJK menyarankan agar debitur menyampaikan kepada debt collector bahwa akan mengurus restrukturisasinya dan bisa disampaikan ke perusahaan leasing.
Semoga penjelasan ini bermanfaat dan tidak salah pemahaman lagi. 
#Tetapdirumah #Jagajarak #Jagakesehatan

Sumber; https://finance.detik.com

Aplikasi Belajar Online; Telkomsel, XL Axiata dan Indosat Gratiskan Kuota Untuk Guru, Dosen dan Siswa

One Be 3/27/2020
Aplikasi Belajar Online; Telkomsel, XL Axiata dan Indosat Gratiskan Kuota Untuk Guru dan Siswa

Blogpendidikan.net - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus memperbesar dukungan mitra swasta guna menyukseskan pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan platform teknologi selama masa darurat Coronavirus Disease (Covid-19) yang saat ini tengah terjadi. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengapresiasi kinerja yang telah dilaksanakan Kemendikbud dan juga dukungan sektor swasta dalam merespon arahan Presiden untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah.

"Saya sangat menghargai kerja keras teman-teman Kemendikbud dan juga dukungan para operator telekomunikasi yang telah memfasilitasi kegiatan belajar-mengajar jarak jauh secara daring (dalam jaringan) dengan memberikan akses internet gratis kepada pelajar, guru, dan dosen. Subsidi data yang diberikan operator telekomunikasi sangat membantu pelajar maupun pendidik untuk belajar, sehingga tetap produktif di rumah,"

Mendikbud mengakui besarnya tantangan pembelajaran daring dalam darurat Covid-19. Dalam situasi yang tidak mudah ini, tidak semua pembelajaran daring yang dilakukan sekolah akan optimal.

Memang tidak semua daerah punya akses smartphone ataupun koneksi internet yang baik. Jadi ini merupakan suatu hal yang menantang. Tetapi kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama ke depan memastikan sekolah bisa menyelenggarakan pembelajaran daring.

Saya yakin dengan gotong royong antara semua pihak, kita dapat melalui masa sulit ini bersama-sama.

Baca Juga; 

Mengejutkan Dunia, Ternyata Virus Corona Tetap Hidup di Paru-paru Korban Yang Sudah Meninggal

Daftar Sekolah Penerima DANA BOS Tahap 1 Gelombang ke 2

Masyarakat dapat menemukan berbagai aplikasi pembelajaran daring yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran di rumah. Kemudian ada surat edaran, panduan, serta kumpulan informasi, video, dan infografik yang dapat membantu edukasi pencegahan penularan Covid-19.

Ahmad Al-Neama, Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo mengatakan pihaknya sangat memahami meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk berinteraksi secara daring atau digital sebagai dampak penerapan pembatasan sosial (social distancing) untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Kami memberikan kuota gratis 30GB yang dapat digunakan untuk mengakses platform belajar online sehingga mereka tetap semangat belajar meskipun dari rumah. Ini saatnya bagi semua pihak untuk bergotong royong dan bekerja bersama untuk mematuhi kebijakan pemerintah guna memperlambat penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Lebih lanjut, Ahmed menjelaskan kuota internet gratis ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengakses ke lebih dari 60 platform e-learning dan situs-situs resmi dari Universitas-universitas di Indonesia agar mahasiswa dan dosen tetap dapat melanjutkan proses perkuliahan selama masa tanggap darurat COVID-19 berlangsung, tanpa menghabiskan kuota internet mereka. Indosat Ooredoo juga bekerjasama dengan lembaga pendidikan yang menggunakan solusi Indosat Ooredoo Business dengan menyediakan tambahan kapasitas bandwidth secara gratis, untuk layanan internet dedicated yang ada saat ini untuk mendukung kelancaran perkuliahan daring.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan Telkomsel juga mengambil peran sebagai connectivity enabler dengan mengoptimalkan aset-asetnya untuk menjaga semua elemen masyarakat dapat tetap terhubung dan menjaga produktivitasnya di segala sektor kehidupan. Pada sektor pendidikan, menyusul imbauan Presiden Joko Widodo untuk mendorong proses belajar dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa, Telkomsel menggandeng beberapa aplikasi e-learning untuk menghadirkan Paket Bebas Akses Ilmupedia hingga 30GB tanpa biaya bagi pelanggan prabayar maupun paskabayar Telkomsel untuk mengakses platform belajar daring. Saat ini sebanyak 39 learning management system (LMS) perguruan tinggi telah terkoneksi dengan Ilmupedia dan menyusul LMS dari 92 perguruan tinggi lain dalam waktu dekat.

Upaya ini merupakan bentuk gotong royong kami untuk memudahkan akses pembelajaran bagi pelajar, guru, dosen dan orang tua. Karena kami memahami proses belajar harus tetap terjaga di masa sulit seperti ini sekalipun, sembari menjelaskan bahwa pihaknya juga telah menyiagakan tambahan kapasitas jaringan di sejumlah wilayah yang memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh.

Sementara itu, Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, mengatakan para pelanggan XL Axiata yang merupakan mahasiswa, pelajar, ataupun dosen dan guru juga bisa memanfaatkan kuota gratis 2GB/hari untuk mengakses sejumlah aplikasi atau layanan data yang bisa membantu belajar atau bekerja dari rumah. 
Program ini dilaksanakan mulai tanggal 18 s.d. 31 Maret 2020. Pelanggan dapat mengakses materi kuliah daring yang disediakan kampus atau sejumlah aplikasi edutech yang telah berkolaborasi. Sebanyak 14 perguruan tinggi telah terlibat dan menyusul segera untuk aplikasi learning management system (LMS) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) yang menaungi e-learning dari 242 Perguruan Tinggi.

"Sesuai dengan bidang kompetensi kami. Kami memahami masyarakat membutuhkan akses data dan internet untuk tetap bisa beraktivitas belajar dan bekerja secara produktif dari rumah. Program ini kami buat secepatnya dan mencakup apa saja yang paling dibutuhkan masyarakat. Kami juga akan terus memantau perkembangan yang ada untuk bisa mengetahui apa lagi yang kira-kira bisa kami support selanjutnya,” ungkap Dian.

Selain Indosat, Telkomsel, dan XL Axiata, Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbud juga mencatat dukungan operator Tri Indonesia dan Telkom dalam penyediaan subsidi data untuk mengakses berbagai aplikasi maupun situs pembelajaran. Subsidi ini dimaksudkan agar para pelajar dan pendidik dapat terus produktif di masa darurat Covid-19.

Berikut Penyedia Layanan Gratis Telkomsel, XL Axiata dan Indosat ;

1. Telkomsel; https://bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id/telkomsel/
Dapatkan akses layanan aplikasi Quipper, Zenius, Cakap, Bahaso, Sekolah.mu, dan beberapa website e-learning kampus dengan mengaktifkan paket ilmupedia. Nikmati pula voucher diskon Quipper, English Club Cakap atau General English Bahaso setelah mengaktifkan paketnya.

2. XL Axiata ; https://bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id/xl-axiata/
Untuk semua pelanggan XL Axiata kamu bisa menikmati bebas akses ke portal belajar online, website pemerintah, Microsoft Office 365 dan layanan online lainnya dengan kuota 2GB per hari selama program ini berjalan.

3. Indosat Ooredoo : https://bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id/indosat-ooredoo/
Indosat Ooredoo melalui IM3 Ooredoo mendukung para pelajar dan mahasiswa untuk belajar online di rumah dengan memberikan akses data gratis ke sebagian besar portal online universitas di Indonesia, serta akses data pendaftaran ke platform belajar online terpopuler di Asia Tenggara, Ruangguru, Quipper, Sekolahmu.com dan Rumah Belajar. 
Termasuk juga dalam program ini adalah gratis kuota 30GB untuk mengakses aplikasi belajar online bagi setiap pengguna IM3 Ooredoo, yang dapat digunakan selama 30 hari sejak aktivasi melalui aplikasi myIM3 atau *123*369#. Kuota gratis ini juga akan dapat digunakan untuk mengakses lebih dari 60 platform e-learning resmi dan situs web universitas di Indonesia.