Showing posts with label Virus Corona. Show all posts
Showing posts with label Virus Corona. Show all posts

Presiden Amerika Donald Trump Umumkan Dirinya Dinyatakan Positif CORONA

Admin 10/02/2020
Presiden Amerika Donald Trump Umumkan Dirinya Dinyatakan Positif CORONA

BlogPendidikan.net
- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dinyatakan terinfeksi virus corona Hal itu diungkapkan Trump melalui akun Twitter resminya.

"Malam ini, @FLOTUS dan saya dinyatakan positif Covid-19. Kami akan segera memulai proses karantina dan pemulihan. Kami akan melewati ini BERSAMA!," cuit Trump, Jumat (2/10).

Sebelumnya diketahui bahwa Trump dan Melania dikabarkan akan menjalani karantina setelah seorang penasihat kepresidenan yang dekat dengannya, Hope Hick, dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

"Ibu Negara dan saya sedang menunggu hasil tes kami. Sementara itu, kami akan memulai proses karantina kami," cuit Trump di Twitter sebelum hasilnya keluar.

Trump dan istri diketahui telah menjalani tes corona pada hari Kamis (1/10) malam waktu setempat dan berharap hasilnya bisa keluar paling lambat Jumat pagi.

Sebelumnya, penasihat kepresidenan Trump, Hope Hicks, dinyatakan terinfeksi Covid-19.

Pejabat administrasi Gedung Putih yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan Hope mulai merasakan gejala ringan saat perjalanan pulang dengan pesawat usai menghadiri kampanye di Minnesota pada Rabu (30/9) malam.

Sejak itu Hope dikarantina. Kemudian wanita itu dinyatakan positif terinfeksi virus corona pada Kamis (1/10) pagi. Hope cukup intens bersama Trump selama satu pekan terakhir. Selain bersama Trump ke Minnesota, dia juga mendampingi ke debat calon presiden pada Selasa (29/8) malam.

Sejak corona muncul di AS awal tahun ini, Trump kerap meremehkan dan menolak mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi. Dia sering terlihat tidak mengenakan masker di muka umum dan abai pada anjuran jaga jarak. Trump bahkan sempat mengadakan kampanye dalam ruangan tertutup yang mengundang ribuan orang.

Virus corona masih merajalela di Negeri Paman Sam. Teranyar lebih dari enam juta orang di AS telah terinfeksi, dan 200 ribu orang meninggal dunia. Trump sendiri kini berusia 74 tahun. Jika menilik beberapa penelitian maka dia termasuk dalam kelompok rentan.

Gedung Putih saat ini dilaporkan mulai memperketat protokol kesehatan. Siapapun yang akan berada di dekat presiden atau wakil presiden dites virus corona setiap hari, termasuk wartawan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS merekomendasikan orang-orang yang telah melakukan kontak dekat dengan seseorang yang positif untuk menjalani karantina selama 14 hari.

Sumber: CNNIndonesia.com

Muhadjir Effendy: Guru dan Dosen Menjadi Prioritas Utama Penerima Vaksin COVID-19

Admin 9/29/2020
Muhadjir Effendy: Guru dan Dosen Menjadi Prioritas Utama Penerima Vaksin COVID-19

BlogPendidikan.net
- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan dosen dan guru akan menjadi salah satu prioritas penerima vaksin Covid-19 periode pertama yang diimpor dan atau diproduksi di Indonesia.

Vaksin diprediksi sudah bisa didistribusikan paling cepat akhir 2020 atau awal 2021 dan akan diberikan kepada kurang lebih 147 juta masyarakat di seluruh Indonesia.


"Para dosen, guru merupakan prioritas untuk penerima vaksin pertama," kata Muhadjir saat memberikan kuliah umum secara virtual kepada Mahasiswa Universitas Negeri Malang, yang diakses melalui akun YouTube resmi UMY, Senin (28/9).

Muhadjir mengatakan dalam periode pertama vaksinasi ini tidak semua warga mendapat vaksin. Hanya saja, kata dia, kurang lebih dipastikan 147 juta warga akan diberi vaksin guna memberi kekebalan tubuh terhadap virus yang disebut-sebut berasal dari Wuhan, China ini.


Selain itu, ia berharap mahasiswa bersedia menjadi relawan dalam mendistribusikan vaksin ke berbagai daerah. Sebab dari 147 juta warga yang harus divaksin, mereka tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Ketika vaksin kira-kira akhir tahun sudah akan datang, kita sudah mengimpor vaksin disamping akan memproduksi vaksin dalam negeri, itu nanti relawannya juga para mahasiswa kita harapkan membantu proses vaksinasi," katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah meminta jajaran pembantunya untuk segera membuat perencanaan produksi vaksin virus corona.


Jokowi ingin perencanaan vaksin dilakukan dalam waktu dua minggu ke depan. Ia meminta perencanaan itu disusun secara terperinci agar saat pelaksanaan dapat berjalan lancar.

"Saya minta untuk rencana vaksinasi, suntikan vaksin direncanakan detail seawal mungkin. Saya minta dalam dua minggu ini sudah ada perencanaan yang detail," ucap Jokowi saat membuka rapat terbatas soal Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden.


Pemerintah saat ini tengah mengembangkan vaksin untuk menanggulangi wabah Covid-19 yang semakin memburuk di Indonesia. Pengembangan vaksin pemerintah ini dilakukan baik secara mandiri maupun kerja sama dengan negara lain.

PT Bio Farma (Persero) bekerja sama dengan perusahaan China, Sinovac dan masih menjalani uji coba tahap ketiga vaksin Covid-19.

Lalu, PT Kimia Farma (Persero) dan PT Indo Farma (Persero) dengan perusahaan teknologi kesehatan asal Uni Emirat Arab, G42. Secara mandiri, Indonesia juga tengah mengembangkan vaksin lewat LBME Eijkman. (Sumber: CNNIndonesia.com)

Covid-19 Meroket, Bertambah 4.634 Orang Dalam 24 Jam

Admin 9/24/2020
Covid-19 Meroket, Bertambah 4.634 Orang Dalam 24 Jam

Blogpendidikan.net
- Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa penularan virus corona saat ini masih terjadi di masyarakat. Akibatnya, jumlah kasus Covid-19 masih terus bertambah hingga hari ini, Kamis (24/9/2020). Bahkan, jumlah kasus baru Covid-19 masih tercatat di angka yang mengkhawatirkan, yaitu bertambah lebih dari 4.000 kasus. 

Berdasarkan data pada Kamis ini pukul 12.00 WIB, diketahui ada penambahan 4.634 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir,

Ini merupakan rekor tertinggi terkait penambahan jumlah pasien Covid-19 dalam sehari. Penambahan itu menyebabkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 262.022 orang, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Informasi ini diungkap Satgas Covid-19 melalui data yang disampaikan kepada wartawan pada Kamis sore. Data juga bisa diakses publik melalui situs Covid19.go.id dan Kemkes.go.id, dengan update setiap sore.

Pasien sembuh dan meninggal 

Pemerintah menumbuhkan harapan dengan memperlihatkan data jumlah pasien Covid-19 yang terus bertambah. Dalam sehari, ada penambahan 3.895 pasien Covid-19 yang dianggap sembuh dan tidak lagi terinfeksi virus corona. 

Mereka dinyatakan sembuh berdasarkan pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) yang memperlihatkan hasil negatif virus corona. Sehingga, total pasien Covid-19 yang sembuh mencapai 191.853 orang.

Akan tetapi, kekhawatiran mengenai ancaman Covid-19 semakin terlihat dengan angka kematian yang meningkat pesat, bahkan kini melewati 10.000 orang. Pada periode 23 - 24 September 2020, ada penambahan 128 pasien Covid-19 yang meninggal dunia. 

Sehingga, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia kini mencapai 10.105 orang. Bahkan, dalam tiga hari terakhir, tercatat pasien Covid-19 yang meninggal berjumlah 428 orang. Selain kasus positif, pemerintah juga mengungkap bahwa saat ini ada 110.910 orang berstatus suspek. 

Data spesimen 

Sebanyak 4.634 kasus baru Covid-19 itu didapatkan setelah pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap 42.564 spesimen dalam sehari. Jumlah ini melampaui target 30.000 spesimen dalam sehari yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. 

Pada periode yang sama, diketahui ada 34.786 orang yang diambil sampelnya. Total, pemerintah sudah melakukan pemeriksaan 3.074.814 spesimen terhadap 1.834.349 orang yang diambil sampelnya. Dengan catatan, satu orang bisa diambil sampelnya lebih dari satu kali.

Hingga saat ini kasus Covid-19 sudah tercatat di semua provinsi di Tanah Air, dari Aceh hingga Papua. Secara khusus, ada 494 kabupaten/kota dari 34 provinsi yang terdampak penularan virus corona. Ini berarti lebih dari 96 persen wilayah di Indonesia sudah terdampak pandemi Covid-19.

Baru Satu Sekolah Saja, Sudah 8 Guru Terpapar Virus CRONA

Admin 8/20/2020
Baru Satu Sekolah saja, Sudah 8 Guru Terpapar Virus CRONA

BlogPendidikan.net
- Kasus Covid-19 di Kalimantan Barat bertambah 15 kasus, Kamis (20/8/2020). Dari 15 kasus tersebut, delapan di antaranya merupakan guru di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Total sampai saat ini ada 10 guru yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan semuanya berada di Kabupaten Mempawah. 

"Mempawah potensi jadi zona merah. Bilang ke ibu bupati, baru satu sekolah saja sudah delapan orang positif dan itu guru," kata Kapala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson kepada wartawan, Kamis.


Untuk itu Harisson meminta Pemerintah Kabupaten Mempawah tidak lengah dan terus melakukan testing, tracing, dan sosialisasi protokol kesehatan Covid-19. Selain kasus positif, juga ada 14 orang dinyatakan sembuh.

Mereka masing-masing berasal dari Kabupaten Landak berjumlah enam orang, Kabupaten Ketapang tiga orang, Kota Pontianak tiga orang; Kabupaten Kapuas Hulu satu orang, dan Kabupaten Kubu Raya satu orang. 


"Kemudian ada 105 orang yang hasil uji swabnya negatif," ujar Harisson. Sampai dengan Kamis, di Kalbar terdapat 471 kasus positif Covid-19. Dari angka itu, 424 orang dinyatakan sembuh, enam meninggal, dan sisanya masih menjalani perawatan. "Tingkat kesembuhan 90,02 persen," ujar Harisson.

Artikel ini juga telah tayang di Kompas.com

Baru Sehari Belajar Tatap Muka, 3 Sekolah Tutup Lagi, 6 Guru Terpapar CORONA

Admin 8/15/2020
Baru Sehari Belajar Tatap Muka, 3 Sekolah Tutup Lagi, 6 Guru Terpapar CORONA

BlogPendidikan.net
- Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, menutup kembali sekolah tingkat menengah pertama setelah satu hari belajar secara tatap muka.

Kebijakan penutupan kembali terpaksa diambil Pemerintah Kota Padang Panjang, menyusul ditemukannya kasus baru Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Panjang, M. Ali Thabrani, berdasarkan informasi dari Gugus Tugas COVID-19 Sumatera Barat, ada enam warga Padang Panjang yang terkonfirmasi positif COVID-19. Keenamnya adalah guru sekolah dengan rincian, empat guru SMPN 4 dan dua guru SMPN 3 Kota Padang Panjang.


Keenam guru itu diketahui positif COVID-19 setelah pengambilan swab pada sekolah SMP sebelum pembelajaran tatap muka dilakukan.

"Enam orang guru ini diketahui positif dari hasil swab tes gelombang kedua. Di SMPN 4 Kota Padang Panjang terkonfirmasi positif satu guru perempuan dan tiga guru laki-laki. Sedangkan yang dari SMPN 3 Kota Padang Panjang terdapat dua orang yang positif. Mereka adalah mahasiswa praktik lapangan yang berasal dari UNP," ujar M. Ali Thabrani, Jumat, 14 Agustus 2020.

Menurut Ali, guru perempuan yang dimaksud setelah menjalani swab tes belum pernah masuk ke kelas untuk mengajar ataupun bertatap muka dengan pelajar. Sementara tiga orang laki-laki yang dimaksud terdiri dari, satu guru perpustakaan dan dua guru mata pelajaran.

"Dua orang guru mata pelajaran ini sudah pernah masuk kelas dan bertatap muka dengan para siswa, namun tidak kontak erat dengan siswa-siswi. Karena sekolah memberlakukan peraturan pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat," kata Ali. 

Saat ini, keenam orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu menjalani perawatan isolasi di RSUD Kota Padang Panjang.

Sebagai langkah pencegahan lanjutan, kata Ali, maka kegiatan belajar tatap muka di SMPN 4, SMPN 3, dan SMPN 2 Kota Padang Panjang untuk sementara waktu dihentikan. SMPN 2 sebelumnya digunakan sebagai tempat tes swab.

Sementara itu, SMPN 1, SMPN 5, SMPN 6 Padang Panjang dan SMP swasta lainnya, tetap melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka seperti yang direncanakan, dengan 50 persen melalui daring dan 50 persen melalui luring..

"Kami berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan COVID-19 yang telah ditetapkan. Kita berharap proses pembelajaran dapat berjalan lancar sesuai keinginan kita semua," tuturnya. (*)

Artikel ini juga telah tayang di viva.co.id

Astaga, Ratusan Pelajar dan Guru Positif Corona, Klaster Penyebaran Virus di Sekolah Bermunculan

Admin 8/13/2020
Astaga, Ratusan Pelajar dan Guru Positif Corona, Klaster Penyebaran Virus di Sekolah Bermunculan

BlogPendidikan.net
- Pemerintah mesti lebih bijak. Baru beberapa hari siswa bersekolah di zona hijau dan kuning, sudah muncul klaster.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, setidaknya puluhan siswa dari berbagai daerah Indonesia dinyatakan positif Covid-19 pasca dikeluarkannya izin belajar tatap muka di sekolah.

Padahal, menurut Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti, belum genap satu bulan izin tatap muka di sekolah diberikan. Ia bahkan sudah mengatongi rincian data siswa terpapar korona itu.


"Di Jawa Timur, 51 santri positif Covid-19, di Pondok Pesantren Gontor 2 Ponorogo. Kemudian ada lima guru Ponpes di Karawaci, Kota Tangerang, Banten (positif covid-19)," kata Retno di Jakarta, Rabu, 12 Agustus.

Berdasarkan catatan KPAI, sebanyak 35 santri Ponpes Sempon, Jawa Tengah juga dinyatakan positif korona. Hal yang sama dialami 35 santri ponpes di Kecamatan Margoyoso, dan satu siswa di Tegal.

"Di Jawa Timur seorang guru SD di Lumajang yang sempat melakukan aktivitas guru sambang atau kunjung, juga dinyatakan positif korona," ujarnya.

Sebanyak 38 pembina dan seorang santri di Pondok Pesantren Parbek, Agam, Sumatra Barat, juga positif Covid-19 usai pesantren dibuka. Seorang guru dan seorang operator sekolah di Pariaman, Sumbar, juga terinfeksi.

"Sekolah di Pariaman ini, buka sekolah 13 Juli 2020, dan ditutup kembali 20 Juli 2020," imbuhnya.

Sementara itu, di Kalimantan Barat, pihaknya juga menemukan kasus baru. Sebanyak delapan guru dan 14 pelajar dinyatakan terinfeksi dari hasil pemeriksaan rapid test sebelum membuka sekolah.

Pengetesan massal itu dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka persiapan pembukaan sekolah. Beruntung, pihak Pemda belum memberi izin sekolah untuk kembali menggelar tatap muka.

"Pembukaan sekolah di berbagai sekolah di zona hijau sebelumnya, tidak didahului dengan pemeriksaan rapid test terhadap seluruh guru dan sampel siswa. Padahal tes ini penting sebagai upaya pencegahan," tuturnya.

Menurut Retno, kasus-kasus tersebut menunjukkan bukti bahwa pembukaan sekolah tanpa adanya persiapan yang jelas. Hal itu akan sangat membahayakan kesehatan. Utamanya, keselamatan anak-anak, guru, kepala sekolah, dan warga sekolah lainnya.

"Penyiapan tidak hanya urusan infrastruktur seperti wastafel, sabun, disinfektan dan lain-lain, namun juga perlu nyiapkan kenormalan baru saat pembelajaran tatap muka akan dilakukan," katanya.

Retno berharap, keputusan pemerintah mengizinkan pembukaan sekolah pada zona kuning harus disertai persiapan yang matang. Persiapan sekolah yang tidak maksimal dalam pemenuhan kriteria pencegahan Covid-19 akan berpotensi membahayakan anak.

"Melindungi anak bukan dengan zona, tapi dengan persiapan pencegahan bahaya penularan yang ketat. Oleh karena itu, KPAI telah mulai melakukan pengawasan langsung kesiapan sekolah di zona apapun untuk melakukan pembelajaran tatap muka," terangnya. (*)

Artikel ini juga telah tayang di fajar.co.id

Baru Persiapan Belajar Tatap Muka, 8 Orang Guru dan 14 Siswa Terpapar COVID-19

Admin 8/10/2020
Baru Persiapan Belajar Tatap Muka, 8 Orang Guru dan 14 Siswa Terpapar COVID-19
BlogPendidikan.net
- Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menunda kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Hal ini dikarenakan ada 23 warga sekolah yang terkonfirmasi atau positif Covid-19.

"Jadi, jumlah guru yang positif Covid-19 ada delapan orang, satu orang pendamping lab di SMA, untuk siswa ada 14 orang yang positif Covid-19," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson Mkes, Senin (10/8/2020).

Ia menerangkan, pelajar dan guru serta pendambing lab (warga sekolah) yang terkonfirmasi Covid-19 ini dominan berasal dari luar Kota Pontianak. Mereka yang dinyatakan positif Covid-19 ini setelah hasil laboratorium uji swabs-nya keluar.


"Jadi, untuk mempersiapkan proses belajar mengajar tatap muka, Dinkes Kalbar dan dibantu dinkes kabupaten/kota melakukan swabs dan rapid test terhadap guru dan pelajar di Kalimantan Barat," jelasnya.

Harisson merinci, ada 604 sample swabs dari guru dan petugas sekolah lainnya yang dimasukkan ke laboratorium RS Untan Pontianak. "Hasilnya, ada delapan guru yang positif Covid-19. Serta 1 orang pendamping laboratorium di SMA. Jadi, persentasenye 1,5 persen," jelas Harisson.

Sedangkan untuk murid, ada 495 sampel swabs yang diperiksa di RS Untan. "14 murid diantaranya, dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Persentasenya, 2,8 persen dari murid," terangnya.

Lanjut Harisson menerangkan, pihaknya akan melakukan kontak tracing kepada keluarga dan orang terdekat para pasien ini. "Kita akan ambil swabs-nya dan diperiksakan di RS Untan," tuturnya.

Harisson menegaskan, para pasien ini tertular dari transmisi lokal atau masyarakat sekitar. "Masyarakat kan sekarang sudah melakukan aktivitas seperti biasa. Tapi terkadang tidak menerapkan protokol kesehatan. Ini yang meningkatkan risiko untuk tertular," terangnya.


Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji akan membuat kebijakan belajar tatap muka yang mulai 1 Agustus 2020. Sebelum proses belajar mengajar dimulai terlebih dahulu pelajar dan guru menjalani swab test.

"Kita swab seluruh guru, jika hasilnya di bawah 3 persen sekolah tetap dilanjutkan. Jika ada yang positif, sekolah dan belajar kita tutup dulu sementara," tuturnya. (Sumber; news.okezone.com)

Semakin Mengkhawatirkan, Hari ini Bertambah 2.473, Kasus COVID-19 di Indonesia Mencapai 121.226

Admin 8/07/2020
Semakin Mengkhawatirkan, Hari ini Bertambah 2.473, Kasus COVID-19 di Indonesia Mencapai 121.226
BlogPendidikan.net
- Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memberikan data terbaru mengenai perkembangan jumlah kasus dan data pasien penyakit yang disebabkan virus corona di Indonesia.

Data Satgas Covid-19 memperlihatkan bahwa penularan virus corona masih terjadi di masyarakat hingga Jumat (7/8/2020). Hal ini menyebabkan jumlah kasus Covid-19 terus bertambah. 

Data hingga Jumat pukul 12.00 WIB memperlihatkan ada penambahan 2.473 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Penambahan itu menyebabkan kini ada 121.226 kasus Covid-19 di Tanah Air, terhitung sejak kasus pertama yang diumumkan pada 2 Maret 2020.


Informasi ini disampaikan Satgas Covid-19 melalui situs Covid19.go.id yang di-update pada Jumat sore. Sebanyak 2.473 kasus baru itu didapatkan setelah pemerintah melakukan pemeriksaan 30.159 spesimen dari 15.599 orang yang diambil sampelnya dalam sehari. 

Pemerintah secara akumulasi sudah melakukan pemeriksaan 1.663.315 spesimen dari 951.910 orang yang diambil sampelnya. Artinya, satu orang bisa menjalani lebih dari satu kali pemeriksaan spesimen.

Pasien sembuh dan meninggal Meski jumlah kasus terus bertambah, pemerintah menumbuhkan harapan dengan kabar bahwa semakin banyak pasien Covid-19 yang sembuh. 

Data yang sama memperlihatkan bahwa ada penambahan 1.912 pasien Covid-19 yang sembuh. 

Mereka dinyatakan sembuh setelah dua kali pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) memperlihatkan hasil negatif virus corona. Sehingga, total pasien Covid-19 yang sembuh kini mencapai 77.557 orang. Angka ini mencapai 64 persen dari keseluruhan kasus Covid-19 yang sudah terkonfirmasi.

Akan tetapi, pemerintah juga memperlihatan kabar duka dengan masih adanya penambahan pasien Covid-19 yang meninggal dunia. 

Pada periode 6 - 7 Agustus 2020, diketahui ada penambahan 72 pasien Covid-19 yang tutup usia. Dengan demikian, angka kematian akibat Covid-19 mencapai 5.593 pasien sejak awal pandemi terjadi di Indonesia.


Perubahan data mengenai jumlah kasus, serta perubahan angka pasien sembuh dan meninggal menyebabkan kini masih ada 38.076 pasien Covid-19 dalam perawatan. Selain itu, tercatat ada 80.200 orang yang berstatus suspek. 

Saat ini kasus Covid-19 di Indonesia tercatat di 34 provinsi, atau semua provinsi dari Aceh hingga Papua. Secara khusus, sudah ada 479 kabupaten/kota dari 34 provinsi yang terdampak penularan virus corona.

Artikel ini juga telah tayang di Kompas.com 

Kabar Baik Buat Bunda, Pemerintah Akan Berikan Pinjaman Tanpa Bunga

Admin 8/06/2020
Kabar Baik Buat Bunda, Pemerintah Akan Berikan Pinjaman Tanpa Bunga

BlogPendidikan.net
- Pemerintah akan memberikan pinjaman tanpa bunga untuk rumah tangga (RT) sebagai bagian dari rangkaian stimulus percepatan pemulihan ekonomi.

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo menyebut skema pinjaman tanpa bunga tengah digodok pemerintah agar dapat diakses secara mudah dan murah oleh masyarakat saat menghadapi tekanan corona. 

Namun, ia belum dapat menyebut kapan dan berapa besar pinjaman ini akan diberikan.


"Direncanakan akan ada skema pinjaman untuk rumah tangga tanpa bunga agar bisa diakses lebih murah dan mudah," katanya lewat video conference, Kamis (6/8).

Selain itu, Yustinus menyebut pemerintah juga akan menambahkan nilai bantuan program bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH). Ke depan bantuan penerima PKH akan ditambah beras.

Ia menambahkan bantuan-bantuan tersebut diberikan untuk mengungkit daya beli masyarakat yang tengah tertekan corona. Sebagai informasi, pemerintah memang menggelontorkan banyak uang untuk membantu masyarakat dan dunia usaha dalam menghadapi tekanan virus corona.

Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 695,2 triliun, Anggaran tersebuta digunakan untuk stimulus dan bansos  seperti diskon listrik PLN, bansos tunai, BLT dana desa, hingga semi bansos lewat program Kartu Pra Kerja.

Meski begitu,Yustinus mengaku tak seluruh program berjalan mulus. Hal itu salah satunya bisa dilihat dari lambatnya realisasi stimulus UMKM dalam program pemulihan ekonomi nasional.

Per 3 Agustus 2020, realisasi stimulus untuk UMKM sebesar Rp 32 triliun atau 25 persen dari total pagu Rp 123 triliun.

"Pemerintah menyadari ada yang belum optimal, namun memang tidak mudah membuat dan men-deliver kebijakan dengan cepat. Tapi pemerintah ingin hadir dan melayani masyarakat," ucapnya. (Sumber; CNNIndonesia.com)

Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datang ke Sekolah Menyusun Materi Belajar Online

Admin 8/04/2020
Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datang ke Sekolah Menyusun Materi Belajar Online
ILUSTRASI Ruang isolasi pasien Covid-19

BlogPendidikan.net
- Seorang guru SMP berinisial PR (59) meninggal karena terinfeksi virus corona. 
PR adalah guru SMPN 1 Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Kepala SMPN 1 Dolopo, Arif Wardoyo mengatakan, awalnya PR dirawat di Rumah Sakit Sogaten Kota Madiun lantaran gangguan jantung, Kamis (30/7/2020).

Beberapa jam kemudian, PR dilarikan ke RSUD dr Soedono dan langsung dimasukkan ke ruang isolasi. Namun, Jumat (31/7/2020), PR meninggal dunia.

Pihak sekolah baru mengetahui bahwa PR terjangkit Covid-19 pada Sabtu (1/8/2020).

Sebelum meninggal PR pernah datang ke sekolah. Dia bertemu dengan beberapa guru mata pelajaran Bahasa Indonesia.


PR juga sempat berkomunikasi dengan salah satu guru yang menguasai aplikasi pembalajaran online .

“Kebetulan saat itu korban datang ke sekolah karena ada jadwal pembelajaran daring mata pelajaran Bahasa Indonesia,” ungkap Arif saat dihubungi, Senin (3/8/2020).

Karena itu seluruh seluruh guru dan karyawan SMPN 1 Dolopo menjalani rapid test.

Dari 67 pegawai yang menjalani rapid test, tidak ada satupun yang hasilnya reaktif, termasuk empat guru yang sempat melayat PR.

"Semua pegawai SMPN 1 Dolopo dinyatakan non-reaktif. Namun, seluruh pegawai sekolah tetap harus karantina mandiri di rumah masing-masing," kata Arif.


Arif meminta seluruh karyawan SMPN 1 Dolopo untuk tidak takziah sampai mendapatkan kejelasan penyebab meninggalnya PR.

Petugas dari BPBD Kabupaten Madiun juga sudah menyemprot disinfektan untuk sterilisasi seluruh ruangan SMPN 1 Dolopo.

Artikel ini juga telah tayang di kompas.com

Karena Tak Mampu Beli Ponsel Untuk Belajar Dari Rumah, Siswi Ini Akhiri Hidupnya Dengan Membakar Diri

Admin 7/24/2020
Karena Tak Mampu Beli Ponsel Untuk Belajar Dari Rumah, Siswi Ini Akhiri Hidupnya Dengan Membakar Diri

BlogPendidikan.net
- Sejak pandemi corona melanda, pemerintah dari sejumlah negara menerapkan kebijakan belajar di rumah secara online.

Namun, kebijakan ini tak melulu menimbulkan kesan positif bagi para siswa. Pasalnya, tidak semua siswa memiliki ponsel atau laptop disertai dengan akses internet yang baik, untuk belajar daring.

Sebagian besar siswa mungkin bisa lega karena punya ponsel dan laptop canggih, serta fasilitas lainnya yang lengkap. Namun, ada beberapa siswa yang justru tak punya ponsel atau laptop untuk belajar di rumah.

Seorang anak bernama Devika, berusia 14 tahun dari Kerala, India nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bakar diri pada Juni 2020 lalu, diduga karena tak bisa mengikuti sistem pembelajaran yang ditetapkan di masa pandemi, yaitu belajar daring.

Dilansir dari Al-Jazeera, Devika awalnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga. Selang beberapa waktu kemudian, dia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tubuh terbakar.

Di dekat jasadnya, ditemukan sebotol minyak tanah kosong yang diduga disiramkannya ke tubuhnya lalu kemudian membakar dirinya sendiri. Dia diduga nekat melakukan bunuh diri, karena himpitan kondisi dan keuangan.

Sang ayah siswa tersebut diketahui tidak memiliki penghasilan, selama pemerintah India memberlakukan lockdwon.

Ayahnya menuturkan, di rumah mereka hanya ada satu unit TV dalam keadaan rusak. Sayangnya, ia tak memiliki uang untuk memperbaiki TV tersebut dan membelikan anaknya ponsel.
"Saya tak bisa memperbaiki TV itu, juga tak mampu membeli ponsel untuknya. Saya bilang mari kita cari cara lain setelah pergi ke rumah teman. Saya tak tahu mengapa dia melakukan itu," ungkap ayahnya.
Beban keluarga tersebut semakin berat, karena sang ibu baru saja melahirkan. Kondisi ini membuat mereka benar-benar masuk dalam jurang kesulitan ekonomi.
"Keluarga itu sangat kesulitan dan gadis itu khawatir pendidikannya terpengaruh. "Laporan awal menunjukkan dia kesal karena tak memiliki akses ke TV atau kelas online sejak dimulai," ungkap seorang pejabat senior kepolisian dilansir dari NDTV.
Sejak kematian Devika, Menteri pendidikan setempat meminta laporan dari pejabat pendidikan. Insiden ini bahkan membuat aktivis mahasiswa turun kejalan di Kerala untuk melakukan protes.

Mereka menyoroti ketidaseteraan yang terjadi antara murid-murid di daerah miskin dan pedesaan, yang kecil kemungkinan untuk belajar online di tengah pandemi.
"Seharusnya siswa miskin dapat memperoleh komputer atau ponsel dengan pinjaman tanpa bunga untuk menghindari kasus serupa di masa depan," ujar salah satu pengunjuk rasa.
Artikel ini juga telah tayang di indozone.id

Seorang Guru dan Delapan Siswa SD di Kota Jambi Harus Isolasi Mandiri

Admin 7/21/2020
Seorang Guru dan Delapan Siswa SD di Kota Jambi Harus Isolasi Mandiri

BlogPendidikan.net
- Seorang tenaga pengajar dan delapan siswa di sebuah sekolah dasar di Kota Jambi terpaksa melakukan proses belajar-mengajar secara daring.

Hal itu karena suami dari guru di SDN 47 Kota Jambi tersebut reaktif setelah menjalani rapid test beberapa waktu lalu.

Juru bicara satuan tugas penanganan Covid-19 Kota Jambi, Abu Bakar menjelaskan, dari data dari Dinas Pendidikan Kota Jambi, suami tenaga pengajar berstatus ASN itu bekerja di Petrochina dan menjalani rapid test beberapa waktu lalu.

Setelah tracing contact, diketahui guru tersebut sudah berkontak dengan delapan siswa.

Kendati begitu, proses belajar di sekolah saat ini masih berlangsung dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

"Delapan siswa dan satu ASN itu saja yang untuk sementara waktu diliburkan, sambil menunggu hasil swab-nya," ujarnya, Senin (20/7/2020) malam.

Diliburkan di sini dimaksudkan agar guru dan para siswa itu bisa melakukan isolasi mandiri.

Dia menambahkan, tujuan diliburkannya para siswa dan tenaga pengajar itu guna menghindari kontak fisik dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 di kalangan siswa lainnya.

Selain itu juga, agar bisa lebih konsentrasi untuk isolasi mandiri, sembari menunggu hasil swab.

(Sumber; jambi.tribunnews.com)

Terlanjur Mengajar Tatap Muka, Guru dan Operator Terpapar Virus Corona, Ratusan Siswa Swab Test dan Sekolah Ditutup

Admin 7/21/2020
Terlanjur Mengajar Tatap Muka, Guru dan Operator Terpapar Virus Corona, Ratusan Siswa Swab Test dan Sekolah Ditutup

BlogPendidikan.net
- Seorang guru dan operator di Kota Pariaman, Sumatera barat (Sumbar), dinyatakan positif Covid-19. Guru tersebut diketahui terlanjur mengajar secara tatap muka. Akibatnya, sekolah tersebut ditutup dan ratusan siswa serta karyawan menjalani tes swab.

Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar di wilayah tersebut kembali dilakukan secara online. Seperti diketahui, Pariaman merupakan satu dari empat wilayah yang dinyatakan zona hijau di Sumbar.

Berikut ini fakta lengkapnya:

Terlanjur mengajar secara tatap muka

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pariaman Kanderi mengatakan, guru dan operator sekolah tersebut diketahui positif Covid-19 setelah dilakukan tes swab massal terhadap 1.500 guru yang ada di Kota Pariaman.

"Tes massal ini dilakukan pada Jumat lalu dan hasilnya diketahui dua orang positif pada Minggu kemarin," kata Kanderi.

Setelah itu, menurut Kanderi, guru tersebut ternyata diketahui telah terlanjur mengajar secara tatap muka.

Para siswa dan karyawan di sekolah guru tersebut segera dilakukan tracing.

"Dia sudah sempat mengajar di kelas secara tatap muka.

Tim gugus tugas sudah melakukan tracing untuk siswa dan guru yang melakukan kontak," ujar Kanderi.

Sekolah ditutup sementara

Menurut Kanderi, sekolah tersebut memiliki 580 siswa.

Dugaan sementara, ada 130 orang yang sempat melakukan kontak dengan guru tersebut.

"Ada sekitar 90 siswa yang diajar secara tatap muka oleh guru itu. Kemudian 40 orang guru dan karyawan sekolah," kata Kanderi.

Saat ini, kata Kanderi, sekolah tersebut sudah ditutup dari segala aktifitas. 

Berada di zona hijau

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumbar Jasman Rizal, Kota Pariaman sebelumnya adalah satu dari empat daerah di Sumbar yang masuk zona hijau selain Pesisir Selatan, Kota Sawahlunto dan Pasaman Barat.

Oleh sebab itu, Kota Pariaman membuka sekolah mulai dari kelas IV SD hingga SMA secara tatap muka.

Namun, setelah kasus positif terungkap, pihak sekolah kembali melakukan kegiatan secara online.

"Karena ditemukan dua kasus baru maka di daerah itu sekolah kembali ditutup secara tatap muka," kata Jasman.

Artikel ini juga telah tayang di kompas.com

Gawat, Guru dan Operator Sekolah Positif Corona Setelah Sepekan KBM Tatap Muka

Admin 7/20/2020
Gawat, Guru dan Operator Sekolah Positif Corona Setelah Sepekan KBM Tatap Muka
Tes swab yang dilakukan terhadap tenaga pengajar, Jumat (17/7) di MTsN 1 Kota Pariaman (Foto: Humas Pemko Pariaman)

BlogPendidikan.net
- Sekolah tatap muka di Kota Pariaman telah dimulai sejak 13 Juli 2020. Namun, setelah adanya seorang guru dan operator sekolah salah satu MTsN di daerah itu positif Corona, Pemerintah Kota (Pemko) kembali mengambil kebijakan untuk menutup sekolah selama dua pekan.

Kebijakan itu diambil dalam rapat yang dilaksanakan, Minggu (19/7) malam bersama stakeholder terkait setelah adanya informasi dua warga yang merupakan guru dan operator sekolah positif COVID-19. 

Wali Kota Pariaman, Genius Umar menyebutkan, hasil rapat tersebut memutuskan bahwa seluruh sekolah yang ada di Kota Pariaman kembali ditutup, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hinga SMA sederajat. 

Bahkan, katanya, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di Kota Pariaman ditutup untuk sementara waktu. 

"Adanya dua kasus positif itu, Kota Pariaman menjadi zona kuning. Kita tidak ingin virus itu menyebar luas, apalagi warga yang positif Corona itu merupakan tenaga pendidik," ujarnya, Senin (20/7). 

Terkait penutupan sekolah itu, kata Genius Umar, ia juga telah membicarakannya dengan pihak terkait. "Mereka semua setuju dan mendukung keputusan penutupan kembali sekolah. Penutupan sekolah dilaksanakan mulai hari ini," ungkapnya.

Selama dua minggu ke depan, jelas Genius Umar, seluruh pelajar di Kota Pariaman kembali sekolah daring. 

"Ini salah satu upaya kita untuk menekan angka penyebaran Corona. Untuk sementara waktu kita kembali gelar sekolah daring, ini dilakukan hingga situasi kondusif," paparnya. 

Ia mengimbau, kepada seluruh lapisan masyarakat agar mematuhi aturan dan anjuran dari pemerintah dalam upaya penanggulangan COVID-19. 

"Kita harus selalu hati-hati dan waspada, ikuti anjuran pemerintah dalam melaksanakan protokol kesehatan," katanya. 

Diketahui sebelumnya, dikutip dari rilis yang dipublish di website pariamankota.go.id, bahawa sebanyak 65 orang majelis guru dan Aparatur Sipil Negara (ASN) MTsN 1 Kota Pariaman mengikuti tes swab yang dilakukan oleh petugas medis Dinas Kesehatan Kota Pariaman , Jumat (17/ 7) di salah satu ruangan di MTsN 1 Kota Pariaman, Desa Pauh Barat.

Kepala MTsN 1 Kota Pariaman, Nur Eliwati, mengungkapkan tes swab bagi guru dan pegawai ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi bagi sekolah atau madrasah yang berada di zona hijau dalam melaksanakan proses pembelajaran tatap muka.

Artikel ini juga telah tayang di kumparan.com

WHO Menyatakan Virus Corona Menular Lewat Udara, Tip Untuk Mencegahnya

Admin 7/10/2020
WHO Menyatakan Virus Corona Menular Lewat Udara, Tip Untuk Mencegahnya

BlogPendidikan.net
- Temuan teranyar menunjukkan Virus Corona penyebab Covid-19 mampu bertahan di udara dan dapat menulari orang. Meski harus diteliti lebih lanjut, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakui fakta mengkhawatirkan itu dan meminta setiap individu mengambil langkah pencegahan.

Dalam hasil penelitian 239 ilmuwan yang disampaikan kepada WHO, dijelaskan Virus Corona dapat tetap berada di udara selama berjam-jam dan menginfeksi orang ketika mereka menghirupnya. Risiko penularan paling tinggi terjadi di ruang tertutup dengan ventilasi yang buruk.

Virus yang menyebar di udara inilah yang dapat membantu menjelaskan peristiwa infeksi massal yang dilaporkan di pabrik pengemasan daging, gereja, dan restoran.

Meski begitu, belum jelas seberapa sering orang tertular akibat Virus Corona di udara dalam bentuk aerosol ini dibandingkan dengan droplet atau percikan air yang dikeluarkan ketika orang batuk atau bersin. Demikian juga dibandingkan dengan kontak dengan permukaan yang terkontaminasi, kata Linsey Marr, seorang ahli aerosol di Virginia Tech.

Aerosol dilepaskan bahkan ketika seseorang tanpa gejala menghembuskan napas, berbicara atau bernyanyi, menurut Marr dan lebih dari 200 ahli lainnya, yang telah menjabarkan bukti dalam surat terbuka kepada WHO.

Yang jelas, kata para ahli itu, orang-orang harus mempertimbangkan meminimalkan waktu berada di dalam ruangan dengan orang-orang bukan keluarga mereka. Sekolah, panti jompo, dan bisnis harus mempertimbangkan untuk menambahkan filter udara baru yang kuat dan lampu ultraviolet yang dapat membunuh virus di udara.

Lantas bagaimana antisipasi yang dapat kita lakukan untuk menghindari penularan Virus Corona melalui udara? 

Tetap Jaga Jarak

Untuk virus yang ditularkan melalui udara berarti ia dapat dibawa melalui udara dalam bentuk yang sangat kecil. Bagi sebagian besar patogen, ini adalah skenario ya atau tidak. HIV misalnya, terlalu halus untuk bertahan hidup di luar tubuh, dan tidak bisa mengudara. Sedangkan virus campak bisa mengudara, dan sangat berbahaya karena bisa bertahan di udara hingga dua jam.

Untuk Virus Corona, penjelasannya lebih rumit. Para ahli sepakat bahwa virus tidak melakukan perjalanan jarak jauh atau tetap hidup di luar ruangan. Tetapi bukti menunjukkan itu dapat melintasi suatu ruangan dan, dalam satu pengaturan kondisi percobaan, Virus Corona mampu bertahan paling lama tiga jam.

Aerosol adalah droplet, sebaliknya, tetesan adalah aerosol - mereka tidak berbeda kecuali dalam ukuran. Para ilmuwan terkadang menyebut tetesan berdiameter kurang dari lima mikron sebagai aerosol. Sebagai perbandingan, sel darah merah berdiameter sekitar lima mikron; rambut manusia selebar 50 mikron.

Dari awal pandemi, WHO dan organisasi kesehatan masyarakat lainnya telah memfokuskan pada kemampuan virus untuk menyebar melalui tetesan besar yang dikeluarkan ketika orang yang gejalanya batuk atau bersin.

Tetesan ini berat dan jatuh dengan cepat ke lantai atau ke permukaan yang mungkin disentuh orang lain. Inilah sebabnya mengapa lembaga kesehatan masyarakat merekomendasikan menjaga jarak setidaknya 1,8 meter dari orang lain, dan sering mencuci tangan.

Tetapi beberapa ahli telah mengatakan selama berbulan-bulan, orang yang terinfeksi juga melepaskan aerosol ketika mereka batuk dan bersin. Lebih penting lagi, mereka mengeluarkan aerosol bahkan ketika mereka bernapas, berbicara atau bernyanyi, terutama dengan sedikit tenaga.

Para ilmuwan tahu sekarang bahwa orang dapat menyebarkan virus meskipun tanpa gejala - tanpa batuk atau bersin - dan aerosol mungkin menjelaskan fenomena itu.

Karena aerosol lebih kecil, mengandung lebih sedikit virus daripada tetesan. Tetapi karena mereka lebih ringan, mereka dapat berlama-lama di udara selama berjam-jam, terutama karena tidak adanya udara segar. Dalam ruang tertutup yang padat, satu orang yang terinfeksi dapat melepaskan cukup virus aerosol dari waktu ke waktu untuk menulari banyak orang.

Ventilasi Udara Penting

Jarak fisik masih sangat penting. Semakin dekat Anda dengan orang yang terinfeksi, semakin banyak aerosol dan tetesan yang mungkin terpapar pada Anda. Sering-sering mencuci tangan adalah langkah yang bagus.

Apa yang baru adalah bahwa kedua hal itu mungkin tidak cukup. "Kita harus lebih menekankan masker dan ventilasi seperti yang kita lakukan dengan mencuci tangan," kata Dr. Marr. "Sejauh yang kami tahu, ini sama pentingnya, jika tidak lebih penting."

Petugas kesehatan mungkin perlu memakai masker N95, yang menyaring sebagian besar aerosol. Saat ini, mereka disarankan untuk melakukannya hanya ketika terlibat dalam prosedur medis tertentu yang dianggap menghasilkan aerosol.

Bagi masyarakat, masker masih akan sangat mengurangi risiko, selama kebanyakan orang memakainya. Di rumah, ketika Anda dengan keluarga Anda sendiri atau dengan teman sekamar yang Anda tahu harus berhati-hati, masker tidak diperlukan.

Sedangkan untuk berapa lama aman dalam suatu ruangan, itu sulit ditentukan. Tergantung pada apakah ruangan terlalu ramai untuk memungkinkan jarak aman dari orang lain dan apakah ada udara segar yang mengalir melalui ruangan.

Jangan Terlalu Lama dalam Ruangan Ber-AC

Lakukan sebanyak yang Anda bisa di luar ruangan. Meskipun banyak foto orang di pantai, bahkan pantai yang agak ramai, terutama pada hari berangin, kemungkinan lebih aman daripada pub atau restoran indoor dengan udara daur ulang dari mesin pendingin udara atau AC.

Jangan lupa tetap memakai masker jika Anda cenderung dekat dengan orang lain untuk waktu yang lama.

Ketika di dalam ruangan, satu hal sederhana yang dapat dilakukan orang adalah "membuka jendela dan pintu mereka jika memungkinkan," kata Dr. Marr.

Anda juga dapat meningkatkan filter di sistem pendingin udara rumah Anda, atau menyesuaikan pengaturan untuk menggunakan lebih banyak udara luar daripada udara daur ulang.

Bangunan umum dan bisnis mungkin ingin berinvestasi dalam pembersih udara dan lampu ultraviolet yang dapat membunuh virus. Jika tidak ada hal-hal itu yang mendesak dan penting, cobalah untuk meminimalkan waktu yang Anda habiskan di dalam ruangan, terutama tanpa masker. Semakin lama Anda menghabiskan waktu di dalam, semakin besar dosis virus yang mungkin Anda hirup.

Sumber; liputan6.com

Ternyata Virus Corona Bisa Menempel di Handphone Selama 5 Hari Waspada!

Admin 6/17/2020
Ternyata Virus Corona Bisa Menempel di Handphone Selama 5 Hari Waspada!

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Edward Faisal meminta agar masyarakat tidak menggunakan handphone atau gawai saat berada di ruang publik serta transportasi umum. Sebab, virus corona (Covid-19) bisa menempel di handphone selama 5 hari.

Demikian diungkapkan Dokter Edward Faisal saat mengikuti Talk Show Info Corona dalam bahasan Rombongan Pengguna Kereta (Roker) Mantul yang Santuy Antri dan Anti Kuman, yang digelar Badan Nasional Penangggulan Bencana (BNPB) lewat akun resmi Youtube-nya.


"Handphone itu kan bahan materialnya plastik atau metal ya, nah saat virus nempel di gawai kita bisa bertahan sampai 5 hari," ujar Edward Faisal, Rabu (17/6/2020).

Menurut Edward, masyarakat memang tidak bisa lepas dalam menggunakan handphone di kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan handpone di ruang publik atau moda transportasi sangat berisiko menularkan virus corona.

Ihwal kebiasaan menggunakan handphone saat berada di moda transportasi juga diamini oleh salah seorang pengguna kereta api, Rachmi Rini. Rachmi mengakui masih banyak yang menggunakan handphone saat berada di dalam kereta api, termasuk dirinya.

"Jadi, kalau di kereta itu pasti megang HP. Ada yang nonton Youtube, main game, Whatsapp-an. Tapi kalau untuk bercakap-cakap udah jarang. Kalau saya biasanya buka juga. Tapi kalau ada yang menghubungi, saya tidak angkat," ujar Rachmi dalam acara yang sama.

"Itu mungkin tantangan kami untuk tidak menggunakan handphone di kereta. Tapi dari petugasnya sendiri juga belum ada aturan untuk tidak boleh menggunakan handphone," sambungnya.

Dokter Edward meminta agar sebaiknya maayarakat tidak menggunakan handphone saat berada di transportasi umum. Bahayanya, jika saat bermain handphone ada droplet Orang Tanpa Gejala (OTG) yang menempel di handphone tersebut.

"Apalagi kalau ada orang ngomong bisa nambah lagi tuh (droplet virus) di handphone kita. Jadi selain risiko buat diri kita, tapi buat orang dirumah kita saja. Sebaiknya jangan keluarkan handphone," pungkasnya. (Sumber; okezone.com)