Showing posts with label Belajar Dari Rumah. Show all posts
Showing posts with label Belajar Dari Rumah. Show all posts

Daftar Link, 11 Aplikasi Daring dan 23 Sumber Belajar Dari Kemendikbud

One Be 7/13/2020
Daftar Link, 11 Aplikasi Daring dan 23 Sumber Belajar Dari Kemendikbud

BlogPendidikan.net
- Awal tahun ajaran baru yang dimulai hari ini, Senin 13 Juli 2020, siswa yang berada di zona merah, oranye dan kuning masih harus melanjutkan Program Belajar dari Rumah guna memutus mata rantai Covid-19. 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merekomendasikan sejumlah sumber belajar yang bisa digunakan siswa, guru dan orangtua sebagai sumber belajar selama masa Belajar dari Rumah (BDR). 

Kemendikbud juga menjalin kerja sama dengan beberapa platform edukasi guna memberikan variasi bahan pembelajaran bagi siswa dan orangtua selama masa pandemi Covid-19.

Merangkum laman Ditsmp Kemendikbud, tujuan dari pelaksanaan BDR adalah memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid-19.

Kegiatan Belajar Dari Rumah ini dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum. 

Adapun Metode dan Media yang dapat dilaksanakan antara lain Pembelajaran Jarak Jauh Dalam Jaringan (Daring) dan Pembelajaran Jarak Jauh Luar Jaringan (Luring).

Staf Ahli Kemendikbud RI Bidang Regulasi Chatarina Muliana Girsang mengatakan, pilihannya saat ini yang utama adalah memutus mata rantai Covid-19 dengan kondisi yang ada semaksimal mungkin, dengan tetap berupaya memenuhi layanan pendidikan. 

"Prinsipnya keselamatan dan kesehatan lahir batin peserta didik, pendidik, kepala sekolah dan seluruh warga satuan pendidikan adalah menjadi pertimbangan yang utama dalam pelaksanaan belajar dari rumah," kata dia.
 
Berikut 11 Aplikasi daring yang menjadi rujukan guru-guru dari kemendikbud:

4. Zenius Education https://www.zenius.net/  
5. Kelas Pintar https://www.kelaspintar.id/  
6. Dragon Learn https://dragonlearn.org/  
8. Setara Daring http://setara.kemdikbud.go.id/  
9. Cegah Narkoba https://cegahnarkoba.bnn.go.id/  

23 Sumber Belajar dari Rumah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan Surat Edaran 15 tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 memberikan 23 Rekomendasi Pembelajaran Daring antara lain:

1. Rumah Belajar oleh Pusdatin Kemendikbud https://belajar.kemdikbud.go.id  
2. TV edukasi Kemendikbud https://tve.kemdikbud.go.id/live/  
3. Pembelajaran Digital oleh Pusdatin dan SEAMOLEC Kemendikbud http://rumahbelajar.id/  
4. Tatap muka daring program sapa duta rumah belajar Pusdatin Kemendikbud https://pusdatin.webex.com/webappng/sites/pusdatin/dashboard?siteurl=pusdatin   
5. LMS SIAJAR oleh SEAMOLEC-Kemendikbud http://lms.seamolec.org  
6. Aplikasi daring untuk paket A,B,C http://setara.kemdikbud.go.id  
9. Video Pembelajaran http://video.kemdikbud.go.id  
10. Suara Edukasi Kemendikbud http://suaraedukasi.kemdikbud.go.id 
11. Radio Edukasi Kemendikbud https://radioedukasi.kemdikbud.go.id/  
12. Sahabat keluarga Sumber Informasi dan bahan ajar pengasuhan dan pendidikan keluarga, http://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/  
13. Ruang Guru PAUD Kemendikbud http://anggunpaud.kemdikbud.go.id/  
14. Buku Sekolah Elektronik http://bse.kemdikbud.go.id  
15. Mobile Edukasi Bahan Ajar Multimedia https://m-edukasi.kemdikbud.go.id/medukasi/  
16. Modul Pendidikan Kesetaraan https://emodul.kemdikbud.go.id/  
17. Sumber bahan ajar siswa SD, SMP, SMA, dan SMK https://sumberbelajar.seamolec.org/  
18. Kursus daring untuk Guru dari SEAMOLEC http://mooc.seamolec.org/  
19. Kelas daring untuk siswa dan Mahasiswa http://elearning.seamolec.org/  
20. Repositori Institusi Kemendikbud http://repositori.kemdikbud.go.id   
22. Buku digital open-access http://pustakadigital.kemdikbud.go.id  
23. EPERPUSDIKBUD (Google Play) http://bit.ly/eperpusdikbud  

Artikel ini juga telah tayang di Kompas.com 

Daftar Soal dan Materi Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Pertama 13-19 Juli Untuk SD, SMP, dan SMA/SMK

One Be 7/12/2020
Daftar Soal dan Materi Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Pertama 13-19 Juli Untuk SD, SMP, dan SMASMK

BlogPendidikan.net
Kemendikbud telah merilis panduan dan jadwal Belajarr dari rumah TVRI minggu pertama di bulan juli.

Adapun daftar soal dan materi belajar dari rumah TVRI minggu pertama 13-19 Juli untuk SD, SMP, dan SMA/SMK bisa anda lihat pada akhir tulisan ini.

Program Belajar dari Rumah (selanjutnya disebut BDR) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan alternatif kegiatan pembelajaran selama anak belajar di rumah karena terdampak masa pandemik COVID-19.

Tayangan dalam program BDR meliputi tayangan untuk anak usia PAUD dan sederajat, SD dan sederajat, SMP dan sederajat, SMA/SMK dan sederajat, dan program keluarga dan kebudayaan.

Pembelajaran dalam BDR ini tidak mengejar ketuntasan kurikulum, tetapi menekankan pada kompetensi literasi dan numerasi.

Selain untuk memperkuat kompetensi literasi dan numerasi. 

Tujuan lain program BDR adalah untuk membangun kelekatan dan ikatan emosional dalam keluarga, khususnya antara orang tua/wali dengan anak, melalui kegiatan-kegiatan yang menyenangkan serta menumbuhkan karakter positif.

Program belajar dari rumah TVRI yang tayang sejak 13 April 2020 yang diprogramkan berlangsung selama pandemi. 

Berikut Daftar Soal dan Materi Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Pertama 13-19 Juli Untuk SD, SMP, dan SMA/SMK.

Berikut Daftar Soal dan Materi Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Pertama 13-19 Juli Untuk SD, SMP, dan SMA/SMK; >>> LIHAT DISINI

Daftar Daerah Kabupaten dan Kota Zona Hijau Yang Diizinkan Gugus Tugas dan Kemendikbud Membuka Sekolah Aceh Hingga Papua

One Be 7/12/2020
Daftar Daerah Kabupaten dan Kota Zona Hijau Yang Diizinkan Gugus Tugas dan Kemendikbud Membuka Sekolah Aceh Hingga Papua

BlogPendidikan.net
 - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makariem telah menyatakan bahwa pembelajaran tatap muka akan dilakukan secara bertahap di sekolah yang berada dalam zona hijau.  

Pernyataan ini disampaikan secara daring dalam acara Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19.

Adapun zona hijau yang dimaksud adalah merupakan daerah kasus angka penyebaran Covid-19 yang sudah menurun. Sementara, sekolah yang berada di daerah zona merah, oranye dan kuning masih belum diperbolehkan membuka pembelajaran tatap muka. 

Kebijakan klasifikasi wilayah ini penting dan perlu dilakukan untuk mencegah risiko terjadinya penularan virus corona.

Untuk teknisnya, jenjang SMP ke atas, termasuk SMA dan SMK, merupakan jenjang sekolah yang akan dibuka pertama kali. Sementara, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diperkirakan baru akan dibuka sekitar 5 bulan lagi. 


Untuk peserta didik yang berada pada zona merah sendiri masih harus melakukan pembelajaran dari rumah. Nadiem Makarim menjelaskan pembukaan sekolah di tengah pandemi virus corona ini akan dilakukan secara bertahap.

Berdasarkan update data per 7 juni sebaran zona hijau Covid-19 ada 92 daerah kabupaten/kota dan pada 21 juni bertambah menjadi 112 daerah zona hijau covid-19, dan update per tanggal 5 juli menjadi 104 daerah zona hijau.

Dengan bertambahnya daerah kabupaten/kota zona hijau ada kemungkinan sekolah akan dibuka kembali dan tentunya harus memiliki izin dari pemda, memenuhi syarat cek list kesiapan sekolah dengan sarana kesehatan yang menunjang bagi kesehatan peserta didik serta mendapatkan izin dari warga sekolah dalam hal ini orang tua siswa apakah sekolah boleh dibuka atau tidak.

Sebanyak 94% sekolah di Indonesia hingga saat ini masih masuk dalam daftar zona merah, kuning, dan orange Covid-19.

94% masih belajar dari rumah sedangkan 6% di zona hijau diperbolehkan seizin Pemerintah Daerah untuk melakukan belajar tatap muka tapi dengan protokol sangat ketat.

4 syarat sekolah zona hijau boleh dibuka

Pertama: Keputusan zona hijau suatu daerah berdasarkan rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
 
Kedua: Jika pemerintah daerah atau Kantor Wilayah/Kantor Kementerian Agama memberi izin pembukaan sekolah. Pemerintah daerah harus memberikan izin untuk membuka kegiatan belajar dan mengajar.

Ketiga: Pembukaan kegiatan belajar secara tatap buka bisa dilaksanakan jika satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka. Saat ketiga langkah pertama (persyaratan) tatap muka, sekolah bisa mulai tatap muka.

Keempat: Orang tua/wali murid menyetujui putra/putrinya melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Meskipun sekolah telah memenuhi ketiga syarat pembukaan sekolah, orangtua berhak memutuskan anaknya akan ikut belajar tatap muka di sekolah atau tidak.

Berikut daftar 104 daerah yang masuk kategori zona hijau update hingga hari ini:

Provinsi Aceh

Aceh Barat Daya
Pidie Jaya
Nagan Raya
Kota Subulussalam
Aceh Singkil
Pidie
Bireuen
Aceh Jaya
Aceh Tenggara
Aceh Tengah
Aceh Timur
Simelue
Gayo Lues
Bener Meriah

Provinsi Sumatera Utara

Labuhan Batu
Nias Barat
Pakpak Bharat
Nias
Tapanuli Selatan
Mandailing Natal
Padang Lawas
Nias Utara
Nias Selatan
Humbang Hasudutan
Toba Samosir

Provinsi Sumatera Barat

Kota Sawahlunto
Kota Pariaman
Kota Solok
Pasaman Barat
Lima Puluh Kota
Kota Payakumbuah

Provinsi Sulawesi Tenggara

Muna Barat
Konawe Kepulauan

Provinsi Sulawesi Tengah

Banggai Kepualauan
Tojo Una-una

Provinsi Sulawesi Barat

Mamuji Utara
Majene

Provinsi Sulawesi Utara

Bolaang Mongondow Timur
Kep. Siau Tagulandang Biaro

Provinsi Riau

Kepulauan Meranti
Siak
Rokan Hilir

Provinsi NTT

Kupang
Timor Tengah Selatan
Belu
Ngada
Sumba Tengah
Sabu Raijua
Malaka
Alor
Sumba Barat
Lembata
Rote Ndao
Manggarai Timur
Timor Tengah Utara

Provinsi NTB

Kota Bima

Provinsi Maluku

Buru Selatan
Maluku Tenggara Barat
Maluku Tenggara
Kepulauan Aru

Provinsi Maluku Utara

Pulau Taliabu

Provinsi Lampung

Tulang Bawang
Tulang Bawang Barat
Kota Metro
Way Kanan
Lampung Timur
Mesuji

Provinsi Kalimantan Tengah

Sukamara

Provinsi Kalimantan Timur

Mahakam Ulu

Provinsi Jambi

Bungo
Tebo
Kerinci

Provinsi Sumatera Selatan

Musi Rawsa Utara
Ogan Komering Ulu Selatan

Provinsi Bengkulu

Bengkulu Selatan
Kaur
Muko Muko
Seluma
Lebong

Provinsi Papua

Mamberamo Tengah
Yahukimo
Mappi
Dogiyai
Paniai
Tolikara
Yalimo
Deiyai
Asmat
Lanny Jaya
Puncak
Mamberamo Raya
Nduga
Pegunungan Bintang
Intan Jaya
Supiori

Provinsi Papua Barat

Tambrauw
Maybrat
Pegunungan Arfak
Sorong Selatan
Manokwari Selatan
Teluk Wondama

Provinsi Kepulauan Riau

Natuna
Lingga
Kepulauan Anambas

Panduan dan Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Pertama 13-19 Juli 2020 PAUD, SD, SMP dan SMA Sederajat

One Be 7/11/2020
Panduan dan Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Pertama 13-19 Juli 2020 PAUD, SD, SMP dan SMA Sederajat

Blogpendidikan.net - 
Panduan dan jadwal belajar dari rumah TVRI minggu pertama tanggal 13 - 19 juli 2020 tahun ajaran 2020/2021 untuk PAUD, SD, SMP dan SMA sederajat telah di rilis oleh Kemendikbud.

Program Belajar dari Rumah (selanjutnya disebut BDR) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan alternatif kegiatan pembelajaran selama anak belajar di rumah karena terdampak masa pandemik COVID-19. 

Tayangan dalam program BDR meliputi tayangan untuk anak usia PAUD dan sederajat, SD dan sederajat, SMP dan sederajat, SMA/SMK dan sederajat, dan program keluarga dan kebudayaan.

Pembelajaran dalam BDR ini tidak mengejar ketuntasan kurikulum, tetapi menekankan pada kompetensi literasi dan numerasi.

Selain untuk memperkuat kompetensi literasi dan numerasi, tujuan lain program BDR adalah untuk membangun kelekatan dan ikatan emosional dalam keluarga, khususnya antara orang tua/wali dengan anak, melalui kegiatan-kegiatan yang menyenangkan serta menumbuhkan karakter positif.

Untuk masukan dan saran mengenai program ini, dapat mengisi survei di s.id/surveibdr, mengunjungi website http://ult.kemdikbud.go.id/, atau mengirim surat elektronik ke pengaduan@kemdikbud.go.id.

Untuk yang di daerah 3T, dapat mengirim SMS gratis dengan mengetik BDR dan kirim ke 93456. Tetap belajar dari rumah, jaga jarak, rajin cuci tangan, dan pakai masker agar kita mencegah penyebaran COVID-19.

Berikut Panduan dan Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Minggu Pertama 13-19 Juli 2020 PAUD, SD, SMP dan SMA Sederajat; LIHAT DISINI

Kemendikbud Akui Anak Kesulitan Pahami Pelajaran Selama Belajar Dari Rumah

One Be 7/10/2020
Kemendikbud Akui Anak Kesulitan Pahami Pelajaran Selama Belajar Dari Rumah

BlogPendidikan.net
- Kepala Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Totok Suprayitno, menyatakan kesulitan memahami pelajaran menjadi salah satu hambatan umum yang dihadapi para siswa selama melakukan kegiatan belajar dari rumah. 

Hal itu diketahui berdasarkan dua kali survei tentang pembelajaran dari rumah terhadap para guru dan siswa yang dilakukan Balitbang Kemendikbud. "Mayoritas mengalami kesulitan memahami pelajaran," kata Totok dalam rapat bersama Komisi X DPR, Rabu (9/7/2020).

Hambatan berikutnya yang dihadapi siswa yaitu, kurang konsentransi, tidak dapat bertanya langsung kepada guru, bosan, dan jaringan internat yang kurang memadai. 

"Kurang konsentrasi, tidak dapat bertanya langsung kepada guru, sehingga kebiasaan-kebiasaan dari tatap muka bisa inetraksi langsung, memahami mata pelajaran langsung dari guru, ketika belajar dr rumah itu membutuhkan perjuangan yang cukup tinggi," jelas Totok. 

Berdasarkan survei, sebagian besar siswa pun merasa tidak senang belajar dari rumah. Totok mengatakan, hanya 37,5 persen siswa yang menyatakan belajar dari rumah menyenangkan. Kendati demikian, para siswa merasa orang tua mereka telah membimbing dengan baik selama belajar di rumah, dengan persentase sebesar 77,1 persen. 

"Persepsi siswa tentang belajar dari rumah ini pada umumnya tidak setuju. Mayoritas tidak setuju. Konsisten dengan mahasiswa tadi, mereka tetap lebih senang belajar tatap muka di sekolah," ujarnya. Selain itu, Kemendikbud mencatat sejumlah isu para guru selama pembelajaran jarak jauh ini. 

Salah satu informasi yang diterima Kemendikbud dari Papua yaitu guru-guru khawatir angka putus sekolah meningkat. Berdasarkan informasi tersebut, Kemendikbud akan segera melakukan pemetaan untuk menentukan kebijakan. 

"Kami terima informasi dari Papua ketakutan akan kemungkinan putus sekolah. Para guru khawatir setelah BDR (belajar dari rumah) ini anak tidak kembali lagi ke sekolah," kata Totok.  

"Ini salah satu isu kebijakan yang perlu kita tangani atau cegah sebelum ancaman putus sekolah ini betul-betul terjadi," imbuhnya. Survei Balitbang Kemendikbud itu dilaksanakan sebanyak dua kali.

Survei pertama digelar pada minggu ke-2 hingga ke-3 April 2020, dengan responden guru dan kepala sekolah. Survei kedua dilakukan pada Mei 2020, dengan responden siswa dan orang tua. Namun tidak dijelaskan mengenai metode pemilihan responden dan metode survei.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com 

24 Rekomendari Sumber Belajar Dari Kemendikbud Selama Belajar Dari Rumah

One Be 7/10/2020
24 Rekomendari Sumber Belajar Dari Kemendikbud Selama Belajar Dari Rumah

BlogPendidikan.net
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merekomendasikan 23 laman dan TVRI yang bisa digunakan siswa, guru dan orangtua sebagai sumber belajar selama masa Belajar dari Rumah. 

Di tahun ajaran baru yang akan dimulai pekan depan, Senin 13 Juli 2020, siswa yang berada di zona merah, oranye dan kuning masih harus melanjutkan Program Belajar dari Rumah guna memutus mata rantai Covid-19. Pada awal Juni lalu, Kemendikbud telah merekomendasikan sejumlah sumber belajar sebagai upaya memenuhi layanan pendidikan selama masa pandemi.

Merangkum laman Ditsmp Kemendikbud, tujuan dari pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) adalah memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid-19. Kegiatan Belajar Dari Rumah ini dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum. 

Adapun Metode dan Media yang dapat dilaksanakan antara lain Pembelajaran Jarak Jauh Dalam Jaringan (Daring) dan Pembelajaran Jarak Jauh Luar Jaringan (Luring).

Staf Ahli Kemendikbud RI Bidang Regulasi Chatarina Muliana Girsang mengatakan, pilihannya saat ini yang utama adalah memutus mata rantai Covid-19 dengan kondisi yang ada semaksimal mungkin, dengan tetap berupaya memenuhi layanan pendidikan. 

"Prinsipnya keselamatan dan kesehatan lahir batin peserta didik, pendidik, kepala sekolah dan seluruh warga satuan pendidikan adalah menjadi pertimbangan yang utama dalam pelaksanaan belajar dari rumah," kata dia. 

Kemendikbud berdasarkan Surat Edaran 15 tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. 

Berikut 24 Rekomendari Sumber Belajar Dari Kemendikbud Selama Belajar Dari Rumah:

1. Rumah Belajar oleh Pusdatin Kemendikbud https://belajar.kemdikbud.go.id

2. TV edukasi Kemendikbud https://tve.kemdikbud.go.id/live/
 
3. Pembelajaran Digital oleh Pusdatin dan SEAMOLEC Kemendikbud http://rumahbelajar.id/  

4. Tatap muka daring program Sapa Duta Rumah Belajar Pusdatin Kemendikbud pusdatin.webex.com  

5. LMS SIAJAR oleh SEAMOLEC-Kemendikbud http://lms.seamolec.org  

6. Aplikasi daring untuk paket A,B,C http://setara.kemdikbud.go.id  

7. Guru Berbagi http://guruberbagi.kemdikbud.go.id  Baca juga: Mendikbud Jelaskan 3 Fokus Penyederhanaan Kurikulum Selama Pandemi 

8. Membaca Digital http://aksi.puspendik.kemdikbud.go.id/membacadigital  

9. Video Pembelajaran http://video.kemdikbud.go.id  

10. Suara Edukasi Kemendikbud http://suaraedukasi.kemdikbud.go.id  

11. Radio Edukasi Kemendikbud https://radioedukasi.kemdikbud.go.id/  

12. Sahabat keluarga sebagai sumber informasi dan bahan ajar pengasuhan dan pendidikan keluarga http://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/  

13. Ruang Guru PAUD Kemendikbud http://anggunpaud.kemdikbud.go.id/  

14. Buku Sekolah Elektronik http://bse.kemdikbud.go.id  

15. Mobile Edukasi Bahan Ajar Multimedia https://m-edukasi.kemdikbud.go.id/medukasi/ 

16. Modul Pendidikan Kesetaraan https://emodul.kemdikbud.go.id/ 

17. Sumber bahan ajar siswa SD, SMP, SMA, dan SMK https://sumberbelajar.seamolec.org/   

18. Kursus daring untuk Guru dari SEAMOLEC http://mooc.seamolec.org/  

19. Kelas daring untuk siswa dan Mahasiswa http://elearning.seamolec.org/  

20. Repositori Institusi Kemendikbud http://repositori.kemdikbud.go.id  

21. Jurnal daring Kemendikbud https://perpustakaan.kemdikbud.go.id/jurnal-kemendikbud    

22. Buku digital "open-access" http://pustakadigital.kemdikbud.go.id  

23. EPERPUSDIKBUD (Google Play) http://bit.ly/eperpusdikbud 

24. Untuk alternatif belajar dari rumah bisa melalui TVRI

Untuk APLIKASI belajar dari rumah dan modul pembelajaran melalui laman bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id bisa anda kunjungi >>> DISINI

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "23 Sumber Belajar Rekomendasi Kemendikbud Selama Belajar dari Rumah", https://www.kompas.com/edu/read/2020/07/09/101608071/23-sumber-belajar-rekomendasi-kemendikbud-selama-belajar-dari-rumah?page=all.

Belajar Online Itu Gak Gampang, Jakarta Aja Terkendala Akses Internet Apalagi Daerah Lain

One Be 6/27/2020
Belajar Online Itu Gak Gampang, Jakarta Aja Terkendala Akses Internet Apalagi Daerah Lain

BlogPendidikan.net - Proses belajar jarak jauh nampaknya masih menjadi pilihan untuk pendidikan di Indonesia meski sudah memasuki era new normal atau kenormalan baru. 

Dua wilayah di Indonesia, DKI Jakarta dan Kota Bekasi, mengaku telah menyiapkan sejumlah aturan untuk pengoptimalan kegiatan belajar-mengajar (KBM) online tersebut.

"Tim perumus kebijakan optimalisasi pembelajaran dalam jaringan atau jarak jauh menggunakan aplikasi e-learning berbasis jaringan di Kota Bekasi," kata Staf Ahli Bidang Keuangan dan SDM Pemerintah Kota Bekasi, Dwie Anyarini Dini Arga, saat diskusi online Sistem Pendidikan Ideal di Era New Normal, Kamis, 25 Juni 2020.


Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi juga memberi instruksi untuk optimalisasi belajar jarak jauh untuk seluruh sekolah negeri maupun swasta di wilayahnya. Sebab, Bekasi memutuskan untuk menggunakan sistem online pada tahun ini.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang SD dan PKLK Provinsi DKI Jakarta, Momon Sulaeman, menuturkan kebijakan belajar dari rumah sudah dilakukan sejak 16 Maret 2020.

Untuk sarana dan prasarana memang sudah baik di ibu kota, namun masih ada kendala. "Ketika awal-awal dilakukan KBM online, kami menyadari bahwa mulai dari dinas pendidikan, teman-teman di sekolah, siswa hingga orangtua tidak siap dengan sistem ini. Karena pada prinsipnya ini adalah pengalaman pertama," tutur dia.

Momon mengatakan, kendala lainnya adalah masih terjadi kesulitan mengakses internet lantaran tidak punya perangkat seperti smartphone hingga laptop. Kalau pun ada tetapi dibawa orangtuanya bekerja sehingga baru bisa digunakan saat mereka pulang kerja.

"Jadi jangan dibayangkan Kota Jakarta semuanya modern. Di pelosok masih terjadi. Alhamdulilah ada yang membantu dengan memberikan bahan-bahan pelajaran untuk mempermudah KBM online. Beberapa penerbit juga memberikan sumbangan yang akhirnya kami distribusikan ke sekolah-sekolah," ungkapnya.


Kendati demikian, baik DKI Jakarta maupun Kota Bekasi, sepakat tidak bisa memprediksi kapan pandemi COVID-19 berakhir. Ketika Tahun Ajaran Baru 2020/2021 pada 13 Juli mendatang, belum ada keputusan apakah belajar dari rumah tetap diteruskan atau tidak.

"Skenario lainnya adalah dimungkinkannya siswa masuk secara bertahap. Misalnya tingkat SD, setengah masuk setengahnya lagi di rumah. Untuk SD kelas 1 dan 2 masuknya belakangan. Begitu juga TK dan PAUD," kata Momon. (**)

Jangan Berfokus Pada Pembelajaran Daring Saja, Guru Dapat Menggunakan Metode Belajar Luar Jaringan

One Be 6/19/2020
Jangan Berfokus Pada Pembelajaran Daring Saja, Guru Dapat Menggunakan Metode Belajar Luar Jaringan

Blogpendidikan.net
- Beberapa orang tua mengeluhkan sejumlah kendala yang mereka hadapi saat anaknya belajar dari rumah (BDR). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun menyarankan agar sekolah dapat melakukan pembelajaran luar jaringan.

"Untuk siswa atau sekolah yang kesulitan akses internet, tingginya biaya pulsa, atau tidak adanya gadget yang bisa dipakai, maka sekolah atau guru melakukan pembelajaran luar jaringan," kata Plt Dirjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad.

Hamid menjelaskan pembelajaran luar jaringan dapat dilakukan dengan berbagai metode. Guru dapat menggunakan bahan ajar buku, modul, hingga siaran BDR dari radio dan televisi. Selain itu, Hamid mengatakan guru dapat mengajar langsung ke rumah siswa dengan batas maksimal lima siswa.

"Siswa belajar melalui buku atau modul atau melalui BDR melalui RRI atau TVRI, dan tetap diberi panduan apa yang dipelajari, tugas-tugasnya apa saja, dan kapan guru berkunjung ke rumah siswa atau ke kelompok belajar siswa maksimal lima orang," ujar Hamid.

Diketahui, pembelajaran dari rumah imbas pandemi virus Corona masih akan berlanjut bagi sebagian besar siswa. Selama beberapa bulan terakhir, perubahan ini juga berdampak pada orang tua siswa.

Ada sederet keluhan yang dirasakan orang tua saat anaknya belajar di rumah. Keluhan yang pertama adalah soal peralatan. 'Sekolah online' berarti butuh gadget yang menunjang, kuota, hingga sinyal yang baik. Terkadang hal itu menjadi kendala.

"Yang paling ganggu itu soal sinyal ya. Kadang begini, ketika mereka lagi belajar sama gurunya, tiba-tiba sinyalnya hilang. Nah kan jadi nggak kedengaran jelas apa yang disampaikan guru," kata salah satu orang tua bernama Basaria Siahaan.

Para Bunda Mengeluhkan Boros Kuota Saat Pembelajaran Daring, Kemendikbud Punya Solusinya

One Be 6/19/2020
Para Bunda Mengeluhkan Boros Kuota Saat Pembelajaran Daring, Kemendikbud Punya Solusinya

BlogPendidikan.net - Sejumlah orang tua murid mengeluhkan boros kuota saat anaknya belajar di rumah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun menyarankan agar siswa bisa belajar di luar jaringan.

Ada sederet keluhan yang dirasakan orang tua saat anaknya belajar di rumah saat Corona masih mewabah. 

Keluhan yang pertama adalah soal peralatan. 'Sekolah online' berarti butuh gadget yang menunjang, kuota, hingga sinyal yang baik. Terkadang, hal itu menjadi kendala.

"Yang paling ganggu itu soal sinyal ya. Kadang gini ketika mereka lagi belajar sama gurunya, tiba-tiba sinyalnya hilang. Nah kan jadi nggak kedengaran jelas apa yang disampaikan guru," kata salah satu orang tua bernama Basaria Siahaan saat dihubungi, Rabu (17/6/2020).

Pengeluaran bulanan juga bertambah. Dalam sebulan, Basaria bisa menghabiskan Rp 400 ribu untuk kuota internet belajar di rumah.

"Ditambah kan di rumah kan emang belum bisa masang wifi jaringannya belum ada. Jadi saya pakai kuota. Itu jadinya nambah terus kuotanya buat nunjang belajarnya. Sebulan bisa dua kali ngisi kuota internet," ungkap ibu dari siswa kelas 1 SMP di Jakarta Timur ini.

Fitriyah, ibu dari siswa kelas 6 SD, mengeluhkan hal serupa. Selain soal boros kuota, banyak orang tua yang belum sefasih itu dalam menggunakan berbagai aplikasi di HP.

"Ribet, makan kuota banyak bikin paketan habis. Banyak teman-teman yang orang tuanya yang nggak ngerti HP android," ujar Fitriyah.

Hal serupa juga dirasakan Budi Karnadi. Ketua Aliansi Orang Tua Siswa se-Jakarta Timur itu mengatakan belajar online juga saat ini belum menjadi budaya di Indonesia baik dari siswa ataupun guru. Kuota dan gadget jadi kendala.

"Tidak semua orang mampu beli kuota, dan mungkin perangkatnya juga untuk belajar online tidak semua orang punya, walaupun di Jakarta juga tidak semua orang punya, mungkin harus gantian dengan kakaknya atau adeknya," ujar Budi.

Selain itu, bagi orang tua yang memiliki anak yang sudah SMP atau SMA juga kesulitan dalam membimbing belajar. Sebab, para orang tua mayoritas tidak memahami materi pembelajaran yang ada di SMP atau SMA.

"Tidak semua orang tua bisa. Karena orang tua kan macem-macem kalau orang tua atau ibunya biasa mengajarkan anak-anaknya mendampingi itu mungkin anak-anak masih SD, pendampingan masih kuat, tapi kalau anak udah SMP SMA orang tua pendampingan ke anak tidak seintens waktu masih SD atau TK bisa mengajari. Di situ memang tidak semua orang bisa mengajari metode yang bagus mengajari anaknya," katanya.

Menanggapi keluhan-keluhan ini, Kemendikbud pun punya solusinya. Siswa disarankan untuk melakukan pembelajaran di luar jaringan.

"Untuk siswa atau sekolah yang kesulitan akses internet, tingginya biaya pulsa, atau tidak adanya gadget yang bisa dipakai, maka sekolah atau guru melakukan pembelajaran luar jaringan," kata Plt Dirjen PAUD-Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad saat dihubungi, Rabu (17/6/2020).

Hamid menjelaskan pembelajaran luar jaringan dapat dilakukan dengan berbagai metode. Guru dapat menggunakan bahan ajar buku, modul, hingga siaran BDR dari radio dan televisi. Selain itu, Hamid mengatakan guru dapat mengajar langsung ke rumah siswa dengan batas maksimal lima siswa.

"Siswa belajar melalui buku atau modul atau melalui BDR melalui RRI atau TVRI, dan tetap diberi panduan apa yang dipelajari, tugas-tugasnya apa saja, dan kapan guru berkunjung ke rumah siswa atau ke kelompok belajar siswa maksimal lima orang," ujar Hamid.

Cek List Yang Harus Dipenuhi Sekolah Sebelum KBM Tatap Muka Dilaksanakan, Serta Penggunaan Dana BOS Dimasa Pandemi

One Be 6/18/2020
Cek List Yang Harus Dipenuhi Sekolah Sebelum KBM Tatap Muka Dilaksanakan, Serta Penggunaan Dana BOS Dimasa Pandemi

BlogPendiidkan.net - Salah satu syarat pembukaan sekolah untuk kegiatan belajar mengajar secara tatap muka yaitu jika sekolah sudah memenuhi semua daftar periksa (ceklist) kesiapan sekolah. 

Hal itu disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim dalam pengumuman Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19 secara virtual, Senin (15/6/2020). 

"Selanjutnya untuk satuan pendidikan di zona hijau, kepala satuan pendidikan (kepala sekolah) wajib melakukan pengisian daftar periksa kesiapan sesuai protokol kesehatan Kementerian Kesehatan," ujar Nadiem. 

Syarat pengisian daftar periksa kesiapan sesuai protokol kesehatan merupakan satu dari empat syarat pembukaan sekolah di zona hijau untuk kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di tengah masa pandemi Covid-19. 

Syarat tersebut termuat dalam Surat Keputusan Bersama Empat Kementerian tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). 

Empat menteri tersebut adalah Mendikbud, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).  

Adapun tiga syarat lainnya adalah zona kota/kabupaten mesti berada di zona hijau, mendapatkan izin dari pemerintah daerah, dan mendapatkan izin dari orangtua. 

Berikut adalah ceklist kesiapan pembukaan sekolah untuk kegiatan belajar tatap muka di sekolah di tengah masa pandemi Covid-19:

1. Ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih, sarana cuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer), dan disinfektan. 
2. Mampu mengakses fasilitas kesehatan layanan kesehatan (puskesmas, klinik, rumah sakit, dan lainnya) 
3. Kesiapan menerapkan area wajib masker kain atau masker tembus pandang bagi yang memiliki peserta disabilitas rungu 
4. Memiliki thermogun (pengukur suhu tubuh tembak) 
5. Pemetaan warga satuan pendidikan yang tidak boleh melakukan kegiatan dari satuan pendidikan seperti memiliki kondisi medis penyerta (comordity) yang tak terkontrol, tidak memiliki akses transportasi yang memungkinkan penerapan jaga jarak, memiliki riwayat perjalanan dari zona kuning, orange, dan merah atau riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri selama 14 hari. 
6. Membuat kesepakatan bersama komite satuan pendidikan terkait kesiapan melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Proses pembuatan kesepakatan tetap perlu menerapkan protokol kesehatan. 

Penggunaan BOS serta BOP PAUD dan Pendidikan Kesetaraan 

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD dan Pendidikan Kesetaraan di masa kedaruratan Covid-19 dapat digunakan untuk mendukung kesiapan satuan pendidikan. 

Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 19/2020 tentang Perubahan Petunjuk Teknis BOS dan Permendikbud Nomor 20/2020 tentang Perubahan Petunjuk Teknis BOP PAUD dan Kesetaraan di masa kedaruratan Covid-19, dana dapat digunakan untuk pembelian pulsa, paket data, dan/atau layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik dan/atau peserta didik dalam rangka pelaksanaan pembelajaran dari rumah. 

Selain itu, dana BOS serta BOP PAUD dan Kesetaraan dapat digunakan untuk pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, pembasmi kuman, masker atau penunjang kebersihan dan kesehatan lainnya termasuk alat pengukur suhu tubuh tembak (thermogun). 

Untuk pembayaran honor, dana BOS dapat digunakan membayar guru honorer yang tercatat pada data pokok pendidikan (Dapodik) per 31 Desember 2019, belum mendapatkan tunjangan profesi dan telah memenuhi beban mengajar termasuk mengajar dari rumah. 

Mengenai persentase penggunaannya, ketentuan pembayaran honor dilonggarkan menjadi tanpa batas. Khusus BOP PAUD dan Kesetaraan juga dapat digunakan untuk mendukung biaya transportasi pendidik. Selain itu, ketentuan persentase penggunaan BOP PAUD dan Kesetaraan dilonggarkan menjadi tanpa batas. 

Adapun penggunaan BOS Madrasah dan BOP Raudhatul Athfal (RA) disesuaikan dengan petunjuk teknis yang sudah ditetapkan Kementerian Agama.