Showing posts with label Guru. Show all posts
Showing posts with label Guru. Show all posts

13 Cara Mengenal dan Mengajar Anak Autis di Sekolah

13 Cara Mengenal dan Mengajarkan Anak Autis di Sekolah
Image source : TEMPO.CO/M IQBAL ICHSAN. Sejumlah siswa Sekolah Dasar berkebutuhan khusus mengerjakan soal ujian nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SD di SLB A Lebak Bulus, Jakarta, 16 Mei 2016

BlogPendidikan.net
- Memiliki buah hati adalah sesuatu hal yang sangat didambakan dan membahagiakan bagi pasangan yang telah menikah. Anugra dan rezeki yang diberikan yang dinanti-nantika adalah hadirnya buah hati yang akan melengkapi kehidupan pasangan suami istri. Namun bagaimana jika buah hati kita memiliki kekurangan? sebagai orang tua pasti risau akan tetapi orang tua akan selalu mencari cara agar kekurangan itu bisa teratasi. Kekurangan yang dimaksud adalah anak yang menderita Autis.

Apa Itu Autis

Kata Autism berasal dari bahasa Yunani Kuno atau Greek yang berarti self atau diri sendiri.. Mereka memiliki kecenderungan hidup dalam dunianya sendiri.(Bandi Delphie,). Para peneliti beranggapan bahwa kehidupan dalam dunianya sendiri akan berlangsung selama hidupnya. Menurut Ward, A. J menyatakan bahwa penyandang sindrom autistik usia dini (early infantile autism) dapat terdeteksi melalui suatu diagnosis khusus oleh ahli medis atau psikolog sejak berusia 30 bulan.

Autisme adalah gangguan neurologis dalam perkembangan otak. Gejalanya biasa muncul pada anak-anak yang tampak tumbuh normal,sampai usia antara satu hingga tiga tahun. Penyandang autis biasanya menunjukan ketidakmampuan bergaul, dan ada masalah berimajinasi, kegiatan fisik dan kebahasaan. Beberapa orang penyandang autis berkondisi nonverbal, tetapi yang lain dapat berbicara dan berkomunikasi dengan lebih normal.

Mengenal Anak Autis

Gejala autisme sangat beragam dan tiap anak yang menderita kondisi ini dapat menunjukkan gejala yang berbeda. Namun, secara umum, ciri-ciri anak autis terdiri dari 3 karakteristik utama, yaitu:

Ciri-ciri anak autisme terkadang juga bisa menyerupai gangguan lain, seperti gangguan pendengaran, depresi pada anak, gangguan cemas, sindrom Asperger, serta reaksi trauma akibat kekerasan. Oleh karena itu, anak yang dicurigai menderita autisme perlu diperiksakan ke dokter anak.


Dalam mendiagnosis autisme pada anak, dokter akan mengevaluasi tumbuh kembang anak, seperti menilai kemampuan berbicara, berperilaku, belajar, hingga pergerakan anak. Dokter juga mungkin akan menyarankan pemeriksaan lain berupa tes pendengaran, tes genetik, dan konsultasi psikologi anak.

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan autisme. Namun, ada beberapa metode terapi yang dapat dilakukan untuk membantu anak meningkatkan kemampuannya dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan belajar.

Dokter akan menentukan terapi yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan anak secara menyeluruh. Tujuan terapi ini adalah untuk membantu anak agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, serta mampu hidup mandiri ketika ia dewasa nanti.

Bagaimana Cara Mengajar Anak Autis di Sekolah? 

Berikut 13 Cara Menghadapi dan Mengajar Anak Autis di Sekolah yang mungkin bisa kamu terapkan disekolah, yaitu :

1. Mengajar dengan menggunakan media visual dan konkret

Anak yang menderita autis lebih pekah menangkap suatu pesan dalam pembelajaran dengan menggunakan media berupa gambar atau benda konkret, media konkret dan gambar adalah bahasa visual yang bisa membuat orang lebih mengerti dengan cepat termasuk anak yang menderita autis.

2. Hindari penggunaan kalimat yang panjang dalam mengajar 

Anak yang menderita autis memiliki ingatan yang tidak kuat sehingga mereka mudah melupakan apa yang telah dia pelajari, dalam hal mengajar anak autis agar dia bisa memahami apa yang guru sampaikan, maka upayakan tidak memberi penjelasan dengan menggunakan kalimat yang panjang.

3. Fokus memaksimalkan potensi bakat  dan minat anak autis

Sebagian besar anak autis memiliki potensi dalam hal kemampuan menggambar, seni dan komputer. Bakat dan kemampuan yang dominan pada anak autis sebaiknya dimaksimalkan, agar bakat dan minatnya bisa menjadi talenta dan keterampilan sehingga bisa digunakan dalam untuk bekerja ketika dewsaa kelak.


4. Minimalisir keributan dan suara yang menggangu dalam mengajar anak autis

Anak autis memiliki pemikiran yang kurang stabil sehingga mereka akan sedikit sensitif dengan hal-hal yang ada disekitarnya termasuk suara-suara yang bisa memecah konsentrasinya. Misalnya saja bunyi bell, mikrofon, lonceng dan kanlpot. Jadi penggunaan bel sekolah, mikrofon, lonceng harus diminimalisir karena hal tersebut akan sedikit menggangu anak yang menderita autis.

5. Hindarkan cahaya lampu yang berlebihan

Sebagian anak yang menderita autis juga merasa sensitif dengan cahaya termasuk cahaya lampu neon, oleh karena itu dalam pembelajaran di kelas, sebaiknya anak yang mengalami masalah autis ditempatkan di kursi yang dekat dengan jendela dengan pencahayaan matahari yang alami, sehingga mereka bisa fokus dalam belajar

6. Buat susana sekondusif mungkin dan sugesti pikirannnya

Sebagian anak autis yang hiperaktif biasanya akan mengalami perasaan gelisah yang tak menentu, agar perasaan gelisah anak autis tidak semakin menjadi-jadi suasana yang kondusif sangat mutlak harus dihadirkan dalam suasana kelas maupun di rumah.

7. Lakukan kontak mata dalam mengajar anak autis

Beberapa anakyang menderita autis memiliki respon yang cukup besar ketika mereka dijelaskan tentang sesuatu hal dengan mimik yang ekspresif dan kontak mata. Oleh karena itu buatlah anak autis yang anda sedang ajar bisa menangkap maksud dari apa yanganda jelaskan dengan melakukan penjelasan yang ekspresif disertai dengan kontak mata.

8. Menyesuaikan pembelajaran dengan gejala anak autis.

Tidak semua anak autis mengalami masalah yang sama, sehingga anda harus mengindentifikasi terlebih dahulu apa yang menjadi kelemahan dari setiap anak autis yang anda ajar. Sebagian anak autis tidak bisa menangkap pesan dengan menggunakan audio dan visual secara bersamaan.


9. Melakukan pengulangan materi pelajaran

Agar anak autis bisa memahami apa yang diajarkan, maka sebaiknya lakukanlah pengulangan materi pelajaran agar anak tersebut benar-benar paham. Karena percuma bergegas dalam menyelesaikan materi pelajaran jikalau pada akhirnya anak tidak mampu menangkap maksud dari apa yang dia pelajari.

10. Memberi apresiasi

Mengapresiasi apa yang berhasil dilakukan oleh anak yang mengalami autis juga sebaiknya dilakukan agar mereka menjadi lebih bersemangat dalam belajar. Bentuk apresiasi bisa dalam bentuk senyum, tepuk tangan dan hadiah.

11. Menyebut nama dalam memberi intruksi dan arahan

Selanjutnya dalam memberi intruksi dan arahan kepada anak yang menderita autis sebaiknya disertai dengan sebutan nama, karena biasanya anak autis akan lambat dalam menganalisa pesan yang ditujukan kepadanya.

12. Sabar dalam menghadapi anak autis

Hal yang perlu anda sadari dalam mengajar anak autis adalah anak autis memiliki tingkat pemahaman yang tidak seperti orang normal lainnya, jadi diperlukan kesabaran ekstra dalam mengajarnya. jangan sesekali memperlihatkan sikap kasar ketika anda merasa jenuh mengajarnya naumun dia tak kunjung mengerti.

13. Peran orang tua

Hal terpenting dalam cara menangani anak autis di sekolah reguler terletak pada sikap dan usaha orang tua untuk mendukung kegiatan tersebut. Orang tua harus memberikan semangat pada anak dan ikut membantu mengajarkan banyak hal dalam proses pembelajaran di sekolah reguler tersebut. Orang tua harus memberikan waktu lebih untuk membantu anak dalam belajar sehingga anak akan merasa termotivasi akibat dorongan yang diberikan kepadanya. Ketika anak mendapatkan hasil evaluasi yang kurang memuaskan maka sebaiknya orang tua menghibur anak karena kondisi anak autis yang lebih sensitif dibandingkan anak normal.

Demikian penjelasan singkat tentang Cara Mengenal dan Mengajarkan Anak Autis di Sekolah, peran guru dan orang tua sangat menunjang guna keberhasilan anak didik kita khususnya anak Autis.

Rujukan:

Berbagi Ilmu Tautan https://www.rijal09.com/2017/04/12-cara-menghadapi-dan-mendidik-anak-autis.html

Alodokter.com Tautan https://www.alodokter.com/mengenali-ciri-ciri-anak-autis-sejak-dini

Hamil.co.id Tautan https://hamil.co.id/anak/autisme/cara-menangani-anak-autis-di-sekolah-reguler

Inilah 5 Keistimewaan Wanita Yang Berprofesi Guru, Segala Hal Dia Bisa

Inilah 5 Keistimewaan Wanita Yang Berprofesi Guru, Segala Hal Dia Bisa
Rizma Uldiandari image source : Bintang.com

BlogPendidikan.net
 - Jika ditelusuri kebanyakan yang berprofesi guru adalah kaum perempuan, terutama dijenjang sekolah PAUD, SD bahkan SMP. Sosok wanita lebih memiliki daya tarik terhadap siswa dalam mengajar, maka tidak salah jika wanita lebih memiliki keistimewaan berprofesi sebagai guru.

Kelebihan dan keistimewaan yang ada pada wanita yang mengemban tugas menjadi guru Hingga hari ini, rasanya masih ada banyak orang yang memandang sebelah mata profesi yang satu ini. Ya,profesi guru, di mana mungkin ada banyak anggapan jika profesi tersebut tidaklah sekeren profesi atau pekerjaan di bidang lain.

Dibalik itu semua nyatanya seorang guru punya kelebihan dan keistimewaan yang menjadi nilai tambah bagi dirinya. Bisa jadi kelebihan dan keistimewaan itulah yang menjadikan seorang pribadi yang berbeda. Dan, berbahagialah kamu yang jika saat ini punya istri atau calon istri seorang guru. Sebab, bersama mereka kamu akan mendapat keuntungan-keuntungan ini.


Berikut 5 keistimewaan wanita yang berprofesi guru : 

Soal tanggung jawab mendidik anak jadi hal yang tak perlu diragukan lagi. Dia bisa jadi teman terbaikmu dalam hal yang satu ini

Mendidik anak-anak seperti sudah jadi kewajiban yang dimilikinya. Berangkat dari hal itulah kemudian kamu harus bersyukur, sebab soal tanggung jawab mendidik anak-anakmu tak perlu lagi dikhawatirkan. Kamu dan dia bisa sama-sama berjuang melakukan itu. Nilai lebihnya adalah dia bisa jadi teman terbaikmu untuk urusan yang satu itu, sebab anak muridnya saja dididik dan dibimbing dengan baik, apalagi anak kalian sendiri. Dia akan jadi ibu yang baik untuk buah cintamu bersamanya..

Perkembangan dunia pendidikan yang kian pesat pun rasanya jadi salah satu hal yang sudah dia kuasai. Untuk itu, dia pasti tahu cara efektif mengajari anakmu.

Dewasa ini perkembangan dunia pendidikan kian pesat, banyak hal yang dengan cepat berganti-ganti. Hal itu pun jelas membawa perubahan yang berarti dalam perkembangan belajar untuk anak-anak. Tapi, itu akan bisa dikuasai olehnya untuk tetap membuat unggul anakmu dalam belajar. Sebab, dia pasti sudah tahu betul atau sudah menguasai berbagai perubahan yang ada. Untuk itu, dia pasti tahu cara apa yang efektif untuk mengajarkan anakmu.

Baca Juga: Ayah-Bunda : Inilah Beberapa Trik Mudah Mengajarkan Anak Membaca Tanpa Mengeja
Urusan waktu untuk mengurus keluarga juga pasti dimilikinya. Kamu tidak lagi perlu khawatir, sebab dia punya banyak waktu untuk itu!

Kalau kamu begitu menginginkan memiliki istri yang punya banyak waktu untuk mengurus keluarga, maka dia yang berprofesi sebagai guru adalah jawabannya. Hal itu bisa terjadi karena jam kerja yang dimilikinya tidak sama dengan para pekerja lain. Bukan tak mungkin jika sore hari dia sudah ada di rumah untuk bermain bersama anak-anak dan menunggu kamu pulang bekerja.
Selain itu, jadwal libur yang dia punya pun hampir sama dengan anak-anakmu nanti. Jelas dong nantinya waktu liburan anakmu akan begitu bermanfaat saat bisa dihabiskan bersama ibu tercinta. Anakmu tak akan merasa sedih karena harus menikmati liburan sendirian.

Kelebihan dia dalam berkomunikasi juga akan membuat kamu punya teman bercerita yang baik.

Secara dia adalah seorang pendidik yang diharuskan menjalin komunikasi dengan baik bersama murid dan juga orangtuanya, jelas dia pasti sudah memiliki cara berkomunikasi yang baik. Itu pun akan menjadi keuntungan buat kamu. Alasannya jelas, dengan begitu kamu akan punya teman bercerita yang baik. Kamu dan dia akan punya kualitas komunikasi yang baik, selama kalian bisa bersama-sama membangunnya. Dia pun tidak akan segan untuk mendengarkan semua ceritamu dan memberikan balasan yang baik. Itu akan sangat menyenangkan!

Bukan tidak mungkin kamu juga bisa menjadi orang yang lebih positif, karena dia selalu punya banyak cara untuk terus berpikir positif
Hubungan yang baik adalah hubungan yang mampu memberikan banyak perubahan baik bagi keduanya, tidak hanya salah satu. Kamu pun kan mendapat hal baik dari dia. Yap! Bukan tidak mungkin kelak kamu akan bisa menjadi orang yang lebih positif, sebab sebagai seorang guru dia akan selalu punya banyak cara untuk berpikir positif dan melakukan berbagai hal yang juga positif. Kamu dan dia pun akan bisa jadi pasangan yang begitu diidamkan.

Jadi, rasanya mulai sekarang jangan lagi hanya sebatas memandang sebelah mata pekerjaan mereka. Sebab, ada banyak hal yang menjadi kelebihan di dalam dirinya.

Bersyukurlah kamu jika sekarang sudah memiliki mereka sanyangi mereka karna pengabdiannya tiada tara.

Guru Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Tanpa Guru Kita Bukan Apa-apa

Guru Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Tanpa Guru Kita Bukan Apa-apa

BlogPendidikan.net
- Sososk guru adalah ditiru dan digugu ungkapan ini yang sering terdengar dan diucapkan. Ungkapan guru sebagai orang yang bisa digugu dan ditiru maknanya amatlah dalam. Digugu memiliki arti dipercaya atau dipatuhi, sedangkan ditiru berarti diikuti atau diteladani. Sudah sepatutnya seorang guru memiliki dua hal tersebut. 

Segala penyampaian dari guru haruslah sebuah kebenaran yang menumbuhkan keyakinan kepada setiap yang mendengarnya, dan segala tingkah lakunya haruslah menjadi contoh bagi setiap yang melihatnya.

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka tidak pernah lelah memberikan ilmu kepada anak didiknya. Mereka telaten dan sabar dalam mendidik dan mengajar anak didiknya. Keiklasan itulah sifat guru. Mereka selalu legowo dalam mendidik dan memberikan ilmunya. Tak pernah mengeluh walaupun mereka letih dan lelah.

Mereka selalu pandai berekting, berekting disini maksudnya adalah seperti saat mereka ada masalah saat di rumahnya mereka tidak membawa-bawa masalah itu kesekolah saat mereka mengajar mereka tidak menampakkan kesedihan, kemarahan dsb. Akan tetapi mereka tetap profesional dalam mengajar dan mendidik siswa siswinya.

Profesi guru bukanlah profesi yang mudah, mereka tidak hanya memberkan ilmu pengetahuan kepada siswa siswinya. Mereka juga harus mampu mendidik siswa agar menjadi siswa dan siswi yang berbudi luhur dan berahklakul karimah.

Tidak hanya itu saja profesi guru juga merupakan pekerjaan yang menanggung beban yang sangat berat, seperti jika guru memiliki kesalahan dalam mengajar dan mendidik itu akan berdampak sampai saat mereka dewasa.

Tanpa Guru Kita Bukan Apa-apa

Guru ibarat petunjuk, pelita, dan segala perbekalan untuk mempersiapkan kita menghadapi kemungkinan terburuk. Tanpa guru, bisa apa kita? Tanpa guru, mungkin tidak akan ada profesi dokter. Tanpa guru, mungkin tidak akan ada profesi ilmuwan. Tanpa guru, mungkin Bapak tidak bisa berdiri di podium ini, berpidato di depan kalian.

Tanpa guru, mungkin kalian tidak akan ada di sini. Ketika memilih menjadi guru, Bapak sadar pekerjaan ini tanggung jawabnya besar. Pekerjaan lain biasanya butuh 8 jam sehari, tapi menjadi guru berarti bersedia menyerahkan 24 jam 7 hari. Mendidik anak tidak ada jam kerjanya, selalu siap dimanapun dan kapanpun.

Saat jam sekolah, kita mengajarkan kalian berbagai pelajaran. Sepulang sekolah, setiap tindakan kita tetap harus bisa jadi teladan. Kalau guru tingkahnya tidak baik, apalagi muridnya.

Jadi coba bayangkan kalau dunia ini tanpa guru?

Salam Satu Guru Satu Pendidikan

Guru Dituntut Harus Terus Belajar, Mengapa?

Guru Dituntut Harus Terus Belajar, Mengapa?

BlogPendidikan.net
- Dimulai pada maret 2020 mengemparkan negara RI masuknya virus Corona tepatnya 2 maret 2020, pemerintah dengan sigap mengumumkan pertama kali kasus komfirmasi positif Covid-19 di Indonesia. Presiden Jokowi mengumumkan secara langsung kasus konfirmasi 2 orang positif corona. Tak lama kemudian Kemendikbud mengeluarkan surat edaran yang intinya penyampaian sekolah ditutup karena wabah virus Corona.

Sistem pembelajaran terganggu para siswa dan guru tidak dapat melakukan pembelajaran tatap muka langsung, gurupun mencari solusi agar siklus pembelajaran tidak terhenti. Dimasa inilah akan terlihat kompetensi yang mereka miliki. Jangan karena korona bermalas-malasan tidak mau belajar bagaimana menerapkan pembelajaran dimasa pandemi.

Bukan hanya hal diatas menyangkut wabah, tetapi ada beberapa hal yeng lebih penting bagi guru untuk terus harus belajar.

Masih ingat UKG yang dilaksanakan dari tahun 2015? Dalam UKG tersebut guru diharapkan mencapai Kriteria Capaian Minimal (KCM) yang tekah ditentukan. Ditahun 2015 pula kemudian dikembangkan sebuah program yang bertujuan mengembangkan (upgrade) kemampuan guru yang dikenal dengan istilah Guru Pembelajar (GP). 

GP adalah guru yang ideal yang terus belajar dan mengembangkan diri disetiap saat dan dimanapun dia berada. Karena dari guru yang terus belajar dan berkarya akan terlahir generasi pembelajar sepanjang hayat, yang terus menerus berkontribusi terhadap masyarakat dan lingkungannya. Karena mendidik itu harus menyesuaikan zaman yang dialami peserta didiknya dan teknologi telah merubah dunia pembelajaran kita begitu cepat. 


Jika kita apatis terhadap perubahan ini maka kita yang akan ketinggalan zaman. GP adalah guru yang senantiasa tidak pernah lelah untuk terus belajar selama dalam masa pengabdiannya. Oleh karena itu ketika seorang guru memutuskan berhenti untuk belajar atau tidak mau belajar maka pada saat itu dia berhenti menjadi guru atau pendidik.

Beberapa alasan mengapa guru harus terus belajar selama dia berprofesi sebagai pendidik :

1.Profesi guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalitas memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat.

2.Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni menuntut guru untuk harus belajar beradaptasi dengan hal-hal baru yang berlaku saat ini. Dalam kondisi ini, seorang guru dituntut untuk bisa beradaptasi dengan berbagai perubahan yang baru. Adapun kemampuan tersebut bisa diperoleh melalaui pelatihan, seminar maupun melalui studi kepustakaan

3.Karakter peserta didik, yang senantiasa berbeda dari generasi ke generasi menjadi tantangan tersendiri bagi seorang guru. Metode pembelajaran yang digunakan pada peserta didik terdahulu akan sulit diterapkan pada peserta didik generasi sekarang. Oleh karena itu, cara ataupun metode pembelajaran yang digunakan guru harus disesuaikan dengan kondisi peserta didik saat ini.

Tentang PKB

Pada prinsipnya, PKB mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi yang didesain untuk meningkatkan karakteristik, pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan. PKB adalah bagian penting dari proses pengembangan keprofesionalan guru. 

PKB tidak terjadi secara ad-hoc terapi dilakukan melalui pendekatan yang diawali dengan perencanaan untuk mencapai standar kompetensi profesi (khususnya bagi guru yang belum mencapai standar kompetensi sesuai dengan hasil penilaian kinerja, atau dengan kata lain berkinerja rendah), mempertahankan/menjaga dan mengembangkan pengetahuan, ketrampilan dan perolehan pengetahuan dan ketrampilan baru. 


PKB dalam rangka pengembangan pengetahuan dan ketrampilan merupakan tanggung jawab guru secara individu sesuai dengan masyarakat pembelajar, jadi sangat penting bagi guru yang berada di ujung paling depan pendidikan. 

PKB mencakup tiga hal, yakni pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovatif.

1.Pelaksanaan Pengembangan Diri

Pengembangan diri adalah upaya-upaya untuk meningkatkan profesionalisme diri agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan agar mampu melaksanakan tugas pokok dan kewajibannya dalam pembelajaran/pembimbingan termasuk pelaksanaan tugas-tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. 

Kegiatan pengembangan diri terdiri dari diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru utuk mencapai dan meningkatkan kompetensi profesi guru yang mencakup: kompetensi pedagogis, kepribadian, sosial dan profesi sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 

Sedangkan untuk mampu melaksanakan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah, program PKB diorientasikan kepada kegiatan peningkatan kompetensi sesuai dengan tugas-tugas tambahan tersebut (misalnya kompetensi bagi kepala sekolah, kepala laboratorium, kepala perpustakaan, dsb).

Diklat fungsional adalah kegiatan guru dalam mengikuti pendidikan atau latihan yang bertujuan untuk mencapai standar kompetensi profesi yang ditetapkan dan meningkatkan keprofesian untuk memiliki kompetensi di atas standar kompetensi profesi dalam kurun waktu tertentu. Sedangkan kegiatan kolektif guru adalah kegiatan guru dalam mengikuti kegiatan pertemuan ilmiah atau kegiatan bersama yang bertujuan untuk mencapai standar atau di atas standar kompetensi profesi yang telah ditetapkan. 

Kegiatan kolektif guru mencakup: (1) kegiatan lokakarya atau kegiatan kelompok guru (KKG, MGMP, KKKS, MKKS, KKPS dan MKPS), (2) pembahas atau peserta pada seminar, koloqium, diskusi pannel atau bentuk pertemuan ilmiah yang lain, (3) kegiatan kolektif lain yang sesuai dengan tugas dan kewajiban guru.


Kegiatan pengembangan diri yang mencakup diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru tesebut harus mengutamakan kebutuhan guru untuk pencapaian standar atau peningkatan kompetensi profesi khususnya berkaitan dengan melaksanakan layanan pembelajaran.

2.Pelaksanaan Publikasi Ilmiah

Publikasi ilmiah adalah karya tulis ilmiah yang telah dipublikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan secara umum.

3.Pelaksanaan Karya Inovatif

Karya inovatif adalah karya yang bersifat pengembangan, modifikasi atau penemuan baru sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan, sains/teknologi dan seni.

Teruslah belajar dan belajar demi generasi bangsa.

Rujukan:

Guru Harus Terus Belajar. Tautan : https://kaltim.tribunnews.com/2017/07/10/mengapa-guru-harus-terus-belajar

Berpenampilan Bagi Guru Sangatlah Penting, Apalagi Disaat Mengajarkan Materi, Buatlah Siswa Tertarik

Berpenampilan Bagi Guru Sangatlah Penting, Apalagi Disaat Mengajarkan Materi, Buatlah Siswa Tertarik

BlogPendidikan.net
- Menjadi seorang guru tentunya harus berhadapan dengan siswa, guru harus tampil didepan siswa untuk menjelaskan materi yang di ajarkan. Buka hanya gaya berbicara yang diperhatikan oleh siswa tetapi hal yang paling menonjol adalah penampilan.

Siswa lebih cepat menilai gurunya dari penampilannya dan membedakannya dengan guru-guru lainnya, jadi jangan heran jika ada siswa yang ogah serius memperhatikan karena penampilan seorang guru yang tidak rapi saat guru tersebut menjelaskan materi pelajaran.

Berpenampilan adalah sebuah hal yang perlu diperhatikan. Bukan saja agar diperhatikan oleh orang lain tetapi akan bernilai ibadah jika penampilan kita bisa membuat orang tersenyum dan bahagia. Begitu pun hal nya dengan penampilan seorang guru. Guru bukan saja penampilan ala kadarnya dengan kondisi yang biasa saja. Hal ini perlu diperhatikan dengan seksama.


Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru dalam berpenampilan saat bertatap muka dengan siswa menjelaskan materi pembelajaran:

1. Ekspresi Wajah dan Bahasa Tubuh

Hal yang terkait dengan ekpresi wajah dan bahasa tubuh adalah (1) cara memandang, yaitu pandangan mata saat melihat atau berbicara dengan lawan berbicara. (2) sikap tubuh, melalui sikap kepala (tegak), sikap wajah (alis mata dan bibir).

2. Berbicara

Untuk dapat berbicara dengan baik dituntut bahasa tubuh yang sesuai dengan pembicaraan yang dilakukan. Suara juga harus disesuaikan dengan kondisi waktu, tempat, maupun inti pembicaraan. Jika pembicaraan mengandung makna kemarahan maka ekspresi wajah, intonasi suara juga menyelaraskan dalam keadaan gusar.

Suara guru hendaknya bervariasi pada saat menjelaskan materi pelajaran baik dalam intonasi, volume, nada dan kecepatan. Jika suara guru senantiasa keras atau terlalu keras, akan sulit diterima oleh siswa karena mereka menganggap gurunya sedang marah atau seorang yang kejam. Bila sudah begitu, siswa diliputi oleh rasa cemas dan ketakutan selama proses pembelajaran. Sebaliknya bila suara guru terlalu lemah, akan terdengar tidak jelas oleh siswa dan tidak bisa menjangkau seluruh siswa dalam kelas, terutama yang duduk dibagian belakang. Bila sudah begitu siswa akan mengabaikan gurunya dan kurang perhatian pada materi yang disampaikan.


Untuk itu guru perlu menggunakan variasi suara baik dari segi intonasi, volume, nada, kecepatan biasa yang disesuaikan dengan kebutuhan situasi dan kondisi. Uraian diatas menggambarkan betapa guru perlu memperhatikan intonasi suaranya. Agar siswa dapat mendengarkan penjelasan guru dengan jelas dan mudah dipahami.

3. Kebersihan dan kerapian

Ajaran kebersihan dalam Islam meliputi kebersihan jiwa dan kebersihan fisik. Hal ini menunjukan bahwa Islam telah memandang penting keseimbangan antara jiwa dan fisik dalam gaya hidup sehat yang alamiah. Kebersihan adalah perilaku sehat yang penting dalam gaya hidup umat Islam. Islam juga berbicara tentang kewajiban menjaga kebersihan secara fisik.

Berkaitan dengan kebersihan fisik, Islam juga membahas pentingnya menjaga kebersihan pribadi seperti menjaga kebersihan tubuh, kebersihan pakaian, kebersihan makanan, kebersihan rumah dan lain sebagainya.

4. Tata rambut dan tata rias

Untuk tata rambut, sesuaikan penataan rambut dengan bentuk muka, bentuk tubuh, profesi, waktu, faktor kepribadian (tidak memaksakan suatu mode tertentu), dan usia. 

Untuk tata rias, haruslah dibedakan berdasarkan  waktu, usia, profesi, sifat pertemuan (occasion). Jika tata rias untuk pagi hari maka gunakanlah warna teduh, pastel yang memberi kesan sederhana. Jangan memakai pemerah pipi dan warna lipstick yang terlalu mencolok. Garis mata jangan terlalu tajam dan gunakan mascara ringan pada bulu mata. Adapun untuk tata rias dimalam hari, dapatlah digunakan warna warni yang menyolok, berkilap, dan terkesan tajam dan berat.

Guru yang profesional tidaklah harus berlebihan dalam penampilannya sehingga apa yang dilihat peserta didik menjadi teladan (contoh) yang positif. Bukan sebaliknya pendidikan dijadikan hiburan gratis, tertawaan, dan disamakan dengan artis yang aduhai oleh peserta didik. Banyak sisi negatif dari seorang guru (terutama guru perempuan) yang berdandan menor ala artis.

5. Tata busana

Busana tidak saja berfungsi sebagai pelindung tubuh dan penutup bagian tertentu dari tubuh, akan tetapi busana mempunyai fungsi lain yaitu memperindah diri. Kemampuan seseorang untuk dapat berbusana dengan tepat  dan baik akan menampilkan kesan positif yang berkaitan erat dengan gairah hidup, sehingga menambah percaya diri. Berbusana dengan baik akan menampilkan pribadi yang menarik pula.

Seorang guru haruslah berpakaian sopan jika kesekolah, mengenakan pakaian yang sesuai ukuran tubuh (tidak terlalu ketat atau kedodoran), begitu pula dengan model bajunya. Mengajar dengan penampilan rapi, rambut disisir halus, tata rias tidak menor, baju disetrika, sepatu disemir, dan sebagainya akan membuat anak didik menjadi bersemangat dalam mengikuti pelajaran. 

Jika semangat sudah tumbuh, mereka senang belajar dan akhirnya kegiatan belajar mengajar sukses dilakukan dengan hasil yang memuaskan. Dengan begitu guru harus mengusahakan untuk memberikan penampilan yang menarik terutama dalam mengajar agar siswa lebih bersemangat dan timbul perhatian yang tinggi dalam belajar.

6. Sikap dan Perilaku

Sikap adalah cara seseorang melihat sesuatu secara mental (dari dalam diri) yang mengarah pada perilaku yang ditujukan pada orang lain, ide, objek maupun kelompok tertentu. Sikap juga merupakan cerminan jiwa seseorang. Sikap adalah cara seseorang mengkomunikasikan perasaannya kepada orang lain (melalui perilaku). 


Jika perasaan seseorang terhadap sesuatu adalah positif maka akan terpancar pula perilaku positif dari individu bersangkutan menyikapi sesuatu yang dihadapinya itu, dan sebaliknya. 

Begitu menyedihkan, jika perasaan sedang tidak nyaman maka yang tercermin adalah wajah yang  keruh, semangat kerja menurun, hari yang indah dapat berubah menjadi hari yang membosankan. Jika sesuatu berjalan mulus, wajah tanpa disadari akan berseri-seri, dunia serasa indah, semangatpun akan menggebu-gebu.

7. Gerakan Tubuh dan Tangan

Gerakan tubuh diantaranya ialah: tidak meregangkan tubuh didepan umum, tidak bermain atau menarik-narik rambut, tidak mengorek gigi, kuping maupun hidung, tidak menggigit kuku, membersihkan kuku, tidak mengetuk ngetuk meja, tidak mengoyang-goyangkan kaki, tidak bermake up didepan siswa, tidak merokok, tidak duduk diatas meja, berdiri dengan bertolak pinggang, duduk dengan meletakan kedua siku diatas meja.

Sedangkan dan gerakan tangan ialah : tidak menyembunyikan tangan, tidak terlalu sering menggerak-gerakkan tangan saat berbicara, saat berbicara jangan meremas jari kedua tangan, jangan melipat-lipat jari tangan hingga berbunyi, jangan berbicara orang dengan menunjuk pada yang bersangkutan dan jangan melambaikan tangan terlalu lebar sehingga terlihat ketiak.

Nah, itu tadi bebrapa hal yang berkaitan dengan penampilan guru dalam mengajar, sangatlah penting bagi guru untuk menarik minat siswa belajar lebih aktif.

Profesi Guru Bukan Hanya Pintar Tapi Memiliki Keistimewaan Yang Tidak Dimiliki Profesi Lain

Profesi Guru Bukan Hanya Pintar Tapi Memiliki Keistimewaan Yang Tidak Dimiliki Profesi Lain

Blogpendidikan.net
 - Profesi Guru Bukan Hanya Pintar Tapi Memiliki Keistimewaan Yang Tidak Dimiliki Profesi Lain.

Memang profesi guru adalah profesi yang berat untuk di sandang karnaa untuk menjadi seorang guru tentunya memiliki kriteria dan keiklasan dalam melaksanakan pekerjaannya jika Anda punya istri berprofesi sebagai guru adalah sebuah anugerah. Selain pintar, dia juga bakal melengkapi kekuranganmu. 

Apalagi jika si dia adalah guru yang mengajar di taman kanak-kanak atau sekolah dasar (SD). Kebiasaannya berinteraksi dengan anak membuat karakternya lembut, penyabar dan penyayang.


Selain itu, kamu juga bakal mendapat beberapa keistimewaan jika istrimu seorang guru.

1. Gak perlu susah nyari guru buat anak-anakmu

Kamu adalah orang yang paling beruntung karena punya istri seorang guru. Dijamin deh, kalau kalian sudah punya anak, kalian nggak perlu susah nyari guru buat ngajarin anak kalian. Karena istrimu ahlinya. Dijamin anak-anakmu bakal pintar dan tumbuh dengan pola disiplin yang baik karena setiap hari istri akan selalu ada buat mereka.

2. Keluarga bisa punya waktu liburan yang panjang

Tahu nggak sih kalau jadi guru itu paling asyik loh. Beda sama yang kerja di kantoran. Bukan cuma kerja setengah hari saja, tapi kerja di sekolahan juga memungkinkan guru punya waktu libur yang panjang dibanding kerja kantoran. Liburannya bisa sampai sebulanan loh. Nah, waktu dia liburan pastinya kalian bisa mengatur waktu liburan yang lebih panjang dong bareng keluarga. Asyik kan ya?


3. Punya banyak cerita untuk didengarkan

Sebagai pasangan suami istri, komunikasi adalah hal terpenting yang harus dibangun. Bercerita sembari makan malam adalah quality time keluarga yang sangat pas. Punya istri guru bakal membuat komunikasi makan malam kalian cukup panjang. Karena dia bakal mulai bercerita tentang harinya bersama anak-anak di sekolah. Membahas hal-hal lucu yang terjadi dan keseruan yang sepanjang mengajar.

4. Rumah akan penuh dengan barang-barang yang berkaitan dengan pendidikan

Guru biasanya suka baca dan belajar. Karena itu mereka biasanya bakal punya banyak buku dimana-mana. Jadi gak heran kalau rumah akan penuh dengan buku-buku atau benda yang berkaitan dengan pendidikan. Tentu saja hal ini bagus bukan dibanding harus mengisi rumahmu dengan koleksi-koleksi yang kurang bermanfaat lainnya.

5. Kreatif dan periang

Keuntungan lain yang bakal kamu dapat dari istri berprofesi guru adalah karakter mereka yang terbilang menyenangkan. Pekerjaan yang menuntut kreativitas dan komunikasi secara otomatis akan membentuk kepribadiannya. Biasanya seorang guru akan lebih kreatif dan suka ngobrol. Kalau kamu kebetulan adalah tipe pendiam maka pasanganmu akan melengkapi dengan karakternya yang periang dan banyak ngomong.


Jadi, berterima kasihlah kepada Tuhan karena sudah dikasih pasangan seorang guru ya. Apalagi sebentar kita akan merayakan perayaan Hari Pendidikan, supaya sedikit romantis cobalah memberikannya karangan bunga atau mengajaknya makan malam romantis. 

Sangat bersyukur dan beruntung sekali jika istrimu seorang guru yang bisa menutupi dan melengkapi segala kekurangan dan bisa menjadi sosok yang di idolakan. 

okey jangan lupa berbagi jika artikel ini bermanfaat. Salam pendidikan

5 Alasan Inilah Yang Membuatmu Bertahan Menjadi Guru, Bahagia Rasanya

Inilah 5 Alasan Yang Membuatmu Bertahan Menjadi Guru, Bahagia Rasanya

Blogpendidikan.net
 - Menjadi guru tidaklah mudah butuh orang-orang yang memiliki sikap dan komitmen yang kuat agar tercipta kesabaran dan semangan dalam mendidik anak bangsa.

Guru dalam pengabdiannya membutuhkan totalitas agar pembelajaran di dalam kelas dan di luar kelas berjalan dengan baik. Guru akan mencatatkan sejarahnya sendiri, tentang bagaimana ia mengupayakan membangun pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta didik.

Berada pada jalur ini akan ada ragam suka dan duka hadir setua jalan panjang mengabdi di depan kelas. Bermodalkan spidol atau kapur tulis, kita berdiri kokoh untuk mulai mengarahkan peserta didik pada tujuan pembelajaran yang dituju. Berbagai pengetahuan dan pengalaman dikolaborasi dalam seluruh proses bersama di dalam kelas.


Guru tidak hanya sepihak meracik jalannya pembelajaran, melainkan pembelajaran sedapat mungkin berlangsung dialog bukan monolog. 
Artinya, antara guru dan peserta didik terbangun komunikasi dua arah. Peserta didik tidak hanya menjadi objek pembelajaran, tetapi mereka diarahkan menjadi subjek utama dalam jalannya pembelajaran di dalam kelas.

Acap kali dalam proses belajar mengajar di dalam kelas, kita menemukan persoalan-persoalan sepele yang kerap kali mengocok perut, bahkan membuatmu bahagia menjadi seorang guru. 
Lima hal di bawah ini akan membuatmu makin kerasan menjadi seorang guru :

1. Alasan yang terkesan sepele
Semua guru pasti pernah mendengarkan alasan yang diajukan oleh peserta didik saat dimintai pertangungjawaban atas apa yang telah ia lakukan. Adakalanya demi mengamankan diri ketika melakukan kesalahan, peserta didik memberikan alasan tanpa merasa bersalah sama sekali.  
Misalnya, ketika guru mengajukan pertanyaan untuk mencari tahu alasan terkait siswa yang tidak mengerjakan latihan saat belajar di kelas. Dengan gagah berani ia lontarkan alasan yang terkesan remeh bahkan akan membuat tekanan darah sebagai guru akan berubah dalam waktu sekejap.

2. Jawaban ujian yang mengocok perut
Entah karena tidak belajar atau dengan sengaja memberikan jawaban yang salah, kerap kali jawaban pada lembar ujian siswa justru mengundang gelak tawa. Bagi guru, jawaban asal-asalan dapat dijadikan sebagai bahan tertawaan saat sedang menepi dalam kamar untuk memeriksa hasil ujian.
Jawaban di bawah ini membuktikan bahwa kebahagiaan hakiki bagi seorang guru dapat ditemukan dalam lembaran jawaban peserta didik. Hehehe, iya to!

3. Lihai membuat kelas menjadi riuh
Dengan tingkatan usia yang masih membutuhkan tuntunan yang lebih maka perkembangan usia anak di tingkatan sekolah dasar amat membutuhkan keberadaan guru di depan kelas. Guru diharapkan untuk hadir di depan kelas sepanjang jam pelajaran berlangsung.
Kelas akan jadi riuh saat guru sedang berada di luar kelas. Namun kelas akan kembali tenang saat guru sudah berada di dalam kelas. Pada titik ini, guru dianjurkan untuk kedepankan profesionalitas untuk mendukung aman dan lancarnya proses belajar mengajar di dalam kelas.
4. Bunyi bel istirahat atau pulang sekolah bak ketiban rezeki nomplok
Guru dianjurkan untuk meyiapkan metode pelajaran sebaik mungkin agar peserta didik betah berada di dalam kelas. Kemampuan guru dalam menyiapkan metode pelajaran akan membius siswa untuk menikmati alur pelajaran. Percaya deh, siswa akan betah saat desain pembelajaran menarik untuk diikuti, bahkan saat bel sudah berbunyi mereka tidak lekas beranjak dari tempat duduk.
Namun menjauhkan peserta didik dari kesenangan saat mendengarkan bel rasa-rasanya hampir sama dengan memisahkan daun pepaya dengan rasa pahit. Peserta didik akan kegirangan saat bel sudah berbunyi. Jangan heran ketika bel sudah berbunyi akan diikuti dengan tampilan wajah yang berbinar-binar seperti sedang mendapatkan rezeki nomplok dari acara kuis pada salah satu stasiun TV. Terkadang tingkah mereka pun membuatmu bahagia dan senyam-senyum sendiri sebagai seorang guru.

5. Pengumuman libur selalu dinanti-nantikan
Hari libur selalu dinanti-nantikan setiap orang, tak terkecuali bagi peserta didik. Masa liburan bagi mereka akan luput dari berbagai aktivitas belajar di dalam kelas. Mereka pun dapat bermain dengan leluasa bersama dengan teman-teman di lingkungan tempat tinggalnya.  
Dengan adanya kalender di dalam kelas, peserta didik sering memantau hari libur. Bahkan sebelum guru menyampaikan terlebih dahulu jika ada hari libur pada keesokkan harinya, akan ada salah satu peserta didik yang menginformasikan bahwa esoknya akan ada libur atau dengan gagah berani menanyakan bahwa apa benar keesokkan harinya libur.

Saat peserta didik tengah menikmati liburan justru akan berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan oleh guru. Engkau akan merasakan sesaknya merindukan tingkah usil yang sering mereka persembahkan saat berada bersama di balik ruang belajar. Ya, seperti yang sedang dirasakan oleh saya saat ini.

Itu tadi lima hal yang akan membuatmu bahagia sebagai seorang guru. Bahagia memang lahir dari hal-hal sederhana. Orang yang tulus hatinya akan mampu merayakan kebahagiaan dengan sempurna. Bangga dalam melaksanakan profesi yang kita geluti akan mendapatkan hasil yang baik pula untuk diri kita. Salam pendidikan.

Menjadi Guru Favorit Yang Disukai Siswa Tidak Mudah, Ini 10 Tips Untuk Kamu (Guru)

Menjadi Guru Favorit Yang Disukai Siswa Tidak Mudah, Ini 10 Tips Untuk Kamu (Guru)

BlogPendidikan.net
Menjadi guru bukanlah merupakan tugas yang mudah. Seorang guru tidak hanya dituntut untuk bisa mengajarkan ilmu, tetapi juga harus menjadi teladan yang baik bagi anak didiknya, terlebih jika bisa menjadi guru favorit yang disukai para siswa..

Untuk menjadi seorang guru yang disukai murid di zaman milenial sekarang merupakan  tantangannya cukup sulit. Anak-anak generasi milenial cenderung merasa paham semuanya. Tentu saja ini karena banyaknya informasi yang tersedia secara gratis dunia maya. Anak-anak menjadi overload knowledge, sehingga cenderung merasa lebih pintar dari guru. Anak-anak yang kurang mendapat pendidikan karakter dari rumah, akan bersikap seenaknya pada guru. Mulai dari membantah perkataan guru, membangkang tugas yang diberikan guru, dan tindakan tidak sopan lainnya.

Sepertinya menghadapi murid zaman sekarang membutuhkan keahlian yang lebih. Tidak cukup hanya bermodalkan pengetahuan tentang materi pelajaran, melainkan juga pengetahuan lain sebagai ilmu pendukung. Hal ini dikarenakan perubahan zaman yang tidak bisa kita hindari. Ilmu pengetahuan yang terus berkembang ibarat dua sisi mata pisau bagi manusia. 

Anak-anak yang terpapar kemajuan teknologi ini membutuhkan bimbingan dari guru yang juga mengikuti perkembangan teknologi. Oleh karena itu, seorang guru wajib menambah ilmunya setiap saat agar dapat selangkah lebih maju dari anak-anak muridnya. Setidaknya usaha ini dilakukan agar menjadi seorang guru yang disukai murid.


Berikut ini adalah 10 tips singkat menjadi guru favorit yang di sukai siswa :

1.Tulus dalam mendidik

Salah satu kunci kesuksesan di dalam mendidik siswa adalah segalanya diawali dengan ketulusan. Ketulusan yang ada dalam hati seorang guru membuat guru tersebut menjadi pembelajar sejati. ketulusan membuatnya mengesampingkan ego sehingga seorang guru yang memiliki ketulusan mau belajar dari kesalahan dirinya didalam mendidik untuk diperbaiki, bahkan guru yang tulus mau belajar dari siswanya dan tidak marah ketika diberikan masukan oleh siswa.

Guru yang memiliki ketulusan ketika mendidik akan lebih mudah nasehat-nasehatnya didengarkan oleh siswa. Selain ketulusan berbuah kesabaran dalam mendidik, ketulusan juga mampu membangun kewibawaan seorang guru karena hatinya dipenuhi rasa sayang terhadap muridnya.

Guru yang tulus memberikan nasehat merupakan guru-guru yang paling berjasa kepada anak didik. Karena dengan ketulusannya mampu menghadirkan nilai-nilai positif yang di pegang oleh siswa bahkan hingga mereka dewasa tidak pernah lupa. Nasehat yang santun dari seorang guru yang tulus mampu merubah kepribadian siswa yang kurang baik menjadi siswa yang baik bahkan mampu berprestasi.

2. Mengutamakan kasih sayang

Seorang guru dengan bekal ketulusan akan membuahkan pandangan kasih sayang kepada murid-muridnya. Hendaknya seorang guru menyayangi siswa-siswanya seperti orangtua mereka yang menyayangi mereka dengan tulus. Nilai kasih sayang seorang guru sangat berarti bagi siswa, karena dengan kasih sayang seorang guru siswa akan merasakan kenyamanan ketika dalam suasana pembelajaran.

Kasih sayang kepada siswa bukan berarti tidak menegurnya ketika salah atau membiarkan siswa semaunya sendiri. Bukan demikian, justru teguran itu adalah bentuk kasih sayang anda sebagai guru tentunya tegur yang disesuaikan dengan keadaan personal siswa dan disampaikan dengan sangat hati-hati agar tidak menyakiti perasaan siswa tersebut.

Umumnya siswa yang dapat merasakan kasih sayang guru malah akan sangat senang ketika di tegur bahkan tanpa kita minta, siswa tersebut siap melaksanakan konsekuensi dari kesalahan yang telah dilakukannya. Disinilah salah satu manfaat kasih sayang seorang guru yaitu membentuk karakter baik pada diri siswa, membuat mereka bertanggung jawab, percaya diri serta optimis.

3. Memberikan senyum terbaik 

Sering kita dengar didalam ajaran agama bahwa senyum adalah sedekah. Tersenyum dapat membuat orang yang kita berikan senyuman akan ikut tersenyum alias ketularan senyum. Senyum adalah hal ringan akan tetapi memiliki manfaat yang sangat besar.

Senyum seorang guru kepada siswanya akan menumbuhkan suasana positif di dalam hati dan pikiran siswa. Dengan tersenyum juga dapat mendekatkan hubungan antara siswa dan guru. Seberat apapun atau sejengkel apapun guru ketika menghadapi siswa dapat diringankan beban tersebut dengan tersenyum. Tersenyum dapat mengubah suasana hati anda jauh lebih baik dari sebelumnya dan dengan menebar senyuman hangat serta tulus anda akan menjadi seorang guru yang disenangi siswa anda.

4. Berpenampilan menarik

Pepatah jawa mengatakan "ajining rogo ono ing busono" yang berarti kehormatan seseorang terletak pada pakaiannya. Pakaian atau lebih tepatnya penampilan Guru ketika mengajar sangat penting untuk diperhatikan agar membentuk kesan yang baik pada diri siswa.

Penampilan baik tidak harus ganteng ataupun cantik.Yang penting rapi dan usahakan menggunakan parfum secukupnya. Penampilan yang menarik akan membuat siswa tidak canggung ketika mendekat kepada anda.

5. Menginspirasi

Guru yang menginspirasi adalah guru yang dielu-elukan atau dikagumi siswanya. Sosok guru yang inspiratif tentu akan disegani siswamya. Setelah itu mereka akan   menjadikan guru yang mengispirasi tersebut sebagai model dalam bergaul dengan teman, mengerjakan sesuatu atau berbicara tentang sesuatu meniru kepada sosok guru inspiratifnya.


Guru yang mengispirasi adalah sosok guru yang memiliki intergritas, kejujuran, dan amanah dalam tugas. mereka menepati janji kepada siswa-siswanya dan berbesar hati untuk meminta maaf ketika belum bisa menepati janjinya atau berbuat kesalahan kepada siswanya.

Guru yang menginspirasi adalah guru yang memiliki budi pekerti yang luhur, akhlak atau etikanya sangat mengagumkan bagi siswa. contohnya seperti mudah memaafkan kesalahan, melupakan kesalahan dan berbuat baik kepada yang berbuat buruk kepada dirinya.

6. Humoris

Agar suasana kelas tidak stagnan sehingga terkesan membosankan, maka dibutuhkan sedikit karakter humoris seorang guru untuk memvariasi suasana.

Sifat humoris bukan berarti anda berperan sebagai pelawak akan tapi sedikit sentilan atau sesuatu tindakan yang mengundang tawa siswa sudah cukup. Tentunya dengan tetap menjaga wibawa anda sebagai seorang guru.

Jangan biarkan suasana kelas anda mencekam atau sunyi sepi selalu. Terkadang perlu kita hadirkan kegembiraan dihati siswa dengan sedikit tertawa bersama. Sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan dengan serius dan  siswa tetap santai. Suasana kegembiraan dalam proses pembelajaran akan membuat siswa lebih tertarik ketika anda masuk ke kelas mereka.

7. Memahami keadaan siswanya

Untuk dapat memahami karakter siswa secara umum butuh memahami mereka secara personal. Pendekatan yang baik kepada siswa akan membuat guru mudah memahami karakter masing masing dari mereka. dengan memahami keadaan siswa membuat kita tidak buru-buru untuk men-cap buruk siswa.

Dengan memahami keadaan mereka dapat membuat kita jauh lebih sabar ketika mereka membuat masalah atau berperilaku yang menyimpang dari aturan yang berlaku. Yang perlu diperhatikan dari seorang guru ketika melihat siswanya melakukan pelanggaran adalah bukan dengan memberikan stigma buruk kepada mereka, sehingga yang terjadi di dalam diri mereka akan tertanam stigma buruk tersebut sehingga di kemudian hari sangat susah untuk menghilangkan bekas stigma itu terhadap perilakunya.

Keyakinan yang perlu ditanamkan kepada diri seorang guru berkenaan dengan murid yang "Nakal" adalah rasa keyakinan bahwa sejatinya mereka sedang berproses menjadi lebih baik. Saat ini mungkin mereka belum menjadi baik menurut kita, bisa jadi dia akan menjadi manusia yang sangat baik dan sangat bermanfaat untuk lingkungannya di kemudian hari. Keyakinan itu akan membuat kita tidak putus asa dan tidak mudah menyerah dalam mendidik siswa. Dan ingatlah segala yang baik membutuhkan proses

Dengan memahami keadaan siswa kita lebih mampu menentukan sikap yang tepat dan siswapun akan merasa senang dengan guru yang bisa mengakui keberadaan sebagai seorang anak yang membutuhkan perhatian.

8. Selalu memberikan motivasi

Motivasi sangat berharga bagi anak-anak yang lemah dalam semangat belajar dan motivasi sangat dibutuhkan bagi mereka yang sering melanggar aturan untuk tidak berputus asa menjadi lebih baik. Motivasi juga dapat dilakukan dengan memberikan hadiah atas keberhasilan siswa. Hadirnya guru sebagai motivator bagi siswa membuat mereka senang terhadap guru tersebut.

9. Profesional

Jadilah profesiaonal dalam bidang anda. Mengusai pelajaran sebelum menyampaikan materi kepada siswa sangat penting agar tidak terkesan jarak ilmu antara siswa dan guru seperti siang dan malam. Penguasaan materi yang di sampaikan oleh guru akan membuat siswa lebih semangat dalam belajar dibandingkan guru yang merasa kebingungan ketika menyampaikan materi.

Penguasaan materi yang bagus akan menstimulus siswa untuk semangat bertanya dan siswa-siswa yang semangat belajar akan sangat menyukai guru-guru yang profesional dalam mengajar.

10. Menghargai murid

Hargai setiap karya siswa walaupun dengan pujian. Sesibuk apapun seorang guru hendaknya menyempatkan diri meluangkan waktu memeriksa tugas-tugas yang diberikan kepada siswanya. Jangan sampai siswa merasa tugas yang mereka kerjakan seolah-olah tidak menghasilkan apa-apa. Sikap penghargaan terbaik seorang guru terhadap siswa akan membuat siswa merasa senang.

Demikian tulisan ini semoga bisa menjadi inspirasi untuk kita semua menjadikan motivasi untuk diri kita menjadi seorang guru yang disenangi siswa dan dirindukan oleh siswa.. Salam Pendidikan.

Menjelang PTM : Kemendikbud Serahkan ke Pemda Siapa Saja Guru Yang Boleh Mengajar Tatap Muka di Sekolah


Menjelang PTM : Kemendikbud Serahkan ke Pemda Siapa Saja Guru Yang Boleh Mengajar Tatap Muka di Sekolah.

BlogPendidikan.net
- Menjelang PTM : Kemendikbud Serahkan ke Pemda Siapa Saja Guru Yang Boleh Mengajar Tatap Muka di Sekolah.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menyerahkan kepada pemerintah daerah untuk mengatur siapa saja guru yang dapat mengajar pada pembelajaran tatap muka terbatas.

Hal ini menyusul permintaan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin agar semua guru divaksin sebelum sekolah tatap muka. Hal ini menyusul permintaan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin agar semua guru divaksin sebelum sekolah tatap muka.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Sesditjen Pauddasmen) Kemendikbud Sutanto mengatakan pihaknya tidak bisa mengatur secara langsung apakah guru yang belum divaksin tetap dapat mengajar atau tidak.

"Tentunya nanti itu kebijakan Pemda, bukan dari Kemendikbud. Itu yang akan memutuskan satuan pendidikan boleh tatap muka atau tidak itu adalah setelah dievaluasi pemda dan Satgas Covid daerah," ujar Sutanto di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (10/6).

Sutanto mengatakan pihaknya tetap berharap seluruh guru dan tenaga pendidik sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 sebelum Juli 2021. Namun, kecepatan vaksinasi kepada guru-guru tergantung pihak Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah masing-masing.

"Karena guru itu kan pegawainya pemda, nanti kecepatan pemda untuk melakukan vaksin ke guru," tuturnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menegaskan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah yang dijadwalkan pada Juli 2021 harus didahului penyuntikan vaksin terhadap seluruh guru dan tenaga pendidik.

Menurutnya itu penting guna meminimalisasi potensi penularan virus corona di lingkungan sekolah. Budi mengatakan Presiden Joko Widodo telah meminta agar pembukaan sekolah mesti diiringi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Sekolah hanya boleh mengadakan pembelajaran tatap muka dengan maksimal kehadiran siswa sebanyak 25 persen dari kapasitas maksimal. Sementara itu, vaksinasi guru dan tenaga kependidikan yang ditetapkan Kemendikbud Ristek molor dari target.

Mulanya, Mendikbud Ristek Nadiem Makarim menargetkan vaksinasi guru rampung pada pekan kedua Juni hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun kini Nadiem menetapkan vaksinasi paling telat selesai Agustus 2021.

Menjadi Guru Yang Ikhlas, Bertanggung jawab dan Berjiwa Besar, Karena Mendidik Adalah Panggilan Jiwa

Menjadi Guru Yang Ikhlas, Bertanggungjawab dan Berjiwa Besar

Blogpendidikan.net - Pendidikan bukanlah semata proses mengoleksi dan menjejalkan hal-hal baru ke otak anak didik. Jauh di atas itu, pendidikan adalah perkara membentuk pola pikir.

Seperti termaktub dalam UU Sisdiknas pasal 1 ayat 1 “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya agar memiliki spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa'dan negara”.

Guru sebagai pendidik memberikan contoh tauladan yang baik bagi generasi masa kini dan generasi akan datang. Tidak sedikitnya guru yang hanya menjadi birokrat kurikulum yang menggunakan doktrin sehingga tidak memotivasi dan mencerahkan anak. Guru hanya menyuruh, marah atau memberi judgment.

Berapa banyak orang yang memiliki kenangan buruk tentang guru. Tak heran jika akhirnya anak didik memiliki hobi tawuran dan melakukan kekerasan. Sehingga kelas bukan lagi tempat yang ideal dalam artian learning to know, learning to be, learning to do dan learning to live together.

Sekarang kebutuhan murid kepada gurunya bukan lagi knowledge, melainkan wisdom. Pengetahuan dapat diperoleh lewat buku, akses internet melalui google dan wikipedia serta sumber pengetahuan lainnya.

Mereka juga membutuhkan kearifan untuk membentuk peserta didik menjadi kaum cendikia. Sikap guru sangat menentukan masa depan peserta didiknya. guru dalam mendidik peserta didik harus mengacu pada pengembangan sikap yang bersumber dari hati nurani, sehingga sikap tersebut dapat membuat peserta didik kita menjadi manusia yang berkarakter mulia, cerdas, mandiri dan mampu memberi kontribusi bagi lingkungan dan sesamanya.

Selain memiliki skill dan kompetensi seorang guru juga harus memiliki panggilan hati yang tinggi sehingga secara penuh hati mencintai profesi mereka sebagai guru. Betapa pentingnya mendidik dengan hati, sebab mengajar yang berdampak bukanlah dari kepala ke kepala, tetapi dari hati ke hati.

Seorang guru harus tampil penuh kharisma dihadapan siswa dan selalu dirindukan kedatangannya, sosok panutan yang disegani, tutur katanya ditaati,  dan kepergiannya ditangisi. Menjadi guru pada prinsipnya harus merupakan pilihan sadar dan panggilan nurani. Karena guru merupakan cerminan idealisme kita dan keberpihakan kita terhadap kemanusiaan. Karena sebagai guru harus mengabdikan segenap jiwa raga dan kemampuan terbaik untuk menciptakan generasi masa depan yang lebih baik.

Guru harus ikhlas dalam memberikan bimbingan kepada para siswanya sepanjang waktu. Demikian pula tempat pendidikannya tidak terbatas hanya di dalam ruang kelas saja, dimanapun seorang guru berada, dia harus sanggup memainkan perannya sebagai seorang tauladan yang sejati.

Mendidik dengan ketulusan 

Dalam mendidik seorang pendidik harus meluruskan niat, Seorang guru yang mendidik dengan tulus tidak pernah merasa lelah, selalu bersemangat dan berenergi, selalu punya ide dan inovati, memberi lebih dan terbaik untuk peserta didiknya serta hari-harinya menyenangkan tanpa beban.

Mendidik adalah panggilan jiwa dengan kasih sayang

Profesi guru harus dihayati sedemikian rupa, dinikmati dengan segenap semangat pengabdian dan prestasi sehingga mendidik merupakan upaya menginternalisasikan nilai-nilai ke dalam jiwa peserta didik. Dengan kasih sayang memberi arti kelembutan, kesantunan perhatian, pengertian, kepedulian, menghargai dan memuliakan.

Mendidik dengan amanah dan tanggung jawab

Pendidik adalah mandat atau tanggung jawab yang  dititipkan kepada guru untuk dijalani dengan rasa tanggung jawab dan dilindungi oleh undang -undang. Pendidik yang memiliki kesadaran demikian, mereka akan mendidik dan bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab, memegang teguh kepercayaan, komitmen dan berintegritas. Setiap amanah dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada seorang guru dalam menunaikan tugasnya pasti akan diuji dalam berbagai macam bentuk dan ragamnya. Tetapi bila kita memiliki integritas dan mampu menjaganya dalam hati, maka akan banyak berkah dan kemudahan yang akan kita peroleh.

Mendidik dengan penuh kesabaran dan rasa syukur

Peserta didik memiliki keunikannya masing-masing dengan latar belakang keluarga, sosial, budaya, ekonomi, suku dan agama yang berbeda-beda. Dengan keragaman latar belakang terkadang membutuhkan perhatian lebih yang hanya bisa dihadapi dengan kesabaran dan hati agar mereka tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang unik sesuai dengan keunikannya dan menjadi pribadi-pribadi yang mandiri dan berkarakter.

Ketika kita dihadapkan dengan sikap dan perbuatan yang terkadang memancing emosi dan mengusik kesabaran kita, ubah sudut pandang kita, dekati mereka dengan hati, dan jadikan mereka sebagai “guru” agar kita belajar lagi tentang cara mendidik mereka.

Mendidik dengan berpikiran maju

Pendidik yang berpikiran maju adalah mereka yang berpikir besar yang diiringi dengan cara kerja yang luar biasa dan konsisten terhadap apa yang menjadi impiannya, baik untuk peserta didiknya maupun bagi dunia dan zamannya. Peka terhadap perubahan dan cepat menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman serta komitmen terhadap mutu.

Mendidik dengan kecerdasan

Mendidik dengan cerdas adalah mereka yang memiliki kerinduan untuk belajar dan tumbuh merenungkan bidangnya dengan terus mencari dan menggali suatu hal yang baru (inovasi) bagi keberhasilan peserta didik dan dunia profesinya. Karena ia menyadari bahwa keberhasilan peserta didiknya berbanding lurus dengan kualitas dirinya sebagai pendidik, dan oleh karena itulah ia senantiasa belajar dan terus belajar dalam dunia yang dunia yang cepat berkembang dan berubah.

Mendidik dengan kreatif

Mendidik adalah kreativitas, ia hanya lahir dari hati dan jiwa yang merdeka. Para pendidik yang kreatif selalu mencari hal yang baru dari sudut pandang yang berbeda dalam dunia profesinya. Memperbaiki keadaan, mencari solusi, selalu ingin tahu, berpikir alternatif – antisipatif, membaca peluang, berani bertindak dan mencoba sesuatu yang baru dari dunia profesi yang ditekuninya. Di tangan pendidik yang kreatif, akan lahir peserta didik yang kreatif dan berimajinasi.

Menawarkan nuansa-nuansa baru yang segar dalam mewarnai kehidupan. Dunia senantiasa merindukan sentuhan-sentuhan dari tangan orang-orang kreatif yang membuat hidup terasa lebih indah dan bermakna.

Mendidik dengan keteladanan

Dalam mendidik, teladan bagi anak menjadi unsur yang teramat penting. Teladan orang-orang terdekat akan mempengaruhi perkembangan kepribadian anak. Mendidik tidak hanya mengajarkan tentang ilmu dan keterampilan semata, melainkan juga tentang nilai-nilai.

Seorang pendidik sejati, menyampaikan apa yang ia lakukan, baik melalui pembelajaran maupun melalui keteladanan hidup. Ki Hajar Dewantoro telah meninggalkan warisan lsafat kepemimpinan pendidikan, “Ing Ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.” Artinya, di depan memberi teladan, di tengah membangkitkan semangat, dan di belakang memberikan dorongan atau motivasi. Mendidik dengan keteladanan dimulai dari kebiasaan sehari- hari dalam berkir, bersikap, bertutur kata, bertindak dan berkarakter.

Oleh karena itu kita akan mengutamakan kualitas spiritual, moralitas, intelektual, sosial dan integritas. Karena hidup hanya sekali dan apa pun yang kita lakukan akan dikenang sepanjang masa meskipun kita telah tiada. Demikian para tokoh seperti Buya Hamka, Mohammad Hatta, Mahatma Gandi dan lain-lain. Mereka tetap hidup walaupun mereka telah tiada. Pikiran-pikiran dan keteladanan mereka terus menjadi inspirasi sepanjang zaman.

Mendidik dengan hati

Melayani dengan tulus datang dari hati nurani, dan dengan demikian akan muncul sifat melayani dengan rendah hati, empati, peduli, memberi solusi dan kepercayaan.
Dengan hati nurani tujuannya hanya satu, yakni terjadinya kesinambungan antara otak dan hati.

Kesinambungan otak dan hati ini adalah manifestasi spiritualitas, yang utuh menjadi kunci mendidik dengan hati nurani. Sebagai orang tua kedua bagi peserta didik. Maka, hendaklah guru berusaha berbuat sebagaimana dilakukan oleh orang tua kepada anaknya.

Mendoakan anak secara rahasia merupakan keniscayaan bagi guru yang kini banyak terlupakan. Guru selain sebagai pengajar dan pendidik serta yang tidak kalah pentingnya adalah menjadi pendoa bagi anak didiknya. Kiprah tokoh pendidikan seperti Ki Hajar Dewantara, KH Ahmad Dahlan, Tengku Syafei, dan lainlain sangat melegenda bukan hanya karna kepintaran beliau, tetapi juga komitmen, totalitas dan keterpanggilannya dalam dunia pendidikan. Panggilan hati dan keteladanan sangat penting, karena mengajar bukan hanya persoalan teknik dan profesi, tetapi juga sentuhan manusia.

Metode memang penting dari pada materi, tetapi jiwa seorang guru  jauh lebih penting dari metode dan materi. Sehingga ita dituntut untuk menggunakan  IQ, EQ, SQ. Mulailah dengan hati, mendidiklah dengan hati, agar perintah dipandang sebagai pelita, ajaran adalah cahaya yang menuntun pada kehidupan. (hipwee.com)

Salam pendidikan