Showing posts with label Guru. Show all posts
Showing posts with label Guru. Show all posts

Contoh Format Laporan Pembelajaran Daring

Contoh Format Laporan Pembelajaran Daring

BlogPendidikan.net
- Dalam proses pembelajaran daring yang dilakukan guru, yang menuntut kreatifitas guru dalam proses pembelajaran daring. Siswa sebagai sarana tempat penerima pesan dari guru tentunya juga harus konsisten juga dalam proses pembelajaran. Karena guru juga dituntut dengan memberikan laporan kegiatan hasil belajar daring kepada pimpinannya, maka harus ada kerjasama yang baik antara guru dan siswa dalam pembelajaran daring.

Salah satu kewajiban guru selama melaksanakan tugas dinas di rumah/tempat tinggal adalah menyusun Laporan Pembelajaran Jarak Jauh. Pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang dilakukan guru ini untuk memberikan akses pembelajaran yang tidak terbatas ruang dan waktu kepada peserta didik selama diberlakukannya masa darurat Covid-19.

Penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh ini sesuai dengan Surat Edaran Mendikbud tentang Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID- 19).

Pembelajaran jarak jauh tersebut dapat dilakukan secara daring (dalam jaringan), sehingga peserta didik dapat mengakses materi dan sumber pembelajaran tanpa batasan waktu dan tempat. 

Kegiatan pembelajaran secara daring ini akan mendukung proses pembelajaran jarak jauh dan mempermudah dalam penyebaran materi kepada peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh yang dilakukan mencakup kegiatan penyampaian materi, penugasan, dan evaluasi.

Pengertian Pembelajaran Daring

Pemanfaat teknologi dan komunikasi di indonesia semakin marak digunakan dalam pembelajaran di sekolah terlebihnya dimasa pandemi Covid-19 mengingat banyaknya aktifitas pembelajaran yang berbasis daring yang menggunakan jaringan internet sebagai alat bantu dalam kegiatan pembelajaran antara guru dengan siswa.

Pembelajaran daring pada dasarnya merupakan pembelajaran yang dilakukan secara virtual melalui aplikasi yang tersedia namun pembelajaran daring harus tetap harus memperhatikan kompetensi yang
akan diajarkan. Pendidik harus menyadari bahwa pembelajaran daring memiliki sifat yang komplek karena melibatkan aspek pedagogis, psikologis dan didaktif secara bersamaan. 

Menurut (Mulyasa). Dalam proses pembelajaran daring yang diterapkan cenderung pada bentuk penugasan via aplikasi tertentu pada menggunakan komputer dan handpone. Peserta didik diberikan tugas-tugas untuk diselesaikan dengan dibantu oleh orangtua kemudian dikoreksi oleh guru sebagai bentuk penilaian dan diberikan komentar sebagai bentuk evaluasi.

Untuk artikel berikut BlogPendidikan.net akan membagikan contoh format laporan kegiatan pembelajaran daring yang dilakukan setiap hari, contoh ini adalah sebagai bahan referensi Anda dalam membuat laporan pembelajaran daring. Adapun isi didalamnya bisa Anda udah sesuai kebutuhan Anda.

Berikut Contoh Format Laporan Pembelajaran Daring : (doc) UNDUH (pdf) UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Contoh Format Buku Kerja Guru 3 Kurikulum 2013

Contoh Format Buku Kerja Guru 3 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
 - Perangkat pembelajaran yang memuat buku kerja guru menjadi skenario pembelajaran yang penting untuk dipersiapkan, yang tujuannya untuk membantu menciptakan guru yang berkompeten dibidangnya masing-masing yang akan membantunya menjadi fasilitator yang handal dan berkualitas seperti yang diharapkan undang-undang tentang guru dan dosen pada saat proses mengajar yang terjadi di kelas maupun di luar kelas.

Buku Kerja Guru

Buku kerja guru dipersiapkan oleh guru sebagai panduan guru dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya sebagai seorang pendidik dan seorang fasilitator bagi siswa di sekolah. 

Seorang fasilitator tentunya harus melengkapi persiapan mengajar yang baik dan terstruktur untuk anak didiknya sehingga tercipta proses pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 dan mendapatkan hasil pembelajaran seperti yang ditargetkan pada standar kompetensi lulusan (SKL). 

Buku kerja merupakan desain pembelajaran yang disusun secara terstruktur serta mengikuti kurikulum yang berlaku  pada saat ini dan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal untuk siswa, guru, orang tua dan pihak sekolah.

Adanya revisi terbaru kurikulum 2013, para guru harus menyesuaikan dalam pembuatan dan penyusunan Buku Kerja Guru. Format, komponen dan sistematika tiap-tiap instrumen pada buku kerja tersebut mengalami sejumlah perubahan.

Instrumen yang mengalami perubahan yang sangat signifikan adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP, Standar Kompetensi Lulusan atau SKL dan Silabus Pembelajaran.

Adapun isi dari kelengkapan Buku Kerja Guru 3 sebagai berikut :

Buku Kerja Guru 3 Terdiri Atas :

1. Daftar Hadir Siswa
2. Daftar Nilai Siswa
3. Penilaian Sikap Spiritual dan Sosial
4. Analisis Hasil Penilaian
5. Program Remedial dan Pengayaan
6. Daftar Buku Pegangan Guru dan Siswa
7. Jadwal Mengajar Guru
8. Daya Serap Siswa
9. Kumpulan Kisi-kisi Soal
10. Kumpulan Soal
11. Analisis Butir Soal
12. Perbaikan Soal

Berikut contoh format Buku Kerja Guru 3 yang bisa menjadi referensi Anda dalam menyusun kelengkapan Buku Kerja khususnya pada buku kerja guru 3.

Contoh Format Buku Kerja Guru 3 Kurikulum 2013 : UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Contoh Jurnal Kegiatan Harian Guru

Contoh Jurnal Harian Guru

BlogPendidikan.net
- Dalam memberikan pembelajaran kepada siswa, diharuskan dan wajib memiliki jurnal kegiatan harian, bukan hanya sebagai pelengkap administrasi dan perangkat pembelajaran melainkan sebagai arah dalam proses pembelajaran yang dituangkan ke dalam jurnal kegiatan harian pembelajaran.

Jurnal agenda guru mengajar dan jurnal kegiatan harian guru semua termasuk ke dalam buku kerja guru dipersiapkan oleh guru sebagai panduan guru dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya sebagai seorang pendidik dan seorang fasilitator bagi siswa di sekolah. 

Buku kerja merupakan desain pembelajaran yang disusun secara terstruktur serta mengikuti kurikulum yang berlaku  pada saat ini dan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal untuk siswa, guru, orang tua dan pihak sekolah.

Berikut ini BlogPendidikan.net akan berbagi jurnal kegiatan harian yang bisa anda unduh pada tautan dibawah ini.

Contoh Jurnal Kegiatan Harian Guru 1 : UNDUH
Contoh Jurnal Kegiatan Harian Guru 2 : UNDUH
Contoh Jurnal Kegiatan Harian Guru 3 : UNDUH
Contoh Jurnal Kegiatan Harian Guru 4 : UNDUH

Jurnal ini bisa diedit sesuai kebutuhan Anda, dan menjadikan referensi anda dalam meyusun jurnal mengajar harian.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Ini Hak dan Kewajiban Anak di Sekolah, Masyarakat dan di Rumah

Bapak - Ibu, Ini Hak dan Kewajiban Anak di Sekolah, Masyarakat dan di Rumah

BlogPendidikan.net
- Hak dan Kewajiban siswa tercermin dalam hubungan proses pendidikan, yang didalamnya ada peserta didik, pendidik, lembaga pendidikan, kurikulum, dan lain-lainnya, yang tidak hanya tertuju pada satu aspek, tetapi meliputi seluruh aspek hubungan, sehingga hak dan kewajiban peserta didik dapat tercapai.

Hak adalah segala sesuatu yang harus di terima dan dimiliki semua warga masyarakat. Kewajiban adalah segala sesuatu yang harus dilakukan sesuai atur yang berlaku.

Hak peserta didik adalah wewenang dan kekuasaan peserta didik dalam melakukan sesuatu (kegiatan belajar) yang telah ditentukan oleh undang-undang, aturan, dan segala hal yang mengatur tentang hak tersebut. 

Sedangkan kewajiban peserta didik adalah perkara yang mesti dilakukan atau dilaksanakan oleh peserta didik, baik berupa perintah atau hal-hal lain yang berhubungan dengan sesuatu yang harus dilaksanakan, serta yang harus ditinggalkan sebagai seorang peserta didik.

Berikut akan dijabarkan bentuk-bentuk Hak dan Kewajiban siswa di Sekolah, Masyarakat dan Rumah :

Hak dan kewajiban siswa di sekolah :

Hak Siswa di Sekolah :
  1. Berhak mendapat perlakuan adil (nilai) dari guru dan perlindungan.
  2. Berhak mendapat bimbingan dari guru dan pendidikan.
  3. Berhak meminjam buku di perpustakaan.
  4. Berhak mempunyai banyak teman.
  5. Berhak menggunakan fasilitas yang ada disekolah.
Kewajiban Siswa disekolah :
  1. Siswa harus taat kepada Guru dan Kepala Sekolah.
  2. Ikut bertanggung jawab atas kebersihan, keamanan, ketertiban sekolah.
  3. Ikut bertanggung jawab atas pemeliharaan gedung, halaman, perabotan yang ada disekolah.
  4. Membantu kelancaran pelajaran dikelas.
  5. Ikut menjaga nama baik sekolah, guru maupun pelajar lainnya baik dilingkungan sekolah maupun diluar sekolah.
  6. Menghormati guru dan saling menghargai antar sesama murid.
  7. Melengkapi diri dengan keperluan sekolah.
  8. Murid yang membawa kendaraan harus meletakkan kendaraannya ditempat yang sudah ditentukan.
  9. Ikut membantu agar tata tertib sekolah dapat berjalan dengan lancar.
  10. Memakai pakaian seragam sekolah sesuai dengan hari yang telah ditentukan.
  11. Murid berkewajiban untuk mengikuti upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang diselenggarakan.
  12. Memberikan keterangan Sakit, Izin atau Alpa dari orangtua bahwa Anda berhalangan untuk sekolah.
  13. Murid-murid wajib mengikuti pelajaran dan ulangan disekolah.
Hak dan kewajiban siswa di Masyarakat :

Hak siswa di Masyarakat :
  1. Mengembangkan bakat dan kemampuan
  2. Mendapatkan berbagai layanan umum: Pemerintah selama ini telah menyediakan berbagai layanan umum yang dapat dimanfaatkan oleh semua warga masyarakat
  3. Layanan kesehatan: Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) atau Puskesmas kita dapat memperoleh layanan pengobatan murah atau bahkan gratis. Misalnya dengan adanya BPJS Kesehatan, setiap penduduk dapat mengakses layanan kesehatan yang ada di negeri ini
  4. Layanan di bidang pendidikan: Kalau kita bersekolah di sekolah-sekolah negeri atau di Perguruan Tinggi Negeri kita dapat memperoleh biaya pendidikan yang terjangkau atau tidak membayar sama sekali. Misalnya Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang memberikan peluang warga yang kurang mampu untuk mendapat pendidikan
Kewajiban Siswa di Masyarakat :
  1. Menjaga kebersihan di lingkungan masyarakat.
  2. Menjaga suasana agar tetap damai dan tentram serta sejahtera.
  3. Saling menghormati dan menghargai masyarakat yang ada di sekitar kita.
  4. Saling membantu dan bergotong royong
Hak dan kewajiban siswa di Rumah :

Hak Siswa di Rumah :
  1. Mendapatkan kasih sayang:  Sebagai anggota keluarga berhak mendapatkan kasih sayang dari seluruh keluarga. Sedari kecil telah mendapatkan kasih sayang dari orangtua. Kita selalu dijaga dan dirawat dengan penuh kasih. Kasih sayang yang telah diberikan oleh orang tua harus disyukuri dengan cara menghormati dan menghargai mereka.
  2. Mendapatkan perlindungan:  Kita semua membutuhkan perlindungan dari segala keadaan atau kondisi yang dapat membahayakan diri kita atau dapat membuat kita sakit. Di dalam keluarga kita dapat memperoleh itu semua. Orang tua berkewajiban memberikan perlindungan sesuai dengan kemampuannya.
  3. Mendapatkan kesehatan:  Kesehatan sangat penting bagi kita. Saat tubuh kita sehat, kita dapat belajar, bermain, dan mengerjakan semua pekerjaan dengan nyaman. Sebaliknya, saat tubuh kita sakit, kita tidak dapat melakukan semua kegiatan tersebut dengan baik. Kesehatan adalah hak kita. Saat sakit kita berhak mendapatkan pengobatan agar bisa kembali sehat
  4. Mendapatkan hak untuk bermain:  Dengan bermain kita belajar bersosialisasi dengan orang lain. Dengan bermain kita juga akan memperoleh sesuatu yang menyenangkan. Hak untuk bermain merupakan hak kita semua.
  5. Mendapatkan pendidikan:  Di dalam keluarga kita berhak untuk mendapatkan pendidikan. Orangtua mendidik kita di rumah dan menyekolahkan kita untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik
Kewajiban Siswa di Rumah :
  1. Kewajiban siswa mematuhi aturan keluarga: Setiap keluarga memiliki aturan masing-masing. Aturan yang berlaku bagi keluarga yang satu mungkin berbeda dengan yang berlaku di keluarga yang lain : Setiap anggota keluarga wajib menaati aturan yang telah disepakati agar kehidupan keluarga berlangsung harmonis. Contoh aturan dalam keluarga: berpamitan sebelum meninggalkan rumah, mencuci peralatan makan sesudah digunakan, memberi salam ketika meninggalkan atau kembali ke rumah.
  2. Membersihkan rumah:  Membersihkan rumah merupakan salah satu kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap anggota keluarga. Rumah yang bersih dan rapi akan membuat anggota keluarga merasa nyaman dan betah tinggal dirumah. Kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan akan menjadi kebiasaan baik sehingga kita akan berusaha menjaga kebersihan di mana saja berada.
  3. Membantu orangtua:  Orangtua adalah orang yang berperan penting bagi kelangsungan hidup keluarga. Orangtua sangat menyayangi anak-anaknya. Mereka bekerja keras mencari nafkah untuk memelihara, selalu berusaha melindungi, dan mendidik anak-anaknya agar kelak menjadi anak yang mandiri dan berguna. Oleh karena itu, setiap anak berkewajiban membantu orang tua di rumah sesuai dengan kemampuannya.
Demikian artikel ini tentang Hak dan Kewajiban Anak di Sekolah, Masyarakat dan di Rumah. Semoga bermanfaat dan jangan lupa berbagi. Terima kasih.

Rujukan :
Tautan : http://portaluniversitasquality.ac.id:55555/876/4/BAB%20II.pdf

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Berikut Cara Mendapatkan Kuota Internet Gratis Dari Pemerintah Untuk Siswa dan Guru

Berikut Cara Mendapatkan Kuota Internet Gratis Dari Pemerintah Untuk Siswa dan Guru

BlogPendidikan.net
- Asikk ... ada kuota internet gratis bagi para siswa dan guru kini bisa bernapas lega dengan kondisi pembelajaran dimasa pandemi yang harus menerapkan pembelajaran daring, dan tentunya membutuhkan kuota internet untuk dapat melaksanakan proses pembelajaran daring. Pemerintah kembali memperpanjang bantuan bantuan kuota gratis bagi para siswa dan guru hingga Desember 2021. 

Mengutip dari laman kompas.com (01/08/21) bahwa untuk memperpanjang subsidi kuota internet pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 5,54 triliun. Adapun subsidi kuota internet gratis ini telah berlangsung dari Januari hingga Mei 2021 dengan menelan anggaran Rp 3 triliun. Dengan adanya perpanjangan ini maka total anggaran yang diperlukan senilai Rp 8,54 triliun. Lalu, bagaimana cara dapat kuota gratis dari pemerintah?

Mengutip laman indonesia.go.id, Bantuan kuota internet gratis ini akan disalurkan kepada nomor telepon siswa dan guru yang sudah terdaftar di sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Apabila para siswa dan guru belum terdaftar dan telah mengganti nomor telepon seluler yang sudah terdaftar.

Cara mendapatkan kuota internet gratis dari Kemendikbud Ristek

Berikut cara mendaftar menjadi penerima bantuan kuota internet gratis dari Kemendikbud :
  1. Calon penerima harus melapor kepada pimpinan satuan pendidikan sebelum masa penyaluran untuk mendapatkan bantuan kuota.
  2. Pimpinan atau operator satuan pendidikan harus mengunggah surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) untuk nomor yang berubah atau nomor baru pada laman Kemendikbudristek https://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id/ atau https://pddikti.kemdikbud.go.id/ (untuk jenjang pendidikan tinggi).
Besaran Kuota Yang Akan Diterima Guru dan Siswa

Adapun besaran bantuan kuota internet yang diterima tergantung pada jenjang pendidikan masing-masing siswa, mahasiswa dan guru. Berikut ini adalah detail rincian bantuan kuota internet gratis dari Kemendikbudristek tahun ajaran baru 2021/2022: 
  1. Untuk Siswa jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) akan mendapatkan Kuota Umum 7 GB per bulan
  2. Untuk Siswa Jenjang SD sampai SMA akan mendapatkan Kuota Umum 10 GB per bulan
  3. Untuk Guru Jenjang PAUD sampai SMA akan mendapatkan Kuota Umum 12 GB per bulan
  4. Dosen dan Mahasiswa Akan mendapatkan Kuota Umum 15 GB per bulan. 
Bantuan kuota ini hanya dapat digunakan untuk mengakses layanan pembelajaran dan tidak dapat digunakan untuk mengakses konten hiburan maupun aplikasi media sosial. 

Bantuan paket kuota data internet tersebut merupakan akses 'all network' dengan pembatasan akses terhadap situs dan aplikasi yang diblokir oleh Kementerian Kominfo. Sementara itu, teknis lebih lanjut mengenai kebijakan subsidi ini dibahas dengan kementerian dan lembaga terkait. 

Ditargetkan Agustus 2021, bantuan tersebut sudah bisa disalurkan. Stimulus ini merupakan bagian dari bantuan sosial bagi masyarakat luas yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Cara Pendataan Peserta Asesmen Nasional (AN)

Cara Pendataan Peserta Asesmen Nasional (AN)

BlogPendidikan.net
- Asesmen Nasional merupakan upaya untuk memotret secara komprehensif mutu proses dan hasil belajar satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia. 

Informasi yang diperoleh dari asesmen nasional diharapkan digunakan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran di satuan pendidikan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan mutu hasil belajar siswa.

Salah satu komponen hasil belajar murid yang diukur pada asesmen nasional adalah literasi membaca serta literasi matematika (numerasi). Asesmen ini disebut sebagai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) karena mengukur kompetensi mendasar atau minimum yang diperlukan individu untuk dapat hidup secara produktif di masyarakat.

Berbeda dengan asesmen berbasis mata pelajaran yang memotret hasil belajar murid pada mata pelajaran tertentu, AKM memotret kompetensi mendasar yang diperlukan untuk sukses pada berbagai mata pelajaran.

Apakah Asesmen Nasional menentukan kelulusan peserta didik?

Tidak, Asesmen Nasional tidak menentukan kelulusan. Asesmen Nasional diberikan kepada murid bukan di akhir jenjang satuan  pendidikan. Asesmen Nasional juga tidak digunakan untuk menilai peserta didik yang menjadi peserta asesmen. 

Hasil Asesmen Nasional tidak akan memuat skor atau nilai peserta didik secara individual. Seperti dijelaskan sebelumnya, hasil Asesmen Nasional diharapkan menjadi dasar dilakukannya perbaikan pembelajaran.

Dengan demikian, Asesmen Nasional tidak terkait dengan kelulusan peserta didik. Penilaian untuk kelulusan peserta didik merupakan kewenangan pendidik dan satuan pendidikan.

Siapa yang menjadi peserta Asesmen Nasional?

Asesmen Nasional akan diikuti oleh seluruh satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah di Indonesia, termasuk satuan pendidikan kesetaraan. Pada tiap satuan pendidikan, Asesmen Nasional akan diikuti oleh sebagian peserta didik kelas V, VIII, dan XI yang dipilih secara acak oleh Kemdikbud.
Asesmen Nasional juga akan diikuti oleh seluruh guru dan kepala satuan pendidikan. Informasi dari peserta didik, guru, dan kepala satuan pendidikan diharapkan memberi informasi yang lengkap tentang kualitas proses dan hasil belajar di setiap satuan pendidikan.

Bagaimana cara pendataan peserta Asesmen Nasional (AN)?

Berikut cara pendataan peserta Asesmen Nasional yang dilakukan oleh sekolah sesuai Juknis Pendataan Peserta Asesmen Nasional (AN) Tahun 2021 :
  1. Melakukan pemutakhiran data satuan pendidikan dan data peserta didiknya secara daring/online sesuai prosedur DAPODIK/EMIS dan VER-VAL PD
  2. Mengimpor data peserta didik pada laman pendataan-AN
  3. Menerima lembar DNS dari Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten atau kantor Cabang Dinas pendidikan provinsi untuk diverifikasi dan dimutakhirkan (bila terdapat perbaikan data); Verifikasi dilakukan pada nama peserta didik, tempat lahir, tanggal lahir, NISN, dan indentitas lainnya
  4. Menyerahkan data hasil verifikasi DNS yang sudah disahkan dan ditandatangani oleh Kepala satuan pendidikan ke Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten atau kantor Cabang Dinas pendidikan provinsi
  5. Menerima DNT dari Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten atau kantor Cabang Dinas pendidikan provinsi
  6. Mengelola data AN satuan pendidikan untuk keperluan AN.
Untuk selengkapnya bisa membacanya pada Juknis Pendataan Peserta Asesmen Nasional (AN) Tahun 2021 pada link Unduh dibawah ini.

Juknis Pendataan Peserta Asesmen Nasional (AN) Tahun 2021 : UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Siap-siap AN : Berikut Jadwal Pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) Tahun 2021

Jadwal Pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) Tahun 2021

BlogPendidikan.net
- Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran.

Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Mengapa perlu ada Asesmen Nasional?

Asesmen Nasional perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid.

Asesmen Nasional menghasilkan informasi untuk memantau (a) perkembangan mutu dari waktu ke waktu, dan (b) kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan (misalnya kesenjangan antar kelompok sosial ekonomi dalam satuan pendidikan, kesenjangan antara satuan Pendidikan negeri dan swasta di suatu wilayah, kesenjangan antardaerah, atau pun kesenjangan antarkelompok berdasarkan atribut tertentu).
Asesmen Nasional bertujuan untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama satuan pendidikan, yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid. Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah satuan pendidikan yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran.

Tentang Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM: literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). 

Baik pada literasi membaca dan numerasi, kompetensi yang dinilai mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi. AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya. AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten.

Literasi membaca didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia dan untuk dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.

Numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan untuk individu sebagai warga negara Indonesia dan dunia.

Jadwal Pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) Tahun 2021

Pada rencana sebelumnya, Asesmen Nasional akan dilaksanakan pada pekan pertama Maret 2021 untuk kelas 11 SMA/MA, disusul kelas 11 SMK pada pekan kedua Maret 2021. Kelas 8 SMP/MTs akan mengikuti Asesmen Nasional pada pekan ketiga Maret 2021, dilanjutkan paket C pada pekan keempat. Di awal April 2021, giliran Paket A dan Paket B mengikuti Asesmen Nasional. Kemudian Asesmen Nasional untuk kelas 5 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dilaksanakan pada Agustus 2021.

Namun kini, setelah adanya pengumuman dari Mendikbud bahwa Asesmen Nasional diundur, maka rincian jadwal tersebut tidak berlaku lagi. Nadiem Makarim memaparkan, ada beberapa alasan yang melatarbelakangi diundurnya pelaksanaan Asesmen Nasional.

”Kita perlu melakukan antisipasi pandemi yang relatif meningkat. Jadi Kemendikbud memutuskan untuk menunda pelaksanaan Asesmen Nasional dengan target jadwal baru, yaitu September dan Oktober 2021,” kata Mendikbud dalam rapat virtual dengan Komisi X DPR seperti dikutip jawapos.com.

Alasan lain pihaknya menunda adalah untuk memastikan kesiapan sekolah penyelenggara Asesmen Nasional memiliki sarana dan prasarana protokol kesehatan yang memadai. Begitu juga untuk urusan logistik pelaksanaan Asesmen Nasional.

”Kenapa menunda, alasannya adalah untuk memastikan bahwa persiapan kita, baik dari protokol kesehatan dan kesiapan logistik dan infrastruktur itu optimal untuk memastikan protokol kesehatan terjaga dan keamanan bagi siswa.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Modul Pembelajaran Luring SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 Kurikulum 2013

Modul Pembelajaran Luring SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
 - Tahun ajaran baru 2021/2022 baru saja dimulai 12 juli 2021, para guru dan siswa harus bersiap untuk menghadapi proses pembelajaran yang dilangsungkan dari rumah baik daring ataupun luring. 

Khusus daerah yang berada di zona merah, oranye dan kuning harus belajar dari rumah, sesuai surat edaran yang telah diterbitkan oleh Kemendikbud. Belajar dari rumah (BDR) atau bahasa terkini Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang akan dilaksanakan oleh guru dengan menggunakan model pembelajaran secara daring atau luring harus berdasarkan kondisi daerah tersebut, apakah menunjang untuk fasilitas belajar daring atau luring.

Guru harus lebih kreatif dalam membangun proses pembelajaran yang menarik agar selama belajar dari rumah anak-anak tidak merasa jenuh dengan beban tugas yang berat dan proses pembelajaran yang monoton. 

Salah satu penunjang adalah ketersediaan buku pelajaran yang akan diberikan pada anak didik, yang sesuai dengan kondisi keadaan saat ini.

Berikut BlogPendidikan.net akan berbagi referensi buku/modul pembelajaran yang bisa dilakukan secara daring atau luring yang berisi materi dan soal-soal latihan lengkap dari kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 Sekolah Dasar (SD) sesuai dengan kurikulum 2013, dapat dibagikan kepada siswa. modul ini dalam bentuk PDF.

Berikut Modul Pembelajaran Luring Untuk SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 Kurikulum 2013 yang bisa Anda terapkan dalam proses pembelajaran :

1. Modul Tematik Kelas 1 SD/MI >>> LIHAT DISINI
2. Modul Tematik Kelas 2 SD/MI >>> LIHAT DISINI
3. Modul Tematik Kelas 3 SD/MI >>> LIHAT DISINI
4. Modul Tematik Kelas 4 SD/MI >>> LIHAT DISINI
5. Modul Tematik Kelas 5 SD/MI >>> LIHAT DISINI
6. Modul Tematik Kelas 6 SD/MI >>> LIHAT DISINI


Demikian tentang Modul Pembelajaran Luring SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 Kurikulum 2013, semoga apa yang dibagikan BlogPendidiakn.net bermanfaat dan bisa menjadi referensi Anda dalam proses pembelajaran dari rumah. Terima kasih dan jangan lupa berbagi. 

Modul di atas bisa juga Anda gunakan dalam proses pembelajaran Daring dan Kombinasi.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWSFOLLOWING (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) 

Contoh Angket Pembelajaran Daring Minat Siswa Terhadap Pembelajaran

Contoh Angket Pembelajaran Daring Minat Siswa Terhadap Pembelajaran

BlogPendidikan.net
- Dalam proses pembelajaran tentunya guru selalu melakukan evaluasi terhadap materi yang telah di berikan, evaluasi ini bisa dalam bentuk tes. Dan untuk mengetahui sampai sejauh mana minat siswa terhadap pembelajaran yang telah diberikan, tentunya membutuhkan angket dalam menilainya. Angket ini diisi oleh siswa, dan di evaluasi kembali oleh guru.

Angket yang akan BlogPendidikan.net bagikan kali ini adalah angket, yang mana proses pembelajarannya dilakukan secara daring, baik melalui tatap muka video, atau pengiriman tugas melalui aplikasi seperti WhatsApp. Formulir angket ini dibuat melalui google form yang bisa dikirimkan kepada siswa dalam bentuk LINK dan masing-masing siswa mengisi angket dengan mencantumkan identitas masing-masing.

Pengertian Angket atau Quesioner

Angket adalah suatu daftar pertanyaan tertulis yang terinci dan lengkap yang harus dijawab oleh responden tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahuinya. Melalui angket, hal-hal tentang diri responden dapat diketahui. Misalnya tentang keadaan, atau data dirinya seperti pengalaman, sikap, minat, kebiasaan belajar dan sebagainya. Isi angket dapat berupa pertanyaan-pertanyaan tentang responden.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dirumuskan sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh jawaban yang objektif. Juga perlu dijalin kerjasama antara pemberi angket dan responden melalui pengantar angket yang simpatik, sehingga responden terdorong bekerja sama dan rela mengisinya secara jujur. 

Ditinjau dari cara menjawab pertanyaannya, angket dapat dikelompokkan menjadi :
  1. Angket terbuka atau tak berstruktur, adalah angket yang disusun sedemikian rupa, sehingga responden secara bebas dapat memberikan jawaban sesuai dengan bahasanya sendiri.
  2. Angket tertutup atau berstruktur, adalah angket yang disusun sedemikian rupa, sehingga responden tinggal memilih jawaban yang disediakan.
Ditinjau dari jawaban yang diberikan, angket dibagi menjadi:
  1. Angket langsung, adalah angket yang dikirim kepada responden dan langsung diisinya.
  2. Angket tak langsung, adalah angket yang dikirim kepada responden dan dijawab oleh orang yang bukan diminta keterangannya. Jadi responden menjawab pertanyaan tentang orang lain
 

Untuk menggunakan Angket daring ini Anda cukup menggunakan dan membuatnya di google formulir untuk membuatnya, selanjutnya Anda gunakan sebagai bahan penilaian minat siswa terhadap pembelajaran, untuk diteruskan dan dibagikan ke siswa Anda.

Berikut Link Contoh Angket Pembelajaran Daring Minat Siswa Terhadap Pembelajaran : https://forms.gle/DwFZaHTtgWPHUv6o9

Silahkan Anda klik tautan diatas untuk melihat contoh angket pembelajaran daring. Demikian artikel ini semoga bermanfaat dan terima kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Buku Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar (SD) Kelas 4, 5 dan 6

Berikut BlogPendidikan.net akan berbagi tentang buku pembelajaran matematika untuk kelas 4, 5 dan 6 SD

BlogPendidikan.net
- Berikut BlogPendidikan.net akan berbagi tentang buku pembelajaran matematika untuk kelas 4, 5 dan 6 SD. Buku ini bisa juga digunakan untuk proses pembelajaran daring dengan mengambil rujukan soal-soal yang ada dibuku ini dan dibagikan kepada siswa. Buku ini diutamakan sebagai pegangan guru dalam proses pembelajaran berlangsung.

Buku ini akan menjadi pedoman guru selama proses pembelajaran Pendidikan Matematika sebagai pelengkap buku tematik. Buku ini menjabarkan usaha minimal guru yang harus dilakukan agar peserta didik dapat mencapai kompetensi yang diharapkan.


Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap peserta didik dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan.

Kurikulum 2013 disusun untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya dengan pendekatan belajar saintifik berdasarkan nilai-nilai budaya bangsa. Kurikulum 2013 sudah tidak lagi menggunakan Standar Kompetensi (SK) sebagai acuan mengembangkan Kompetensi Dasar (KD). Sebagai gantinya, Kurikulum 2013 telah menyusun Kompetensi Inti (KI). 
Kompetensi Inti merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang peserta didik melalui pembelajaran Kompetensi Dasar yang diorganisasikan dan pembelajaran integratif dan pendekatan saintifik. Kompetensi Inti memuat kompetensi sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang dikembangkan dalam Kompetensi Dasar.

Tujuan penyusunan Buku Guru ini adalah memberikan acuan atau pedoman bagi guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan melakukan penilaian terhadap proses pembelajaran matematika di SD/MI kelas IV. 
Dalam buku ada bagian penting yang perlu mendapat perhatian khusus, yaitu kegiatan pembelajaran, penilaian, pengayaan dan remedial, serta interaksi guru dengan orang tua peserta didik. Untuk memudahkan dalam penggunaan.

Berikut Buku Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar (SD) Kelas 4, 5 dan 6:

Buku Matematika Kelas 4 >>> LIHAT DISINI
Buku Matematika Semester 1 Kelas 5 >>> LIHAT DISINI
Buku Matematika Semester 2 Kelas 5 >>> LIHAT DISINI
Buku Matematika Semester 1 Kelas 6 >>> LIHAT DISINI
Buku Matematika Semester 2 Kelas 6 >>> LIHAT DISINI

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.