Showing posts with label Pembelajaran. Show all posts
Showing posts with label Pembelajaran. Show all posts

5 Desain Pembelajaran di Abad 21

5 Desain Pembelajaran di Abad 21

BlogPendidikan.net
- Pembelajaran yang diterapkan dalam pendidikan memang beragam, pada desain pembelajaran di dalamnya telah terdapat pengembangan dari model dan metode pembelajaran yang dirancang menjadi satu desain pembelajaran yang efektif bagi siswa.

Tentang Desain Pembelajaran

Dikutip dari laman id.wikipedia menjelaskan bahwa desain pembelajaran adalah praktik penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik.

Proses ini berisi penentuan status awal dari pemahaman peserta didik, perumusan tujuan pembelajaran, dan merancang "perlakuan" berbasis media untuk membantu terjadinya transisi. 

Idealnya proses ini berdasar pada informasi dari teori belajar yang sudah teruji secara pedagogis dan dapat terjadi hanya pada siswa, dipandu oleh guru, atau dalam latar berbasis komunitas. Hasil dari pembelajaran ini dapat diamati secara langsung dan dapat diukur secara ilmiah atau benar-benar tersembunyi dan hanya berupa asumsi.

Sebagai suatu disiplin, desain pembelajaran secara historis dan tradisional berakar pada psikologi kognitif dan perilaku. Namun istilah ini sering dihubungkan dengan istilah yang berbeda dalam bidang lain, misalnya dengan istilah desain grafis. Walaupun desain grafis (dari perspektif kognitif) dapat memainkan peran penting dalam desain pembelajaran, tetapi keduanya adalah konsep yang terpisah.

Desain pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakan spesifikasi pengembangan, pelaksanaan, penilaian, serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk berbagai mata pelajaran pada berbagai tingkatan kompleksitas.

Sebagai sistem, desain pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran dan sistem pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu belajar.

Berikut 5 Desain Pembelajaran di Abad 21 diantaranya :

1. Project Base Learning

Ajeyalemi mengemukakan bahwa pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang berpijak pada teori belajar konstruktivistik. Strategi pembelajaran yang menonjol dalam pembelajaran konstruktivistik antara lain adalah strategi belajar kolaboratif, mengutamakan aktivitas siswa daripada aktivitas pengajarnya, mengenai kegiatan laboratorium, pengalaman lapangan, studi kasus, pemecahan masalah, panel diskusi, diskusi, brainstorming, dan simulasi. 

Buck Institute for Education mendefinisikan bahwa karakteristik pembelajaran project base learning sebagai berikut:
  • Pembelajar membuat keputusan, dan membuat kerangka kerja
  • Terdapat masalah yang pemecahannya tidak ditentukan sebelumnya
  • Pembelajar merancang proses untuk mencapai hasil
  • Pembelajar bertanggung jawab untuk mendapatkan dan mengelola informasi yang dikumpulkan
  • Melakukan evaluasi secara kontinyu
  • Pembelajar secara teratur melihat kembali apa yang mereka kerjakan
  • Hasil akhir berupa produk dan dievaluasi kualitasnya
  • Kelas memiliki atmosfer yang memberi toleransi kesalahan dan perubahan.
2. Project Oriented Learning

Project oriented learning melibatkan pembelajar dalam suatu proyek misalnya proyek tersebut berupa sebuah produk.Tujuan utamanya bukan hasil dari produk itu sendiri akan tetapi lebih mengutamakan pada proses dan dampak dari pembelajaran tersebut. 

Karakter utama dari project oriented learning adalah bahwa proyek merupakan bagian dari tugas riset dan pengembangan dimana prosesnya dibatasi oleh waktu, pembelajar secara individu maupun kelompok diperkenalkan pada subyek, isi dan metodologi, untuk bekerja secara bebas.

3. Problem Based Learning

Pembelajaran dengan pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah (problem based learning) mirip pendekatan belajar berbasis proyek (project based learning) yang awalnya berakar pada pendidikan medis dan diterapkan pada pendidikan bidang kedokteran. 

Kedua model tersebut pada prakteknya menekankan lingkungan belajar siswa aktif, kerja kelompok (kolaboratif), dan teknik evaluasi otentik (authentic assessment). 

Perbedaannya terletak pada perbedaan objek. Jika dalam problem based learning, pembelajar lebih didorong dalam kegiatan yang memerlukan perumusan masalah, pengumpulan data, dan analisis data (berhubungan dengan proses diagnosis pasien). 

Sedangkan dalam project based learning pembelajar lebih didorong pada kegiatan mendesain merumuskan pekerjaan, merancang (designing), mengkalkulasi, melaksanakan pekerjaan, dan mengevaluasi hasil yang diharapkan.

5. Cooperative Learning

Cooperative Learning (pembelajaran kooperatif) merupakan model pembelajaran berkelompok dengan jumlah tertentu dan bertujuan untuk saling memotivasi diantara sesama anggota kelompok agar mendapatkan hasil belajar secara maksimal. 

Tujuan dari model ini adalah untuk memaksimalkan hasil belajar yang ingin dicapai dari tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal ini didasarkan karena anggota dari kelompok belajar ini memiliki tingkatan pengetahuan yang berbeda dari rendah, sedang dan tinggi.

Adapun Tipe-tipe Cooperative Learning bisa Anda baca >>> 12 Jenis Model Pembelajaran Cooperative Learning Yang Harus Diketahui

Demikian artikel ini tentang 5 Desain Pembelajaran di Abad 21, semoga bermanfaat dan jangan lupa berbagi. Terima kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

9 Point Khusus Agar Siswa Aktif Bartanya Dalam Kegiatan Pembelajaran

9 Point Khusus Agar Siswa Aktif Bartanya Dalam Kegiatan Pembelajaran

BlogPendidikan.net
- Pembelajaran aktif menuntut keaktifan siswa dalam pembelajaran baik secara fisik, mental, intelektual, maupun emosional guna tercapainya hasil belajar yang optimal dengan mempertimbangkan hasrat, minat, dan kemampuan siswa sehingga mereka termotivasi terus menerus belajar.

Dengan demikian pembelajaran aktif bukan semata-mata merancang aktivitas dari masing-masing mata pelajaran yang saling terkait. Pembelajaran aktif bisa saja dikembangkan dari suatu tema yang telah disepakati bersama dengan melirik aspek-aspek kurikulum yang bisa dipelajari secara bersama melalui pengembangan tema tersebut.
Active learning atau Pembelajaran aktif adalah memaksimalkan segala sumber daya yang ada pada siswa untuk bisa memperoleh hasil belajar yang optimal. Tentu semua itu disesuaikan dengan sifat, pribadi dan kecenderungan siswa dalam belajar.

Guru harus mendorong siswa mau dan mampu bertanya, terutama mengajukan pertanyaan yang bersifat investigatif (pertanyaan yang mendorong orang yang ditanya untuk melakukan eksplorasi terlebih dahulu sebelum menjawabnya). Yang perlu membuat pertanyaan adalah siswa, bukan gurunya.

Adapun sembilan point khusus yang harus dilakukan oleh guru agar para siswa aktif bertanya dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:
  1. Mengenalkan suatu fenomena menarik yang belum pernah dikenali oleh siswa sebelumnya. Bahwa Guru mampu membuat Kegiatan Pengamatan. Artinya adalah siswa akan mengajukan pertanyaan jikalau yang diamati itu benar-benar menarik dan membuat siswa penasaran terhadap apa yang diamati.
  2. Words in a question. Siswa diberi beberapa kata atau rangkaian kata, dan mereka diminta untuk membuat kalimat yang memuat kata-kata tersebut. Misalnya Buatlah pertanyaan yang memuat kata-kata “sisi panjang” dan “sisi pendek”. Buatlah pertanyaan yang memuat kata-kata “Keliling” atau “Luas”.
  3. 3) Guru memberikan contoh pertanyaan pancingan, misalkan apa yang harus diperhatikan pada sisi pendek dan sisi panjang? Bagaimana cara menemukan rumus keliling dan rumus Luas persegi panjang?.
  4. Guru membentuk kelompok belajar dalam kegiatan pengamatan dan bertanya. Setelah waktu pengamatan selesai, setiap siswa dalam satu kelompok wajib membuat minimal satu pertanyaan. Kemudian dipilih tiga pertanyaan yang paling bagus menurut kelompoknya. Setelah itu, tukarkan tiga pertanyaan tersebut dengan kelompok lain. Kemudian jawablah dan diskusikan tiga pertanyaan dari kelompok lain tersebut dalam kelompok masing-masing.
  5. Guru dapat juga meminta siswa untuk bekerja dalam kelompok untuk membuat beberapa pertanyaan terlebih dahulu, dan selanjutnya meminta mereka bersepakat untuk memilih satu pertanyaan tertentu yang layak ditindak lanjuti dengan penyelidikan, baik oleh kelompok lain atau kelompok itu sendiri.
  6. Guru memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk melakukan kegiatan pengamatan. Kemudian setiap siswa wajib membuat minimal tiga pertanyaan. Dalam fase ini guru mendatangi setiap siswa yang kelihatannya kesulitan untuk membuat pertanyaan, kemudian Guru mengarahkan siswa tersebut untuk mengamati kembali pada bahan kegiatan pengamatan. Sesekali Guru berperan “pura-pura” tidak tau sehingga menanyakan sesuatu kepada siswa tersebut, “kenapa kok bisa begini ya?”, “bagaimana kalau menurut kalian” dan sebagainya.
  7. Completing What if or What if not questions. Siswa diberi tugas untuk melengkapi pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata What if yang berarti “Bagaimana kalau” atau kata What if not yang berarti “bagaimana kalau tidak”.
  8. Questioning Breakfast. Sarapan pagi “menanya”. Setiap pagi, sebelum dimulai pelajaran, siswa diminta untuk menuliskan pertanyaan. Guru bisa mengondisikan agar pertanyaan yang dibuat siswa sesuai dengan tema dan KD yang sedang dibahas.
  9. Questioning Appraisal. Pemberian penghargaan kepada siswa yang memiliki kuantitas dan kualitas pertanyaan investigatif yang baik. Dengan begitu, siswa memahami bahwa kegiatan bertanya sebagai suatu kegiatan yang bermanfaat.
Baca Juga : 5 Bentuk Pembelajaran Berdasarkan Kesenangan Belajar Siswa SD
Menjadikan suasana aktif dalam proses pembelajaran memang terbilang sulit, apalagi dalam bentuk diskusi. Memancing siswa untuk bertanya memiliki trik dan teknik tersendiri yang di kuasai oleh guru, agar terjadi keaktifan dalam diskusi bertanya dan menjawab. Terima kasih.

Rujukan :

Jurnal : Make Students Activ In Mathematics Learning
Based On Curiculum 2013. Oleh Mohammad Tohir. 2016

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

21 Bentuk Pembelajaran Aktif Yang Cocok Diterapkan Untuk Siswa Zaman Now

21 Bentuk Pembelajaran Aktif Yang Cocok Diterapkan Bagi Siswa

BlogPendidikan.net
- Seorang guru dalam proses pembelajaran harus dituntut menciptakan proses pembelajaran yang aktif, pembelajaran yang aktif suda seharusnya diterapkan pada siswa zaman sekarang (siswa zaman now), mereka dengan proses pembelajaran yang monoton akan lebih merasa bosan dan jenuh, dalam mengikuti proses pembelajaran yang berdampak pada tujuan pembelajaran yang tidak tercapai.

Pembelajaran aktif menurut Bonwell (1991) merupakan pembelajaran yang melibatkan berpartisipasi siswa dalam proses pembelajaran, di mana siswa melakukan suatu kegiatan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan tidak hanya pasif mendengarkan penjelasan guru. Selanjutnya, Weltman (2012) menyatakan bahwa pembelajaran aktif adalah suatu proses belajar di mana siswa secara aktif atau berdasarkan pengalaman belajarnya terlibat aktif dalam proses belajar. Pembelajaran aktif ini berfokus pada tanggung jawab belajar siswa.

Pembelajaran aktif membutuhkan lebih dari sekadar mendengarkan tetapi membutuhkan partisipasi aktif dari setiap siswa. Siswa harus melakukan berbagai aktivitas belajar sekaligus berfikir tentang bagaimana mencapai tujuan belajarnya. Hal ini merupakan metakognitif. Dengan demikian pembelajaran aktif dapat menumbuhkan metakognitif siswa.

Berikut 21 bentuk pembelajaran aktif dapat dilakukan guru di kelas yang cocok untuk karakteristik siswa zaman sekarang sebagai berikut :

1. Diskusi Kelas

Diskusi kelas dapat diadakan secara langsung atau online. Diskusi kelas adalah sebuah rangkaian kegiatan pembelajaran kelompok di mana setiap kelompok mendapat tanggung jawab untuk mendiskusikan sesuai dengan tema/masalah/judul pembelajaran yang telah ditetapkan oleh guru, selanjutnya mereka akan membuat kesimpulan atau catatan kecil yang berisikan tuangan pikiran atau pendapat dari kelompok tersebut, dan itu menjadi tugas sekretaris kelompok kemudian diserahkan melalui ketua kelompoknya kepada guru yang bersangkutan.

2. Pembelajaran Berfikir Berpasangan atau Berbagi/Think Pair Share

Model pembelajaran TPS merupakan salah satu model pembelajaran aktif. Dengan model pembelajaran ini siswa dilatih bagaimana mengutarakan pendapat dan menghargai pendapat orang lain dengan tetap mengacu pada materi/tujuan pembelajaran. TPS dirancang untuk mempengaruhi interaksi siswa. Struktur ini menghendaki siswa bekerja saling membantu dalam kelompok-kelompok kecil.

Beberapa manfaat TPS dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengingat suatu informasi dan seorang siswa juga dapat belajar dari siswa lain serta saling menyampaikan idenya untuk didiskusikan sebelum disampaikan di depan kelas. Selain itu, TPS juga dapat memperbaiki rasa percaya diri dan semua siswa diberi kesempatan berpartisipasi dalam kelas.

3. The Learning Cell

The learning cell adalah salah satu cara dari pembelajaran kelompok, khususnya kelompok kecil. Dalam pembelajaran ini siswa diatur dalam pasangan-pasangan. Salah seorang di antaranya berperan sebagai tutor, fasilitator/pelatih ataupun konsultan bagi seorang yang lain. Orang yang kedua ini berperan sebagai siswa, peserta latihan ataupun seorang yang memerlukan bantuan. Setelah selesai, maka giliran peserta kedua untuk berperan sebagai tutor, fasilitator atupun pelatih dan peserta pertama menjadi siswa ataupun peserta latihan dan seterusnya.

4. Short Written Exercise

Sebuah latihan tertulis singkat yang sering digunakan adalah "satu menit menulis." Ini adalah cara yang baik untuk meninjau bahan dan memberikan umpan balik. Namun "satu menit menulis" tidak berarti siswa tidak mengambil satu menit namun siswa meringkas secara ringkat dan cepat. Siswa memiliki setidaknya 10 menit untuk bekerja pada pembelajaran ini untuk meninjau bahan, mencatat, dan mereviewnya.

5. Kelompok Belajar Kolaboratif

Penggunakan istilah kelompok belajar kolaboratif sebagai strategi pembelajaran aktif, bukan berarti pembelajaran invidual tidak dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran aktif. Pembelajaran aktif tidak merujuk pada jumlah siswa yang terlibat tetapi merujuk pada aktivitas siswa yang aktif dalam proses pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Sebuah kelompok belajar kolaboratif adalah cara yang sukses dalam proses pembelajaran untuk kompetensi yang berbeda untuk kelas yang berbeda.

Dalam kelompok belajar kolaboratif, guru dapat menetapkan siswa dalam kelompok 3-6 orang dan mereka diberi tugas untuk bekerja bersama-sama. Pastikan bahwa siswa dalam kelompok memilih ketua kelompok dan pencatat agar kegiatan yang mereka lakukan tidak ke luar dari jalur. Dalam rangka menciptakan partisipasi yang menarik dalam pembelajaran perlu ada pengaturan bagi semua siswa, seperti pengaturan kelompok, posisi tempat duduk (setting arrangement) yang sifatnya fleksibel.

6. Pembelajaran Sinergetik (Synergetic Teaching)

Pembelajaran ini merupakan salah satu jenis pembelajaran aktif (active learning), yaitu pembelajaran yang mengajak siswa belajar secara aktif, baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran, memecahkan persoalan, atau mengaplikasikannya. Pembelajaran Sinergetik adalah metode atau strategi yang menggabungkan dua cara belajar yang berbeda.

7. Kartu Sortir (Card Sort)H. Writing In The Here And Now

Bentuk Pembelajaran Kartu Sortir ini merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, penggolongan sifat, fakta tentang suatu objek, atau mengulangi informasi.

8. Writing In The Here And Now

Bentuk pembelajaran ini memberikan kesempatan siswa untuk menuliskan pengalaman belajarnya

9. Debat Aktif (Active Debate)

Bentuk pembelajaran debat aktif (Active Debate) merupakan bentuk pembelajaran yang secara aktif melibatkan siswa di dalam kelas bukan hanya pelaku debatnya saja.

10. Pembelajaran Model Jigsaw (Jigsaw Learning)

Bentuk pembelajaran ini merupakan bentuk pembelajaran yang menarik untuk digunakan jika materi yang akan dipelajari dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan materi tersebut tidak mengharuskan urutan penyampaian. Kelebihan strategi ini adalah dapat melibatkan seluruh siswa dalam belajar dan sekaligus mengajarkan kepada orang lain.

10. Menilai Kelas (Assessment Search)

Bentuk pembelajaran ini dapat dilakukan dalam waktu yang cepat dan sekaligus melibatkan siswa untuk saling mengenal dan bekerja sama.

11. Index Card Match

Index Card Match ini adalah bentuk pembelajaran yang cukup menyenangkan yang digunakan untuk mengulang materi yang telah diberikan sebelumnya. Artinya, siswa sudah memiliki bekal pengetahuan ketika masuk kelas.

12. The Power Of Two

Bentuk pembelajaran The Power Of Two ini digunakan untuk mendorong pembelajaran kooperatif dan memperkuat arti penting serta sinergi dua orang dengan prinsip bahwa berfikir berdua lebih baik dari pada berfikir sendiri.

13. Bola Salju (Snowballing)

Bentuk pembelajaran ini digunakan untuk mendapatkan jawaban yang dihasilkan dari diskusi siswa secara bertingkat. Pembelajaran ini akan berjalan dengan baik apabila materi yang dipelajari menuntut pemikiran yang mendalam.

14. Question Student Have

Bentuk pembelajaran Question Student Have ini digunakan untuk mempelajari tentang keinginan dan harapan siswa sebagai dasar untuk memaksimalkan potensi yang mereka miliki. Penerapan bentuk ini menggunakan sebuah teknik untuk mendapatkan partisipasi siswa melalui tulisan. Hal ini sangat baik digunakan pada siswa yang kurang berani mengungkapkan pertanyaan, keinginan dan harapan-harapannya melalui percakapan.

15. Resume Kelompok

Bentuk pembelajaran Resume Kelompok menggambarkan sebuah prestasi, kecakapan dan pencapaian individual. Resume Kelompok merupakan bentuk pembelajaran yang menyenangkan untuk membantu para siswa lebih mengenal atau melakukan kegiatan membangun team dari sebuah kelompok yang para anggotanya telah mengenal satu sama lain.

16. Point Counter Point

Bentuk pembelajaran Point Counter Point ini sangat baik digunakan untuk melibatkan siswa dalam mendiskusikan isu-isu kompleks secara mendalam. Strategi ini mirip dengan debat, hanya saja dikemas dalam suasana yang tidak terlalu formal.

17. Listening Teams

Bentuk pembelajaran Listening Teams ini membantu siswa untuk tetap konsentrasi dan fokus dalam kegiatan pembelajaran yang menggunakan metode ceramah. Bentuk pembelajaran ini bertujuan membentuk kelompok-kelompok yang mempunyai tugas atau tanggung jawab tertentu berkaitan dengan materi pelajaran.

18. Lightening The Learning Climate

Bentuk pembelajaran Lightening The Leraning Climate sangat memungkinkan suatu kelas dapat dengan cepat menemukan susasana belajar yang rileks, informal, dan tidak menakutkan dengan meminta siswa untuk membuat humor-humor kreatif yang berhubungan dengan materi pembelajaran. Meskipun kegiatan pembelajaran dengan bentuk ini sangatlah informal, akan tetapi pada waktu yang sama dapat mengajak siswa untuk berfikir.

19. Critical Incident

Bentuk pembelajaran Critical Incident dapat diterapkan untuk memulai kegiatan pembelajaran. Tujuan dari penggunaan bentuk ini adalah untuk melibatkan siswa sejak awal dengan melihat pengalaman mereka.

20. Prediction Guide

Bentuk pembelajaran Prediction Guide membantu siswa untuk tetap konsentrasi dan fokus dalam kegiatan pembelajaran yang menggunakan metode ceramah. Penerapan bentuk ini menuntut pembentukan kelompok-kelompok yang mempunyai tugas atau tanggung-jawab tertentu berkaitan dengan materi pelajaran.

21. Pembelajaran Berstrategi Pola Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan/PBMP (Thinking Empowerment by Questioning/TEQ)

Pembelajaran berstrategi Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan/PBMP (Thinking Empowerment by Questioning/TEQ) dikembangkan oleh Corebima sejak Tahun 1985 pada pembelajaran IPA SD. Pembelajaran yang menggunakan strategi PBMP, kegiatan berfikir didorong secara maksimal. Jika hal ini dilakukan secara terus-menerus diyakini bahwa siswa akan terampil berpikir.

Pada pembelajaran ini tidak ada proses pembelajaran yang berlangsung secara informatif seluruhnya dilakukan melalui rangkaian atau jalinan pertanyaan yang telah dirancang secara tertulis., dari yang bersifat umum ke yang khusus atau sebaliknya (asalkan konsisten) dalam alur pikir yang logis berurutan.

Demikian bentuk pembelajaran aktif yang terdiri dari 21 point yang cocok diterapkan pada siswa di zaman sekarang, semoga artikel ini bermanfaat. Dan jangan lupa berbagi. Terima kasih.

Rujukan :

Panduan Pengembangan Pembelajaran Aktif : Direktorat Pembina Sekolah Menengah Atas Direktorat Pendidikan Dasar dan Menegah Kemendikbud Tahun 2017.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

12 Ciri Pembelajaran Yang Efektif

12 Ciri Pembelajaran Yang Efektif

BlogPendidikan.net
- Pembelajaran yang efektif menjadikan informasi mudah dipahami siswa dan bertahan lama pada ingatannya. Melalui pembelajaran yang efektif, siswa dapat merasakan makna mendalam dari proses belajarnya sehingga semua yang dipelajarinya dapat diterapkan dan diamalkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-harinya.

Efektivitas pembelajaran sangat bergantung pada kreativitas guru dalam mendesain pembelajaran, sehingga untuk mencapai pembelajaran yang efektif dibutuhkan pendekatan dan strategi pembelajaran yang relevan dengan karakteristik siswa dan materi pembelajaran.

Pembelajaran juga mengandung makna belajar dan mengajar, belajar dilakukan oleh siswa dan mengajar dilakukan oleh guru. Dalam pembelajaran, siapapun dapat berperan sebagai guru dan siapapun dapat berperan sebagai siswa.

Berikut 12 Ciri-ciri Pembelajaran Yang Efektif :

1. Mencari Tahu Bukan Diberi Tahu

Peserta didik diberikan kesempatan untuk menemukan pengetahuan sendiri melalui kegiatan eksplorasi, mencoba, mengumpulkan data, dan kegiatan lainnya sehingga mereka dapat belajar tentang bagaimana seharusnya belajar (learning how to learn) dan dapat menumbuhkan kemandirian belajar.

2. Sumber Belajar Bervariasi

Peserta didik mencari sumber belajar sendiri selain sumber belajar yang telah disediakan oleh guru, sehingga sumber belajar lebih variatif disesuaikan dengan karakteristik materi pembelajaran dan karakteristik peserta didik.

3. Menggunakan Pendekatan Proses dan Ilmiah

Pendekatan yang diterapkan dalam pembelajaran bersifat berpusat kepada peserta didik dengan melibatkan proses ilmiah sehingga terbangun keterampilan proses dan sikap ilmiah dari peserta didik.

4. Pembelajaran Berbasis Kompetensi

Pembelajaran yang direncanakan dan didesain oleh guru disesuaikan dengan kompetensi peserta didik yang akan dikembangkan dan dilaksanakan untuk mengembangkan potensi yang telah dimiliki oleh setiap peserta didik.

5. Pembelajaran Terpadu

Pembelajaran didesain dengan mengaitkan materi pembelajaran dari berbagai mata pelajaran dan dilaksanakan tidak berorientasi kepada penguasaan materi pembelajaran atau aspek kognitif saja, melainkan berorientasi kepada seluruh aspek secara holistik sehingga bermakna bagi hidup peserta didik.

6. Pembelajaran Dengan Jawaban Multidimensi 

Pembelajaran dilaksanakan dengan memfasilitasi peserta didik untuk berpikir dan berkarya dalam rangka memecahkan masalah kontekstual yang memungkinkan dijawab oleh peserta didik menggunakan jawaban terbuka yang multidimensi.

7. Pembelajaran Dengan Keterampilan Aplikatif

Pembelajaran dilaksanakan berorientasi kepada keterampilan-keterampilan hidup peserta didik seperti berpikir kritis, berpikir kreatif, kemandirian, dan keterampilan lainnya yang bermakna bagi peserta didik sehingga pengetahuan yang didapatkannya dapat diterapkan dalam hidupnya untuk mengatasi masalah-masalah kontekstual yang sedang dihadapinya.

8. Pembelajaran Seimbang Antara Keterampilan Fisik dan Mental

Pembelajaran yang dilaksanakan tidak hanya mengembangkan keterampilan fisik saja, tetapi mengembangkan keterampilan mental juga dengan membiasakan peserta didik untuk berpikir, merefleksi kinerjanya, dan aktivitas lainnya yang dapat menumbuhkan keterampilan mental peserta didik.

9. Pembelajaran mengutamakan pembudayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat 

Pembelajaran memandang siapapun adalah guru dan siapapun adalah peserta didik, sehingga pembelajaran dilaksanakan dengan memosisikan guru dan peserta didik sebagai individu yang sedang belajar untuk menumbuhkan
karakter pebelajar dari guru dan peserta didik.

10. Pembelajaran menerapkan nilai-nilai melalui keteladanan, pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik 

Pembelajaran diawali dengan proses identifikasi potensi peserta didik dan dilaksanakan sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik dengan memerankan guru sebagai among yang bertugas untuk membimbing, mendorong, memotivasi dan memberikan teladan bagi peserta didik sehingga mereka tumbuh dan berkembang sesuai potensinya melalui bimbingan oleh guru yang bersifat memandirikan.

11. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di kelas tetapi di sekolah, rumah dan masyarakat 

Pembelajaran dilaksanakan dengan melibatkan peran sekolah, keluarga, dan masyarakat, sehingga dimanapun adalah kelas tempat peserta didik belajar. Guru memfasilitasi proses belajar peserta didik di sekolah, keluarga dan masyarakat sehingga setiap individu di sekitar peserta didik dapat berperan sebagai narasumber atau guru yang dapat membimbing, mengarahkan, memotivasi, dan memberikan teladan kepada peserta didik

12. Pembelajaran menerapkan prinsip siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dimanapun adalah kelas untuk belajar, dan kapanpun waktunya untuk belajar. 

Pembelajaran dilaksanakan dengan membiasakan peserta didik untuk belajar tanpa dibatasi ruang dan waktu. Guru harus selalu membangun cara pandang peserta didik tentang belajar, sehingga mereka memahami makna belajar yang sebenarnya dan memandang bahwa belajar merupakan hidup mereka dan ciri mereka hidup.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Rujukan :

Modul PPG 2019 : Perkembangan Peserta Didik

8 Jenis Teknik Pembelajaran Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

8 Teknik Pembelajaran Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

BlogPendidikan.net
- Dalam proses pembelajaran biasanya guru tanpa disadari telah menerapkan teknik-teknik dalam pembelajaran salah satunya adalah teknik ceramah. Teknik ini tidak lepas dari keseharian proses pembelajaran di kelas, ceramah salah satu teknik penunjang terhadap teknik-teknik lain yang akan diterapkan pada proses pembelajaran.

Pengertian Teknik Pembelajaran

Istilah Teknik dalam Pembelajaran didefinisikan dengan cara cara dan alat yang digunakan oleh guru dalam rangka mencapai suatu tujuan, langsung dalam proses pembelajaran. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Azhar Arsyad, bahwa teknik yaitu apa yang sesungguhnya terjadi di dalam kelas dan merupakan pelaksanaan dari metode yang sifatnya impelementatif.

Selain strategi, metode, dan pendekatan pembelajaran, terdapat juga istilah lain yang kadang-kadang sulit dibedakan, yaitu teknik dan taktik mengajar. Teknik dan taktik mengajar merupakan penjabaran dari metode pembelajaran. Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode.

Misalnya, cara yang bagaimana yang harus dilakukan agar metode ceramah yang dilakukan berjalan efektif dan efisien? Dengan demikian, sebelum seseorang melakukan proses ceramah sebaiknya memerhatikan kondisi dan situasi. Misalnya, berceramah pada siang hari dengan jumlah siswa yang banyak tentu saja akan berbeda jika ceramah itu dilakukan pada pagi hari dengan jumlah siswa yang terbatas (Nasrul Hakim dan Ali Sadikin)

Berikut 8 Jenis Teknik Pembelajaran Beserta Kelebihan dan Kekurangannya :

1. Teknik Ceramah

Teknik ceramah ialah cara mengajar yang paling tradisional dan telah lama dijalankan dalam sejarah pendidikan, yaitu di mana seorang guru menularkan pengetahuannya kepada siswa secara lisan atau ceramah.

Dengan kata lain teknik ini adalah sebuah teknik mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Teknik ini disebut juga dengan tehnik kuliah atau teknik pidato.

Kelebihan dari teknik ceramah :

Teknik ceramah ini ialah dapat mendorong siswa lebih fokus, guru bisa mengendalikan kelas dengan penuh, bisa diikuti oleh banyak anak didik, guru bisa menyampaikan pelajaran secara luas dan mudah dilakukan.

Kekurangan dari teknik ceramah :

Pada teknik pembelajaran ceramah ini ialah siswa lebih pasif, proses pembelajaran yang membosankan, membuat siswa mudah mengantuk, ada unsur paksaan agar mendengarkan, evaluasi proses belajar yang sulit dikontrol, dan proses pengajaran berfokus hanya pada definisi kata-katanya saja.

2. Teknik Diskusi

Teknik diskusi merupakan suatu cara mengajar dengan cara memecahkan masalah yang dihadapi, baik dua orang atau lebih yang masing-masing mengajukan argumentasinya untuk memperkuat pendapatnya. Tujuan dari teknik diskusi yaitu Memotivasi atau memberi stimulasi kepada siswa agar berfikir kritis, mengeluarkan pendapatnya, serta menyumbangkan pikiran- pikirannya.

Kelebihan dari teknik diskusi :

Metode ini dapat memberikan pemahaman lebih baik kepada anak didik bahwa semua permasalahan selalu ada penyelesaiannya, siswa bisa berpikir lebih kritis, mendorong para siswa menyampaikan pendapatnya, mendorong siswa untuk memberikan masukkan dalam proses pemecahan masalah, mengambil beberapa alternatif pemecahan masalah, dan membuat siswa lebih paham mengenai toleransi pendapat sekaligus dapat mendengarkan orang lain.

Kekurangan dari teknik diskusi :

Alokasi waktu yang sulit karena banyak memakan waktu. dan Tidak semua argument bisa dilayani atau di ajukan untuk dijawab.

3. Teknik Tanya Jawab

Teknik tanya jawab adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan menghahasilkan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan siswa memahami materi tersebut.

Teknik tanya jawab akan menjadi efektif bila materi yang menjadi topik bahasan menarik, menantang dan memiliki nilai aplikasi tinggi. Pertanyaan yang diajukan bervariasi, meliputi pertanyaan tertutup (pertanyaan yang jawabannya hanya satu kemungkinan) dan pertanyaan terbuka (pertanyaan dengan banyak kemungkinan jawaban), serta disajikan dengan cara yang menarik.

Kelebihan dari teknik tanya jawab :
  • Situasi kelas lebih hidup karena para siswa aktif berpikir dan menyampaikan buah pikirannya melalui jawaban atas pertanyaan guru.
  • Sangat positif untuk melatih anak agar berani mengemukakan pendapatnya dengan lisan secara teratur.
  • Timbulnya perbedaan pendapat di antara para anak didik, membawa kelas pada situasi diskusi yang menarik.
Kekurangan dari teknik tanya jawab :
  • Siswa sering merasa takut, apabila guru kurang dapat medorong siswa untuk berani dengan menciptakan suasana yang tidak tegang dan akrab
  • Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berpikir siswa dan mudah dipahami siswa
4. Teknik Pemberian Tugas (Individu atau Kelompok)

Teknik kerja kelompok adalalah suatu cara mengajar, di mana siswa di dalam kelas dipandang sebagai suatu kelompok atau dibagi menjadi beberapa kelompok. Mereka bekerja bersama dalam memecahkan masalah, atau melaksanakan tugas tertentu, dan berusaha mencapai tujuan pengajaran yang telah ditentukan oleh guru.

Kelebihan dari teknik pemberian tugas :

Teknik pemberian tugas digunakan untuk melatih aktivitas, kretivitas, tanggung jawab dan disiplin peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini penting karena dalam kegiatan pengajaran tidak selamanya peserta didik mendapat pengawasan dari guru. Dan peserta didik mendapat kesempatan untuk melatih diri bekerja secara mandiri.

Kekurangan dari teknik pemberian tugas :

Apabila diberikan tugas kelompok, seringkali yang mengerjakannya hanya peserta didik tertentu saja. Sedangkan yang lainnya seringkali sibuk dengan kegiatan yang masing-masing.

5. Teknik Penemuan (Discovery) dan Simulasi

Teknik penemuan

Teknik penemuan merupakan proses di mana seorang siswa melakukan proses mental yang harus mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Yang dimaksud proses mental ialah mengamati, mencerna, mengerti menggolong-golongkan, membuat dugaan membuat kesimpulan dan lain sebagainya. Sedangkan prinsip ialah siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami mental itu sendiri, guru hanya membimbing dan memberikan instruksi.

Teknik simulasi

Teknik simulasi merupakan cara mengajar di mana menggunakan tingkah laku seseorang untuk berlaku seperti orang yang dimaksudkan dengan tujuan agar orang dapat menghindari lebih mendalam tentang bagaimana orang itu merasa dan berbuat dengan kata lain siswa sedang memegang peranan sebagai orang lain bukan dirinya sendiri.

Kelebihan dari teknik penemuan :
  • Dapat membangkitkan kegairahan belajar pada diri siswa
  • Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengan kampuan masing-masing.
  • Teknik ini mampu membantu siswa mengembangkan, memperbanyak kesiapan serta penguasaan ketrampilan dalam proses kognitif atau pengarahan siswa.
  • Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sebagai sangat pribadi atau individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut.
Kekurangan dari teknik penemuan :
  • Ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu meningkatkan proses pengertian saja
  • Teknik ini tidak memberikan kesempatan berfikir secara kreatif.
  • Para siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental
  • Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini kurang berhasil
  • Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran tradisional akan kecewa bila diganti dengan teknik penemuan.
Kelebihan dari teknik simulasi :
  • Untuk mengembangkan kreatifitas siswa
  • Eksperimen berlangsung tanpa memerlukan lingkungan yang sebenarnya
  • Mengurangi hal-hal yang verbalistik
  • Menumbuhkan cara berfikir yang kritis
Kekurangan dari teknik simulasi :
  • Efektifitas dalam memajukan belajar siswa belum dapat dilaporkan oleh riset
  • Banyak orang meragukan hasilnnya karena sering tidak diikutsertakan elemen-elemen penting
  • Menghendaki pengelompokan yang fleksibel
  • Menghendaki banyak imajinasi dari guru dan siswa
6. Teknik Inquiri

Inquiry adalah teknik pengajaran guru didepan kelas dimana guru membagi tugas meneliti suatu masalah ke kelas. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan. Kemudian mereka mempelajari, meneliti, dan membahas tugasnya didalam kelompok kemudian dibuat laporan yang tersusun baik dan kemudian didiskusikan secara luas atau melalui pleno sehingga diperoleh kesimpulan terakhir.

Teknik inquiry merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda, manusia atau peristiwa) secara sistematis, kritis, logis, analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.

Kelebihan dari teknik inquiri :
  • Mendorong siswa untuk berfikir dan atas inisiatifnya sendiri, bersifat obyektif, jujur, dan terbuka
  • Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang
  • Dapat membentuk dan mengembangkan sel consept pada diri siswa
  • Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi belajar yang baru
  • Mendorong siswa untuk berffikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri
Kekurangan dari teknik inquiry :

Siswa perlu memerlukan waktu menggunakan daya otaknya untuk berfikir memperoleh pengertian tentang konsep

7. Teknik Karya Wisata

Teknik pembelajaran karya wisata ialah sebuah metode mengajar yang memanfaatkan lingkungan, tempat atau lokasi yang mempunyai sumber pengetahuan. Teknik mengajar yang satu ini dilakukan lewat pendampingan guru maupun orang tua apabila usia siswa masih sangat muda. Adapun teknik pendampingan ini bertujuan untuk menunjukkan pengetahuan yang harus dipahami siswa. Ada pun teknik karya wisata tersebut dapat dilakukan, baik di alam maupun di tempat-tempat yang bersejarah.

Kelebihan dari teknik karya wisata :
  • Siswa dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas obyek karya wisata itu serta mengalami dan menghayati langsung
  • Siswa dapat melihat kegiatan para petugas secara individu atau kelompok dan menghayatinya secara langsung
  • Siswa dapat bertanya jawab menemukan sumber informasi yang pertama untuk memecahkan segala macam persoalan yang dihadapi
  • Siswa memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi
Kekurangan dari teknik karya wisata:
  • Karena dilakukan diluar sekolah dan jarak yang cukup jauh maka memerlukan transport yang mahal dan biaya yang mahal
  • Menggunakan waktu yang lebih panjang dari pada jam sekolah
  • Biaya yang tinggi kadang-kadang tidak terjangkau oleh siswa maka perlu bantuan dari sekolah
8. Teknik Eksperimen

Teknik eksperimen merupakan salah satu cara mengajar dimana seorang siswa diajak untuk beruji coba atau mengadakan pengamatan kemudian hasil pengamatan itu disampaikan dikelas dan di evaluasi oleh guru.

Kelebihan dari teknik eksperimen :
  • Siswa terlatih menggunakan metode ilmiah dalam menghadapi segala masalah
  • Mereka lebih aktif berfikir dan membuktikan sendiri kebenaran suatu teori
  • Siswa dalam melaksanakan eksperimen selain memperoleh ilmu pengetahuan juga menemukan pengalaman praktis serta ketrampilan menggunakan alat-alat percobaan
Kekurangan dari teknik eksperimen :
  • Seorang guru harus benar-benar menguasai materi yang diamati dan harus mampu memanage siswanya
  • Memerlukan waktu dan biaya yang sedikit lebih dibandingkan yang lain.
Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Teori Belajar Humanistik dan Langkah-langkah Pembelajarannya

Teori Belajar Humanistik dan Langkah-langkah Pembelajarannya

BlogPendidikan.net
- Teori belajar humanistik ini lebih menekankan pada diri siswa, untuk menjadikan manusia yang berkarakter dengan bahasa umumnya memanusiakan manusia.

Tentang Teori Belajar Humanistik

Teori belajar humanistik adalah perspektif psikologis yang menekankan studi tentang seseorang secara utuh. Psikolog humanistik melihat perilaku manusia tidak hanya melalui penglihatan pengamat, melainkan juga melalui pengamatan atas perilaku individu mengintegrasikan dengan perasaan batin dan citra dirinya.

Berdasarkan teori belajar humanistik tujuan belajar adalah untuk memanusiakan seorang manusia. Kegiatan belajar dianggap berhasil apabila si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya. Murid dalam proses belajar harus berusaha  agar secara perlahan dia mampu mencapai aktualisasi diri dengan baik.

Teori belajar humanistik ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelaku yang belajar, tidak dari sudut pandang pengamatan.

Penedekatan humanistik dalam pendidikan menekankan pada perkembangan positif. Pendekatan yang berfokus pada potensi manusia untuk mencari dan menemukan kemampuan yang mereka punya dan mengembangkan kemampuan tersebut. 

Hal ini mencakup kemampuan interpersonal sosial dan metode untuk pengembangan diri yang ditujukan untuk memperkaya diri, menikmati keberadaan hidup dan juga masyarakat. Ketrampilan atau kemampuan membangun diri secara positif ini menjadi sangat penting dalam pendidikan karena keterkaitannya dengan keberhasilan akademik.

Dalam teori belajar humanistik, belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya.

Tujuan utama para pendidik adalah membantu si siswa untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka.

Penerapan Teori Humanistik Terhadap Pembelajaran Siswa

Penerapan teori humanistik lebih menunjuk pada spirit selama proses pembelajaran yang mewarnai metode-metode yang diterapkan. Peran guru dalam pembelajaran humanistik adalah menjadi fasilitator bagi para siswa sedangkan guru memberikan motivasi, kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa. 

Guru memfasilitasi pengalaman belajar kepada siswa dan mendampingi siswa untuk memperoleh tujuan pembelajaran. Siswa berperan sebagai pelaku utama (student center) yang memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri. Diharapkan siswa memahami potensi diri, mengembangkan potensi dirinya secara positif dan meminimalkan potensi diri yang bersifat negatif.

Adapun langkah-langkah proses pembelajaran humanistik adalah :
  1. Merumuskan tujuan belajar yang jelas
  2. Mengusahakan partisipasi aktif siswa melalui kontrak belajar yang bersifat jelas, jujur dan positif.
  3. Mendorong siswa untuk mengembangkan kesanggupan siswa untuk belajar atas inisiatif sendiri
  4. Mendorong siswa untuk peka berpikir kritis, memaknai proses pembelajaran secara mandiri
  5. Siswa di dorong untuk bebas mengemukakan pendapat, memilih pilihannya sendiri, melakukan apa yang diinginkan dan menanggung resiko dari perilaku yang ditunjukkan.
  6. Guru menerima siswa apa adanya, berusaha memahami jalan pikiran siswa, tidak menilai secara normatif tetapi mendorong siswa untuk bertanggung jawab atas segala resiko perbuatan atau proses belajarnya.
  7. Merancang fasilitas belajar seperti lingkungan dan media pembelajaran.
  8. Membimbing siswa belajar secara aktif.
  9. Membimbing siswa untuk memahami hakikat makna dari pengalaman belajarnya. 
  10. Membimbing siswa membuat konseptualisasi pengalaman belajarnya.
  11. Membimbing siswa dalam mengaplikasikan konsep‐konsep baru ke situasi nyata. 
  12. Memberikan kesempatan siswa untuk maju sesuai dengan kecepatannya
  13. Evaluasi diberikan secara individual berdasarkan perolehan prestasi siswa
Demikian artikel ini tentang Teori Belajar Humanistik dan Langkah-langkah Pembelajarannya semoga bermanfaat dan terima kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.