Showing posts with label Kelebihan dan Kekurangan. Show all posts
Showing posts with label Kelebihan dan Kekurangan. Show all posts

11 Metode Pembelajaran dengan Kelebihan dan Kekurangannya

11 Metode Pembelajaran dengan Kelebihan dan Kekurangannya

BlogPendidikan.net
- Metode dalam pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai cara untuk menyampaikan materi saja, sebab sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran mempunyai tiga cakupan yang luas yaitu disamping sebagai penyampai informasi juga mempunyai tugas untuk mengelola kegiatan pembelajaran sehingga warga belajar dapat belajar untuk mencapai tujuan secara cepat.

Berikut 11 metode pembelajaran dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya :

1. Metode Ceramah

Metode ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode ini tidak senantiasa jelek bila penggunaannya betul-betul disiapkan dengan baik, didukung dengan alat dan media, serta memperhatikan batas-batas kemungkinan penggunaannya.

Kelebihan metode ceramah :
  • Guru lebih menguasai kelas
  • Mudah mengorganisasikan tempat duduk/kelas
  • Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar
  • Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya
  • Guru mudah menerangkan pelajaran dengan baik.
Kelemahan metode ceramah
  • Mudah menjadi verbalisme (pengertian kata-kata)
  • Yang  visual  menjadi  rugi,  yang  auditif  (mendengar)  lebih  biasa menerima
  • Membosankan bila selalu digunakan dan terlalu lama
  • Sukar menyimpulkan siswa mengerti dan tertarik padaceramahnya
2. Metode Tanya Jawab 

Metode Tanya Jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat ywo way traffic, sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara guru dan siswa. Guru bertanya siswa menjawab atau siswa bertanya guru menjawab. Dalam komunikasi ini terlihat adanya hubungan timbal balik secara langsung antara guru dengan siswa.

Kelebihan metode tanya jawab :
  • Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa
  • Merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya   pikir, termasuk daya ingatan.
  • Mengembangkan  keberanian  dan  keterampilan  siswa  dalam menjawab dan mengemukakan pendapat.
Kelemahan metode tanya jawab :
  • Siswa merasa takut bila guru kurang dapat mendorong siswa     untuk berani dengan menciptakan suasana yang tidak tegang
  • Tidak  mudah  membuat  pertanyaan  yang  sesuai  dengan  tingkat berpikir dan mudah dipahami siswa
  • Sering membuang banyak waktu
  • Kurangnya  waktu  untuk  memberikan  pertanyaan  kepada  seluruh siswa.
3. Metode Diskusi 

Metode diskusi  adalah  bertukar  informasi,  berpendapat,  dan  unsur-unsur pengalaman  secara  teratur  dengan  maksud  untuk  mendapat  pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih cermat tentang permasalahan atau topik yang sedang dibahas.

Kelebihan metode diskusi :
  • Merangsang  kreatifitas  anak  didik  dalam  bentuk  ide,  gagasan,    prakarsa dan terobosan baru dalam pemecahan masalah
  • Mengembangkan sikap saling menghargai pendapat orang lain
  • Memperluas wawasan
  • Membina  untuk  terbiasa  musyawarah  dalam  memecahkan  suatu masalah.
Kelemahan metode diskusi :
  • Membutuhkan waktu yang panjang
  • Tidak dapat dipakai untuk kelompok yang besar
  • Peserta mendapat informasi yang terbatas
  • Dikuasai  orang-orang  yang  suka  berbicara  atau  ingin menonjolkan diri.
4. Metode Demonstrasi 

Demonstrasi yang dimaksud disini ialah suatu metode mengajar yang memperlihatkan bagaimana proses terjadinya sesuatu. Metode ini dilakukkan dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.

Kelebihan metode demonstrasi :
  • Menghindari verbalisme
  • Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari
  • Proses pengajaran lebih menarik
  • Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara     teori dengan kenyataan dan mencoba melakukannya sendiri.
Kelemahan metode demonstrasi :
  • Memerlukan keterampilan guru secara khusus
  • Kurangnya fasilitas
  • Membutuhkan waktu yang lama. 
5. Metode Eksperimen 

Metode Eksperimen, metode ini bukan sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan satu metode berfikir, sebab dalam Eksperimen dapat menggunakan metode lainnya dimulai dari menarik data sampai menarik kesimpulan.

Kelebihan metode eksperimen :
  • Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaan
  • Membina siswa membuat terobosan baru
  • Hasil percobaan yang berharga dapat dimanfaatkan untuk     kemakmuran umat manusia.
Kelemahan metode eksperimen :
  • Cenderung sesuai bidang sains dan teknologi
  • Kesulitan dalam fasilitas
  • Menuntut ketelitian, kesabaran, dan ketabahan
  • Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan.
6. Metode Latihan (Drill) 

Metode latihan adalah suatu teknik mengajar yang mendorong siswa untuk melaksanakan  kegiatan  latihan  agar  memiliki  ketangkasan  atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang dipelajari

Kelebihan metode latihan :
  • Untuk memperoleh kecakapan motoris
  • Untuk memperoleh kecakapan mental
  • Untuk memperoleh kecakapan dalam bentuk asosiasi yang dibuat
  • Pembentukan kebiasaan serta menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan
  • Pemanfaatan kebiasaan yang tidak membutuhkan konsentrasi
  • Pembentukan kebiasaaan yang lebih otomatis
Kelemahan metode latihan :
  • Menghambat bakat dan inisiatif siswa
  • Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan
  • Monoton, mudah membosankan
  • Membentuk kebiasaan yang kaku
  • Dapat menimbulkan verbalisme
7. Metode Pemberian Tugas (Resitasi)

Metode resitasi adalah metode penyajian bahan di mana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Biasanya guru memberikan tugas berupa resume dengan menggunakan kalimat sendiri dari materi yang sudah dipelajari.

Kelebihan metode resitasi :
  • Merangsang  siswa  dalam  melaksanakan  aktivitas  belajar  baik individual maupun kelompok
  • Dapat mengembangkan kemandirian
  • Membina tanggung jawab dan disiplin siswa
  • Mengembangkan kreatifitas siswa.
Kelemahan metode resitasi:
  • Sulit dikontrol
  • Khusus tugas kelompok yang aktif siswa tertentu
  • Sulit memberikan tugas yang sesuai perbedaan individu
  • Menimbulkan kebosanan. 
8. Metode Karyawisata 

Melalui  metode  ini  siswa-siswa  diajak  mengunjungi  tempat-tempat tertentu di luar sekolah. Tempat-tempat  yang akan dikunjungi dan hal-hal yang  perlu  diamati  telah  direncanakan  terlebih  dahulu,  dan  setelah kegiatan siswa diminta membuat laporan.

Kelebihan metode karyawisata :
  • Memiliki  prinsip  pengajaran  modern  dengan  memanfaatkan lingkungan nyata
  • Membuat relevansi antara apa  yang dipelajari dengan kebutuhan di masyarakat
  • Merangsang kreatifitas siswa
  • Bahan pelajaran lebih luas dan aktual.
Kelemahan metode karyawisata :
  • Kurangnya fasilitas
  • Perlu perencanaan yang matang
  • Perlu koordinasi agar tidak tumpah tindih waktu
  • Mengabaikan unsur studi
  • Kesulitan mengatur siswa yang banyak
9. Metode Sistem Regu (Team Teaching)

Metode sistem regu (team teaching), merupakan metode mengajar dua orang guru atau lebih bekerjasama mengajar sebuah kelompok siswa, jadi kelas dihadapi beberapa guru. Sistem regu banyak macamnya, sebab untuk satu regu tidak senantiasa guru secara formal saja, tetapi dapat melibatkan orang-orang luar yang dianggap perlu sesuai dengan keahlian yang kita butuhkan.

10. Metode Sosiodrama 

Metode  yang  digunakan  untuk  mengajarkan  nilai-nilai  dan  memecahkan masalah- masalah  yang  dihadapi  dalam  hubungan  sosial  dengan  orang-orang  di  lingkungan  keluarga,  sekolah  maupun  masyarakat.  Dalam pelaksanaannya  siswa  diberikan  peran  tertentu  dan  melaksanakan  peran tersebut serta mendiskusikannya di kelas.

Kelebihan metode sosiodrama :
  • Melatih  siswa  untuk  melatih,  memahami  dan  mengingat  isi  bahan yang akan didramakan
  • Melatih siswa berinisiatif dan berkreatif
  • Memupuk bakat
  • Menumbuhkan dan membina kerjasama
  • Mendapat kebiasaan untuk membagi tanggung jawab
  • Membina tata bahasa siswa
Kelemahan metode sosiodrama :
  • Kurang kreatif bagi anak yang tidak ikut dalam drama
  • Banyak memakan waktu
  • Memerlukan tempat yang luas
  • Mengganggu kelas lain karena gaduh.
11. Metode Simulasi

Metode simulasi, simulasi berasal dari kata simulate yang artinya pura-pura atau berbuat seolah-olah. Kata simulasition artinya tiruan atau perbuatan yang pura-pura. Dengan demikian, simulasi dalam metode mengajar dimaksud sebagai cara untuk menjelaskan sesuatu (bahan pelajaran) melalui proses tingkah laku imitasi atau bermain peran mengenai suatu tingkah laku yang dilakukan seolah-olah dalam keadaan yang sebenarnya.

Kelebihan Metode Simulasi :
  • Simulasi dapat dijadikan sebagai bekal bagi siswa dalam menghadapi situasi yang sebenarnya kelak; baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat, maupun menghadapi dunia kerja
  • Simulasi dapat mengembangkan krwativitas siswa, karena melalui simulasi siswa diberi kesempatan untuk memainkan peranan sesuai dengan topik yang disimulasikan
  • Simulasi dapat memupuk keberanian dan percaya diri siswa
  • Memperkaya pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi berbagai situasi sosial yang problematis
  • Simulasi dapat meningkatkan gairah siswa dalam proses pembelajaran.
Kelemahan Metode Simulasi :
  • Pengalaman yang diperoleh melalui simulasi tidak selalu tepat dan sesuai dengan kenyataan di lapangan
  • Pengelolaan yang kurang baik. sering simulasi dijadikan sebagai alat hiburan, sehingga tujuan pembelajaran menjadi terabaikan
  • Faktor psikologis seperti rasa malu dan takut sering mempengaruhi siswa dalam melakukan simulasi.
Demikian tentang 11 Metode Pembelajaran dengan Kelebihan dan Kekurangannya, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Rujukan :
Academia.edu

7 Strategi Pembelajaran Dengan Kelebihan dan Kekurangannya

7 Strategi Pembelajaran Dengan Kelebihan dan Kekurangannya

BlogPendidikan.net
- Strategi pembelajaran merupakan suatu hal yang sangat penting dalam implementasi program pendidikan karena menurut tugas-tugas atau kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru maupun siswa dalam proses pembelajaran di sekolah.

Strategi pembelajaran merupakan suatu serangkaian rencana kegiatan yang termasuk di dalamnya penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam suatu pembelajaran. Strategi pembelajaran disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Strategi pembelajaran di dalamnya mencakup pendekatan, model, metode dan teknik pembelajaran secara spesifik.

1. Strategi Pembelajaran Ekspositori

Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan strategi proses penyampaian materi secara verbal dari guru terhadap siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pembelajaran yang optimal.

Kelebihan :
  • Guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran, guru dapat mengetahui sejauh mana siswa menguasai bahan pelajaran yang disampaikan.
  • Strategi pembelajaran ekspositori dianggap sangat efektif apabila materi pelajaran yang harus dikuasai cukup luas dan waktu terbatas.
  • Melalui strategi ini siswa dapat mendengar melalui penuturan tentang materi pelajaran sekaligus mengobservasi melalui demonstrasi.
  • Strategi ini bisa digunakan untuk jumlah siswa dengan kelas besar.
Kekurangan :
  • Strategi pembelajaran ini hanya mungkin dilakukan terhadap siswa dengan kemampuan mendengar dan menyimak yang baik.
  • Strategi ini tidak mungkin melayani perbedaan kemampuan belajar pengetahuan, minat, bakat dan gaya belajar individu.
  • Karena lebih banyak dengan ceramah, strategi ini sulit mengembangkan kemampuan sosialisasi siswa.
  • Keberhasilan strategi ini tergantung pada kemampuan yang dimiliki guru.
  • Gaya komunikasi pada strategi ini satu arah, jadi kesempatan mengontrol kemampuan belajar siswa terbatas.
2. Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah

Strategi pembelajaran berbasis masalah mengutamakan proses belajar, di mana tugas guru harus memfokuskan diri untuk membantu siswa mencapai keterampilan mengarahkan diri. Pembelajaran berdasarkan masalah penggunaannya di dalam tingkat berpikir lebih tinggi, dalam situasi berorientasi pada masalah termasuk bagaimana belajar.

Kelebihan :
  • Terjadi interaksi yang dinamis di antara guru dengan siswa, siswa dengan guru, dan siswa dengan siswa.
  • Siswa memiliki keterampilan mengatasi masalah.
  • Siswa memiliki kemampuan mempelajari peran orang dewasa.
  • Siswa dapat menjadi pembelajar yang mandiri dan independent.
  • Siswa memiliki keterampilan berfikir tingkat tinggi.
Kekurangan :
  • Memungkinkan siswa menjadi jenuh karena harus berhadapan langsung dengan masalah.
  • Memungkinkan siswa kesulitan dalam memproses sejumlah data dan informasi dalam waktu singkat, sehingga pembelajaran berbasis masalah ini membutuhkan waktu yang relatife lama.
3. Strategi Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)

Strategi pembelajaran CTL adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan nyata, sehingga peserta didik mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari.

Kelebihan :
  • Pembelajaran lebih bermakna, artinya siswa melakukan sendiri kegiatan yang berhubungan dengan materi yang ada sehingga siswa dapat memahaminya sendiri.
  • Pembelajaran lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena pembelajaran CTL menuntut siswa menemukan sendiri bukan menghafalkan.
  • Menumbuhkan keberanian siswa untuk mengemukakan pendapat tentang materi yang dipelajari.
  • Menumbuhkan rasa ingin tahu tentang materi yang dipelajari dengan bertanya kepada guru.
  • Menumbuhkan kemampuan dalam bekerja sama dengan teman yang lain untuk memecahkan masalah yang ada.
  • Siswa dapat membuat kesimpulan sendiri dan kegiatan pembelajaran.
Kekurangan :
  • Bagi siswa yang tidak dapat mengikuti pembelajaran, tidak mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang sama dengan teman lainnya, karena siswa tidak mengalami sendiri.
  • Perasaan khawatir pada anggota kelompok akan hilangnya karakteristik siswa karena harus menyesuaikan dengan kelompoknya.
  • Banyak siswa yang tidak senang apabila disuruh bekerja sama dengan yang lainnya. Karena siswa yang tekun merasa harus bekerja lebih daripada siswa yang lain dalam kelompoknya.7
4. Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI)

Strategi inkuiri menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung, peran siswa dalam strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar.

Kelebihan :
  • SPI merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna.
  • SPI dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.
  • SPI merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.
  • Strategi pembelajaran ini dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Artinya, siswa yang memiliki kemampuan belajar bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.
Kekurangan :
  • Jika SPI digunakan sebagai strategi pembelajaran, maka akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.
  • Strategi ini sulit merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar.
  • Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.
  • Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka SPI akan sulit diimplementasikan oleh setiap guru.
5. Strategi Pembelajaran Afektif

Strategi pembelajaran afektif adalah strategi yang bukan hanya bertujuan untuk mencapai dimensi yang lainnya, yaitu sikap dan keterampilan afektif berhubungan dengan volume yang sulit diukur karena menyangkut kesadaran seseorang yang tumbuh dari dalam. Kemampuan sikap afektif berhubungan dengan minat dan sikap yang dapat berupa tanggung jawab, kerja sama, disiplin, komitmen, percaya  diri, jujur, menghargai pendapat orang lain dan kemampuan mengendalikan diri.

Kelebihan :
  • Dalam pelaksanaan pembelajaran afektif akan dapat membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.
  • Mengembangkan potensi peserta didik dalam hal nilai dan sikap.
  • Menjadi sarana pembentukan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.
  • Peserta didik akan lebih mengetahui hal yang berguna atau berharga (sikap positif) dan tidak berharga atau tidak berguna (sikap negatif).
  • Dengan pelaksanaannya strategi pembelajaran afektif akan memperkuat karakter bangsa Indonesia, apalagi apabila diterapkan ada anak sejak dini.
  • Dengan pelaksanaan pembelajaran afektif siswa dapat berperilaku sesuai dengan pandangan yang dianggap baik dan tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku.
Kekurangan :
  • Kurikulum yang berlaku selama ini cenderung diarahkan untuk pembentukan intelektual (kemampuan kognitif) di mana anak diarahkan kepada menguasai materi tanpa memperhatikan pembentukan sikap dan moral.
  • Sulitnya melakukan control karena banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan sikap seseorang.
  • Keberhasilan pembentukan sikap tidak bisa dievaluasi dengan segera, karena perubahan sikap dilihat dalam rentang waktu yang cukup lama.
  • Pengaruh kemampuan teknologi, khususnya teknologi informasi yang menyuguhkan aneka pilihan program acara yang berdampak pada pembentukan karakter anak.
6. Strategi Pembelajaran Kooperatif (SPK)

Strategi pembelajaran kooperatif merupakan istilah umum untuk sekumpulan strategi pengajaran yang dirancang untuk mendidik kerja sama kelompok dan interaksi antar siswa. Tujuan pembelajaran kooperatif setidak-tidaknya meliputi tiga tujuan pembelajaran, yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman, dan pengembangan keterampilan sosial.

Kelebihan :
  • Melalui SPK siswa tidak terlalu menggantungkan pada guru, akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berpikir sendiri, menemukan informasi dari berbagai sumber, dan belajar dari siswa lain.
  • SPK dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata – kata secara verbal dan membandingkannya dengan ide-ide orang lain.
  • SPK dapat membantu anak untuk respek pada orang lain dan menyadari akan segala keterbatasannya serta menerima segala perbedaan.
  • SPK dapat membantu memberdayakan setiap siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar.
  • SPK merupakan suatu strategi yang cukup ampuh untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial, termasuk mengembangkan rasa harga diri, hubungan interpersonal yang positif dengan yang lain, mengembangkan keterampilan mengatur waktu dan sikap positif terhadap masalah.
  • Melalui SPK dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri, menerima umpan balik. Siswa dapat berpraktik memecahkan masalah tanpa takut membuat kesalahan, karena keputusan yang dibuat adalah tanggung jawab kelompoknya.
  • SPK dapat meningkatkan kemampuan siswa menggunakan informasi dan kemampuan belajar abstrak menjadi nyata.
  • Interaksi selama kooperatif berlangsung dapat meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir. Hal ini berguna untuk proses pendidikan jangka panjang.
Kekurangan :
  • Untuk memahami dan mengerti filosofis SPK memang butuh waktu. Sangat tidak rasional kalau kita mengharapkan secara otomatis siswa dapat mengerti dan memahami filsafat pembelajaran kooperatif. Untuk siswa yang dianggap memiliki kelebihan, contohnya mereka akan merasa terhambat oleh siswa yang dianggap kurang memiliki kemampuan. Akibatnya, keadaan semacam ini dapat mengganggu iklim kerja sama dalam kelompok.
  • Ciri utama SPK adalah bahwa siswa saling membelajarkan. Oleh karena itu, jika tanpa pembelajaran yang efektif, maka dibandingkan dengan pengajaran langsung dari guru bisa terjadi cara belajar yang demikian apa yang seharusnya dipelajari dan dipahami tidak pernah dicapai oleh siswa.
  • Penilaian yang diberikan dalam SPK didasarkan kepada hasil kerja kelompok. Namun demikian, guru perlu menyadari bahwa sebenarnya hasil atau prestasi yang diharapkan adalah prestasi setiap individu siswa.
  • Keberhasilan SPK dalam upaya mengembangkan kesadaran berkelompok memerlukan periode waktu yang cukup panjang dan hal ini tidak mungkin dapat tercapai hanya dengan satu kali atau sekali-kali penerapan strategi ini.
  • Walaupun kemampuan bekerja sama merupakan kemampuan yang sangat penting untuk siswa, akan tetapi banyak aktivitas dalam kehidupan yang hanya didasarkan kepada kemampuan individual. Oleh karena itu idealnya melalui SPK selain siswa belajar bekerja sama, siswa juga harus belajar bagaimana membangun kepercayaan diri. Untuk mencapai kedua hal itu dalam SPK memang bukan pekerjaan yang mudah.
7. Strategi Peningkatan Kemampuan Berfikir

Strategi peningkatan kemampuan berfikir adalah model pembelajaran yang bertumpu pada perkembangan berfikir siswa melalui telaah fakta-fakta atau pengalaman anak sebagai bahan untuk memecahkan masalah yang diajukan.

Kelebihan :
  • Melatih daya pikir siswa dalam penyelesaian masalah yang ditemukan dalam kehidupannya.
  • Siswa lebih siap menghadapi setiap persoalan yang disajikan oleh guru.
  • Siswa diprioritaskan lebih aktif dalam proses pembelajaran.
  • Memberikan kebebasan untuk mengeksplor kemampuan siswa dengan berbagai media yang ada.
Kekurangan :
  • Membutuhkan waktu yang relatif banyak, sehingga jika waktu pelajaran singkat maka tidak akan berjalan dengan lancar.
  • Siswa yang memiliki kemampuan berpikir rendah akan kesulitan untuk mengikuti pelajaran, karena siswa selalu akan diarahkan untuk memecahkan masalah-masalah yang diajukan.
  • Guru atau siswa yang tidak memiliki kesiapan akan membuat proses pembelajaran tidak dapat dilaksanakan sebagai mana seharusnya, sehingga tujuan yang ingin dicapai tidak dapat terpenuhi.
  • Strategi ini hanya dapat diterapkan dengan baik pada sekolah yang sesuai dengan karakteristik strategi itu sendiri.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

8 Jenis Teknik Pembelajaran Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

8 Teknik Pembelajaran Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

BlogPendidikan.net
- Dalam proses pembelajaran biasanya guru tanpa disadari telah menerapkan teknik-teknik dalam pembelajaran salah satunya adalah teknik ceramah. Teknik ini tidak lepas dari keseharian proses pembelajaran di kelas, ceramah salah satu teknik penunjang terhadap teknik-teknik lain yang akan diterapkan pada proses pembelajaran.

Pengertian Teknik Pembelajaran

Istilah Teknik dalam Pembelajaran didefinisikan dengan cara cara dan alat yang digunakan oleh guru dalam rangka mencapai suatu tujuan, langsung dalam proses pembelajaran. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Azhar Arsyad, bahwa teknik yaitu apa yang sesungguhnya terjadi di dalam kelas dan merupakan pelaksanaan dari metode yang sifatnya impelementatif.

Selain strategi, metode, dan pendekatan pembelajaran, terdapat juga istilah lain yang kadang-kadang sulit dibedakan, yaitu teknik dan taktik mengajar. Teknik dan taktik mengajar merupakan penjabaran dari metode pembelajaran. Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode.

Misalnya, cara yang bagaimana yang harus dilakukan agar metode ceramah yang dilakukan berjalan efektif dan efisien? Dengan demikian, sebelum seseorang melakukan proses ceramah sebaiknya memerhatikan kondisi dan situasi. Misalnya, berceramah pada siang hari dengan jumlah siswa yang banyak tentu saja akan berbeda jika ceramah itu dilakukan pada pagi hari dengan jumlah siswa yang terbatas (Nasrul Hakim dan Ali Sadikin)

Berikut 8 Jenis Teknik Pembelajaran Beserta Kelebihan dan Kekurangannya :

1. Teknik Ceramah

Teknik ceramah ialah cara mengajar yang paling tradisional dan telah lama dijalankan dalam sejarah pendidikan, yaitu di mana seorang guru menularkan pengetahuannya kepada siswa secara lisan atau ceramah.

Dengan kata lain teknik ini adalah sebuah teknik mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Teknik ini disebut juga dengan tehnik kuliah atau teknik pidato.

Kelebihan dari teknik ceramah :

Teknik ceramah ini ialah dapat mendorong siswa lebih fokus, guru bisa mengendalikan kelas dengan penuh, bisa diikuti oleh banyak anak didik, guru bisa menyampaikan pelajaran secara luas dan mudah dilakukan.

Kekurangan dari teknik ceramah :

Pada teknik pembelajaran ceramah ini ialah siswa lebih pasif, proses pembelajaran yang membosankan, membuat siswa mudah mengantuk, ada unsur paksaan agar mendengarkan, evaluasi proses belajar yang sulit dikontrol, dan proses pengajaran berfokus hanya pada definisi kata-katanya saja.

2. Teknik Diskusi

Teknik diskusi merupakan suatu cara mengajar dengan cara memecahkan masalah yang dihadapi, baik dua orang atau lebih yang masing-masing mengajukan argumentasinya untuk memperkuat pendapatnya. Tujuan dari teknik diskusi yaitu Memotivasi atau memberi stimulasi kepada siswa agar berfikir kritis, mengeluarkan pendapatnya, serta menyumbangkan pikiran- pikirannya.

Kelebihan dari teknik diskusi :

Metode ini dapat memberikan pemahaman lebih baik kepada anak didik bahwa semua permasalahan selalu ada penyelesaiannya, siswa bisa berpikir lebih kritis, mendorong para siswa menyampaikan pendapatnya, mendorong siswa untuk memberikan masukkan dalam proses pemecahan masalah, mengambil beberapa alternatif pemecahan masalah, dan membuat siswa lebih paham mengenai toleransi pendapat sekaligus dapat mendengarkan orang lain.

Kekurangan dari teknik diskusi :

Alokasi waktu yang sulit karena banyak memakan waktu. dan Tidak semua argument bisa dilayani atau di ajukan untuk dijawab.

3. Teknik Tanya Jawab

Teknik tanya jawab adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan menghahasilkan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan siswa memahami materi tersebut.

Teknik tanya jawab akan menjadi efektif bila materi yang menjadi topik bahasan menarik, menantang dan memiliki nilai aplikasi tinggi. Pertanyaan yang diajukan bervariasi, meliputi pertanyaan tertutup (pertanyaan yang jawabannya hanya satu kemungkinan) dan pertanyaan terbuka (pertanyaan dengan banyak kemungkinan jawaban), serta disajikan dengan cara yang menarik.

Kelebihan dari teknik tanya jawab :
  • Situasi kelas lebih hidup karena para siswa aktif berpikir dan menyampaikan buah pikirannya melalui jawaban atas pertanyaan guru.
  • Sangat positif untuk melatih anak agar berani mengemukakan pendapatnya dengan lisan secara teratur.
  • Timbulnya perbedaan pendapat di antara para anak didik, membawa kelas pada situasi diskusi yang menarik.
Kekurangan dari teknik tanya jawab :
  • Siswa sering merasa takut, apabila guru kurang dapat medorong siswa untuk berani dengan menciptakan suasana yang tidak tegang dan akrab
  • Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berpikir siswa dan mudah dipahami siswa
4. Teknik Pemberian Tugas (Individu atau Kelompok)

Teknik kerja kelompok adalalah suatu cara mengajar, di mana siswa di dalam kelas dipandang sebagai suatu kelompok atau dibagi menjadi beberapa kelompok. Mereka bekerja bersama dalam memecahkan masalah, atau melaksanakan tugas tertentu, dan berusaha mencapai tujuan pengajaran yang telah ditentukan oleh guru.

Kelebihan dari teknik pemberian tugas :

Teknik pemberian tugas digunakan untuk melatih aktivitas, kretivitas, tanggung jawab dan disiplin peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini penting karena dalam kegiatan pengajaran tidak selamanya peserta didik mendapat pengawasan dari guru. Dan peserta didik mendapat kesempatan untuk melatih diri bekerja secara mandiri.

Kekurangan dari teknik pemberian tugas :

Apabila diberikan tugas kelompok, seringkali yang mengerjakannya hanya peserta didik tertentu saja. Sedangkan yang lainnya seringkali sibuk dengan kegiatan yang masing-masing.

5. Teknik Penemuan (Discovery) dan Simulasi

Teknik penemuan

Teknik penemuan merupakan proses di mana seorang siswa melakukan proses mental yang harus mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Yang dimaksud proses mental ialah mengamati, mencerna, mengerti menggolong-golongkan, membuat dugaan membuat kesimpulan dan lain sebagainya. Sedangkan prinsip ialah siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami mental itu sendiri, guru hanya membimbing dan memberikan instruksi.

Teknik simulasi

Teknik simulasi merupakan cara mengajar di mana menggunakan tingkah laku seseorang untuk berlaku seperti orang yang dimaksudkan dengan tujuan agar orang dapat menghindari lebih mendalam tentang bagaimana orang itu merasa dan berbuat dengan kata lain siswa sedang memegang peranan sebagai orang lain bukan dirinya sendiri.

Kelebihan dari teknik penemuan :
  • Dapat membangkitkan kegairahan belajar pada diri siswa
  • Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengan kampuan masing-masing.
  • Teknik ini mampu membantu siswa mengembangkan, memperbanyak kesiapan serta penguasaan ketrampilan dalam proses kognitif atau pengarahan siswa.
  • Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sebagai sangat pribadi atau individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut.
Kekurangan dari teknik penemuan :
  • Ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu meningkatkan proses pengertian saja
  • Teknik ini tidak memberikan kesempatan berfikir secara kreatif.
  • Para siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental
  • Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini kurang berhasil
  • Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran tradisional akan kecewa bila diganti dengan teknik penemuan.
Kelebihan dari teknik simulasi :
  • Untuk mengembangkan kreatifitas siswa
  • Eksperimen berlangsung tanpa memerlukan lingkungan yang sebenarnya
  • Mengurangi hal-hal yang verbalistik
  • Menumbuhkan cara berfikir yang kritis
Kekurangan dari teknik simulasi :
  • Efektifitas dalam memajukan belajar siswa belum dapat dilaporkan oleh riset
  • Banyak orang meragukan hasilnnya karena sering tidak diikutsertakan elemen-elemen penting
  • Menghendaki pengelompokan yang fleksibel
  • Menghendaki banyak imajinasi dari guru dan siswa
6. Teknik Inquiri

Inquiry adalah teknik pengajaran guru didepan kelas dimana guru membagi tugas meneliti suatu masalah ke kelas. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan. Kemudian mereka mempelajari, meneliti, dan membahas tugasnya didalam kelompok kemudian dibuat laporan yang tersusun baik dan kemudian didiskusikan secara luas atau melalui pleno sehingga diperoleh kesimpulan terakhir.

Teknik inquiry merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda, manusia atau peristiwa) secara sistematis, kritis, logis, analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.

Kelebihan dari teknik inquiri :
  • Mendorong siswa untuk berfikir dan atas inisiatifnya sendiri, bersifat obyektif, jujur, dan terbuka
  • Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang
  • Dapat membentuk dan mengembangkan sel consept pada diri siswa
  • Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi belajar yang baru
  • Mendorong siswa untuk berffikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri
Kekurangan dari teknik inquiry :

Siswa perlu memerlukan waktu menggunakan daya otaknya untuk berfikir memperoleh pengertian tentang konsep

7. Teknik Karya Wisata

Teknik pembelajaran karya wisata ialah sebuah metode mengajar yang memanfaatkan lingkungan, tempat atau lokasi yang mempunyai sumber pengetahuan. Teknik mengajar yang satu ini dilakukan lewat pendampingan guru maupun orang tua apabila usia siswa masih sangat muda. Adapun teknik pendampingan ini bertujuan untuk menunjukkan pengetahuan yang harus dipahami siswa. Ada pun teknik karya wisata tersebut dapat dilakukan, baik di alam maupun di tempat-tempat yang bersejarah.

Kelebihan dari teknik karya wisata :
  • Siswa dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas obyek karya wisata itu serta mengalami dan menghayati langsung
  • Siswa dapat melihat kegiatan para petugas secara individu atau kelompok dan menghayatinya secara langsung
  • Siswa dapat bertanya jawab menemukan sumber informasi yang pertama untuk memecahkan segala macam persoalan yang dihadapi
  • Siswa memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi
Kekurangan dari teknik karya wisata:
  • Karena dilakukan diluar sekolah dan jarak yang cukup jauh maka memerlukan transport yang mahal dan biaya yang mahal
  • Menggunakan waktu yang lebih panjang dari pada jam sekolah
  • Biaya yang tinggi kadang-kadang tidak terjangkau oleh siswa maka perlu bantuan dari sekolah
8. Teknik Eksperimen

Teknik eksperimen merupakan salah satu cara mengajar dimana seorang siswa diajak untuk beruji coba atau mengadakan pengamatan kemudian hasil pengamatan itu disampaikan dikelas dan di evaluasi oleh guru.

Kelebihan dari teknik eksperimen :
  • Siswa terlatih menggunakan metode ilmiah dalam menghadapi segala masalah
  • Mereka lebih aktif berfikir dan membuktikan sendiri kebenaran suatu teori
  • Siswa dalam melaksanakan eksperimen selain memperoleh ilmu pengetahuan juga menemukan pengalaman praktis serta ketrampilan menggunakan alat-alat percobaan
Kekurangan dari teknik eksperimen :
  • Seorang guru harus benar-benar menguasai materi yang diamati dan harus mampu memanage siswanya
  • Memerlukan waktu dan biaya yang sedikit lebih dibandingkan yang lain.
Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.