Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Berikut Langkah-langkah dan Prosedur COVID-19 Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Juli 2021

Berikut Langkah-langkah dan Prosedur COVID-19 Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Juli 2021

BlogPendidikan.net
- Berikut Langkah-langkah dan Prosedur COVID-19 Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Juli 2021.

Kementerian Pendidikan, Kebudayan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUDdikdasmen) di Masa Pandemi COVID-19.

Panduan ini dihadirkan sebagai tindaklanjut dari Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, yakni Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Menteri Kesehatan (Menkes), Menteri Agama (Menag), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). 

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengatakan panduan ini merupakan alat bantu bagi guru dan tenaga kependidikan jenjang PAUD Dikdasmen dalam memudahkan persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Berdasarkan SKB 4 Menteri, seluruh satuan pendidikan ditargetkan dapat menyediakan layanan pembelajaran tatap muka secara terbatas mulai Juli 2021.

Berikut langkah-langkah dan prosedur pembelajaran tatap muka terbatas di satuan pendidikan (Sekolah) yang ditetapkan pemerintah dan masih berdasarkan SKB 4 Menteri tahun 2020 adalah :

1. Tersedia sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih yang layak, 

2. Tersedia sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer

3. Tersedia Disinfektan

4. Mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan

5. Kesiapan menerapkan wajib masker

6. Memiliki thermogun

7. Memiliki pemetaan warga satuan pendidika

8. Memiliki comorbid yang terkontrol

9. Memiliki akses transportasi yang aman

10. Memiliki riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko Covid-19 yang tinggi atau riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri

11. Mendapatkan persetujuan komite sekolah/perwakilan orang tua/wali

12. Jaga jarak minimal 1,5 meter

13. Kapasitas maksimal sekitar 50% dari rata-rata kelas. Untuk PAUD 5 orang (dari standar 15 peserta didik), SD-SMP 18 orang (dari standar 36 peserta didik), Sekolah Luar Biasa 5 orang (dari standar 8 peserta didik)

14. Melakukan sistem bergiliran

15. Menggunakan masker kain 3 lapis atau masker sekali pakai/masker bedah

16. Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau gunakan hand sanitizer

17. Menjaga jarak 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik

18. Menerapkan etika batuk/bersin

19. Kondisi medis warga satuan pendidikan harus sehat dan jika mengidap comorbid, harus dalam kondisi terkontrol

20. Tidak memiliki gejala Covid-19, termasuk pada orang yang serumah dengan warga sekolah

21. Kantin sekolah diperbolehkan beroperasi dengan protokol kesehatan untuk daerah yang menerapkan aturan kenormalan baru, sedangkan untuk masa transisi tidak diperbolehkan

22. Kegiatan olahraga pada daerah yang dalam masa transisi tidak diperbolehkan, sedangkan pada daerah yang menghadapi kenormalan baru diperbolehkan kecuali kegiatan yang menggunakan peralatan bersama dan tidak memungkinkan menerapkan jaga jarak

23. Untuk daerah pada masa transisi, tidak diperbolehkan melakukan kegiatan lain selain belajar mengajar, contohnya orang tua menunggu siswa di sekolah, istirahat di luar kelas, pertemuan orangtua murid, dan lainnya.

Lihat Disini : Revisi SKB 4 Menteri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Dimasa Pandemi COVID-19

Kasus Covid-19 Melonjak Signifikan, DPR Minta Sekolah Tatap Muka Ditunda 2-3 bulan

Kasus Covid-19 Melonjak Signifikan, DPR Minta Sekolah Tatap Muka Ditunda 2-3 bulan

BlogPendidikan.net
- Kasus Covid-19 Melonjak Signifikan, DPR Minta Sekolah Tatap Muka Ditunda 2-3 bulan. Lonjakan kasus Covid-19 pascalibur lebaran menjadi perhatian DPR RI. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah menunda rencana sekolah tatap muka mengingat risiko penularan akibat lonjakan kasus.

"Ada beberapa hal yang perlu dievaluasi oleh pemerintah, mungkin ditunda sedikit. Antara lain mungkin soal kehadiran dalam anak sekolah," ujar Dasco pada wartawan.

Politikus Gerindra itu menyatakan agar pemerintah menunda pembukaan sekolah tatap muka untuk 2-3 bulan sampai lonjakan kasus teratasi.

"Waktu itu kan dibuat rencana sebelum ada lonjakan tinggi di beberapa daerah. Nah mungkin ini agak ditunda 2 bulan atau 3 bulan pelaksanaannya sambil menunggu situasi Covid yang mudah-mudahan lonjakannya bisa diatasi," katanya.


Selain itu, ia meminta pemerintah terutama Satgas menerapkan sanksi tegas bagi pelanggar protokol kesehatan. Ia menyatakan pemerintah membuat kebijakan dengan sanksi yang menyesuaikan kasus daerah masing-masing.

"Kita minta pemerintah buat kebijakan-kebijakan dalam sanksi disesuaikan dengan daerah dan kondisi masing-masing. Saya lihat juga aparat penegak hukum, Kapolri sudah keliling di provinsi-provinsi yang lonjakan Covid-nya tinggi, dan juga sudah memberikan arahan kepada kepolisian setempat untuk melakukan langkah-langkah yang dianggap perlu," tandasnya.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu mengatakan, pemerintah perlu melihat kembali kebijakan terkait PTM terbatas yang akan berjalan Juli mendatang. Sebab, menurut Dasco, kebijakan pembukaan sekolah itu dibuat sebelum adanya lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah. 

"Perlu ada rencana yang dievaluasi oleh pemerintah mungkin ditunda sedikit antara lain soal kehadiran anak di sekolah. Nah, itu kan dibuat (kebijakan) waktu itu sebelum ada lonjakan tinggi di beberapa daerah," kata dia. 

Sumber: Liputan6.com dan Kompas.com

Ayah-Bunda : Inilah Beberapa Trik Mudah Mengajarkan Anak Membaca Tanpa Mengeja

Ayah-Bunda : Inilah Beberapa Trik Mudah Mengajarkan Anak Tanpa Mengeja

BlogPendidikan.net
- Menjadi guru dan sekaligus sebagai orang tua tetntunya memiliki kewajbian penuh mendidik anak dalam berbagai hal yang berguna bagi anak, salah satunya adalah membaca. Bagi anak di usia dini perlu bimbingan extra agar anak bisa lebih cepat mengenal huruf dan angka dengan berbagai cara yang dilakukan oleh orang tua dan guru agar anak cepat mengenal membaca dan menulis.

Memiliki peran sebagai orangtua sekaligus guru pertamanya, tentu memiliki kewajiban penting untuk mendidik seorang anak hingga ia tumbuh cerdas dan pintar. Namun sayangnya, terkadang hal tersebut tidaklah mudah untuk dilakukan. Sebelumnya, kita harus mengetahui metode belajar yang paling optimal untuk anak.

Selain itu juga harus memahami karakternya agar dapat mengoreksi kembali metode yang diterapkan pada anak, apakah optimal ataukah tidak. Maka dari itu, untuk mengajarkan anak membaca, tentunya dibutuhkan tahapan yang lama sampai akhirnya ia lancar. 


Walaupun harus melewati tahapan yang panjang saat mengajarkan anak membaca, dikutip dari www.popmama.com ternyata ada trik dan cara khusus yang memungkinkan mengajarkan anak kita membaca dengan cepat tanpa mengeja.

Berikut Beberapa Trik Mudah Mengajarkan Anak Membaca Tanpa Mengeja :

1. Mengenalkan huruf dengan cara menyenangkan

Jika anak belum bisa sama sekali mengenal huruf, atau kurang menguasai, tahap pertama untuk mengajari anak adalah mengenalkan huruf A sampai Z.
Buatlah anak hafal ketika menjumpai salah satu bentuk huruf A sampai Z tersebut. Selain itu, pastikan juga bahwa si Kecil dapat mengucapkan huruf-huruf tersebut dengan benar.

Misalnya ketika ia melihat bentuk huruf "B", maka secara spontan anak mama langsung bisa mengucapkan kalau huruf tersebut berbunyi "be"

2. Ajarkan anak menghafal suku kata

Kemudian jika anak sudah mengusai dan mengenal huruf, ajaklah ia menghafal suku kata. Biarkan anak menghafal suku kata dari konsonan B hingga Z, yang diikuti huruf vokal a,i,u,e,o. Contoh : ba, bi, bu, be, bo sampai za, zi, zu, ze, zo. Biarkan ia hafal dan terbiasa dengan suku kata tersebut.


Meski masih menghafal dan belum bisa membaca, setidaknya anak belum bisa dikatakan bisa membaca. Kemudian ke tahap selanjutnya.

3. Mengajak anak membaca suku kata bervariasi

Tahap selanjutnya adalah mencarikan kata yang terdapat suku kata bervariasi untuk mengajak anak membaca dan mengenalkannya. Misalnya seperti bo-la, bu-ku, pa-pi, ma-mi, cu-ka, dan lain sebagainya. Pada tahap ini jangan dulu mengenalkan anak dengan suku kata yang berakhiran huruf mati.
Tujuanya adalah agar mereka menguasai tahap ini terlebih dahulu. Apabila anak masih sulit memahaminya, coba ajari terlebih dahulu sampai terbiasa dan memahami suku katanya, seperti:
ba, ca, da, fa, ga, dan seterusnya
bi, ci, di, fi, gi, dan seterusnya
bu, cu, du, fu, gu, dan seterusnya
be, ce, de, fe, ge, dan seterusnya
bo, co, do, fo, go, dan seterusnya

4. Mengajari anak huruf mati

Apabila sudah menguasai tahap sebelumnya, kini saatnya mengajarkan kepada anak tentang huruf mati. Mengajari anak huruf mati bisa dengan mengenalkan terlebih dahulu huruf-huruf mati, seperti "ng", "ny", dan huruf konsonan lainnya apabila dijadikan huruf mati.

5. Melatih anak untuk membaca kata utuh

Mulanya mungkin anak akan kesulitan untuk tidak mengeja, jadi harus mengeja terlebih dahulu. Nah, peran Bapak/Ibu di sini harus giat melatih si Kecil supaya dapat cepat membaca tanpa mengeja. Sambil berjalan, kita juga harus menemukan metode yang tepat untuk anak, apabila anak masih kesulitan membaca dalam proses jangka waktu yang lama.


Itulah beberapa trik mudah mengajarkan anak membaca tanpa mengeja. Selain metode di atas, Bapak/Ibu juga harus membuat proses belajarnya lebih menyenangkan. Jangan memaksa anak untuk belajar membaca, apa pun bentuknya. Terutama pada anak usia balita. Hindari memaksa anak untuk memahami segala sesuatunya dengan cepat. Lebih baik memberinya stimulus agar ia terbiasa mempelajari cara membaca secara alamiah.

Demikian ulasan singkat ini tentang Ayah-Bunda : Inilah Beberapa Trik Mudah Mengajarkan Anak Tanpa Mengeja Semoga apa yang dijelaskan secara singkat bisa bermanfaat buat Bapa/Ibu. Salam pendidikan.

Artikel ini juga sebagian telah tayang di www.popmama.com dengan judul;
5 Langkah Mudah Mengajarkan Anak Membaca Tanpa Mengeja

Solusi Dana BOS Tidak Cair, Tidak Tersalurkan dan Retur

https://www.blogpendidikan.net/2021/06/menjadi-guru-favorit-yang-disukai-siswa.html

BlogPendidikan.net
- Mendengar keluhan-keluhan dari berbagai sekolah yang menanyakan kenapa dana bos sekolah saya tidak cair atau proses pencairannya lambat. Berikut jawaban yang BlogPendidikan.net rangkum dari berbagai sumber akan dijelaskan pada tulisan ini.

Bagaimana Proses Penyaluran Dana BOS?

Adapun Skema penyaluran dana BOS dukutip dari kemenkeu.go.id, dimulai dari data rekening yang dimasukkan oleh sekolah ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Kemudian data dari Dapodik ditarik ke aplikasi BOS Salur untuk diverifikasi dan validasi (verval) baik oleh Kemendikbud maupun bank.

Kemudian, jika data sudah sama atau valid, maka data akan dikirmkan ke sistem Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM SPAN) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) untuk diproses pencairannya dengan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) agar dana bisa diterima oleh rekening sekolah secara langsung.


Akan menggunakan data tunggal dari sekolah, yaitu data rekening awal. Kemudian masuk Dapodik. Dari Dapodik kita tarik masuk aplikasi BOS Salur, kemudian diverval (verifikasi dan validasi) baik oleh tim setditjen maupun oleh bank. (Di tahap verifikasi dan validasi) masih ada yang salah hingga terjadi retur. 

Jika retur karena penutupan, bisa pahami namun jika tidak terdapat perubahan data apa-apa tetapi terjadi retur, saya belum mendapat jawaban dari bank. Kemudian, setelah dianggap dari valid dari bank, kita inject atau distribusikan ke OM SPAN DJPB, dari DJPB, proses SP2D, kemudian KPPN eksekusi penyaluran lansung ke rekening sekolah. 
 
Syarat dan Kriteria Penerima Dana BOS

Adapun syarat dan kriteria penerima dana BOS sesuai Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 adalah:

1. Terdaftar pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) saat batas cut off dilakukan. 
2. Memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). 
3. Bukan Satuan Pendidikan Kerjasama. 
4. Jumlah siswa lebih dari atau sama dengan 60 selama 3 tahun berturut-turut. 5. 5. Ijin operasional aktif bagi sekolah swasta.  

Solusi Dana BOS Tidak Tersalurkan

Selain itu, sekolah wajib menyampaikan laporan penggunaan dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) melalui laman bos.kemdikbud.go.id. Bagi sekolah yang tidak lapor BOS Tahap I dan Tahap II, dana BOS Tahap III, tidak disalurkan. Kemudian, sekolah negeri yang tidak menerima dana BOS merupakan tanggung jawab pemerintah daerah (Pemda). merangkum berbagai masalah pencairan BOS dan solusinya. 


Pertama, Jika, terkait retur, apabila sekolah melakukan perubahan data informasi rekening setelah proses matching dilakukan, maka solusinya sekolah perlu mengupdate data pada laman bos.kemdikbud.go.id. 

Kedua, terkait data rekening sekolah jika terdeteksi ganda, penulisan nama rekening, alamat, format yang diinput tidak sesuai format bank maka solusinya adalah update pada bos.kemdikbud.go.id dengan menginput rekening atas nama sekolah yang aktif, jika tidak memiliki, buka rekening baru.

Ketiga, terkait izin operasional sekolah swasta, jika izin operasional habis, sekolah tidak melakukan perpanjangan, maka sekolah perlu melakukan perpanjangan masa izin operasional dan update pada vervalsp.data.kemdikbud.go.id sebelum 31 Agustus.

Keempat, terkait status sekolah dan penerimaan BOS, jika masih terdapat sekolah negeri menolak BOS, status sekolah swasta terinput sekolah negeri, maka lakukan update pada bos.kemdikbud.go.id sebelum 31 Agustus.

Kelima, terkait ketepatan jumlah siswa, masih terdapat sekolah yang terlambat melakukan sinkronisasi sesuai batas waktu yang ditentukan, solusinya adalah lakukan update data pada bos.kemdikbud.go.id sebelum 31 Agustus.

Keenam, apabila sekolah merjer atau tutup, dinas tidak melakukan penutupan pada verval sp sebelum cut off dilakukan, maka solusinya adalah lakukan penutupan sekolah pada laman vervalsp.data.kemdikbud.go.id sebelum 31 Agustus.

Demikian informasi dalam tulisan ini tentang Solusi Dana BOS Tidak Cair, Tidak Tersalurkan dan Retur semoga memberikan manfaat, dan jangan lupa untuk berbagi. Salam Pendidikan

Profesi Guru Bukan Hanya Pintar Tapi Memiliki Keistimewaan Yang Tidak Dimiliki Profesi Lain

Profesi Guru Bukan Hanya Pintar Tapi Memiliki Keistimewaan Yang Tidak Dimiliki Profesi Lain

Blogpendidikan.net
 - Profesi Guru Bukan Hanya Pintar Tapi Memiliki Keistimewaan Yang Tidak Dimiliki Profesi Lain.

Memang profesi guru adalah profesi yang berat untuk di sandang karnaa untuk menjadi seorang guru tentunya memiliki kriteria dan keiklasan dalam melaksanakan pekerjaannya jika Anda punya istri berprofesi sebagai guru adalah sebuah anugerah. Selain pintar, dia juga bakal melengkapi kekuranganmu. 

Apalagi jika si dia adalah guru yang mengajar di taman kanak-kanak atau sekolah dasar (SD). Kebiasaannya berinteraksi dengan anak membuat karakternya lembut, penyabar dan penyayang.


Selain itu, kamu juga bakal mendapat beberapa keistimewaan jika istrimu seorang guru.

1. Gak perlu susah nyari guru buat anak-anakmu

Kamu adalah orang yang paling beruntung karena punya istri seorang guru. Dijamin deh, kalau kalian sudah punya anak, kalian nggak perlu susah nyari guru buat ngajarin anak kalian. Karena istrimu ahlinya. Dijamin anak-anakmu bakal pintar dan tumbuh dengan pola disiplin yang baik karena setiap hari istri akan selalu ada buat mereka.

2. Keluarga bisa punya waktu liburan yang panjang

Tahu nggak sih kalau jadi guru itu paling asyik loh. Beda sama yang kerja di kantoran. Bukan cuma kerja setengah hari saja, tapi kerja di sekolahan juga memungkinkan guru punya waktu libur yang panjang dibanding kerja kantoran. Liburannya bisa sampai sebulanan loh. Nah, waktu dia liburan pastinya kalian bisa mengatur waktu liburan yang lebih panjang dong bareng keluarga. Asyik kan ya?


3. Punya banyak cerita untuk didengarkan

Sebagai pasangan suami istri, komunikasi adalah hal terpenting yang harus dibangun. Bercerita sembari makan malam adalah quality time keluarga yang sangat pas. Punya istri guru bakal membuat komunikasi makan malam kalian cukup panjang. Karena dia bakal mulai bercerita tentang harinya bersama anak-anak di sekolah. Membahas hal-hal lucu yang terjadi dan keseruan yang sepanjang mengajar.

4. Rumah akan penuh dengan barang-barang yang berkaitan dengan pendidikan

Guru biasanya suka baca dan belajar. Karena itu mereka biasanya bakal punya banyak buku dimana-mana. Jadi gak heran kalau rumah akan penuh dengan buku-buku atau benda yang berkaitan dengan pendidikan. Tentu saja hal ini bagus bukan dibanding harus mengisi rumahmu dengan koleksi-koleksi yang kurang bermanfaat lainnya.

5. Kreatif dan periang

Keuntungan lain yang bakal kamu dapat dari istri berprofesi guru adalah karakter mereka yang terbilang menyenangkan. Pekerjaan yang menuntut kreativitas dan komunikasi secara otomatis akan membentuk kepribadiannya. Biasanya seorang guru akan lebih kreatif dan suka ngobrol. Kalau kamu kebetulan adalah tipe pendiam maka pasanganmu akan melengkapi dengan karakternya yang periang dan banyak ngomong.


Jadi, berterima kasihlah kepada Tuhan karena sudah dikasih pasangan seorang guru ya. Apalagi sebentar kita akan merayakan perayaan Hari Pendidikan, supaya sedikit romantis cobalah memberikannya karangan bunga atau mengajaknya makan malam romantis. 

Sangat bersyukur dan beruntung sekali jika istrimu seorang guru yang bisa menutupi dan melengkapi segala kekurangan dan bisa menjadi sosok yang di idolakan. 

okey jangan lupa berbagi jika artikel ini bermanfaat. Salam pendidikan

Berikut Langkah-langkah dan Cara Penerapan Blended Learning Yang Perlu Anda Ketahui

Berikut Langkah-langkah dan Cara Penerapan Blended Learning Yang Perlu Anda Ketahui

BlogPendidikan.net
- Seiring wabah yang merebak di tanah air yang terjadi saat ini membawa perubahan besar dalam tatanan kehidupan. Bahkan sesuatu yang tadinya tak mungkin, akhirnya menjadi mungkin. Seperti halnya dalam dunia pendidikan. Mayoritas sekolah maupun kuliah diadakan secara tatap muka di kelas. Tapi karena pandemi mengharuskan semua kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan secara daring. 

Kini, pembelajaran daring atau e-learning sudah menjadi hal yang wajar. Ini karena penggunaan internet sudah biasa bagi semua orang. Adanya e-learning membantu siapa saja untuk dapat belajar tanpa mengenal waktu dan tempat. Namun bagi beberapa pelajar masih tetap membutuhkan pertemuan tatap muka di kelas untuk membahas dan melengkapi proses belajar yang sudah dilalui melalui internet


Hal tersebut yang disebut dengan Blended Learning. dikutip dari laman laman Binus University, ini penjelasan mengenai apa itu blended learning. Blended learning adalah metode belajar dimana proses belajar tatap muka di kelas berpadu dengan proses e-learning secara harmonis atau bisa juga disebut pembelajaran campuran.

Belajar dalam kelas dan e-learning masing-masing tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, hal itulah yang mendasari terbentuknya metode Blended Learning ini. Seperti contoh, kekurangan belajar dalam kelas cenderung terbatas dengan tempat dan waktu yakni hanya bersumber dari sekolah saja. Tetapi kelebihannya tatap muka di kelas dengan bertemu guru, para pelajar dapat langsung mendapat feedback dari guru tersebut atas pencapaian yang sudah mereka lakukan. 

Begitupun sebaliknya, belajar menggunakan internet memang tidak terbatas tempat dan waktu, tetapi tidak adanya guru yang mendampingi, peserta tidak langsung mendapat feedback dan cenderung mengalami salah pengertian. Maka dengan dipadukannya kedua metode tersebut, blended learning dapat menjadi jawaban untuk metode belajar yang menjadi tren di masa pandemi ini.

Berikut ini adalah langkah-langkah penerapan Blended learning dan cara penerapannya

Langkah Penerapan Blended learning dengan model Flipped Classroom

1. Bagi siswa menjadi 2 kelompok besar. Kelompok akan melakukan pembelajaran tatap muka di periode pertama dan pembelajaran daring di periode selanjutnya, sementara Kelompok akan melakukan pembelajaran daring di periode pertama dan pembelajaran tatap muka di periode selanjutnya.

2. Bagi materi ajar menjadi 2 kategori. Kategori A adalah materi yang dapat dipelajari siswa secara mandiri dan Kategori B yang perlu dipandu/didiskusikan dengan guru dan teman sebaya.

3. Untuk siswa Kelompok 1, periode pertama digunakan untuk pembelajaran tatap muka berfokus pada materi Kategori B yang lebih menekankan pada diskusi dan aktivitas pembelajaran yang dipandu oleh guru. Setelah itu, pada periode selanjutnya saat siswa belajar di rumah, guru dapat melakukan pembelajaran daring yang menekankan pada materi Kategori A.

4. Untuk siswa Kelompok 2, periode pertama digunakan untuk pembelajaran daring berfokus pada materi Kategori A yang lebih menekankan aktivitas penugasan mandiri yang dapat dilakukan siswa dari rumah. Setelah itu, pada periode selanjutnya saat siswa belajar di tatap muka, guru dapat berfokus pada materi Kategori B dengan mengadakan aktivitas diskusi dan pembelajaran aktif lainnya saat di kelas.

5. Pastikan Bapak/Ibu dapat mengatur waktu dengan baik agar jam pembelajaran siswa Kelompok 1 dan Kelompok 2 tidak saling bertabrakan. Sebagai contoh, pembelajaran tatap muka dapat dilakukan di pagi hari dan pembelajaran daring mandiri dapat dilakukan di siang hari.

6. Lakukan refleksi secara berkala untuk mengecek pemahaman siswa serta umpan balik mengenai kendala ataupun kesulitan yang dihadapi siswa selama mengikuti pembelajaran blended learning ini.


Bagaimana cara penerapannya?

1. Guru membagi materi pembelajaran 

Pertama, lakukan pembagian materi yang akan diajarkan. Materi Kategori A (yang dapat dipelajari mandiri oleh siswa) dan materi Kategori B (yang perlu dipandu oleh guru).

2. Guru membagikan materi dan tugas yang termasuk Kategori A via ruangkelas untuk dipelajari siswa di rumah.

Setelah membagi siswa dalam kelompok, Bapak/Ibu guru dapat memberikan materi dan lembar kerja untuk siswa yang belajar dari rumah menggunakan fitur Materi dan Tugas di ruangkelas. Bapak/Ibu bisa memberi materi dari video ruangbelajar atau materi yang  disusun sendiri.

3. Guru memanfaatkan fitur Obrolan Kelas untuk mendampingi siswa

Bapak/Ibu Guru bisa melakukan diskusi terpandu sebagai bentuk pendampingan dengan menggunakan fitur Obrolan Kelas. Guru bisa memulai kegiatan tanya-jawab untuk memastikan bahwa siswa mengerti apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.

4. Siswa mengunggah hasil belajarnya di fitur Tugas dan guru melakukan koreksi

Hasil pembelajaran mandiri yang dilakukan oleh siswa dari rumah dapat diunggah melalui fitur Tugas. Kemudian, guru melakukan koreksi hasil pembelajaran tersebut serta mengidentifikasi area-area yang masih membutuhkan penguatan dari hasil penugasan siswa.

5. Guru memberikan penguatan atas materi yang diberikan secara tatap muka

Saat siswa mendapat giliran untuk belajar secara tatap muka di sekolah (dengan kapasitas setengah dari jumlah total siswa di kelas tersebut), guru dapat memberikan penguatan atas materi Kategori A yang diidentifikasi masih cukup lemah berdasarkan hasil penugasan siswa. Setelah itu, guru dapat melanjutkan pembelajaran tatap muka dengan membahas materi Kategori B yang lebih membutuhkan panduan langsung dalam pembelajarannya.

Demikian penjelasan singkat ini tentang langkah-langkah penerapan Blended learning dan cara penerapannya, semoga bermanfaat dan jangan lupa berbagi jika artikel ini bermanfaat untuk Bapak/ibu guru di sekolah. Salam pendidikan

Menjadi Guru Favorit Yang Disukai Siswa Tidak Mudah, Ini 10 Tips Untuk Kamu (Guru)

Menjadi Guru Favorit Yang Disukai Siswa Tidak Mudah, Ini 10 Tips Untuk Kamu (Guru)

BlogPendidikan.net
Menjadi guru bukanlah merupakan tugas yang mudah. Seorang guru tidak hanya dituntut untuk bisa mengajarkan ilmu, tetapi juga harus menjadi teladan yang baik bagi anak didiknya, terlebih jika bisa menjadi guru favorit yang disukai para siswa..

Untuk menjadi seorang guru yang disukai murid di zaman milenial sekarang merupakan  tantangannya cukup sulit. Anak-anak generasi milenial cenderung merasa paham semuanya. Tentu saja ini karena banyaknya informasi yang tersedia secara gratis dunia maya. Anak-anak menjadi overload knowledge, sehingga cenderung merasa lebih pintar dari guru. Anak-anak yang kurang mendapat pendidikan karakter dari rumah, akan bersikap seenaknya pada guru. Mulai dari membantah perkataan guru, membangkang tugas yang diberikan guru, dan tindakan tidak sopan lainnya.

Sepertinya menghadapi murid zaman sekarang membutuhkan keahlian yang lebih. Tidak cukup hanya bermodalkan pengetahuan tentang materi pelajaran, melainkan juga pengetahuan lain sebagai ilmu pendukung. Hal ini dikarenakan perubahan zaman yang tidak bisa kita hindari. Ilmu pengetahuan yang terus berkembang ibarat dua sisi mata pisau bagi manusia. 

Anak-anak yang terpapar kemajuan teknologi ini membutuhkan bimbingan dari guru yang juga mengikuti perkembangan teknologi. Oleh karena itu, seorang guru wajib menambah ilmunya setiap saat agar dapat selangkah lebih maju dari anak-anak muridnya. Setidaknya usaha ini dilakukan agar menjadi seorang guru yang disukai murid.


Berikut ini adalah 10 tips singkat menjadi guru favorit yang di sukai siswa :

1.Tulus dalam mendidik

Salah satu kunci kesuksesan di dalam mendidik siswa adalah segalanya diawali dengan ketulusan. Ketulusan yang ada dalam hati seorang guru membuat guru tersebut menjadi pembelajar sejati. ketulusan membuatnya mengesampingkan ego sehingga seorang guru yang memiliki ketulusan mau belajar dari kesalahan dirinya didalam mendidik untuk diperbaiki, bahkan guru yang tulus mau belajar dari siswanya dan tidak marah ketika diberikan masukan oleh siswa.

Guru yang memiliki ketulusan ketika mendidik akan lebih mudah nasehat-nasehatnya didengarkan oleh siswa. Selain ketulusan berbuah kesabaran dalam mendidik, ketulusan juga mampu membangun kewibawaan seorang guru karena hatinya dipenuhi rasa sayang terhadap muridnya.

Guru yang tulus memberikan nasehat merupakan guru-guru yang paling berjasa kepada anak didik. Karena dengan ketulusannya mampu menghadirkan nilai-nilai positif yang di pegang oleh siswa bahkan hingga mereka dewasa tidak pernah lupa. Nasehat yang santun dari seorang guru yang tulus mampu merubah kepribadian siswa yang kurang baik menjadi siswa yang baik bahkan mampu berprestasi.

2. Mengutamakan kasih sayang

Seorang guru dengan bekal ketulusan akan membuahkan pandangan kasih sayang kepada murid-muridnya. Hendaknya seorang guru menyayangi siswa-siswanya seperti orangtua mereka yang menyayangi mereka dengan tulus. Nilai kasih sayang seorang guru sangat berarti bagi siswa, karena dengan kasih sayang seorang guru siswa akan merasakan kenyamanan ketika dalam suasana pembelajaran.

Kasih sayang kepada siswa bukan berarti tidak menegurnya ketika salah atau membiarkan siswa semaunya sendiri. Bukan demikian, justru teguran itu adalah bentuk kasih sayang anda sebagai guru tentunya tegur yang disesuaikan dengan keadaan personal siswa dan disampaikan dengan sangat hati-hati agar tidak menyakiti perasaan siswa tersebut.

Umumnya siswa yang dapat merasakan kasih sayang guru malah akan sangat senang ketika di tegur bahkan tanpa kita minta, siswa tersebut siap melaksanakan konsekuensi dari kesalahan yang telah dilakukannya. Disinilah salah satu manfaat kasih sayang seorang guru yaitu membentuk karakter baik pada diri siswa, membuat mereka bertanggung jawab, percaya diri serta optimis.

3. Memberikan senyum terbaik 

Sering kita dengar didalam ajaran agama bahwa senyum adalah sedekah. Tersenyum dapat membuat orang yang kita berikan senyuman akan ikut tersenyum alias ketularan senyum. Senyum adalah hal ringan akan tetapi memiliki manfaat yang sangat besar.

Senyum seorang guru kepada siswanya akan menumbuhkan suasana positif di dalam hati dan pikiran siswa. Dengan tersenyum juga dapat mendekatkan hubungan antara siswa dan guru. Seberat apapun atau sejengkel apapun guru ketika menghadapi siswa dapat diringankan beban tersebut dengan tersenyum. Tersenyum dapat mengubah suasana hati anda jauh lebih baik dari sebelumnya dan dengan menebar senyuman hangat serta tulus anda akan menjadi seorang guru yang disenangi siswa anda.

4. Berpenampilan menarik

Pepatah jawa mengatakan "ajining rogo ono ing busono" yang berarti kehormatan seseorang terletak pada pakaiannya. Pakaian atau lebih tepatnya penampilan Guru ketika mengajar sangat penting untuk diperhatikan agar membentuk kesan yang baik pada diri siswa.

Penampilan baik tidak harus ganteng ataupun cantik.Yang penting rapi dan usahakan menggunakan parfum secukupnya. Penampilan yang menarik akan membuat siswa tidak canggung ketika mendekat kepada anda.

5. Menginspirasi

Guru yang menginspirasi adalah guru yang dielu-elukan atau dikagumi siswanya. Sosok guru yang inspiratif tentu akan disegani siswamya. Setelah itu mereka akan   menjadikan guru yang mengispirasi tersebut sebagai model dalam bergaul dengan teman, mengerjakan sesuatu atau berbicara tentang sesuatu meniru kepada sosok guru inspiratifnya.


Guru yang mengispirasi adalah sosok guru yang memiliki intergritas, kejujuran, dan amanah dalam tugas. mereka menepati janji kepada siswa-siswanya dan berbesar hati untuk meminta maaf ketika belum bisa menepati janjinya atau berbuat kesalahan kepada siswanya.

Guru yang menginspirasi adalah guru yang memiliki budi pekerti yang luhur, akhlak atau etikanya sangat mengagumkan bagi siswa. contohnya seperti mudah memaafkan kesalahan, melupakan kesalahan dan berbuat baik kepada yang berbuat buruk kepada dirinya.

6. Humoris

Agar suasana kelas tidak stagnan sehingga terkesan membosankan, maka dibutuhkan sedikit karakter humoris seorang guru untuk memvariasi suasana.

Sifat humoris bukan berarti anda berperan sebagai pelawak akan tapi sedikit sentilan atau sesuatu tindakan yang mengundang tawa siswa sudah cukup. Tentunya dengan tetap menjaga wibawa anda sebagai seorang guru.

Jangan biarkan suasana kelas anda mencekam atau sunyi sepi selalu. Terkadang perlu kita hadirkan kegembiraan dihati siswa dengan sedikit tertawa bersama. Sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan dengan serius dan  siswa tetap santai. Suasana kegembiraan dalam proses pembelajaran akan membuat siswa lebih tertarik ketika anda masuk ke kelas mereka.

7. Memahami keadaan siswanya

Untuk dapat memahami karakter siswa secara umum butuh memahami mereka secara personal. Pendekatan yang baik kepada siswa akan membuat guru mudah memahami karakter masing masing dari mereka. dengan memahami keadaan siswa membuat kita tidak buru-buru untuk men-cap buruk siswa.

Dengan memahami keadaan mereka dapat membuat kita jauh lebih sabar ketika mereka membuat masalah atau berperilaku yang menyimpang dari aturan yang berlaku. Yang perlu diperhatikan dari seorang guru ketika melihat siswanya melakukan pelanggaran adalah bukan dengan memberikan stigma buruk kepada mereka, sehingga yang terjadi di dalam diri mereka akan tertanam stigma buruk tersebut sehingga di kemudian hari sangat susah untuk menghilangkan bekas stigma itu terhadap perilakunya.

Keyakinan yang perlu ditanamkan kepada diri seorang guru berkenaan dengan murid yang "Nakal" adalah rasa keyakinan bahwa sejatinya mereka sedang berproses menjadi lebih baik. Saat ini mungkin mereka belum menjadi baik menurut kita, bisa jadi dia akan menjadi manusia yang sangat baik dan sangat bermanfaat untuk lingkungannya di kemudian hari. Keyakinan itu akan membuat kita tidak putus asa dan tidak mudah menyerah dalam mendidik siswa. Dan ingatlah segala yang baik membutuhkan proses

Dengan memahami keadaan siswa kita lebih mampu menentukan sikap yang tepat dan siswapun akan merasa senang dengan guru yang bisa mengakui keberadaan sebagai seorang anak yang membutuhkan perhatian.

8. Selalu memberikan motivasi

Motivasi sangat berharga bagi anak-anak yang lemah dalam semangat belajar dan motivasi sangat dibutuhkan bagi mereka yang sering melanggar aturan untuk tidak berputus asa menjadi lebih baik. Motivasi juga dapat dilakukan dengan memberikan hadiah atas keberhasilan siswa. Hadirnya guru sebagai motivator bagi siswa membuat mereka senang terhadap guru tersebut.

9. Profesional

Jadilah profesiaonal dalam bidang anda. Mengusai pelajaran sebelum menyampaikan materi kepada siswa sangat penting agar tidak terkesan jarak ilmu antara siswa dan guru seperti siang dan malam. Penguasaan materi yang di sampaikan oleh guru akan membuat siswa lebih semangat dalam belajar dibandingkan guru yang merasa kebingungan ketika menyampaikan materi.

Penguasaan materi yang bagus akan menstimulus siswa untuk semangat bertanya dan siswa-siswa yang semangat belajar akan sangat menyukai guru-guru yang profesional dalam mengajar.

10. Menghargai murid

Hargai setiap karya siswa walaupun dengan pujian. Sesibuk apapun seorang guru hendaknya menyempatkan diri meluangkan waktu memeriksa tugas-tugas yang diberikan kepada siswanya. Jangan sampai siswa merasa tugas yang mereka kerjakan seolah-olah tidak menghasilkan apa-apa. Sikap penghargaan terbaik seorang guru terhadap siswa akan membuat siswa merasa senang.

Demikian tulisan ini semoga bisa menjadi inspirasi untuk kita semua menjadikan motivasi untuk diri kita menjadi seorang guru yang disenangi siswa dan dirindukan oleh siswa.. Salam Pendidikan.

Berikut Model dan Metode Pembelajaran Penggabungan Daring dan Tatap Muka Yang Tepat Diterapkan

Berikut Model dan Metode Pembelajaran Penggabungan Daring dan Tatap Muka Yang Tepat Diterapkan

BlogPendidikan.net
- Secara etimologi istilah Blended Learning terdiri dari dua kata yaitu Blended yang berarti campuran dan Learning yang berarti pembelajaran. Dengan demikian sepintas lalu blended learning mengandung makna pola pembelajaran yang mengandung unsur pencampuran atau penggabungan antara satu pola dengan pola yang lainnya dalam pembelajaran. Mosa dalam Kumar (2006) menyampaikan bahwa yang dicampurkan dalam blended learning yaitu dua unsur  utama, yakni pembelajarna di kelas (classroom lesson) dengan online learning.

Garrison dan Vaughan (2008) mendefinisikan yang dikutip oleh Francine S.Glazer, Blended learning adalah proses pembelajaran campuran tatap muka dengan online, sehingga menjadi pengalaman belajar. Blended learning merupakan pembelajaran secara tradisional yang dilengkapi media elektronik atau media teknologi. Menurut Catlin R.Tucker, Blended learning merupakan satu kesatuan yang kohesif berpadu melekat maksudnya adalah memadukan atau menggabungkan pembelajaran tradisional tatap muka dengan komponen online.

Blended learning yaitu metode pembelajaran yang memadukan pertemuan tatap muka dengan materi online secara harmonis. Perpaduan antara pembelajaran konvensional di mana pendidik dan peserta didik bertemu langsung dengan pembelajaran secara online yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Adapun bentuk lain dari blended learning adalah pertemuan virtual antara pendidik dengan peserta didik. Dimana antara pendidik dan peserta didik mungkin saja berada di dua tempat yang berbeda, namun bisa saling memberi feedback, bertanya, atau menjawab. Semuanya dilakukan secara real time.

Pada awal tahun ajaran baru 2021/2022, pemerintah berencana mengadakan sekolah tatap muka dengan pembatasan. Guru kali ini mendapat tantangan untuk menerapkan pembelajaran tatap muka hanya dengan separuh dari total siswa yang ada dengan jumlah jam pelajaran yang terbatas serta jumlah hari efektif perminggu yang juga dipangkas, sementara sisanya masih belajar dari rumah. Dengan kondisi seperti ini, bagaimana guru bisa memastikan pemahaman siswa tetap merata meskipun berada di lokasi berbeda? 

Nah, untuk menjawab permasalahan tersebut, Bapak/Ibu Guru bisa mencoba salah satu contoh model pembelajaran blended learning metode flipped classroom berikut.

Apa Itu Blended Learning?

Model pembelajaran Blended Learning ini ringkasnya adalah penggabungan antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran dalam jaringan (daring), baik dari cara penyampaian hingga gaya pembelajaran, sehingga kombinasi pengajaran yang tercipta tetap menekankan interaksi sosial, tapi tidak meninggalkan aspek teknologi.

Apa Itu Flipped Classroom?

Model pembelajaran Flipped Classroom ini hakikatnya merupakan salah satu metode penerapan blended learning itu sendiri. Dengan pendekatan Flipped Classroom, sebagian aktivitas pembelajaran yang biasanya diselesaikan di kelas, kini dapat diselesaikan di rumah terlebih dahulu secara mandiri oleh siswa sebelum akhirnya melakukan pembelajaran tatap muka lagi di kelas. Untuk menerapkan model pembelajaran ini pada konteks pembatasan pembelajaran tatap muka di semester baru, ada 6 langkah umum yang dapat Bapak/Ibu ikuti untuk memastikan pembelajaran tetap efektif.

Langkah Penerapan Flipped Classroom

1. Bagi siswa menjadi 2 kelompok besar. Kelompok akan melakukan pembelajaran tatap muka di periode pertama dan pembelajaran daring di periode selanjutnya, sementara Kelompok akan melakukan pembelajaran daring di periode pertama dan pembelajaran tatap muka di periode selanjutnya.

2. Bagi materi ajar menjadi 2 kategori. Kategori A adalah materi yang dapat dipelajari siswa secara mandiri dan Kategori B yang perlu dipandu/didiskusikan dengan guru dan teman sebaya.

3. Untuk siswa Kelompok 1, periode pertama digunakan untuk pembelajaran tatap muka berfokus pada materi Kategori B yang lebih menekankan pada diskusi dan aktivitas pembelajaran yang dipandu oleh guru. Setelah itu, pada periode selanjutnya saat siswa belajar di rumah, guru dapat melakukan pembelajaran daring yang menekankan pada materi Kategori A.

4. Untuk siswa Kelompok 2, periode pertama digunakan untuk pembelajaran daring berfokus pada materi Kategori A yang lebih menekankan aktivitas penugasan mandiri yang dapat dilakukan siswa dari rumah. Setelah itu, pada periode selanjutnya saat siswa belajar di tatap muka, guru dapat berfokus pada materi Kategori B dengan mengadakan aktivitas diskusi dan pembelajaran aktif lainnya saat di kelas.

5. Pastikan Bapak/Ibu dapat mengatur waktu dengan baik agar jam pembelajaran siswa Kelompok 1 dan Kelompok 2 tidak saling bertabrakan. Sebagai contoh, pembelajaran tatap muka dapat dilakukan di pagi hari dan pembelajaran daring mandiri dapat dilakukan di siang hari.

6. Lakukan refleksi secara berkala untuk mengecek pemahaman siswa serta umpan balik mengenai kendala ataupun kesulitan yang dihadapi siswa selama mengikuti pembelajaran blended learning ini.
Tips Memaksimalkan Metode  Flipped Classroom di Semester Baru

Bagaimana cara penerapannya?

1. Guru membagi materi pembelajaran 
Pertama, lakukan pembagian materi yang akan diajarkan. Materi Kategori A (yang dapat dipelajari mandiri oleh siswa) dan materi Kategori B (yang perlu dipandu oleh guru).

2. Guru membagikan materi dan tugas yang termasuk Kategori A via ruangkelas untuk dipelajari siswa di rumah.
Setelah membagi siswa dalam kelompok, Bapak/Ibu guru dapat memberikan materi dan lembar kerja untuk siswa yang belajar dari rumah menggunakan fitur Materi dan Tugas di ruangkelas. Bapak/Ibu bisa memberi materi dari video ruangbelajar atau materi yang  disusun sendiri.

3. Guru memanfaatkan fitur Obrolan Kelas untuk mendampingi siswa
Bapak/Ibu Guru bisa melakukan diskusi terpandu sebagai bentuk pendampingan dengan menggunakan fitur Obrolan Kelas. Guru bisa memulai kegiatan tanya-jawab untuk memastikan bahwa siswa mengerti apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.

4. Siswa mengunggah hasil belajarnya di fitur Tugas dan guru melakukan koreksi
Hasil pembelajaran mandiri yang dilakukan oleh siswa dari rumah dapat diunggah melalui fitur Tugas. Kemudian, guru melakukan koreksi hasil pembelajaran tersebut serta mengidentifikasi area-area yang masih membutuhkan penguatan dari hasil penugasan siswa.

5. Guru memberikan penguatan atas materi yang diberikan secara tatap muka
Saat siswa mendapat giliran untuk belajar secara tatap muka di sekolah (dengan kapasitas setengah dari jumlah total siswa di kelas tersebut), guru dapat memberikan penguatan atas materi Kategori A yang diidentifikasi masih cukup lemah berdasarkan hasil penugasan siswa. Setelah itu, guru dapat melanjutkan pembelajaran tatap muka dengan membahas materi Kategori B yang lebih membutuhkan panduan langsung dalam pembelajarannya.

Demikian penjelasan dan ulasan tentang model pembelajaran blended learning dengan metode flipped classroom semoga bisa bermanfaat untuk Bapak/Ibu terapkan dalam pembelajaran disemester baru di tahun ajaran baru.

Rujukan:

Michigan State University. What, Why, and How to Implement a Flipped Classroom Model (daring). Tautan: https://omerad.msu.edu/teaching/teaching-strategies/27-teaching/162-what-why-and-how-to-implement-a-flipped-classroom-model 

TeachThought Staff. 2020. The Definition Of The Flipped Classroom (daring). Tautan:  https://www.teachthought.com/learning/the-definition-of-the-flipped-classroom/#:~:text=A%20flipped%20classroom%20is%20a,the%20students%20independently%20at%20home

TeachThought Staff. 2020. The Definition Of Blended Learning (daring). Tautan: https://www.teachthought.com/learning/the-definition-of-blended-learning/

Muthmainah, Siti. Model Pembelajaran Flipped Classroom (PDF daring). Tautan: https://sibatik.kemdikbud.go.id/inovatif/assets/file_upload/pengantar/pdf/pengantar_2.pdf

Ruangguru.com Tautan artikel : https://www.ruangguru.com/blog/model-pembelajaran-blended-learning

Penyebab Dana BOS Tahap 2 Tidak Cair

Penyebab Dana BOS Tahap 2 Tidak Cair

BlogPendidikan.net -
Penyebab dana BOS tahap 2 tidak tersalurkan atau tertunda, ada beberapa hal yang menyebabkan sehingga proses penyalurannya ditunda, atau retur.

Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud Ristek dalam laman resmi memaparkan, untuk bisa menerima penyaluran Dana BOS Tahap 2 Tahun 2021, sekolah harus lebih dulu memenuhi syarat berupa menginput laporan penggunaan dana BOS tahap sebelumnya, dengan skema:

Penyaluran tahap 1 tahun 2021 dilakukan setelah sekolah menyampaikan laporan tahap 2 tahun 2020. Penyaluran tahap 2 tahun 2021 dilakukan setelah sekolah menyampaikan laporan tahap 3 tahun 2020. Penyaluran tahap 3 tahun 2021 dilakukan setelah sekolah menyampaikan laporan tahap 1 tahun 2021.

Ketentuan tersebut sesuai dengan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler. 

Untuk itu, sekolah diminta untuk segera input laporan penggunaan dana BOS tahap 3 tahun 2020 di aplikasi RKAS atau di laman https://bos.kemdikbud.go.id/portal/welcome  sebelum tanggal 31 Mei 2021, agar dana BOS tahap 2 tahun 2021 bisa segera cair.

Selain hal diatas juga yang menyebabkan sekolah tidak masuk/cair Dana BOS ditahap 2 sebagai berikut:

1. Perbedaan Nama Sekolah di https://bos.kemdikbud.go.id/portal/welcome terkait update rekening dengan di Buku Tabungan sehingga dilaksanakan Pengecekan Ulang

2. Perbedaan Nama Cabang atau KCP di Buku Tabungan dan https://bos.kemdikbud.go.id/ sehingga dilaksanakan Pengecekan Ulang

3. Perbedaan Nomor NPWP sehingga dilaksanakan Pengecekan Ulang

4. Untuk melihat notifikasi kesesuaian rekening sekolah pada link berikut: https://bos.kemdikbud.go.id/rekening/session

Dengan adanya perubahan atau perbedaan data sekolah tersebut membuat Kementrian dan KPPN melaksanakan pengecekan ulang untuk kesesuaian data.

Adapun hal yang perlu diperhatikan oleh sekolah yaitu tidak perlu merubah apapun yang berhubungan dengan Update No rekening sekolah yang ada di https://bos.kemdikbud.go.id/ sampai dengan adanya informasi lanjutan.

Kemendikbud menganggap apabila data tidak bisa masuk ke dalam sistem aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM SPAN) dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dianggap percuma apabila mengirim data yang salah sehingga mengakibatkan dana BOS retur.

Siap-siap, Sekolah Akan Dikenakan Pajak PPN, Kemungkinan Biaya Sekolah Makin Mahal

Siap-siap, Sekolah Akan Dikenakan Pajak PPN, Kemungkinan Biaya Sekolah Makin Mahal

BlogPendidikan.net
- Pemerintah akan memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada jasa pendidikan sebagaimana tertuang dalam revisi Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Sebelumnya, jasa pendidikan alias sekolah masuk kategori jasa bebas PPN.

Dalam rancangan (draft) RUU KUP, pemerintah menghapuskan jasa pendidikan dari kategori jasa yang tidak dikenai PPN. "Jenis jasa yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai yakni jasa tertentu dalam kelompok jasa sebagai berikut, g (jasa pendidikan) dihapus," bunyi draft RUU KUP.

Selain pendidikan, jasa lainnya yang dipungut PPN meliputi jasa pelayanan kesehatan medis, jasa pelayanan sosial, jasa pengiriman surat dengan perangko, jasa keuangan, dan jasa asuransi.

Selanjutnya, jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan, jasa angkutan umum di darat dan di air serta jasa angkutan udara dalam negeri yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jasa angkutan udara luar negeri, dan jasa tenaga kerja.

Kemudian, jasa telepon umum dengan menggunakan uang logam dan jasa pengiriman uang dengan wesel pos. Sebelumnya, jasa tersebut masuk dalam kategori jasa bebas pungutan PPN.

Sementara itu, kategori jasa bebas PPN dalam RUU KUP, yakni jasa keagamaan, jasa kesenian dan hiburan, jasa perhotelan, jasa yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum, jasa penyediaan tempat parkir, dan jasa boga atau katering.

Secara total, pemerintah mengeluarkan 11 jenis jasa dari kategori bebas PPN. Dengan demikian, hanya tersisa enam jenis jasa bebas PPN dari sebelumnya 17 jenis jasa.

Selain jasa pendidikan, Dalam draf aturan tersebut, barang kebutuhan pokok dihapus dalam kelompok jenis barang yang tidak dikenakan PPN. Itu berarti, barang pokok akan dikenakan PPN.

Barang pokok yang tidak dikenakan PPN sebelumnya diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 116/PMK.010/2017. Barang pokok yang dimaksud, seperti beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-bumbuan, dan gula konsumsi. (dikutip dari cnnindonesia.com)

Layanan Jasa Masih Bebas Pajak

Sehingga, dari kelompok 11 jasa tersebut nantinya hanya ada enam kelompok yang masih bebas PPN. Keenam kelompok tersebut yaitu jasa keagamaan, jasa kesenian dan hiburan, jasa perhotelan, jasa yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum, jasa penyediaan tempat parkir, serta jasa boga atau katering.

Kelompok barang dan jasa yang bebas PPN tersebut di antaranya merupakan objek pajak daerah dan retribusi daerah. Hal ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah.

Seperti diketahui sebelumnya, Panitia Kerja (Panja) Penerimaan dan Pemerintah menyetujui target penerimaan perpajakan di tahun depan mencapai Rp1.499,3 - Rp1.528,7 triliun. Target ini mencapai 8,37-8,42 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) 2022.

Adapun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ditargetkan sebesar 1,80-2,00 persen dari PDB tahun depan atau senilai Rp322,4 - Rp363,1 triliun dan Hibah ditargetkan sebesar 0,01-0,02 persen dari PDB atau senilai Rp 1,8-3,6 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memulihkan ekonomi dalam situasi yang sangat dinamis. Dia juga berkomitmen akan mendorong penerimaan negara melalui potensi basis pajak dan penerimaan lain, termasuk dari cukai.

"Kita mungkin bersama-sama memberikan komunikasi rekomendasi Komisi XI yang akan dilakukan, baik follow up tax amnesty, potensi pajak atau penerimaan lain, termasuk dari cukai," ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Panja Komisi XI DPR RI. (merdeka.com)