Showing posts with label Guru Penggerak. Show all posts
Showing posts with label Guru Penggerak. Show all posts

Jadwal Pendaftaran Guru Penggerak Angkatan 3 dan Kriteria Yang Harus Dipenuhi

Admin 1/20/2021

Jadwal Pendaftaran Guru Penggerak Tahap 3 dan Kriteria Yang Harus Dipenuhi

BlogPendidikan.net
 Jadwal Pendaftaran Guru Penggerak Tahap 3 dan Kriteria Yang Harus Dipenuhi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memperpanjang pendaftaran Guru Penggerak Angkatan 3. Sebagai informasi, Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran.

Dalam situs Kemendikbud, program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan Pendampingan selama 9 bulan bagi calon Guru Penggerak. Selama program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru.

Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang menerapkan merdeka belajar dan menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang berpusat pada murid.

Guru Penggerak menggerakkan komunitas belajar bagi guru di sekolah dan di wilayahnya serta mengembangkan program kepemimpinan murid untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

Dikarenakan banyaknya permintaan dari Dinas Pendidikan yang meminta perpanjangan waktu pendaftaran karena masih ingin mendorong guru, kepala sekolah, pengawas sekolah terbaiknya untuk mendaftar Program Guru Penggerak.

Berikut Jadwal Pendaftaran Program Guru Penggerak Angkatan 3 Sebagai Berikut:

8 Januari - 15 Maret 2021: Informasi Pembukaan Seleksi

18 Januari - 15 Maret 2021 Seleksi Tahap 1:
a. Pengisian CV
b. Esai
c. Unggah Dokumen

5 – 20 Maret 2021: Verifikasi dan Validasi data pendaftaran

8 – 12 April 2021: Seleksi Tahap 1 : Tes Bakat Skolastik

13 - 20 April 2021: Penilaian dan Pleno Seleksi Tahap 1

27 April - 7 Mei 2021: Pengumuman Lulus Tahap 1 dan Penjadwalan Seleksi Tahap 2

31 Mei - 10 Juli 2021:  Seleksi Tahap 2 : Simulasi Mengajar dan Wawancara

13 Agustus 2021: Pengumuman Kelulusan Calon Guru Penggerak

23 Agustus 2021: Pendidikan Guru Penggerak


Ada 7 kriteria yang harus Anda penuhi agar diterima sebagi Guru penggerak angkatan ke 3:

1. Tidak sedang mengikuti kegiatan diklat CPNS, PPG, atau kegiatan lain yang dilaksanakan secara bersamaan dengan proses rekrutmen dan pendidikan guru penggerak.
2. Guru PNS maupun Non PNS baik dari sekolah negeri maupun sekolah swasta
3. Memiliki akun guru di Data Pokok Pendidikan (Dapodik)
4. Memiliki kualifikasi pendidikan minimal S1/D4
5. Memiliki pengalaman minimal mengajar 5 tahun
6. Memiliki masa sisa mengajar tidak kurang dari 10 tahun
7. Memiliki keinginan kuat menjadi Guru Penggerak
8. Program guru penggerak akan ditujukan untuk guru TK, SD, SMP dan SMA

Untuk mendaftar, Anda harus memenuhi berkas-berkas sebagai berikut:

1. Administrasi Curriculum Vitae (CV)
2. Tes Bakat Skolastik
3. Esai
4. Studi Kasus Pembelajaran

Kemudian Untuk Pendaftaran calon guru penggerak melalui laman: sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/

Jika memiliki pertanyaan terkait pendaftaran Program Guru Penggerak Angkatan 3 Anda dapat menghubungi Email: guru.penggerak@kemdikbud.go.id

Pendaftaran Guru Penggerak Angkatan 2 Diperpanjang, Berikut Syarat dan Cara Daftarnya

Admin 11/13/2020
Pendaftaran Guru Penggerak Angkatan 2 Diperpanjang, Berikut Syarat dan Cara Daftarnya

BlogPendidikan.net
- Pendaftaran Guru Penggerak Angkatan 2 Diperpanjang, Berikut Syarat dan Cara Daftarnya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memperpanjang pendaftaran Guru Penggerak Angkatan 2. Sebagai informasi, Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran.

Dalam situs Kemendikbud, program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan Pendampingan selama 9 bulan bagi calon Guru Penggerak. Selama program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru.


Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang menerapkan merdeka belajar dan menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang berpusat pada murid.

Guru Penggerak menggerakkan komunitas belajar bagi guru di sekolah dan di wilayahnya serta mengembangkan program kepemimpinan murid untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

Dikarenakan banyaknya permintaan dari Dinas Pendidikan yang meminta perpanjangan waktu pendaftaran karena masih ingin mendorong guru, kepala sekolah, pengawas sekolah terbaiknya untuk mendaftar Program Guru Penggerak.

Pendaftaran Program Guru Penggerak Angkatan 2 untuk Calon Peserta diperpanjang sampai hari Sabtu, 14 November 2020 pukul 23.59 WIB dan untuk Calon Pengajar Praktik (Pendamping) diperpanjang sampai hari Kamis, 19 November 2020 pukul 23.59 WIB.

Berdasarkan artikel yang telah tayang di Fix Indonesia dengan judul 'Diperpanjang! Ini Syarat dan Cara Daftar Lowongan Guru Penggerak Kemendikbud', ada 7 kriteria yang harus Anda penuhi agar diterima sebagi Guru penggerak:


1. Guru PNS maupun non-PNS baik dari sekolah negeri maupun sekolah swasta.
2. Memiliki akun guru di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
3. Memiliki kualifikasi pendidikan minimal S1/D4.
4. Memiliki pengalaman minimal mengajar 5 tahun.
5. Memiliki masa sisa mengajar tidak kurang dari 10 tahun.
6. Memiliki keinginan kuat menjadi Guru Penggerak.
7. Angkatan pertama program guru penggerak akan ditunjuk untuk guru TK, SD, SMP, dan SMA.

Untuk mendaftar, Anda harus memenuhi berkas-berkas sebagai berikut:

1. Administrasi Curriculum Vitae (CV)
2. Tes Bakat Skolastik
3. Esai
4. Studi Kasus Pembelajaran

Kemudian Untuk Pendaftaran calon guru penggerak melalui laman: sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/

Jika memiliki pertanyaan terkait pendaftaran Program Guru Penggerak Angkatan 2 Anda dapat menghubungi Email: guru.penggerak@kemdikbud.go.id

Catat, Kriteria dan Tahapan Seleksi Guru Penggerak Angkatan ke 2

Admin 10/15/2020
Catat, Kriteria dan Tahapan Seleksi Guru Penggerak Angkatan ke 2

BlogPendidikan.net
- Catat, Kriteria dan Tahapan Seleksi Guru Penggerak Angkatan ke 2.  
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka pendaftaran Program Guru Penggerak Angkatan 2 mulai hari ini, Selasa (13/10/2020).

Sebanyak 2.800 guru akan direkrut sebagai calon guru penggerak angkatan kedua. "Siapkan diri Anda dan segera pelajari informasi Program Guru Penggerak angkatan 2," tulis laman Instagram Ditjen GTK Kemendikbud. 

Pendaftaran calon peserta Program Guru Penggerak angkatan 2 akan dibuka mulai 13 Oktober hingga 7 November 2020, sedangkan pendaftaran Pengajar Praktik (Pendamping) akan dibuka tanggal 20 Oktober hingga 13 November 2020.


Kriteria calon guru penggerak Dalam proses menjadi guru penggerak, guru akan mengikuti rangkaian seleksi dan pendidikan guru penggerak. Meski begitu, guru tak akan terganggu jam mengajarnya di sekolah. Sebab, pelatihan dilakukan secara virtual ataupun secara langsung ke tempat guru mengajar.

Dengan demikian, guru dapat langsung mengimplementasikan inovasi sekaligus mengatasi hambatan-hambatan pembelajaran di lingkungan sekolah. Selama proses pelatihan, calon guru penggerak akan didukung oleh instruktur, fasilitator, dan pendamping yang profesional. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud Iwan Syahril mengatakan, program guru penggerak berpijak pada filosofi Ki Hajar Dewantara.


Menurut filosofi tersebut, lanjut dia, seorang guru teladan mampu meningkatkan motivasi dan kemauan belajar murid serta berorientasi pada murid. " Guru penggerak adalah agen-agen perubahan yang akan membawa ekosistem guru ke arah filosofi tadi. 

Guru penggerak mencari bibit-bibit pemimpin untuk ekosistem di masa depan, mempraktikkan pembelajaran berpusat pada murid, dan mendorong guru-guru lainnya untuk sama-sama bergerak," kata Iwan dalam konferensi daring Program Guru Penggerak Angkatan 1. Melansir laman resmi Sekolah Penggerak Kemendikbud.

Berikut informasi seputar ketentuan pendaftaran guru penggerak:

** pendaftaran dapat diakses melalui laman https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak

Kriteria umum:

1. Tidak sedang mengikuti kegiatan diklat CPNS, PPG, atau kegiatan lain yang dilaksanakan secara bersamaan dengan proses rekrutmen dan pendidikan guru penggerak. 
2. Guru PNS maupun non-PNS, baik dari sekolah negeri maupun sekolah swasta. 
3. Memiliki akun guru di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) 
4. Memiliki kualifikasi pendidikan minimal S1/D4 
5. Memiliki pengalaman minimal mengajar 5 tahun 
6. Memiliki masa sisa mengajar tidak kurang dari 10 tahun 
7. Memiliki keinginan kuat menjadi guru penggerak 
8. Angkatan pertama program guru penggerak akan ditujukan untuk guru TK, SD, SMP, dan SMA 


Kriteria seleksi:

1. Menerapkan pembelajaran yang berpusat pada murid 
2. Memiliki kemampuan untuk fokus pada tujuan 
3. Memiliki kompetensi menggerakkan orang lain dan kelompok 
4. Memiliki daya juang (resilience) yang tinggi 
5. Memiliki kompetensi kepemimpinan dan bertindak mandiri 
6. Memiliki kemampuan untuk belajar hal baru, terbuka pada umpan balik, dan terus memperbaiki diri
7. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan efektif dan memiliki pengalaman mengembangkan orang lain 
8. Memiliki kedewasaan emosi dan berperilaku sesuai kode etik

Jadwal Seleksi dan Pengumuman:

* 9 Oktober - 31 Oktober 2020: Informasi rekrutmen calon peserta program guru penggerak 
* 13 Oktober – 7 November 2020: Seleksi Tahap 1: Registrasi, Pengisian biodata, Pengisian esai 
* 1 – 14 November 2020: Verifikasi dan Validasi data pendaftaran 
* 20 – 23 November 2020: Seleksi Tahap 1 : Tes Bakat Skolastik 
* 24 Desember 2020: Pengumuman hasil seleksi tahap 1 dan penjadwalan seleksi tahap 2 
* 13 Januari – 11 Maret 2021: Seleksi Tahap 2: Simulasi Mengajar, Wawancara 
* 20 Maret 2021: Pengumuman calon guru penggerak 
* 2 April 2021 – 27 November 2021:Pendidikan guru penggerak 

Pendaftaran Informasi lengkap seputar syarat, tahapan seleksi, dan pendaftaran dapat diakses melalui laman https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak.

Artikel ini juga telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pendaftaran Guru Penggerak Kemendikbud Angkatan 2 Dibuka, Ini Ketentuannya", 

156 Ormas Lolos Program Organisasi Penggerak Kemendikbud, Memperoleh Bantuan 20 Miliar Per Tahun

Admin 7/22/2020
156 Ormas Lolos Program Organisasi Penggerak Kemendikbud, Memperoleh Bantuan 20 Miliar Per Tahun

BlogPendidikan.net
- Program Organisasi Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memasuki babak akhir. Dari 4.464 Ormas Pendidikan yang registrasi, hanya 156 organisasi yang lolos tahap evaluasi tim independen, The SMERU Research Institute.

Organisasi Penggerak merupakan salah satu program Merdeka Belajar yang digagas Mendikbud Nadiem Makarim. Fokus utama para ormas ini adalah peningkatan kualitas guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Untuk menunjang program ini, Kemendikbud akan memberikan bantuan dana kepada 156 Ormas terpilih. Ormas ini harus meningkatkan kompetensi 50.000 guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan di 5.000 PAUD, SD dan SMP di sepanjang 2020-2022.

“Peran pemerintah dalam kebijakan Merdeka Belajar adalah pemberdaya. Melalui program Organisasi Penggerak, organisasi kemasyarakatan bidang pendidikan kita dukung agar lebih berdaya dalam menggerakkan perubahan yang berpusat pada siswa,” jelas Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Iwan Syahril, dalam siaran pers yang diterima kumparan. 

"Organisasi yang terpilih memiliki rekam jejak yang baik dalam implementasi program pelatihan guru dan kepala sekolah,” imbuh Iwan.

Dana sebesar Rp 595 miliar dianggarkan untuk program tersebut. Besar bantuan dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan banyak sasaran satuan pendidikan, yakni kategori satu (Gajah), kategori dua (Macan) dan Kategori tiga (Kijang).
 
Ormas yang masuk kategori Gajah dengan sasaran lebih dari 100 satuan pendidikan akan memperoleh bantuan maksimal Rp 20 miliar per tahun.

Adapun Ormas kategori Macan dengan sasaran 21-100 satuan pendidikan mendapat bantuan maksimal Rp 5 miliar per tahun. Sedangkan kategori tiga (Kijang) dengan sasaran 5-20 satuan pendidikan, mendapat bantuan maksimal Rp 1 miliar per tahun.

kumparan menerima daftar 156 Ormas pendidikan yang lolos tahap evaluasi tersebut. Dari 156 Ormas itu, terdapat 2 lembaga CSR terafiliasi perusahaan swasta yang lolos, yakni Tanoto Foundation dan Sampoerna.

Muhammadiyah, lembaga organisasi yang juga lolos program ini, sudah mengundurkan diri. Mereka mempertanyakan indikator kelolosan Ormas, termasuk lolosnya CSR yang seharusnya tidak boleh mendapat bantuan pendidikan.

Artikel ini juga telah tayang di kumparan.com

Pendaftaran Guru Penggerak di Mulai Besok 13 Juli Lihat Syarat dan Alur Seleksinya

Admin 7/12/2020
Pendaftaran Guru Penggerak di Mulai Besok 13 Juli Lihat Syarat dan Alur Seleksinya

BlogPendidikan.net
- Pemerintah akan membuka lowongan sebagai Guru Penggerak. Sebagaimana telah disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Nadiem Makarim beberapa waktu lalu, pemerintah meluncurkan Merdeka Belajar Episode 5: Guru Penggerak.

Adapun tugas guru penggerak ialah sebagai pendorong transformasi pendidikan Indonesia. Sebab dari mereka diharapkan lahir pemimpin-pemimpin pendidikan masa depan.

Harapannya, guru penggerak dapat mendukung tumbuh kembang murid secara holistik sehingga menjadi Pelajar Pancasila.

Karenanya, Kemendikbud mengajak para guru terbaik untuk menghadirkan perubahan nyata bagi pendidikan Indonesia dengan mendaftarkan menjadi guru penggerak.

Jika Anda seorang guru dan tertarik menjadi Guru Penggerak, maka simak informasi yang dirangkum dari akun resmi Instagram Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikbud.

Berikut jadwal pembukaan pendaftaran dan seleksi Guru Pengerak akan dibuka pada 13 Juli 2020

1. 13-22 Juli 2020

Pendaftaran calon guru penggerak melalui laman sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/

2. 23-30 Juli 2020

Seleksi tahap 1:
- Administrasi
- Curriculum Vitae (CV)
- Tes Bakat Skolastik
- Esai
- Studi Kasus Pembelajaran

3. 24-28 Agustus 2020

Pengumuman hasil seleksi tahap 1 dan penjadwalan seleksi tahap 2

4. 31 Agustus - 16 September 2020

Seleksi tahap 2:
- Simulasi mengajar
- Wawancara

5. 19 September 2020

Pengumuman calon guru penggerak

6. 5 Oktober 2020 - 13 Agustus 2021

Pendidikan Guru Penggerak

7. 15 September 2021

- Pengumuman hasil penetapan Guru Penggerak
- Peran guru penggerak

Guru penggerak diharapkan menjadi katalis perubahan pendidikan di daerahnya dengan cara:

* Menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya.
* Menjadi pendamping bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah.
* Mendorong peningkatan kepentingan murid di sekolah.
* Membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antar guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
* Menjadi pemimpin pembelajaan yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah.

Kriteria guru penggerak

1. Guru PNS maupun non-PNS baik dari sekolah negeri maupun sekolah swasta.

2. Memiliki akun guru di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

3. Memiliki kualifikasi pendidikan minimal S1/D4.

4. Memiliki pengalaman minimal mengajar 5 tahun.

5. Memiliki masa sisa mengajar tidak kurang dari 10 tahun.

6. Memiliki keinginan kuat menjadi Guru Penggerak.

7. Angkatan pertama program guru penggerak akan ditunjuk untuk guru TK, SD, SMP, dan SMA.

Mendikbud: Lulusan Guru Penggerak Diprioritaskan Menjadi Kepala Sekolah

Admin 7/04/2020
Mendikbud: Lulusan Guru Penggerak Diprioritaskan Menjadi Kepala Sekolah

BlogPendidikan.net
Di masa mendatang, untuk menjadi kepala sekolah, para guru memiliki jalur tersendiri. Mereka yang menjadi pemimpin unit pendidikan, antara lain, merupakan jebolan program guru penggerak. Itu adalah program Merdeka Belajar jilid V yang resmi diluncurkan kemarin (3/7).

Program Merdeka Belajar V memang berfokus pada pengembangan guru. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mendidik para guru untuk menjadi pemimpin unit pendidikan atau kepala sekolah (Kasek).

Mendikbud Nadiem Makarim dalam paparannya kemarin menegaskan bahwa jalur karir lulusan pendidikan guru penggerak dalam program Merdeka Belajar V sudah pasti.

Mereka akan diprioritaskan menjadi kepala sekolah, pengawas, hingga instruktur pelatihan guru.

Selama ini pemilihan kepala sekolah cenderung memenuhi ketentuan persyaratan administratif, namun minim kemampuan manajerial. Ke depan, kepala sekolah akan diprioritaskan dari kelompok Guru Penggerak. 

“Kemendikbud akan bekerjasama dengan pemerintah daerah dan kepala dinas untuk memastikan bahwa Guru Penggerak ini akan bisa berdampak besar di dalam lingkungan sekolahnya,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim dalam konferensi pers peluncuran Program Guru Penggerak, Jumat (3/7).


Sebelumnya, merujuk pada Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018, untuk dapat dicalonkan menjadi seorang kepala sekolah, guru harus memiliki  kualifikasi  akademik  paling  rendah  sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari perguruan tinggi dan program studi yang terakreditasi paling rendah. 

Calon kepala sekolah juga harus memiliki sertifikat pendidik. Bagi guru PNS, pangkat paling rendah adalah Penata, golongan ruang III/c. Pengalaman  mengajarnya  paling singkat 6 tahun menurut  jenis  dan  jenjang  sekolah  masing-masing, kecuali  di  TK/TKLB  memiliki  pengalaman  mengajar paling singkat 3 tahun di TK/TKLB. 

Calon kepala sekolah juga harus memiliki  hasil  penilaian prestasi  kerja guru dengan sebutan  paling  rendah  “Baik” selama 2 tahun terakhir. Orang ini juga wajib memiliki  pengalaman  manajerial dengan  tugas yang relevan dengan fungsi  sekolah paling  singkat dua tahun. 

Menurut Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud Iwan Syahril, proses pendidikan dan penilaian di guru penggerak berbasis dampak dan bukti. 

Ia mengklaim, sebanyak 70% komponen yang ada dalam pendidikan Guru Penggerak adalah belajar di tempat kerja dan melakukan refleksi apa yang terjadi di lapangan. Selanjutnya, seleksi tahap 2 akan dilakukan pada 31 Agustus-16 September 2020 yang meliputi simulasi mengajar dan wawancara. Pengumuman calon Guru Penggerak dilaksanakan pada 19 September 2020.

Cek Alur Pendaftaran Guru Penggerak Yang Akan Dimulai 13 Juli

Admin 7/04/2020
Cek Alur Pendaftaran Guru Penggerak Yang Akan Dimulai 13 Juli

BlogPendidikan.net
 - 
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud akan terus berupaya menekankan pentingnya menghasilkan guru yang berpusat kepada murid untuk Merdeka Belajar. Salah satu caranya adalah melalui pelatihan peningkatan kualitas guru.

“Program (pelatihan) yang akan kami lakukan adalah mendorong guru-guru yang sudah memiliki kemampuan untuk memahami pembelajaran yang berorientasi pada murid,” ujar Iwan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (20/6/2020).

Program Guru Penggerak ini juga dirancang dengan menitikberatkan pada kualitas pelatihan dan pendampingan. Tujuannya agar peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang berdaya dan berkomitmen dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar murid.


”Harapannya, guru ini dapat menjadi pemimpin pendidikan,” ungkap Dirjen GTK Kemdikbud

Untuk menjadi Guru Penggerak, pendidik harus mengikuti tahap-tahapan yang telah diberlakukan, yaitu Seleksi Calon Guru Penggerak, kemudian Calon Guru Penggerak mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan baru di sekolah dan komunitasnya.  Setelah semua serangkaian itu dapat dilalui, pendididk baru bisa dinyatakan Menjadi Guru Penggerak.

Seleksi angkatan pertama akan dibuka bagi guru sekolah negeri atau swasta di jenjang TK, SD dan SMP. Baik guru PNS maupun non PNS dapat mengikuti pelatihan ini. 

Persyaratan lainnya juga termasuk kualifikasi pendidikan minimal S1/D4, serta pengalaman mengajar minimal lima tahun. Diharapkan guru peserta memiliki sisa mengajar tidak kurang dari 10 tahun.

Adapun kriteria atau persyaratan umum calon Guru Penggerak ini adalah

- Guru PNS maupun Non PNS baik dari sekolah negeri maupun swasta
- Memiliki akun guru di Data Pokok Pendidikan (Dapodik)
- Memiliki kualifikasi pendidikan minimal S1/D4
- Memiliki pengalaman minimal mengajar 5 tahun
- Memiliki masa sisa mengajar tidak kurang dari 10 tahun
- Memiliki keinginan kuat menjadi Guru Penggerak

Angkatan pertama program guru penggerak akan ditujukan untuk Guru TK, SD, SMP dan SMA,” katanya

Sedangkan kriteria seleksi yang akan menjadi penilaian adalah

- Penerapkan pembelajaran yang berpusat pada murid 
- Memiliki kemampuan untuk fokus pada tujuan
- Memiliki kompetensi menggerakkan orang lain dan kelompok
- Memilliki daya juang (resilience) yang tinggi
- Memililki kompetensi kepemimpinan dan bertindak mandiri
- Memiliki kemampuan untuk belajar hal baru, terbuka pada umpan balik, dan terus memperbaiki diri 
- Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan efektif 
- Memiliki pengalaman mengembangkan orang lain, dan memiliki kedewasaan emosi dan berperilaku sesuai kode etik.

Alur Pendaftaran Calon Guru Penggerak
 
1. 13 - 22 Juli 2020 Pendaftaran calon peserta Guru Penggerak

2. 23 - 30 Juli 2020 Seleksi tahap I:
- Administrasi
- AC
- Tes bakat skolastik
- Esay
- Study kasus pembelajaran

3. 24 - 28 Agustus 2020 Pengumuman hasil seleksi tahap I dan penjadwalan seleksi tahap II

4. 31 Agustus - 16 September 2020 Seleksi tahap II:
- Simulasi mengajar
- Wawancara

5. 19 September 2020 Pengumuman calon guru penggerak

6. 5 Oktober 2020 - 31 Agustus 2021 Pendidikan/Pelatihan guru penggerak

7. 15 September 2021 Pengumuman hasil penetapan Guru Penggerak

Program Guru Penggerak ini diharapkan dapat menciptakan guru penggerak yang dapat mengembangkan diri dan guru lain dengan refleksi, berbagi dan kolaborasi secara mandiri, memiliki kematangan moral, emosi dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik, merencanakan, menjalankan, merefleksikan dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada murid dengan melibatkan orang tua.

Berkolaborasi dengan orang tua dan komunitas untuk mengembangkan sekolah dan menumbuhkan kepemimpinan murid, serta dapat  mengembangkan dan memimpin sebagai upaya mewujudkan visi sekolah yang berpihak pada murid dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar sekolah. Informasi mengenai program Guru Penggerak ini dapat dilihat di laman

Info Penting Dari Pantia Seleksi Fasilitator dan Pendamping Guru Penggerak

Admin 6/25/2020
Info Penting Dari Pantia Seleksi Fasilitator dan Pendamping Guru Penggerak

BlogPendidikan.net - Diinformasikan bahwa pendaftaran Pendamping masih dibuka sampai dengan tanggal 26 Juni 2020, sedangkan pendaftaran Fasilitator dari sumber Widyaiswara sampai tanggal tanggal 26 Juni 2020, dari sumber pengawas sekolah sampai dengan 29 Juni 2020. 


Bagi Bapak/Ibu yang masih belum melengkapi berkas/dokumen, kami harapkan agar dapat dilengkapi, dikirimkan, dan diajukan verifikasi.

Jika Bapak/Ibu masih memiliki kesulitan untuk menyediakan berkas/dokumen terkait, kami informasikan kepada;

1. Calon Fasilitator dari Widyaiswara

* Dokumen transkip nilai, surat keterangan mengajar minimal 5 tahun, surat keterangan pernah mendampingi sekolah dapat dilengkapi pada proses seleksi berikutnya (tidak wajib dilengkapi sampai tanggal 26 Juni 2020)

* Jika dokumen tersebut belum tersedia, Bapak/Ibu masih bisa mengirim berkas dan mengajukan verifikasi sebagai Fasilitator

2. Calon Pendamping dari Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah

* Dokumen transkip nilai, surat keterangan mengajar minimal 5 tahun, surat keterangan pernah mendampingi sekolah dapat dilengkapi pada proses seleksi berikutnya (tidak wajib dilengkapi sampai tanggal 26 Juni 2020)

* Jika dokumen tersebut belum tersedia, Bapak/Ibu masih bisa mengirim berkas dan mengajukan verifikasi sebagai Pendamping

3. Calon Pendamping dari Praktisi Pendidikan

* Dokumen transkip nilai, surat keterangan mengajar minimal 5 tahun, surat keterangan pernah mendampingi sekolah, surat ijin dari atasan dapat dilengkapi pada proses seleksi berikutnya (tidak wajib dilengkapi sampai tanggal 26 Juni 2020)

* Jika dokumen tersebut belum tersedia, Bapak/Ibu masih bisa mengirim berkas dan mengajukan verifikasi sebagai Pendamping.


Semoga Bapak/Ibu selalu sehat dan semangat di tengah pandemi Covid-19. Terima kasih Blog Pendidikan

Kualitas Guru Diperketat, Kriteria dan Persyaratan Menjadi Guru Penggerak 13 Juli Mendatang

Admin 6/21/2020
Kriteria dan Persyaratan Menjadi Guru Penggerak 13 Juli Mendatang

BlogPendidikan.net - Dengan dibukanya seleksi pendaftaran bagi para widyaiswara, guru, kepala sekolah, dan praktisi pendidikan untuk menjadi fasilitator dan pendamping calon Guru Penggerak sejak 15 Juni 2020. 

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud akan terus berupaya menekankan pentingnya menghasilkan guru yang berpusat kepada murid untuk Merdeka Belajar. Salah satu caranya adalah melalui pelatihan peningkatan kualitas guru.

“Program (pelatihan) yang akan kami lakukan adalah mendorong guru-guru yang sudah memiliki kemampuan untuk memahami pembelajaran yang berorientasi pada murid,” ujar Iwan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (20/6/2020).


Program Guru Penggerak ini juga dirancang dengan menitikberatkan pada kualitas pelatihan dan pendampingan. Tujuannya agar peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang berdaya dan berkomitmen dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar murid.


”Harapannya, guru ini dapat menjadi pemimpin pendidikan,” ungkap Dirjen GTK Kemdikbud

Untuk menjadi Guru Penggerak, pendidik harus mengikuti tahap-tahapan yang telah diberlakukan, yaitu Seleksi Calon Guru Penggerak, kemudian Calon Guru Penggerak mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan baru di sekolah dan komunitasnya.  Setelah semua serangkaian itu dapat dilalui, pendididk baru bisa dinyatakan Menjadi Guru Penggerak.

Seleksi angkatan pertama akan dibuka bagi guru sekolah negeri atau swasta di jenjang TK, SD dan SMP. Baik guru PNS maupun non PNS dapat mengikuti pelatihan ini. 

Persyaratan lainnya juga termasuk kualifikasi pendidikan minimal S1/D4, serta pengalaman mengajar minimal lima tahun. Diharapkan guru peserta memiliki sisa mengajar tidak kurang dari 10 tahun.

Adapun kriteria atau persyaratan umum calon Guru Penggerak ini adalah

- Guru PNS maupun Non PNS baik dari sekolah negeri maupun swasta
- Memiliki akun guru di Data Pokok Pendidikan (Dapodik)
- Memiliki kualifikasi pendidikan minimal S1/D4
- Memiliki pengalaman minimal mengajar 5 tahun
- Memiliki masa sisa mengajar tidak kurang dari 10 tahun
- Memiliki keinginan kuat menjadi Guru Penggerak


Angkatan pertama program guru penggerak akan ditujukan untuk Guru TK, SD, SMP dan SMA,” katanya

Sedangkan kriteria seleksi yang akan menjadi penilaian adalah

- Penerapkan pembelajaran yang berpusat pada murid 
- Memiliki kemampuan untuk fokus pada tujuan
- Memiliki kompetensi menggerakkan orang lain dan kelompok
- Memilliki daya juang (resilience) yang tinggi
- Memililki kompetensi kepemimpinan dan bertindak mandiri
- Memiliki kemampuan untuk belajar hal baru, terbuka pada umpan balik, dan terus memperbaiki diri 
- Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan efektif 
- Memiliki pengalaman mengembangkan orang lain, dan memiliki kedewasaan emosi dan berperilaku sesuai kode etik.

Pengumuman pendaftaran calon guru penggerak ini akan dilakukan pada 13 Juli 2020. Sedangkan seleksi tahap pertama akan dilakukan pada 13 – 27 Juli 2020, seleksi tahap kedua akan dilakukan pada 4 – 5 Agustus 2020, Seleksi tahap ketiga akan dilakukan pada 10 Agustus – 12 September 2020, dan untuk Pengumuman dan registrasi ulang akan dilakukan pada 17 – 20 September 2020. Setelah itu, para peserta akan melakukan pelatihan dan mentoring yang dilakukan pada 5 Oktober 2020 – 13 Juli 2021.


Program Guru Penggerak ini diharapkan dapat menciptakan guru penggerak yang dapat mengembangkan diri dan guru lain dengan refleksi, berbagi dan kolaborasi secara mandiri, memiliki kematangan moral, emosi dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik, merencanakan, menjalankan, merefleksikan dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada murid dengan melibatkan orang tua.

Berkolaborasi dengan orang tua dan komunitas untuk mengembangkan sekolah dan menumbuhkan kepemimpinan murid, serta dapat  mengembangkan dan memimpin sebagai upaya mewujudkan visi sekolah yang berpihak pada murid dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar sekolah. Informasi mengenai program Guru Penggerak ini dapat dilihat di laman

Syarat dan Tahapan Pendaftaran Menjadi Fasilitator dan Pendamping Guru Penggerak Kemendikbud

Admin 6/18/2020
Syarat dan Tahapan Pendaftaran Menjadi Fasilitator dan Pendamping Guru Penggerak Kemendikbud

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka kesempatan bagi widyaiswara, guru, kepala sekolah, dan praktisi pendidikan untuk menjadi fasilitator dan pendamping calon guru penggerak. Saat dikonfirmasi, Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud Seno Hartono membenarkan adanya program tersebut. 

"Iya benar. Ketentuan lebih lengkap bisa cek di laman sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/," kata Seno saat dihubungi Kompas.com, Rabu (17/6/2020).

Program guru penggerak dirancang dengan menitikberatkan pada kualitas pelatihan dan pendampingan. Tujuannya agar peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang berdaya dan berkomitmen dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar murid. Tahun ini, 

Kemendikbud akan merekrut 280 fasilitator dan 560 pendamping. Peran fasilitator dan pendamping akan menjadi kunci dalam memastikan dampak baik dan keberlangsungan program guru penggerak. 

Sebagai fasilitator Fasilitator mendampingi calon guru penggerak selama proses pendidikan. Melakukan refleksi mingguan melalui forum pendampingan, mencatat serta menganalisis perkembangan peserta pelatihan. 

Fasilitator akan bertugas selama 6 bulan pada setiap angkatan program guru penggerak. 

Syarat:

Widyaiswara Kemendikbud 
Terbiasa menggunakan media sosial, Google Classroom dan atau Learning Managemen Sistem (LMS) Kemdikbud 
Mampu berkomunikasi dengan efektif baik secara luring maupun daring 

Kompetensi yang diharapkan: 

- Menguasai penggunaan Google Classroom dan atau Kemdikbud LMS 
- Mampu berkomunikasi dengan efektif 
- Mau belajar hal baru 
- Mampu memberikan umpan balik (feedback) secara online 
- Mampu melakukan personalised coaching dan mentoring 
- Mampu memotivasi peserta selama program Berkomitmen untuk memenuhi tenggat waktu (dateline)
- Mampu melakukan fasilitasi kelas daring (online) serta membuka dan mempertahankan diskusi peserta

Peran: 

- Mencatat perkembangan peserta selama pelatihan tatap muka dan pendampingan 
- Mengumpulkan tugas-tugas peserta dan memberi umpan balik kepada peserta 
- Memberikan motivasi dan membantu peserta dalam menjalankan perannya 
- Turut memberikan umpan balik kepada instruktur untuk perbaikan sesi 
- Membangun refleksi kepada peserta 

Masa pendaftaran:

- Pendaftaran calon fasilitator: 15-24 Juni 2020 
- Seleksi tahap 1: administrasi dan esai: 25-30 Juli 2020 
- Pengumuman hasil seleksi tahap 1: 6 Juli 2020 
- Pengisian critical incident (peristiwa penting): 9-10 Juli 2020 
- Seleksi tahap 2: wawancara: 13-24 Juli 2020 
- Pengisian survei fasilitator: 25 Juli 2020 
- Pengumuman calon fasilitator: 28 Juli 2020 Seleksi 
- Tahap 3, Mengikuti secara penuh pelatihan pembekalan fasilitator dan Tes pengetahuan dan ketrampilan peran fasilitator: 3 Agustus-18 September 2020 
- Pengumuman hasil penetapan fasilitator: 25 September 2020

Sebagai Pendamping

Pendamping mendampingi peserta menjalankan perannya sebagai calon guru penggerak, khususnya pada pasca-pelatihan selama 9 bulan. Pendamping diundang sebagai instruktur tamu pada proses pendampingan, dan akan bertugas selama 9 bulan.

Syarat: 

- Guru, kepala sekolah, atau pegiat pendidikan yang telah menerapkan kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) 
- Mendapat izin dari pimpinan/ atasan tempat bekerja 
- Bersedia mendampingi peserta selama proses pelatihan dan pendampingan selama 9 bulan 

Kompetensi yang diharapkan:

- Menguasai teknik dan keterampilan mentoring dan coaching 
- Menyusun rencana pendampingan 
- Membuat kesepakatan dengan calon guru penggerak 
- Membuat jadwal pendampingan 
- Memiliki komitmen untuk memenuhi tenggat waktu 
- Mengevaluasi dan memberi umpan balik calon guru penggerak 
- Berkomunikasi dengan efektif 
- Memiliki kemampuan andragogi 

Peran:

- Memfasilitasi lokakarya pada setiap bulan 
- Berbagi praktik baik dengan calon guru penggerak 
- Mengevaluasi dan memberi umpan balik calon guru penggerak 
- Memfasilitasi proses refleksi dan rencana tindak lanjut untuk peserta saat masa daring 
- Membuat laporan capaian perkembangan calon guru penggerak 

Masa pendaftaran: 

- Pendaftaran calon pendamping melalui laman sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak: 15-26 Juni 2020 
- Seleksi tahap 1: administrasi dan esai: 1-8 Juli 2020 
- Pengumuman seleksi tahap 1: 14 Juli 2020 
- Pengisian critical incident (peristiwa penting): 16-17 Juli 2020 
- Seleksi tahap 2: wawancara: 23 Juli-5 Agustus 2020 
- Pengumuman calon pendamping: 11 Agustus 2020 
- Pembekalan pendamping: 18 Agustus-18 September 2020 
- Pengumuman hasil penetapan pendamping: 25 September 2020

Persyaratan dan Berkas Pengajuan Menjadi Pendamping Guru Penggerak

Admin 6/16/2020
Persyaratan dan Berkas Pengajuan Menjadi Pendamping Guru Penggerak

BlogPendidikan.net
- Partisipasi guru, kepala sekolah, dan praktisi pendidikan yang memiliki pengalaman dan mempraktikan merdeka belajar juga didorong untuk mengikuti seleksi sebagai pendamping. Para partisipan tersebut akan berperan sebagai pelatih dan mentor bagi para calon Guru Penggerak.

Para pendamping diharapkan dapat menjadi rekan diskusi untuk membantu calon Guru Penggerak dalam mengimplementasikan merdeka belajar di sekolah. Mereka akan memfasilitasi lokakarya bulanan, mencatat perkembangan, dan memberi umpan balik yang konstruktif.

Rekrutmen fasilitator akan dibuka mulai Senin, 15 Juni sampai dengan Rabu 24 Juni 2020, sementara rekrutmen pendamping dibuka Senin, 15 Juni dan ditutup Jumat, 26 Juni 2020. 

Adapun persyaratan dan berkas pengajuan untuk menjadi pendamping/mentor Guru Penggerak diisi dan diajukan selanjutnya mengunggah file berkas melalui akun https://app-gurupenggerak.simpkb.id/ setelah terdaftar.

Pada proses pendaftaran calon peserta wajib mengisi smua kelengkapan berkas dan persyaratan di akun masing-masing. Untuk mendaftar menggunakan akun SIM PKB

Persyaratan Kelengkapan Data

Calon peserta pendamping Guru Penggerak harus memanuhi smua 3 kriteria persyaratan kelengkapan data dengan cara mendaftar pada laman berikut; https://app-gurupenggerak.simpkb.id/ 

Adapun persyaratannya antara lain:

1. Curriculum Vitae anda di wajibkan mengisi semua cek list:
- Informasi Dasar
- Asal Institusi
- Pengalaman Mentoring
- Pengalaman Berorganisasi
- Sertifikat
- Kemampuan Khusus

2. Dokumen Penting yang akan di unggah:
- Lampiran Dokumen - Ijazah Terakhir
- Lampiran Dokumen - Transkrip Nilai
- Lampiran Dokumen - Surat Komitmen menjadi Pendamping Guru Penggerak
- Lampiran Dokumen - Surat izin dari atasan
- Lampiran Dokumen - Surat rekomendasi/referensi dari atasan/rekan sejawat/komunitas/organisasi
- Lampiran Dokumen - Surat keterangan mengajar minimal 5 tahun
- Lampiran Dokumen - Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
- Lampiran Dokumen - Hasil Kerja Siswa
- Lampiran Dokumen - Bukti Kegiatan Pembelajaran (opsional)
- Lampiran Dokumen - Rencana Pelatihan (RP)
- Lampiran Dokumen - Bukti Kegiatan Pelatihan

3. Esai
Menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan pada persyaratan calon pendamping

Berkas Dokumen Pernyataan Antara Lain:

1. Surat Komitmen
2. Surat Rekomendasi Seleksi Mentor Guru Penggerak
3. Surat Izin Atasan

Contoh Berkas Dokumen Persyaratan:


Demikian informasi ini semoga bermanfaat dan jangan lupa tuk berbagi. (*)

Cara Daftar Menjadi Fasilitator dan Pendamping Guru Penggerak Kemendikbud

Admin 6/15/2020
Program Guru Penggerak dirancang dengan menitikberatkan pada kualitas pelatihan dan pendampingan. Tujuannya agar peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang berdaya dan berkomitmen dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar murid.

Tahun ini, Kemendikbud akan merekrut 280 fasilitator dan 560 pendamping. Peran fasilitator dan pendamping akan menjadi kunci dalam memastikan dampak baik dan keberlangsungan program Guru Penggerak.

Kemendikbud mengajak para widyaiswara untuk mendaftarkan diri sebagai fasilitator. Fasilitator berperan dalam memandu proses pelatihan daring, mengumpulkan tugas-tugas peserta, memberi umpan balik dan motivasi, serta memfasilitasi refleksi belajar selama proses pelatihan calon Guru Penggerak.

Berikut Cara Daftar Menjadi Fasilitator dan Pendamping Guru Penggerak Kemendikbud:

1. Kunjungi laman Guru Penggerak Kemendikbud; https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/


2. Klik Tombol DAFTAR
3. Akan diarahkan ke laman pendaftaran yang terdiri dari 2 cara pendaftaran bagi guru, kepala sekolah mendaftar bisa menggunakan Akun SIM PKB sebagai Pendamping Guru Penggerak, bagi pengamat dan praktisi pendidikan bisa mendaftar melalui Nama dan Email.

Cara Daftar Menjadi Fasilitator dan Pendamping Guru Penggerak Kemendikbud



4. Jika telah selesai melakukan pendaftaran melalui akun SIM PKB. Otomatis akun dan proses pendaftaran telah diajukan sebagai calon fasilitator dan pendamping Guru Penggerak


5. Pada halaman akun ada yang harus di unduh untuk di pelajarai seperti pada gambar dibawah ini.


6. Setelah mendaftar dengan akun SIM PKB calon Pendamping wajib mengisi 3 Modul yaitu; 1) Curruculum Viate, 2) Dokomen Penting dan 3) Esai. Jika semua telah terisi tanda seru merah pada akun akan berubah menjadi tanda centng hijau. selanjutnya mengunduh berkas dan mengisinya, selanjutnya dikirim pada akuntersebut pada menu kirim berkas.

Demikian informasi ini semoga bermanfaat, dan jangan lupa untuk berbagi. Salam pendidikan.

4 Modul Pembelajaran Pelatihan Guru Penggerak Yang Akan Berlangsung Selama 9 Bulan

Admin 6/14/2020
4 Modul Pembelajaran Pelatihan Guru Penggerak Yang Akan Berlangsung Selama 9 Bulan

Dalam berbagai kesempatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terus menekankan pentingnya menghasilkan guru yang berpusat kepada murid pada Merdeka Belajar. Salah satu caranya adalah melalui pelatihan peningkatan kualitas guru.

Untuk itu, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemdikbud berencana untuk meluncurkan program guru penggerak.

“Program pelatihan yang akan kami lakukan adalah mendorong guru-guru yang sudah memiliki kemampuan untuk memahami pembelajaran yang berorientasi pada murid. Harapannya, guru ini dapat menjadi pemimpin pendidikan,” ungkap Dirjen GTK Kemdikbud Iwan Syahril secara terpisah, beberapa waktu lalu.

Adapun program pelatihan ini akan berlangsung selama sembilan bulan.

Usai lolos seleksi, peserta akan mempelajari bagaimana menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid. Beberapa pembahasan lainnya termasuk cara membangun budaya positif di sekolah.

Lulusan program guru penggerak diharapkan dapat menggerakkan komunitas belajar bagi rekan guru baik di sekolah maupun di wilayahnya. Mereka juga akan menjadi mentor bagi guru lainnya terkait pengembangan pembelajaran.

Seleksi untuk angkatan pertama akan dibuka bagi guru sekolah negeri atau swasta di jenjang TK, SD dan SMP. Baik guru PNS maupun non PNS dapat mengikuti pelatihan ini.

Persyaratan lainnya juga termasuk kualifikasi pendidikan minimal S1/D4, serta pengalaman mengajar minimal lima tahun. Diharapkan guru peserta memiliki sisa mengajar tidak kurang dari 10 tahun.

Pembukaan pendaftaran peserta Guru Penggerak akan dibuka pada tanggal 13 Juli 2020

Materi dan Capainan Pembelajaran Guru Penggerak dalam Pelatihan

Modul 1. Paradikma dan Visi Penggerak

Capaian Pembelajaran

1. Calon Guru Penggerak mampu memahami filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan melakukan refleksi kritis atas hubungan nilai-nilai tersebut dengan konteks pendidikan lokal dan nasional pada saat ini.

2. Calon Guru Penggerak mampu menjalankan strategi sebagai pemimpin pembelajaran yang mengupayakan terwujudnya sekolah sebagai pusat pengembangan karakter dengan budaya positif.

3. Calon Guru Penggerak mampu mengembangkan dan mengkomunikasikan visi sekolah yang berpihak pada murid kepada para guru dan pemangku kepentingan.
Topik Pembelajaran

Topik Materi Pembelajaran;
- Filosofi Pendidikan Indonesia
- Nilai-nilai dan peran Guru Penggerak
- Membangun visi sekolah
- Membangun budaya positif di sekolah

Durasi pembelajaran: Dua (2) bulan

Modul 2. Praktik Pembelajaran yang Berpihak Pada Murid

Capaian Pembelajaran

1. Calon Guru Penggerak dapat mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi untuk mengakomodasi kebutuhan belajar siswa yang berbeda.

2. Calon Guru Penggerak mampu mengelola emosi dan mengembangkan keterampilan sosial yang menunjang pembelajaran.

3. CGP mampu melakukan praktik komunikasi yang memberdayakan sebagai keterampilan dasar seorang coach .

4. Calon Guru Penggerak mampu menerapkan praktik coaching sebagai pemimpin pembelajaran.

Topik Materi Pembelajaran;
- Pembelajaran berdifferensiasi
- Pembelajaran emosi dan sosial
- Coaching

Durasi pembelajaran: Dua (2) bulan

Modul 3. Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah

Capaian Pembelajaran

1. Calon Guru Penggerak mampu melakukan praktik pengambilan keputusan yang berdasarkan prinsip pemimpin pembelajaran.

2. Calon Guru Penggerak mampu melakukan strategi pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, waktu, dan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berdampak pada murid.

3. Calon Guru Penggerak mampu merencanakan, mengorganisasikan, dan mengarahkan program perbaikan dan perubahan sekolah, serta memantaunya agar berjalan sesuai rencana dan mengarah pada tujuan.

4. Calon Guru Penggerak mampu mengembangkan kegiatan berkala yang memfasilitasi komunikasi murid, orangtua dan guru serta menyediakan peran bagi orangtua terlibat dalam proses belajar yang berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Topik Materi Pembelajaran;
- Pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran
- Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya
- Pengelolaan program yang berdampak pada murid

Durasi pembelajaran: Dua (2) bulan

Modul 4. Selebrasi, Refleksi, Kolaborasi dan Aksi

Capaian Pembelajaran

1. CGP merefleksikan perannya sebagai GP dan strategi yang telah dijalankan sebagai guru penggerak.

2. CGP berbagi praktik baik dengan rekan sejawat.

3. CGP membuat rencana tindak lanjut dan kolaborasi dengan rekan sejawat.

4. Calon guru penggerak membuat rencana tindak lanjut dan berkolaborasi dengan rekan sejawat.

Topik Materi Pembelajaran;
- Menjadi fasilitator kelompok dan perubahan
- Penyegaran topik-topik inti di modul 1, 2, dan 3
- Mengevaluasi proses mentoring bersama mentor
- Membagikan praktik baik kepemimpinan pembelajaran.

Durasi pembelajaran: Tiga (3) bulan

Pendaftaran Dimulai 15 Juni Menjadi Fasilitator dan Pendamping Guru Penggerak Bagi Guru, Kepala Sekolah dan Widyaiswara

Admin 6/13/2020
Pendaftaran Dimulai 15 Juni Bagi Guru, Kepala Sekolah dan Widyaiswara Menjadi Fasilitator dan Pendamping Guru Penggerak

BlogPendidikan.net - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah mempersiapkan peluncuran program Guru Penggerak dengan membuka kesempatan bagi widyaiswara, guru, kepala sekolah, dan praktisi pendidikan untuk menjadi fasilitator dan pendamping calon Guru Penggerak.

“Kami mengajak para insan pendidikan terbaik bangsa untuk menghadirkan perubahan nyata bagi pendidikan Indonesia dengan bergabung menjadi tim pendukung Guru Penggerak,” terang Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril, di Jakarta, Jumat (12/06/2020).


Hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA) yang dirilis oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dari tahun ke tahun menunjukkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan peringkat hasil PISA rendah di dunia. Melihat kondisi tersebut, Kemendikbud melakukan fokus pada peningkatan hasil belajar murid, dan tidak terlepas dari upaya peningkatan kompetensi guru, salah satunya melalui program Guru Penggerak.


“Transformasi pendidikan yang kita cita-citakan bersama, hanya bisa terwujud di saat semua pemangku kepentingan berorientasi pada murid,” imbuh Iwan.

Menurut Iwan, Guru Penggerak dan tim pendukungnya akan mampu mencetak SDM unggul yang berkompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila. “Bergotong royong dengan semua pemangku kepentingan untuk mencetak SDM unggul adalah kunci transformasi pendidikan untuk mencapai visi Indonesia 2045,” tuturnya.

Peran Penting Fasilitator dan Pendamping Guru Penggerak

Program Guru Penggerak dirancang dengan menitikberatkan pada kualitas pelatihan dan pendampingan. Tujuannya agar peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang berdaya dan berkomitmen dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar murid.

Tahun ini, Kemendikbud akan merekrut 280 fasilitator dan 560 pendamping. Peran fasilitator dan pendamping akan menjadi kunci dalam memastikan dampak baik dan keberlangsungan program Guru Penggerak.

Kemendikbud mengajak para widyaiswara untuk mendaftarkan diri sebagai fasilitator. Fasilitator berperan dalam memandu proses pelatihan daring, mengumpulkan tugas-tugas peserta, memberi umpan balik dan motivasi, serta memfasilitasi refleksi belajar selama proses pelatihan calon Guru Penggerak.

Partisipasi guru, kepala sekolah, dan praktisi pendidikan yang memiliki pengalaman dan mempraktikan merdeka belajar juga didorong untuk mengikuti seleksi sebagai pendamping. Para partisipan tersebut akan berperan sebagai pelatih dan mentor bagi para calon Guru Penggerak.

Para pendamping diharapkan dapat menjadi rekan diskusi untuk membantu calon Guru Penggerak dalam mengimplementasikan merdeka belajar di sekolah. Mereka akan memfasilitasi lokakarya bulanan, mencatat perkembangan, dan memberi umpan balik yang konstruktif.

Rekrutmen fasilitator akan dibuka mulai Senin, 15 Juni sampai dengan Rabu 24 Juni 2020, sementara rekrutmen pendamping dibuka Senin, 15 Juni dan ditutup Jumat, 26 Juni 2020. Untuk pendaftaran Guru Penggerak dimulai tanggal 13 Juli.

Informasi kriteria, proses rekrutmen, dan pendaftaran dapat diikuti pada laman https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/

Siap-siap, Kemendikbud Akan Luncurkan Program Pelatihan Guru Penggerak

Admin 6/11/2020
Siap-siap, Kemendikbud Akan Luncurkan Program Pelatihan Guru Penggerak

Dalam berbagai kesempatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terus menekankan pentingnya menghasilkan guru yang berpusat kepada murid pada Merdeka Belajar. Salah satu caranya adalah melalui pelatihan peningkatan kualitas guru.

Untuk itu, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemdikbud berencana untuk meluncurkan program guru penggerak.

“Program pelatihan yang akan kami lakukan adalah mendorong guru-guru yang sudah memiliki kemampuan untuk memahami pembelajaran yang berorientasi pada murid. Harapannya, guru ini dapat menjadi pemimpin pendidikan,” ungkap Dirjen GTK Kemdikbud Iwan Syahril secara terpisah, beberapa waktu lalu.

Adapun program pelatihan ini akan berlangsung selama sembilan bulan.

Usai lolos seleksi, peserta akan mempelajari bagaimana menciptakan pembelajaran yang berpihak pada murid. Beberapa pembahasan lainnya termasuk cara membangun budaya positif di sekolah.

Lulusan program guru penggerak diharapkan dapat menggerakkan komunitas belajar bagi rekan guru baik di sekolah maupun di wilayahnya. Mereka juga akan menjadi mentor bagi guru lainnya terkait pengembangan pembelajaran.

Seleksi untuk angkatan pertama akan dibuka bagi guru sekolah negeri atau swasta di jenjang TK, SD dan SMP. Baik guru PNS maupun non PNS dapat mengikuti pelatihan ini.

Persyaratan lainnya juga termasuk kualifikasi pendidikan minimal S1/D4, serta pengalaman mengajar minimal lima tahun. Diharapkan guru peserta memiliki sisa mengajar tidak kurang dari 10 tahun.

Namun, detil lainnya terkait kapan seleksi berlangsung beserta daerah sasaran program tersebut masih belum diinfokan oleh pihak Kemdikbud.

Sekilas Materi Belajar Guru Penggerak

Apabila para guru biasanya mengajar di kelas, mereka nantinya harus kembali belajar layaknya seorang murid ketika mengikuti program guru penggerak.

Saat ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) sedang mempersiapkan pelatihan daring bagi guru di tingkat TK, SD, dan SMP.

Nantinya, materi pembelajaran terdiri dari tiga modul yang masing-masing akan dibahas selama dua bulan. Pada tiga bulan terakhir, peserta akan mengikuti pendampingan tambahan.

Modul pertama ditunjukkan untuk menanamkan paradigma dan visi guru penggerak. Peserta akan mempelajari filosofi pendidikan Indonesia hingga nilai dan peran guru penggerak.

Begitu pula dengan bagaimana membangun visi sekolah dan budaya positif di sekolah.

Sedangkan, modul kedua berpusat pada bagaimana menciptakan praktik pembelajaran yang berpihak pada murid. Misalnya dengan menerapkan teknik diferensiasi di mana guru menyampaikan pembelajaran sesuai dengan minat belajar siswa. Hal ini diperlukan lantaran masing-masing peserta didik memiliki minat dan kemampuan yang berbeda-beda.

Lalu, modul ketiga mengangkat tema pemimpin pembelajaran dalam pengembangan sekolah. Terlebih, guru penggerak ini diharapkan dapat menjadi pemimpin pendidikan di sekolahnya.

Pelatihan juga disertai dengan konferensi untuk evaluasi dengan masing-masing mentor.

Pada angkatan pertama, Kemdikbud membuka kuota peserta program guru penggerak sebanyak 2.800 peserta dengan 50 peserta dari setiap 56 kabupaten/kota yang terpilih.

Namun, detail lainnya terkait kapan pendaftaran dibuka dan daerah sasaran program tersebut masih belum dibeberkan oleh Kemdikbud. (Sumber; beritasatu.com)