Showing posts with label Ujian Nasional. Show all posts
Showing posts with label Ujian Nasional. Show all posts

Sistem Pendidikan Akan Diubah Setelah UN Dibatalkan

One Be 4/04/2020
Sistem Pendidikan Akan Diubah Setelah UN Dibatalkan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa keputusan pemerintah membatalkan Ujian Nasional (UN) 2020 akan dipergunakan untuk merumuskan evaluasi pendidikan secara menyeluruh.

Hal tersebut ditegaskan Jokowi saat memimpin rapat terbatas bersama jajaran menteri dengan topik pembahasan strategi peningkatan peringkat Indonesia dalam Programme for International Student Asessment (PISA) di Istana Merdeka, Jakarta.

"Saya melihat ini menjadi momentum untuk merumuskan ulang sistem evaluasi standar dasar pendidikan dan menengah secara nasional. Apakah dalam pengendalian mutu pendidikan hanya menggunakan UN, atau standar yang dipakai seperti PISA," kata Jokowi.

Jokowi mengemukakan bahwa indonesia telah mengikuti survei PISA selama 7 putaran sejak peirode 2000 - 2018. Survei tersebut telah menunjukkan sistem pendidikan Indonesia pun telah berubah.
"Namun laporan yang saya terima, skor rata-rata PISA 2018 menurun di 3 bidang kompetensi dengan penurunan paling besar di bidang membaca, kemampuan matematika, dan kemampuan sains," katanya.
Maka dari itu, eks Gubernur DKI Jakarta itu meminta jajarannya untuk mengatasi hal ini. Terutama, berkaitan dengan proses pembelajaran bagi para siswa yang dilakukan para guru-guru di sekolah.

Cara Membuat Soal Online Melalui Google Formulir

One Be 4/03/2020
Blogpendidikan.net - Berikut akan dijelaskan bagaiman Cara Membuat Soal Online Melalui Google Form. Dengan bencana yang kita hadapi untuk mengantisipasi penyebaran virus corona meluas para siswa dan guru tidak diperkenankan melakukan aktifitas di sekolah sesuai Surat Edaran dari Kemendikbud Tentang Protokol Pencegahan Penyebaran COVID-19.
Untuk itu melalui totorial berikut ini semoga bisa membantu Bapak dan Ibu guru dalam mempersiapkan soal Ujian yang akan diberikan kepada siswa secara online.
Baca Juga; Contoh Soal LOTS dan HOTS Tentang COVID-19
Berikut Cara Membuat Soal Online Melalui Google Form;

1. Buka laman Google Form; https://www.google.com/intl/id_id/forms/about/
Klik pada menu pribadi "Buka Google Formulir"

Cara Membuat Soal Online Melalui Google Form


2. Untuk membuat formulir soal ujian online klik tanda (+) Membuat formulir baru

3. Akan tampil Formulir tanpa judul dan Pertanyaan tanpa judul untuk bagian keterangan soal dan soal pilihan ganda

4. Isikan formulir tanpa judul Keterangan soal Ujian dan tambahkan Formulir jawaban singkat untuk menginput nama dan kelas siswa

5. Pada gambar 4 akan tampil seperti gambar di bawah ini

6. Setelah menginput keterangan soal dan menambahkan formulir nama dan kelas, tahapan selanjutnya adalah menambahkan soal. Kali ini blogpendidikan akan menjelaskan cara membuat soal online pilihan ganda.
Pada gambar 5 tuliskan pertanyaan atau mencopy paste soal yang sudah ada di file MS Word atau PDF dan pastekan pada form "Pertanyaan tanpa judul"  untuk opsi pilihannya tinggal mempastekan juga pada baris Opsi 1 selanjutnya baris Opsi 2 dan seterunsya. lihat pada gambar di bawah ini

7. Setelah selesai menginput soal tersebut tinggal mengirimkannya dan formulir yang telah dibuat tadi tersimpan otomatis pada Google Driver. Anda tinggal mencari File formulir tersebut di penyimpanan Driver Google.
8. Untuk menambahkan pertanyaan selanjutnya anda tinggal mengklik tanda (+) Kanan atas, lihat pada gambar 7.
Jika soal sudah selesai di buat tinggal mengirimkan untuk mendapatkan link berbagi. Link tersebut tujuannya utuk dibagikan kepada siswa siswi anda, baik melalui WA atau Email. Lihat pada gambar di bawah, klik kirim dan akan terlihat link pada langkah selanjutnya


7. Link berbagi sudah siap dan soal ujianpun telah siap untuk dibagikan kepada siswa. Pada gambar dibawah perhatikan link yang di blok biru adalah link berbagi yang dikirimkan kepada siswa baik mwlalui WA atau Email

9. Dibawah ini adalah Contoh Soal Online yang telah jadi. maaf jika hanya 2 nomor saja, karna tujuan kami hanya memberikan penjelasan tahapan cara membuat soal ujian online

10. Jika soal telah selesai dan link berbagi sudah di berikan kepada siswa, bapak ibu tinggal menunggu hasil jawaban masing-masing siswa melalui form tersebut. Untuk melihat hasil pekerjaan siswa pada menu respon di form yang telah dibuat tadi.

Demikian informasi ini semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk berbagi, jika ada pertanyaan silahkan kirim pesan melalui Fans Page Kami di FACEBOOK; Blog Pendidikan

UN Dibatalkan Ini Syarat dan Ketentuan Kelulusan Siswa

One Be 3/27/2020
UN Dibatalkan Ini Syarat dan Ketentuan Kelulusan Siswa

Blogpendidikan.net - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, secara resmi menyampaikan pembatalan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2019/2020. Peniadaan UN berlaku untuk satuan pendidikan jenjang SMP/sederajat dan SMA/SMK/sederajat di Indonesia dengan mempertimbangkan keamanan dan kesehatan peserta didik di tengah pandemi Covid-19. Ketetapan ini tertuang dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease.

Mendikbud menyebutkan, dalam masa darurat penyebaran Covid-19 syarat penentu kelulusan siswa bisa dengan mengadakan ujian sekolah (US), dengan syarat US tidak mengumpulkan siswa secara fisik atau US bisa dilakukan secara daring. Jika sekolah tidak siap mengadakan US daring, US dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya.

“Jadinya yang dilaksanakan masing-masing sekolah adalah US, dan US ini ada beberapa opsi yang kita berikan, tapi itu adalah haknya sekolah,” kata Mendikbud dalam konferensi video daring bersama media pada kegiatan Bincang Sore, Selasa (24/3/2020).

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Plt Kabalitbang) Totok Suprayitno, US tidak hanya mengacu pada ujian tertulis, tetapi juga mencakup nilai rapor dan prestasi yang dimiliki siswa selama menempuh pendidikan. Untuk ujian tertulis (daring), materi yang akan tertuang dalam US merupakan kewenangan guru yang bersangkutan. Sekolah kini berperan sebagai penentu kelulusan siswa dengan berdasarkan evaluasi yang dilakukan guru. Sehingga penguasaan materi sangat bergantung dari cara siswa dan guru dalam memaksimalkan pembelajaran daring selama situasi darurat. Totok juga menyampaikan siswa akan tetap menerima ijazah tanpa mencantumkan nilai UN, karena sejak tahun 2015 UN lagi menjadi penentu kelulusan.

Sekolah yang telah melaksanakan US dapat menggunakan nilai US untuk menentukan kelulusan siswa. Namun bagi sekolah yang belum melaksanakan US ada beberapa ketentuan. Kelulusan SD/sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir (kelas 4, 5, dan 6 semester gasal), sementara nilai semester genap kelas 6 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan. Kelulusan SMP/sederajat atau SMA/sederajat juga ditentukan berdasarkan berdasarkan nilai lima semester terakhir dan nilai semester genap kelas 9 dan kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan. Sementara itu untuk kelulusan SMK/sederajat ditentukan berdasarkan nilai rapor, praktik kerja lapangan, portofolio, dan nilai praktik selama lima semester terakhir. Kemudian nilai semester genap tahun terakhir dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

Mengacu pada prinsip Merdeka Belajar, Mendikbud menyebut peniadaan UN tidak akan berdampak pada Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) karena akan tetap menggunakan sistem zonasi seperti tahun lalu. “UN tahun ini adalah sekedar pemetaan dari segi pendidikan, bukan ada dampaknya kepada siswa, dan juga seleksi untuk PPDB juga tidak tergantung pada UN,” ujar Mendikbud. Hanya saja, peniadaan UN tahun 2020 di tengah situasi darurat akan mengakibatkan tidak optimalnya pemetaan pendidikan.

Pelaksanaan UN SMK pada 28 provinsi yang sudah melaksanakkan UN di tahun 2020 ini juga tidak cukup menjadi tolok ukur dan pemetaan bagi pemerintah. Tolok ukur secara nasional di tahun 2020 dinilai tidak optimal, sehingga akan ditingkatkan  dengan pendekatan internasional, yaitu PISA (Programme for International Student Assessment). Di awal tahun, Kemendikbud sudah memperoleh data dari PISA yang dapat menjadi tolok ukur. Data PISA dirilis setiap tiga tahun sekali. Menurut Mendikbud, PISA dinilai lebih akurat karena sudah berstandar internasional. Pertimbangan ini menjadi salah satu alasan mengapa mulai tahun 2021 UN akan diganti dengan Asesmen Kompetensi dan Survei Karakter karena metode pengukurannya lebih mendekati PISA.

Bagi siswa SMK yang telah melaksanakan UN, Mendikbud tidak lupa menyampaikan permohonan maaf dan apresiasi atas perjuangan para siswa SMK selama mengikuti UN. “Saya sangat mengapresiasi anak SMK yang telah melakukannya dan mohon maaf kalau kecewa,” ujar Mendikbud. Ia mengatakan, keputusan untuk meniadakan pelaksanaan UN pada tahun ini karena melihat lonjakan jumlah kasus Covid-19 yang terjadi setiap hari. Pasien dan korban yang terus bertambah membuat pemerintah harus mengambil keputusan dalam situasi darurat.

sumber www.kemdikbud.go.id

Ketentuan US, Kelulusan dan Kenaikan Kelas Tahun 2020

One Be 3/25/2020
Ketentuan Kelulusan dan Kenaikan Kelas Tahun 2020

Blogpendidikan.net - Keadaan di Indonesia dan dunia sedang dalam bencana besar dengan penyebaran virus corona atau yang dikenal COVID-19, sistem pemerintahanpun diunji dengan merebaknya virus corona ini termasuk sistem pendidikan yang ada di negara kita terdampak langsung dengan berkembangnya status Indonesia keadaan darurat penyebaran COVID-19. Mendikbud mengambil keputusan dengan menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaa Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19. yang salah satunya point penting Pelaksanaan UN di Tiadakan. Ketentuan diatur dalam Surat Edaran tersebut sebagai berikut;

Ujian Sekolah untuk kelulusan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Ujian Sekolah untuk kelulusan dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, kecuali yang telah dilaksanakan sebelum terbitnya surat edaran ini
  2. Ujian Sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya;
  3. Ujian Sekolah dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh;
  4. Sekolah yang telah melaksanakan Ujian Sekolah dapat menggunakan nilai Ujian Sekolah untuk menentukan kelulusan siswa. Bagi sekolah yang belum melaksanakan Ujian Sekolah berlaku ketentuan sebagai berikut:
a. kelulusan Sekolah Dasar (SD)/sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir (kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 semester gasal). Nilai semester genap kelas 6 dapat digunakan sebagai tambahan niiai kelulusan;
b. kelulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/sederajat dan Sekolah Menengah Atas (SMA) / sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir. Nilai semester genap kelas 9 dan kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan; dan
c. kelulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) / sederajat ' ditentukan berdasarkan nilai rapor, praktik kerja lapangan, portofolio dan nilai praktik selama lima semester terakhir. Nilai semester genap tahun terakhir dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.
Baca Juga; BNPB Menetapkan Keadaan Darurat Covid-19 Dari 14 Hari menjadi 91 Hari

Kenaikan Kelas dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Ujian akhir semester untuk Kenaikan Kelas dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, kecuali yang telah dilaksanakan sebelum terbitnya Surat Edaran ini;
  2. Ujian akhir semester untuk Kenaikan Kelas dapat dilakukan dalam bentuk portofoiio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya;
  3. Ujian akhir semester untuk Kenaikan Kelas dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh.
Demikian informasi ini semoga bermanfaat.

Surat Edaran Mendikbud Tentang Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat COVID-19

One Be 3/24/2020
Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Penyebaran Virus Corona atau COVID-19

Surat Edaran Mendikbud Tentang Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat COVID-19


Unduh Surat Edaran Mendikbud Tentang Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat COVID-19;
UNDUH 1
UNDUH 2
Unduh Surat Edaran 0114/SDAR/BSNP/III/2020, Pelaksanaan UN Terkait Virus Corona; UNDUH

* Jika Pada Link Unduh 1 Tidak Bisa Silahkan Coba Pada Link 2

Pembatalan UN Tidak Berdampak Pada Proses Penerimaan Siswa Baru

One Be 3/24/2020
Terkait COVID-19, Pelaksanaan UN 2020 Resmi Ditiadakan

Blogpendidikan.net - Pemerintah memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2020 setelah melalui berbagai pertimbangan khususnya terkait wabah COVID-19.

“Setelah kami pertimbangkan dan diskusi dengan Presiden dan instansi di luar, kami putuskan membatalkan Ujian Nasional 2020,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim setelah rapat melalui Video Conference yang dipimpin Presiden Joko Widodo dengan topik Kebijakan UN Tahun 2020 di Jakarta, Selasa (24/3/2020). Alasan pembatalan tersebut yang pertama atas prinsip dasar Kemendikbud yakni keamanan dan kesehatan siswa-siswa.

Mendikbud mengatakan, keamanan keluarga siswa-siswi jika UN tetap dilaksanakan di dalam tempat-tempat pengujian bisa menimbulkan risiko kesehatan.
“Bukan hanya untuk siswa-siswa tapi juga keluarga dan kakek nenek karena jumlah sangat besar delapan juta yang tadinya dites UN,” kata Nadiem seperti dilansir Antara.

Baca Juga; 
Oleh karena itu, ia menegaskan tidak ada yang lebih penting daripada keamanan dan kesehatan siswa dan keluarga sehingga UN dibatalkan untuk 2020. “Kita juga sudah tahu UN bukan untuk syarat kelulusan atau syarat seleksi masuk jenjang pendidikan tinggi, saya rasa di Kemendikbud, lebih banyak risikonya daripada benefit untuk lanjutkan UN,” katanya. Hal itu berarti ujian sekolah masih bisa dilakukan oleh masing-masing sekolah tapi tidak diperkenankan untuk melakukan tes tatap muka yang mengumpulkan siswa di kelas.

“Ujian sekolah bisa diadministrasi lewat banyak opsi misalnya online atau angka 5 semester lain itu ditentukan masing-masing sekolah dan ujian sekolah tidak kami paksa untuk mengukur seluruh capaian kurikulum, banyak sekolah online tapi belum optimal tapi tidak kami paksa untuk mengukur capaian yang terdisrupsi oleh COVID-19,” katanya.

Pembatalan UN Tidak Berdampak Pada Penerimaan Siswa Baru

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memastikan pembatalan Ujian Nasional (UN) 2020 tidak akan berdampak pada penerimaan siswa didik baru baik untuk SMP maupun SMA.

Pada kesempatan yang sama, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan pembatalan UN sudah seharusnya tidak berdampak pada peserta didik baru untuk SMP maupun SMA. “Penerimaan siswa, 70 persen berdasarkan area sisanya lewat prestasi akumulasi nilai rapor atau menang lomba dan partisipasi aktivitas,” kata Nadiem.

Oleh karena itu, ia berharap hal itu bisa dilaksanakan dengan baik di sekolah-sekolah di seluruh Tanah Air. Sebab, ia menegaskan tidak ada yang lebih penting daripada keamanan dan kesehatan siswa dan keluarga sehingga UN dibatalkan untuk 2020.

Nadiem secara bersungguh-sungguh mengingatkan agar seluruh masyarakat Indonesia serius mengikuti arahan pemerintah untuk melakukan physical distancing terutama bagi mereka yang tinggal bersama orang tua berusia di atas 60 tahun.

Source; https://gtk.kemdikbud.go.id/
Judul Artikel; Terkait COVID-19, Pelaksanaan UN 2020 Resmi Ditiadakan

BSNP, Usulan Pembatalan Ujian Nasional Tahun 2020

One Be 3/24/2020
BSNP, Usulan Pembatalan Ujian Nasional Tahun 2020

Berdasarkan Nomor: 0003/PR/BSNP/III/2020

Bersama ini kami sampaikan bahwa dengan memperhatikan:

1. Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor: 13.A Tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia;

2. Keputusan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Nomor: 0053/P/BSNP/I/2020 tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2019/2020 BAB XVI;

3. Permohonan Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota serta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) tentang penundaan Ujian Nasional SMA/MA, SMP/MTs, dan Pendidikan Kesetaraan Program Paket B/Wustha dan Paket C/Ulya karena wabah pandemi virus Corona (COVID-19);

4. Laporan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan Ujian Nasional SMK/MAK oleh anggota BSNP dan Balitbang dan Perbukuan;

5. Keputusan rapat koordinasi BSNP dengan Balitbang dan Perbukuan, Pusat Asesmen dan Pembelajaran, dan Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 23 Maret 2020;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013, dan perubahan kedua sebagaimana Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015, bahwa yang berwenang membatalkan UN adalah Pemerintah. Oleh karena itu, demi kemaslahatan dan keselamatan bangsa, terutama peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan, BSNP sebagai badan mandiri dan independen yang berwenang menyelenggarakan Ujian Nasional (PP Nomor 19 Tahun 2005) mengusulkan kepada pemerintah agar Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2019/2020 dibatalkan. Surat usulan pembatalan Ujian Nasional sudah disampaikan oleh BSNP kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 23 Maret 2020.

Ditandatangani oleh Ketua BSNP Abdul Mu’ti dan Sekretaris BSNP KH Arifin Junaedi, tertanggal 24 Mei 2020

UNDUH Usulan Pembatalan Ujian Nasional Tahun 2020; UNDUH

Baca Juga;

BNPB Menetapkan Keadaan Darurat Covid-19 Dari 14 Hari menjadi 91 Hari

Ujian Nasional SD SMP SMA dan Madrasah Resmi Di Tiadakan Dengan Akumulasi Nilai Rapor

Ujian Nasional SD SMP SMA dan Madrasah Resmi Di Tiadakan Dengan Akumulasi Nilai Rapor

One Be 3/24/2020
Ujian Nasional SD SMP SMA dan Madrasah Resmi Di Tiadakan Dengan Akumulasi Nilai Rapor

Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK akhirnya resmi ditiadakan oleh pemerintah untuk jenjang SD, SMP, SMA dan madrasah.

Keputusan soal Ujian Nasional ditiadakan ini berdasarkan hasil rapat DPR diwakili pimpinan Komisi X (bidang pendidikan) dan pemerintah diwakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Senin (23/3/2020) pukul 23.00 WIB.

Di samping itu, hasil rapat yang dilakukan secara online tersebut juga menghasilkan keputusan mengenai rujukan kriteria kelulusan sebagai pengganti ujian nasional yang ditiadakan.
Keputusan untuk meniadakan ujian nasional ini juga mendukung upaya pemerintan untuk mencegah mewabahnya virus corona.

Baca Juga;
Keputusan meniadakan ujian nasional ini disepakati bersama 4 pimpinan Komisi pendidikan (X) antara lain; Syaiful Huda (ketua komisi, PKB), dan empat wakil ketua Agustina Wilujeng Pramestuti (PDIP), Hetifah Sjaifudian (Golkar), dan Dede Yusuf Macan Effendi (Demokrat), Abdul Fikri Faqih (PKS).

Berikut rangkuman keputusan pemerintah tentang ujian nasional ditiadakan dilansir dari Tribun Timur dalam artikel 'BREAKING NEWS: Darurat COVID-19; Ujian Nasional SMA, SMP, SD dan Madrasah 2020 Ditiadakan'

1. Akumulasi nilai rapor
Sebagai pengganti UN, pemerintah memutuskan akumulasi nilai rapor peserta UN akan jadi rujukan kelulusan. Sementara hasil UN SMK yang telah digelar selama empat hari, mulai Senin 16 hingga  Kamis 19 Maret 2020 pekan lalu tetap akan dijadikan standar kelulusan.

2. USBN secara daring
Opsi meniadakan UN untuk sekolah menengah, dasar dan madrasah hanya akan diambil jika pihak sekolah menjamin mampu menyelenggarakan USBN dalam jaringan (daring).
Ini berarti sekitar 7,0 juta Siswa SMA, SMK, SMP dan madrasah akan menyelesaikan soal UN di rumah. Tahun ini di Indonesia ada 7.072.442 peserta UN dari total 85.959 unit sekolah penyelaggara di 531 kabupaten kota di 34 provinsi. Namun, opsi ini sepertinya tidak bisa digelar.
Alasannya, unit komputer  soal UN dan server penyimpan dan pengelola jawaban soal UN berada di 99.048 Server Sekolah (Utama).
“Kami sepakat bahwa opsi USBN ini hanya bisa dilakukan jika dilakukan secara daring, karena pada prinsipnya kami tidak ingin ada pengumpulan siswa secara fisik di Gedung-gedung sekolah,” kata Ketua Komisi X DPR Saiful Huda.

3. Keputusan teknis segera keluar
Paling lambat, Selasa (24/3/2020) atau empat hari sebelum penyelenggaraan UN SMA dan madrasah yang digelar Senin (30/3) hingga 1 April 2020 pekan depan, keputusan teknis menteri pendidikan dan kebudayaan dijadwalkan keluar.
UN untuk SMA dan Aliyah digelar pekan depan, Senin (30 Maret hingga 1 April 2020). 
Sedangkan UN SMP/Mts dijadwalkakan pekan ketiga April, 20 - 23 April 2020. Sementara UN level SD dan ibtidaiyah 29-30 April 2020.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Ujian Nasional SD SMP SMA & Madrasah Resmi Ditiadakan karena Corona, ini yang Jadi Rujukan
Kelulusan, https://surabaya.tribunnews.com/2020/03/24/ujian-nasional-sd-smp-sma-madrasah-resmi-ditiadakan-karena-corona-ini-yang-jadi-rujukan-kelulusan?page=4.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta Editor: Adrianus Adhi

Pelaksanaan UN Ditunda di 6 Provinsi Demi Keselamatan Masyarakat

One Be 3/18/2020
Pelaksanaan UN Ditunda di 6 Provinsi Demi Keselamatan Masyarakat
Pelaksanaan UN Ditunda di 6 Provinsi Demi Keselamatan Masyarakat
Di tengah merebaknya wabah Covid-19, pelaksanaan ujian nasional (UN) tahun 2019/2020 di sebagian besar wilayah tetap berjalan sesuai dengan jadwal. Hari pertama pelaksanaan UN SMK (Senin, 16 Maret 2020) berjalan relatif aman dan sesuai dengan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. UN diikuti pelajar SMK di 28 provinsi dengan total peserta sebanyak 729.763 orang (47,17%) di 7.380 sekolah (53,9%).

Sementara enam provinsi yang menunda pelaksanaan UN adalah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, dan Riau, dengan total peserta sebanyak 817.169 peserta di 6.311 sekolah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, bagi daerah yang memutuskan untuk menunda UN, jadwal UN akan ditentukan kemudian, dengan  mempertimbangkan situasi  di masing-masing daerah. Pada prinsipnya, peserta didik tidak akan dirugikan, dan keamanan serta kesehatan mereka dan para pendidik tetap menjadi prioritas. “Pelaksanaan ujian bagi mereka akan diatur ulang sesuai prosedur, dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi yang berkembang,” ujarnya.

Bagi daerah yang menghentikan kegiatan belajar mengajar di sekolah, Mendikbud mengimbau agar Dinas Pendidikan memastikan siswa tetap belajar di rumah, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan mengurangi aktivitas yang berisiko seperti berada di kerumunan.
"Kita dukung kebijakan pemda untuk memastikan keamanan dan keselamatan semua warga sekolah. Ingat, ini bukan libur belajar, tetapi belajar di rumah, seperti anjuran Bapak Presiden," ujar Mendikbud.


Sebelumnya, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menerbitkan Protokol Pelaksanaan UN Tahun 2019/2020 untuk Penanganan Penyebaran Covid-19 melalui Surat Edaran Nomor 0113/SDAR/BSNP/III/2020. Di dalam edaran tersebut, BSNP menetapkan delapan langkah preventif agar pelaksanaan UN mengutamakan kesehatan peserta dan panitia.

Kemudian, melalui Surat Edaran Nomor 0114/SDAR/BSNP/III/2020, BSNP menegaskan dua opsi kepada Pemerintah Provinsi selaku Panitia UN di tingkat daerah untuk pelaksaan UN 2019/2020 di tengah wabah Covid-19. Bagi Pemerintah Provinsi atau Kabupaten/Kota yang tidak menyatakan keadaan darurat atau meliburkan kegiatan pendidikan di sekolah/madrasah di wilayahnya tetap menyelenggarakan Ujian Nasional sesuai jadwal, Prosedur Operasional Standar (POS), dan Protokol yang telah ditetapkan oleh BSNP.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Totok Suprayitno mengungkapkan, Kemendikbud menghimpun laporan penyelenggaraan UN SMK berdasarkan laporan dari panitia di tingkat provinsi serta pemantauan dari tim Kemendikbud di lapangan. "Secara umum berjalan lancar. Kendala-kendala di beberapa sekolah dapat ditangani oleh panitia setempat. Protokol kesehatan juga telah disosialisasikan dan dijalankan," jelasnya. (Desliana Maulipaksi)

Source; https://www.kemdikbud.go.id/
Penulis : pengelola web kemdikbud

Surat Edaran KEMENDIKBUD Tentang Jadwal Pelaksanaan UN Terkait Virus Corona

One Be 3/15/2020
Surat Edaran KEMENDIKBUD Tentang Pelaksanaan UN Terkait Virus Corona

Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sangat prihatin dengan penyebaran virus corona (COVID-19) yang telah menjadi wabah dunia dan menimbulkan korban jiwa. 

Sehubungan dengan hal tersebut, sebagai langkah antisipasi dan preventif untuk mencegah penyebaran COVID-19, dengan mengacu pada Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasional yang ditetapkan BSNP, maka pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tahun 2020 diatur sebagai berikut:

  1. Dalam hal Pemerintah Provinsi atau Kabupaten/Kota menyatakan keadaan darurat atau meliburkan kegiatan pendidikan di sekolah/madrasah di wilayahnya, maka pelaksanaan UN dapat dijadwalkan kemudian setelah berkoordinasi dengan Penyelenggara dan Panitia UN Tingkat Pusat.
  2. Dalam hal Pemerintah Provinsi atau Kabupaten/Kota tidak menyatakan keadaan darurat atau meliburkan kegiatan pendidikan di sekolah/madrasah di wilayahnya, maka Ujian Nasional tetap dilaksanakan sesuai jadwal, POS, dan Protokol UN yang telah ditetapkan oleh BSNP.
Mohon bantuan Saudara untuk meneruskan informasi ini kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kantor Kementerian Agama, dan Satuan Pendidikan dalam wilayah kewenangan Saudara.

Unduh Surat Edaran 0114/SDAR/BSNP/III/2020, Pelaksanaan UN Terkait Virus Corona; UNDUH

Pesan Mendikbud Terkait Virus Corona