Showing posts with label Format Penilaian. Show all posts
Showing posts with label Format Penilaian. Show all posts

Contoh Format Daftar Evaluasi Diri dan Program Tindak Lanjut Kerja Guru

Contoh Format Daftar Evaluasi Diri dan Program Tindak Lanjut Kerja Guru

BlogPendidikan.net
 - Perangkat pembelajaran yang memuat buku kerja guru menjadi skenario pembelajaran yang penting untuk dipersiapkan, yang tujuannya untuk membantu menciptakan guru yang berkompeten dibidangnya masing-masing yang akan membantunya menjadi fasilitator yang handal dan berkualitas seperti yang diharapkan undang-undang tentang guru dan dosen pada saat proses mengajar yang terjadi di kelas maupun di luar kelas.

Buku Kerja Guru

Buku kerja guru dipersiapkan oleh guru sebagai panduan guru dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya sebagai seorang pendidik dan seorang fasilitator bagi siswa di sekolah. 

Buku kerja merupakan desain pembelajaran yang disusun secara terstruktur serta mengikuti kurikulum yang berlaku  pada saat ini dan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal untuk siswa, guru, orang tua dan pihak sekolah.

Adanya revisi terbaru kurikulum 2013, para guru harus menyesuaikan dalam pembuatan dan penyusunan Buku Kerja Guru. Format, komponen dan sistematika tiap-tiap instrumen pada buku kerja tersebut mengalami sejumlah perubahan.

Instrumen yang mengalami perubahan yang sangat signifikan adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau RPP, Standar Kompetensi Lulusan atau SKL dan Silabus Pembelajaran.

Berikut ini adalah Contoh Format Daftar Evaluasi Diri dan Program Tindak Lanjut Kerja Guru dalam Buku Kerja 4 Guru:

Buku Kerja Guru 4 Terdiri Atas :
  1. Daftar Evaluasi Diri Kerja Guru
  2. Program Tindak Lanjut Kerja Guru
Untuk lebih memahami tentang  Contoh Format Daftar Evaluasi Diri dan Program Tindak Lanjut Kerja Guru Download >>> (doc) UNDUH (pdf) UNDUH

* buku kerja tersebut bisa anda ubah sesuai nama, dan alamat sekolah Anda

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Contoh Format Penilaian Siswa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Contoh Format Penilaian Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
BlogPendidikan.net
- Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Dalam melaksanakan penilaian, pendidik dan satuan pendidikan harus mengacu pada Standar Penilaian Pendidikan. 

Pada proses pembelajaran, yang berlangsung baik tatap muka ataupun jarak jauh, guru selalu mempersiapkan berbagai penilaian terhadap siswanya pada akhir pembelajaran suatu materi. Proses penilaian ini dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan siswa terhadap materi yang telah di ajarkan.

Karena kondisi pandemi, berbagai kiat guru mempersiapkan format penilaian terhadap siswa baik penilaian pengetahuan, sikap dan keterampilan, semua dilakukan berdasarkan kondisi tempat Bapak/Ibu mengajar, saat PJJ diterapkan baik luring ataupun daring harus mempersiapkan formulir penilaian kemampuan siswa.

Sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik dilakukan secara daring dan luring mau tidak mau harus dilakukan di tengah wabah covid-19. Sebab, tidak mungkin peserta didik dibiarkan saja libur panjang hingga menunggu covid 19 akan hilang.

Cara penilaiannya pun berubah dari tatap muka yang dalam kondisi normal dengan bertatap muka langsung tentu sangat berdeda dengan sistem pembelajaran saat ini, dimana proses penilaiannya sangat terbatas.

Dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sekolah pada masa pandemi covid-19 terdapat beberapa kendala seperti terbatasnya waktu pembelajar karena waktu pembelajaran di kurangi sehingga materi yang di sampaikan tidak tuntas.

Berikut BlogPendidikan.net akan berbagi tentang contoh format penilaian siswa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

* Contoh Format Penilaian Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) : UNDUH 

Lihat Juga :

* Lembar Kerja Siswa (LKS) Belajar Dari Rumah dan PJJ Kelas 1 - 6 SD : UNDUH

* Format Penilaian Harian (PH) Belajar Daring SD/MI Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 : UNDUH

* Format Analisis Ulangan Harian, Remedial dan Pengayaan : UNDUH

* Jurnal Guru Mengajar dan Jurnal Harian dalam Buku Kerja : UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Format Penilaian Hasil Belajar Siswa Tiga Aspek Kurikulum 2013 (xls)

Format Penilaian Hasil Belajar Siswa Tiga Aspek Kurikulum 2013 (xls)

BlogPendidikan.net
- Penilaian merupakan serangkaian kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan untuk memeroleh data dan informasi tentang proses dan hasil belajar peserta didik. 

Penilaian juga digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi tentang kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran sehingga dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan dan perbaikan proses pembelajaran.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan penilaian proses (formatif) dan hasil belajar (sumatif) berdasarkan Kurikulum 2013 pada tingkat SD sebagian pendidik (guru) merasakan penilaian sebagai beban terutama dalam hal melakukan teknik dan prosedur, pengolahan dan pelaporan hasil penilaian. Pendidik mengharapkan penilaian hasil belajar dalam Kurikulum 2013 sederhana dan mudah dilaksanakan


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan pendidik agar penilaian lebih bermakna dan implementatif dalam merencanakan, melaksanakan, mengolah, melaporkan hasil penilaian, adalah sebagai berikut : 

  1. Penilaian hasil belajar oleh pendidik bertujuan untuk memantau dan mengevaluasi proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan.
  2. Penilaian menggunakan acuan kriteria, yaitu berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
  3. Sistem penilaian direncanakan sesuai dengan prinsip-prinsip penilaian, sehingga hasil penilaian dapat digunakan untuk: a). Mengetahui pencapaian Kompetensi Peserta Didik, b). Bahan dan  penyusunan laporan kemajuan hasil belajar; dan c). Memperbaiki proses pembelajaran.
  4. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut, berupa perbaikan proses pembelajaran, program remedial bagi peserta didik yang pencapaian kompetensi di bawah ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi ketuntasan.
  5. Sistem penilaian terpadu dimana penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran sehingga harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan observasi lapangan, maka dalam penilaian harus ditekankan pada proses, dengan menggunakan instrumen observasi, wawancara, produk, dan penugasan lainnya.

Untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik, terkait sikap, pengetahuan, dan keterampilan perlu adanya langkah-langkah yang harus dilakukan. Langkah tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pengolahan penilaian hasil belajar di SD.


1. Penilaian Sikap

Penilaian sikap adalah kegiatan untuk mengetahui perilaku peserta didik pada saat pembelajaran dan di luar pembelajaran, yang dilakukan untuk pembinaan perilaku sesuai budi pekerti dalam rangka pembentukan karakter peserta didik.

Upaya untuk meningkatkan dan menumbuhkan sikap yang diharapkan sesuai dengan KI-1 dan KI-2 guru harus memberikan pembiasaan dan pembinaan secara terus menerus baik dalam pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Untuk mengetahui perkembangannya guru harus melakukan penilaian.

2. Penilaian Pengetahuan

Penilaian pengetahuan (KI-3) dilakukan dengan cara mengukur penguasaan peserta didik yang mencakup pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dalam berbagai tingkatan proses berpikir. 

Penilaian dalam proses pembelajaran berfungsi sebagai alat untuk mendeteksi kesulitan belajar (assesment as learning), penilaian sebagai proses pembelajaran (assessment for learning), dan penilaian sebagai alat untuk mengukur pencapaian dalam proses pembelajaran (assessment of learning).

3. Penilaian Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan dengan mengidentifikasi karateristik kompetensi dasar aspek keterampilan untuk menentukan teknik penilaian yang sesuai. Tidak semua kompetensi dasar dapat diukur dengan penilaian kinerja, penilaian proyek, atau portofolio. Penentuan teknik penilaian didasarkan pada karakteristik kompetensi keterampilan yang hendak diukur. 

Penilaian keterampilan dimaksudkan untuk mengetahui penguasaan pengetahuan peserta didik dapat digunakan untuk mengenal dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sesungguhnya (dunia nyata). Penilaian keterampilan menggunakan angka dengan rentang skor 0 sampai dengan 100 dan deskripsi.

Berikut format penilaian dalam kurikulum 2013 yang akan dibagikan dalam artikel ini yang mencakup tiga aspek yaitu penilaian Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan terhadap hasil belajar siswa.

Format Penilaian Hasil Belajar Siswa Tiga Aspek Kurikulum 2013 (xls) 1 : UNDUH
Format Penilaian Hasil Belajar Siswa Tiga Aspek Kurikulum 2013 (xls) 2 : UNDUH
Format Penilaian Hasil Belajar Siswa Tiga Aspek Kurikulum 2013 (xls) 3 : UNDUH


Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Contoh Format Kisi-Kisi dan Kartu Soal

Contoh Format Kisi-Kisi dan Kartu Soal
BlogPendidikan.net
- Kisi-kisi adalah suatu format atau matriks yang memuat kriteria tentang soal-soal yang diperlukan atau yang hendak disusun. Kisi-kisi berisi ruang lingkup dan isi materi yang akan diujikan. Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan sebagai petunjuk dalam menulis soal.

Kisi-kisi (test blue print atau table of specification) merupakan deskripsi mengenai ruang lingkup dan isi materi yang akan diujikan. Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan tekanan tes yang setepat-tepatnya, sehingga dapat menjadi petunjuk dalam menulis soal. Adapun wujudnya dapat berbentuk format atau matrik.

Dalam kisi-kisi yang lengkap sepatutnya memuat hal-hal yang akan menjadi pegangan dalam penyusunan soal :
  1. Pokok bahasan atau bahan pengajaran yang akan diujikan.
  2. Jenjang kemampuan yang akan diukur.
  3. Persentase tiap pokok bahasan/bahan pelajaran dan jenjang kemampuan.
  4. Bentuk soal yang paling patut untuk tiap soal.
  5. Perkiraan waktu yang dipergunakan untuk mengerjakan tes itu.
  6. Jumlah semua soal yang akan disusun.
Syarat Kisi-kisi yang baik :
  1. Mewakili isi kurikulum yang akan diujikan
  2. Komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami
  3. Soal-soalnya dapat dibuat sesuai dengan Indikator dan bentuk yang yang ditetapkan
Perumusan Indikator Soal :
  1. menggunakan kata kerja operasional (perilaku khusus) yang tepat
  2. menggunakan satu kata kerja operasional untuk soal objektif, dan satu atau lebih kata kerja operasional untuk soal uraian/tes perbuatan
  3. dapat dibuatkan soal atau pengecohnya (untuk soal pilihan ganda).
Pengertian Kartu Soal

Kartu soal merupakan sebuah matriks yang ditujukan untuk mempermudah pembuat soal menyusun soal berdasarkan Kompetensi Dasar pembelajaran, level kognitif, materi, dan indikator soal sesuai yang telah disepakati pada kisi-kisi penyusunan soal. Kartu soal merupakan matriks yang terpisah dari kisi-kisi soal.

Mengapa Kartu Soal Penting?

Apakah penting kartu soal? Jawabannya adalah sangat penting. Penilaian di satuan pendidikan harus memenuhi beberapa prinsip sesuai dengan Permendikbud Nomor 23 tahun 2016. 

Berikut Prinsip penilaian tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang  mencerminkan kemampuan yang diukur. 
  2. Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan  kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai
  3. Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
  4. Terpadu, berarti penilaian merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
  5. Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.
  6. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian mencakup semua aspek  kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau dan menilai perkembangan kemampuan peserta didik.
  7. Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.
  8. Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
  9. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi mekanisme, prosedur, teknik, maupun hasilnya.
Berikut ini BlogPendidikan.net akan berbagi tentang format kisi-kisi dan kartu soal. Yang bisa Anda unduh pada tautan dibawah ini.

Contoh Format Kisi-Kisi dan Kartu Soal ; UNDUH

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Kumpulan Daftar Format Penilaian Kurikulum 2013

Kumpulan Daftar Format Penilaian Kurikulum 2013

BlogPendidikan.net
- Penilaian merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dalam sistem pendidikan saat ini. Peningkatan kualitas pendidikan dapat dilihat dari nilai-nilai yang diperoleh siswa. 

Tentu saja untuk itu diperlukan sistem penilaian yang baik. Sistem penilaian yang baik akan mampu memberikan gambaran tentang kualitas pembelajaran sehingga pada gilirannya akan mampu membantu guru merencanakan strategi pembelajaran.

Sistem penilaian yang baik akan mampu memberikan gambaran tentang kualitas pembelajaran sehingga pada gilirannya akan mampu membantu guru merencanakan strategi pembelajaran. Bagi siswa sendiri, sistem penilaian yang baik akan mampu memberikan motivasi untuk selalu meningkatkan kemampuannya.

Berikut ini BlogPendidikan.net akan berbagi tentang kumpulan format penilaian yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran yang terdiri dari: Penilaian Pengetahuan, Penilaian Sikap dan Penilaian Keterampilan. Anda juga bisa menggunakan format ini sebagai acuan dalam membuat daftar penilaian siswa.

Berikut Kumpulan Daftar Format Penilaian Kurikulum 2013 dapat Aanda unduh pada tautan dibawah ini.

1. Kumpulan Daftar Format Penilaian Kurikulum 2013 >>> DISINI
2. Kumpulan Daftar Format Penilaian Kurikulum 2013 >>> DISINI

Contoh Format Penilaian Diri, Penilaian Antar Peserta Didik dan Observasi

Contoh Format Penilaian Diri, Penilaian Antar Peserta Didik dan Observasi

Berikut BlogPendidikan.net akan berbagi tentang contoh format penilaian diri, penilaian antar teman/peserta didik dan obsesvasi. Dalam format ini sudah terdapat deskripsi penilaian.

Salah satu komponen penilaian terhadap peserta didik adalah penilaian sikap, yang sudah termasuk dalam tiga komponen penilaian siswa yaitu Observasi, penilaian diri dan penilaian antar teman atau peserta didik.

1. Observasi

Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan instrumen yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Observasi langsung dilaksanakan oleh guru secara langsung tanpa perantara orang lain. Sedangkan observasi tidak langsung dengan bantuan orang lain, seperti guru lain, orang tua, peserta didik, dan karyawan sekolah.

Instrumen yang digunakan dalam observasi berupa lembar observasi atau jurnal. Lembar observasi atau jurnal tersebut berisi kolom catatan perilaku yang diisi oleh guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK berdasarkan pengamatan dari perilaku siswa yang muncul secara alami selama satu semester. Perilaku siswa

yang dicatat di dalam jurnal pada dasarnya adalah perilaku yang sangat baik dan/atau kurang baik yang berkaitan dengan indikator dari sikap spiritual dan sikap sosial. Setiap catatan memuat deskripsi perilaku yang dilengkapi dengan waktu dan tempat teramatinya perilaku tersebut. Catatan tersebut disusun berdasarkan waktu kejadian.

Bentuk instrumen yang digunakan untuk observasi adalah pedoman observasi yang berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik. Daftar cek digunakan untuk mengamati ada tidaknya suatu sikap atau perilaku. Sedangkan skala penilaian menentukan posisi sikap atau perilaku peserta didik dalam suatu rentangan sikap.

2. Penilaian Diri (self assessment)

Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri menggunakan daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik.

Skala penilaian dapat disusun dalam bentuk skala Likert atau skala semantic differential. Skala Likert adalah skala yang dapat dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang mengenai suatu gejala atau fenomena. Sedangkan skala semantic differential yaitu skala untuk mengukur sikap, tetapi bentuknya bukan pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum di mana jawaban yang sangat positif terletak dibagian kanan garis, dan jawaban yang sangat negatif terletak di bagian kiri garis, atau sebaliknya.

3. Penilaian Antar Peserta Didik

Penilaian antar peserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan untuk penilaian antar peserta didik adalah daftar cek dan skala penilaian (rating scale) dengan teknik sosiometri berbasis kelas. Guru dapat menggunakan salah satu dari keduanya atau menggunakan dua-duanya.

Untuk lebih jelasnya silahkan Anda unduh contoh format Penilaian Pada link dibawah ini :

Contoh Format Observasi >>> DISINI
Contoh Format Penilaian Diri >>> DISINI
Contoh Format Penilaian Antar Teman atau Peserta Didik >>> DISINI

Demikian penjelasan dalam artikel ini tentang Contoh Format Penilaian Diri, Penilaian Antar Teman/Peserta Didik dan Observasi semoga bermanfaat buat Anda sebagai bahan acuan dalam penyusunan Penilaian Siswa. Terima kasih dan jangan lupa berbagi.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOWING (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) 

Contoh Format Penilaian Harian (PH) Belajar Daring SD/MI Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6

Berikut Format Penilaian Harian (PH) Belajar Daring SD/MI Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6

BlogPendidikan.net
- Pelaksanaan penilaian merupakan implementasi atas perencanaan dan penyusunan instrumen penilaian. Waktu dan frekuensi pelaksanaan penilaian dilakukan berdasarkan pemetaan dan perencanaan yang dilakukan oleh pendidik sebagaimana yang tercantum dalam program semester dan program tahunan.

Penilaian Harian

Berdasarkan bentuknya, pelaksanaan penilaian terdiri dari pelaksanaan penilaian harian (PH), penilaian tengah semester (PTS), dan penilaian akhir semester (PAS). Penilaian harian (PH) dilaksanakan setelah serangkaian kegiatan pembelajaran berlangsung dalam menyelesaikan satu KD atau satu tema untuk jenjang SD. 

Penilaian tengah semester (PTS) merupakan kegiatan penilaian yang dilakukan untuk mengukur pencapaian KD mata pelajaran setelah kegiatan pembelajaran berlangsung 8-9 minggu. Cakupan PTS meliputi seluruh KD pada periode tersebut atau seluruh KD dari dua atau tiga tema. 

Frekuensi penilaian pengetahuan yang dilakukan oleh pendidik ditentukan berdasarkan hasil pemetaan penilaian dan selanjutnya dicantumkan dalam program tahunan dan program semester. Penentuan frekuensi penilaian tersebut didasarkan pada analisis KD. 

KD-KD “gemuk” (KD dengan materi pokok lebih dari satu dan atau memuat lebih dari satu KKO) dapat dinilai lebih dari 1 (satu) kali, sedangkan KD-KD “kurus” (KD dengan satu materi pokok dan satu KKO) dapat disatukan untuk sekali penilaian atau diujikan bersama. Dengan demikian frekuensi dalam penilaian atau ulangan dalam satu semester dapat bervariasi tergantung pada tuntutan KD dan hasil pemetaan oleh pendidik.

Berikut Contoh Format Penilaian Harian Belajar Daring SD/MI Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 bisa Anda unduh pada link di bawah ini :

Format Penilaian Harian Belajar Daring SD/MI Kelas 1 >>> DISINI
Format Penilaian Harian Belajar Daring SD/MI Kelas 2 >>> DISINI
Format Penilaian Harian Belajar Daring SD/MI Kelas 3 >>> DISINI
Format Penilaian Harian Belajar Daring SD/MI Kelas 4 >>> DISINI
Format Penilaian Harian Belajar Daring SD/MI Kelas 5 >>> DISINI
Format Penilaian Harian Belajar Daring SD/MI Kelas 6 >>> DISINI

Demikian informasi ini semoga contoh format penilaian harian (PH) bisa menjadikan referensi anda dalam mengelola nilai harian saat belajar daring. Terimakasih

Contoh Format Penilaian Kompetensi Pengetahuan Siswa dan Bentuk Penilaiannya

Contoh Format Penilaian Kompetensi Pengetahuan Siswa dan Bentuk Penilaiannya

BlogPendidikan.net
- Penilaian kompetensi pengetahuan atau kognitif  adalah penilaian yang dilakukan guru untuk mengukur tingkat pencapaian atau penguasaan peserta didik dalam aspek pengetahuan yang meliputi ingatan atau hafalan, pemahaman, penerapan atau aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. 

Seorang pendidik perlu melakukan penilaian untuk mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik. Penilaian terhadap pengetahuan peserta didik dapat dilakukan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan. Kegiatan  penilaian terhadap pengetahuan tersebut dapat juga digunakan sebagai pemetaan kesulitan belajar peserta didik dan perbaikan proses pembelajaran.

Ada 3 Bentuk Penilaian Kompetensi Pengetahuan Adalah :

1. Tes Tertulis

Tes tertulis merupakan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merepon dalam bentuk menulis jawaban, tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain. 

Ada 2 bentuk soal tes tertulis, yaitu :

1. Memilih jawaban, yang dibedakan menjadi : 

a. Pilihan ganda 
b. Dua pilihan (benar-salah, ya-tidak) 
c. Menjodohkan,
d. Sebab-akibat

2. Menyerupai jawaban, dibedakan menjadi :

a. Isin atau melengkapi,
b. Jawaban singkat, 
c. Uraian.

2. Tes Lisan

Tes bentuk lisan adalah tes yang digunakan untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi, terutama pengetahuan. Tes lisan berupa pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru secara ucap (oral) sehingga peserta didik merespons pertanyaan tersebut secara ucap juga, sehingga menimbulkan keberanian. Jawaban dapat berupa kata, frase, kalimat maupun paragraf yang diucapkan.

3. Penugasan

Penugasan adalah penilaian yang dilakukan oleh pendidik yang dapat berupa pekerjaan rumah dan atau proyek baik secara individu ataupun kelompok sesuai dengan karakteristik tugasnya. Dan dalam pemberian tugas kepada peserta didik, hendaknya ditentukan lama waktu
pengerjaannya.

Contoh Format Penilaian Kompetensi Pengetahuan Siswa >>> LIHAT DISINI

Penjelasan Lengkap Contoh Format, Instrumen dan Rubrik Penilaian Kompetensi Pengetahuan >>> LIHAT DISINI

Demikian artikel ini semoga bermanfaat buat Anda, dana jangan lupa berbagi. Terimakasih.

Baca Juga :

Contoh Format Penilaian Keterampilan Siswa dan Bentuk Penilaiannya

Contoh Format Penilaian Keterampilan Siswa dan Bentuk Penilaiannya

BlogPendidikan.net
- Kompetensi keterampilan terdiri atas keterampilan abstrak dan 
keterampilan konkret. Penilaian kompetensi keterampilan dapat dilakukan dengan menggunakan lima hal, yaitu unjuk kerja, projek, produk, portofolio, dan tertulis.

Penilaian keterampilan ini meliputi: keterampilan mencoba, mengolah, menyaji, dan menalar.  Dalam ranah konkret keterampilan ini mencakup aktivitas menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat. Sedangkan dalam ranah abstrak, keterampilan ini mencakup aktivitas menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang.
Berdasarkan Permendikbud nomor 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian,  pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio.

Bentuk Penilaian Keterampilan Terdiri Atas :

1. Tes Praktik

Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuaidengan tuntutan kompetensi.

Tes praktik dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu.Penilaian digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktik di laboratorium, praktik salat, praktik olahraga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/deklamasi, dan sebagainya. Untuk dapat memenuhi kualitas perencanaan dan pelaksanaan tes praktik, berikut ini adalah petunjuk teknis dan acuan dalam merencanakan dan melaksanakan penilaian melalui tes praktik.

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam merencanakan tes praktik :
  • Menentukan kompetensi yang penting untuk dinilai melalui tes praktik. 
  • Menyusun indikator hasil belajar berdasarkan kompetensi yang akan dinilai. 
  • Menguraikan kriteria yang menunjukkan capaian indikator hasil belajar. 
  • Menyusun kriteria ke dalam rubrik penilaian. 
  • Menyusun tugas sesuai dengan rubrik penilaian. 
  • Menguji cobakan tugas jika terkait dengan kegiatan praktikum atau penggunaan alat. 
  • Memperbaiki berdasarkan hasil uji coba, jika dilakukan uji coba. 
  • Menyusun kriteria/batas kelulusan/batas standar minimal capaian kompetensi peserta didik.
2. Penilaian Produk

Adapun penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk, teknologi, dan seni, seperti makanan (contoh: tempe, kue, asinan, baso, dan nata de coco), pakaian, sarana kebersihan (contoh: sabun, pasta gigi, cairan pembersih dan sapu), alat-alat teknologi (contoh: adaptor AC/DC dan bel listrik), hasil karya seni (contoh: patung, lukisan dan gambar),
dan barang-barang terbuat dari kain, kayu, keramik, plastik, atau logam.

3. Penilaian Projek

Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.

Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode atau waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, penyelidikan dan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran dan indikator/topik tertentu secara jelas.

Baca Juga : 
Pada penilaian proyek, setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan: (a) kemampuan pengelolaan: kemampuan peserta didik dalam memilih indikator/topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan, (b) relevansi, kesesuaian dengan mata pelajaran dan indikator/topik, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran, dan (c) keaslian: proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap proyek peserta didik.

Langkah-langkah yang harus dipenuhi dalam merencanakan penilaian proyek :
  • Menentukan kompetensi yang sesuai untuk dinilai melalui proyek. 
  • Penilaian proyek mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan proyek. 
  • Menyusun indikator proses dan hasil belajar berdasarkan kompetensi. 
  • Menentukan kriteria yang menunjukkan capaian indikator pada setiap tahapan pengerjaan proyek.
  • Merencanakan apakah task bersifat kelompok atau individual. 
  • Merencanakan teknik-teknik dalam penilaian individual untuk tugas yang dikerjakan secara kelompok.
  • Menyusun tugas sesuai dengan rubrik penilaian. 
4. Penilaian Portofolio

Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengancara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalambidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untukmengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/ataukreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Karyatersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkankepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik atau hasil ulangan dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik. Akhir suatu periode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru.Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, guru dan peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik dan terus melakukan perbaikan.

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam merencanakan penilaian portofolio :
  • Menentukan kompetensi dasar (KD) yang akan dinilai pencapaiannya melalui tugas portofolio pada awal semester dan diinformasikan kepada peserta didik. 
  • Merumuskan tujuan pembelajaran yang akan dinilai pencapaiannya melalui penilaian portofolio.
  • Menjelaskan tentang tujuan penggunaan, macam dan bentuk serta kriteria penilaian dari kinerja dan atau hasil karya peserta didik yang akan dijadikan  portofolio. Penjelasan disertai contoh portofolio yang telah pernah dilaksanakan. 
  • Menentukan kriteria penilaian. Kriteria penilaian portofolio ditentukan oleh guru atau guru dan peserta didik. 
  • Menentukan format pendokumentasian hasil penilaian portofolio, minimal memuat topik kegiatan tugas portofolio, tanggal penilaian, dan catatan pencapaian (tingkat kesempurnaan) portofolio. 
  • Menyiapkan map yang diberi identitas: nama peserta didik, kelas/semester, nama sekolah, nama mata pelajaran, dan tahun ajaran sebagai wadah pendokumentasian portofolio peserta didik.
Untuk contoh format penilaian keterampilan 1 >>> LIHAT DISINI

Untuk contoh format penilaian keterampilan 2 >>> LIHAT DISINI

Demikian tulisan ini contoh format penilaian keterampilan kurikulum 2013. Semoga bermanfaat dan terimakasih