Showing posts with label Siswa. Show all posts
Showing posts with label Siswa. Show all posts

Ceria Anak Menyambut Tahun Ajaran Baru: Guru Baru, Kelas Baru, Pelajaran Baru dan Baju Baru

Guru Baru, Kelas Baru, Pelajaran Baru dan Baju Baru

BlogPendidikan.net
- Bulan juli setiap tahunnya merupakan hari pertama masuk sekolah ditahun ajaran baru setelah libur dari ujian kenaikan kelas. Terlihat antusias dari raut wajah para siswa dan orang tua. 

Dengan penuh semangat, satu per satu siswa memasuki gerbang sekolah. Rasa cemas tersirat di wajah beberapa orang tua saat harus meninggalkan putra putrinya. 

Tangis mulai terdengar dari beberapa siswa kelas 1 ketika orang tua menyalami buah hatinya. Namun dengan sigap para guru segera tanggap dengan situasi ini sehingga dengan sekejap telah tampak kembali keceriaan siswa.
Dari sisi lain, ada siswa yang telah bersiap berkumpul di aula sekolah. Seakan mereka tidak sabar ingin mengetahui dimana kelas mereka yang baru dan siapa wali kelas serta pendampingnya. 

Ucapan selamat datang kembali di sekolah terdengar dari para guru dengan harapan agar tahun ini lebih baik dari tahun kemarin.

Para gurupun menyambut dengan kebahgiaan karena mereka akan memasuki kelas baru dan tentunya guru yang baru pula.
Dengan sepatu baru, baju baru dan tas baru mereka bersama-sama memasuki ruang kelas menerima pelajaran baru dari guru kelasnya. Orang taupun masih menunggu diluar kelas sambil mengintip dibalik ruang jendela. 

Sang guru kelaspun dengan keterampilannya, mulai terdengar suara bernyanyi yang dipimpin oleh guru, siswapun mengikuti nyanyian tersebut penug kebahagiaan.

Keceriaan terpancar karena tahun ini adalah tahun bersekolah dengan kelas baru, guru baru, baju baru dan pelajaran baru.
Mari kita sambut tahun ajaran baru ini dengan semangat baru, keceriaan menyambut siswa/siswi baru kita. Semangat tahun ajaran baru !!! 💪💪😀😀

Video Tutorial Senam Tobelo Untuk Peserta Didik dan Manfaatnya Untuk Kesehatan

Video Tutorial Senam Tobelo dan Manfaatnya Untuk Kesehatan

BlogPendidikan.net
- Semenjak wabah virus corona tahun 2019 aktifitas belajar dan kegiatan ekstrakurikuler pun tidak terlaksana aktifitas siswa di sekolah ditiadakan, seperti senam yang rutin dilaksanakan siswa siswi kita tidak bisa berjalan dengan efektif. 

Mungkin sebagian besar siswa sudah lupa dengan gerakan senam yang menarik ini (Seman Tobelo). Untuk itu BlogPendidikan.net kembali membagikan Video Tutorial Senam Tobelo dan Manfaatnya Untuk Kesehatan.

Mungkin kamu masih agak asing dengan nama jenis senam ini. Senam atau goyang Tobelo adalah salah satu jenis senam yang berasal Halmahera Utara, Maluku Utara yang kini tengah populer dan banyak dilakukan oleh masyarakat di berbagai kegiatan olahraga.
Selain menyenangkan untuk dilakukan karena diiringi musik, senam Tobelo juga memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh yang ternyata jarang diketahui oleh banyak orang.

Senam Tobelo dari beberapa sumber, diambil dari nama sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Senam, goyangan, atau apapun dinamakannya ini tidak lepas dari lagu Hioko Tobelo II yang juga sama tenarnya di kalangan masyarakat setempat.

Senam atau goyang tobelo ini cukup sederhana kurang lebih mirip dengan senam poco-poco yang dulu juga sempat populer di masyarakat. Di dua tahun belakangan ini Senam Tobelo menjadi tenar karena karakter lagunya yang meriah, sehingga tidak sedikit yang bergoyang saat lagu ini diperdengarkan pada beberapa acara dan kesempatan. Kepopuleran tari Tobelo pun semakin meluas berkat “peran” beberapa petinggi pemerintah daerah setempat.
Sekarang ini tarian Tobelo itu telah menjadi salah satu jenis senam yang sangat digemari, terutama oleh perempuan, terutama ibu-ibu. Tidak ada pakem gerakan pada senam ini, namun menjadi sangat variarif karena adanya bermacam kreativitas yang dipakai dalam gerakannya.

5 Manfaat senam Tobelo bagi kesehatan tubuh kita

Dibalik kepopulerannya, senam Tobelo ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Diambil dari beberapa sumber, berikut beberapa manfaat senama Tobelo bagi kesehatan tubuh kamu.

1. Membantu menenangkan pikiran

Iringan lagu atau musik pada senam Tobelo akan menstimulus atau menimbulkan perasaan gembira bagi mereka yang melakukan. Untuk kamu ketahui, gerakan pada senam tobelo yang mudah dilakukan ternyata berperan dalam mengaktifkan hormon endorfin dalam tubuh. 

Sebagaimana diketahui, hormon endorfin sangat berperan penting dalam menimbulkan suasana hati yang riang.

2. Mampu membakar lemak

Gerakan senam tobelo yang dinamis mampu membantu tubuh membakar lemak. Ini tentunya sangat diinginkan sekali terutama untuk perempuan yang menginginkan tubuh yang sehat dan langsing.

Gerakan memutarkan pinggang ke kanan dan kiri sedangkan kaki tetap dalam posisi terbuka selebar bahu dan menghadap ke depan, merupakan salah satu gerakan andalan untuk membakar lemak.

3. Menyehatkan jantung

Meskipun gerakan pada senam tobelo tergolong gerakan yang ringan, namun bukan berarti tidak memberikan dampak yang besar kesehatan jantung kamu.

Saat kamu melakukan senam Tobelo, maka otot jantung akan bekerja dengan aktif untuk memompa aliran darah dan menyuplai oksigen ke seluruh bagian tubuh terutama otot yang digunakan saat senam.

4. Meningkatkan daya tahan tubuh

Tak hanya sekedar sehat, rajin melakukan senam tobelo juga akan membuat tubuh menjadi lebih tahan terhadap serangan penyakit. 
Baca Juga: Contoh Angket Penilaian Minat Siswa Terhadap Pembelajaran dan Aktifitas Guru
Hal ini dikarenakan ketika keringat keluar saat melakukan senam tobelo, maka di saat itu pula toksin yang ada di dalam tubuh pun keluar.

5. Meningkatkan daya ingat

Dengan melakukan senam tobelo maka pasokan oksigen ke dalam otak sehingga sel saraf di dalam otak menjadi lebih aktif. Sel saraf yang aktif akan meningkatkan daya ingat seseorang. 

Tentunya senam ini dapat mencegah kamu dari penyakit seperti Alzheimer atau Parkinson.

Link Video Tutorial Senam Tobelo Peserta Didik : DISINI

Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6

Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6

BlogPendidikan.net
- Media pembelajaran adalah segala sesuatu sumber belajar yang digunakan oleh guru atau pengajar dalam proses pembelajaran, dimana didalamnya terdapat media atau alat yang digunakan untuk mempermudah siswa dalam menguasai materi yang disampaikan oleh pengajaran atau guru, salah satunya adalah Media PowerPoint.

Tentang PowerPoint

Power Point sebagai bagian dari fasilitas yang telah tersedia pada komputer merupakan salah satu piranti lunak dari paket Microsoft Power Point digunakan untuk membuat slide presentasi yang ditampilkan melalui layar komputer.
Berbeda dengan slide transparan atau mika, slide yang dibuat dengan Microsoft Power Point mempunyai banyak kelebihan, antara lain; mampu menampilkan tulisan dan gambar dengan bermacam warna, dapat dipadukan dengan gambar hidup atau film, proses penulisan yang mudah (bila salah ketik, tinggal di delete), pola tulisan dapat dipilih sesuai dengan selera kita dan dapat pula menyisipkan suara (lagu) sehingga presentasi menjadi lebih menarik dan atraktif

Microsoft Powerpoint adalah aplikasi milik Microsoft office selain microsoft word dan microsoft excel yan telah dikenal banyak orang. 

Microsoft Powerpoint menyediakan fasilitas slide untuk menampung pokok-pokok pembicaraan yang akan disampaikan kepada peserta didik.
Dengan fasilitas animasi sebuah slide bisa dimodifikasi agar menarik perhatian peserta didik. 

Begitu juga dengan adanya fasilitas front picture, sound dan effect dapat dipakai untuk membuat suatu slide yang bagus dan menarik.

Hal-hal yang perlu ditempuh dalam proses pembuatan presentasi Powerpoint Menurut (Dina Indriana) yaitu sebagai berikut:
  1. Mengidentifikasi program, memilih sesuai dengan materi, sasaran, latar belakang kemampuan siswa, usia dan tingkat pendidikan serta mengidentifikasi sumber pendukung seperti gambar, animasi, video, dan sebagainya.
  2. Mengumpulkan bahan pendukung sesuai dengan kebutuhan materi dan sasaran, seperti video, gambar, animasi, dan suara.
  3. Setelah mengumpulkan bahan dan materi sudah diringkas, maka masukkan ke dalam program Powerpoint.
  4. Setelah selesai semuanya, maka diteliti kembali setiap slide dari penyusunan materi tersebut
Untuk membantu dalam proses pembelajaran BlogPendidikan.net berbagi tentang Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint untuk jenjang SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Untuk mengunduhnya, pada tautan dibawah ini.

Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 1 >>> UNDUH
Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 2 >>> UNDUH
Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 3 >>> UNDUH
Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 4 >>> UNDUH
Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 5 >>> UNDUH
Media dan Materi Pembelajaran PowerPoint SD Kelas 6 >>> UNDUH

Terima kasih, semoga apa yang disajikan dalam artikel ini bisa bermanfaat dan jangan lupa berbagi.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEW

Tahun Ajaran Baru 2022/2023 Kemendikbud Berharap Siswa Bisa Kembali Belajar Tatap Muka Secara Penuh

Tahun Ajaran Baru 2022/2023 Kemendikbud Berharap Siswa Bisa Kembali Belajar Tatap Muka Secara Penuh

BlogPendidikan.net
- Tahun Ajaran Baru 2022/2023 Kemendikbud Berharap Siswa Bisa Kembali Belajar Tatap Muka Secara Penuh.

Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) berharap siswa di Tanah Air bisa menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh saat tahun ajaran 2022/2023.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud Ristek, Jumeri, berharap para siswa bisa kembali mendapatkan pembelajaran yang optimal di sekolah. 

"Harapan kami ke depan sudah bisa PTM full, kapan lagi anak-anak kita bisa menikmati pembelajaran yang diidam-idamkan," ujar Jumeri. 

Adapun dalam SKB 4 Menteri terbaru, pemerintah mengizinkan sekolah di wilayah pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 dan 2 untuk melaksanakan PTM 100 persen. 

Kendati demikian, orangtua atau wali siswa masih diperbolehkan mengajukan opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga tahun ajaran 2021/2022 berakhir, dengan melampirkan surat kesehatan dari dokter.

Saat ditanyakan soal apakah opsi PJJ masih menjadi pilihan bagi orang tua dan wali murid di tahun ajaran 2022/2023, ia hanya menegaskan, SKB terbaru mengamanatkan PTM dilakukan secara bertahap sesuai level PPKM di sejumlah wilayah. "SKB 4 Menteri terbaru juga sudah mengamanatkan full secara bertahap sesuai level," ujarnya. 

Diberitakan sebelumnya, pemerintah memperbarui kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah selama pandemi Covid-19. Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ristek Suharti mengatakan, daerah yang menerapkan PPKM level 1, 2, 3, dan 4 bisa menjalankan PTM dengan kapasitas 100 persen dengan sejumlah ketentuan. 

Rincian soal pelaksanaan PTM itu dituangkan dalam SKB 4 menteri Nomor 01/KB/2022, Nomor 408 Tahun 2022, Nomor HK.01.08/MENKES/1140/2022, dan Nomor 420-1026 Tahun 2022 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 yang diteken tanggal 22 April 2022. 

Dalam SKB 4 menteri yang terbaru itu, orangtua/wali murid masih diberikan pilihan untuk mengizinkan anak mereka mengikuti PTM atau memilih PJJ sampai tahun ajaran 2021/2022 berakhir. 

"Bagi orangtua/wali yang masih memilih pembelajaran jarak jauh perlu melampirkan surat keterangan kesehatan anaknya dari dokter," ujar Suharti dalam keterangan tertulis.

Suharti mengatakan, kelonggaran lainnya juga diberikan pemerintah selama PTM, di antaranya kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga kembali diperbolehkan dan dapat dilaksanakan di lapangan atau ruangan terbuka. 

Selain itu, kantin kembali dibuka dengan kapasitas pengunjung maksimal 75 persen untuk PPKM Level 1, 2, dan 3 dan 50 persen bagi satuan pendidikan di PPKM level 4. Pengelolaan kantin dilaksanakan sesuai dengan kriteria kantin sehat dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 

"Karena tidak semua anak bisa membawa bekal dari rumah, maka kita berikan izin agar kantin sekolah dapat kembali beroperasi dengan penerapan protokol kesehatan," ujarnya. 

Kemudian, untuk pedagang makanan di luar pagar gedung sekolah wajib dikoordinasikan dengan Satgas Penanganan Covid-19 setempat dan diperbolehkan berdagang dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan pengaturan PPKM. "Pastikan anak-anak kita mengonsumsi makanan yang bergizi dan dimasak dengan baik," ucap Suharti. kompas.com

8 Tips Bagi Guru Agar Siswa Menyukai dan Senang Belajar Matematika

Tips Agar Anak Menyukai dan Mudah Memahami Matematika

BlogPendidikan.net
- Setiap orang tua ataupun guru pasti menginginkan anak-anaknya pandai dan cerdas dalam belajar. Khususnya pada mata pelajaran matematika, yang konon katanya adalah pelajaran yang sukar, membosankan dan dibenci sebagian anak/siswa.

Padahal jika dipahami secara benar bagaimana karakteristik pelajaran matematika tentunya akan mudah menerapkannya kepada anak/siswa. Semua bergantung pada pendekatan yang dilakukan oleh Guru bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan agar anak menyukai dan tertarik belajar matematika.

Selanjutnya bagaimana tips yang dilakukan para guru dan orang tua agar anak/siswa menyukai dan mudah memahami pelajaran matematika. 
Berikut 8 tips yang bisa diterapkan oleh guru agar siswa menyukai, senang belajar matematika dan mudah memahami pelajaran matematika :

1. Perkenalkan matematika sambil bermain

Kenalkan kepada anak pelajaran matematika sambil bermain misalnya “Ibu membeli sepuluh buah jeruk lalu ibu akan membaginya tiga kepada anak, lalu berapa sisa ibu memiliki buah jeruk?”. Anak diminta untuk berpikir dan menghitung sehingga otaknya tidak merasa jenuh dalam mempelajari matematika.

2. Tanamkan pemahaman kepada anak bahwa matematika itu mudah

Daripada memaksa anak untuk menyukai matematika terus menerus, memberinya pemahaman adalah cara terbaik untuk anak. Caranya berikan pemahaman bahwa “Matematika itu mudah, tidak sesulit apa yang kamu bayangkan”. 
Berikan senyuman sembari mengucapkannya, hal ini membantu meyakinkan mereka bahwa ucapan itu benar setelah orang tua mengajari anak dalam mempelajari atau mengerjakan soal matematika untuk anak.

3. Ciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan

Hal yang paling mudah dilakukan adalah menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan ketika mempelajari matematika. Maksud bermain disini bukan menyediakan alat permainan ketika belajar, namun guru dan orang tua menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan.

4. Selama proses pembelajaran, jangan pernah ada paksaan sama sekali

Jika kita saja sebagai orang dewasa akan merasa kurang nyaman saat ada pemaksaan, apalagi dengan anak-anak. Mereka pasti akan merasa tertekan dan stress, jika kamu paksa untuk menyukai pelajaran yang satu ini.
Daripada memaksanya, lebih baik kamu menggunakan pendekatan secara persuasif. Tidak hanya itu, kamu sebagai orang tua juga harus rela dan mau, jika anak-anak meminta ditemani untuk belajar. Jangan sampai menolak dan banyak alasan-alasan yang enggak jelas.

5. Gunakan media pembelajaran yang sesuai dan menarik

Untuk membantu daya serap anak didik dalam mempelajari materi pelajaran matematika, orang tua atau guru seharusnya menggunakan media, metode atau strategi yang menarik. 

Misalnya cara atau rumus cepat dan alat-alat peraga. Tetapi pastikan media atau metode tersebut sesuai dengan materi dan kebutuhan anak.

6. Memberi motivasi pada anak

Jika Anda hanya fokus pada penyampaian materi kemudian mengerjakan soal, maka hal itu akan membuat anak semakin jenuh. Orang tua atau guru seharusnya memberi motivasi kepada anak agar lebih giat lagi untuk menggapai masa depan yang cerah, beri tahu manfaat dan tujuan mempelajari matematika dalam kehidupan sehari-hari, ceritakan kisah tokoh-tokoh matematika dunia sehingga anak dapat bersemangat dalam mempelajari matematika.

7. Jangan bersikap kaku

Matematika adalah pelajaran yang dianggap rumit dan membosankan bagi anak, untuk itulah jangan menambah kebosanan mereka dengan ekspresi dan sikap kaku. 
Anak bisa tegang dan tidak paham jika orang tua dan guru terlalu galak dalam mengajari matematika. Seharusnya, lebarkan senyuman dan bersikaplah lebih humoris, ini akan membantu untuk meringankan beban pikiran anak didik saat belajar matematika.

8. Gunakan teknologi sebagai media agar anak menyukai matematika

Saat ini teknologi sudah sangat pesat dan hampir semua lini pasti menggunakan teknologi. Makanya, kita harus bisa memanfaatkan teknologi sebagai media untuk belajar anak-anak.  

Contohnya anak-anak bisa bermain games yang mempunyai hubungannya dengan matematika atau anak-anak juga bisa melihat video-video tentang belajar matematika yang menyenangkan. 

8 tips di atas semoga bisa bermanfaat dan dapat diterapkan baik bagi orang tua ataupun guru di sekolah dalam proses pembelajaran matematika.

7 Hal Yang Harus Dipersiapkan Oleh Guru Menyambut Tahun Ajaran Baru

7 Hal Yang Harus Dipersiapkan Oleh Guru Menyambut Tahun Ajaran Baru

BlogPendidikan.net
 - Ujian kenaikan kelas telah selesai dan tentunya para siswa sudah menerima hasil selama setahun pelajaran dengan keterangan NAIK KE Kelas .... Gurupun juga tengah disibukkan mempersiapkan diri menyambut tahun ajaran baru.

Mulai sekarang guru mempersiapkan segala kelengkapan untuk memulai tahun ajaran baru. 

Persiapan-persiapan apa saja yang harus di siapkan oleh guru ditahun ajaran baru :

1. Persiapan Terhadap Siswa, Mengenal dan Mencari Tahu Informasinya

Sebelum Bapak/Ibu Guru bertemu dengan para siswanya untuk  memulai kelas belajar mengajar pertama, Bapak/Ibu Guru perlu mengenal setiap siswa dalam kelas secara individu. Memang, proses mengenal para siswa akan berjalan terus sepanjang tahun ajaran, tapi akan lebih baik lagi jika Bapak/Ibu bisa memulainya sejak tahun ajaran dimulai.
Pada dasarnya, guru memang harus mengenali seluruh siswanya agar tidak dinilai “pilih kasih”. Jangan sampai sebagai guru hanya mengenal beberapa siswanya saja, sehingga ketika sedang mengajar di dalam kelas, guru selalu memeriksa ke meja murid yang itu-itu saja.

2. Mempersiapkan Ruang Kelas

Mempersiapkan ruang kelas yang nyaman dan menata posisi tempat duduk sesuai kapasitas siswa dan klasifikasi siswa. Ini sangat penting mengatur tempat duduk membagi siswa berdasarkan tempat duduk yang sesuai dengan aturan penempatan siswa di kelas.

3. Mempersiapkan Rencana Pembelajaran

Guru yang baik adalah guru yang mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sebelum ia mengajar. RPP ini berfungsi sebagai skenario proses pembelajaran agar lebih mempermudah, dan menciptakan kegiatan pembelajaran yang lebih terarah pada tujuan pembelajaran.

4. Menentukan Metode Mengajar dan Media Mengajar

Dalam pemilihan metode mengajar dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu anak didik, tujuan, situasi, fasilitas dan guru. Karena itu, guru harus kreatif dalam pemilihan metode yang tepat dalam setiap kegiatan belajar mengajar. Begitupun media pembelajaran yang akan digunakn harus searah dengan metode yang digunakan.

5. Mempersiapkan Materi Yang Akan Diajarkan

Apa yang ingin diajarkan ke para siswa di hari-hari pertama tahun ajaran baru? Mempersiapkan bahan ajar adalah hal penting kedua yang perlu dilakukan oleh Bapak/Ibu Guru. Setiap bahan ajar biasanya terdiri dari materi pembelajaran, latihan, kuis, hingga konsep PR bagi para siswa.
Bahan ajar yang baik adalah yang dibuat oleh Bapak/Ibu Guru sendiri. Buatlah semacam rangkuman materi pembelajaran setiap mata pelajaran yang akan diajarkan selama sepekan atau bahkan satu semester. Rangkuman itulah yang nanti bisa diajarkan ke para siswa. 

6. Mempersiapkan Tujuan Pembelajaran Yang Ingin Dicapai

Perumusan tujuan pembelajaran pada umumnya dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yakni domain kognitif, afektif dan psikomotor. Domain kognitif mencakup tujuan yang berhubungan dengan ingatan, pengetahuan dan kemampuan intelektual. Domain afektif mencakup tujuan-tujuan yang berhubungan dengan perubahan-perubahan sikap, nilai, perasaan dan minat. Domain psikomotor mencakup tujuan-tujuan yang berhubungan dengan manipulasi dan kemampuan gerak (motor).

Merumuskan tujuan pembelajaran bukan sekedar membuat suatu tujuan. Tetapi harus dirumuskan berdasarkan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Selain itu, tujuan pembelajaran dijabarkan dari kompetensi dasar yang terdapat dalam kurikulum. Tujuan pembelajaran ini sudah termasuk dalam tujuan di RPP. 

7. Mempersiapkan Teknik-teknik Evaluasi Mengajar

Hendaklah guru merancang teknik-teknik evaluasi bagaimana yang akan diterapkan pasa siswa, mempersiapkan evaluasi dan penilaian sebelum proses pembelajaran adalah hal yang penting. 
Evaluasi ini berguna untuk mengukur kedalaman pengetahuan siswa dalam pemahaman terhadap materi yang diajarkan. Evaluasi ini bisa berbentuk pertanyaan-pertanyaan lisan atau tertulis. Setelah proses evaluasi selesai, guru harus melakukan proses penilaian. 

Penilaian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses belajar mengajar. Penilaian bertujuan untuk memberikan umpan balik bagi guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar maupun bagi siswa sendiri dan orang tua siswa, penilaian bermanfaat untuk mengetahui kemajuan belajar siswa.

Sekarang sudah memasuki tahun ajaran baru, tentunya segala hal suda dipersiapkan baik kelengkapan siswa dan guru. Semoga kiat ini bermanfaat buat Bapak dan Ibu Guru menjelang tahun ajaran baru.

11 Jenis Model Pembelajaran Aktif Yang Akrab Digunakan Guru Saat Mengajar

11 Model Pembelajaran Aktif Yang Akrab Digunakan Guru Saat Mengajar

BlogPendidikan.net
 - Seorang guru dalam proses pembelajaran harus dituntut menciptakan proses pembelajaran yang aktif, pembelajaran yang aktif suda seharusnya diterapkan pada siswa zaman sekarang (siswa zaman now), mereka dengan proses pembelajaran yang monoton akan lebih merasa bosan dan jenuh, dalam mengikuti proses pembelajaran yang berdampak pada tujuan pembelajaran yang tidak tercapai.

Pembelajaran aktif menurut Bonwell (1991) merupakan pembelajaran yang melibatkan berpartisipasi siswa dalam proses pembelajaran, di mana siswa melakukan suatu kegiatan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan tidak hanya pasif mendengarkan penjelasan guru. Selanjutnya, Weltman (2012) menyatakan bahwa pembelajaran aktif adalah suatu proses belajar di mana siswa secara aktif atau berdasarkan pengalaman belajarnya terlibat aktif dalam proses belajar. Pembelajaran aktif ini berfokus pada tanggung jawab belajar siswa.

Pembelajaran aktif membutuhkan lebih dari sekadar mendengarkan tetapi membutuhkan partisipasi aktif dari setiap siswa. Siswa harus melakukan berbagai aktivitas belajar sekaligus berfikir tentang bagaimana mencapai tujuan belajarnya. Hal ini merupakan metakognitif. Dengan demikian pembelajaran aktif dapat menumbuhkan metakognitif siswa.

Berikut 11 Model Pembelajaran Yang Akrab Digunakan Guru Saat Mengajar adalah sebagai berikut :

1. Diskusi Kelas

Diskusi kelas dapat diadakan secara langsung atau online. Diskusi kelas adalah sebuah rangkaian kegiatan pembelajaran kelompok di mana setiap kelompok mendapat tanggung jawab untuk mendiskusikan sesuai dengan tema/masalah/judul pembelajaran yang telah ditetapkan oleh guru, selanjutnya mereka akan membuat kesimpulan atau catatan kecil yang berisikan tuangan pikiran atau pendapat dari kelompok tersebut, dan itu menjadi tugas sekretaris kelompok kemudian diserahkan melalui ketua kelompoknya kepada guru yang bersangkutan.

2. Pembelajaran Berfikir Berpasangan atau Berbagi/Think Pair Share

Model pembelajaran TPS merupakan salah satu model pembelajaran aktif. Dengan model pembelajaran ini siswa dilatih bagaimana mengutarakan pendapat dan menghargai pendapat orang lain dengan tetap mengacu pada materi/tujuan pembelajaran. TPS dirancang untuk mempengaruhi interaksi siswa. Struktur ini menghendaki siswa bekerja saling membantu dalam kelompok-kelompok kecil.

Beberapa manfaat TPS dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengingat suatu informasi dan seorang siswa juga dapat belajar dari siswa lain serta saling menyampaikan idenya untuk didiskusikan sebelum disampaikan di depan kelas. Selain itu, TPS juga dapat memperbaiki rasa percaya diri dan semua siswa diberi kesempatan berpartisipasi dalam kelas.

3. The Learning Cell

The learning cell adalah salah satu cara dari pembelajaran kelompok, khususnya kelompok kecil. Dalam pembelajaran ini siswa diatur dalam pasangan-pasangan. Salah seorang di antaranya berperan sebagai tutor, fasilitator/pelatih ataupun konsultan bagi seorang yang lain. Orang yang kedua ini berperan sebagai siswa, peserta latihan ataupun seorang yang memerlukan bantuan. Setelah selesai, maka giliran peserta kedua untuk berperan sebagai tutor, fasilitator atupun pelatih dan peserta pertama menjadi siswa ataupun peserta latihan dan seterusnya.

4. Short Written Exercise

Sebuah latihan tertulis singkat yang sering digunakan adalah "satu menit menulis." Ini adalah cara yang baik untuk meninjau bahan dan memberikan umpan balik. Namun "satu menit menulis" tidak berarti siswa tidak mengambil satu menit namun siswa meringkas secara ringkat dan cepat. Siswa memiliki setidaknya 10 menit untuk bekerja pada pembelajaran ini untuk meninjau bahan, mencatat, dan mereviewnya.

5. Kelompok Belajar Kolaboratif

Penggunakan istilah kelompok belajar kolaboratif sebagai strategi pembelajaran aktif, bukan berarti pembelajaran invidual tidak dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran aktif. Pembelajaran aktif tidak merujuk pada jumlah siswa yang terlibat tetapi merujuk pada aktivitas siswa yang aktif dalam proses pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Sebuah kelompok belajar kolaboratif adalah cara yang sukses dalam proses pembelajaran untuk kompetensi yang berbeda untuk kelas yang berbeda.

Dalam kelompok belajar kolaboratif, guru dapat menetapkan siswa dalam kelompok 3-6 orang dan mereka diberi tugas untuk bekerja bersama-sama. Pastikan bahwa siswa dalam kelompok memilih ketua kelompok dan pencatat agar kegiatan yang mereka lakukan tidak ke luar dari jalur. Dalam rangka menciptakan partisipasi yang menarik dalam pembelajaran perlu ada pengaturan bagi semua siswa, seperti pengaturan kelompok, posisi tempat duduk (setting arrangement) yang sifatnya fleksibel.

6. Pembelajaran Sinergetik (Synergetic Teaching)

Pembelajaran ini merupakan salah satu jenis pembelajaran aktif (active learning), yaitu pembelajaran yang mengajak siswa belajar secara aktif, baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran, memecahkan persoalan, atau mengaplikasikannya. Pembelajaran Sinergetik adalah metode atau strategi yang menggabungkan dua cara belajar yang berbeda.

7. Kartu Sortir (Card Sort)H. Writing In The Here And Now

Bentuk Pembelajaran Kartu Sortir ini merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, penggolongan sifat, fakta tentang suatu objek, atau mengulangi informasi.

8. Writing In The Here And Now

Bentuk pembelajaran ini memberikan kesempatan siswa untuk menuliskan pengalaman belajarnya

9. Debat Aktif (Active Debate)

Bentuk pembelajaran debat aktif (Active Debate) merupakan bentuk pembelajaran yang secara aktif melibatkan siswa di dalam kelas bukan hanya pelaku debatnya saja.

10. Pembelajaran Model Jigsaw (Jigsaw Learning)

Bentuk pembelajaran ini merupakan bentuk pembelajaran yang menarik untuk digunakan jika materi yang akan dipelajari dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan materi tersebut tidak mengharuskan urutan penyampaian. Kelebihan strategi ini adalah dapat melibatkan seluruh siswa dalam belajar dan sekaligus mengajarkan kepada orang lain.

11. Menilai Kelas (Assessment Search)

Bentuk pembelajaran ini dapat dilakukan dalam waktu yang cepat dan sekaligus melibatkan siswa untuk saling mengenal dan bekerja sama.

Demikian artikel tentang 11 Model Pembelajaran Yang Akrab Digunakan Guru Saat Mengajar. Semoga memberikan manfaat dan terima kasih.

12 Model Penilaian Otentik dan Langkah-langkah Penyusunan Penilaian

12 Model Penilaian Otentik dan Langkah-langkah Penyususnan Penilaian

BlogPendidikan.net
- Model penilaian yang dapat dikembangkan untuk kegiatan penilaian otentik antara lain penilaian kinerja, penilaian proyek, penilaian portofolio, penilaian diri, penilaian antar teman, jurnal, penilaian tertulis, eksperimen atau demonstrasi, pertanyaan terbuka, pengamatan, menceriakan kembali teks, dan menulis sampel teks.

Tentang Penilaian Otentik

Penilaian otentik adalah merupakan salah satu bentuk penilaian hasil belajar peserta didik yang didasarkan atas kemampuannya menerapkan ilmu pengetahuan yang dimiliki dalam kehidupan yang nyata di sekitarnya. Makna otentik adalah kondisi yang sesungguhnya berkaitan dengan kemampuan peserta didik.

Dalam kaitan ini, peserta didik dilibatkan secara aktif dan realisitis dalam menilai kemampuan atau prestasi mereka sendiri. Dengan demikian, pada penilaian otentik lebih ditekankan pada proses belajar yang disesuaikan dengan situasi dan keadaan sebenarnya, baik itu di dalam kelas maupun di luar kelas.

Berikut 12 model penilaian Otentik yang diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas :

1. Penilaian Kinerja

Penilaian kinerja sering disebut sebagai penilaian unjuk kerja (performance assessment). Bentuk penilaian ini digunakan untuk mengukur status kemampuan belajar peserta didik berdasarkan hasil kerja dari suatu tugas. Pada penilaian kinerja peserta didik diminta untuk mendemonstrasikan tugas belajar tertentu dengan maksud agar peerta didik mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. Instrumen yang dapat digunakan untuk merekam hasil belajar pada penilaian kinerja ini antara lain: daftar cek (check list), catatan anekdot/narasi, skala penilaian ( rating scale).
2. Penilaian Proyek

Penilaian proyek (project assessment)adalah bentuk penilaian yang diujudkan dalam bentuk pemberian tugas kepada peserta didik secara berkelompok. Penilaian ini difokuskan pada penilaian terhadap tugas belajar yang harus diselesaikan oleh peserta didik dalam periode/waktu tertentu. Penilaian proyek dapat juga dikatakan sebagai penilaian berbentuk penugasan yang bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta didik menghasilkan karya tertentu yang dilakukan secara berkelompok.

3. Penilaian Portofolio

Penilaian portofolio merupakan salah satu penilaian otentik yang dikenakan pada sekumpulan karya peserta didik yang diambil selama proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu. Karya-karya ini berkaitan dengan mata pelajaran dan disusun secara sistematis dan terorganisir.

Proses penilaian portofolio dilakukan secara bersama antara antara peserta didik dan guru. Hal ini dimaksudkan untuk menentukan fakta-fakta peserta didik dan proses bagaimana fakta-fakta tersebut diperoleh sebagai salah satu bukti bahwa peserta didik telah memiliki kompetensi dasar dan indikator hasil belajar sesuai dengan yang telah ditetapkan.

4. Jurnal

Jurnal belajar merupakan rekaman tertulis tentang apa yang dilakukan peserta didik berkaitan dengan apa-apa yang telah dipelajari. Jurnal belajar ini dapat digunakan untuk merekam atau meringkas aspek-aspek yang berhubungan dengan topik-topik kunci yang dipelajari. 
Misalnya, perasaan siswa terhadap suatu pelajaran, kesulitan yang dialami, atau keberhasilan di dalam memecahkan masalah atau topik tertentu atau berbagai macam catatan dan komentar yang dibuat siswa. 

Jurnal merupakan tulisan yang dibuat peserta didik untuk menunjukkan segala sesuatu yang telah dipelajari atau diperoleh dalam proses pembelajaran. Jadi, jurnal dapat juga diartikan sebagai catatan pribadi siswa tentang materi yang disampaikan oleh guru di kelas maupun kondisi proses pembelajaran di kelas.

5. Penilaian Tertulis

Penilaian tertulis mensuplai jawaban isian atau melengkapi, jawaban singkat atau pendek dan uraian. Penilaian tertulis yang termasuk dalam model penilaian otentik adalah penilaian yang berbentuk uraian atau esai yang menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi dan sebagainya atas materi yang telah dipelajari. 

6. Penilaian Diri

Penilaian diri(self assessment)adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang diperolehnya dalam pelajaran tertentu. Dalam proses penilaian diri, bukan berarti tugas pendidik untuk menilai dilimpahkan kepada peserta didik semata dan terbebas dari kegiatan melakukan penilaian. Dengan penilaian diri, diharapkan dapat melengkapi dan menambah penilaian yang telah dilakukan pendidik.

7. Penilaian Antar Teman

Penilaian antar peserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai temannya terkait dengan pencapain kompetensi, sikap, dan perilaku keseharian peserta didik. Penilaian ini dapat dilakukan secara berkelompok untuk mendapatkan informasi sekitar kompetensi peserta didik dalam kelompok. Informasi ini dapat dijadikan sebagai bahan menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.

8. Pertanyaan Terbuka

Penilaian otentik juga dilakukan dengan cara meminta peserta didik membaca materi pelajaran, kemudian merespon pertanyaan terbuka. Penilaian ini lebih difokuskan terhadap bagaimana peserta didik mengaplikasikan informasi daripada seberapa banyak peserta didik memanggil kembali apa yang telah diajarkan. Pertanyaan terbuka tersebut harus dibatasi supaya jawabannya tidak terlalu luas dan bermakna sesuai dengan tujuannya.
9. Menceritakan Kembali Teks atau Cerita

Menceritakan kembali teks atau cerita merupakan model penilaian otentik yang meminta peserta didik membaca atau mendengarkan suatu teks kemudian menceritakan kembali ide pokok atau bagian yang dipilihnya. Penilaian model ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam mengungkapkan kembali apa yang sudah dibaca tidak sebatas pada apa yang didengar. 

10. Menulis Sampel Teks

Menulis sampel teks adalah bentuk penilaian yang meminta peserta didik untuk menulis teks narasi, ekspositori, persuasi, atau kombinasi berbeda dari teks-teks tersebut. Penggunaan model penilaian ini disarankan menggunakan rubrik yang dapat menilai secara analitis dan menyeluruh dalam ranah penulisan, seperti kosakata, komposisi, gaya bahasa, konstruksi kalimat, dan proses penulisan.

11. Ekperimen atau Demonstrasi

Pada penilaian melalui eksperimen atau demonstrasi peserta didik diminta melakukan eksperimen dengan bahan sebenarnya atau mengilustrasikan bagaimana sesuatu bekerja. Peserta didik dapat dinilai dengan menggunakan rubrik berdasarkan semua aspek yang dilakukan sesuai dengan karakteristik materi yang dieksperimenkan.

12. Pengamatan

Pada penilaian dengan pengamatan pendidik mengamati perhatian peserta didik dalam mengerjakan tugas, responnya terhadap berbagai jenis tugas, atau interaksi dengan peserta didik lain ketika sedang bekerja kelompok. Pengamatan dapat dilakukan dalam pembelajaran secara spontan maupun dengan perencanaan sebelumnya.

Langkah-Langkah Penyusunan Penilaian Otentik

Untuk dapat melaksanakan penilaian otentik secara tepat dan benar perlu diperhatikan beberapa langkah seperti berikut :
  1. Identifikasi dan Penentuan Standar yang akan dicapai. Tentukan kriteria keberhasilan belajar yang harus dikuasai oleh peserta didik secara jelas dan terukur.
  2. Penentuan Tugas Otentik. Tentukan tugas-tugas belajar yang harus dikerjakan oleh peserta didik dengan memperhatikan keterkaitan antara kompetensi belajar dan dunia nyata.
  3. Pembuatan Kriteria Tugas Otentik. Kriteria dalam penilaian otentik digunakan untuk menilai seberapa baik peserta didik menyelesaikan tugas dan seberapa baik mereka telah memenuhi standar. Kemampuan peserta didik pada suatu tugas ditentukan dengan mencocokkan kinerja peserta didik terhadap seperangkat kriteria untuk menentukan sejauh mana kinerja peserta didik memenuhi kriteria untuk tugas tersebut.
  4. Pembuatan Rubrik. Rubrik digunakan sebagai patokan untuk menentukan tingkat pencapaian peserta didik. Rubrik biasanya dibuat dengan berisi kriteria penting dan tingkat capaian kriteria yang bertujuan untuk mengukur kinerja peserta didik. Kriteria dirumuskan dengan kata-kata tertentu yang menunjukkan apa yang harus dicapai peserta didik. Tingkat capaian kinerja ditunjukkan dalam bentuk angka-angka, besar kecilnya angka tersebut bermakna tinggi rendahnya capaian hasil belajar peserta didik.
  5. Pengolahan Skor Penilaian Otentik. Hasil belajar peserta didik pada penilaian otentik berujud sekor. Sekor ini merupakan jumlah jawaban benar peserta didik yang merupakan hasil koreksi dari pendidik terhadap pekerjaan peserta didik. Proses penyekoran dapat dilakukan secara langsung, namun demikian lebih baik jika proses penilaian menggunakan rubrik. Sekor hasil belajar otentik ini selanjutnya dianalisis dan diolah menjadi nilai. Nilai ini menunjukkan bentuk kualitatif capaian hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran.
Demikian artikel ini tentang 12 Model Penilaian Otentik dan Langkah-langkah Penyususnan Penilaian, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Rujukan :
Modul PPG Daring. Kegiatan Belajar. Penilaian Otentik Tahun 2019.

25 Aktivitas Belajar Yang Sesuai dengan Karakteristik dan Tahapan Perkembangan Siswa SD

25 Aktivitas Belajar Yang Sesuai dengan Karakteristik dan Tahapan Perkembangan Siswa SD

BlogPendidikan.net
- Sebenarnya begitu banyak karakteristik yang bisa diidentifikasi dalam diri siswa yang dapat membawa pengaruh pada proses dan hasil pembelajaran secara keseluruhan. Aspek-aspek kejiwaan sebagai karakteristik siswa yang sangat berpengaruh pada proses dan hasil belajar selain kecerdasan seperti telah diuraikan, adalah kemampuan awal, yaitu kemampuan yang telah dimiliki oleh siswa (prior knowledge).

Menurut teori konvergensi, anak terlahir seperti kertas yang tertulis dengan tulisan samar, sehingga tugas guru dalam pembelajaran adalah mempertebal tulisan tersebut supaya menjadi terang dan jelas. Berdasarkan teori tersebut, setiap siswa memiliki potensi yang unik yang diwarisi oleh orang tuanya (nature) sehingga lingkungan mempengaruhi dalam pengembangan potensi tersebut (nurture). 
Potensi adalah kemampuan yang masih terkandung dalam diri siswa, masih tersembunyi, masih kuncup dan belum terwujudkan yang diperoleh dari pembawaan sejak lahir dan harus dikembangkan secara optimal. Potensi merupakan modal dan sekaligus batas-batas bagi perkembangan kecakapan atau hasil belajar.

Salah satunya karakteristik yang dimiliki anak SD adalah lebih senang bermain. Siswa sekolah dasar akan termotivasi untuk belajar ketika pembelajaran difasilitasi dengan permainan karena dunia mereka adalah dunia bermain yang penuh kegembiraan. Guru harus memfasilitasi pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk bermain yang relevan dengan materi pembelajaran yang hendak dikuasai siswa.
Berdasarkan karakteristik yang dimiliki siswa sekolah dasar, maka guru perlu memfasilitasi pembelajaran dengan aktivitas, efektif dan efisien yang relevan dengan karakteristik siswa SD. 

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 57 Tahun 2014, berbagai kegiatan dan aktivitas belajar yang dapat dilakukan sesuai dengan tahapan perkembangan siswa SD adalah :
  1. Siswa sekolah dasar mengenali sesuatu berdasarkan apa yang didengarnya karena itu guru dapat membacakan teks atau cerita.
  2. Siswa sekolah dasar adalah pendengar yang baik, sehingga guru memberi kesempatan kepada mereka untuk mendengarkan.
  3. Siswa sekolah dasar suka bekerja sama, guru dapat memberikan tugas untuk melakukan kegiatan berkelompok.
  4. Siswa sekolah dasar senang berimajinasi, guru perlu mendorong anak untuk mampu berimajinasi misalnya pada saat kegiatan membaca cerita.
  5. Guru memberi kesempatan dan menyiapkan kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan siswa di luar ruang bersama teman-temannya.
  6. Guru menyiapkan kegiatan yang mendorong siswa untuk bergerak secara terarah untuk mengasah keterampilannya.
  7. Siswa perlu diberi kesempatan mengasah keterampilan fisiknya sehingga dapat mengembangkan kemampuan motorik kasarnya misalnya melalui berbagai kegiatan berjalan, berlari, melompat, melempar dan untuk motorik halusnya dengan memberi kesempatan untuk menulis, menggambar, menggunting, dan lain-lain.
  8. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sendiri secara aktif tanpa diberi contoh.
  9. Guru dapat menyiapkan berbagai kegiatan yang mendorong siswa untuk berbicara secara aktif karena mereka suka melebih-lebihkan dalam bicara.
  10. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menjadi pembicara misalnya menyampaikan hasil kegiatannya, memberi komentar terhadap sesuatu dan sebagainya.
  11. Memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan diskusi atau kegiatan tanya jawab berpasangan karena pada umumnya mereka juga suka berdialog atau melakukan percakapan berpasangan.
  12. Guru menyiapkan kegiatan yang mendorong siswa untuk berkata-kata yang sifatnya deskriptif misalnya menceritakan pengalaman yang dialaminya.
  13. Guru perlu menyiapkan kegiatan yang mendorong siswa untuk berbicara secara aktif.
  14. Mendorong siswa untuk melaporkan hasil kerjanya secara lisan karena pada umumnya mereka adalah pembicara yang baik dam mempunyai perkembangan kosakata yang cepat.
  15. Guru dapat mendorong siswa mengkomunikasikan karyanya dalam berbagai bentuk gambar lengkap (misal gambar manusia sudah dapat lengkap), mewarnai gambar dengan warna natural/alami menyerupai warna aslinya.
  16. Guru perlu sering memperingatkan siswa untuk lebih teliti dalam mengerjakan tugas karena pada umumnya mereka bergerak cepat dan bekerja dengan tergesa-gesa, karena mereka penuh dengan energi.
  17. Guru perlu menyiapkan berbagai kegiatan yang dilakukan tidak hanya di dalam ruang tetapi juga di luar ruang karena siswa perlu pelepasan energi secara fisik (kegiatan di luar ruangan).
  18. Guru perlu mengatur kegiatan yang belum memerlukan konsentrasi yang lama karena siswa konsentrasinya masih terbatas.
  19. Guru perlu menyiapkan kegiatan yang menyenangkan karena pada usia ini perkembangan sosialnya masih sangat baik dan penuh dengan humor.
  20. Guru perlu menyiapkan kegiatan yang memungkinkan siswa untuk bekerja sama khususnya dengan teman yang sejenis.
  21. Batasan atau aturan perlu ditata sedemikian rupa karena siswa masih bermasalah dengan aturan dan batasan-batasan.
  22. Guru perlu menyiapkan berbagai kegiatan yang menghasilkan sesuatu karena pada usia ini mereka senang menghasilkan karya.
  23. Guru juga menyiapkan kegiatan-kegiatan yang berbentuk operasional konkret karena pada masa ini mereka masih bermasalah dengan kondisi abstrak.
  24. Guru harus mendorong siswa mengungkapkan ide, pendapat, saran atau cerita secara deskriptif, misalnya menceritakan pengalaman yang dialaminya.
  25. Menyiapkan berbagai kegiatan yang eksploratif misalnya mencari fakta dalam kamus, menyelidiki lingkungan, untuk dapat mengenal dunia yang lebih luas bukan hanya yang dekat dengan dirinya.
Demikian artikel tentang 25 Aktivitas Belajar Yang Sesuai dengan Karakteristik dan Tahapan Perkembangan Siswa SD, semoga memberikan manfaat. Terima Kasih.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

19 Kiat Bagaimana Cara Mengajar Yang Profesional, Efektif dan Menyenangkan

19 Kiat Bagaimana Cara Mengajar Yang Profesional, Efektif dan Menyenangkan

Blogpendidikan.net
 - Menjadi guru bukan hanya sekedar berdiri, menjelaskan dan membagikan soal-soal latihan tapi lebih daripada itu guru harus bisa memahami karakter siswa dan penguasaan kelas yang efektif sehingga anak didik  merasa senang dalam menerima proses pembelajaran tersebut. 

Guru sebaiknya tahu cara mengajar yang baik kepada murid-muridnya. Ketika di dalam kelas, seorang guru mengambil kendali atas kegiatan yang akan dilakukan saat belajar dengan murid-muridnya. Jika respon murid ternyata merasa senang belajar bersama guru yang yang bersangkutan, bisa dipastikan guru tersebut menggunakan metode mengajar yang baik dan tidak monoton. 

Sebagian guru masih ada yang mengajar dengan menggunakan metode lama, yang seolah-olah hanya guru saja yang boleh aktif sementara murid-muridnya hanya mendengarkan. Sekarang ini, anak-anak dituntut untuk lebih aktif, sehingga cara mengajar guru juga harus berubah menjadi lebih baik dan maksimal.
Bagaimana cara mengajar yang efektif dan menyenangkan! agar anak didik tidak jenuh dan gurupun mengajar mencapai ketuntasan dalam pembelajaran.

Berikut 19 Kiat Bagaimana Cara Mengajar Yang Profesional, Efektif dan Menyenangkan:

1. Jangan Berdiri Seperti Patung

Maksud tidak berdiri seperti Patung adalah seorang guru sebaiknya bergerak ketika sedang mengajar, tidak hanya berdiri di depan kelas saja, atau hanya duduk di meja guru. lakukan teknik mobile teaching dengan cara guru mencoba untuk mengajar secara lebih dekat dengan muridnya, dan berkeliling untuk mengetahui situasi kelas dan murid-muridnya ketika sedang belajar. jika memang pelajaran hitungan sedang diberikan, cobalah guru untuk mendekati murid di setiap baris tempat duduknya dan lihat perkembangan mereka ketika sedang mengerjakan hitungan tersebut. jika saja ada murid yang sedang melamun, atau merasa bingung, maka guru akan dengan mudah mengetahuinya.

2. Buat Mereka Merespon Perhatian

Untuk mengetahui apakah murid-murid kita ini memperhatikan kita saat mengajar pelajaran tertentu atau tidak, guru bisa melakukan diskusi atau debat argumen supaya mereka mau mengeluarkan pendapatnya. memang tidak semua murid kita akan bisa berpendapat dengan baik, beberapa ada yang terkendala masalah komunikasi. namun, apapun respon mereka, pancing terus mereka untuk berpendapat dan hargai setiap pendapat yang mereka lontarkan. selain materi pembelajaran dapat mudah mereka fahami, kita juga mengajarkan mereka untuk berani berbicara dan menerima pendapat orang lain. hal ini merupakan dasar komunikasi yang baik untuk bekal murid-murid kita di masa depan.

3. Lakukan Variasi

Melakukan variasi dalam metode mengajar ternyata akan berpengaruh positif terhadap pemahaman murid-murid kita. bisa dibayangkan jika yang terjadi di kelas adalah hanya berbicara saja, dan mendengarkan tanpa ada yang bertanya, maka pemahaman pelajaran akan terasa lebih sulit. cobalah untuk membuat variasi ketika mengajar. sebelum masuk ke inti pelajaran, di awal cobalah untuk lebih rilexs dengan menyanyikan lagu yel-yel kelasnya, agar belajar tetap semangat. guru juga bisa menyisipkan games dalam setiap pelajaran yang sedang diberikan, asalkan games ini berhubungan dengan mata pelajaranya. lakukan lebih banyak diskusi dengan murid-murid kita, agar mereka aktif dan lebih memahami subjek pelajaranya.

4. Berikan Perhatian

Mengajar bukan saja memberikan materi pelajaran untuk murid-murid kita agar mereka mengetahui dan mempelajarinya. mengajar juga harus memperhatikan keadaan murid-muridnya. jika kembali ke masa sekolah dulu, biasanya sang guru akan memperhatikan siswa-siswa tertentu saja, seperti siswa yang paling sering bolos, yang paling pintar, paling cantik dan lain sebagainya. predikat inilah yang bisa membuat guru sangat mudah mengenali satu persatu muridnya. sebaiknya berikan perhatian kepada seluruh murid. tiap murid memiliki talenta dan karakter yang berbeda, maka ketahuilah satu persatu dan dukung mereka agar bisa berkembang menjadi lebih baik.
5. Maksimalkan Teknologi

Sekarang sudah serba canggih, metode mengajar kita juga harus disesuaikan dengan teknologi yang ada agar mengajar semakin mudah. manfaatkan komputer, Laptop, tablet dan lainya untuk digunakan murid-murid dalam mempelajari sesuatu subjek. agar tidak bosan, ubahlah text book pelajaran menjadi bentuk gambar atau audio, dengan begini murid akan menemukan sesuatu yang dianggap baru dan menyenangkan. memanfaatkan teknologi tentunya akan selalu berkaitan dengan internet. saat ini ada banyak website edukasi yang akan memberikan pengetahuan tentang mata pelajaran yang sedang murid-murid bahas bersama gurunya ini. mereka bisa mengakses video pembelajaran atau membaca artikel terkait, untuk membuat mereka lebih faham.

6. Interaktif

Cobalah untuk menggunakan metode belajar yang interaktif dengan murid-murid kita. seorang guru memang menguasai materi pelajaran yang akan diberikan kepada anak muridnya, namun perkembangan anak juga harus kita fikirkan. mereka akan banyak memiliki rasa ingin tahu tentang sesuatu, terhadap tentang issu yang mungkin sedang dibahas pada mata pelajaran tertentu. berikan kesempatan mereka untuk bertanya seputar pelajaran yang dibahas. guru bisa mengawali dengan menceritakan kisah pendek terkait pelajaran tersebut. buat mereka menjadi bertanya-tanya agar mereka lebih mudah mengerti dan memahami sebenarnya bagaimana menyelesaikan pertanyaan dalam suatu pelajaran tertentu.

7. Sesekali Belajar di Luar Kelas

Beberapa guru ada yang suka menggunakan metode ini, dimana murid-muridnya digiring ke luar kelas pada pagi hari, dan mereka belajar di luar kelas. metode seperti ini dianggap akan kembali merefresh keadaan otak murid-murid kita yang sudah sering menerima pelajaran setiap harinya. lakukan pembelajaran yang cenderung menyenangkan, seperti membuat pasangan kata pada sebuah kertas dan menyuruh mereka untuk mencari maksud dari padanan kata tersebut, sesuai dengan buku pelajaran. coba perhatikan, murid-murid akan merasa lebih refresh dan lebih mudah untuk menyerap pelajaran. mereka akan lebih konsenstrasi, terlebih keadaan diluar masih di jam pagi hari.

8. Siapkan Materi dengan Animasi

Dalam menyampaikan pelajaran kepada murid-murid kita, sebaiknya kita tidak menghabiskan waktu dengan membahas point yang kurang penting untuk disampaikan. siapkan poin-poin dari materi pelajaran utama dalam bentuk yang lebih animasi. jika memang bisa disampaikan dengan poin, kita bisa gunakan slide presentasi lewat power poin. buatlah beberapa slide tampilan materi pembelajaran dengan menyisipkan animasi lucu dan bergerak di dalamnya. hal ini akan berguna agar penyampaian materi tidak membosankan. penjelasan poin seperti ini juga lebih jelas dalam mengarahkan tujuan pembelajaran itu sendiri. sesekali sarankan juga murid-murid untuk belajar membuat presentasi lewat power point. selain itu, kita juga bisa gunakan Video pembelajaran agar suasana belajar lebih baru.
9. Lebih Sabar dan Berikan Reward

Sebagai guru, kita juga harus bisa lebih sabar untuk menghadapi berbagai respon anak murid kita, baik sabar dalam pemahaman pembelajaran, maupun sabar dalam mendorong mereka untuk terus semangat belajar. respon anak murid kita akan berbeda-beda terhadap pelajaran, sekalipun berbagai strategi yang unik sudah coba kita lakukan untuk membuat suasana belajar lebih seru. untuk lebih menyemangati anak murid kita, tidak ada salahnya jika kita memberikan reward atau hadiah setiap anak murid kita berhasil menjawab pertanyaan kuis atau test harian saat di kelas. hadiah juga merupakan salah satu motivasi untuk anak-anak murid kita agar lebih semangat belajar.

10. Perhatikan Closing Mengajar

Saat pelajaran akan segera berakhir waktunya, maka terapkan teknik closing belajar yang benar, agar murid-murid tidak mudah melupakan poin apa saja yang telah mereka pelajari hari ini. ulangi kembali poin pembelajaran tadi, secara garis besar agar murid-murid kita tetap mengingatnya dan juga mulai memahaminya. setelah itu, coba untuk menarik kesimpulan dari pembelajaran tersebut agar bisa melanjutkan ke materi selanjutnya secara teratur, murid akan tetap mengingat materi sebelumnya, jika teknik closingnya seperti ini. beritahukan tentang materi yang akan dibahas selanjutnya di pertemuan berikutnya. sarankan murid-murid untuk membaca poin penting pelajaran berikutnya sebelum kelas dimulai.

11. Berusahalah tampil di muka kelas dengan prima

Kuasai betul materi pelajaran yang akan diberikan kepada siswa. Jika perlu, ketika berbicara di muka kelasa tidak membuka catatan atau buku pegangan sama sekali. Berbicaralah yang jelas dan lancar sehingga terkesan di hati siswa bahwa kita benar-benar tahu segala permasalahan dari materi yang disampaikan.

12. Berlakulah bijaksana

Sadarilah bahwa siswa yang kita ajar, memiliki tingkat kepandaian yang berbeda-beda. Ada yang cepat mengerti, ada yang sedang, ada yang lambat dan ada yang sangat lambat bahkan ada yang sulit untuk bisa dimengerti. Jika kita memiliki kesadaran ini, maka sudah bisa dipastikan kita akan memiliki kesabaran yang tinggi untuk menampung pertanyaan-pertanyaan dari anak didik kita. Carilah cara sederhana untuk menjelaskan pada siswa yang memiliki tingkat kemampuan rendah dengan contoh-contoh sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari walaupun mungkin contoh-contoh itu agak konyol.
13. Berusahalah selalu ceria di muka kelas

Jangan membawa persoalan-persoalan yang tidak menyenangkan dari rumah atau dari tempat lain ke dalam kelas sewaktu kita mulai dan sedang mengajar.

14. Kendalikan emosi

Jangan mudah marah di kelas dan jangan mudah tersinggung karena perilaku siswa. Ingat siswa yang kita ajar adalah remaja yang masih sangat labil emasinya. Siswa yang kita ajar berasal dari daerah dan budaya yang mungkin berbeda satu dengan yang lainnya dan berbeda dengan kebiasaan kita, apalagi mungkin pendidikan di rumah dari orang tuanya memang kurang sesuai dengan tata cara dan kebiasaan kita. Marah di kelas akan membuat suasana menjadi tidak enak, siswa menjadi tegang. Hal ini akan berpengaruh pada daya nalar siswa untuk menerima materi pelajaran yang kita berikan.

15. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa

Jangan memarahi siswa yang yang terlalu sering bertanya. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa dengan baik. Jika suatu saat ada pertanyaan dari siswa yang tidak siap dijawab, berlakulah jujur. Berjanjilah untuk dapat menjawabnya dengan benar pada kesempatan lain sementara kita berusaha mencari jawaban tersebut. Janganlah merasa malu karena hal ini. Ingat sebagai manusia kita mempunyai keterbatasan. Tapi usahakan hal seperti ini jangan terlalu sering terjadi. 
Untuk menghindari kejadian seperti ini, berusahalah untuk banyak membaca dan belajar lagi. Jangan bosan belajar. Janganlah menutupi kelemahan kita dengan cara marah-marah bila ada anak yang bertanya sehingga menjadikan anak tidak berani bertanya lagi. Jika siswa sudah tidak berani bertanya, jangan harap pendidikan/pengajaran kita akan berhasil. 

16. Memiliki rasa malu dan rasa takut

Untuk menjadi guru yang baik, maka seorang guru harus memiliki sifat ini. Dalam hal ini yang dimaksud rasa malu adalah malu untuk melakukan perbuatan salah, sementara rasa takut adalah takut dari akibat perbuatan salah yang kita lakukan. Dengan memiliki kedua sifat ini maka setiap perbuatan yang akan kita lakukan akan lebih mudah kita kendalikan dan dipertimbangkan kembali apakah akan terus dilakukan atau tidak.

17. Harus dapat menerima hidup ini sebagai mana adanya

Di negeri ini banyak semboyan-semboyan mengagungkan profesi guru tapi kenyataannya negeri ini belum mampu/mau menyejahterakan kehidupan guru. Kita harus bisa menerima kenyataan ini, jangan membandingkan penghasilan dari jerih payah kita dengan penghasilan orang lain/pegawai dari instansi lain. Berusaha untuk hidup sederhana dan jika masih belum mencukupi berusaha mencari sambilan lain yang halal, yang tidak merugikan orang lain dan tidak merugikan diri sendiri. Jangan pusingkan gunjingan orang lain, ingatlah pepatah “anjing menggonggong bajaj berlalu.”
18. Tidak sombong

Tidak menyombongkan diri di hadapan murid/jangan membanggakan diri sendiri, baik ketika sedang mengajar ataupun berada di lingkungan lain. Jangan mencemoohkan siswa yang tidak pandai di kelas dan jangan mempermalukan siswa (yang salah sekalipun) di muka orang banyak. Namun panggillah siswa yang bersalah dan bicaralah dengan baik-baik, tidak berbicara dan berlaku kasar pada siswa.

19. Berlakulah adil

Berusahalah berlaku adil dalam memberi penilaian kepada siswa. Jangan membeda-bedakan siswa yang pandai/mampu dan siswa yang kurang pandai/kurang mampu Serta tidak memuji secara berlebihan terhadap siswa yang pandai di hadapan siswa yang kurang pandai.

Menjadi Guru yang ideal menyenangkan dan profesional tidaklah mudah, karena kita memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan materi pelajaran kepada murid-murid kita, serta kewajiban kita selanjutnya adalah membuat mereka memahami tujuan pembelajaran tadi agar mereka lebih cepat memahaminya.

Respon murid terhadap pelajaran tentu berbeda-beda, oleh karena itu kita harus menggunakan metode belajar yang lebih baru dan modern agar murid-murid betah karena gurunya melakukan cara mengajar yang baik. Semoga Informasi tentang 19 Kiat Bagaimana Cara Mengajar Yang Profesional, Efektif dan Menyenangkan bisa memberikan pencerahan dan sebagai referensi sanda dalam mengajar.