Showing posts with label Tips Untuk Guru. Show all posts
Showing posts with label Tips Untuk Guru. Show all posts

Ini Tips Bagi Guru PNS Agar Cepat Naik Pangkat dan Golongan

Hambatan Guru Naik Pangkat, Ini Tips Agar Cepat Naik Pangkat dan Golongan Guru PNS

BlogPendidikan.net
- Setiap guru pasti menginginkan kenaikan pangkat dengan cepat, namun pada pelaksanaannya terdapat banyak hambatan. Ada banyak perbedaan mendasar dalam sistem kenaikan pangkat guru berdasarkan Permenpan dan RB Nomor 16 tahun 2009 ini dengan peraturan sebelumnya yang menjadi dasar system kenaikan pangkat guru. 
Bila berdasarkan Kepmenpan Nomor 83/1994, guru relatif mudah dalam proses pengumpulan angka kredit, sehingga lebih cepat dan mudah naik pangkat ke jenjang yang lebih tinggi.

Apa saja yang menjadi hambatan bagi guru PNS dalam pengajuan kenikan pangkat dan golongan pada tingkat diatasnya.

Budaya kerja:
  • Guru lebih banyak berorientasi wicara daripada menulis 
  • Guru lebih suka mengajar daripada menulis
  • Rendahnya keterlibatan guru dalam kegiatan seminar, workshop diklat dan lainnya
Hambatan administratif:
  • Kelemahan mengarsipkan surat, SK, surat tugas atau bukti fisik lainnya
  • Kelemahan menyajikan bukti-bukti untuk kenaikan pangkat
  • Kelemahan dalam pemahaman peraturan tentang jabatan guru
  • Ketidaktepatan waktu pengusulan berkas kenaikan pangkat
Hambatan struktural:
  • Keterlambatan dalam pengajuan kenaikan pangkat. Guru sering terjebak pada rutinitas, sehingga usul kenaikan pangkatnya kadang terlambat disampaikan atau karena persyaratan yang tidak kunjung lengkap.
  • Keterbatasan tenaga Tim Penilai Angka Kredit Guru baik.
Untuk mengatasi hambatan hambatan tersebut ada 5 tips yang harus ditempuh guru sehingga proses kenaikan pangkat dan jabatan guru dapat berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti.

Tips agar cepat pengurusan kenaikan pangkat dan golonga bagi guru PNS :

1. Penuhi tugas-tugas mengajar

Beban kerja guru untuk mengajar, mendidik, membimbing, mengarahkan dan/atau melatih paling sedikitnya 24 jam tatap muka bagi guru kelas atau guru mata pelajaran. Sedangkan bagi guru Bimbingan dan Konseling 150 peserta didik dalam 1 tahun. Oleh karena itu setiap guru harus mampu memenuhi jam wajib mengajar tersebut atau jumlah bimbingan yang dibuktikan dengan SK Pembagian Tugas Mengajar dari Kepala Sekolah/ Madrasah.

2. Pahami peraturan yang ada

Guru merupakan sebuah profesi. Didalamnya banyak peraturan yang menaungi guru dalam rangka mengembangkan profesi tersebut. Sudah selayaknya bagi setiap guru senantiasa memahami peraturan yang ada guna mewujudkan guru yang professional. Peraturan peraturan yang ada banyak dimuat dalam sebuah buku, jurnal, surat edaran, majalah, internet dan lain-lain tinggal peran aktif dari guru yang bersangkutan untuk mengaksesnya.

3. Tingkatkan kemampuan kamu menulis

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa hal yang menjadi kendala guru sulit untuk naik pangkat adalah karena ketidakmampuan dalam menyusun karya tulis ilmiah. Padahal saat ini setiap guru yang akan naik pangkat jabatan ke golongan III/c sudah diwajibkan membuat karya tulis ilmiah. Oleh karena itu mulai saat ini guru harus segera membiasakan untuk menulis karya tulis ilmiah dan menguasai cara menulis karya tulis ilmiah. Kemampuan menulis sudah selayaknya melekat pada profesi seorang guru. Guru tidak boleh lagi apatis karena merasa tidak mampu menulis sehingga enggan, malas bahkan pasrah ketika menghadapi sebuah tuntutan dalam membuat karya tulis. Untuk mengasah kemampuan dalam menulis, seorang guru harus mau belajar dan yang paling penting adalah senantiasa membiasakan dalam menulis.

4. Penuhi syarat administratif

Pemenuhan syarat administratif ini juga berkaitan dengan poin 2 di atas yakni guru harus paham terhadap peraturan yang ada khususnya peraturan tentang jabatan fungsional guru serta peraturan yang lainnya berkaitan dengan peningkatan karir profesi seorang guru.

5. Carilah dan bertanya pada orang yang berpengalaman

Mengurus kenaikan pangkat guru cukup rumit dan harus senantiasa menyesuaikan dengan birokrasi yang sudah ditetapkan. Tak jarang para guru mengalami kesulitan atau bingung dalam mengurusnya. Jangan malu untuk bertanya pada pihak-pihak yang memang paham. Anda bisa bertanya pada sesama rekan atau bertanya langsung pada Penilai Angka Kredit atau Pegawai Dinas Pendidikan yang mengurus masalah kenaikan pangkat guru. Mintalah penjelasan secara terperinci mengenai langkah-langkah pengurusan hingga dan berbagai informasi penunjang lainnya.

Demikian penjelasan singkat ini tentang kenaikan pangkat guru PNS, semoga Anda dalam pengajuan pangkat tidak ada hambatan, dan mendapatkan pangkat dan golongan baru.

Buat Guru, Ada 7 Tips Membangkitkan Semangat dan Minat Siswa Saat Pembelajaran Berlangsung

Buat Guru, Ada 7 Tips Membangkitkan Semangat dan Minat Siswa Saat Pembelajaran Berlangsung

BlogPendidikan.net
 - Tugas guru memang sangatlah berat, tidak seperti anggapan orang diluar sana bahwa pekerjaan guru cukup berdiri, menjelaskan memberi tugas dan selesai. Itu sangat salah besar, Guru adalah orang terpilih karena memiliki kepribadian mengajar dan mendidik, tidak semua orang bisa menjadi seperti guru. 
Memulai pelajaranpun memiliki kiat tersendiri supaya prosesnya mencapai tujuan yang diharapkan sesuai rencana yang disusun. membangkitkan minat belajar siswa pada saat pembelajaran berlangsung juga memiliki teknik tersendiri dan usaha guru agar bagaimana semangat dan minat belajar siswa bisa terjaga sampai proses pembelajaran selesai.
Berikut 7 Tips Membangkitkan Semangat dan Minat Siswa Saat Pembelajaran Berlangsung yaitu:

1. Menarik perhatian siswa

Perhatian siswa muncul karena didorong oleh rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu dapat dirangsang melalui hal-hal yang baru.

2. Membuat tujuan pembelajaran yang jelas

Setelah siswa tertarik untuk belajar dengan menjelaskan kepada siswa kompetensi dasar (KD) yang akan dicapai. Dengan adanya KD yang jelas siswa akan berusaha untuk mencapai KD tersebut. 
Adapun tujuan pembelajaran yang jelas dapat dilakukan dengan cara:
  • Mmberikan alasan yang kuat mengapa siswa harus melakukan sesuatu sehubungan dengan KD tersebut.
  • Menghubungkan materi pembelajaran dengan kebutuhan dan kondisi siswa.
  • Menjelaskan harapan guru terhadap mata pelajaran yang diajarkan dan saat memulai mengajar.
  • Menggunakan tanda-tanda, bahasa tubuh yang menyakinkan.
  • Semangat yang luar biasa terhadap apa yang diajarkan.
3. Mengakhiri pelajaran memberi bersemangat

Dalam menutup pelajaran buatlah suasana lebih bersemangat setelah mengikuti pelajaran dengan cara bernyanyi atau ice breaking yang bisa memacu semangat siswa untuk belajar kembali di jam berikutnya.

4. Mengakhiri pelajaran dengan berkesan
  • Menyediakan waktu untuk menutup pelajaran.
  • Tekankan pada siswa untuk hening selama beberapa detik guna mengendapkan informasi yang baru saja diterima.
  • Meminta siswa menuliskan semua yang sudah mereka pelajari.
  • Menugaskan siswa membuat ringkasan.
  • Mengaitkan kegiatan penutup dengan kegiatan pembuka.
5. Karakter guru

Yaitu karakter guru yang dapat membangkitkan minat belajar siswa yaitu sabar, memiliki 3 S (senyum, sapa, santun), menghargai kekurangan siswa, adil, baik, disiplin, tidak menakuti atau mengancam siswa, dan memiliki semangat.

6. Suasana kelas yang nyaman dan tenang

Yaitu lingkungan kelas yang tenang dan nyaman sangat merangsang siswa untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang proses belajar mengajar. Karena itu guru harus mengelola kelas dengan baik.
7. Fasilitas belajar

Yaitu belajar yang efektif harus dimulai dengan pengalaman langsung dan menuju ke pengalaman yang lebih abstrak. Belajar akan lebih efektif jika dibantu dengan media pembelajaran yang menarik minat belajar siswa. Fasilitas belajar misalnya menggunakan infocus, dan yang lainnya.

Demikian artikel tentang 7 Tips Membangkitkan Semangat dan Minat Siswa Saat Pembelajaran Berlangsung, semoga bermanfaat.

14 Tips Jitu Mengatasi Ribut, Gaduh Didalam Kelas

14 Tips Jitu Mengatasi Ribut, Gaduh di Dalam Kelas

BlogPendidikan.net
- Sudah menjadi hal biasa bagi guru, jika di dalam kelas gaduh/ribut, ada saja hal-hal yang membuat suasana kelas menjadi ribut, bisa saja dari siswa itu sendiri atau guru itu sendiri. 

Jika dari siswa lebih dominan saling mengejek terutama siswa tingkat paud dan dasar, sedangkan jika dari guru tersebur kurangnya penguasan kelas dan ketidak siapan dalam proses pembelajaran tersebut, mungkin dikarenakan faktor eksternel sampe terbawa dalam prosas pembelajaran yang tidak maksimal.

Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain mengatakan, bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas. Faktor yang pertama
yaitu intern siswa, faktor ini meliputi emosi, pikiran, dan perilaku siswa.

Baca Juga:
Dapat dikatakan bahwa faktor intern siswa berhubungan dengan kepribadian siswa itu sendiri, sedangkan faktor yang kedua yaitu faktor ektern siswa, yang meliputi masalah lingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokkan siswa, jumlah siswa dikelas, dsb

Berikut 14 tips bagaimana mengatsi ribu, gadu yang terjadi didalam kelas :

1. Hindari mengetuk-ngetuk papan tulis atau white board saat mendiamkan siswa.

2. Mngangkat tangan sambil bersikap diam. Mintalah siswa melakukan hal yang sama. Saya jamin kelas anda akan tenang, lakukan berulang bila anda ingin siswa anda diam

3. Hindari berteriak untuk mendiamkan siswa. Teriakan anda hanya akan menambah kebisingan yang sudah terjadi

4. Jangan menggunakan suara dengan nada keras "woiii diammm"

5. Jangan menggunakan suara “ssssssssttttttttt”

6. Sesekali berjalan berkeliling diantara tempat duduk siswa, guna melihat apa yang dilakukan siswa.

7. Lakukan permainan seperti Ice Breaking, saat kelas Anda ribut

8. Ucapkan kata ‘terima kasih ‘ pada siswa yang sudah siap mendengarkan anda. Misalnya ” terima kasih Adam, terima kasih Ani… dst

9. Berjalanlah saat  di dalam kelas dan berinteraksilah dengan semua siswa.

10. Minta mereka menyimpan mainan yang tak berhubungan dengan materi pembelajaran didalam tas. Lalu, minta mereka menyiapkan buku pelajaran.

11. Pada awal pembelajaran, berikanlah games menarik kepada anak didik, seperti bertepuk tangan , tebak-tebakan, bernyanyi bersama, bercerita, kuis.

12 Buatlah materi pembelajran yang menarik bagi anak, buatlah suasana yang menggembirakan siswa saat menerima pelajaran jangan tegang saat mengajar, gunakan intonasi suara yang menarik perhatian.

13. Selipkan humor dikala mengajar, seperti permainan tepuk, halo hai, dongeng, sulap.

14. Jika siswa masih saja ribut maka cobalah perhatikan apa yang sedang mereka bicarakan. Lalu, masuklah dalam pembicaraan itu. Namun, sebentar saja.

Demikian tips buat Anda, semoga bermanfaat. dan jangan lupa berbagi.

Kiat Menjadi Guru Yang Menyenangkan

Kiat Menjadi Guru Yang Menyenagkan

BlogPendidikan.net
- Guru yang baik pada dasarnya adalah manusia yang baik. Mereka memiliki kepribadian penyayang, baik, hangat, sabar, tegas, luwes dalam perilaku, bekerja keras, serta berkomitmen pada pekerjaan mereka. Pusat perhatian mereka bukanlah pada buku teks atau kurikulum, tetapi pada anak! 

Mereka sangat menyadari beragamnya cara anak-anak belajar, perbedaan antar anak-anak dan pentingnya metode beragam untuk mendorong siswa mampu belajar. Anak-anak yang belajar dengan guru semacam itu tidak perlu lagi mengeluarkan uang tambahan untuk mengikuti les sepulang sekolah.


Tidak mudah menjadi guru yang baik, menyenangkan, dikagumi dan dihormati oleh anak didik, masyarakat sekitar dan rekan seprofesi. 

Ada beberapa kiat yang perlu dilakukan oleh seorang guru untuk berperan menjadi guru yang menyenangkan saat pembelajaran dikelas.

1. Berusahalah tampil di muka kelas dengan prima

Kuasai betul materi pelajaran yang akan diberikan kepada siswa. Jika perlu, ketika berbicara di muka kelasa tidak membuka catatan atau buku pegangan sama sekali. Berbicaralah yang jelas dan lancar sehingga terkesan di hati siswa bahwa kita benar-benar tahu segala permasalahan dari materi yang disampaikan.

2. Berlakulah bijaksana

Sadarilah bahwa siswa yang kita ajar, memiliki tingkat kepandaian yang berbeda-beda. Ada yang cepat mengerti, ada yang sedang, ada yang lambat dan ada yang sangat lambat bahkan ada yang sulit untuk bisa dimengerti. Jika kita memiliki kesadaran ini, maka sudah bisa dipastikan kita akan memiliki kesabaran yang tinggi untuk menampung pertanyaan-pertanyaan dari anak didik kita. Carilah cara sederhana untuk menjelaskan pada siswa yang memiliki tingkat kemampuan rendah dengan contoh-contoh sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari walaupun mungkin contoh-contoh itu agak konyol.


3. Berusahalah selalu ceria di muka kelas

Jangan membawa persoalan-persoalan yang tidak menyenangkan dari rumah atau dari tempat lain ke dalam kelas sewaktu kita mulai dan sedang mengajar.

4. Kendalikan emosi

Jangan mudah marah di kelas dan jangan mudah tersinggung karena perilaku siswa. Ingat siswa yang kita ajar adalah remaja yang masih sangat labil emasinya. Siswa yang kita ajar berasal dari daerah dan budaya yang mungkin berbeda satu dengan yang lainnya dan berbeda dengan kebiasaan kita, apalagi mungkin pendidikan di rumah dari orang tuanya memang kurang sesuai dengan tata cara dan kebiasaan kita. Marah di kelas akan membuat suasana menjadi tidak enak, siswa menjadi tegang. Hal ini akan berpengaruh pada daya nalar siswa untuk menerima materi pelajaran yang kita berikan.

5. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa

Jangan memarahi siswa yang yang terlalu sering bertanya. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa dengan baik. Jika suatu saat ada pertanyaan dari siswa yang tidak siap dijawab, berlakulah jujur. Berjanjilah untuk dapat menjawabnya dengan benar pada kesempatan lain sementara kita berusaha mencari jawaban tersebut. Janganlah merasa malu karena hal ini. Ingat sebagai manusia kita mempunyai keterbatasan. Tapi usahakan hal seperti ini jangan terlalu sering terjadi. 


Untuk menghindari kejadian seperti ini, berusahalah untuk banyak membaca dan belajar lagi. Jangan bosan belajar. Janganlah menutupi kelemahan kita dengan cara marah-marah bila ada anak yang bertanya sehingga menjadikan anak tidak berani bertanya lagi. Jika siswa sudah tidak berani bertanya, jangan harap pendidikan/pengajaran kita akan berhasil. 

6. Memiliki rasa malu dan rasa takut

Untuk menjadi guru yang baik, maka seorang guru harus memiliki sifat ini. Dalam hal ini yang dimaksud rasa malu adalah malu untuk melakukan perbuatan salah, sementara rasa takut adalah takut dari akibat perbuatan salah yang kita lakukan. Dengan memiliki kedua sifat ini maka setiap perbuatan yang akan kita lakukan akan lebih mudah kita kendalikan dan dipertimbangkan kembali apakah akan terus dilakukan atau tidak.

7. Harus dapat menerima hidup ini sebagai mana adanya

Di negeri ini banyak semboyan-semboyan mengagungkan profesi guru tapi kenyataannya negeri ini belum mampu/mau menyejahterakan kehidupan guru. Kita harus bisa menerima kenyataan ini, jangan membandingkan penghasilan dari jerih payah kita dengan penghasilan orang lain/pegawai dari instansi lain. Berusaha untuk hidup sederhana dan jika masih belum mencukupi berusaha mencari sambilan lain yang halal, yang tidak merugikan orang lain dan tidak merugikan diri sendiri. Jangan pusingkan gunjingan orang lain, ingatlah pepatah “anjing menggonggong bajaj berlalu.”


8. Tidak sombong

Tidak menyombongkan diri di hadapan murid/jangan membanggakan diri sendiri, baik ketika sedang mengajar ataupun berada di lingkungan lain. Jangan mencemoohkan siswa yang tidak pandai di kelas dan jangan mempermalukan siswa (yang salah sekalipun) di muka orang banyak. Namun panggillah siswa yang bersalah dan bicaralah dengan baik-baik, tidak berbicara dan berlaku kasar pada siswa.

9. Berlakulah adil

Berusahalah berlaku adil dalam memberi penilaian kepada siswa. Jangan membeda-bedakan siswa yang pandai/mampu dan siswa yang kurang pandai/kurang mampu Serta tidak memuji secara berlebihan terhadap siswa yang pandai di hadapan siswa yang kurang pandai.

7 Tips Agara Penguatan Yang Diberikan Kepada Siswa Lebih Efektif

7 Tips Agara Penguatan Yang Diberikan Kepada Siswa Lebih Efektif

BlogPendidikan.net
- Memberi penguatan kepada siswa merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh seorang guru karena penguatan yang diberikan kepada siswa akan membangkitkan semangat siswa dalam belajar dan mengikuti pembelajaran di dalam kelas. 

Semangat siswa yang tinggi akan menimbulkan antusiasme siswa dalam mengikuti pelajaran sehingga daya tangkap ilmu akan meningkat dan tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan sebaik mungkin.


Penguatan adalah respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat memberikan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Penguatan merupakan sebuah penghargaan atau awarding yang dapat menimbulkan dorongan dan motivasi siswa dalam belajar dan mengikuti pembelajaran di kelas

Selanjutnya BlogPendidikan.net akan berbagi tips memberikan penguatan kepada siswa, yang dirangkum dari berbagai sumber. Berikut 7 Tips Agara Penguatan Yang Diberikan Kepada Siswa Lebih Efektif :
  1. Penguatan harus diberikan dengan hangat dan antusias sehingga siswa dapat merasakan kehangatan, misalnya dengan suara, mimik atau gerakan tangan yang dilakukan dengan penuh hangat. Bahkan jika bisa dengan sentuhan maka lakukan saja.
  2. Penguatan yang diberikan harus bermakna, yaitu sesuai dengan perilaku yang diberi penguatan.
  3. Hindarkan respons negatif terhadap jawaban siswa yang tidak memuaskan.
  4. Siswa yang diberikan penguatan harus jelas (sebutkan namanya atau tunjukkan pandangan kepadanya). Tunjukkan bahwa guru benar-benar terlihat sayang dan perhatian.
  5. Penguatan juga dapat juga diberikan kepada kelompok siswa tertentu. Jika pembelajaran dengan cara membagi kelompok belajar atau siswa yang bergolongan atau mempunyai karakteristik yang sama.
  6. Agar menjadi lebih efektif penguatan harus diberikan segera setelah perilaku yang baik ditunjukkan. 
  7. Jenis penguatan yang diberikan hendaknya bervariasi, misalnya dengan tersenyum, menepuk bahu atau dengan kalimat. Karena hal ini akan mengurangi kemungkinan siswa merasa dianak tirikan.

Demikian artikel tentang 7 Tips Agara Penguatan Yang Diberikan Kepada Siswa Lebih Efektif. Semoga bermanfaat dan terimakasih.

5 Cara Mengatur Tempat Duduk Siswa Lebih Bervariatif dan Nyaman

5 Cara Mengatur Tempat Duduk Siswa Lebih Bervariatif dan Nyaman

BlogPendidikan.net
- Salah satu unsur dari pengelolaan kelas adalah penataan kelas. Penataan kelas memerlukan perhatian dan perencanaan yang sungguh-sungguh dalam proses pembelajaran. Dalam penataan ruang kelas penting untuk dilakukan dengan terencana untuk mendukung proses pembelajaran. Aktivitas murid dan mobilitas belajar sangat tinggi. 

Tempat duduk adalah salah satu fasilitas umum yang ada di sekolah, yang diperlukan siswa dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di kelas. Tempat duduk tentunya juga mempengaruhi proses pembelajaran siswa. Bila memilih tempat duduk yang pas, tidak terlalu tinggi, tidak terlalu rendah, dan sesuai dengan keadaan tubuh siswa akan membuat nyaman siswa untuk duduk.

Cara mengatur tempat duduk yang nyaman dan menyenangkan.

1. Denah tempat duduk letter U

Tempat duduk yang seperti ini lebih memudahkan seorang guru untuk memberikan materi semua siswa akan memperhatikan guru dengan baik.. Tempat duduk yang seperti ini juga efektif untuk meminimalisir siswa yang kurang memperhatikan guru. Dengan menerapkan denah tempat duduk letter U guru bisa lebih efektif dalam mengawasi para siswanya.

2. Denah tempat duduk letter O

Tempat duduk yang seperti ini ditujukan untuk menyampaikan materi debat, sehingga para siswa lebih leluasa untuk mengemukakan pendapatnya.

3. Denah tempat duduk berkelompok

Tempat duduk seperti ini sangat efektif untuk menunjang proses belajar mengajar dengan metode berdiskusi. Tempat duduk yang seperti ini memudahkan para siswa nya untuk berdiskusi dengan teman satu kelompok nya. Para siswa bisa mengemukakan pendapatnya dengan jelas.

4. Denah tempat duduk model auditorium

Meskipun tempat duduk yang seperti ini tidak mendukung kegiatan belajar aktif dan mengurangi gerak siswa, tidak ada salahnya mencoba tempat duduk seperti ini untuk menghindari kebosanan dalam kegiatan belajar mengajar.

5. Denah tempat duduk berhadapan

Sama hal nya dengan denah tempat duduk berkelompok, model tempat duduk seperti ini juga efektif untuk menunjang kegiatan belajar dengan metode berdiskusi. Seorang guru harus menciptakan suasana kelas yang menyenangkan supaya siswa tidak bosan dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, karena suasana belajar merupakan salah satu faktor utama dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. 

Dengan pemilihan tempat duduk yang baik, diharapakan dapat menciptakan susana kelas yang aman, tenang, nyaman dan menyenangkan. Guru juga akan merasakan hal yang sama. Sehingga kegiatan belajar mengajar dapat tercapai secara optimal. Ada banyak cara untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan. Diantaranya adalah denang memodifikasi pola tempat duuk siswa karena guru kreatif adalah idola para siswa.

Dalam mengatur tempat duduk siswa juga harus memperhatikan beberapa faktor, di antaranya adalah: 

Pertama, siswa yang lambat memahami pembelajaran ditempatkan di bagian depan atau dekat dengan guru.
Menata tempat duduk juga harus memperhatikan kemampuan siswanya, dengan menempatkan siswa yang lambat dalam memahami pembelajaran di tempat duduk bgian depan atau dekat guru, harapannya adalah siswa tersebut menjadi lebih memperhatikan dan mendengarkan penjelasan guru dengan jelas.

Kedua, siswa yang pintar duduk dengan siswa yang kurang pintar.
Sejatinya tidak ada siswa yang bodoh, yang ada hanyalah siswa yang kurang atau lambat dalam memahami pembelajaran. Dengan menempatkan siswa yang pintar duduk dengan siswa kurang pintar harapannya siswa yang pintar tersebut bisa membantu siswa yang kurang pintar apabila ada kendala atau kesusahan dalam proses pembelajaran.

Ketiga, me-rolling tempat duduk.
Supaya adil dalam pembagian tempat duduk, dan siswa pun tidak jenuh duduk di tempat yang sama, ada baiknya guru melakukan rolling tempat duduk sehingga siswa dapat merasakan tempat duduk yang berbeda. Pengaturan denah kelas atau tempat duduk siswa ternyata berpengaruh terhadap kegiatan belajar mengajar. Banyak guru yang merasa kurang bisa mengendalikan kelas, sehingga tujuan pembelajaran sulit untuk dicapai. Untuk menghindari hal tersebut seorang guru bisa merubah tempat duduk siswanya agar lebih bervariatif.
Demikian Artikel ini tentang 5 Cara Mengatur Tempat Duduk Siswa Lebih Bervariatif dan Nyaman. semoga bermanfaat dan terimakasih.