Showing posts with label Tips Untuk Guru. Show all posts
Showing posts with label Tips Untuk Guru. Show all posts

5 Cara Mengatur Tempat Duduk Siswa Lebih Bervariatif dan Nyaman

5 Cara Mengatur Tempat Duduk Siswa Lebih Bervariatif dan Nyaman

BlogPendidikan.net
- Salah satu unsur dari pengelolaan kelas adalah penataan kelas. Penataan kelas memerlukan perhatian dan perencanaan yang sungguh-sungguh dalam proses pembelajaran. Dalam penataan ruang kelas penting untuk dilakukan dengan terencana untuk mendukung proses pembelajaran. Aktivitas murid dan mobilitas belajar sangat tinggi. 

Tempat duduk adalah salah satu fasilitas umum yang ada di sekolah, yang diperlukan siswa dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di kelas. Tempat duduk tentunya juga mempengaruhi proses pembelajaran siswa. Bila memilih tempat duduk yang pas, tidak terlalu tinggi, tidak terlalu rendah, dan sesuai dengan keadaan tubuh siswa akan membuat nyaman siswa untuk duduk.

Cara mengatur tempat duduk yang nyaman dan menyenangkan.

1. Denah tempat duduk letter U

Tempat duduk yang seperti ini lebih memudahkan seorang guru untuk memberikan materi semua siswa akan memperhatikan guru dengan baik.. Tempat duduk yang seperti ini juga efektif untuk meminimalisir siswa yang kurang memperhatikan guru. Dengan menerapkan denah tempat duduk letter U guru bisa lebih efektif dalam mengawasi para siswanya.

2. Denah tempat duduk letter O

Tempat duduk yang seperti ini ditujukan untuk menyampaikan materi debat, sehingga para siswa lebih leluasa untuk mengemukakan pendapatnya.

3. Denah tempat duduk berkelompok

Tempat duduk seperti ini sangat efektif untuk menunjang proses belajar mengajar dengan metode berdiskusi. Tempat duduk yang seperti ini memudahkan para siswa nya untuk berdiskusi dengan teman satu kelompok nya. Para siswa bisa mengemukakan pendapatnya dengan jelas.

4. Denah tempat duduk model auditorium

Meskipun tempat duduk yang seperti ini tidak mendukung kegiatan belajar aktif dan mengurangi gerak siswa, tidak ada salahnya mencoba tempat duduk seperti ini untuk menghindari kebosanan dalam kegiatan belajar mengajar.

5. Denah tempat duduk berhadapan

Sama hal nya dengan denah tempat duduk berkelompok, model tempat duduk seperti ini juga efektif untuk menunjang kegiatan belajar dengan metode berdiskusi. Seorang guru harus menciptakan suasana kelas yang menyenangkan supaya siswa tidak bosan dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, karena suasana belajar merupakan salah satu faktor utama dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. 

Dengan pemilihan tempat duduk yang baik, diharapakan dapat menciptakan susana kelas yang aman, tenang, nyaman dan menyenangkan. Guru juga akan merasakan hal yang sama. Sehingga kegiatan belajar mengajar dapat tercapai secara optimal. Ada banyak cara untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan. Diantaranya adalah denang memodifikasi pola tempat duuk siswa karena guru kreatif adalah idola para siswa.

Dalam mengatur tempat duduk siswa juga harus memperhatikan beberapa faktor, di antaranya adalah: 

Pertama, siswa yang lambat memahami pembelajaran ditempatkan di bagian depan atau dekat dengan guru.
Menata tempat duduk juga harus memperhatikan kemampuan siswanya, dengan menempatkan siswa yang lambat dalam memahami pembelajaran di tempat duduk bgian depan atau dekat guru, harapannya adalah siswa tersebut menjadi lebih memperhatikan dan mendengarkan penjelasan guru dengan jelas.

Kedua, siswa yang pintar duduk dengan siswa yang kurang pintar.
Sejatinya tidak ada siswa yang bodoh, yang ada hanyalah siswa yang kurang atau lambat dalam memahami pembelajaran. Dengan menempatkan siswa yang pintar duduk dengan siswa kurang pintar harapannya siswa yang pintar tersebut bisa membantu siswa yang kurang pintar apabila ada kendala atau kesusahan dalam proses pembelajaran.

Ketiga, me-rolling tempat duduk.
Supaya adil dalam pembagian tempat duduk, dan siswa pun tidak jenuh duduk di tempat yang sama, ada baiknya guru melakukan rolling tempat duduk sehingga siswa dapat merasakan tempat duduk yang berbeda. Pengaturan denah kelas atau tempat duduk siswa ternyata berpengaruh terhadap kegiatan belajar mengajar. Banyak guru yang merasa kurang bisa mengendalikan kelas, sehingga tujuan pembelajaran sulit untuk dicapai. Untuk menghindari hal tersebut seorang guru bisa merubah tempat duduk siswanya agar lebih bervariatif.
Demikian Artikel ini tentang 5 Cara Mengatur Tempat Duduk Siswa Lebih Bervariatif dan Nyaman. semoga bermanfaat dan terimakasih.

6 Tips Agar Tidak Gagal Dalam Penguasan dan Pengelolaan Kelas

6 Tips Agar Tidak Gagal Dalam Penguasan dan Pengeloaan Kelas

BlogPendidikan.net
- Kemampuan guru dalam pengelolaan kelas menjadi juru kunci keberhasilan siswa untuk mencapai hasil belajar yang efektif, maksimal dan efisien. Untuk itu diperlukan langkah-langkah yang konkrit dalam mewujudkan keberhasilan pengelolaan kelas.

Berikut ada 6 tips agar tidak gagal dalam penguasaan dan pengelolaan kelas :

1. Memahami teori pembelajaran. 

Teori tentang pembelajaran harus dikuasai namun tidak diterapkan mentah-mentah. Referensi digunakan dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa di lapangan. Karakter siswa berbeda di daerah pedesaan atau perkotaan, sekolah unggulan dan non unggulan. Itu artinya, mengelola pembelajaran tidak dapat disamaratakan caranya. Misalnya ketika mengelola pembelajaran di kelas non-unggulan akan berbeda dengan mengajar di kelas unggulan.

2. Menguasai materi pembelajaran

Guru harus menguasai materi pelajaran yang akan diajarkan. Dengan demikian guru akan percaya diri berdiri di depan kelas tanpa banyak melihat buku sumber. Tersendatnya pembelajaran sering disebabkan karena guru kurang menguasai materi pelajaran. Atau guru tidak siap mengajar karena situasi dan keadaan tertentu.

3. Gaya mengajar yang khas

Yang tak kalah penting adalah stil atau gaya mengajar yang ditunjukkan guru ketika menghadapi siswa di dalam kelas. Gaya mengajar meliputi penampilan, gaya dan cara berbahasa, serta sikap guru. Pembelajaran akan mudah dikelola melalui unsur-unsur stil mengajar yang disebutkan. Guru perlu memiliki stil mengajar yang khas.

4. Gunakan metode mengajar yang pas

Metode pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik materi pelajaran dan peserta didik. Metode ceramah digunakan bila guru yakin akan kemampuan berceramah cukup memadai. Akan tetapi jika tidak memungkinkan, guru dapat menggunakan metode lain yang dianggap dapat memudahkan dalam mengatur siswa dengan baik.

5. Kontrol disiplin belajar

Disiplin pembelajaran dilaksanakan bersifat konsisten dan kontinyu. Ada aturan yang jelas dan spesifik sebelum memulai maupun mengakhiri pembelajaran. Misalnya, pelajaran belum akan dimulai sebelum semua siswa berada dalam. Kalau pelajaran sudah dimulai, siswa yang terlambat tidak boleh masuk kelas. Konsentrasi belajar akan buyar ketika siswa datang terlambat dan diizinkan masuk kelas. Atau dijinkan masuk kelas dengan ketentuan tertentu.

6. Kesiapan siswa

Tidak memulai pembelajaran kalau siswa belum siap adalah langkah efektif untuk mengelola siswa. Siap mental menerima pelajaran, siap peralatan belajar seperti alat tulis, dan lain sebagainya. 

Minimal dengan 6 tips di atas menjadi upaya berarti bagi guru dalam mengelola kelas dengan baik. Tentu saja masih banyak tips lain yang dapat dikembangkan dalam mengelola pembelajaran. Namun semuanya tergantung pada daya kreativitas dan inovasi masing-masing guru. Selamat mencoba.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOWING (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) 

9 Tips Mengendalikan Kondisi Kelas Belajar Kelompok Agar Optimal

9 Tips Mengendalikan Kondisi Kelas Belajar Kelompok Agar Optimal

BlogPendidikan.net
- Diskusi kelompok merupakan suatu proses interaksi antara peserta didik yang satu dengan siswa yang lainnya dalam satu kelompok. Dalam kelompok tersebut, peserta didik bisa berbagi informasi dan solusi atas berbagai hal yang terjadi pada proses pembelajaran. Guru berfungsi sebagai pembimbing yang menjadi pengarah sekaligus melaksanakan kegiatan supervisi keefektifan kelompok tersebut.

Sswa yang berdiskusi dalam kelompok-kelompok kecil di bawah pimpinan guru atau temannya untuk berbagi informasi, pemecahan masalah, atau pengambilan keputusan. Diskusi tersebut berlangsung secara terbuka. Setiap siswa bebas untuk mengemukakan ide-ide tanpa merasa ada tekanan dari guru ataupun dari temannya, dan setiap siswa harus mentaati semua peraturan yang telah ditetapkan.

Berikut 9 tips mengendalikan kondisi kelas saat belajar kelompok agar optimal :

1. Menunjukan sikap tanggap

Guru memperlihatkan sikap positif terhadap setiap perilaku yang muncul dari peserta didik dan memberikan berbagai tanggapan secara proporsional terhadap perilaku tersebut, dengan maksud tidak menyudutkan kondisi peserta didik, perasaan tertekan dan memunculkan perilaku susulan yang kurang baik.

2. Membagi perhatian

Kelas diisi oleh peserta didik yang bervariasi, akan tetapi sejumlah peserta didik memiliki keterbatasan tertentu yang membutuhkan perhatian khusus dari guru. Namun demikan, perhatian guru tidak hanya terfokus pada satu peserta didik atau satu kelompok tertentu saja yang dapat menimbulkan kecemburuan, perhatian guru harus berbagi dengan merata kepada setiap peserta didik yang ada di dalam kelas.

3. Memusatkan perhatian kelompok

Munculnya kelompok informal dikelas, atau pengelompokan karena di sengaja oleh guru dalam kepentingan pembelajaran membutuhkan kemampuan untuk mengatur dan mengarahkan perilakunya, terutama ketika kelompok perhatiannya harus terpusat pada tugas yang harus diselesaikan.

4. Memberikan petunjuk dengan jelas

Untuk mengarahkan kelompok ke dalam pusat perhatian seperti dijelaskan sebelumnya, serta untuk memudahkan peserta didik menjalankan tugas yang dibebankan kepadanya, maka tugas guru adalah menyampaikan setiap pelaksanaan yang harus dilaksanakan peserta didik secara bertahap dan jelas

5. Menegur

Permasalahan bisa terjadi dalam hubungan yang terbangun, baik antar peserta didik, mupun antara guru dengan peserta didik. Permasalahan dalam hubungan tersebut bisa terjadi dalam konteks pembelajaran, sehingga guru sebagai pemegang kendali kelas harus mampu memberikan teguran yang sesuai dengan beban permasalahan yang terjadi serta menyesuaikan dengan tugas dan perkembangan peserta didik tidak memberikan efek penyerta yang dapat menimbulkan ketautan bagi peserta didik, namun memberikan kesadaran kepada peserta didik tentang masalah yang terjadi.

6. Memberikan penguatan 

Penguatan merupakan upaya yang diarahkan guru agar prestasi dan perilaku yang baik dapat dipertahankan oleh peserta didik atau bahkan mungkin ditingkatkan dan dapat ditularkan kepada peserta didik lainnya. Penguatan yang dimksud dapat berupa pemberian hadiah (reward) yang bersifat moril maupun materil namun tidak berlebihan.

7. Memodifikasi tingkah laku

Memodifikasi tingkah laku adalah menyesuaikan bentuk-bentuk tingkah laku ke dalam tuntutan kegiatan pembelajarn sehingga tidak muncul prototype pada diri peserta didik tentang peniruan perilaku yang kurang baik.

8. Pengelolaan Kelompok

Kelompok belajar di kelas merupakan bagian dari pencapaian tujuan pembelajaran dan strategi yang diterapkan oleh guru. Kelompok juga bisa muncul secara informal seperti teman bermain, teman seperjalanan, teman karena gender dan lain-lain. Untuk kelancaran pembelajaran dan pencapaian tujuan pembelajaran, maka kelompok yang ada di kelas itu harus di kelola dengan baik oleh guru.

9. Menemukan dan Memecahkan Tingkah Laku yang Menimbulkan Masalah

Permasalahan memiliki sifat akan selalu ada (perennial) dan memberikan efek berkelanjutan (nurturan effect), oleh karena itu permasalahan akan muncul di dalam kelas, yang berkaitan dengan interaksi dan akan diikuti oleh dampak  pengiring yang besar bila tidak diselesaikan secepatnya. Guru harus dapat mendeteksi permasalahan yang muncul serta secepatnya mampu mengambil langkah-langkah penyelesaian, sehingga permasalahan tersebut akan cepat teratasi.

14 Tips Jitu Mengatasi Ribut, Gaduh Didalam Kelas

14 Tips Jitu Mengatasi Ribut, Gaduh di Dalam Kelas

BlogPendidikan.net
- Sudah menjadi hal biasa bagi guru, jika di dalam kelas gaduh/ribut, ada saja hal-hal yang membuat suasana kelas menjadi ribut, bisa saja dari siswa itu sendiri atau guru itu sendiri. Jika dari siswa lebih dominan saling mengejek terutama siswa tingkat paud dan dasar, sedangkan jika dari guru tersebur kurangnya penguasan kelas dan ketidak siapan dalam proses pembelajaran tersebut, mungkin dikarenakan faktor eksternel sampe terbawa dalam prosas pembelajaran yang tidak maksimal.

Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain mengatakan, bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas. Faktor yang pertama
yaitu intern siswa, faktor ini meliputi emosi, pikiran, dan perilaku siswa. Dapat
dikatakan bahwa faktor intern siswa berhubungan dengan kepribadian siswa itu sendiri,sedangkan faktor yang kedua yaitu faktor ektern siswa, yang meliputi masalah lingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokkan siswa, jumlah siswa dikelas, dsb

Berikut 14 tips bagaimana mengatsi ribu, gadu yang terjadi didalam kelas :

1. Hindari mengetuk-ngetuk papan tulis atau white board saat mendiamkan siswa.

2. Mngangkat tangan sambil bersikap diam. Mintalah siswa melakukan hal yang sama. Saya jamin kelas anda akan tenang, lakukan berulang bila anda ingin siswa anda diam

3. Hindari berteriak untuk mendiamkan siswa. Teriakan anda hanya akan menambah kebisingan yang sudah terjadi

4. Jangan menggunakan suara dengan nada keras "woiii diammm"

5. Jangan menggunakan suara “ssssssssttttttttt”

6. Sesekali berjalan berkeliling diantara tempat duduk siswa, guna melihat apa yang dilakukan siswa.

7. Lakukan permainan seperti Ice Breaking, saat kelas Anda ribut

8. Ucapkan kata ‘terima kasih ‘ pada siswa yang sudah siap mendengarkan anda. Misalnya ” terima kasih Adam, terima kasih Ani… dst

9. Berjalanlah saat  di dalam kelas dan berinteraksilah dengan semua siswa.

10. Minta mereka menyimpan mainan yang tak berhubungan dengan materi pembelajaran didalam tas. Lalu, minta mereka menyiapkan buku pelajaran.

11. Pada awal pembelajaran, berikanlah games menarik kepada anak didik, seperti bertepuk tangan , tebak-tebakan, bernyanyi bersama, bercerita, kuis.

12 Buatlah materi pembelajran yang menarik bagi anak, buatlah suasana yang menggembirakan siswa saat menerima pelajaran jangan tegang saat mengajar, gunakan intonasi suara yang menarik perhatian.

13. Selipkan humor dikala mengajar, seperti permainan tepuk, halo hai, dongeng, sulap.

14. Jika siswa masih saja ribut maka cobalah perhatikan apa yang sedang mereka bicarakan. Lalu, masuklah dalam pembicaraan itu. Namun, sebentar saja.

Demikian tips buat Anda, semoga bermanfaat. dan jangan lupa berbagi.

Tips Menata Ruang Kelas Agar Nyaman, Rapi dan Menyenangkan, Menurut Para Ahli

Menata Ruang Kelas Agar Nyaman, Rapi dan Menyenangkan

BlogPendidikan.net
- Kelas merupakan taman belajar bagi peserta didik dan menjadi tempat mereka, bertumbuh dan berkembang baik secara fisik, intelektual maupun emosional. Oleh karena itu kelas harus dikelola sedemikian rupa sehingga benar-benar merupakan taman belajar yang nyaman, rapi dan menyenangkan. 

Menurut Ahmad, Syarat-syarat kelas yang baik adalah: (1) rapi, bersih, sehat, tidak lembab, (2) cukup cahaya yang meneranginya, (3) sirkulasi udara cukup, (4) perabot dalam keadaan baik, cukup jumlahnya dan ditata dengan rapi, dan (5) jumlah peserta didik tidak lebih dari 40 orang.

Menata Ruang Kelas

Pada prinsipnya sistem belajar yang kita anut di SD adalah sistem klasikal. Tetapi ada beberapa metode mengajar yang tidak selalu memakai sisten klasikal, misalnya metode eksperimen, diskusi kelompok, dan lain sebagainya. 

Dalam penataan ruang kelas, almari kelas dapat ditempatkan disamping papan tulis atau disamping meja guru. Jika ada almari kelas tambahan dapat ditaruh dibelakang kelas, sebaiknya almari tersebut terbuat dari kaca untuk penyimpan piagam,vandel, dan kepustakaan kelas. Pengaturan tempat perabot kelas dapat dipindah-pindahkan sesuai dengan keadaan atau kondisi setempat. (Dirjen Dikti).

Menata Perabot Kelas 

Ahmad, menyatakan “perabot kelas adalah segala sesuatu perlengkapan yang harus ada dan diperlukan kelas.” Menurut Djauzak Ahmad, perabot kelas meliputi : (a) papan tulis, (b) meja kursi guru, (c) meja kursi peserta didik, (d) almari kelas, (e) jadwal pelajaran, (f) papan absensi, (g) daftar piket kelas, (h) kalender pendidikan, (i) gambar-gambar, (j) tempat cuci tangan, (k) tempat sampah, (l) sapu dan alat pembersih lainnya, dan (m) gambar-gambar alat peraga. 

Dari pendapat tersebut dapat diuraikan bagaimana mengelola ruang kelas agar nyaman, rapi dan menyenagkan sebagai berikut :

1. Papan Tulis

Papan tulis harus cukup besar dan permukaan dasarnya harus rata.Warna dasar papan tulis yang mulai menipis atau belang harus segera di cat ulang. Papan tulis harus ditempatkan di depan dancukup cahaya. Penempatannya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, sehingga peserta didik yang duduk dibelakang masih melihat atau membaca tulisan yang paling bawah

2. Meja kursi Guru

Meja kursi guru ukurannya disesuaikan dengan standart yang ada, meja guru berlaci dan ada kuncinya, meja kursi guru ditempatkan di tempat strategis, misalnya di kanan atau di kiri papan tulis, supaya tidak menghalangi pandangan peserta didik ke papan tulis.

3. Meja kursi Peserta didik

Meja kursi peserta didik ditata sedemikian rupa sehinggga dapat menciptakan kondidsi kelas yang menyenangkan, ukuran mejadan kursi disesuaikan dengan ukuran badan peserta didik dan dilengkapi dengan tempat tas atau buku.

4. Alamari Kelas

Alamari kelas dapat ditempatkan di samping papan tulis atau sebelah kiri atau kanan dinding bisa juga diletakkan di sebelah meja guru.

5. Jadwal Pelajaran

Jadwal pelajaran ditempatkan di tempat yang mudah dilihat.

6. Papan Absensi

Papan absensi ditempatkan di sebelah papan tulis atau di dinding samping kelas. Guru juga harus memiliki catatan daftar hadir peserta didik di buku khusus, karena daftar hadir di papan diganti setiap hari sesuai keadaan.

7. Daftar Piket kelas

Daftar piket kelas ditempatkan di samping papan absensi.

8. Kalender Pendidikan

Kalender pendidikan ditempel pada tempat yang mudah dilihat.

9. Gambar-Gambar

Gambar Presiden, Wakil Presiden, dan lambing burung Garuda Pancasila ditempatkan di depan kelas di atas papan tulis, posisi penempatannya disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

10. Tempat Cuci Tangan dan Lap Tangan

Tempat cuci tangan dan lap tangan diletakkan di depan kelas dekat pintu masuk.

11. Tempat sampah 

Tempat sampah diletakkan di sudut kelas. Besar kecilnya tempat sampah disesuaikan dengan kebutuhan.

Demikian tips bagaimana mengelola kelas menjadi nyaman dan efektif dalam melaksanakan pembelajaran.

Sumber : academia.edu

Hambatan Guru, Ini Tips Agar Cepat Naik Pangkat dan Golongan Guru PNS

Hambatan Guru Naik Pangkat, Ini Tips Agar Cepat Naik Pangkat dan Golongan Guru PNS

BlogPendidikan.net
- Setiap guru pasti menginginkan kenaikan pangkat dengan cepat, namun pada pelaksanaannya terdapat banyak hambatan. Ada banyak perbedaan mendasar dalam sistem kenaikan pangkat guru berdasarkan Permenpan dan RB Nomor 16 tahun 2009 ini dengan peraturan sebelumnya yang menjadi dasar system kenaikan pangkat guru. Bila berdasarkan Kepmenpan Nomor 83/1994, guru relatif mudah dalam proses pengumpulan angka kredit, sehingga lebih cepat dan mudah naik pangkat ke jenjang yang lebih tinggi.

Apa saja yang menjadi hambatan bagi guru PNS dalam pengajuan kenikan pangkat dan golongan pada tingkat diatasnya.

Budaya kerja:

- Guru lebih banyak berorientasi wicara daripada menulis 
- Guru lebih suka mengajar daripada menulis
- Rendahnya keterlibatan guru dalam kegiatan seminar, workshop diklat dan lainnya

Hambatan administratif

- Kelemahan mengarsipkan surat, SK, surat tugas atau bukti fisik lainnya
- Kelemahan menyajikan bukti-bukti untuk kenaikan pangkat
- Kelemahan dalam pemahaman peraturan tentang jabatan guru
- Ketidaktepatan waktu pengusulan berkas kenaikan pangkat

Hambatan struktural

- Keterlambatan dalam pengajuan kenaikan pangkat. Guru sering terjebak pada rutinitas, sehingga usul kenaikan pangkatnya kadang terlambat disampaikan atau karena persyaratan yang tidak kunjung lengkap.
- Keterbatasan tenaga Tim Penilai Angka Kredit Guru baik.

Untuk mengatasi hambatan hambatan tersebut ada 5 tips yang harus ditempuh guru sehingga proses kenaikan pangkat dan jabatan guru dapat berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti.

Tips agar cepat pengurusan kenaikan pangkat dan golonga bagi guru PNS :

1. Penuhi tugas-tugas mengajar

Beban kerja guru untuk mengajar, mendidik, membimbing, mengarahkan dan/atau melatih paling sedikitnya 24 jam tatap muka bagi guru kelas atau guru mata pelajaran. Sedangkan bagi guru Bimbingan dan Konseling 150 peserta didik dalam 1 tahun. Oleh karena itu setiap guru harus mampu memenuhi jam wajib mengajar tersebut atau jumlah bimbingan yang dibuktikan dengan SK Pembagian Tugas Mengajar dari Kepala Sekolah/ Madrasah.

2. Pahami peraturan yang ada

Guru merupakan sebuah profesi. Didalamnya banyak peraturan yang menaungi guru dalam rangka mengembangkan profesi tersebut. Sudah selayaknya bagi setiap guru senantiasa memahami peraturan yang ada guna mewujudkan guru yang professional. Peraturan peraturan yang ada banyak dimuat dalam sebuah buku, jurnal, surat edaran, majalah, internet dan lain-lain tinggal peran aktif dari guru yang bersangkutan untuk mengaksesnya.

3. Tingkatkan kemampuan kamu menulis

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa hal yang menjadi kendala guru sulit untuk naik pangkat adalah karena ketidakmampuan dalam menyusun karya tulis ilmiah. Padahal saat ini setiap guru yang akan naik pangkat jabatan ke golongan III/c sudah diwajibkan membuat karya tulis ilmiah. Oleh karena itu mulai saat ini guru harus segera membiasakan untuk menulis karya tulis ilmiah dan menguasai cara menulis karya tulis ilmiah. Kemampuan menulis sudah selayaknya melekat pada profesi seorang guru. Guru tidak boleh lagi apatis karena merasa tidak mampu menulis sehingga enggan, malas bahkan pasrah ketika menghadapi sebuah tuntutan dalam membuat karya tulis. Untuk mengasah kemampuan dalam menulis, seorang guru harus mau belajar dan yang paling penting adalah senantiasa membiasakan dalam menulis.

4. Penuhi syarat administratif

Pemenuhan syarat administratif ini juga berkaitan dengan poin 2 di atas yakni guru harus paham terhadap peraturan yang ada khususnya peraturan tentang jabatan fungsional guru serta peraturan yang lainnya berkaitan dengan peningkatan karir profesi seorang guru.

5. Carilah dan bertanya pada orang yang berpengalaman

Mengurus kenaikan pangkat guru cukup rumit dan harus senantiasa menyesuaikan dengan birokrasi yang sudah ditetapkan. Tak jarang para guru mengalami kesulitan atau bingung dalam mengurusnya. Jangan malu untuk bertanya pada pihak-pihak yang memang paham. Anda bisa bertanya pada sesama rekan atau bertanya langsung pada Penilai Angka Kredit atau Pegawai Dinas Pendidikan yang mengurus masalah kenaikan pangkat guru. Mintalah penjelasan secara terperinci mengenai langkah-langkah pengurusan hingga dan berbagai informasi penunjang lainnya.

Demikian penjelasan singkat ini tentang kenaikan pangkat guru PNS, semoga Anda dalam pengajuan pangkat tidak ada hambatan, dan mendapatkan pangkat dan golongan baru.