Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

8 Tips Agar Anak Menyukai dan Mudah Memahami Matematika

Tips Agar Anak Menyukai dan Mudah Memahami Matematika

BlogPendidikan.net
- Setiap orang tua ataupun guru pasti menginginkan anak-anaknya pandai dan cerdas dalam belajar. Khususnya pada mata pelajaran matematika, yang konon katanya adalah pelajaran yang sukar, membosankan dan dibenci sebagian anak/siswa.

Padahal jika dipahami secara benar bagaimana karakteristik pelajaran matematika tentunya akan mudah menerapkannya kepada anak/siswa. Semua bergantung pada pendekatan yang dilakukan oleh Guru/Orang tua bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan agar anak menyukai dan tertarik belajar matematika.

Selanjutnya bagaimana tips yang dilakukan para guru dan orang tua agar anak/siswa menyukai dan mudah memahami pelajaran matematika. 

Berikut 8 tips yang bisa diterapkan orang tua dan guru agar anak menyukai dan mudah memahami pelajaran matematika :

1. Perkenalkan matematika sambil bermain

Kenalkan kepada anak pelajaran matematika sambil bermain misalnya “Ibu membeli sepuluh buah jeruk lalu ibu akan membaginya tiga kepada anak, lalu berapa sisa ibu memiliki buah jeruk?”. Anak diminta untuk berpikir dan menghitung sehingga otaknya tidak merasa jenuh dalam mempelajari matematika.

2. Tanamkan pemahaman kepada anak bahwa matematika itu mudah

Daripada memaksa anak untuk menyukai matematika terus menerus, memberinya pemahaman adalah cara terbaik untuk anak. Caranya berikan pemahaman bahwa “Matematika itu mudah, tidak sesulit apa yang kamu bayangkan”. Berikan senyuman sembari mengucapkannya, hal ini membantu meyakinkan mereka bahwa ucapan itu benar setelah orang tua mengajari anak dalam mempelajari atau mengerjakan soal matematika untuk anak.

3. Ciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan

Hal yang paling mudah dilakukan adalah menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan ketika mempelajari matematika. Maksud bermain disini bukan menyediakan alat permainan ketika belajar, namun guru dan orang tua menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan.

4. Selama proses pembelajaran, jangan pernah ada paksaan sama sekali

Jika kita saja sebagai orang dewasa akan merasa kurang nyaman saat ada pemaksaan, apalagi dengan anak-anak. Mereka pasti akan merasa tertekan dan stress, jika kamu paksa untuk menyukai pelajaran yang satu ini.

Daripada memaksanya, lebih baik kamu menggunakan pendekatan secara persuasif. Tidak hanya itu, kamu sebagai orang tua juga harus rela dan mau, jika anak-anak meminta ditemani untuk belajar. Jangan sampai menolak dan banyak alasan-alasan yang enggak jelas.

5. Gunakan media pembelajaran yang sesuai dan menarik

Untuk membantu daya serap anak didik dalam mempelajari materi pelajaran matematika, orang tua atau guru seharusnya menggunakan media, metode atau strategi yang menarik. Misalnya cara atau rumus cepat dan alat-alat peraga. Tetapi pastikan media atau metode tersebut sesuai dengan materi dan kebutuhan anak.

6. Memberi motivasi pada anak

Jika Anda hanya fokus pada penyampaian materi kemudian mengerjakan soal, maka hal itu akan membuat anak semakin jenuh. Orang tua seharusnya memberi motivasi kepada anak agar lebih giat lagi untuk menggapai masa depan yang cerah, beri tahu manfaat dan tujuan mempelajari matematika dalam kehidupan sehari-hari, ceritakan kisah tokoh-tokoh matematika dunia sehingga anak dapat bersemangat dalam mempelajari matematika.

7. Jangan bersikap kaku

Matematika adalah pelajaran yang dianggap rumit dan membosankan bagi anak, untuk itulah jangan menambah kebosanan mereka dengan ekspresi dan sikap kaku. Anak bisa tegang dan tidak paham jika orang tua dan guru terlalu galak dalam mengajari matematika. Seharusnya, lebarkan senyuman dan bersikaplah lebih humoris, ini akan membantu untuk meringankan beban pikiran anak didik saat belajar matematika.

8. Gunakan teknologi sebagai media agar anak menyukai matematika

Saat ini teknologi sudah sangat pesat dan hampir semua lini pasti menggunakan teknologi. Makanya, kita harus bisa memanfaatkan teknologi sebagai media untuk belajar anak-anak.  Contohnya anak-anak bisa bermain games yang mempunyai hubungannya dengan matematika atau anak-anak juga bisa melihat video-video tentang belajar matematika yang menyenangkan. 

8 tips di atas semoga bisa bermanfaat dan dapat diterapkan baik bagi orang tua ataupun guru di sekolah dalam proses pembelajaran. Terima kasih

Mungkinkah Guru Menghadapi Masalah Dalam Proses Pembelajaran ?

Mungkinkan Guru Menghadapi Masalah Dalam Proses Pembelajaran ?

Dalam tulisan berikut, BlogPendidikan.net sedikit berbagi tentang permasalahan yang dihadapi guru pada saat proses pembelajaran. Tulisan ini dibuat yang dikutip dari hasil wawancara antar sesama guru, dan dalam isi wawancara dan deskripsinya semata-mata hanya memberikan motivasi dan tidak ada unsur atau maksud apapun. 🙏🙏

Seperti ini wawancara yang dilakukan :

Pertanyaan 1 : Selama Ibu mengajar, ada tidak kendala yang dihadapi dalam proses belajar mengajar
Jawaban 1 : Sudah tentu saja ada dan bahkan beragam kendala dihadapi tiap tahunnya.

Pertanyaan 2 : Lalu seperti apa kendala yang Ibu hadapi pada tahun ini?
Jawaban 2 : Setiap angkatan siswa pasti memiliki karakter yang beragam, jika tahun lalu kelas III ini lebih mudah mengajarnya karena kognitif siswanya lebih siap dan matang ketika masuk ke kelas III, berbeda dengan tahun sekarang, masih banyak siswa yang secara kognitifnya belum siap untuk berada di kelas III, misalnya masih ada siswa yang belum lancar membaca, ini merupakan kendala yang dapat membuat kita menjadi lebih berpikir keras supaya tujuan pembelajaran yang ingin kita sampaikan ini tercapai.

Pertanyaan 3 : Ada tidak sikap siswa yang jelas-jelas bisa menganggu proses pembelajaran?
Jawaban 3 : Tentu saja ada, siswa kelas III merupakan siswa kelas rendah dan sikapnya pun masih kekanak-kanakan, tidak sedikit siswa yang suka mengangis di kelas. Itu bisa disebabkan berbagai factor, misalnya perkelahian sesame siswa yang awalnya cuma bercanda lalu lama kelamaan akhirnya mereka berkelahi. Karena tangisannya ini kelancaran proses belajar mengajarpun terganggu. Selain itu, anak kelas III masih sangat senang bermain, terkadang walaupun pembelajaran sedang berlangsungpun mereka tetap saja gaduh dan bermain sesuka mereka, ketika ditegur mereka akan diam, tetapi selang beberapa menit kemudian kondisi gaduh tersebut akan kembali terdengar. Hal ini bisa mengganggu penyampaian materi yang dilakukan oleh guru.

Sikap-sikap siswa yang biasanya dapat mengganggu jalannya pembelajaran diantaranya :

1. Gaduh
2. Mencari-cari perhatian teman atau guru
3. Bertengkar dengan teman
4. Sering pergi ke toilet
5. Mengantuk
6. Dll.

Jika dibuat secara garis besar, permasalah dalam proses pembelajaran adalah berdasarkan faktor penyebabnya dibedakan menjadi 4, diantaranya :

A. Siswa

Banyak hal yang bisa membuat hasil belajar siswa di kelas kurang memuaskan bahkan tidak jarang jauh dari harapan guru dan orang tua, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan hasil belajar siswa kurang memuaskan, diantaranta :

1. Latar belakang siswa yang beragam bisa membuat pembelajaran menjadi lebih rumit dan sulit.
2. Kurangnya motivasi siswa dalam belajar menyebabkan hasil pembelajaran kurang memuaskan.
3. Pengaruh teman sepermainan begitu dominan terhadap kegiatan belajar siswa tersebut.
4. Tingkat intelegensi masing-masing siswa bisa mempengaruhi keberhasilan belajar siswa.

B. Guru 

Bisa juga dikatakan guru merupakan faktor yang sangat menentukan dalam keberhasilan sebuah kegiatan pembelajaran, banyak hal yang bisa dilakukan guru untuk meningkatan kualitas pembelajaran. Tetapi dibalik itu semua, ada banyak hal juga yang dapat mengurangi keberhasilan seorang guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa, diantaranya :

1. Motivasi guru sangat menentukan terhadap totalitas guru tersebut dalam mengajar. 
Seberapa sibuknyapun dia, jika motivasi untuk menghasilkan anak didik yang berkualitas, maka seorang guru akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengajar sebaik yang dia bisa lakukan.

3. Tingkat intelegensi dan kreatifitas guru. 
Guru yang mempunyai intelegensi tinggi dapat menguasai materi yang akan diajarkan siswa lebih detail dan ketika siswa memberikan pertanyaan, maka guru tersebut dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan benar. Ketika kreatifitas guru tersebut tinggi, walaupun dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki siswa maupun sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah, maka guru tersebut dapat mengatasi hal tersebut dengan mencari jalan keluar dengan keterampilan dan kreatifitas yang ia miliki. Kemampuan guru menggunakan media dan alat peragapun termasuk didalamnya yang menjadi kendala banyak guru di Indonesia.

4. Disiplin dan profesionalisme guru tersebut. 
Jika seorang guru mempunyai tingkat disiplin yang tinggi, bukan tidak mungkin rencana pembelajaran yang ia buat akan dilaksanakan sesuai dengan harapan dan keinginannya sehingga hasil yang diperolehpun akan memuaskan.

C. Sekolah

Peran sekolah dalam meningkatkan kualitas belajar siswa sangatlah besar, berikut merupakan hal yang bisa mempengaruhi berhasil tidaknya proses belajar :

1. Kebijakan sekolah dalam meningkatkan kualitas sekolah bisa jadi merupakan penentu keberhasilan belajar siswa. Ketika sekolah mengeluarkan kebijakan yang longgar atau seolah-olah tidak peduli dengan prestasi siswa, maka siswapun kemungkinan tidak akan memiliki motivasi yang tinggi untuk meningkatkan prestasinya. Artinya perhatian sekolah terhadap murid-murid yang memiliki prestasi akan meningkatkan motivasi seluruh siswa lainnya untuk ikut berprestasi.
2. Pengadaan sarana dan prasarana. Keterbatasan sarana dan prasarana akan menjadikan masalah mana kala kegiatan pembelajaran membutuhkan sarana yang lengkap tetapi penyedia sarananya sendiri (sekolah) tidak memiliki sarana tersebut. Maka prestasi siswa tidak akan berkembang karena sarana yang seharusnya bisa mengeksplorasi kreatifitas siswa tidak bisa digunakan.
3. Tata tertib sekolah yang longgar akan mengakibatkan siswa bertindak semaunya, tetapi jika tata tertib terlalu ketatpun tidak akan baik, bisa jadi anak merasa kebebasannya sebagai siswa dihilangkan bukan tidak mungkin anak akan melakukan perlawanan/pemberontakan.
4. Kurikulum yang terus menerus berubah menimbulkan kebingungan terhadap siswa. Materi pelajaran menjadi kacau dan sulit untuk dipahami secara menyeluruh oleh siswa.

D. Keluarga 

Satu lagi faktor yang tidak bisa dihilangkan dalam keberhasilan proses belajar siswa yaitu keluarga, berikut adalah hal yang bisa mempengaruhi keberhasilan belajar dari faktor keluarga :

Perhatian keluarga terhadap anak begitu menentukan. Banyak keluarga di daerah-daerah yang tidak begitu peduli terhadap pendidikan anaknya sendiri, hal ini akan membuat anak menjadi liar. Karena proses belajar anak sebagian besar berada di luar sekolah (keluarga dan lingkungannya). 

Jika orang tua sudah sibuk dengan pekerjaanya masing-masing maka anak akan terlantar belajarnya. Itu akan menjadikan masalah yang serius jika tidak segera ditanggulangi. Banyak anak yang karena tidak diperhatikan oleh orang tuanya malah mengekspresikan dengan teman-teman yang tidak baik, merokok, minum-minuman keras, atau bahkan mungkin 

Pertanyaan 4 : Jadi yang paling besar pengaruhnya dalam keberhasilan belajar siswa itu siapa? Apakah siswa sendiri? Guru? Sekolah? Atau keluarga?
Jawaban 4 : Kalau ditakanyakan seperti itu, maka kita sebagai pendidik harusnya mawas diri, keberhasilan belajar siswa di sekolah dengan berbagai masalah yang mengelilinginya merupakan tanggung jawab guru. Jadi faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap keberhasilan siswa selama belajar di sekolah adalah guru. 

Ketika guru kurang memberikan motivasi kepada siswa, kurang profesionalisme, tidak disiplin, kemampuan yang kurang memadai, tidak punya rencana dan tujuan belajar yang jelas, akan mempengaruhi kemampuan siswa dalam proses pembelajaran untuk mencapai hasil belajar maksimal.

10 Keistimewaan Menjadi Guru SD Yang Membuat Anda Selalu Tersenyum Bahagia dan Awet Muda

10 Keistimewaan Menjadi Guru SD Yang Membuat Anda Selalu Tersenyum Bahagia dan Awet Muda

BlogPendidikan.net - Sebagian besar orang beranggapan bahwa menjadi guru SD membutuhkan kesabaran dan mental yang kuat. Realitanya, ternyata anak-anak SD lebih sulit dikendalikan karena memang pemikiran mereka yang masih sangat kekanak-kanakan dan butuh perhatian ekstra mengajar mereka.

Memang harus butuh keseriusan dan kesabaran yang lebih di mana guru SD harus mampu menguasai siswanya dan mengontrol kelasnya dengan baik. Kunikan dan karakteristik anak SD berbeda dengan tingkat menengah atau atas, anak SD lebih cenderung mendapatkan perhatian yang lebih. Maka dari itu guru harus sangat memahami karakter siswa dan mengajarkan penuh kesabaran.

Berikut 10 keistimewaan menjadi guru SD yang membuat Anda selalu tersenyum bahagia :

1. Anda Berperan Penting Memberikan Pondasi Pendidikan Moral

Coba Anda tengok pada pelajaran matematika, dasar penting pelajaran matematika tentu ada di sekolah dasar, mulai dari penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, bilangan, pecahan, dan lain sebagianya. Tanpa menguasai dasar matematika, anak akan menjadi tumpul dalam pelajaran matematika saat berada di sekolah menengah dan atas (di SMP dan SMA).
Begitu juga dengan pendidikan moral, guru sekolah dasar memiliki peran yang amat penting untuk membangun pondasi moral anak. Tanpa pondasi moral inilah, anak akan tumbuh menjadi anak yang tidak bermoral.

2. Posisi Anda Bahkan Bisa Mengalahkan Posisi Orang Tua Anak

Anehnya, bagi anak sekolah dasar, sesosok guru bisa lebih dipercaya daripada orang tua mereka sendiri. Perlu Anda ketahui bahwa orang tua dirumah juga banyak mengajari dan menasehati anak. Namun kenyataannya, anak-anak lebih nyaman dengan nasehat dan keterangan materi oleh gurunya daripada orang tua mereka sendiri. Di sinilah Anda mengalahkan posisi orang tua mereka, jadi yang perlu Anda lakukan adalah menjadi guru yang baik bagi anak-anak didik.

3. Anda Menjadi Lebih Kreatif dan Dinamis

Anak-anak kecl di sekolah dasar tentu saja lebih cenderung suka bermain dan mengabaikan pembelajaran. Nah, saat Anda mendapati masalah seperti ini setiap hari, tentu saja Anda akan semakin banyak belajar bagaimana cara mengontrol kelas dengan baik, sehingga muncul ide, metode, dan media baru yang sesuai agar anak lebih fokus pelajaran. Ya, Anda menjadi lebih kreatif dan cenderung berpikir ke depan untuk anak-anak.

4. Perbedaan Karakter Anak, Memberikan Pemahaman Tentang Psikologi Anak Didik

Ternyata, menjadi guru sekolah dasar mempu memberikan banyak pengalaman dalam menangani anak-anak kecil. Anda pastinya sadar bahwa setiap anak memiliki karakter yang berbeda, mulai dari pendiam, banyak tingkah, minder, takut terkena marah, bahkan sampai anak yang susah diperingati.

Dari sinilah, Anda juga akan memperoleh banyak pengetahuan tentang psikologi anak kecil, Anda mampu memahami apa yang mereka inginkan, Anda mampu mengetahui apa langkah tepat yang seharusnya Anda lakukan serta memberikan yang terbaik untuk mereka.

5. Anda Bisa Menjadi Penyayang Anak

Selain itu, bertolak dari pemahaman psikologi anak kecil, Anda juga mampu mengontrol emosi terhadap anak. Coba bayangkan ketika Anda pertama kali mengajar anak sekolah dasar, tentu Anda merasa kesulitan bahkan sering marah-marah di kelas.
Namun, waktu memberikan banyak pembelajaran dan pengalaman untuk Anda. Saat ini, Anda mungkin sudah jarang marah-marah di kelas karena sudah tahu bagaimana karakter anak-anak kecil, bahkan karena itu pula Anda juga lebih peyayang kepada anak, terutama anak Anda di rumah.

6. Terkadang, Kekocakan Anak Bisa Menjadi Hiburan Atas Masalah Anda

Setiap orang pasti mempunyai masalah dalam hidupnya, apalagi seorang guru yang terkadang membawa masalah itu di kelasnya, sehingga anak-anak menjadi korban, tentu ini sangat salah. Namun jika Anda pandai dalam mengendalikan emosi dan perasaan, justru tingkah lucu dan kocak anak sekolah dasar akan menjadi hiburan bagi Anda sehingga Anda mengeluarkan senyuman kecil seolah masalah Anda sedikit lebih ringan.

7. Anda Terlihat Lebih Awet Muda

Banyak orang berkata bahwa menjadi guru anak-anak kecil menjadikan Anda lebih awet muda. Memang ada benar dan tidaknya, namun yang jelas Anda akan semakin sering tersenyum dan tertawa saat mengajar anak-anak kecil di sekolah dasar. Senyum dan tawa yang Anda lakukan setiap hari akan mengendorkan saraf yang kaku sehingga Anda terlihat lebih bahagia, ceria, dan bersemangat.

8. Anda Lebih Nyaman Berada di Sisi Mereka

Saat Anda sudah menjalin hubungan baik dengan anak-anak didik, Anda pastinya bisa lebih akrab bergaul bersama mereka, seperti orang tua dan anak. Rasa nyaman pun datang begitu saja saat Anda menemani dan membimbing mereka baik dalam pelajaran maupun di luar pelajaran.

9. Peran Anda Akan Dikenang Hingga Mereka Tumbuh Dewasa

Kenangan masa kecil merupakan hal yang sangat sulit dilupakan oleh semua orang. Jika Anda menjadi guru yang baik dan penyayang untuk anak-anak Anda, percayalah bahwa mereka akan selalu mengingat kenangan bersama Anda ketika mereka sudah tumbuh dewasa. Ketahuilah bahwa salah satu hal yang paling membahagiakan bagi seorang guru adalah saat murid Anda mengingat dan mengenang Anda meskipun sudah bertahun-tahun lamanya.

10. Anda Selalu Disambut Dengan Bahagia

Jika kedekatan dengan anak didik sudah terjalin, mereka akan selalu ingin dekat dan bertanya seolah ingin mencari perhatian. Guru yang selalu melayani, membimbing para siswanya akan menjadi kenangan dengan siswa tersebut. maka kehadiran Anda sangat di rindukan para siswa. Sesampainya di depan kelas mereka tersenyum penuh bahagia.

13 Kata-kata Mutiara Untuk Guru, Sososk Yang Dicintai dan Dihormati

13 Kata-kata Mutiara Untuk Guru, Sososk Yang Dicintai dan Dihormati

Berikut 13 Kata-kata Mutiara dan bijak khusus untuk guru untuk membangkitkan motivasi dan derajat seorang guru. Sososk Yang Dicintai dan Dihormati
 :

"Kerja seorang guru tidak ubah seperti kerja seorang petani yang sentiasa membuang duri serta mencabut rumput yang tumbuh di celah- celah tanamannya." (Imam Al Ghazali)

"Seorang majikan dapat memberitahumu apa yang ia harapkan darimu, Tapi seorang Guru membangkitkan pengharapanmu sendir." (Patricia Neal)

13 Kata-kata Mutiara Untuk Guru, Sososk Yang Dicintai dan Dihormati

"Perananmu sebagai pemimpin itu jauh lebih penting dari apa yang kau bayangkan. Kau (guru) memiliki kekuasaan untuk membantu orang menjadi juara." (Ken Blanchard)

13 Kata-kata Mutiara Untuk Guru, Sososk Yang Dicintai dan Dihormati

"Aku bukan seoarang Guru hanya sesama musafir yang kau tanyai arah, Aku menujuk ke arah depan kedepan diriku sendiri dan ke depan dirimu." (George Bernard Shaw)

13 Kata-kata Mutiara Untuk Guru, Sososk Yang Dicintai dan Dihormati

"Guru yang baik tidak pernah Mengatakan muridnya bodoh; tapi guru yang baik selalu mengatakan 'Muridku belum menguasai."

13 Kata-kata Mutiara Untuk Guru, Sososk Yang Dicintai dan Dihormati

"Apa yang ingin dipelajari murid, Sama pentingnya dengan apa yang ingin diajarkan Guru." (Lois E.LeBar)

"Teknologi hanya sebuah alat. Dalam hal membuat murid bekerja sama dan menjadikan mereka bermotivasi, gurulah yang paling utama." (Bill Gates)

"Saya percaya bahwa guru terhebat adalah seniman terhebat dan saya percaya hanya sedikit sekali seniman yang hebat. Mengajar mungkin adalah seni terhebat karena medianya adalah jiwa dan akal manusian." (John Steinback)

"Salah satu hal terpenting yang boleh dilakukan seorang guru adalah mengirim pulang seorang murid di siang hari  dalam keadaan sedikit lebih menyukai dirinya sendiri daripada ketika ia datang di pagi hari." (Ernest Melby)

"If kids come to us from strong, healthy functioning families, it makes our job easier.If they do not come to us from strong, healthy, functioning families, it makes our job more important." (Barbara Colorose )

"Teachers affect eternity; no one can tell where their influence stops." (Henry Brooks Adams)

"Students don't care how much you know until they know how much you care." (Nonymous)

"The test of a good teacher is not how many questions he can ask his pupils that they will answer readily, but how many questions he inspires them to ask him which he finds it hard to answer." (Alice Wellington Rollins)

Demikian semoga bisa menambah motivasi buat Bapak/Ibu Guru di sekolah saat PTM Terbatas.

Ingat! Jangan Menekan Siswa Dengan Kata BODOH

Ingat! Jangan Menekan Siswa Dengan Kata BODOH

BlogPendidikan.net
- Memang tidak bisa dipungkiri, seorang guru pasti lebih mengenal siswanya antara satu dan lainnya, ada klasifikasi antara siswa yang mampu dalam hal kognitif dan yang tidak. Hal ini wajar ada pada diri siswa. Bodoh dan pintar adalah hanya kata khiasan untuk membedakan siswa yang mampu dengan kata 'Pintar' dan yang tidak mampu dengan kata 'Bodoh'.

Selama ini mungkin guru sering membedakan siswa-siswa yang ada di sekolah dalam dua hal ersebut, yaitu "siswa yang bodoh atau pintar". Pendapat kita tentang hal ini memang bukanlah sebuah kesalahan, namun hal itu sangat perlu diluruskan. Karena sejatinya tak ada kata bodoh dalam diri seorang siswa.


Dari pernyataan di atas, kita bisa berfikir bahwasannya tidak ada kata "bodoh" yang melekat pada diri siswa. Melainkan siswa tersebut tidak bisa memanfaatkan apa yang telah dianugrahkan  Salah satu buktinya yaitu adanya rasa malas yang selalu melekat dalam diri siswa. Hal inilah yang membuat klasifikasi siswa itu bodoh.

Terlebinya bagi seorang pendidik sangat berhati-hati sekali jika menekan siswa, apalagi dengan mengeluarkan kata-kata 'Bodoh' , tanpa disadari tekanan tersebut akan berdampak psikologis pasa siswa, dan yang lebih parahnya lagi siswa tersebut akan merasa dibedakan dan asing bagi teman-teman lainnya.

Dalam situasi dimana siswa tidak bisa melakukan, tidak bisa mengerjakan sesuatu hal atau menjawab pertanyaan secara tepat, guru sering mengungkapkan kekecewaannya atas situasi tersebut dengan melontarkan kata-kata seperti ‘Kamu Bodoh’, atau kata-kata sejenis. Ada guru yang tidak merasa bersalah ketika mengatakan demikian. 


Fenomena semacam ini pada umumnya disebabkan oleh ketidaktahuan akan dampak yang mungkin ditimbulkan oleh kata-kata tersebut. Ada juga karena telah ada kesepakatan sebelumnya dengan siswa, manakala mereka tidak bisa melakukan, tidak bisa mengerjakan, atau tidak bisa menjawab, maka mereka akan dikatakan bodoh.

Apa akibat yang ditimbulkan menekan siswa dengan kata Bodoh :

Kepercayaan diri akan menurun

Kata-kata yang dikeluarkan oleh guru membuat siswa merasa bahwa itu adalah dirinya. Contoh sederhana saja, ketika guru berkata bodoh pada siswa tentu ia sakit hati dan berpikir bahwa hal itu mencerminkan dirinya. Tapi di sisi lain, alasan guru mengatakan itu karena kesal atau emosi. 

Hal tersebut membuat rasa percaya diri siswa menurun. Ia merasa bahwa hanya kekurangan saja yang ada dalam dirinya. Padahal seharusnya, guru yang lebih bijaksana dalam memilih kata untuk siswa. Jangan asal ucap tapi beri dia sedikit pengertian. 


Takut akan penolakan

Seorang siswa akan yang mendapat didikan yang buruk jika, guru tidak mampu bersikap dan berkata-kata dengan baik. Hal sederhana yang guru lakukan yaitu, berkata kasar pada siswa dan berdampak pada karakternya. 

Dan hasilnya, ia menjadi anak yang takut akan penolakan. Tapi ketika penolakan terjadi pada siswa maka, ia dapat melukai dirinya sendiri akibat merasa tidak layak untuk hidup. Jadi sebelum terjadi guru sebaiknya lebih dahulu mencegah. 

Pergaulan tidak akan terarah

Kunci utama siswa akan sukses dan memiliki karakter yang baik dimulai dari keluarga. Didikan orangtua sangat penting dalam membentuk perilaku dan pola pikir anak, selanjutnya pendidikan di sekolah juga sangat menentukan. Tapi jika orangtua atau guru sering berkata kasar pada anak, pasti ia akan mencari kesenangan di luar rumah. Sehingga, ia akan masuk dalam pergaulan yang salah dan mendidiknya menjadi orang yang sulit diatur.

Melatih memiliki sifat dendam

Ketika orangtua atau guru merasa bahwa anak terluka lebih baik segera minta maaf. Tapi tidak dengan maksud memanjakan anak dan tetap beritahu kesalahannya. Ini bertujuan agar hubungan orangtua dan anak akan semakin baik dan tidak ada rasa dendam. 

Pasalnya, terkadang orangtua atau guru sulit meminta maaf dan menganggap semua baik-baik saja. Padahal anak sudah menyimpan dendam akibat sakit hati. Jika sudah menjadi kebiasaan maka, anak akan sulit memaafkan orang sekitarnya.


Menjadi pendiam dan tertutup

Anak yang berubah menjadi pendiam dan tertutup bisa jadi karena orangtua atau guru sering berkata kasar padanya. Hal ini justru membuat anak tidak dekat dengan orangtua maupun gurunya dan merasa hidup sendiri. Sehingga, kita tidak dapat mendidik anak dengan baik. Sebelum hal ini berlanjut hingga sampai ia dewasa maka, cari tahu akar permasalahannya dan berusaha untuk dekat pada anak.

Semoga anak didik kita, bisa terjaga dengan baik dengan membentuk karakter mereka menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa, serta membahagiakan kedua orang tua dan gurunya. 

Apa Saja Asesmen Yang Diterapkan Saat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas?

Apa Saja Asesmen Yang Diterapkan Saat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas?

BlogPendidikan.net
- Pembelajaran dengat tatap muka terbatas memang berbeda dengan pembelajaran normal, salah satunya asesmen yang akan di terapkan guru pada saat proses pembelajaran di kelas. Asesmen ini sangat penting dilakukan terlebihnya pembelajaran yang dilakukan terbatas, tentunya asesmen atau penilaian akan terbatas juga.

Prinsip Asesmen PTM Terbatas Yang Terdiri Atas :

1. Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, dan menyediakan informasi yang holistik sebagai umpan balik untuk guru, peserta didik, dan orang tua, agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya.

2. Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran.

3. Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar dan menentukan keputusan tentang langkah selanjutnya.

4. Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai serta strategi tindak lanjutnya.

5. Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

Berikut beberapa asesmen atau penilaian yang bisa diterapkan oleh guru saat pembelajaran tatap muka terbatas dikelas :

1. Asesmen Diagnosis

Asesmen yang dilakukan sebelum pembelajaran untuk mengetahui kondisi psikososial dan penguasaan pelajaran oleh peserta didik sebagai dasar bagi guru dalam melakukan penyesuaian tujuan, asesmen, dan strategi pembelajaran. Asesmen diagnosis disarankan dilakukan dalam bentuk sederhana, tidak berisiko dan tidak menentukan nilai akhir peserta didik.

Orientasi Kesiapan Belajar & Psikososial merupakan upaya yang dilakukan guru melalui sejumlah aktivitas yang bertujuan untuk membangun kesiapan psikososial peserta didik, menumbuhkan minat belajar, dan memahami tujuan pembelajaran yang akan dicapai sehingga peserta didik siap melakukan pembelajaran.

Pembelajaran (PTM/PJJ merupakan serangkaian aktivitas baik pembelajaran tatap muka maupun pembelajaran jarak jauh yang dirancang berdasarkan hasil asesmen diagnosis untuk mencapai tujuan pembelajaran.

2. Asesmen Formatif

Asesmen yang dilakukan pada pertengahan pembelajaran untuk mengetahui capaian belajar peserta didik sebagai dasar dalam melakukan penyesuaian dan perbaikan pembelajaran guna memastikan pencapaian tujuan pembelajaran.

Asesmen formatif disarankan dilakukan dalam bentuk sederhana, tidak berisiko dan tidak menentukan nilai akhir peserta didik. Durasi alur pembelajaran dapat disesuaikan dengan bobot tujuan pembelajaran dengan prinsip semakin pendek durasi akan semakin efektif (kurang lebih 2 minggu) karena guru bisa segera mengetahui apa yang sudah dicapai dan apa yang belum tercapai untuk melakukan perbaikan pembelajaran.

Melakukan Perbaikan atau Pengayaan Pembelajaran (PTM/PJJ), Serangkaian aktivitas yang dilakukan berdasarkan hasil asesmen formatif kepadapeserta didik yang membutuhkan dukungan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.

3. Asesmen Sumatif

Asesmen sumatif merupakan serangkaian aktivitas yang dilakukan untuk menentukan penguasaan tujuan pembelajaran oleh peserta didik di akhir alur pembelajaran. 

Demikian ulasan mengenai Asesmen Yang Bisa Diterapkan Saat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas oleh guru dikelas, semoga bermanfaa. dan jangan lupa untuk berbagi.

Unduh PDF Asesmen Yang Diterapkan Saat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas >>> LIHAT DISINI