Showing posts with label Belajar Dari Rumah. Show all posts
Showing posts with label Belajar Dari Rumah. Show all posts

Mendikbud Terjunkan 750 Mahasiswa Untuk Membantu Siswa, Guru dan Orangtua Saat Belajar Dari Rumah

Admin 10/17/2020
Mendikbud Terjunkan 750 Mahasiswa Untuk Membantu Siswa, Guru dan Orangtua Saat Belajar Dari Rumah

BlogPendidikan.net
- Dalam rangka membantu siswa belajar dari rumah serta meringankan beban guru dan orang tua pada masa pandemi COVID-19, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menerjunkan 750 relawan mahasiswa untuk membantu siswa belajar dari rumah.

Nantinya, kata Menteri Nadiem,  para mahasiswa akan terjun langsung mengajar di lingkungan terkecil mereka, dimulai dari RT/RW, kampung, dan desa. Lokasi kegiatan bisa di rumah atau tempat strategis lainnya, dengan jumlah peserta yang terbatas agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Kalian sukarela meringankan beban para murid, guru, dan orang tua dengan memastikan pembelajaran tetap berlangsung walaupun sedang pandemi. Saya dapat laporan, banyak relawan angkatan pertama yang ingin melanjutkan darmabaktinya di angkatan kedua ini. Saya mendukung," ujar Nadiem dalam keterangannya pada Sabtu (17/10/2020), melansir detik.com.

Nadiem menjelaskan relawan mahasiswa akan mengajar pada jenjang PAUD/TK, SD/MI, dan SMP/MTs di lingkungan masing-masing. Program mengajar dari rumah ini merupakan angkatan kedua yang akan berlangsung pada 18 Oktober hingga 17 November 2020.

Sebelumnya, Nadiem telah melepas para relawan mahasiswa di angkatan pertama. Mereka telah menyelesaikan tugasnya pada periode 17 Agustus sampai 16 September 2020.

"Dari 3.803 pendaftar, telah dipilih 750 relawan muda yang akan bertugas pada program mengajar dari rumah angkatan kedua, yang akan berlangsung pada 18 Oktober sampai 17 November 2020," jelas Nadiem.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 (Satgas TPC-19) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengatakan masih ada sebanyak 17 persen warga negara Indonesia yang merasa tidak akan terpapar Corona. Ia pun mendesak semua pihak melakukan sosialisasi terhadap perubahan perilaku.

"Perubahan perilaku sangat penting. September lalu, BPS menemukan 17 persen warga Indonesia merasa tidak mungkin terpapar COVID-19, ini angka tinggi sekali. Kalau kita tidak sosialisasi perubahan perilaku, makin banyak yang tidak patuh protokol kesehatan, dan bisa makin banyak yang terpapar COVID-19," tutur Doni.

Doni menjelaskan mahasiswa juga harus terlibat memberikan edukasi terkait COVID-19 kepada masyarakat. Ia menegaskan pandemi COVID-19 bukan konspirasi.

"Kita semua, termasuk kalian mahasiswa relawan, harus menjelaskan kepada masyarakat bahwa COVID-19 nyata, bukan rekayasa, bukan konspirasi. Secara global, korban jiwa sudah 1 juta orang dan yang terpapar 37 juta orang. Di Indonesia, sudah 360 ribu orang lebih terpapar, dan saudara-saudara kita yang wafat sudah mencapai 12 ribu orang. Ini angka yang besar, walaupun yang sembuh juga makin banyak, hampir 275 ribu orang," ujar Doni.

Begini Cara Mendapatkan Bonus 10 GB dari Telkomsel dan Bantuan Kuota Internet Gratis

Admin 10/11/2020
Begini Cara Mendapatkan Bonus 10 GB dari Telkomsel dan Bantuan Kuota Internet Gratis

BlogPendidikan.net
- Telkomsel yang merupakan salah satu penyedia layanan kuota internet gratis untuk meringankan peserta didik dan tenaga pendidik dalam rangka mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kembali berikan kuota dengan kapasitas yang cukup besar dengan murah hingga gratis.

Kali ini telkomsel memberikan bonus kuota berkapasitas yang cukup besar yaitu kuota internet gratis 10 GB hanya dengan Rp10.

Kuota tersebut dapat digunakan ketika kuota gratis kemendikbud yang sudah diterima oleh peserta yang masih belum dapat memenuhi kebutuhan pengguna, peserta dapat memperoleh tambahan kuota 10 GB yang akan dijelaskan secara ringkas tutorial untuk mengklaim bonus tersebut di bawah ini.


Sebelumnya sejak bulan September 2020 lalu telkomsel telah menyalurkan internet gratis dari kemendikbud.

Kuota tersebut telah dibagikan secara berkala dengan masa aktif selama 30 hari untuk satu nomor pengguna kartu yang terdaftar sebagai peserta didik maupun tenaga pendidik yang sedang melangsungkan Pendidikan

Pemberian kuota internet gratis dibagi menjadi tiga bagian: antara kuota internet Kemendikbud untuk semua jaringan dan kuota belajar Kemendikbud. Kuota belajar Kemendikbud terdiri dari kuota pendidikan, kuota conference, dan kuota chat.

Kuota pendidikan mencakup: Google Classroom, Zenius, Rumah Belajar, Quipper, Cakap, Bahaso, AyoBlajar, Kippin School 4.0, Sekolahmu, Udemy, Duolingo, video meeting edukasi Birru, Ruangguru, Kelas Pintar, dan aplikasi online belajar lainnya serta ratusan portal e-learning kampus dan sekolah.

Kuota conference mencakup: Zoom, Google Meet, Cisco Webex, UMeetMe, Microsoft Teams. Sementara Kuota chat mencakup aplikasi Whatsapp.


Namun, jika kuota internet gratis yang telah diberikan secara gratis tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan pengguna hanya cukup dengan pulsa senilai Rp 10 bisa mengklaim bonus pulsa 10 GB dari telkomsel.

Berikut ini adalah caranya untuk klaim bonus tersebut:

Pertama, pengguna dapat mengaktifkan Kuota Belajar melalui aplikasi My Telkomsel.

Pastikan pengguna memiliki kuota utama dan tidak menggunakan VPN serta pastikan nomor Telkomsel pengguna sudah terdaftar melalui sekolah atau kampus di Dapodik (Data pokok pendidikan) Kemendikbud dan status nomor pengguna yang aktif

Lalu ikuti cara berikut:

1. Buka aplikasi My Telkomsel
2. Pilih menu “Belajar”
3. Pilih menu “Internet”
4. Pilih kategori “Pendidikan”
5. Pilih “Kuota Belajar Rp10”
6. Konfirmasi pembelian
7. Pembelian berhasil

Kedua, pengguna juga bisa mengaktifkan Kuota Belajar melalui UMB.

Pastikan pengguna memiliki kuota utama dan tidak menggunakan VPN serta pastikan nomor Telkomsel pengguna sudah terdaftar melalui sekolah atau kampus di Dapodik (Data pokok pendidikan) Kemendikbud dan status nomor aktif.


Lalu ikuti langkah berikut:

1. Akses UMB *363*844#
2. Pilih “Paket Kuota Belajar”
3. Pilih “Rp10 10GB Kuota Belajar”
4. pengguna akan mendapatkan notifikasi berisi link aktivasi paket melalui aplikasi My Telkomsel
5. Konfirmasi pembelian dan pembayaran
6. Pembelian paket berhasil

Proses Pembelajaran Luring Dihentikan

Admin 10/02/2020
Proses Pembelajaran Luring Dihentikan

BlogPendidikan.net
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), melarang para guru melakukan kunjungan dari rumah ke rumah siswa. Kebijakan ini diambil guna mencegah terjadinya penyebaran virus korona (covid-19).

Kebijakan ini dituangkan dalam Surat Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang bernomor: 1258/DISDIKBUD.007/ Dikdas/2020 sebagai tindak lanjut surat Walikota Kupang Nomor : BKPPD.443.1/1063/IX/2020 tanggal 23 September 2020 tentang penyesuaian sistem kerja.


Surat edaran diberikan kepada para kepala satuan pendidikan SD serta SMP di daerah itu. Dumuliahi Djami mengatakan semua kegiatan kunjungan dari rumah ke rumah siswa yang dilakukan para guru selama ini semuanya dihentikan.

"Termasuk kegiatan belajar kelompok pada titik-titik kumpul yang telah ditentukan," kata Djami, Kamis, 1 Oktober 2020.

Ia mengatakan, para guru agar memberikan penugasan untuk dilaksanakan oleh setiap siswa di rumah masing-masing minimal selama dua pekan. Dumuliahi Djami menambahkan penghentian kegiatan kunjungan rumah berlangsung selama dua pekan, mulai 30 September hingga 14 Oktober 2020.

Kegiatan bimbingan teknis belajar dari rumah (BDR) secara luring (ofline) akan dilanjutan kembali apabila ada keputusan wakil kota Kupang.


Ia mengatakan, para guru agar memberikan penugasan untuk dilaksanakan oleh setiap siswa di rumah masing-masing minimal selama dua pekan. Dumuliahi Djami menambahkan penghentian kegiatan kunjungan rumah berlangsung selama dua pekan, mulai 30 September hingga 14 Oktober 2020.

Kegiatan bimbingan teknis belajar dari rumah (BDR) secara luring (ofline) akan dilanjutan kembali apabila ada keputusan wakil kota Kupang. (Sumber: medcom.id)

Guru Ini Baru Sadar Ternyata Yang Diajar Siswa Dari Sekolah Lain Setelah 3 Bulan Belajar Online

Admin 10/02/2020
Guru Ini Baru Sadar Ternyata Yang Diajar Siswa Dari Sekolah Lain Setelah 3 Bulan Belajar Online

BlogPendidikan.net
- Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia, telah mengakibatkan banyak perubahan. Salah satu perubahan yang terjadi adalah sistem pembelajaran yang tadinya dilangsungkan secara tatap muka, kini dilakukan secara online.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona lebih meluas lagi di lingkungan sekolah. Meski demikian, bukan berarti skolah secara online tidak menyisakan masalah lain. Kenyataannya, sulitnya sinyal atau tersedianya perangkat penunjang menjadi masaah lain yang timbul akibat pembelajaran online.

Tidak hanya itu, bahkan sekolah online ini juga menghadrkan berbagai kisah yang menggelikan.

Salah satunya kisah menggelikan tentang sekolah online datang dari seorang guru bernama Harianto Andi Ma'tu. Sebagai seorang guru, Harianto juga harus menjalankan tugasnya untuk mengajar secara online.

Pembelajaran ini ia sampaikan melalui WhatssApp. Melalui aplikasi itulah, Harianto juga memberikan tugas sekolah, dan meminta siswanya mengumpulkan hasil pekerjaannya. Kegiatan pembelajaran melalui WhatsApp ini sudah ia lakoni selma tiga bulan.

Namun selama tiga bulan itu, dia baru menyadari bahwa ada satu murid yang ia ajar ternyata berasal dari sekolah lain. Bahkan sekolah tersebut berada di kabupaten yang berbeda dari sekolah tempatnya bekerja.

Hal itu baru terungkap ketika sang murid mengklarifikasi nama sang guru. Namanya pun berbeda dengan dirinya. Guru yang sebenarnya merupakan rekan kerja Harianto.

Kisah ini bermula saat Harianto Andi Ma'tu guru di Mamuju, Sulawesi Barat ini mendapat pesan singkat dari siswa kelas 7 IPA pada 29 Juli 2020. Sang murid mengumpulkan tugas pertamanya, ia juga mengecek nama dan alamat. Namun ia bingung dengan alamat yang ditulis sang murid. Hari pun berpikir sang murid hanya salah tulis alamat.

Ia juga menyapa Hari dengan sebutan 'Bu', padahal seharusnya menggunakan 'Pak'. Namun, Hari masih memaklumi karena mungkin belum kenal. Kemudian pada bulan Agustus sang murid mengirmkan tugas keduanya, tetapi sang murid masih memanggilnya dengan sebutan 'Bu'.

Ia pun menjelaskan namanya dan berharap bahwa ia disapa dengan panggilan 'Pak'. Hari mulai curiga saat sang murid tak pernah membahas aplikasi belajar online.

Padahal, tugas dan modul ada disana. Namun, di lain sisi ada seorang anak dengan nama mirip sudah mengirimkan tugas pekanan dari aplikasi.

Hingga akhirnya pada 24 September 2020, sang murid mengklarifikasi nama gurunya.

"24 September 2020, ananda kembali bertanya perihal tugasnya dan mengklarifikasi nama gurunya, dengan Ibu U..?" ujar Hari melalui akun Facebooknya pada 25 September 2020 lalu.

Sejak saat itu, Hari pun mulai menyadari bahwa sang murid berasal dari sekolah lain. Hari kemudian memeriksa kembali tugas yang sudah sang murid kumpulkan. Saat ditelusuri, di catatan lembar tertulis nama dan nomor ponsel berbeda, bukan milik guru SMP Budong-Budong ini.

"Astaga, baru sadar ananda sepertinya bukan siswa dari sekolah kami. Saya kembali periksa foto jawaban modul yang telah dikirimkannya," ujar Hari di laman Facebooknya pada 25 September 2020 lalu.

"Pada foto pertama tak ada yang aneh (kecuali alamat tadi), pada foto modul tugas ke 2 dan 3, saya perhatikan pada catatan lembar tertulis nama dan nomor ponsel berbeda, bukan milik saya (benar bahwa ananda bukan siswa kami). Tertulis nama dan nomor adik kelas, teman, rekan saya di kabupaten tetangga."

Dalam lembar tersebut, tertulis nama rekan guru lain yang berbeda sekolah bahkan berbeda kabupaten.

Murid berasal dari Pasangkayu, Sulawesi Barat. Sedangkan, Hari berasal dari Mamuju, Budong-Budong Sulawesi Barat.

Ia pun mengklarifikasi kepada murid bahwa mereka berbeda sekolah, namun sang murid tetap boleh belajar bersama Hari.

Seorang Guru Mengajar Siswa Menggunakan Nampan Sebagai Papan Tulis Menjadi Viral

Admin 9/30/2020
Seorang Guru Mengajar Siswa Menggunakan Nampan Sebagai Papan Tulis Menjadi Viral

BlogPendidikan.net
- Sebuah foto viral di media sosial, menampakkan seorang guru yang sedang mengajar muridnya dengan menggunakan nampan. Dalam foto tersebut, tampak ia sedang menjelaskan pelajaran pecahan dan menuliskannya pada nampan plastik berwarna putih layaknya menulis di papan tulis.

Sosok guru di balik foto tersebut merupakan guru SDN 131 Manyollong, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan bernama Susilawati Idrus (51). Ia mengatakan bahwa ia sedang mengajar muridnya mengenai mata pelajaran tematik. 


“Saya mengajarkan pada saat itu mata pelajaran Tematik, diikuti oleh 3 murid berdasarkan pembagian,” ucap wanita yang kerap disapa Susi ini kepada kumparan, Selasa (29/9). 

Susi menyebutkan bahwa tidak mungkin untuk membawa papan tulis dari sekolah untuk mengajar di rumah. Menurutnya, mengajar menggunakan nampan dilakukannya agar kegiatan belajar mengajar lebih efektif dan efisien. 

“Saya mengajar menggunakan nampan, hanya persoalan secara kebetulan, karena saya memakai spidol. Untuk membawa alat atau papan di sekolah sangat rumit untuk dibawa ke rumah-rumah murid, makanya saya mencoba menggunakan nampan, sangat mudah menghapus. Setiap hari dalam pembelajaran saya menggunakan nampan karena efektif dan efisien,” ucapnya.


Para murid Susi pun menyambut metode mengajarnya dengan gembira meskipun awalnya heran dan terkesan lucu.

“Reaksi murid pada awalnya saat saya menggunakan nampan, murid saya pada tertawa dan heran. Namun seiring waktu, mereka sudah terbiasa dan malah senang,” ujarnya. 

Pembelajaran yang dilakukan oleh Susi adalah secara tatap muka dengan ia yang pergi ke rumah siswa atau sebaliknya secara bergantian. Selama proses belajar, Susi selalu mengingatkan para muridnya untuk menerapkan protokol kesehatan. 

“Protokol kesehatan tetap diutamakan sesuai dengan standar semestinya. Murid tetap pakai masker, sebelumnya diwajibkan cuci tangan serta jaga jarak, makanya saya membagi 3 kelompok, 3 orang per pertemuan,” ujarnya. 

Susi juga mengaku ingin mengajar dengan metode pembelajaran secara online dari rumah. Namun, sebagian besar muridnya tidak memiliki gawai yang dapat mendukung hal tersebut. 


“Saya sangat menginginkan metode pembelajaran secara online. Namun apa daya, murid saya 90% hampir dikatakan kurang mampu. Memiliki HP sangat mustahil, karena pulsa data saja mereka tidak mampu,” ungkapnya.

Meskipun begitu, murid-murid Susi tetap senang dan belajar dengan baik. Susi berharap anak-anak Indonesia tetap semangat belajar dan menjaga kesehatan selama pandemi virus corona ini. 

“Pesan dan harapan saya untuk anak-anak diseluruh Indonesia, mari tetap semangat belajar dan tetap menjaga kesehatan. Ikuti setiap arahan Pemerintah agar kiranya virus corona ini cepat berlalu,” ucapnya. (Sumber; kumparan.com)

Kuota Internet Murah Telkomsel 2 GB Rp 9 Ribu di *363# Serta Daftar Kode Dial Paket Internet Murah

Admin 9/29/2020
Kuota Internet Murah Telkomsel 2 GB Rp 9 Ribu di *363# Serta Daftar Kode Dial Paket Internet Murah

BlogPendidikan.net
- Dapatkan internet murah hanya mengetik ketik kode *100# bisa dapat paket kuota Telkomsel 2Gb cuma Rp 9.000. Nah buat bikers yang cari kuota internet murah sekarang banyak ditawarkan. PSBB yang kembali diperpanjang membuat sebagian besar pekerja harus kembali bekerja di rumah (WFH).

Kalau mau internet murah caranya gampang tinggal ketik kode *100# dan kalau beruntung dapat paket kuota Telkomsel 2Gb Rp 9.000. 

Mencari internet murah bisa juga dilakukan dengan mengakses kode dial. Kode dial yang biasa digunakan pengguna kartu telkomsel bisa bermacam- macam tapi yang paling sering digunakan adalah *363#. Padahal cukup banyak kode dial yang bisa digunakan untuk mencari internet murah.


Maka beberapa kode berikut yang dilansir dari kuotamedia.net ini bisa menjadi pilihan tepat untuk mencoba paket internet yang lebih murah dengan kuota yang lebih besar.

Silahkan Coba kode dial up *100# untuk dapat kuota internet murah 2 GB hanya Rp 9000

Dimana kode-kode berikut ini menyajikan beberapa pilihan paket internet termurah yang bisa menjadi andalan kamu dalam berinternetan.

1. Kode Paket Internet Telkomsel untuk Pengguna SimPati Loop

Kode paket internet murah Telkomsel berikut ini hanya dapat digunakan untuk kamu yang menggunakan kartu SimPati Loop saja. Jadi untuk pengguna selain kartu SimPati Loop, maka paket ini tidak tersedia di layanan menu dial yang bisa dicoba.

Berikut beberapa kode akses untuk paket internet murah Telkomsel dengan kuota yang lebih besar:

1. *567*1*1#, paket kuota 2GB, Rp 20.000.
2. *567*3*1*1*2*1#, paket kuota 6GB, Rp 30.000.
3. *550*300#, paket kuota 2GB, Rp 25.000.
4. *550*912#, paket kuota 2GB, Rp 25.000.
5. *550*790#, paket kuota 2GB, Rp 25.000.
6. *550*910#, paket kuota 2GB, Rp 25.000.
7. *550*890#, paket kuota 2GB, Rp 25.000.

Syarat dan Ketentuan: untuk masing-masing harga paket kuota di atas dapat disesuaikan dengan kota/daerah tempat tinggal.

2. Kode Paket Internet Telkomsel untuk Pengguna Kartu AS

Kode paket internet murah Telkomsel berikut ini hanya dapat digunakan untuk kamu yang menggunakan kartu AS. Jadi untuk pengguna selain kartu AS, maka paket ini tidak tersedia di layanan menu dial yang bisa dicoba.

Berikut beberapa kode akses untuk paket internet murah Telkomsel kartu AS dengan kuota yang lebih besar:

1. *100*3*2*3*1*1#, paket kuota 500MB, Rp 4.000.
2. *100*3*2*3*1*2#, paket kuota 1GB, Rp 6.000.
3. *100*3*2*3*1*3#, paket kuota 2GB, Rp 9.000.

Syarat dan Ketentuan: untuk masing-masing harga paket kuota di atas dapat disesuaikan dengan kota/daerah tempat tinggal.

3. Kode Paket Internet Telkomsel untuk Pengguna SimPati dan Kartu AS

Bagi kamu para pengguna kartu Telkomsel baik SimPati maupun kartu AS. Maka dapat mencoba beberapa kode serial menu di bawah ini untuk harga paket internet murah dengan kuota yang lebih besar:

1. *550*1#, paket BB FullBIS + pulsa mulai 25rb.
Paket BB Sosialita + pulsa mulai 20rb.
Paket BB Lifestyle + pulsa mulai 10rb dengan masa waktu 30 hari.

2. *550*2#, paket BB bulanan, 30 hari.
3. *550*3#, paket kuota 1GB, Rp 10.000, 7 hari.
4. *550*5#, paket kuota Flash 500MB + 500MB Pulau + 1GB Kota + 2GB MDS (00-07) + Gratis Akses WA, BBM, Line, Rp 30.000, 30 hari.
5. *550*6#, paket kuota 1 GB selama 3 bulan, Rp 20.000, 30 hari.
6. *550*7#, paket kuota 1,2GB, Rp 10.000, 30 hari.
7. *550*8#, paket kuota 4,5GB, Rp 30.000, 30 hari.
8. *550*20#, paket kuota 1GB, Rp 20.000, 30 hari.
9. *550*30#, paket kuota 3GB, Rp 30.000, 30 hari.
10. *550*31#, paket kuota 6GB, Rp 100.000, 30 hari.
11. *550*33#, paket kuota 3,5GB, Rp 60.000, 30 hari.
12. *550*40#, paket kuota 2GB, Rp 40.000, 30 hari.
13. *550*50#, paket kuota 3GB, Rp 50.000, 30 hari.
14. *550*83#, paket kuota 40MB, Rp 5.000, 7 hari.
15. *550*84#, paket kuota 40MB, Rp 5.000, 7 hari.
16. *550*85#, paket kuota 40MB, Rp 5.000, 7 hari.
17. *550*89#, paket kuota 40MB, Rp 5.000, 7 hari.
18. *550*101#, paket kuota 400MB, Rp 10.000, 30 hari.
19. *550*150#, paket kuota 4,5GB, Rp 30.000, 30 hari.
20. *550*204#, paket kuota 1GB, Rp 20.000, 30 hari.
21. *550*222#, paket Unlimited BB Full Service, Rp 10.000, 30 hari.

Syarat dan Ketentuan: untuk masing-masing harga paket kuota di atas dapat disesuaikan dengan kota/daerah tempat tinggal.

Untuk memastikan jika kode paket internet di atas work, maka kamu bisa mencobanya satu per satu. Dimana dengan begitu kamu bisa langsung menyesuaikannya dengan paket yang pas untuk mendukung kebutuhan internet harianmu.

4. Kode Paket Internet Telkomsel Murah di *363#

Berikut beberapa kumpulan kode paket internet Telkomsel murah yang dapat diakses melalui serial dial up di *363#.

Dimana kumpulan kode berikut ini menjadi andalan bagi para pengguna Telkomsel:

1. *363*300#
2. *363*800#.
3. *363*810#.
4. *363*811#.
5. *363*812#.
6. *363*820#.
7. *363*825#.
8. *363*830#.
9. *363*840#.
10. *363*841#.
11. *363*842#.
12. *363*843#.
13. *363*844#.
14. *363*845#.
15. *363*851#.
16. *363*899#.
17. *363*882#.
18. *363*831#.
19. *363*832#.
20. *363*834#.
21. *363*842#.
22. *363*843#.
23. *363*845#.
24. *363*77#.
25. *363*848#.
26. *363*844#.
27. *363*847#.
28. *363*846#.
29. *366*841#.

Untuk memastikan jika kode paket internet di atas work, maka kamu bisa mencobanya satu per satu. Dimana dengan begitu kamu bisa langsung menyesuaikannya dengan paket yang pas untuk mendukung kebutuhan internet harianmu.

5. Kode Paket Internet Telkomsel Murah di *550#

Selain serial menu andalan Telkomsel yang disediakan melalui kode dial *363#. Pengguna juga dapat mencoba kode-kode lain yang tersaji di *550#.

Dimana kamu bisa mendapatkan harga paket internet Telkomsel super murah lainnya dengan kuota yang lebih besar.

Berikut beberapa kumpulan kode paket internet murah Telkomsel yang bisa kamu coba:

1. *550*300#.
2. *550*310#.
3. *550*312#.
4. *550*313#.
5. *550*321#.
6. *550*330#.
7. *550*331#.
8. *550*332#.
9. *550*345#.
10. *550*350#.
11. *550*355#.
12. *550*365#.
13. *550*373#.
14. *550*375#.
15. *550*473#.
16. *550*497#.
17. *550*501#.
18. *550*502#.
19. *550*505#.
20. *550*530#.
21. *550*730#.
22. *550*778#.
23. *550*790#.
24. *550*890#.
25. *550*902#.
26. *550*905#.
27. *550*907#.
28. *550*909#.
29. *550*910#.
30. *550*911#.
31. *550*912#.
32. *550*933#.
33. *550*999#.

Untuk memastikan jika kode paket internet di atas work, maka kamu bisa mencobanya satu per satu. Dimana dengan begitu kamu bisa langsung menyesuaikannya dengan paket yang pas untuk mendukung kebutuhan internet harianmu.

Contoh Jadwal dan Laporan PJJ Luring

Admin 9/10/2020
Contoh Jadwal dan Laporan PJJ Luring

BlogPendidikan.net
- Dimasa pandemi hampir seluruh sekolah di Indonesia ditutup untuk mencegah penyebaran virus corona, proses belajarpun berubah signifikan dari tatap muka berubah menjadi model pembelajaran daring, luring dan kombinasi, semua itu dilakukan agar proses pembelajaran tetap berlangsung meski menghadapi wabah corona.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)Nadiem Makarim tak lagi mewajibkan guru memenuhi jam ajar dengan hitungan 24 jam dalam sepekan. Relaksasi jam ajar itu diatur dalam kurikulum darurat yang tertuang dalam Keputusan Mendikbud Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Kurikulum Dalam Kondisi Khusus.


"Pemerintah juga melakukan relaksasi peraturan untuk guru, bahwa guru tidak lagi diharuskan untuk memenuhi beban kerja 24 jam tatap muka dalam satu minggu," kata Nadiem dalam konferensi pers secara daring.

Relaksasi jam ajar guru tercantum dalam poin keempat kurikulum darurat. Nadiem menjelaskan relaksasi jam ajar bertujuan untuk mengurangi beban guru, sekaligus memberikan fleksibilitas guru dalam mengajar.

Dengan relaksasi jam ajar, guru diharapkan meningkatkan pengajaran yang interaktif selama melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). "Jadi guru dapat fokus memberikan pelajaran interaktif tanpa harus mengejar pemenuhan jam," imbuhnya.


Nadiem juga berharap relaksasi jam ajar dimanfaatkan para orang tua untuk turut aktif memberikan pengajaran bagi anaknya di rumah. "Mampu memberikan fleksibilitas dalam bagaimana bisa melibatkan orang tua di dalam proses pembelajaran," kata Nadiem.

Dengan relaksasi beban jam mengajar guru yang tidak lagi diwajibkan mengajar minimal 24 jam/minggu, guru dituntut untuk menyusun jadwal dan laporan proses pembelajaran yang dilaksanakan baik secara daring, luring ataupun kombinasi sebagai bahan laporan dan supervisi kepala sekolah dan pengawas.

Berikut contoh jadwal dan laporan pembelajaran jarak jauh (PJJ) model luring:

* Jadwal PJJ Luring: LIHAT DISINI

* Laporan PJJ Luring: LIHAT DISINI

Subsidi Kuota Internet Segera Disalurkan, Pastikan Memenuhi 5 Syarat dan Sesuai Alur Proses Data

Admin 9/08/2020
Subsidi Kuota Internet Segera Disalurkan, Pastikan Memenuhi 5 Syarat dan Sesuai Alur Proses Data

BlogPendidikan.net
- Baru-baru ini Nadiem Makariem Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kebijakan terkait pemberian bantuan berupa kuota gratis untuk seluruh siswa dan siswi hingga mahasiswa.

Pendataan nomor ponsel telah dilakukan pada 31 Agustus lalu dan diperpanjang hingga 11 September mendatang. Berita pemberian kuota gratis tentunya sangat membahagiakan para peserta didik, karena dengan adanya bantuan tersebut dapat menunjang kebutuhan untuk melaksanakan pembelajaran secara daring.


Untuk mendapatkan pulsa tersebut pastikan kamu sudah memenuhi persyaratan bantuan subsidi berupa kuota tersebut. Berdasarkan webiner Sosialisasi Verval Ponsel, pemberian kuota kepada peserta didik harus memenuhi persyaratan 5K.

Berikut persyaratan pemberian kuota Verpal Ponsel:

1. Kepastian sebagai Peserta Didik/Guru Aktif terdaftar di Dapodik sekolah induk
2. Kepastian data unik dan tunggal (1 NISN, 1 orang dan 1 satuan pendidikan)
3. Kepastian nomor ponsel (kepemilikan)
4. Kepastian aktif/tidak aktif nomor ponsel yang didaftarkan
5. Kepastian persetujuan Kepala Sekolah (SPTJM yang ditandatangani KS dan bermaterai 600)


Provider atau kartu yang terdaftar adalah Telkomsel, Indosat, XL, Samartfren, dan 3 (Three). Paket kuota yang akan didapatkan adalah berbentuk kuota dan bukan berbentuk pulsa. Hal ini dilakukan untuk menghindari jual beli pulsa atau di pakai untuk keperluan selain pembelajaran.

Kuota yang akan didapatkan sebesar 35GB untuk satu orang siswa, 42GB untuk satu orang Guru, dan 50GB untuk satu orang Mahasiswa/Dosen.

Berikut alur data pemberian kuota:

1. Perbaikan data ponsel yang dilakukan melalui Dapodik sebelum 11 September 2020, dan melalui verval ponsel setelah 11 September 2020.
2. Validasi nomor ponsel bertujuan untuk mendeteksi nomor ponsel, apakah sudah sesuai dengan kelima provider tersebut atau tidak. Apabila tidak harus segera dilakukan perbaikan.
3. Nomor ponsel yang sudah melalui verbal akan dikirim ke provider untuk dilakukan pengecekan atau nomor aktif, tidak aktif ataukah pasca bayar.
4. Nomor ponsel yang tidak aktif akan dikembalikan ke PUSDATIN
5. Data yang valid adalah data yang aktif atau pasca bayar, jadi pastikan nomor kamu untuk selalu aktif.
6. Percetakan SPJTM
7. SPJTM data dan nomor siswa valid dikirim kembali ke provider untuk dilakukan injeksi kuota apakah berhasil terkirim atau tidak.


Pulsa akan dikirim setiap satu bulan sekali. Untuk itu pastikan kamu sudah memenuhi persyaratan 5K untuk mendapatkan bantuan subsidi berupa kuota dari pemerintah.(**)

Kuota Internet PJJ: Telkomsel 10 GB Rp 10, XL 55 GB Rp 1 dan Indosat 30 GB Rp 1

Admin 9/02/2020
Kuota Internet PJJ: Telkomsel 10 GB Rp 10, XL 55 GB Rp 1 dan Indosat 30 GB Rp 1

BlogPendidikan.net
- Para operator telekomunikasi sedang gencar menghadirkan promo paket data internet murah untuk mendukung belajar jarak jauh atau belajar online (PJJ) yang diselenggarakn oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD).

Indosat

Terbaru adalah Indosat yang menghadirkan paket pintar IMClass yang memberikan paket data 30GB seharga Rp 1. Paket data ini berlaku selama 30 hari. Paket data ini bisa dinikmati pelanggan prabayar maupun pascabayar.


Paket data ini bisa digunakan untuk mengakses aplikasi belajar online seperti Ruangguru, Quipper, Zenius, Rumah Belajar, Sekolahmu dan 300 lebih portal e-learining dan situs resmi dari universitas-universitas di Indonesia.


Untuk mendapatkan paket data ini cukup mendaftarkan nomor IM3 Ooredoo yang dimiliki ke sekolah atau kampus, dan selanjutnya diverifikasi untuk bisa langsung mendapatkan bantuan kuota pembelajaran jarak jauh dari pemerintah, seperti dikutip dari keterangan resmi Indosat, Rabu (2/9/2020)

Telkomsel

Telkomsel juga tak mau kalah. Anak usaha Telkom ini meluncurkan Kuota Belajar 10GB senilai Rp 10. Paket data ini berlaku selam 30 hari dan paket ini bisa dinikmati hingga 31 Desember 2021.

Paket data ini bisa digunakan untuk menggakses sejumlah platform aplikasi belajar daring seperti Rumah Belajar, Zenius, Quipper, Udemy, Duolingo, Sekolah.mu, Cakap, Bahaso, Cambridge, AyoBlajar, Zoom, CloudX, UMeetMe, Microsoft Teams, Cisco Webex, Google Meet, Google Classroom, dan ratusan situs belajar daring yang dikelola kampus dan sekolah hingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.


Paket Kuota Belajar dapat diakses khusus oleh pengguna layanan prabayar Telkomsel melalui aplikasi MyTelkomsel atau UMB *363*844#.

XL

XL Axiata menghadirkan paket internet murah 55GB seharga Rp 1. Paket data ini berlaku selam 24 jam yang terdiri darai kuota utama 15GB dan kuota chat 40GB. Program ini berlaku selama September hingga Desember 2020.

Untuk mendapatkan paket ini pelajar dan mahasiswa harus mendaftarkan nomor ponsel ke sekolah dan kampus sebelum 11 September 2020. Bila nomor terkonfirmasi dan terdaftar di Kemendikbud bisa memanfaatkan paket data ini.

Nadiem: Resiko Menyeramkan Selama PJJ, Terjadinya Krisis Pembelajaran dan Lost Generation

Admin 8/31/2020
Nadiem: Resiko Menyeramkan Selama PJJ, Terjadinya Krisis Pembelajaran dan Lost Generation

BlogPendidikan.net
- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) via daring (online) adalah cara belajar yang tidak ideal. Ada risiko besar yang berbahaya bagi anak-anak generasi pandemi COVID-19.

"Ada risiko krisis pembelajaran dan lost generation, ini risiko yang cukup menyeramkan," kata Nadiem dalam webinar 'Sistem Pendidikan di Tengah Pandemi COVID-19' yang diselenggarakan oleh DPD Taruna Merah Putih Jawa Tengah, Minggu (30/8/2020) malam.

Dalam diksusi ini, hadir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, serta Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih Maruarar Sirait. Hadir pula para guru, orang tua murid, hingga siswa sekolah.

Nadiem menjelaskan perihal risiko pembelajaran tatap muka dan juga risiko pembelajaran jarak jauh. Soal pembelajaran jarak jauh, risiko terbesarnya adalah anak-anak bakal keteteran belajar. Bukan hanya satu atau dua anak saja yang keteteran belajr, tapi satu generasi.

"Nggak ada yang pernah membicarakan risiko satu generasi masyarakat Indonesia yang pembelajarannya ketinggalan," kata Nadiem.

Dampak nyata dari satu generasi yang terpotong fase belajarnya tidak bisa langsung dirasakan. Dampaknya baru nyata terasa pada tahun-tahun mendatang, saat generasi yang terpotong itu mulai tumbuh dewasa.

"Apa itu dampaknya? Kita tidak tahu karena baru setelah bertahun-tahun ke depan kita akan tahu. Tapi yang pasti, risiko itu sangat besar, semua badan riset sekarang menyebut itu juga," kata Nadiem.

Risiko PJJ itu tak hanya membayangi Indonesia, namun juga semua negara yang dilanda pandemi COVID-19. "Apalagi di daerah di mana tidak ada fasilitas teknologi, internet, dan lain-lain," kata Nadiem.

Selama ini, sekolah yang menggelar PJJ mengeluhkan banyak kesulitan. Keluhan bukan hanya dari pihak sekolah saja namun juga dari orang tua murid. PJJ bukan situasi ideal.

"Prioritas kami di Kemdikbud yang terpenting adalah bagaimana mengembalikan ke sekolah tatap muka seaman mungkin. Itu adalah prioritas kita. Prioritasnya bukan untuk memperpanjang PJJ, tapi prioritas yang terpenting adalah bagaimana kita bisa secara aman mengembalikan anak-anak kita ke pembelajaran tatap muka. (*)

Telkomsel, Tri dan XL Kasi Kuota Internet Belajar Bagi Siswa dan Guru

Admin 8/25/2020
Telkomsel, Tri dan XL Kasi Kuota Internet Belajar Bagi Siswa dan Guru

BlogPendidikan.net
- Operator telekomunikasi pelat merah, Telkomsel, baru saja meluncurkan paket Kuota Belajar yang dibanderol Rp10 untuk 10GB. Paket kuota internet untuk belajar online ini bisa diaktifkan pelanggan prabayar melalui dua cara, yakni aplikasi MyTelkomsel atau ketik *363*844#.

Tidak hanya Telkomsel, tapi XL Axiata dan Tri pun merilis kuota internet belajar online. Tri Indonesia misalnya. Mereka menyiapkan ekosistem produk dan jaringan untuk mendukung kegiatan belajar dari rumah.

Salah satunya adalah seluruh pelanggan perdana serta paket AlwaysOn ada tambahan kuota untuk mengakses aplikasi e-learning hingga 30 hari. Aplikasi yang bisa diakses seperti Google Classroom, Ruangguru, Edmodo, serta Zenius.


Chief Commercial Officer Tri Indonesia, Dolly Susanto, menyatakan program ini untuk mendukung pemerintah dalam menerapkan cara belajar di era adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Selain itu pelanggan Tri juga bisa menukarkan poin BonsTri miliknya dengan voucher potongan 50 persen untuk platform Ruangguru.

"Untuk mendukung pemerintah dalam menerapkan cara-cara belajar di era adaptasi kebiasaan baru, kami telah mempersiapkan ekosistem produk yang bisa bermanfaat bagi para pelajar. Tidak hanya ekosistem produk, kami juga terus meningkatkan kualitas jaringan untuk menjadikan kegiatan belajar mengajar online lebih lancar,” ungkapnya.

Sementara itu XL Axiata juga merilis dua paket sekaligus bernama Xtra Conference dan Xtra Edukasi. Kedua paket bisa didapatkan melalui aplikasi myXL yang sudah bisa diunduh di Play Store dan App Store.

Pada Xtra Conference dibanderol mulai dari Rp2 ribu untuk 2GB dengan masa berlaku 1 hari, Rp4 ribu (5GB masa berlaku 3 hari), Rp10 ribu (15GB masa 7 hari). Paket ini bisa digunakan untuk mengakses lima aplikasi yakni Microsoft Teams, Zoom, Google Meet, Google Hangout, dan Google Classroom.

Untuk pake Xtra Edukasi terdapat tiga varian harga paket, yakni Rp1.000 (2GB masa berlaku 1 hari), Rp2.500 (5GB masa berlaku 3 hari), dan Rp7.500 (15GB masa berlaku 7 hari).

Pelanggan XL bisa menggunakannya untuk mengakses aplikasi dan website pemerintah yang ada untuk membantu belajar dari rumah serta aplikasi Ruangguru, Zenius, dan Sekolahmu. Xtra Edukasi juga bisa dimanfaatkan p[ara mahasiswa untuk mengakses materi kuliah online di 39 universitas negeri maupun swasta di Indonesia.

Karena pandemi COVID-19 belum hilang, maka masyarakat membutuhkan paket kuota internet yang tidak memberatkan dan tentunya sesuai kebutuhan. Untuk itulah kami menghadirkan dua paket khusus ini," jelas Chief Sales Officer XL Axiata, Octavia Kurniawan. (*)

Tips Agar Proses Belajar Dari Rumah Bisa Maksimal Dilaksanakan Oleh Siswa dan Guru

Admin 8/05/2020
Tips Agar Proses Belajar Dari Rumah Bisa Maksimal Dilaksanakan Oleh Siswa dan Guru

BlogPendidikan.net
- Pandemi corona memaksa para siswa bersekolah secara online dari rumah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun menyiapkan tiga tips agar kegiatan pembelajaran jarak jauh (PPJ) lebih maksimal. 

Pertama, orang tua perlu memantau siswa selama kegiatan PJJ berlangsung dan membangun interaksi yang positif dengan para guru. Hal itu tercantum dalam Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.


Para orang tua dapat memanfaatkan aplikasi pesan singkat WhatsApp agar tetap terkoneksi dengan guru dan para orang tua siswa lainnya. Orang tua siswa dan guru bisa berdiskusi terkait penyampaian progres pembelajaran online siswa di rumah.

Pada kegiatan PJJ, peranan orang tua menjadi penting untuk memastikan proses berjalan dengan baik sehingga adaptive learning bisa menjadi optimal.

Kedua, orang tua harus membimbing para siswa untuk menggunakan berbagai fitur teknologi pada platform atau aplikasi yang digunakan selama PJJ. 

Aplikasi pembelajaran maupun video meeting biasanya memiliki fitur kamera, microphone, kolom komentar, hingga merekam proses diskusi belajar yang dapat dimanfaatkan oleh siswa. 

Namun, tak semua siswa mahir menggunakan fitur-fitur tersebut. "Bapak dan ibu (siswa) harus membiasakan anak untuk berbicara di depan kamera, cara menggunakan fitur mute, dan sebagainya. Itu harus dipelajari bersama-sama," ujar Yasser. 

Ketiga, para guru perlu mendorong kegiatan belajar yang menyenangkan bagi siswanya. Konsultan Psikologi & Coach Trainer Achsinfina H. Sinta mengatakan salah satu permasalahan dalam PPJ yaitu suasana yang tidak kondusif karena belajar dari rumah. 

"Peran guru sangat penting untuk menciptakan suasana yang kondusif melalui inovasi ataupun metode pembelajaran yang baru, misalnya lewat kegiatan belajar sambil bermain," ujar Achsinfina. 


Seperti diketahui, pandemi Covid-19 menyebabkan kegiatan belajar dan mengajar dilaksanakan dari rumah dengan dibantu aplikasi digital. Setidaknya terdapat 4.183.591 guru/dosen yang mengajar melalui metode pembelajaran jarak jauh. 

Dari jumlah tersebut, para guru Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiah paling banyak mengajar dari rumah. Jumlahnya mencapai 1.702.377 guru. 

Kemudian pengajar Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah diikuti dengan 895.799 guru. Pembelajaran jarak jauh menekankan pada tatap muka virtual antara pengajar dengan murid. (Sumber; katadata.co.id)

Modul Pembelajaran Daring dan Luring PJOK Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 Sekolah Dasar (SD)

Admin 7/27/2020
Modul Pembelajaran Daring dan Luring PJOK Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 Sekolah Dasar (SD)

BlogPendidikan.net
 - Tahun ajaran baru 2020/2021 baru saja dimulai 13 juli 2020, para guru dan siswa harus bersiap untuk menghadapi proses pembelajaran yang dilangsungkan dari rumah baik daring ataupun luring. 

Khusus daerah yang berada di zona merah, oranye dan kuning harus belajar dari rumah, sesuai surat edaran yang telah diterbitkan oleh Kemendikbud. Belajar dari rumah (BDR) atau bahasa terkini Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang akan dilaksanakan oleh guru dengan menggunakan model pembelajaran secara daring atau luring harus berdasarkan kondisi daerah tersebut, apakah menunjang untuk fasilitas belajar daring atau luring.

Guru harus lebih kreatif dalam membangun proses pembelajaran yang menarik agar selama belajar dari rumah anak-anak tidak merasa jenuh dengan beban tugas yang berat dan proses pembelajaran yang monoton. 

Salah satu penunjang adalah ketersediaan buku pelajaran yang akan diberikan pada anak didik, yang sesuai dengan kondisi keadaan saat ini.

Berikut BlogPendidikan.net akan berbagi referensi buku/modul pembelajaran PJOK yang bisa dilakukan secara daring atau luring yang berisi materi dan soal-soal latihan lengkap dari kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 Sekolah Dasar (SD) sesuai dengan kurikulum 2013, dapat dibagikan kepada anak didik. modul ini dalam bentuk PDF.

Berikut Modul Pembelajaran Daring dan Luring PJOK Kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 Sekolah Dasar (SD) Berdasarkan Kurikulum 2013:

1. Modul PJOK Kelas 1 SD/MI >>> LIHAT DISINI
2. Modul PJOK Kelas 2 SD/MI >>> LIHAT DISINI
3. Modul PJOK Kelas 3 SD/MI >>> LIHAT DISINI
4. Modul PJOK Kelas 4 SD/MI >>> LIHAT DISINI
5. Modul PJOK Kelas 5 SD/MI >>> LIHAT DISINI
6. Modul PJOK Kelas 6 SD/MI >>> LIHAT DISINI

Demikian, Informasi tentang modul pembelajaran daring dan luring PJOK Untuk SD, semoga apa yang dibagikan BlogPendidiakn.net bermanfaat dan bisa menjadi referensi anda dalam proses pembelajaran dari rumah. Terima kasih dan jangan lupa berbagi. (*)

Materi dan Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Minggu ke Tiga 27-02 Agustus 2020 Paud, SD, SMP, dan SMA

Admin 7/27/2020
Materi dan Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Minggu ke Tiga 27-02 Agustus 2020 Paud, SD, SMP, dan SMA

Blogpendidikan.net - 
Materi dan jadwal belajar dari rumah TVRI Minggu ke Tiga 27-02 Agustus 2020 tahun ajaran 2020/2021 untuk PAUD, SD, SMP dan SMA sederajat telah di rilis oleh Kemendikbud.

Program Belajar dari Rumah (selanjutnya disebut BDR) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan alternatif kegiatan pembelajaran selama anak belajar di rumah karena terdampak masa pandemik COVID-19. 

Tayangan dalam program BDR meliputi tayangan untuk anak usia PAUD dan sederajat, SD dan sederajat, SMP dan sederajat, SMA/SMK dan sederajat, dan program keluarga dan kebudayaan.

Pembelajaran dalam BDR ini tidak mengejar ketuntasan kurikulum, tetapi menekankan pada kompetensi literasi dan numerasi.

Selain untuk memperkuat kompetensi literasi dan numerasi, tujuan lain program BDR adalah untuk membangun kelekatan dan ikatan emosional dalam keluarga, khususnya antara orang tua/wali dengan anak, melalui kegiatan-kegiatan yang menyenangkan serta menumbuhkan karakter positif.

Untuk masukan dan saran mengenai program ini, dapat mengisi survei di s.id/surveibdr, mengunjungi website http://ult.kemdikbud.go.id/, atau mengirim surat elektronik ke pengaduan@kemdikbud.go.id.

Untuk yang di daerah 3T, dapat mengirim SMS gratis dengan mengetik BDR dan kirim ke 93456. Tetap belajar dari rumah, jaga jarak, rajin cuci tangan, dan pakai masker agar kita mencegah penyebaran COVID-19.

Berikut Materi dan Jadwal Belajar Dari Rumah TVRI Minggu ke Tiga 27-02 Agustus 2020 Paud, SD, SMP, dan SMA Sederajat; LIHAT DISINI

Diakui Atau Tidak, Pembelajaran Daring Faktanya Memunculkan Banyak Masalah

Admin 7/23/2020
Diakui Atau Tidak, Pembelajaran Daring Faktanya Memunculkan Banyak Masalah
gambar ilustrasi

BlogPendidikan.net
- Suara keresahan dan kegelisahan para orang tua di tengah penerapan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) makin terdengar nyaring. Dalam sepekan terakhir, tepatnya saat tahun ajaran baru kembali dimulai, suara-suara itu jelas kentara. Tak hanya terdengar di kamar-kamar rumah, luapan keresahan itu juga terlihat di dinding-dinding media sosial.

Tugas dari guru bertubi-tubi, kuota cepat ludes, handphone dan laptop terbatas, pengajaran monoton, link sulit diakses, sinyal susah, dan lelah di depan layar adalah di antara sederet persoalan serius yang kini dihadapi orang tua. 

Kerepotan bertambah karena mereka juga dituntut untuk membangkitkan semangat dan mengatur ritme belajar anak sebaik mungkin meski tidak di ruang kelas.

Di saat para orang tua sudah mulai banyak beraktivitas di luar rumah lagi seiring pelonggaran-pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau online adalah kerepotan baru yang tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Para orang tua maupun anak-anak mereka seolah ingin berontak melawan kebijakan itu. Namun, apa daya, tak ada kuasa untuk menghadapinya.

Diakui atau tidak, pembelajaran online faktanya memunculkan banyak masalah dan dalam kondisi darurat. Ironisnya, hingga kini belum ada kebijakan terpadu yang mengatur soal pendidikan jarak jauh ini. Hal inilah membuat model PJJ menjadi beragam dan tak beraturan. 

Di tengah kondisi ini, hakikatnya tak hanya orang tua yang menjadi korban. Anak-anak yang mestinya menimba ilmu dengan cara menyenangkan justru setiap hari seolah dihadapkan dengan pembelajaran yang membingungkan.

Adanya data 32% peserta didik yang tidak memiliki akses belajar di rumah saat PSBB sebagaimana hasil penelitian Wahana Visi Indonesia menguatkan potret pendidikan kala pandemi makin miris. Alih-alih mendapat pendidikan berkualitas, PJJ justru seolah sekadar regulasi formalitas.

Data Wahana Visi Indonesia yang menyebutkan bahwa ada 11% anak mengalami keresahan fisik saat pembelajaran online ini juga patut menjadi perhatian. Data itu mestinya menjadi bahan evaluasi berharga bahwa pendidikan online jangan sebatas berpijak pada proses transfer pengetahuan semata, namun juga perlu mempertimbangkan kesehatan anak didik.

Kompleksnya persoalan pendidikan di era pandemi ini perlu segera dicarikan solusi. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Agama (Kemenag) perlu bekerja cepat merumuskan model pembelajaran yang adaptif dengan kondisi Covid-19. 

Model ini mungkin tidak ideal, namun setidaknya akan menjadi panduan baru bagi guru, murid, orang tua, dan stakeholder lainnya guna menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi semua orang.

Kurikulum khusus pandemi sebagaimana yang direncanakan oleh pemerintah juga perlu segera diwujudkan. Pengalaman-pengalaman pahit yang dialami para orang tua maupun murid pada sepekan awal tahun ajaran baru ini jangan sampai terjadi berlarut-larut. 

Benar memang pernyataan Mendikbud Nadiem Makarim tiga pekan lalu bahwa partisipasi orang tua sangat penting dalam kesuksesan PJJ ini. Namun, persoalannya tidak sesederhana itu. Nyatanya, tidak semua orang tua memiliki kesempatan dan kemampuan lagi untuk mendampingi anak-anaknya langsung saat PJJ. 

Untuk itu, pola PJJ yang atraktif dan menyenangkan adalah sebuah keharusan. Jika memang orang tua tak lagi memiliki kelonggaran waktu seperti saat awal-awal pandemi lalu, setidaknya anak-anak tetap bisa mandiri. PJJ juga hakikatnya pendidikan mahal. Tak salah kiranya, akses kuota murah khusus pendidikan perlu makin dipermudah. (*)

Jangankan Internet TVRI Saja Tidak Ada, Presiden Jokowi Dapat Pesan Dari Siswa di NTT, Internet Itu Apa Pak?

Admin 7/21/2020
Jangankan Internet TVRI Saja Tidak Ada, Presiden Jokowi Dapat Pesan Dari Siswa di NTT, Internet Itu Apa Pak?
Beberapa siswi SDI Taga Laga Buru menunjukkan tulisan berisi permintaa kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), Sabtu (18/7/2020). (Kompas.com/Nansianus Taris)

BlogPendidikan.net
- Di desa itu hingga kini belum terjamah listrik dan sinyal internet. Para siswa bingung cara mendapatkan ilmu pengetahuan. Sementara para murid yang tinggal di perkotaan lebih mudah belajar, baik melalui daring ataupun dengan menonton TVRI.

Salah satu siswa SDI Taga laga Buru, Velisiana Sribunda Nogo menuturkan, pernah satu kali ia menonton berita di televisi dan melihat anak-anak kota belajar lewat ponsel pintar. Mereka belajar daring melalui internet.

Di berita itu juga para siswa mempunyai ponsel sendiri pemberian orangtua.

"Kami di sini bingung itu internet apa, hanya tahu nama saja. Modelnya seperti apa tidak tahu. Bagaimana mau tahu, handphone kami tidak punya. Di sini juga listrik dan sinyal tidak ada," tutur Velisia ditemui Kompas.com saat belajar kelompok di rumah warga, Sabtu (18/7/2020).

Velisia meminta kepada Presiden agar membawa listrik dan jaringan telepon juga internet ke Desa Golo Nderu.

Kakak tolong sampaikan pesan saya kepada Bapak Presiden, kami di sini butuh listrik dan sinyal. Siapa tahu listrik dan sinyal sudah ada, orangtua kami bisa beli handphone," ungkap Velisia.

Harapan serupa juga disampaikan Velisia Efrsia Nuna. belajar dari rumah, ia terkadang bingung mau belajar apa.

"Kami dengar orang ngomong di kota anak sekolah belajar di televisi dan internet. Itu kami dengar saja. Kami di sini mau seperti itu, tetapi listrik dan jaringan internet tidak ada. Sinyal telepon saja susah," ungkap Velisia.

Saat malam tiba, penerangan hanya dibantu lampu pelita. Kondisi itu pun sudah dianggap biasa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur Basilius Teto menjelaskan, selama Covid-19, para guru tetap mendampingi siswa dengan kunjungan ke rumah.

Kunjungan itu terjadwal dan mengikuti protokol kesehatan, yakni memakai masker dan menjaga jarak.

"Guru-guru pakai jadwal kunjung ke rumah siswa untuk memberikan materi. Guru juga rutin memberikan tugas rumah kepada siswa," ujar Basilius saat dihubungi Kompas.com, Selasa pagi.

Basilius menambahkan, sejak pekan lalu, semua sekolah di Kabupaten Manggarai Timur sudah berjalan normal dengan sistem sif.

Meski menerapkan sistem sif, guru dan siswa tetap memperhatikan protokol kesehatan, yakni memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan mengecek suhu sebelum masuk kelas.

Terkait siswa-siswi SDI Taga Laga Buru yang belum masuk sekolah, Basilius menyebut bahwa mereka belum mendapatkan jadwal.

Artikel ini juga telah tayang di Tribunwow.com