Showing posts with label Kompetensi Guru. Show all posts
Showing posts with label Kompetensi Guru. Show all posts

Kompetensi Yang Harus Dimiliki Guru di Abad 21 (Era Digital)

Kompetensi Yang Harus Dimiliki Guru di Abad 21 (Era Digital)

BlogPendidikan.net
 - Guru yang mampu menghadapi tantangan adalah guru yang profesional yang memiliki kualifikasi akademik dan memiliki kompetensi-kompetensi antara lain kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial yang kualifaid.

Selain empat kompetensi dasar yang harus dimiliki guru, ada pula kompetensi yang harus dimiliki guru sesuai tuntutan zaman khususnya di abad 21. Guru yang berada pada zaman tersebut haruslah mampu mengemban kompetensi seiring perkembangan zaman dan mengaplikasikannya kedalam proses pembelajaran dan lingkungan sekolah.

Abad ke-21 adalah abad yang sangat berbeda dengan abad-abad sebelumnya. Perkembangan ilmu pengetahuan yang luar biasa disegala bidang.pada abad ini, terutama bidang Information and Communication Technology (ICT) yang serba canggih (sophisticated) membuat dunia ini semakin sempit, karena kecanggihan teknologi ICT ini beragam informasi dari berbagai sudut dunia mampu diakses dengan instant dan cepat oleh siapapun dan dari manapun, komunikasi antar personal dapat dilakukan dengan mudah, murah kapan saja dan di mana saja.

Perubahan-perubahan tersebut semakin terasa, termasuk didalamnya pada dunia pendidikan. Guru saat ini menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dari era sebelumnya.

Guru menghadapi klien yang jauh lebih beragam, materi pelajaran yang lebih kompleks dan sulit, standar proses pembelajaran dan juga tuntutan capaian kemampuan berfikir siswa yang lebih tinggi, untuk itu dibutuhkan guru yang mampu bersaing bukan lagi kepandaian tetapi kreativitas dan kecerdasan bertindak (hard skills- soft skills).

Dikutip dari laman akupintar.id dalam Buku Pembelajaran Abad 21, Daryanto dan Karim (2017) menuliskan: Menurut International Society for Technology in Education. 

Karakteristik keterampilan guru abad 21 di mana era informasi menjadi ciri utamanya, mengklasifikasi keterampilan dan kompetensi guru abad 21 dalam 5 kategori, yaitu:

1. Mampu memfasilitasi dan menginspirasi belajar dan kreativitas siswa

Indikator kategori ini adalah sebagai berikut:

a. Mendorong, mendukung dan memodelkan penemuan dan pemikiran kreatif dan inovatif.
b. Melibatkan siswa dalam menggali isu dunia nyata (real word) dan memecahkan permasalahan otentik menggunakan tool dan sumber-sumber digital.
c. Mendorong refleksi siswa menggunakan tool kolaboratif untuk menunjukkan dan mengklarifikasi pemahaman, pemikiran, perencanaan konseptual dan proses kreatif siswa.
d. Memodelkan konstruksi pengetahuan kolaboratif dengan cara melibatkan diri belajar dengan siswa, kolega, dan orang-orang lain baik melalui aktivitas tatap muka maupun melalui lingkungan virtual.

2. Merancang dan mengembangkan pengalaman belajar dan asesmen era digital Kompetensi pendidik yang menuntut Guru Pintar untuk mampu merancang dan mengembangkan pengalaman belajar dan asesmen era digital memiliki 

indikator sebagai berikut:

a. Merancang atau mengadaptasi pengalaman belajar yang tepat dengan mengintegrasikan tools dan sumber digital untuk mendorong belajar dan kreativitas siswa.
b. Mengembangkan lingkungan belajar yang melibatkan peran serta teknologi sehingga memungkinkan semua siswa merasa ingin tahu dan ikut berpartisipasi aktif dalam menyusun tujuan belajar, mengelola pembelajaran (self-regulated learning) dan mengukur perkembangan belajarnya sendiri.
c. Melakukan penyesuaian dan personalisasi belajar yang dapat memenuhi strategi, gaya belajar dan kemampuan menggunakan tools serta sumber-sumber digital yang beragam.
d. Menyediakan alat evaluasi formatif dan sumatif yang bervariasi sesuai dengan standar teknologi dan konten yang dapat memberikan informasi bermanfaat bagi proses pembelajaran siswa maupun pembelajaran secara umum di sekolah.

3. Menjadi model cara belajar dan bekerja di era digital

Kompetensi guru profesional yang mampu menjadikan Guru Pintar model cara belajar dan bekerja di era digital dapat dilihat dari indikator berikut ini:

a. Menunjukkan kemahiran dalam sistem teknologi dan dapat mentransfer pengetahuan ke dalam teknologi dan situasi yang baru.
b. Berkolaborasi dengan siswa, teman sejawat, dan komunitas menggunakan tool-tool dan sumber digital untuk mendorong keberhasilan dan inovasi siswa.
c. Mengkomunikasikan ide/gagasan secara efektif kepada siswa, orang tua, dan teman sejawat  menggunakan aneka ragam format media digital.
d. Mencontohkan dan memfasilitasi penggunaan secara efektif tool-tool digital terkini untuk melakukan analisis, evaluasi dan memanfaatkan sumber informasi tersebut untuk mendukung penelitian dan pembelajaran.

4. Mendorong dan menjadi model tanggung jawab dan masyarakat digital  

indikator diantaranya sebagai berikut:

a. Mendorong, mencontohkan, dan mengajar bagaimana menggunakan teknologi informasi digital secara sehat, legal dan etis, termasuk bagaimana menghargai hak cipta, hak kekayaan intelektual dan dokumentasi sumber belajar.
b. Memenuhi kebutuhan siswa yang beragam dengan menggunakan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered) dan memberikan akses yang memadai terhadap tool-tool digital dan sumber belajar digital lainnya.
c. Mendorong dan mencontohkan penggunaan teknologi informasi yang sesuai etika digital dan juga tanggung jawab interaksi sosial.
d. Mengembangkan dan mencontohkan pengembangan budaya serta kesadaran global melalui keterlibatan/partisipasi dengan teman sejawat dan siswa dari budaya lain menggunakan tool komunikasi dan kolaborasi digital.

5. Berpartisipasi dalam pengembangan dan kepemimpinan profesional Partisipasi dalam pengembangan dan kepemimpinan profesional

indikator sebagai berikut:

a. Berpartisipasi dalam komunitas lokal dan global untuk menggali penerapan teknologi kreatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
b. Menunjukkan sifat kepemimpinan dengan mendemonstrasikan visi infusi teknologi, berpartisipasi dalam pengambilan keputusan bersama dan penggabungan komunitas, dan mampu mengembangkan keterampilan kepemimpinan teknologi kepada orang lain.
c. Mengevaluasi dan merefleksikan penelitian-penelitian dan praktik profesional terkait dengan penggunaan tool-tool dan sumber digital secara efektif untuk mendorong keberhasilan pembelajaran.
d. Berkontribusi terhadap efektivitas, vitalitas, dan self-upgrading terkait dengan profesi guru baik di sekolah maupun di dalam komunitas.

Mengenal 10 Kompetensi Profesional Guru Dalam Proses Pembelajaran

Mengenal 10 Kompetensi Profesional Guru Dalam Proses Pembelajaran

BlogPendidikan.net
- Kompetensi profesional meliputi kemampuan seorang guru dalam penguasaan materi dan keilmuan secara luas. Artinya seorang guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik terhadap bidang ilmunya.

Selain itu seorang guru harus mampu merencanakan proses pembelajaran dengan baik, dimana seorang guru memiliki tanggung jawab terhadap berjalannya proses belajar mengajar.  Seorang guru selalu dituntut untuk menemukan cara dan metode dalam melakukan pengajaran, agar ilmu yang diberikan maksimal.

Beberapa kompetensi yang dikembangkan guru profesional dalam proses pembelajaran, diantaranya yaitu:

1. Mencerminkan nilai kepribadian

Nilai kepribadian harus dimiliki oleh guru, dimana harus mencerminkan peran sebagai teladan bagi peserta didik. Nilai kepribadian merupakan penanaman dari nilai karakter seorang guru. Selama proses pembelajaran guru harus memiliki menanamkan nilai karakter pada peserta didik, dimana sejauh ini pendidikan moral semakin berkurang dan menjadi tugas dari guru dalam ruang lingkup pendidikan di sekolah.

2. Menguasai landasan pendidikan dan mengembangkan kompetensi keahlian

Kemampuan menguasai landasan-landasan kependidikan berkaitan dengan kegiatan sebagai berikut: (a) mempelajari konsep dan masalah pendidikan dan pengajaran dengan sudut tinjauan sosiologis, filosofis, historis dan psikologis. (b) mengenal fungsi sekolah sebagai lembaga sosial yang secara potensial dapat memajukan masyarakat dalam arti luas serta pengaruh timbal balik antar sekolah dan masyarakat. (c) mengenal karakteristik peserta didik baik secara fisik maupun psikologis Kompetensi keahlian sesuai bidang yang ditekuni perlu dikembangkan atau diupdate, melalui berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga atau instansi tertentu.

3. Menyusun dan mengembangkan perangkat pembelajaran

Seorang guru harus mampu menguasai materi pembelajaran yang dibuktikan dengan menyusun perangkat pembelajaran. Perencanaan pembelajaran sangat penting karena seorang guru sejenis apapun punya keterbatasan. Keterbatasan tersebut harus disadari sepenuhnya untuk diantisipasi agar ketika di tengah siswa-siswanya mampu menjadi motivator dalam proses pembelajaran yang mencerdaskan. Adapun perangkat pembelajaran yang harus disusun sebelum melaksanakan proses pembelajaran diantaranya rencana pelaksanaan pembelajaran, program semester dan program tahunan, silabus.

4. Menguasai dan melaksanakan program pembelajaran

Perangkat yang telah dibuat selanjutnya diterapkan dalam proses pembelajaran, hal ini bertujuan agar pembelajaran yang dilaksanakan lebih terarah. Pembelajaran yang terencana akan lebih jelas batasan yang akan disampaikan guru. Sehingga guru jauh lebih siap pada materi yang akan disampaikan. Namun, guru yang tidak memiliki rencana dalam pelaksanaan pembelajaran akan menghasilkan pembelajaran sebatas terlaksana tanpa tujuan yang jelas. Meskipun menjadi kebiasaan guru dalam bidang tertentu, diharapkan guru memiliki perkembangan dalam program pembelajaran.

5. Menilai proses dan hasil pembelajaran

Seorang guru dalam melaksanakan proses pembelajaran harus ada hasil yang menunjukkan perkembangan dari peserta didik yang diajar. Apabila hasil pembelajaran tidak mengalami perubahan maka tidak terjadi proses belajar. Proses belajar ditunjukkan dengan adanya perubahan tingkah laku dari sebelumnya.

6. Menyusun administrasi

Kompetensi yang harus dimiliki guru merencana pembelajaran salah satunya adalah menyusun administrasi pembelajaran. Tujuan dari adanya administrasi ini ialah, untuk meningkatkan kemampuan para guru ketika dituntut untuk membuat RPP yang sesuai dengan ketentuan dan benar dalam pembuatannya. Lamanya administrasi yang harus dibuat dan dikembangkan selama satu semester menjadikan hal yang sering diabaikan oleh guru, sehingga pada akhir pembelajaran dokumen-dokumen tersebut tercecer. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi guru dalam menyusun administrasi perlu dimiliki.

7. Menggunakan berbagai metode sesuai karakteristik peserta didik

Pembelajaran yang baik disesuaikan dengan karakteristik peserta didik yang dihadapi. Guru harus memiliki pemahaman akan sifat, ciri anak didik dan perkembangannya, mengerti beberapa konsep pendidikan yang berguna untuk membantu siswa, menguasai beberapa metode mengajar yang sesuai dengan materi pelajaran dan perkembangan siswa, menguasai sistem evaluasi yang tepat dan baik.

8. Mengkaitkan pembelajaran terhadap masyarakat, industri, dan perguruan tinggi serta penyesuaian terhadap perkembangan teknologi

Pembelajaran yang disampaikan dihubungkan dengan kondisi masyarakat, kebutuhan industri dan perguruan tinggi serta melihat perkembangan teknologi yang ada. Sehingga pembelajaran tidak hanya sebatas di kelas, melainkan dapat menelaah wawasan secara langsung. Hal ini membatasi ruang gerak dalam berpikir aktif dan mampu menyiapkan kebutuhan setelah lulus.

9. Melaksanakan penelitian

Kompetensi guru selain melaksanakan pembelajaran adalah meningkatkan kualitas pembelajaran dengan cara mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan. Proses pembelajaran bermutu dan berkualitas apabila peserta didik mengalami peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap. Selain itu meningkatkan motivasi, bakat serta minat peserta didik untuk melakukan perkembangan diri dengan cara belajar mandiri. Kompetensi tersebut dilakukan melalui penelitian tindakan kelas (class room action research). 

10. Mempublikasi hasil penelitian

Menulis merupakan salah satu kelemahan guru, namun harus dibiasakan. Seorang guru harus mampu mempublikasikan hasil karya tulis ilmiahnya baik dalam bentuk naskah publikasi, laporan penelitian, laporan akhir, makalah, artikel ilmiah yang termuat dalam prosiding ataupun jurnal. Artinya seorang guru telah mempunyai kompetensi keahlian publikasi hasil penelitian. 

Selanjutnya dibawah ini diuraikan 10 kompetensi dasar profesional guru sebagai berikut:

1. Menguasai bahan ajar yang akan disampaikan kepada siswa.

Sudah menjadi hal pokok tugas sorang guru untuk menguasai bahan ajar yang akan di sampaikan kepada siswa melalui perencanaan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi ajar.

2. Mengelola program belajar mengajar

Yakni menetapkan tujuan pembelajaran, memilih dan mengembangkan bahan pembelajaran, memilih dan mengembangkan strategi belajar mengajar, memilih dan mengembangkan media pengajaran yang sesuai, memilih dan memanfaatkan sumber belajar.

3. Mengelola kelas

Guru yang profesional akan mampu mengelola dan mengatur suasana kelas dengan baik dan menata kelas dengan media atau alat peraga pengajaran yang disediakan.

4. Menggunakan media/sumber belajar

Guru harus mampu menggunakan berbagai media belajar baik berupa media audio, visual, audio visual. Media pembelajaran yang bisa digunakan bisa berupa slide, video, radio, flash card dan lain sebagainya.

5. Menguasai landasan kependidikan

Mengenal tujuan pendidikan nasional untuk mencapai tujuan pendidikan, mengenal fungsi sekolah dalam masyarakat, mengenal prinsip- prinsip psikologi pendidikan yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar.

6. Mengelola interaksi belajar-mengajar

Yakni menciptakan iklim belajar yang tepat, dengan menciptakan keaktifan siswa dalam belajar, sehingga pengetahuan siswa terus bertambah dan ada keinginan terus menerus untuk belajar dan mengeksplorasi pengetahuan mereka.

7. Menilai prestasi belajar

Menilai hasil dan proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan. menilai prestasi murid untuk kepentingan pengajaran, menilai proses belajar mengajar

8. Mengenal fungsi dan layanan bimbingan penyuluhan

Guru harus bisa membimbing murid yang mengalami kesulitan belajar, siswa yang berkelainan dan berbakat khusus serta bisa membimbing murid untuk menghargai pekerjaan di masyarakat.

9. Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah

Guru harus mengenal pengadministrasian kegiatan sekolah sekaligus melaksanakan kegiatan tersebut.

10. Memahami dan menafsirkan hasil penelitian guna keperluan pengajaran

Kemampuan guru ini adalah untuk mengkaji konsep dasar penelitian ilmuwan dan melakukan penelitian sederhana atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Penting Diketahui, Bagaimana Ciri-ciri Guru Kreatif, Inovatif dan Inspiratif

Penting Diketahui, Bagaimana Ciri-ciri Guru Kreatif, Inovatif dan Inspiratif

BlogPendidikan.net
- Guru mempunyai peranan penting dalam dunia pendidikan. Peran guru akan tetap diperlukan, walau dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju. Teknologi memang memudahkan segala urusan manusia, tetapi tidak mungkin dapat menggantikan peran guru.

Karena itu seorang guru juga harus bisa mengikuti perubahan tersebut dan menyesuaikan diri agar tidak ketinggalan zaman. Untuk menjadi guru yang sekaligus berperan sebagai pembimbing siswa, harus menampilkan karakteristik kreatif dan inovatif dengan berbagai pembaharuan baik dalam kurikulum, strategi dan metode serta media dan teknologi baru yang lebih bermakna, bermanfaat dan berpengaruh terhadap efektivitas pembelajaran.
Dalam artikel ini akan dijelaskan seperti apa dan bagaimana ciri-ciri guru yang Kreatif, Inovatif dan Inspiratif. Guru zaman sekarang harus dituntut lebih menguasai ke tiga hal tersebut berdasarkan perkembangan zaman saat ini.

Berikut Ciri-ciri Guru Kreatif, Inovatif dan Inspiratif:

Guru Yang Kreatif

5 Ciri-ciri guru yang kreatif:

1. Mampu menghasilkan ide-ide yang akurat sesuai dengan masalah yang dihadapi.

Menjadi seorang guru tentu bukanlah sesuatu yang mudah, guru banyak menghadapi masalah-masalah yang terjadi disekolah, misalnya permasalahan dalam pengajaran yang membuat para siswa bosan dan sulit untuk memahami materi. Tugas seorang guru adalah mencari solusi atas masalah-masalah tersebut, guru harus mempunyai ide-ide yang akurat dan dapat menjadi solusi dalam proses pembelajaran yang mampu menarik perhatian siswa.
2. Guru kreatif memiliki kemampuan untuk melakukan pertimbangan pertimbangan sebelum mengambil keputusan akhir. 

Guru harus memiliki pertimbangan dalam menentukan suatu hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran di kelas.

3. Mampu membuka pikiran terhadap hal-hal baru

Seorang guru harus bisa menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, semakin lama zaman semakin berubah, hal tersebut juga berhubungan dengan peserta didik. Dengan perubahan zaman maka sifat dan perilaku peserta didik juga akan berbeda, disinilah guru harus bisa menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut, guru harus bisa menyesuaikan diri dan menjadi dekat dengan siswa, walau berbeda generasi.
4. Seorang guru harus mampu melihat suatu masalah secara mendetail

Seorang guru harus peka terhadap peserta didik, dapat melihat setiap perubahan-perubahan yang dilakukan peserta didik. Apabila ada seorang peserta didik yang berubah (dalam hal negative, misalnya menjadi malas) guru harus cepat menyadari perubahan tersebut, dan mampu membantu siswa dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

5. Mampu menciptakan ide-ide baru

Menjadi seorang guru yang kreatif artinya mampu menciptakan dan menemukan hal-hal baru yang dapat membantu dalam proses pembelajaran, sehingga menarik minat siswa untuk memperhatikan pelajaran. Kreatifitas seorang guru bisa dilihat dari ide baru yang berhasil dibuatnya, dan keberhasilan ide tersebut terlaksana.
Guru Yang Inovatif

Ciri-ciri guru yang inovatif:

1. Guru menciptakan suasana kelas yang aman dan nyaman secara emosional

Dengan suasana kelas yang aman dan nyaman akan meningkatkan ketertarikan belajar siswa. Guru bisa membantu menyelesaikan masalah-masalah (pada batasannya) yang terjadi dikelas agar siswa tetap merasa aman dan nyaman selama proses pembelajaran.

2. Guru mengukur dengan hati, seberapa besar keterlibatan siswa dalam tugas yang ia berikan 

Guru harus bisa mengenali siswanya, sehingga akan lebih mudah memahami kelebihan dan kekurangan siswa.
3. Lima menit terakhir yang menentukan

Biasanya pada menit-menit terakhir pembelajaran, siswa akan merasa bosan dan mengantuk. Tetapi apabila seorang guru bisa menerangkan pembelajaran dengan cara yang menyenangkan, maka waktu tidak akan terasa berjalan cepat. Lima menit terakhir pembelajaran berjalan dengan cepat dan menyenangkan.

4. Guru menciptakan budaya menjelaskan, bukan budaya asal menjawab dengan betul

Guru Yang Inspiratif

Ciri-ciri guru yang inspiratif:
  1. Menguasai materi pelajaran dengan baik
  2. Mampu menggunakan dengan tepat kemampuan, dalam mengajar dan belajar
  3. Mampu memecahkan masalah yang berkaitan dengan instruksional pembelajaran
  4. Mampu melakukan improvisasi dalam mengajar
  5. Mampu melakukan manajemen kelas dengan baik
  6. Memiliki kepekaan dalam menanggapi situasi selama pembelajaran berlangsung
  7. Memiliki sensitivitas terhadap konteks
  8. Mampu memonitor pembelajaran
  9. Selalu bertindak berdasarkan data
  10. Respek terhadap orang lain
  11. Mempunyai jiwa yang mendidik
  12. Mampu memfasilitasi murid agar mencapai prestasi tertinggi
  13. Mampu memfasilitasi murid agar lebih memahami kompleksitas
Demikian artikel tentang Ciri-ciri Guru Kreatif, Inovatif dan Inspiratif, semoga memberikan manfaat dan referensi Anda dalam menjalankan tugas sebagai guru yang profesional.

10 Kompetensi Pedagogik Yang Harus Dimiliki Oleh Guru

10 Kompetensi Pedagogik Yang Harus Dimiliki Oleh Guru

BlogPendidikan.net
- Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru yang berkenaan dengan pemahaman terhadap peserta didik dan pengelolaan pembelajaran mulai dari merencanakan, melaksanakan sampai dengan mengevaluasi.

Berikut ini adalah 10 Kompetensi Pedagogik Yang Harus Dimiliki Oleh Guru sebagai berikut:

1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual

Merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh guru. Indikator penguasaan kompetensi ini ditunjukan dengan kemapuan; (a) memahami karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial budaya, (b) mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata pelajaran, (c) mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik dalam mata pelajaran, (d)mengidentifikasi kesulitan peserta didik.

2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik

Merupakan kompetensi inti pedagog yang harus dimiliki oleh seorang guru. Indikator penguasaan terhadap kompetensi ini ditunjukan dengan kemampuan guru; (a) memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik, (b) menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, 
dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif, (c) menerapkan pendekatan pembelajaran berdasarkan jenjang dan karateristik bidang studi. 


3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran/bidang studi yang diampu

Merupakan kompetensi yang sudah semestinya dikuasai oleh guru. Indikatornya seperti; (a) memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum, (b) menentukan tujuan pelajaran, (c) menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pelajaran, (d) memilih materi pelajaran yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran, (e) menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik, (f) mengembangkan indikator dan instrumen penilaian. Kompetensi ini dilakukan oleh guru dalam bentuk penyususnan RPP. 

4. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik

Indikatornya ditunjukan dengan; (a) memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik, (b) mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran, (c) menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas, laboratorium, maupun lapangan, (d) melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas, di laboratorium, dan di lapangan, (e) menggunakan media pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh, (f) mengambil keputusan transaksional dalam pelajaran 
sesuai dengan situasi yang berkembang.

5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. 

Dengan kemajuan teknologi dan komunikasi saat ini sudah menjadi  keharusan bagi guru memiliki kemampuan dalam memanfaatkan TIK untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang mendidik, seperti penggunaan media dan penggalian sumber belajar. 

6. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki

Kompetensi ini ditunjukan guru dengan; (a) menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi belajar secara optimal, (b) menyediakan berbagai kegiatan 
pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik, termasuk kreativitasnya.

7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik

Merupakan kompetensi pedogogi yang penting dimiliki oleh guru, seperti; (a) memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik dan santun, baik secara lisan maupun tulisan, (b)berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi pembelajaran yang terbangun secara siklikal dari (1) penyiapan kondisi psikologis peserta didik, (2) memberikan pertanyaan atau tugas sebagai ajakan kepada peserta didik untuk ambil bagian, (c) respons peserta didik, (d) reaksi guru terhadap respons peserta didik, dan seterusnya.

8. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses serta hasil belajar. 

Kompetensi evaluasi sangat penting dikuasai oleh guru, karena evaluasi menjadi alat ukur keberhasilan bagi guru dan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Indikator kompetensi ini meliputi; (a) memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu, (b)menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu, (c) menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, (d) mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, (e) mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan menggunakan berbagai instrument, (f) menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai tujuan, (g) melakukan evaluasi proses dan hasil belajar.

9. Mampu untuk memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran

Seperti; (a) menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan ketuntasan belajar, (b) menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan, (c) mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku kepentingan, (d) memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

10. Kemampuan guru dalam melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran

Indikator kompetensi ini ditunjukkan dengan; (a) melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan, (b)memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan mata pelajaran, (c) melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mata pelajaran.

5 Kompetensi Kepribadian Yang Harus Dijunjung Tinggi Oleh Guru

5 Kompetensi Kepribadian Yang Harus Dijunjung Tinggi Oleh Guru

BlogPendidikan.net
- Kompetensi kepribadian merupakan personal yang mencerminkan kepribadian  yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia.

Berikut 5 Kompetensi Kepribadian Yang Harus Dijunjung Tinggi Oleh Guru, antara lain:

1. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia, Antara lain:

(a) menghargai peserta didik tanpa  membedakan keyakinan yang dianut, suku, adat-istiadat, daerah asal, dan gender, 
(b) bersikap sesuai dengan norma agama yang dianut, hukum dan norma sosial yang berlaku  dalam masyarakat, serta kebudayaan nasional Indonesia yang beragam.


2. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat, Antara lain:

(a) berperilaku jujur, tegas, dan manusiawi, 
(b) berperilaku yang mencerminkan ketakwaan dan akhlak mulia, 
(c) berperilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik dan anggota masyarakat di sekitarnya.

3. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, antara lain:

(a) menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap dan stabil, 
(b) menampilkan diri sebagai pribadi yang dewasa, arif, dan berwibawa

4. Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri, antara lain: 

(a) menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab yang tinggi, 
(b) bangga menjadi guru dan percaya pada diri sendiri, Bekerja mandiri secara professional.


5. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru, antara lain:

(a) memahami kode etik profesi guru, 
(b) menerapkan kode etik profesi guru, 
(c) berperilaku sesuai dengan kode etik guru.

Demikian artikel tentang 5 Kompetensi Kepribadian Yang Harus Dijunjung Tinggi Oleh Guru, semoga bermanfaat dan terima kasih.

9 Kecakapan Yang Harus Dimiliki Guru Abad 21

9 Kecakapan Yang Harus Dimiliki Guru Abad 21

BlogPendidikan.net
- Perubahan paradigma pendidikan tidak dapat dilepaskan dari peran guru karena berbagai informasi terkini senantiasa mengalir kepada siswa atas kerja keras yang dilakukannya. Bahwa di luar itu ada media lain yang membantu siswa bukan berarti peran guru harus ditiadakan.

Harus diakui dalam maraknya arus informasi pada masa kini, guru bukan lagi satu-satunya sumber informasi tetapi merupakan salah satu sumber informasi. Meskipun demikian, perannya di dalam proses pendidikan masih tetap diperlukan, khususnya yang berkenaan dengan sentuhan-sentuhan psikologis dan edukatif terhadap anak didik. 
Oleh karena itu, pada hakekatnya guru itu dibutuhkan oleh setiap orang dan semua orang sangat mengharapkan kehadiran citra guru yang ideal di dalam dirinya. Untuk itu, guru akan lebih tetap berperan sebagai pendidik sekaligus berperan sebagai manager atau fasilitator pendidikan, sehingga guru harus sanggup merencanakan, melaksanakan dan mengawasi sumber daya pendidikan agar supaya peserta didik dapat belajar secara produktif.

Sesuai dengan Undang-udang, guru dan dosen harus mempunyai berbagai kompetensi, diantaranya adalah kompetensi pedagogik, kompetensi akademik, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. 

Disamping empat kompetensi tersebut, dalam membantu para siswa beradaptasi terhadap perubahan sosial dan teknologi di abad ke 21 ini guru juga harus mempunyai kecakapan utama.

Berikut 9 Kecakapan Yang Harus Dimiliki Guru Abad 21 :

1. Akuntabilitas dan Kemampuan Beradaptasi

Sebagai seseorang yang dapat ditiru, apapun yang dikerjakan dan diucapkan harus dapat dipercaya oleh orang lain. Dalam menjalankan tanggung jawab pribadi mempunyai fleksibilitas secara pribadi, pada tempat kerja, maupun dalam hubungan dengan masyarakat sekitarnya. 

Disamping itu guru harus mampu menetapkan dalam mencapai standar dan tujuan yang tinggi baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain, dan yang tidak kalah pentingnya guru juga harus mampu memaklumi kerancuan yang dilakukan oleh anak didiknya.

2. Kecakapan Berkomunikasi

Kecakapan yang kedua ini sangat penting bagi guru. Betapapun pintarnya seorang guru jika tidak mempunyai kecakapan ini maka tidak akan mampu mentransfer ilmu kepada anak didiknya. 

Kecakapan ini meliputi : memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi baik secara lisan, tulisan, maupun menggunakan multimedia.

3. Kreatifitas dan Keingintahuan Intelektual

Selama ini pembelajaran yang dilakukan guru berlangsung monoton. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya kreatifitas dan keingintahuan intelektual guru. Dia mengajar hanya bermodalkan teori keguruan yang ia peroleh sekian puluh tahun yang lalu.

Baca Juga : 8 Hal Yang Patut Diketahui Oleh Guru Dalam Penilaian Portofolio Siswa

Kecakapan kreatifitas dan keingintahuan intelektual tersebut mencakup : mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain, bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.

4. Berpikir Kritis dan Berpikir dalam Sistem

Kecakapan berpikir kritis merupakan proses berpikir dan bertindak berdasarkan fakta yang telah ada, apapun yang akan dilakukan dimulai dari identifikasi terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan timbul dari suatu perbuatan tersebut, berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit serta selalu memahami dan menjalin interkoneksi antara sistem.

5. Kecakapan Melek Informasi dan Media

Agar proses pembelajaran yang dilakukan guru di kelas menarik dan menantang, maka di era globalisasi dan tanpa batas seperti sekarang ini guru harus mampu menganalisa, mengakses, mengelola, mengintegrasi, mengevaluasi, dan menciptakan informasi dalam berbagai bentuk dan media.

6. Kecakapan Hubungan Antar Pribadi dan Kerjasama

Sebagai makhluk sosial yang hidup di tengah-tengah masyarakat, guru juga dituntut harus mampu menunjukkan kerjasama berkelompok dan kepemimpinan, mampu beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab, mampu bekerja secara produktif dengan yang lain, mampu menempatkan empati pada tempatnya, serta mampu menghormati perspektif yang berbeda dengan pendiriannya.

7. Identifikasi Masalah, Penjabaran, dan Solusi

Dalam menghadapi masalah sekecil apapun guru tidak boleh ceroboh dalam menanggapinya. Oleh sebab itu guru dituntut untuk mempunyai kemampuan dalam menyusun, mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan masalah dengan baik.

8. Pengarahan Pribadi

Sebagai guru tentu setiap harinya menghadapi siswa yang perilakunya bermacam-macam. Oleh karena itu guru dituntut memiliki kemampuan dalam memonitor pemahaman diri dan mempelajari kebutuhan yang diperlukan dalam pembelajaran, menemukan sumber-sumber belajar yang tepat, serta mentransfer pembelajaran dari satu bidang ke bidang lainnya.

9. Tanggung Jawab Sosial

Orang tua/masyarakat menyekolahkan anaknya di suatu sekolah mempunyai harapan agar anaknya berubah, baik dari segi prilaku maupun kecakapan kompetensinya. Oleh sebab itu sebagai seorang yang dituntut mempunyai kompetensi sosial, maka tanggung jawab dalam bertindak guru harus mengutamakan kepentingan masyarakat yang lebih besar, menunjukkan perilaku etis secara pribadi, pada tempat kerja, dan hubungan antar masyarakat.

Menjadi Guru Harus Memiliki 4 Standar Kompetensi ini, Bagaimana Mengaplikasikannya

Menjadi Guru Harus Memiliki 4 Standar Kompetensi, Sudahkah Anda Miliki, Bagaimana Mengaplikasikannya

BlogPendidikan.net
- Kompetensi berarti suatu hal yang menggambarkan kualifikasi dan kemampuan
seseorang, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Kompetensi seorang guru menjadi tolak ukur keberhasilan suatu proses pembelajaran di kelas.

Kompetensi guru merupakan kemampuan dan kewenangan seorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban profesinya di bidang pendidikan secara bertanggung jawab dan layak. Sedangkan dalam Undang-Undang Guru dan Dosen disebutkan, bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya.

Kompetensi guru tersebut harus terstandarkan secara nasional, sehingga ada ukuran-ukuran dan kriteria-kriteria ambang batas minimal kemampuan tertentu yang harus dimiliki serta dikuasai oleh seorang guru, yang selanjutnya dapat diadakan penilaian secara obyektif untuk penjaminan serta pengendalian mutu guru khususnya dan pendidikan pada umumnya (misalnya: dengan setrtifikasi guru dalam jabatan). 

Sedangkan ketentuannya secara teknis, telah diatur dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Pendidik.

Adapun kompetensi yang diharapkan dari seorang guru dalam memenuhi standar pendidik adalah :

Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliknya.

Dalam kompetensi pedagogik ini diharapkan guru bisa mengaplikasikan dan memiliki kemampuan : (1) memahami peserta didik, (2) merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran, (3) melaksanakan pembelajaran, (4) merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran, serta (5) mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilinya.

Kompetensi kepribadian

Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian guru yang mantap, stabil, dewasa, disiplin, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. 

Kepribadin guru memang memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pendidikan, khususnya dalam kegiatan pembelajaran. Karena akan mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan pembentukan kepribadian peserta didik. Ini dapat dimaklumi, karena manusia merupakan makhluk yang suka mencontoh, termasuk mencontoh pribadi gurunya sebagai teladan. Oleh karena itu wajar, ketika orang tua akan mendaftarkan anaknya ke suatu sekolah, akan mencari tahu terlebih dahulu siapa guru-guru yang akan membimbing dan mendidik anaknya.

Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional adalah kemampuan guru terhadap penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan.

Kompetensi profesional merupakan kompetensi yang harus dimiliki dan dikuasai guru dalam kaitannya dengan pelaksanaan tugas utamanya mengajar. Sehingga seorang guru dituntut untuk menguasai keilmuan yang terkait dengan bidang studinya.

Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

Kompetensi sosial ini harus dimiliki dan dikuasai oleh guru memang cukup beralasan, karena guru adalah makhluk sosial (homo socius) yang dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dan lingkungannya tidak dapat dilepaskan, yang tidak hamya terbatas pada pembelajaran di sekolah saja. 

Di samping itu, karena guru juga sebagai pembina, tokoh, panutan, petugas dan agen perubahan sosial masyarakatnya. Sehingga diharapkan guru merupakan kunci penting dalam kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat.

Penting Diingat, Guru Harus Memiliki 6 Kompetensi Ini

Penting Diingat, Guru Harus Memiliki 6 Kompetensi Ini

BlogPendidikan.net
- Guru harus terus berbenah seiring pesatnya perkembangan zaman, kompetensi gurupun akan terus bertambah. Memiliki kompetensi yang sejajar dengan perkembangan zaman adalah hal yang harus di lakukan oleh guru dan dimiliki guru.

Peran guru secara utuh adalah sebagai pendidik, pengajar, pembimbing, dan sekaligus orang tua di sekolah tidak akan bisa digantikan sepenuhnya dengan kecanggihan teknologi. Karena sentuhan seorang guru kepada para siswa memiliki kesan dan kekhasan tersendiri yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang atau digantikan teknologi.

Apa saja kompetensi yang harus dimiliki guru di zaman sekarang di era 4.0 :

Keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah 

Kompetensi ini untuk memahami sebuah masalah yang rumit, mengkoneksikan informasi satu dengan informasi lain, sehingga akhirnya muncul berbagai perspektif, dan menemukan solusi dari suatu permasalahan. 


Kompetensi ini dimaknai kemampuan menalar, memahami dan membuat pilihan yang rumit; memahami interkoneksi antara sistem, menyusun, mengungkapkan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah. ini sangat penting dimiliki peserta didik dalam pembelajaran abad ke 21. Guru era 4.0 harus mampu meramu pembelajaran sehingga dapat mengekspor kompetensi ini kepada peserta didik. 

Keterampilan komunikasi dan kolaborasi

Kompetensi ini berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang harus diterapkan guru dalam pembelajaran guna mengkonstruksi kompetensi komunikasi dan kolaborasi. 

Keterampilan berpikir kreatif dan inovasi

Revolusi mengkehendaki peserta didik untuk selalu berpikir kreatif dan inovatif, ini perlu agar mampu bersaing dan menciptakan lapangan kerja berbasisi revolusi industry 4.0. Tentu seorang guru harus terlebih dahulu dapat kreatif dan inovasi agar bisa menularkan kepada peserta didiknya. 


Literasi teknologi informasi dan kominikasi

Literasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi kewajiban guru 4.0, ini harus dilakukan agar tidak ketinggalan dengan peserta didik. Literasi Teknologi infomasi dan komunikasi merupakan dasar yang harus dikuasai agar mampu menghasilkan peserta didik yang siap bersaingdalam menghadapi revolusi industry 4.0. 

Contextual learning skill (Keterampilan belajar kontekstual)

Pembelajaran ini yang sangat sesuai diterapkan guru 4.0 ketika sudah menguasai TIK, maka pembelajaran kontekstual lebih mudah diterapkan. Saat ini TIK salah satu konsep kontekstual yang harus diketahui oleh guru, materi pembelajaran berbasis TIK sehingga guru sangat tidak siap jika tidak memiliki literasi TIK. Materi yang bersifat abstrak mampu disajikan lebih riil dan kontekstual menggunakan TIK. 

Literasi informasi dan media

Banyak media informasi bersifat sosial yang digeluti peserta didik. Media sosial seolah menjadi media komunikasi yang ampuh digunakan peserta didik dan salah satu media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan guru 4.0. Kehadiran kelas digital bersifat media sosial dapat dimanfaatkan guru, agar pembelajaran berlangsung tanpa batas ruang dan tanpa waktu.

5 Kompetensi Yang Harus Dimiliki Untuk Menjadi Guru Masa Kini

5 Kompetensi Yang Harus Dimiliki Untuk Menjadi Guru Masa Kini

BlogPendidikan.net
- Tidak bisa terelakkan perkembangan zaman begitu sangat pesatnya terutama dibidang teknologi dan informasi, dampak terasapun pada dunia pendidikan mau tidak mau suka tidak suka harus menjalaninya dan merubah semua sistem baik pembelajaran ataupun penginputan data yang dilakukan secara online. 

Gurupun terimbas dengan perkembangan zaman sekarang ini, untuk menjadi guru masa kini kembangkanlah diri anda sesuai perkembangan zaman, karena anak didik kita suda melampaui pengetahuan IT kita.

Dalam upaya mewujudkan visi dan misi pendidikan nasional, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, Kemendiknas mempunyai visi 2025 untuk menghasilkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif. 


Kementerian dan Kebudayaan menyebutkan ada lima kompetensi yang harus dipersiapkan guru memasuki era Revolusi Industri 4.0 untuk menjadi guru masa kini, yaitu :

Pertama, educational competence, kompetensi pembelajaran berbasis internet sebagai basic skill. 
Kedua, competence for technological commercialization. Artinya seorang guru harus mempunyai kompetensi yang akan membawa peserta didik memiliki sikap entrepreneurship dengan teknologi atas hasil karya inovasi peserta didik.
Ketiga, competence in globalization, yaitu, guru tidak gagap terhadap berbagai budaya dan mampu menyelesaikan persoalan pendidikan. 
Keempat, competence in future strategies dalam arti kompetensi untuk memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi di masa depan dan strateginya, dengan cara joint-lecture, jointresearch, joint-resources, staff mobility, dan rotasi. Kelima, conselor competence, yaitu kompetensi guru untuk memahami bahwa ke depan masalah peserta didik bukan hanya kesulitan memahami materi ajar, tetapi juga terkait masalah psikologis akibat perkembangan zaman (Kebudayaan, 2018).

5 Kompetensi Guru Yang Harus Dimiliki Untuk Menjadi Guru Masa Kini di Era 4.0 :

1. Educational Competence

Pemanfaatan internet sebagai sumber belajar menjadi tren tersendiri dalam dunia pendidikan dan pembelajaran di dunia. Telah banyak kegiatan pendidikan dan pelatihan, serta pembelajaran yang memanfaatkan keunggulan model pembelajaran berbasis internet, atau yang lebih dikenal dengan sebutan online learning (Surani, 2019). Pemanfaatan teknologi media pembelajaran juga mulai dikembangkan dengan mengadakan pembaharuan media pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif.

Pendidik dituntut untuk sadar merubah pendekatan pembelajaran tradisional menuju pendekatan digital yang dirasa lebih relevan dalam memenuhi kebutuhan siswa. Proses transisi dari cara tradisional ke cara digital memiliki pola yang beragam tergantung pada cara pendidik dan lembaga pendidikan yang bersangkutan dalam merespon dan beradaptasi (Prayogi & Estetika).


Sebagai implikasi dari globalisasi dan era digital tersebut, terjadi perubahan pada paradigma pendidikan. Perubahan tersebut diantaranya? Dengan banyaknya sumber belajar alternatif yang bisa menggantikan fungsi dan peran guru, maka peran guru berubah menjadi fasilitator.

2. Competence for Technological Commercialization

Dalam sistem pendidikan dan pembelajaran, kedudukan guru dalam proses pembelajaran di sekolah belum dapat digantikan oleh alat atau mesin secanggih apapun. Keahlian khusus itu pula yang membedakan profesi guru dengan profesi yang lainnya. 

Dimana perbedaan pokok antara profesi guru dengan profesi yang lainnya terletak dalam tugas dan tanggung jawabnya. Tugas dan tanggung jawab tersebut erat kaitannya dengan kemampuan-kemampuan yang disyaratkan untuk memangku profesi tersebut. Kemampuan (Muhammad Lukman Syafii).

Oleh karena itu, kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 adalah kompetensi yang menjadikan siswa memiliki sikap entrepreneurship (kewirausahaan) berbasis teknologi dan hasil karya inovasi siswa. 

Guru harus dapat membina siswa ke arah entrepreneurship yang berbasis teknologi, sebagai bekal mereka di kemudiaan hari. Internet akan lebih mudah memasarkan produk inovasi siswa baik itu makanan, pakaian, mainan, atau lain-lainya. Karena ke depan juga tentunya persaingan usaha akan lebih lebih dasyat, untuk itu perlu sekali bagi guru mengarahkan siswanya untuk berinovasi tanpa henti (Meisanti etal).

3. Competence in Globalization

Dunia tanpa sekat, artinya guru tidak gagap terhadap berbagai budaya, kompetensi hybrid dan keunggulan memecahkan masalah. Kemampuan lifeskill siswa harus dibina dengan baik. Tentunya pembinaan tersebut dalam berbagai bidang seperti sosial, budaya, politik dan ekonomi. Inilah tugas guru yang harus dipenuhi di era revolusi 4.0 saat ini (Nurkholis, 2019).

4. Competence in Future Strategies

Maksudnya guru harus memiliki kompetensi dalam memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi di masa depan berikut strateginya. Guru harus tajam dalam beranalisa. Memprediksi ke depan yang akan terjadi dan menyiapkan bagaimana caranya agar siswa didiknya nanti dapat menghadapi tuntutan moderennya zaman atau revolusi 4.0 yang sudah dimulai saat ini (Imania, 2019).


5. Conselor Competence

Peran guru di era revolusi industri 4.0 tidak hanya menjadi guru yang mendidik siswanya. Akan tetapi guru juga harus menjadi konselor bagi murid yang membutuhkannya, karena kehidupan mereka juga ada di sekolah dan mereka membutuhkan wadah untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. 

Mengingat ke depan masalah anak bukan pada kesulitan memahami materi ajar, tapi lebih terkait masalah psikologis, stres akibat tekanan keadaan yang makin kompleks dan berat, dibutuhkan guru yang mampu berperan sebagai konselor/psikolog. 

Kenapa dibilang guru karena anggapan beberapa orang semua bidang guru harus kuasai walaupun terkadang kita tidak dapat membohongi diri sendiri, jika semua bidang harus kita kuasai kemungkinan kita tidak akan mampu, namun tidak ada salahnya apabila kekurangan tersebut harus ditutupi dengan cara belajar sepanjang hayat. 

Upaya pengembangan kompetensi guru dalam menghadapi revolusi industri 4.0 di atas, dapat dilakukan dengan berbagai cara : Pertama, mengoptimalkan peran Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), sehingga dapat tercipta suatu kolaborasi yang berorientasi pada pengembangan diri guru.

Terimakasih semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita tentang mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman saat ini.