Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

8 Tips Agar Anak Menyukai dan Mudah Memahami Matematika

Tips Agar Anak Menyukai dan Mudah Memahami Matematika

BlogPendidikan.net
- Setiap orang tua ataupun guru pasti menginginkan anak-anaknya pandai dan cerdas dalam belajar. Khususnya pada mata pelajaran matematika, yang konon katanya adalah pelajaran yang sukar, membosankan dan dibenci sebagian anak/siswa.

Padahal jika dipahami secara benar bagaimana karakteristik pelajaran matematika tentunya akan mudah menerapkannya kepada anak/siswa. Semua bergantung pada pendekatan yang dilakukan oleh Guru/Orang tua bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan agar anak menyukai dan tertarik belajar matematika.

Selanjutnya bagaimana tips yang dilakukan para guru dan orang tua agar anak/siswa menyukai dan mudah memahami pelajaran matematika. 

Berikut 8 tips yang bisa diterapkan orang tua dan guru agar anak menyukai dan mudah memahami pelajaran matematika :

1. Perkenalkan matematika sambil bermain

Kenalkan kepada anak pelajaran matematika sambil bermain misalnya “Ibu membeli sepuluh buah jeruk lalu ibu akan membaginya tiga kepada anak, lalu berapa sisa ibu memiliki buah jeruk?”. Anak diminta untuk berpikir dan menghitung sehingga otaknya tidak merasa jenuh dalam mempelajari matematika.

2. Tanamkan pemahaman kepada anak bahwa matematika itu mudah

Daripada memaksa anak untuk menyukai matematika terus menerus, memberinya pemahaman adalah cara terbaik untuk anak. Caranya berikan pemahaman bahwa “Matematika itu mudah, tidak sesulit apa yang kamu bayangkan”. Berikan senyuman sembari mengucapkannya, hal ini membantu meyakinkan mereka bahwa ucapan itu benar setelah orang tua mengajari anak dalam mempelajari atau mengerjakan soal matematika untuk anak.

3. Ciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan

Hal yang paling mudah dilakukan adalah menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan ketika mempelajari matematika. Maksud bermain disini bukan menyediakan alat permainan ketika belajar, namun guru dan orang tua menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan.

4. Selama proses pembelajaran, jangan pernah ada paksaan sama sekali

Jika kita saja sebagai orang dewasa akan merasa kurang nyaman saat ada pemaksaan, apalagi dengan anak-anak. Mereka pasti akan merasa tertekan dan stress, jika kamu paksa untuk menyukai pelajaran yang satu ini.

Daripada memaksanya, lebih baik kamu menggunakan pendekatan secara persuasif. Tidak hanya itu, kamu sebagai orang tua juga harus rela dan mau, jika anak-anak meminta ditemani untuk belajar. Jangan sampai menolak dan banyak alasan-alasan yang enggak jelas.

5. Gunakan media pembelajaran yang sesuai dan menarik

Untuk membantu daya serap anak didik dalam mempelajari materi pelajaran matematika, orang tua atau guru seharusnya menggunakan media, metode atau strategi yang menarik. Misalnya cara atau rumus cepat dan alat-alat peraga. Tetapi pastikan media atau metode tersebut sesuai dengan materi dan kebutuhan anak.

6. Memberi motivasi pada anak

Jika Anda hanya fokus pada penyampaian materi kemudian mengerjakan soal, maka hal itu akan membuat anak semakin jenuh. Orang tua seharusnya memberi motivasi kepada anak agar lebih giat lagi untuk menggapai masa depan yang cerah, beri tahu manfaat dan tujuan mempelajari matematika dalam kehidupan sehari-hari, ceritakan kisah tokoh-tokoh matematika dunia sehingga anak dapat bersemangat dalam mempelajari matematika.

7. Jangan bersikap kaku

Matematika adalah pelajaran yang dianggap rumit dan membosankan bagi anak, untuk itulah jangan menambah kebosanan mereka dengan ekspresi dan sikap kaku. Anak bisa tegang dan tidak paham jika orang tua dan guru terlalu galak dalam mengajari matematika. Seharusnya, lebarkan senyuman dan bersikaplah lebih humoris, ini akan membantu untuk meringankan beban pikiran anak didik saat belajar matematika.

8. Gunakan teknologi sebagai media agar anak menyukai matematika

Saat ini teknologi sudah sangat pesat dan hampir semua lini pasti menggunakan teknologi. Makanya, kita harus bisa memanfaatkan teknologi sebagai media untuk belajar anak-anak.  Contohnya anak-anak bisa bermain games yang mempunyai hubungannya dengan matematika atau anak-anak juga bisa melihat video-video tentang belajar matematika yang menyenangkan. 

8 tips di atas semoga bisa bermanfaat dan dapat diterapkan baik bagi orang tua ataupun guru di sekolah dalam proses pembelajaran. Terima kasih

Mungkinkah Guru Menghadapi Masalah Dalam Proses Pembelajaran ?

Mungkinkan Guru Menghadapi Masalah Dalam Proses Pembelajaran ?

Dalam tulisan berikut, BlogPendidikan.net sedikit berbagi tentang permasalahan yang dihadapi guru pada saat proses pembelajaran. Tulisan ini dibuat yang dikutip dari hasil wawancara antar sesama guru, dan dalam isi wawancara dan deskripsinya semata-mata hanya memberikan motivasi dan tidak ada unsur atau maksud apapun. 🙏🙏

Seperti ini wawancara yang dilakukan :

Pertanyaan 1 : Selama Ibu mengajar, ada tidak kendala yang dihadapi dalam proses belajar mengajar
Jawaban 1 : Sudah tentu saja ada dan bahkan beragam kendala dihadapi tiap tahunnya.

Pertanyaan 2 : Lalu seperti apa kendala yang Ibu hadapi pada tahun ini?
Jawaban 2 : Setiap angkatan siswa pasti memiliki karakter yang beragam, jika tahun lalu kelas III ini lebih mudah mengajarnya karena kognitif siswanya lebih siap dan matang ketika masuk ke kelas III, berbeda dengan tahun sekarang, masih banyak siswa yang secara kognitifnya belum siap untuk berada di kelas III, misalnya masih ada siswa yang belum lancar membaca, ini merupakan kendala yang dapat membuat kita menjadi lebih berpikir keras supaya tujuan pembelajaran yang ingin kita sampaikan ini tercapai.

Pertanyaan 3 : Ada tidak sikap siswa yang jelas-jelas bisa menganggu proses pembelajaran?
Jawaban 3 : Tentu saja ada, siswa kelas III merupakan siswa kelas rendah dan sikapnya pun masih kekanak-kanakan, tidak sedikit siswa yang suka mengangis di kelas. Itu bisa disebabkan berbagai factor, misalnya perkelahian sesame siswa yang awalnya cuma bercanda lalu lama kelamaan akhirnya mereka berkelahi. Karena tangisannya ini kelancaran proses belajar mengajarpun terganggu. Selain itu, anak kelas III masih sangat senang bermain, terkadang walaupun pembelajaran sedang berlangsungpun mereka tetap saja gaduh dan bermain sesuka mereka, ketika ditegur mereka akan diam, tetapi selang beberapa menit kemudian kondisi gaduh tersebut akan kembali terdengar. Hal ini bisa mengganggu penyampaian materi yang dilakukan oleh guru.

Sikap-sikap siswa yang biasanya dapat mengganggu jalannya pembelajaran diantaranya :

1. Gaduh
2. Mencari-cari perhatian teman atau guru
3. Bertengkar dengan teman
4. Sering pergi ke toilet
5. Mengantuk
6. Dll.

Jika dibuat secara garis besar, permasalah dalam proses pembelajaran adalah berdasarkan faktor penyebabnya dibedakan menjadi 4, diantaranya :

A. Siswa

Banyak hal yang bisa membuat hasil belajar siswa di kelas kurang memuaskan bahkan tidak jarang jauh dari harapan guru dan orang tua, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan hasil belajar siswa kurang memuaskan, diantaranta :

1. Latar belakang siswa yang beragam bisa membuat pembelajaran menjadi lebih rumit dan sulit.
2. Kurangnya motivasi siswa dalam belajar menyebabkan hasil pembelajaran kurang memuaskan.
3. Pengaruh teman sepermainan begitu dominan terhadap kegiatan belajar siswa tersebut.
4. Tingkat intelegensi masing-masing siswa bisa mempengaruhi keberhasilan belajar siswa.

B. Guru 

Bisa juga dikatakan guru merupakan faktor yang sangat menentukan dalam keberhasilan sebuah kegiatan pembelajaran, banyak hal yang bisa dilakukan guru untuk meningkatan kualitas pembelajaran. Tetapi dibalik itu semua, ada banyak hal juga yang dapat mengurangi keberhasilan seorang guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa, diantaranya :

1. Motivasi guru sangat menentukan terhadap totalitas guru tersebut dalam mengajar. 
Seberapa sibuknyapun dia, jika motivasi untuk menghasilkan anak didik yang berkualitas, maka seorang guru akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengajar sebaik yang dia bisa lakukan.

3. Tingkat intelegensi dan kreatifitas guru. 
Guru yang mempunyai intelegensi tinggi dapat menguasai materi yang akan diajarkan siswa lebih detail dan ketika siswa memberikan pertanyaan, maka guru tersebut dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan benar. Ketika kreatifitas guru tersebut tinggi, walaupun dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki siswa maupun sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah, maka guru tersebut dapat mengatasi hal tersebut dengan mencari jalan keluar dengan keterampilan dan kreatifitas yang ia miliki. Kemampuan guru menggunakan media dan alat peragapun termasuk didalamnya yang menjadi kendala banyak guru di Indonesia.

4. Disiplin dan profesionalisme guru tersebut. 
Jika seorang guru mempunyai tingkat disiplin yang tinggi, bukan tidak mungkin rencana pembelajaran yang ia buat akan dilaksanakan sesuai dengan harapan dan keinginannya sehingga hasil yang diperolehpun akan memuaskan.

C. Sekolah

Peran sekolah dalam meningkatkan kualitas belajar siswa sangatlah besar, berikut merupakan hal yang bisa mempengaruhi berhasil tidaknya proses belajar :

1. Kebijakan sekolah dalam meningkatkan kualitas sekolah bisa jadi merupakan penentu keberhasilan belajar siswa. Ketika sekolah mengeluarkan kebijakan yang longgar atau seolah-olah tidak peduli dengan prestasi siswa, maka siswapun kemungkinan tidak akan memiliki motivasi yang tinggi untuk meningkatkan prestasinya. Artinya perhatian sekolah terhadap murid-murid yang memiliki prestasi akan meningkatkan motivasi seluruh siswa lainnya untuk ikut berprestasi.
2. Pengadaan sarana dan prasarana. Keterbatasan sarana dan prasarana akan menjadikan masalah mana kala kegiatan pembelajaran membutuhkan sarana yang lengkap tetapi penyedia sarananya sendiri (sekolah) tidak memiliki sarana tersebut. Maka prestasi siswa tidak akan berkembang karena sarana yang seharusnya bisa mengeksplorasi kreatifitas siswa tidak bisa digunakan.
3. Tata tertib sekolah yang longgar akan mengakibatkan siswa bertindak semaunya, tetapi jika tata tertib terlalu ketatpun tidak akan baik, bisa jadi anak merasa kebebasannya sebagai siswa dihilangkan bukan tidak mungkin anak akan melakukan perlawanan/pemberontakan.
4. Kurikulum yang terus menerus berubah menimbulkan kebingungan terhadap siswa. Materi pelajaran menjadi kacau dan sulit untuk dipahami secara menyeluruh oleh siswa.

D. Keluarga 

Satu lagi faktor yang tidak bisa dihilangkan dalam keberhasilan proses belajar siswa yaitu keluarga, berikut adalah hal yang bisa mempengaruhi keberhasilan belajar dari faktor keluarga :

Perhatian keluarga terhadap anak begitu menentukan. Banyak keluarga di daerah-daerah yang tidak begitu peduli terhadap pendidikan anaknya sendiri, hal ini akan membuat anak menjadi liar. Karena proses belajar anak sebagian besar berada di luar sekolah (keluarga dan lingkungannya). 

Jika orang tua sudah sibuk dengan pekerjaanya masing-masing maka anak akan terlantar belajarnya. Itu akan menjadikan masalah yang serius jika tidak segera ditanggulangi. Banyak anak yang karena tidak diperhatikan oleh orang tuanya malah mengekspresikan dengan teman-teman yang tidak baik, merokok, minum-minuman keras, atau bahkan mungkin 

Pertanyaan 4 : Jadi yang paling besar pengaruhnya dalam keberhasilan belajar siswa itu siapa? Apakah siswa sendiri? Guru? Sekolah? Atau keluarga?
Jawaban 4 : Kalau ditakanyakan seperti itu, maka kita sebagai pendidik harusnya mawas diri, keberhasilan belajar siswa di sekolah dengan berbagai masalah yang mengelilinginya merupakan tanggung jawab guru. Jadi faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap keberhasilan siswa selama belajar di sekolah adalah guru. 

Ketika guru kurang memberikan motivasi kepada siswa, kurang profesionalisme, tidak disiplin, kemampuan yang kurang memadai, tidak punya rencana dan tujuan belajar yang jelas, akan mempengaruhi kemampuan siswa dalam proses pembelajaran untuk mencapai hasil belajar maksimal.

10 Keistimewaan Menjadi Guru SD Yang Membuat Anda Selalu Tersenyum Bahagia dan Awet Muda

10 Keistimewaan Menjadi Guru SD Yang Membuat Anda Selalu Tersenyum Bahagia dan Awet Muda

BlogPendidikan.net - Sebagian besar orang beranggapan bahwa menjadi guru SD membutuhkan kesabaran dan mental yang kuat. Realitanya, ternyata anak-anak SD lebih sulit dikendalikan karena memang pemikiran mereka yang masih sangat kekanak-kanakan dan butuh perhatian ekstra mengajar mereka.

Memang harus butuh keseriusan dan kesabaran yang lebih di mana guru SD harus mampu menguasai siswanya dan mengontrol kelasnya dengan baik. Kunikan dan karakteristik anak SD berbeda dengan tingkat menengah atau atas, anak SD lebih cenderung mendapatkan perhatian yang lebih. Maka dari itu guru harus sangat memahami karakter siswa dan mengajarkan penuh kesabaran.

Berikut 10 keistimewaan menjadi guru SD yang membuat Anda selalu tersenyum bahagia :

1. Anda Berperan Penting Memberikan Pondasi Pendidikan Moral

Coba Anda tengok pada pelajaran matematika, dasar penting pelajaran matematika tentu ada di sekolah dasar, mulai dari penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, bilangan, pecahan, dan lain sebagianya. Tanpa menguasai dasar matematika, anak akan menjadi tumpul dalam pelajaran matematika saat berada di sekolah menengah dan atas (di SMP dan SMA).
Begitu juga dengan pendidikan moral, guru sekolah dasar memiliki peran yang amat penting untuk membangun pondasi moral anak. Tanpa pondasi moral inilah, anak akan tumbuh menjadi anak yang tidak bermoral.

2. Posisi Anda Bahkan Bisa Mengalahkan Posisi Orang Tua Anak

Anehnya, bagi anak sekolah dasar, sesosok guru bisa lebih dipercaya daripada orang tua mereka sendiri. Perlu Anda ketahui bahwa orang tua dirumah juga banyak mengajari dan menasehati anak. Namun kenyataannya, anak-anak lebih nyaman dengan nasehat dan keterangan materi oleh gurunya daripada orang tua mereka sendiri. Di sinilah Anda mengalahkan posisi orang tua mereka, jadi yang perlu Anda lakukan adalah menjadi guru yang baik bagi anak-anak didik.

3. Anda Menjadi Lebih Kreatif dan Dinamis

Anak-anak kecl di sekolah dasar tentu saja lebih cenderung suka bermain dan mengabaikan pembelajaran. Nah, saat Anda mendapati masalah seperti ini setiap hari, tentu saja Anda akan semakin banyak belajar bagaimana cara mengontrol kelas dengan baik, sehingga muncul ide, metode, dan media baru yang sesuai agar anak lebih fokus pelajaran. Ya, Anda menjadi lebih kreatif dan cenderung berpikir ke depan untuk anak-anak.

4. Perbedaan Karakter Anak, Memberikan Pemahaman Tentang Psikologi Anak Didik

Ternyata, menjadi guru sekolah dasar mempu memberikan banyak pengalaman dalam menangani anak-anak kecil. Anda pastinya sadar bahwa setiap anak memiliki karakter yang berbeda, mulai dari pendiam, banyak tingkah, minder, takut terkena marah, bahkan sampai anak yang susah diperingati.

Dari sinilah, Anda juga akan memperoleh banyak pengetahuan tentang psikologi anak kecil, Anda mampu memahami apa yang mereka inginkan, Anda mampu mengetahui apa langkah tepat yang seharusnya Anda lakukan serta memberikan yang terbaik untuk mereka.

5. Anda Bisa Menjadi Penyayang Anak

Selain itu, bertolak dari pemahaman psikologi anak kecil, Anda juga mampu mengontrol emosi terhadap anak. Coba bayangkan ketika Anda pertama kali mengajar anak sekolah dasar, tentu Anda merasa kesulitan bahkan sering marah-marah di kelas.
Namun, waktu memberikan banyak pembelajaran dan pengalaman untuk Anda. Saat ini, Anda mungkin sudah jarang marah-marah di kelas karena sudah tahu bagaimana karakter anak-anak kecil, bahkan karena itu pula Anda juga lebih peyayang kepada anak, terutama anak Anda di rumah.

6. Terkadang, Kekocakan Anak Bisa Menjadi Hiburan Atas Masalah Anda

Setiap orang pasti mempunyai masalah dalam hidupnya, apalagi seorang guru yang terkadang membawa masalah itu di kelasnya, sehingga anak-anak menjadi korban, tentu ini sangat salah. Namun jika Anda pandai dalam mengendalikan emosi dan perasaan, justru tingkah lucu dan kocak anak sekolah dasar akan menjadi hiburan bagi Anda sehingga Anda mengeluarkan senyuman kecil seolah masalah Anda sedikit lebih ringan.

7. Anda Terlihat Lebih Awet Muda

Banyak orang berkata bahwa menjadi guru anak-anak kecil menjadikan Anda lebih awet muda. Memang ada benar dan tidaknya, namun yang jelas Anda akan semakin sering tersenyum dan tertawa saat mengajar anak-anak kecil di sekolah dasar. Senyum dan tawa yang Anda lakukan setiap hari akan mengendorkan saraf yang kaku sehingga Anda terlihat lebih bahagia, ceria, dan bersemangat.

8. Anda Lebih Nyaman Berada di Sisi Mereka

Saat Anda sudah menjalin hubungan baik dengan anak-anak didik, Anda pastinya bisa lebih akrab bergaul bersama mereka, seperti orang tua dan anak. Rasa nyaman pun datang begitu saja saat Anda menemani dan membimbing mereka baik dalam pelajaran maupun di luar pelajaran.

9. Peran Anda Akan Dikenang Hingga Mereka Tumbuh Dewasa

Kenangan masa kecil merupakan hal yang sangat sulit dilupakan oleh semua orang. Jika Anda menjadi guru yang baik dan penyayang untuk anak-anak Anda, percayalah bahwa mereka akan selalu mengingat kenangan bersama Anda ketika mereka sudah tumbuh dewasa. Ketahuilah bahwa salah satu hal yang paling membahagiakan bagi seorang guru adalah saat murid Anda mengingat dan mengenang Anda meskipun sudah bertahun-tahun lamanya.

10. Anda Selalu Disambut Dengan Bahagia

Jika kedekatan dengan anak didik sudah terjalin, mereka akan selalu ingin dekat dan bertanya seolah ingin mencari perhatian. Guru yang selalu melayani, membimbing para siswanya akan menjadi kenangan dengan siswa tersebut. maka kehadiran Anda sangat di rindukan para siswa. Sesampainya di depan kelas mereka tersenyum penuh bahagia.

13 Kata-kata Mutiara Untuk Guru, Sososk Yang Dicintai dan Dihormati

13 Kata-kata Mutiara Untuk Guru, Sososk Yang Dicintai dan Dihormati

Berikut 13 Kata-kata Mutiara dan bijak khusus untuk guru untuk membangkitkan motivasi dan derajat seorang guru. Sososk Yang Dicintai dan Dihormati
 :

"Kerja seorang guru tidak ubah seperti kerja seorang petani yang sentiasa membuang duri serta mencabut rumput yang tumbuh di celah- celah tanamannya." (Imam Al Ghazali)

"Seorang majikan dapat memberitahumu apa yang ia harapkan darimu, Tapi seorang Guru membangkitkan pengharapanmu sendir." (Patricia Neal)

13 Kata-kata Mutiara Untuk Guru, Sososk Yang Dicintai dan Dihormati

"Perananmu sebagai pemimpin itu jauh lebih penting dari apa yang kau bayangkan. Kau (guru) memiliki kekuasaan untuk membantu orang menjadi juara." (Ken Blanchard)

13 Kata-kata Mutiara Untuk Guru, Sososk Yang Dicintai dan Dihormati

"Aku bukan seoarang Guru hanya sesama musafir yang kau tanyai arah, Aku menujuk ke arah depan kedepan diriku sendiri dan ke depan dirimu." (George Bernard Shaw)

13 Kata-kata Mutiara Untuk Guru, Sososk Yang Dicintai dan Dihormati

"Guru yang baik tidak pernah Mengatakan muridnya bodoh; tapi guru yang baik selalu mengatakan 'Muridku belum menguasai."

13 Kata-kata Mutiara Untuk Guru, Sososk Yang Dicintai dan Dihormati

"Apa yang ingin dipelajari murid, Sama pentingnya dengan apa yang ingin diajarkan Guru." (Lois E.LeBar)

"Teknologi hanya sebuah alat. Dalam hal membuat murid bekerja sama dan menjadikan mereka bermotivasi, gurulah yang paling utama." (Bill Gates)

"Saya percaya bahwa guru terhebat adalah seniman terhebat dan saya percaya hanya sedikit sekali seniman yang hebat. Mengajar mungkin adalah seni terhebat karena medianya adalah jiwa dan akal manusian." (John Steinback)

"Salah satu hal terpenting yang boleh dilakukan seorang guru adalah mengirim pulang seorang murid di siang hari  dalam keadaan sedikit lebih menyukai dirinya sendiri daripada ketika ia datang di pagi hari." (Ernest Melby)

"If kids come to us from strong, healthy functioning families, it makes our job easier.If they do not come to us from strong, healthy, functioning families, it makes our job more important." (Barbara Colorose )

"Teachers affect eternity; no one can tell where their influence stops." (Henry Brooks Adams)

"Students don't care how much you know until they know how much you care." (Nonymous)

"The test of a good teacher is not how many questions he can ask his pupils that they will answer readily, but how many questions he inspires them to ask him which he finds it hard to answer." (Alice Wellington Rollins)

Demikian semoga bisa menambah motivasi buat Bapak/Ibu Guru di sekolah saat PTM Terbatas.

Ingat! Jangan Menekan Siswa Dengan Kata BODOH

Ingat! Jangan Menekan Siswa Dengan Kata BODOH

BlogPendidikan.net
- Memang tidak bisa dipungkiri, seorang guru pasti lebih mengenal siswanya antara satu dan lainnya, ada klasifikasi antara siswa yang mampu dalam hal kognitif dan yang tidak. Hal ini wajar ada pada diri siswa. Bodoh dan pintar adalah hanya kata khiasan untuk membedakan siswa yang mampu dengan kata 'Pintar' dan yang tidak mampu dengan kata 'Bodoh'.

Selama ini mungkin guru sering membedakan siswa-siswa yang ada di sekolah dalam dua hal ersebut, yaitu "siswa yang bodoh atau pintar". Pendapat kita tentang hal ini memang bukanlah sebuah kesalahan, namun hal itu sangat perlu diluruskan. Karena sejatinya tak ada kata bodoh dalam diri seorang siswa.


Dari pernyataan di atas, kita bisa berfikir bahwasannya tidak ada kata "bodoh" yang melekat pada diri siswa. Melainkan siswa tersebut tidak bisa memanfaatkan apa yang telah dianugrahkan  Salah satu buktinya yaitu adanya rasa malas yang selalu melekat dalam diri siswa. Hal inilah yang membuat klasifikasi siswa itu bodoh.

Terlebinya bagi seorang pendidik sangat berhati-hati sekali jika menekan siswa, apalagi dengan mengeluarkan kata-kata 'Bodoh' , tanpa disadari tekanan tersebut akan berdampak psikologis pasa siswa, dan yang lebih parahnya lagi siswa tersebut akan merasa dibedakan dan asing bagi teman-teman lainnya.

Dalam situasi dimana siswa tidak bisa melakukan, tidak bisa mengerjakan sesuatu hal atau menjawab pertanyaan secara tepat, guru sering mengungkapkan kekecewaannya atas situasi tersebut dengan melontarkan kata-kata seperti ‘Kamu Bodoh’, atau kata-kata sejenis. Ada guru yang tidak merasa bersalah ketika mengatakan demikian. 


Fenomena semacam ini pada umumnya disebabkan oleh ketidaktahuan akan dampak yang mungkin ditimbulkan oleh kata-kata tersebut. Ada juga karena telah ada kesepakatan sebelumnya dengan siswa, manakala mereka tidak bisa melakukan, tidak bisa mengerjakan, atau tidak bisa menjawab, maka mereka akan dikatakan bodoh.

Apa akibat yang ditimbulkan menekan siswa dengan kata Bodoh :

Kepercayaan diri akan menurun

Kata-kata yang dikeluarkan oleh guru membuat siswa merasa bahwa itu adalah dirinya. Contoh sederhana saja, ketika guru berkata bodoh pada siswa tentu ia sakit hati dan berpikir bahwa hal itu mencerminkan dirinya. Tapi di sisi lain, alasan guru mengatakan itu karena kesal atau emosi. 

Hal tersebut membuat rasa percaya diri siswa menurun. Ia merasa bahwa hanya kekurangan saja yang ada dalam dirinya. Padahal seharusnya, guru yang lebih bijaksana dalam memilih kata untuk siswa. Jangan asal ucap tapi beri dia sedikit pengertian. 


Takut akan penolakan

Seorang siswa akan yang mendapat didikan yang buruk jika, guru tidak mampu bersikap dan berkata-kata dengan baik. Hal sederhana yang guru lakukan yaitu, berkata kasar pada siswa dan berdampak pada karakternya. 

Dan hasilnya, ia menjadi anak yang takut akan penolakan. Tapi ketika penolakan terjadi pada siswa maka, ia dapat melukai dirinya sendiri akibat merasa tidak layak untuk hidup. Jadi sebelum terjadi guru sebaiknya lebih dahulu mencegah. 

Pergaulan tidak akan terarah

Kunci utama siswa akan sukses dan memiliki karakter yang baik dimulai dari keluarga. Didikan orangtua sangat penting dalam membentuk perilaku dan pola pikir anak, selanjutnya pendidikan di sekolah juga sangat menentukan. Tapi jika orangtua atau guru sering berkata kasar pada anak, pasti ia akan mencari kesenangan di luar rumah. Sehingga, ia akan masuk dalam pergaulan yang salah dan mendidiknya menjadi orang yang sulit diatur.

Melatih memiliki sifat dendam

Ketika orangtua atau guru merasa bahwa anak terluka lebih baik segera minta maaf. Tapi tidak dengan maksud memanjakan anak dan tetap beritahu kesalahannya. Ini bertujuan agar hubungan orangtua dan anak akan semakin baik dan tidak ada rasa dendam. 

Pasalnya, terkadang orangtua atau guru sulit meminta maaf dan menganggap semua baik-baik saja. Padahal anak sudah menyimpan dendam akibat sakit hati. Jika sudah menjadi kebiasaan maka, anak akan sulit memaafkan orang sekitarnya.


Menjadi pendiam dan tertutup

Anak yang berubah menjadi pendiam dan tertutup bisa jadi karena orangtua atau guru sering berkata kasar padanya. Hal ini justru membuat anak tidak dekat dengan orangtua maupun gurunya dan merasa hidup sendiri. Sehingga, kita tidak dapat mendidik anak dengan baik. Sebelum hal ini berlanjut hingga sampai ia dewasa maka, cari tahu akar permasalahannya dan berusaha untuk dekat pada anak.

Semoga anak didik kita, bisa terjaga dengan baik dengan membentuk karakter mereka menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa, serta membahagiakan kedua orang tua dan gurunya. 

Apa Saja Asesmen Yang Diterapkan Saat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas?

Apa Saja Asesmen Yang Diterapkan Saat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas?

BlogPendidikan.net
- Pembelajaran dengat tatap muka terbatas memang berbeda dengan pembelajaran normal, salah satunya asesmen yang akan di terapkan guru pada saat proses pembelajaran di kelas. Asesmen ini sangat penting dilakukan terlebihnya pembelajaran yang dilakukan terbatas, tentunya asesmen atau penilaian akan terbatas juga.

Prinsip Asesmen PTM Terbatas Yang Terdiri Atas :

1. Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, dan menyediakan informasi yang holistik sebagai umpan balik untuk guru, peserta didik, dan orang tua, agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya.

2. Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran.

3. Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar dan menentukan keputusan tentang langkah selanjutnya.

4. Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai serta strategi tindak lanjutnya.

5. Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

Berikut beberapa asesmen atau penilaian yang bisa diterapkan oleh guru saat pembelajaran tatap muka terbatas dikelas :

1. Asesmen Diagnosis

Asesmen yang dilakukan sebelum pembelajaran untuk mengetahui kondisi psikososial dan penguasaan pelajaran oleh peserta didik sebagai dasar bagi guru dalam melakukan penyesuaian tujuan, asesmen, dan strategi pembelajaran. Asesmen diagnosis disarankan dilakukan dalam bentuk sederhana, tidak berisiko dan tidak menentukan nilai akhir peserta didik.

Orientasi Kesiapan Belajar & Psikososial merupakan upaya yang dilakukan guru melalui sejumlah aktivitas yang bertujuan untuk membangun kesiapan psikososial peserta didik, menumbuhkan minat belajar, dan memahami tujuan pembelajaran yang akan dicapai sehingga peserta didik siap melakukan pembelajaran.

Pembelajaran (PTM/PJJ merupakan serangkaian aktivitas baik pembelajaran tatap muka maupun pembelajaran jarak jauh yang dirancang berdasarkan hasil asesmen diagnosis untuk mencapai tujuan pembelajaran.

2. Asesmen Formatif

Asesmen yang dilakukan pada pertengahan pembelajaran untuk mengetahui capaian belajar peserta didik sebagai dasar dalam melakukan penyesuaian dan perbaikan pembelajaran guna memastikan pencapaian tujuan pembelajaran.

Asesmen formatif disarankan dilakukan dalam bentuk sederhana, tidak berisiko dan tidak menentukan nilai akhir peserta didik. Durasi alur pembelajaran dapat disesuaikan dengan bobot tujuan pembelajaran dengan prinsip semakin pendek durasi akan semakin efektif (kurang lebih 2 minggu) karena guru bisa segera mengetahui apa yang sudah dicapai dan apa yang belum tercapai untuk melakukan perbaikan pembelajaran.

Melakukan Perbaikan atau Pengayaan Pembelajaran (PTM/PJJ), Serangkaian aktivitas yang dilakukan berdasarkan hasil asesmen formatif kepadapeserta didik yang membutuhkan dukungan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.

3. Asesmen Sumatif

Asesmen sumatif merupakan serangkaian aktivitas yang dilakukan untuk menentukan penguasaan tujuan pembelajaran oleh peserta didik di akhir alur pembelajaran. 

Demikian ulasan mengenai Asesmen Yang Bisa Diterapkan Saat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas oleh guru dikelas, semoga bermanfaa. dan jangan lupa untuk berbagi.

Unduh PDF Asesmen Yang Diterapkan Saat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas >>> LIHAT DISINI 

18 Kiat Guru, Bagaimana Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa

18 KIat Guru, Bagaimana Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa

BlogPendidikan.net
- Pandemi yang datang secara tiba-tiba akhirnya memaksa semua tenaga pengajar terpaksa harus beradaptasi dengan cepat melalui sistem pembalajaran dan kurikulum baru. 

Sebaik-baiknya kurikulum kalau tenaga pengajar tidak disiapkan ya percuma saja, imbas pandemi virus corona yang merebak membuat pembelajaran terpaksa harus dilakukan secara jarak jauh. Beberapa kendala pun muncul, seperti kurangnya bimbigan guru hingga masalah akses internet yang mengakibatkan penurunan motivasi dan semangat belajar siswa dimasa pandemi.

Jika hal ini dibiarkan akan berakibat penurunan sistem pembelajaran dinegara kita. Kemendikbudristek, masih menilai bahwa pembelajaran tatap muka terbatas merupakan opsi terbaik untuk bisa mengatasi learning loss. Hal itu dikarenakan pelaksanaan PJJ di banyak daerah belum optimal karena banyak kendala seperti jaringan, kuota internet, ketersediaan gawai, hingga kemampuan pendidik dan peserta didik dalam melaksanakan PJJ secara daring.

Nah, ini beberapa hal yang bisa dilakukan oleh guru dimasa sekarang untuk mencegah learning loss, dengan kiat-kiat meningkatkan motivasi dan semangat siswa belajar dimasa pendemi.

1. Beri kepercayaan kepada siswa untuk mengendalikan

Beri kepercayaan kepada siswa untuk memilih dan mengkontrol apa yang terjadi di dalam kelas, ini salah satu cara agar mereka termotivasi sekaligus bertanggung jawab. contohnya, izinkan para siswa untuk memilih tugas apa yang akan mereka kerjakan atau masalah mana yang akan dikerjakan dengan tanggung jawab dan kontrol, yang selanjutnya memotivasi mereka untuk berbuat lebih.

2. Jelaskan Tujuan Pembelajaran

Siswa akan kesusahan dan frustasi untuk menyelesaikan tugas atau bahkan untuk berperilaku di kelas jika mereka tidak mengerti betul tujuannya. siswa ingin tahu apa yang akan mereka dapatkan agar tetap termotivasi. pada awal semester, jelaskan tujuan, aturan dan sesuatu yang akan mereka dapatkan jadi siswa tidak akan pusing dan memiliki tujuan hasil kedepannya.

3. Ciptakan kondisi yang nyaman.

Sementara siswa perlu memahami bahwa ada konsekuensi tindakan mereka, lebih jauh berilah motivasi siswa dari ancaman dan beri hal positif. Ketika guru menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi siswa, menegaskan kepercayaan mereka terhadap kemampuan siswa daripada meletakkan konsekuensi, siswa jauh lebih mendapatkan dan tetap termotivasi untuk melakukan pekerjaan mereka. Pada akhir pembelajaran, siswa akan memenuhi harapan bahwa orang dewasa di sekitar mereka berkomunikasi, sehingga fokus pada bisa, bukan tidak bisa.

4. Ubah Gaya Kamu

Kelas adalah tempat yang tepat untuk belajar, tapi duduk di meja hari masuk dan keluar hari dapat membuat sekolah mulai tampak agak membosankan bagi sebagian siswa. Untuk memperbarui minat dalam materi pelajaran atau hanya belajar pada umumnya, berikan siswa Anda kesempatan untuk keluar dari kelas. keluar kelas menuju lapangan, membawa speaker, atau bahkan hanya kepala ke perpustakaan untuk beberapa penelitian. Otak mencintai perlu hal hal baru agar tetap fresh dan akhirnya akan lebih termotivasi.

5. Tawarkan pengalaman yang bervariasi

Tidak semua siswa akan merespon pelajaran dengan cara yang sama. Untuk beberapa, hands on pengalaman mungkin yang terbaik. Orang lain mungkin suka membaca buku dengan tenang atau untuk bekerja dalam kelompok. Dalam rangka menjaga semua siswa termotivasi, mencampur pelajaran Anda sehingga siswa dengan preferensi yang berbeda masing-masing membuat waktu terfokus pada hal-hal yang mereka sukai. Melakukan hal ini akan membantu siswa tetap terlibat dan memperhatikan.

6. Ciptakan Persaingan yang positif

Persaingan di kelas tidak selalu hal yang buruk, dan dalam beberapa kasus dapat memotivasi siswa untuk berusaha lebih keras dan bekerja untuk unggul. Bekerja untuk menumbuhkan semangat persaingan di kelas Anda, mungkin melalui pertandingan grup yang terkait dengan materi atau kesempatan lain bagi siswa untuk memamerkan pengetahuan mereka.

7. Beri hadiah.

Semua orang suka mendapatkan penghargaan, dan menawarkan siswa kesempatan untuk mendapatkan mereka adalah sumber motivasi. menonton film, atau bahkan sesuatu yang sederhana seperti stiker di atas kertas dapat membuat siswa bekerja lebih keras dan benar-benar bertujuan untuk mencapai. Pertimbangkan kepribadian dan kebutuhan siswa Anda untuk menentukan imbalan yang sesuai untuk kelas Anda

8. Beri siswa tanggung jawab.

Menetapkan pekerjaan siswa kelas adalah cara yang bagus untuk membangun komunitas dan untuk memberikan siswa rasa motivasi. Kebanyakan siswa akan melihat pekerjaan kelas sebagai suatu kehormatan bukan beban dan akan bekerja keras untuk memastikan bahwa mereka, dan mahasiswa lainnya, adalah harapan pertemuan. Hal ini juga dapat berguna untuk memungkinkan siswa untuk bergiliran memimpin kegiatan atau membantu sehingga masing-masing merasa penting dan dihargai.

9. Biarkan siswa untuk bekerja sama.

Meskipun tidak semua siswa akan memanfaatkan kesempatan untuk bekerja dalam kelompok, banyak orang akan merasa menyenangkan untuk mencoba memecahkan masalah, melakukan percobaan, dan bekerja pada proyek-proyek dengan siswa lain. Interaksi sosial dapat membuat mereka bersemangat tentang hal-hal di dalam kelas dan siswa dapat memotivasi satu sama lain untuk mencapai tujuan. Guru perlu memastikan bahwa kelompok-kelompok yang seimbang dan adil, bagaimanapun, sehingga beberapa siswa tidak melakukan pekerjaan lebih dari yang lain.

10. Berikan pujian.

Tidak ada bentuk lain dari motivasi yang bekerja cukup serta dorongan. Bahkan sebagai orang dewasa kita mendambakan pengakuan dan pujian, dan mahasiswa pada usia berapa pun tidak terkecuali. Guru dapat memberikan siswa motivasi atas keberhasilan , memberikan pujian untuk pekerjaan yang dilakukan dengan baik, dan berbagi pekerjaan teladan.

11.  Mendorong refleksi diri.

Kebanyakan anak-anak ingin sukses, mereka hanya perlu bantuan mencari tahu apa yang harus mereka lakukan dalam rangka untuk sampai ke sana. Salah satu cara untuk memotivasi siswa Anda adalah untuk mendapatkan mereka untuk mengambil keras melihat diri mereka sendiri dan menentukan kekuatan dan kelemahan mereka sendiri. Siswa seringkali jauh lebih termotivasi dengan menciptakan jenis-jenis kritik dari diri mereka sendiri daripada dengan memiliki seorang guru melakukannya untuk mereka, karena membuat mereka merasa bertanggung jawab untuk menciptakan tujuan dan tujuan mereka sendiri.

12. Ketahui siswamu.

Mengenal siswa Anda adalah lebih dari sekedar menghafal nama mereka. Siswa perlu tahu bahwa guru mereka memiliki minat yang tulus dalam mereka dan peduli tentang mereka dan keberhasilan mereka. Ketika siswa merasa dihargai menciptakan lingkungan belajar yang aman dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih keras, karena mereka ingin mendapatkan pujian dan umpan balik yang baik dari seseorang mereka merasa tahu dan menghormati mereka sebagai individu.

13. Manfaatkan minat siswa.

Mengetahui siswa Anda juga memiliki beberapa manfaat lain, yaitu bahwa hal itu memungkinkan Anda untuk berhubungan materi kelas untuk hal-hal yang siswa tertarik atau telah mengalami. Guru dapat menggunakan kepentingan untuk membuat hal-hal yang lebih menarik dan relatable kepada siswa, agar siswa termotivasi untuk lebih lama

14. Bantu siswa menemukan motivasi intrinsik.

Hal ini dapat menjadi besar untuk membantu siswa mendapatkan motivasi, tapi pada akhir hari mereka harus mampu membangkitkan motivasi mereka sendiri. Membantu siswa menemukan alasan pribadi mereka sendiri untuk melakukan pekerjaan kelas dan bekerja keras, entah karena mereka menemukan bahan yang menarik, ingin pergi ke perguruan tinggi, atau hanya senang belajar, adalah salah satu hadiah yang paling kuat yang dapat Anda berikan kepada mereka.

15. Kelola kecemasan siswa.

Beberapa siswa menemukan prospek tidak melakukan dengan baik sehingga kecemasan-merangsang sehingga menjadi diri-ramalan. Untuk siswa, guru mungkin menemukan bahwa mereka yang paling termotivasi dengan belajar yang berjuang dengan subjek bukanlah akhir dari dunia. Tawarkan dukungan tidak peduli apa hasil akhirnya adalah dan memastikan bahwa siswa tidak merasa begitu kewalahan oleh harapan bahwa mereka hanya menyerah.

16. Buatlah tujuan yang tinggi tetapi dicapai.

Jika Anda tidak mendorong siswa untuk melakukan lebih dari minimal, paling tidak akan berusaha untuk mendorong diri mereka sendiri. Siswa ingin ditantang dan akan bekerja untuk mencapai harapan yang tinggi asalkan mereka percaya tujuan tersebut berada dalam jangkauan mereka, jadi jangan takut untuk mendorong siswa untuk mendapatkan lebih banyak dari mereka

17. Berikan umpan balik peluang dan menawarkan untuk perbaikan.

Siswa yang berjuang dengan pekerjaan kelas kadang-kadang dapat merasa frustrasi dan turun pada diri mereka sendiri, menguras motivasi. Dalam situasi itu penting bahwa guru membantu siswa untuk belajar persis di mana mereka pergi salah dan bagaimana mereka dapat meningkatkan waktu berikutnya. Mencari tahu sebuah metode untuk mendapatkan di mana siswa ingin menjadi juga dapat membantu mereka untuk tetap termotivasi untuk bekerja keras.

18. Buatlah hal-hal menyenangkan.

Tidak semua pekerjaan kelas perlu menjadi permainan atau waktu yang baik, tetapi siswa yang melihat sekolah sebagai tempat di mana mereka bisa bersenang-senang akan lebih termotivasi untuk memperhatikan dan melakukan pekerjaan yang diperlukan dari mereka daripada mereka yang menganggapnya sebagai tugas . Menambahkan kegiatan yang menyenangkan ke hari sekolah dapat membantu siswa yang berjuang untuk tetap terlibat dan membuat kelas menjadi tempat yang jauh lebih ramah bagi semua siswa.

Tips Sukses Memberi Hukuman Mendidik Pada Siswa

Lalu bagaimana memberikan hukuman pada anak/siswa agar hukuman tersebut bersifat mendidik dan menjadikan motivasi serta lebih berkomitmen agar tidak mengulang kesalahannya lagi.

BlogPendidikan.net
- Pemberian hukuman adalah cara terakhir yang harus dilakukan oleh guru atau orang tua untuk menegakkan disiplin anak. Hukuman diberikan kepada anak sebagai ganjaran atas kesalahannya yang berulang, yang sebelumnya sudah diberitahu bahwa hal itu tidak boleh dilakukan, pernah ditegur, serta sudah pernah mendapat peringatan supaya kesalahan itu tidak diulangi. 

Hukuman yang diberikan kepada anak/siswa harus dengan cara mendidik yang dapat membentuk anak/siswa menjadi orang yang konsisten dengan sebuah perjanjian, untuk tidak mengulangnya lagi. Makna hukuman yang kita berikan kepada anak harus kita pahami bahwa hukuman bukanlah untuk memuaskan nafsu dan emosi orang tua atau guru, ketika anak berbuat kesalahan, dan setelah emosi kita luntur maka berakhirlah hukuman yang kita berikan kepada anak.

Lalu bagaimana memberikan hukuman pada anak/siswa agar hukuman tersebut bersifat mendidik dan menjadikan motivasi serta lebih berkomitmen agar tidak mengulang kesalahannya lagi. Berikut Tipsnya :

1. Gunakan hukuman dengan hemat. 

Tentukan frekuensi,intensitas, dan durasi perilaku yang tepat untuk mendapat hukuman sehingga jika frekuensinya tidak mencapai standar, pemberian hukuman bisa dihindari, namun jika perilaku negatif siswa melampaui batas (frekuensi munculnya sanagat sering, durasinya lama dan intensitasnya banyak), siswa sebaiknya diberikan hukuman sesuai hal yang telah disepakati bersama awal pelajaran.

2. Jelaskan alasan anda megapa anda memberikan hukuman. 

Memeberi hukuma tentunya dengan alasan, menjelaskan alasan anda mengapa memberi hukuman, dengan penjelasan yang memotivasi, bukan menyalahkan.

3. Persiapkan sebuah cara alternatif dalam meraih penguat motivasi yang positif. 

Mengingat penguat motivasi positif memiliki pengaruh negatif yang lebih sedikit, para siswa harus selalu mendapatkan kesempatan untuk menerima penguat motivasi yang demikian. Menyangkut tentang saran mengenai bagaimana menciptakan sebuah penguat motivasi yang positif.

4. Anjurkan perilaku yang berkebalikan dari perilaku buruk yang dilakukan para siswa. 

Misalnya, jika seseorang anak berlari kesana kemari dalam ruang kelas, tamukan sebuah solusi yang lebih berpeluang menghalangi perilaku tersebut (seperti, membaca dengan tenang), ketimbang perilaku yang mungkin bisa berkombinasi dengan perilaku buruk sebelumnya ( seperti membagi-bagikan buku bacaan).

5. Hindari hukuman fisik. 

Beberepa bentuk hukuman seharusnya tidak perlu digunakan. Termasuk hukuman fisik.

6. Hindari memberikan hukuman ketika anda sedang marah atau kecewa. 

Mengingat pada saat demikian anda hanya akan memeperhatikan kebutuhan anda dan tidak memperhatikan alasan para siwa anda, maka anda beresiko memberikan reaksi keras yang berlebihan.

7. Berikan hukuman pada saat perilaku buruk dimulai dan bukan pada saat perilaku tersebut selesai. 

Secara umum, penelitian terhadap hewan-hewan maupun terhadap anak-anak menunjukkan fakta bahwa hukuman akan bekerja lebih efektif pada saat perilaku buruk mulai ketimbang pada saat perilaku tersebut sudah selesai.

Guru Itu Seharusnya Bahagia

Guru Itu Seharusnya Bahagia
Rucke Rukmawati saat menjelajahi Pulau Sumatera bersama Vespa kesayangannya, VBB 1964. (image : JawaPos.com)

BlogPendidikan.net - Profesi guru merupakan profesi yang mulia mendidik dan mengajarkan anak dari tidak tau menjadi tau, pekerjaannya tanpa pamrih ikhlas dan tulus mengabdikan diri demi mencerdaskan anak bangsa. Tak peduli seberapa upah dari jerih payah yang dia berikan, namun guru tak pernah mengeluh.

Guru tak pernah merasakan kegundahan bahkan kegelisaan, sekalipun masalah di luar sana silih berganti, hanya dengan anak didiknyalah dia merasakan kebahgiaan yang penuh senyuman canda dan gurau. 

Guru itu seharusnya bahagia.

Tingkat kebahagiaan seorang guru sangat menentukan produktifitas dan keberhasilan sekolah untuk bisa bertahan dalam mencapai keunggulan kompetitif di tengah pertumbuhan sekolah yang semakin ketat dengan persaingan berbagai fasilitas. Oleh sebab itu pengembangan sumber daya guru sebagai bagian dari capital investment merupakan langkah yang amat strategis dalam proses pencapaian target dan visi pengembangan sekolah.


Lalu bagaimana sikap kita terhadap profesi yang kita jalankan sebagai seorang pendidik agar kita merasa bahagia. Kebahagiaan adalah ide yang sangat abstrak dan bersifat sangat subyektif. Kebahagiaan dapat terkait dengan tercapainya suatu keinginan atau kebutuhan kita. Tetapi kebahagiaan seorang guru sangat terkait dengan tanggung jawabnya mendidik dan mengajarkan nilai-nilai penting dan inspiratif terhadap para siswanya.


Berikut bebrapa hal yang seharusnya guru itu bahagia :
1. Seorang guru bahagia karena ia mencintai profesinya sebagai pendidik.
Ia mendapat kepuasan tersendiri ketika dapat mendidik para murid walaupun kehidupan pribadi mereka sederhan dan jauh dari kata kemewahan.
2. Seorang guru akan jauh lebih bahagia jika apa yang telah mereka lakukan tak hanya membuat para murid pintar melainkan menginspirasi bahkan menggerakkan para murid untuk megubah diri mereka menjadi lebih baik.
3. Mencintai proses pembelajaran dengan memperluas wawasan ilmu melalui berbagai macam sumber ilmu baik online ataupun ofline. 
Karena tanggungjawab guru bukanlah sekedar menjelaskan subjek atau materi pelajaran saja. Melainkan memberikan contoh sikap bahwa kemauan untuk terus belajar dapat meningkatkan kreatifitas dan memaksimalkan potensi diri.
4. Rasa syukur yang besar terhadap Tuhan mendatangkan keindahan dan kebahagiaan.
Rasa syukur membuat guru bahagia karena rasa syukur itu membuatnya dapat menjelaskan ilmu pengetahuan kepada siswanya dengan bahasa yang positif pula. Ia akan lebih bahagia jika sikap yang positif sertab ilmu pengetahuan yang ia sampaikan mengispirasi para siswanya untuk lebih kreatif dan cerdas.
5. Seorang guru akan bahagia jika tidak membebani hidupnya dengan iming-iming mendapatkan imbalan.

Ia bahagia karena tidak pernah berharap balas jasa dari murid atas semua yang diberikannya. Ia sudah cukup senang dapat mengabdikan diri untuk membentuk tunas bangsa menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.
6. Guru akan lebih bahagia jika berhasil membangkitkan semangat siswanya terpuruk karena kehilangan jati dirinya. 
Untuk semua itu ia akan rela melakukan apapun walaupun menghadapi banyak kesulitan. Mendampingi dan membentuk anak didik menjadi tegar dan optimis, baginya jauh lebih menyenangkan dari apapun juga.
7. Seorang guru bahagia jika ia menjadi diri sendiri dan tidak membandingkan dengan orang lain.
Ia bebas berekspresi menjadi diri sendiri dalam menyampaikan ilmu pengetahuan agar terserap dan bermanfaat untuk anak didiknya. Ia bahagia jika etika yang ia tunjukkan dapat menumbuhkan keberanian para siswa untuk menjalani kehidupan jujur dan menghargai diri sendiri.
8. Guru bahagia karena mencintai murid-muridnya bagaimanapun keadaan mereka.

Ia menikmati ketika bersama-sama berjuang melawan keterbatasan diri dengan ilmu pengetahuan dan budi pekerti. "Ketika kita mencintai sesuatu maka itu berarti akan bagi kita. Ketika sesuatu berarti bagi kita maka kita akan senang menghabiskan waktu untuknya, menikmatinya dan memeliharanya"
9. Guru bahagia, ia akan terus memperkaya ilmu pengetahuannya. Semakin luas ilmu yang ia miliki maka maka semakin mudah ia mengubah kesulitan hidup menjadi anugrah yang membahagiakan.
Guru itu seharunya bahagia! Demikian semoga kita bisa dilimpahkan kebahagiaan yang tiada tara. Amin...

Rujukan :
 
Menuju Guru dan Siswa Cerdas Oleh Faijin Amik, 

Guru Yang Pintar Itu Mahal, Tetapi Guru Yang Peduli Dan Ikhlas Itu Jauh Lebih Mahal

Guru Yang Pintar Itu Mahal, Tetapi Guru Yang Peduli Dan Ikhlas Itu Jauh Lebih Mahal

BlogPendidikan.net - Guru Yang Pintar Itu Mahal, Tetapi Guru Yang Peduli Dan Ikhlas Itu Jauh Lebih Mahal.

Guru adalah seorang yang memiliki ilmu pengetahuan yang kemudian menyalurkan ilmunya kepada orang yang tidak mengetahui ilmu tersebut. Guru adalah suatu profesi yang sangat mulia karena profesi ini adalah amal ibadah yang tidak ada putus-putusnya. Guru sering disebut juga sebagai pendidik dan juga sebagai pencerah.

Seorang guru harus mampu mentransformasikan seluruh akhlak dan sikap yang kurang baik atau buruk menjadi amal yang terpuji untu anak didiknya, dengan demikian seorang guru bertanggung jawab terhadap akhlak dan moral seorang siswa dan tentunya buat bangsa dan Negara.

Seorang guru harus memberikan yang terbaik disetiap waktu untuk kebaikan seorang siswanya. Adapun jika ada guru atau siswa yang tidak ikhlas mengajar dan menuntut ilmu maka apa yang dilakukannya tersebut akan sia-sia.

“Jika aku saat ini hanyalah sebuah bongkahan batu yang tak ternilai maka suatu saat batu itu akan menjadi bongkahan mulia yang harganya sangat mahal, tahukah mengapa demikian dapat terjadi. Karena engkau guru kami, saat ini mengajari kami dengan penuh motivasi dan ketulusan.

Sungguh sikap yang kamu tampilkan demikian sangat menyentuh hati kami dan membuat hati dan seluruh tubuh kami untuk tidak bermalas-malasan dalam belajar dan itulah yang akan menjadikan kami batu mutiara. Terimah kasih banyak bu dan bapak guru”

 “Siang dan malam engkau selalu memikirkan kami, tak memandang kasta dan agama engkau mendidik kami. Sungguh ini adalah hal yang sangat terpuji untuk generasi kelak bahwa kami akan seperti anda dan akan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat”

“Engkau tak seperti matahari yang selalu menerangi bumi setiap saat, tapi engkau seperti cahaya bulan yang jika motivasi belajar kami redup maka engkaulah yang meneranginya hingga kami kembali lagi belajar dan belajar hingga akhirnya sukses”

“Ajaranmu saat ini tak kami langsung terima dalam sekejap dan sehari tapi disuatu saat yang akan datang entah itu 5 atau 10 tahun kemudian, ajaranmu saat ini akan menjadi nilai besar buat kami”

“Seorang guru tidak hanya mengajari ilmu tapi juga memeberikan contoh ilmu yang diberikan”
“Guru itu ibarat kayu yang terbakar dia menjadikan dirinya abu tapi semua orang menjadikannya terang”

“Guru yang paling jenius adalah seseorang yang mampu menyederhanakan masalah menjadi berita gembira"

Salam Pendidikan

Bingung Bagaimana Cara Mengajar Anak Agar Betah dan Perhatian, Berikut Tipsnya!

Bingung Bagaimana Cara Mengajar Agar Anak Agar Betah dan Perhatian, Berikut Tipsnya!

BlogPendidikan.net
- Banyak hal yang ditemukan pada saat proses pembelajaran di dalam kelas berlangsung, hal-hal menjengkelkan pun kerap terjadi yang membuat guru harus tegang. Apalagi mendapati anak didik yang tidak perhatian dan banyak bermain pada saat pelajaran berlangsung, gurupun harus sabar dan tetap melakukan pendekatan terbaik buat anak tersebut.

Terkadang kita sering menjumpai anak-anak didik yang terlihat  lesu atau bahkan tidak konsentrasi dan tidak betah dalam belajar. Sehingga dampak yang paling buruk adalah anak-anak lebih terlihat asyik ngobrol dengan temannya atau main sesuka hatinya sendiri. Mungkin sebagai pengajar kita juga pernah mengalami hal yang serupa. Apalagi bagi pengajar pemula, yang terkadang bingung harus berbuat apa.

Berikut akan dijelaskan bebrapa cara bagaimana cara mengajar agar anak-anak betah, perhatian dan senang dalam belajar :
1. Jangan Berdiri Seperti Patung
Maksud tidak berdiri seperti Patung adalah seorang guru sebaiknya bergerak ketika sedang mengajar, tidak hanya berdiri di depan kelas saja, atau hanya duduk di meja guru. lakukan teknik mobile teaching dengan cara guru mencoba untuk mengajar secara lebih dekat dengan muridnya, dan berkeliling untuk mengetahui situasi kelas dan murid-muridnya ketika sedang belajar. jika memang pelajaran hitungan sedang diberikan, cobalah guru untuk mendekati murid di setiap baris tempat duduknya dan lihat perkembangan mereka ketika sedang mengerjakan hitungan tersebut. jika saja ada murid yang sedang melamun, atau merasa bingung, maka guru akan dengan mudah mengetahuinya.

2. Buat Mereka Merespon Perhatian
Untuk mengetahui apakah murid-murid kita ini memperhatikan kita saat mengajar pelajaran tertentu atau tidak, guru bisa melakukan diskusi atau debat argumen supaya mereka mau mengeluarkan pendapatnya. memang tidak semua murid kita akan bisa berpendapat dengan baik, beberapa ada yang terkendala masalah komunikasi. namun, apapun respon mereka, pancing terus mereka untuk berpendapat dan hargai setiap pendapat yang mereka lontarkan. selain materi pembelajaran dapat mudah mereka fahami, kita juga mengajarkan mereka untuk berani berbicara dan menerima pendapat orang lain. hal ini merupakan dasar komunikasi yang baik untuk bekal murid-murid kita di masa depan.
3. Lakukan Variasi
Melakukan variasi dalam metode mengajar ternyata akan berpengaruh positif terhadap pemahaman murid-murid kita. bisa dibayangkan jika yang terjadi di kelas adalah hanya berbicara saja, dan mendengarkan tanpa ada yang bertanya, maka pemahaman pelajaran akan terasa lebih sulit. cobalah untuk membuat variasi ketika mengajar. sebelum masuk ke inti pelajaran, di awal cobalah untuk lebih rilexs dengan menyanyikan lagu yel-yel kelasnya, agar belajar tetap semangat. guru juga bisa menyisipkan games dalam setiap pelajaran yang sedang diberikan, asalkan games ini berhubungan dengan mata pelajaranya. lakukan lebih banyak diskusi dengan murid-murid kita, agar mereka aktif dan lebih memahami subjek pelajaranya.
4. Berikan Perhatian
Mengajar bukan saja memberikan materi pelajaran untuk murid-murid kita agar mereka mengetahui dan mempelajarinya. mengajar juga harus memperhatikan keadaan murid-muridnya. jika kembali ke masa sekolah dulu, biasanya sang guru akan memperhatikan siswa-siswa tertentu saja, seperti siswa yang paling sering bolos, yang paling pintar, paling cantik dan lain sebagainya. predikat inilah yang bisa membuat guru sangat mudah mengenali satu persatu muridnya. sebaiknya berikan perhatian kepada seluruh murid. tiap murid memiliki talenta dan karakter yang berbeda, maka ketahuilah satu persatu dan dukung mereka agar bisa berkembang menjadi lebih baik.
5. Maksimalkan Teknologi
Sekarang sudah serba canggih, metode mengajar kita juga harus disesuaikan dengan teknologi yang ada agar mengajar semakin mudah. manfaatkan komputer, Laptop, tablet dan lainya untuk digunakan murid-murid dalam mempelajari sesuatu subjek. agar tidak bosan, ubahlah text book pelajaran menjadi bentuk gambar atau audio, dengan begini murid akan menemukan sesuatu yang dianggap baru dan menyenangkan. memanfaatkan teknologi tentunya akan selalu berkaitan dengan internet. saat ini ada banyak website edukasi yang akan memberikan pengetahuan tentang mata pelajaran yang sedang murid-murid bahas bersama gurunya ini. mereka bisa mengakses video pembelajaran atau membaca artikel terkait, untuk membuat mereka lebih faham.

6. Interaktif
Cobalah untuk menggunakan metode belajar yang interaktif dengan murid-murid kita. seorang guru memang menguasai materi pelajaran yang akan diberikan kepada anak muridnya, namun perkembangan anak juga harus kita fikirkan. mereka akan banyak memiliki rasa ingin tahu tentang sesuatu, terhadap tentang issu yang mungkin sedang dibahas pada mata pelajaran tertentu. berikan kesempatan mereka untuk bertanya seputar pelajaran yang dibahas. guru bisa mengawali dengan menceritakan kisah pendek terkait pelajaran tersebut. buat mereka menjadi bertanya-tanya agar mereka lebih mudah mengerti dan memahami sebenarnya bagaimana menyelesaikan pertanyaan dalam suatu pelajaran tertentu.
7. Sesekali Belajar di Luar Kelas
Beberapa guru ada yang suka menggunakan metode ini, dimana murid-muridnya digiring ke luar kelas pada pagi hari, dan mereka belajar di luar kelas. metode seperti ini dianggap akan kembali merefresh keadaan otak murid-murid kita yang sudah sering menerima pelajaran setiap harinya. lakukan pembelajaran yang cenderung menyenangkan, seperti membuat pasangan kata pada sebuah kertas dan menyuruh mereka untuk mencari maksud dari padanan kata tersebut, sesuai dengan buku pelajaran. coba perhatikan, murid-murid akan merasa lebih refresh dan lebih mudah untuk menyerap pelajaran. mereka akan lebih konsenstrasi, terlebih keadaan diluar masih di jam pagi hari.
8. Siapkan Materi dengan Animasi
Dalam menyampaikan pelajaran kepada murid-murid kita, sebaiknya kita tidak menghabiskan waktu dengan membahas point yang kurang penting untuk disampaikan. siapkan poin-poin dari materi pelajaran utama dalam bentuk yang lebih animasi. jika memang bisa disampaikan dengan poin, kita bisa gunakan slide presentasi lewat power poin. buatlah beberapa slide tampilan materi pembelajaran dengan menyisipkan animasi lucu dan bergerak di dalamnya. hal ini akan berguna agar penyampaian materi tidak membosankan. penjelasan poin seperti ini juga lebih jelas dalam mengarahkan tujuan pembelajaran itu sendiri. sesekali sarankan juga murid-murid untuk belajar membuat presentasi lewat power point. selain itu, kita juga bisa gunakan Video pembelajaran agar suasana belajar lebih baru.
9. Lebih Sabar dan Berikan Reward
Sebagai guru, kita juga harus bisa lebih sabar untuk menghadapi berbagai respon anak murid kita, baik sabar dalam pemahaman pembelajaran, maupun sabar dalam mendorong mereka untuk terus semangat belajar. respon anak murid kita akan berbeda-beda terhadap pelajaran, sekalipun berbagai strategi yang unik sudah coba kita lakukan untuk membuat suasana belajar lebih seru. untuk lebih menyemangati anak murid kita, tidak ada salahnya jika kita memberikan reward atau hadiah setiap anak murid kita berhasil menjawab pertanyaan kuis atau test harian saat di kelas. hadiah juga merupakan salah satu motivasi untuk anak-anak murid kita agar lebih semangat belajar.
10. Perhatikan Closing Mengajar
Saat pelajaran akan segera berakhir waktunya, maka terapkan teknik closing belajar yang benar, agar murid-murid tidak mudah melupakan poin apa saja yang telah mereka pelajari hari ini. ulangi kembali poin pembelajaran tadi, secara garis besar agar murid-murid kita tetap mengingatnya dan juga mulai memahaminya. setelah itu, coba untuk menarik kesimpulan dari pembelajaran tersebut agar bisa melanjutkan ke materi selanjutnya secara teratur, murid akan tetap mengingat materi sebelumnya, jika teknik closingnya seperti ini. beritahukan tentang materi yang akan dibahas selanjutnya di pertemuan berikutnya. sarankan murid-murid untuk membaca poin penting pelajaran berikutnya sebelum kelas dimulai.

11. Bernyanyi Bersama Atau Ice Breaking Yang Menyenagkan Menutup Pelajaran
Ini adalah salah satu siasat yang jitu bagi guru pada saat menutup atau mengakhiri pelajaran, setelah 2-3 jam pelajaran anak-anak pasti lelah waktunya ciptakan suasan menyenangkan dengan bernyanyi atau Ice Breaking yang menarik, rasa jenuh dan lelah siswa akan hilang. dan kamu akan terus dirindukan anak didikmu.

Memang sih tugas menjadi guru/pendidik itu sangat berat harus sabar dalam menghadapi siswa. Guru yang baik adalah guru yang mampu merangkul semua siswa, mampu membuat suasana kelas jadi riuh dan menyenangkan. Siswa akan betah belajar jika guru mampu menguasai teknik dan pendekatan mengajar yang efektif dan menyenangkan. Salam pendidikan