Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Inilah 5 Keistimewaan Wanita Yang Berprofesi Guru, Segala Hal Dia Bisa

Inilah 5 Keistimewaan Wanita Yang Berprofesi Guru, Segala Hal Dia Bisa
Rizma Uldiandari image source : Bintang.com

BlogPendidikan.net
 - Jika ditelusuri kebanyakan yang berprofesi guru adalah kaum perempuan, terutama dijenjang sekolah PAUD, SD bahkan SMP. Sosok wanita lebih memiliki daya tarik terhadap siswa dalam mengajar, maka tidak salah jika wanita lebih memiliki keistimewaan berprofesi sebagai guru.

Kelebihan dan keistimewaan yang ada pada wanita yang mengemban tugas menjadi guru Hingga hari ini, rasanya masih ada banyak orang yang memandang sebelah mata profesi yang satu ini. Ya,profesi guru, di mana mungkin ada banyak anggapan jika profesi tersebut tidaklah sekeren profesi atau pekerjaan di bidang lain.

Dibalik itu semua nyatanya seorang guru punya kelebihan dan keistimewaan yang menjadi nilai tambah bagi dirinya. Bisa jadi kelebihan dan keistimewaan itulah yang menjadikan seorang pribadi yang berbeda. Dan, berbahagialah kamu yang jika saat ini punya istri atau calon istri seorang guru. Sebab, bersama mereka kamu akan mendapat keuntungan-keuntungan ini.


Berikut 5 keistimewaan wanita yang berprofesi guru : 

Soal tanggung jawab mendidik anak jadi hal yang tak perlu diragukan lagi. Dia bisa jadi teman terbaikmu dalam hal yang satu ini

Mendidik anak-anak seperti sudah jadi kewajiban yang dimilikinya. Berangkat dari hal itulah kemudian kamu harus bersyukur, sebab soal tanggung jawab mendidik anak-anakmu tak perlu lagi dikhawatirkan. Kamu dan dia bisa sama-sama berjuang melakukan itu. Nilai lebihnya adalah dia bisa jadi teman terbaikmu untuk urusan yang satu itu, sebab anak muridnya saja dididik dan dibimbing dengan baik, apalagi anak kalian sendiri. Dia akan jadi ibu yang baik untuk buah cintamu bersamanya..

Perkembangan dunia pendidikan yang kian pesat pun rasanya jadi salah satu hal yang sudah dia kuasai. Untuk itu, dia pasti tahu cara efektif mengajari anakmu.

Dewasa ini perkembangan dunia pendidikan kian pesat, banyak hal yang dengan cepat berganti-ganti. Hal itu pun jelas membawa perubahan yang berarti dalam perkembangan belajar untuk anak-anak. Tapi, itu akan bisa dikuasai olehnya untuk tetap membuat unggul anakmu dalam belajar. Sebab, dia pasti sudah tahu betul atau sudah menguasai berbagai perubahan yang ada. Untuk itu, dia pasti tahu cara apa yang efektif untuk mengajarkan anakmu.

Baca Juga: Ayah-Bunda : Inilah Beberapa Trik Mudah Mengajarkan Anak Membaca Tanpa Mengeja
Urusan waktu untuk mengurus keluarga juga pasti dimilikinya. Kamu tidak lagi perlu khawatir, sebab dia punya banyak waktu untuk itu!

Kalau kamu begitu menginginkan memiliki istri yang punya banyak waktu untuk mengurus keluarga, maka dia yang berprofesi sebagai guru adalah jawabannya. Hal itu bisa terjadi karena jam kerja yang dimilikinya tidak sama dengan para pekerja lain. Bukan tak mungkin jika sore hari dia sudah ada di rumah untuk bermain bersama anak-anak dan menunggu kamu pulang bekerja.
Selain itu, jadwal libur yang dia punya pun hampir sama dengan anak-anakmu nanti. Jelas dong nantinya waktu liburan anakmu akan begitu bermanfaat saat bisa dihabiskan bersama ibu tercinta. Anakmu tak akan merasa sedih karena harus menikmati liburan sendirian.

Kelebihan dia dalam berkomunikasi juga akan membuat kamu punya teman bercerita yang baik.

Secara dia adalah seorang pendidik yang diharuskan menjalin komunikasi dengan baik bersama murid dan juga orangtuanya, jelas dia pasti sudah memiliki cara berkomunikasi yang baik. Itu pun akan menjadi keuntungan buat kamu. Alasannya jelas, dengan begitu kamu akan punya teman bercerita yang baik. Kamu dan dia akan punya kualitas komunikasi yang baik, selama kalian bisa bersama-sama membangunnya. Dia pun tidak akan segan untuk mendengarkan semua ceritamu dan memberikan balasan yang baik. Itu akan sangat menyenangkan!

Bukan tidak mungkin kamu juga bisa menjadi orang yang lebih positif, karena dia selalu punya banyak cara untuk terus berpikir positif
Hubungan yang baik adalah hubungan yang mampu memberikan banyak perubahan baik bagi keduanya, tidak hanya salah satu. Kamu pun kan mendapat hal baik dari dia. Yap! Bukan tidak mungkin kelak kamu akan bisa menjadi orang yang lebih positif, sebab sebagai seorang guru dia akan selalu punya banyak cara untuk berpikir positif dan melakukan berbagai hal yang juga positif. Kamu dan dia pun akan bisa jadi pasangan yang begitu diidamkan.

Jadi, rasanya mulai sekarang jangan lagi hanya sebatas memandang sebelah mata pekerjaan mereka. Sebab, ada banyak hal yang menjadi kelebihan di dalam dirinya.

Bersyukurlah kamu jika sekarang sudah memiliki mereka sanyangi mereka karna pengabdiannya tiada tara.

Profesi Guru Bukan Hanya Pintar Tapi Memiliki Keistimewaan Yang Tidak Dimiliki Profesi Lain

Profesi Guru Bukan Hanya Pintar Tapi Memiliki Keistimewaan Yang Tidak Dimiliki Profesi Lain

Blogpendidikan.net
 - Profesi Guru Bukan Hanya Pintar Tapi Memiliki Keistimewaan Yang Tidak Dimiliki Profesi Lain.

Memang profesi guru adalah profesi yang berat untuk di sandang karnaa untuk menjadi seorang guru tentunya memiliki kriteria dan keiklasan dalam melaksanakan pekerjaannya jika Anda punya istri berprofesi sebagai guru adalah sebuah anugerah. Selain pintar, dia juga bakal melengkapi kekuranganmu. 

Apalagi jika si dia adalah guru yang mengajar di taman kanak-kanak atau sekolah dasar (SD). Kebiasaannya berinteraksi dengan anak membuat karakternya lembut, penyabar dan penyayang.


Selain itu, kamu juga bakal mendapat beberapa keistimewaan jika istrimu seorang guru.

1. Gak perlu susah nyari guru buat anak-anakmu

Kamu adalah orang yang paling beruntung karena punya istri seorang guru. Dijamin deh, kalau kalian sudah punya anak, kalian nggak perlu susah nyari guru buat ngajarin anak kalian. Karena istrimu ahlinya. Dijamin anak-anakmu bakal pintar dan tumbuh dengan pola disiplin yang baik karena setiap hari istri akan selalu ada buat mereka.

2. Keluarga bisa punya waktu liburan yang panjang

Tahu nggak sih kalau jadi guru itu paling asyik loh. Beda sama yang kerja di kantoran. Bukan cuma kerja setengah hari saja, tapi kerja di sekolahan juga memungkinkan guru punya waktu libur yang panjang dibanding kerja kantoran. Liburannya bisa sampai sebulanan loh. Nah, waktu dia liburan pastinya kalian bisa mengatur waktu liburan yang lebih panjang dong bareng keluarga. Asyik kan ya?


3. Punya banyak cerita untuk didengarkan

Sebagai pasangan suami istri, komunikasi adalah hal terpenting yang harus dibangun. Bercerita sembari makan malam adalah quality time keluarga yang sangat pas. Punya istri guru bakal membuat komunikasi makan malam kalian cukup panjang. Karena dia bakal mulai bercerita tentang harinya bersama anak-anak di sekolah. Membahas hal-hal lucu yang terjadi dan keseruan yang sepanjang mengajar.

4. Rumah akan penuh dengan barang-barang yang berkaitan dengan pendidikan

Guru biasanya suka baca dan belajar. Karena itu mereka biasanya bakal punya banyak buku dimana-mana. Jadi gak heran kalau rumah akan penuh dengan buku-buku atau benda yang berkaitan dengan pendidikan. Tentu saja hal ini bagus bukan dibanding harus mengisi rumahmu dengan koleksi-koleksi yang kurang bermanfaat lainnya.

5. Kreatif dan periang

Keuntungan lain yang bakal kamu dapat dari istri berprofesi guru adalah karakter mereka yang terbilang menyenangkan. Pekerjaan yang menuntut kreativitas dan komunikasi secara otomatis akan membentuk kepribadiannya. Biasanya seorang guru akan lebih kreatif dan suka ngobrol. Kalau kamu kebetulan adalah tipe pendiam maka pasanganmu akan melengkapi dengan karakternya yang periang dan banyak ngomong.


Jadi, berterima kasihlah kepada Tuhan karena sudah dikasih pasangan seorang guru ya. Apalagi sebentar kita akan merayakan perayaan Hari Pendidikan, supaya sedikit romantis cobalah memberikannya karangan bunga atau mengajaknya makan malam romantis. 

Sangat bersyukur dan beruntung sekali jika istrimu seorang guru yang bisa menutupi dan melengkapi segala kekurangan dan bisa menjadi sosok yang di idolakan. 

okey jangan lupa berbagi jika artikel ini bermanfaat. Salam pendidikan

5 Alasan Inilah Yang Membuatmu Bertahan Menjadi Guru, Bahagia Rasanya

Inilah 5 Alasan Yang Membuatmu Bertahan Menjadi Guru, Bahagia Rasanya

Blogpendidikan.net
 - Menjadi guru tidaklah mudah butuh orang-orang yang memiliki sikap dan komitmen yang kuat agar tercipta kesabaran dan semangan dalam mendidik anak bangsa.

Guru dalam pengabdiannya membutuhkan totalitas agar pembelajaran di dalam kelas dan di luar kelas berjalan dengan baik. Guru akan mencatatkan sejarahnya sendiri, tentang bagaimana ia mengupayakan membangun pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta didik.

Berada pada jalur ini akan ada ragam suka dan duka hadir setua jalan panjang mengabdi di depan kelas. Bermodalkan spidol atau kapur tulis, kita berdiri kokoh untuk mulai mengarahkan peserta didik pada tujuan pembelajaran yang dituju. Berbagai pengetahuan dan pengalaman dikolaborasi dalam seluruh proses bersama di dalam kelas.


Guru tidak hanya sepihak meracik jalannya pembelajaran, melainkan pembelajaran sedapat mungkin berlangsung dialog bukan monolog. 
Artinya, antara guru dan peserta didik terbangun komunikasi dua arah. Peserta didik tidak hanya menjadi objek pembelajaran, tetapi mereka diarahkan menjadi subjek utama dalam jalannya pembelajaran di dalam kelas.

Acap kali dalam proses belajar mengajar di dalam kelas, kita menemukan persoalan-persoalan sepele yang kerap kali mengocok perut, bahkan membuatmu bahagia menjadi seorang guru. 
Lima hal di bawah ini akan membuatmu makin kerasan menjadi seorang guru :

1. Alasan yang terkesan sepele
Semua guru pasti pernah mendengarkan alasan yang diajukan oleh peserta didik saat dimintai pertangungjawaban atas apa yang telah ia lakukan. Adakalanya demi mengamankan diri ketika melakukan kesalahan, peserta didik memberikan alasan tanpa merasa bersalah sama sekali.  
Misalnya, ketika guru mengajukan pertanyaan untuk mencari tahu alasan terkait siswa yang tidak mengerjakan latihan saat belajar di kelas. Dengan gagah berani ia lontarkan alasan yang terkesan remeh bahkan akan membuat tekanan darah sebagai guru akan berubah dalam waktu sekejap.

2. Jawaban ujian yang mengocok perut
Entah karena tidak belajar atau dengan sengaja memberikan jawaban yang salah, kerap kali jawaban pada lembar ujian siswa justru mengundang gelak tawa. Bagi guru, jawaban asal-asalan dapat dijadikan sebagai bahan tertawaan saat sedang menepi dalam kamar untuk memeriksa hasil ujian.
Jawaban di bawah ini membuktikan bahwa kebahagiaan hakiki bagi seorang guru dapat ditemukan dalam lembaran jawaban peserta didik. Hehehe, iya to!

3. Lihai membuat kelas menjadi riuh
Dengan tingkatan usia yang masih membutuhkan tuntunan yang lebih maka perkembangan usia anak di tingkatan sekolah dasar amat membutuhkan keberadaan guru di depan kelas. Guru diharapkan untuk hadir di depan kelas sepanjang jam pelajaran berlangsung.
Kelas akan jadi riuh saat guru sedang berada di luar kelas. Namun kelas akan kembali tenang saat guru sudah berada di dalam kelas. Pada titik ini, guru dianjurkan untuk kedepankan profesionalitas untuk mendukung aman dan lancarnya proses belajar mengajar di dalam kelas.
4. Bunyi bel istirahat atau pulang sekolah bak ketiban rezeki nomplok
Guru dianjurkan untuk meyiapkan metode pelajaran sebaik mungkin agar peserta didik betah berada di dalam kelas. Kemampuan guru dalam menyiapkan metode pelajaran akan membius siswa untuk menikmati alur pelajaran. Percaya deh, siswa akan betah saat desain pembelajaran menarik untuk diikuti, bahkan saat bel sudah berbunyi mereka tidak lekas beranjak dari tempat duduk.
Namun menjauhkan peserta didik dari kesenangan saat mendengarkan bel rasa-rasanya hampir sama dengan memisahkan daun pepaya dengan rasa pahit. Peserta didik akan kegirangan saat bel sudah berbunyi. Jangan heran ketika bel sudah berbunyi akan diikuti dengan tampilan wajah yang berbinar-binar seperti sedang mendapatkan rezeki nomplok dari acara kuis pada salah satu stasiun TV. Terkadang tingkah mereka pun membuatmu bahagia dan senyam-senyum sendiri sebagai seorang guru.

5. Pengumuman libur selalu dinanti-nantikan
Hari libur selalu dinanti-nantikan setiap orang, tak terkecuali bagi peserta didik. Masa liburan bagi mereka akan luput dari berbagai aktivitas belajar di dalam kelas. Mereka pun dapat bermain dengan leluasa bersama dengan teman-teman di lingkungan tempat tinggalnya.  
Dengan adanya kalender di dalam kelas, peserta didik sering memantau hari libur. Bahkan sebelum guru menyampaikan terlebih dahulu jika ada hari libur pada keesokkan harinya, akan ada salah satu peserta didik yang menginformasikan bahwa esoknya akan ada libur atau dengan gagah berani menanyakan bahwa apa benar keesokkan harinya libur.

Saat peserta didik tengah menikmati liburan justru akan berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan oleh guru. Engkau akan merasakan sesaknya merindukan tingkah usil yang sering mereka persembahkan saat berada bersama di balik ruang belajar. Ya, seperti yang sedang dirasakan oleh saya saat ini.

Itu tadi lima hal yang akan membuatmu bahagia sebagai seorang guru. Bahagia memang lahir dari hal-hal sederhana. Orang yang tulus hatinya akan mampu merayakan kebahagiaan dengan sempurna. Bangga dalam melaksanakan profesi yang kita geluti akan mendapatkan hasil yang baik pula untuk diri kita. Salam pendidikan.

Menjadi Guru Yang Ikhlas, Bertanggung jawab dan Berjiwa Besar, Karena Mendidik Adalah Panggilan Jiwa

Menjadi Guru Yang Ikhlas, Bertanggungjawab dan Berjiwa Besar

Blogpendidikan.net - Pendidikan bukanlah semata proses mengoleksi dan menjejalkan hal-hal baru ke otak anak didik. Jauh di atas itu, pendidikan adalah perkara membentuk pola pikir.

Seperti termaktub dalam UU Sisdiknas pasal 1 ayat 1 “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya agar memiliki spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa'dan negara”.

Guru sebagai pendidik memberikan contoh tauladan yang baik bagi generasi masa kini dan generasi akan datang. Tidak sedikitnya guru yang hanya menjadi birokrat kurikulum yang menggunakan doktrin sehingga tidak memotivasi dan mencerahkan anak. Guru hanya menyuruh, marah atau memberi judgment.

Berapa banyak orang yang memiliki kenangan buruk tentang guru. Tak heran jika akhirnya anak didik memiliki hobi tawuran dan melakukan kekerasan. Sehingga kelas bukan lagi tempat yang ideal dalam artian learning to know, learning to be, learning to do dan learning to live together.

Sekarang kebutuhan murid kepada gurunya bukan lagi knowledge, melainkan wisdom. Pengetahuan dapat diperoleh lewat buku, akses internet melalui google dan wikipedia serta sumber pengetahuan lainnya.

Mereka juga membutuhkan kearifan untuk membentuk peserta didik menjadi kaum cendikia. Sikap guru sangat menentukan masa depan peserta didiknya. guru dalam mendidik peserta didik harus mengacu pada pengembangan sikap yang bersumber dari hati nurani, sehingga sikap tersebut dapat membuat peserta didik kita menjadi manusia yang berkarakter mulia, cerdas, mandiri dan mampu memberi kontribusi bagi lingkungan dan sesamanya.

Selain memiliki skill dan kompetensi seorang guru juga harus memiliki panggilan hati yang tinggi sehingga secara penuh hati mencintai profesi mereka sebagai guru. Betapa pentingnya mendidik dengan hati, sebab mengajar yang berdampak bukanlah dari kepala ke kepala, tetapi dari hati ke hati.

Seorang guru harus tampil penuh kharisma dihadapan siswa dan selalu dirindukan kedatangannya, sosok panutan yang disegani, tutur katanya ditaati,  dan kepergiannya ditangisi. Menjadi guru pada prinsipnya harus merupakan pilihan sadar dan panggilan nurani. Karena guru merupakan cerminan idealisme kita dan keberpihakan kita terhadap kemanusiaan. Karena sebagai guru harus mengabdikan segenap jiwa raga dan kemampuan terbaik untuk menciptakan generasi masa depan yang lebih baik.

Guru harus ikhlas dalam memberikan bimbingan kepada para siswanya sepanjang waktu. Demikian pula tempat pendidikannya tidak terbatas hanya di dalam ruang kelas saja, dimanapun seorang guru berada, dia harus sanggup memainkan perannya sebagai seorang tauladan yang sejati.

Mendidik dengan ketulusan 

Dalam mendidik seorang pendidik harus meluruskan niat, Seorang guru yang mendidik dengan tulus tidak pernah merasa lelah, selalu bersemangat dan berenergi, selalu punya ide dan inovati, memberi lebih dan terbaik untuk peserta didiknya serta hari-harinya menyenangkan tanpa beban.

Mendidik adalah panggilan jiwa dengan kasih sayang

Profesi guru harus dihayati sedemikian rupa, dinikmati dengan segenap semangat pengabdian dan prestasi sehingga mendidik merupakan upaya menginternalisasikan nilai-nilai ke dalam jiwa peserta didik. Dengan kasih sayang memberi arti kelembutan, kesantunan perhatian, pengertian, kepedulian, menghargai dan memuliakan.

Mendidik dengan amanah dan tanggung jawab

Pendidik adalah mandat atau tanggung jawab yang  dititipkan kepada guru untuk dijalani dengan rasa tanggung jawab dan dilindungi oleh undang -undang. Pendidik yang memiliki kesadaran demikian, mereka akan mendidik dan bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab, memegang teguh kepercayaan, komitmen dan berintegritas. Setiap amanah dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada seorang guru dalam menunaikan tugasnya pasti akan diuji dalam berbagai macam bentuk dan ragamnya. Tetapi bila kita memiliki integritas dan mampu menjaganya dalam hati, maka akan banyak berkah dan kemudahan yang akan kita peroleh.

Mendidik dengan penuh kesabaran dan rasa syukur

Peserta didik memiliki keunikannya masing-masing dengan latar belakang keluarga, sosial, budaya, ekonomi, suku dan agama yang berbeda-beda. Dengan keragaman latar belakang terkadang membutuhkan perhatian lebih yang hanya bisa dihadapi dengan kesabaran dan hati agar mereka tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang unik sesuai dengan keunikannya dan menjadi pribadi-pribadi yang mandiri dan berkarakter.

Ketika kita dihadapkan dengan sikap dan perbuatan yang terkadang memancing emosi dan mengusik kesabaran kita, ubah sudut pandang kita, dekati mereka dengan hati, dan jadikan mereka sebagai “guru” agar kita belajar lagi tentang cara mendidik mereka.

Mendidik dengan berpikiran maju

Pendidik yang berpikiran maju adalah mereka yang berpikir besar yang diiringi dengan cara kerja yang luar biasa dan konsisten terhadap apa yang menjadi impiannya, baik untuk peserta didiknya maupun bagi dunia dan zamannya. Peka terhadap perubahan dan cepat menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman serta komitmen terhadap mutu.

Mendidik dengan kecerdasan

Mendidik dengan cerdas adalah mereka yang memiliki kerinduan untuk belajar dan tumbuh merenungkan bidangnya dengan terus mencari dan menggali suatu hal yang baru (inovasi) bagi keberhasilan peserta didik dan dunia profesinya. Karena ia menyadari bahwa keberhasilan peserta didiknya berbanding lurus dengan kualitas dirinya sebagai pendidik, dan oleh karena itulah ia senantiasa belajar dan terus belajar dalam dunia yang dunia yang cepat berkembang dan berubah.

Mendidik dengan kreatif

Mendidik adalah kreativitas, ia hanya lahir dari hati dan jiwa yang merdeka. Para pendidik yang kreatif selalu mencari hal yang baru dari sudut pandang yang berbeda dalam dunia profesinya. Memperbaiki keadaan, mencari solusi, selalu ingin tahu, berpikir alternatif – antisipatif, membaca peluang, berani bertindak dan mencoba sesuatu yang baru dari dunia profesi yang ditekuninya. Di tangan pendidik yang kreatif, akan lahir peserta didik yang kreatif dan berimajinasi.

Menawarkan nuansa-nuansa baru yang segar dalam mewarnai kehidupan. Dunia senantiasa merindukan sentuhan-sentuhan dari tangan orang-orang kreatif yang membuat hidup terasa lebih indah dan bermakna.

Mendidik dengan keteladanan

Dalam mendidik, teladan bagi anak menjadi unsur yang teramat penting. Teladan orang-orang terdekat akan mempengaruhi perkembangan kepribadian anak. Mendidik tidak hanya mengajarkan tentang ilmu dan keterampilan semata, melainkan juga tentang nilai-nilai.

Seorang pendidik sejati, menyampaikan apa yang ia lakukan, baik melalui pembelajaran maupun melalui keteladanan hidup. Ki Hajar Dewantoro telah meninggalkan warisan lsafat kepemimpinan pendidikan, “Ing Ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.” Artinya, di depan memberi teladan, di tengah membangkitkan semangat, dan di belakang memberikan dorongan atau motivasi. Mendidik dengan keteladanan dimulai dari kebiasaan sehari- hari dalam berkir, bersikap, bertutur kata, bertindak dan berkarakter.

Oleh karena itu kita akan mengutamakan kualitas spiritual, moralitas, intelektual, sosial dan integritas. Karena hidup hanya sekali dan apa pun yang kita lakukan akan dikenang sepanjang masa meskipun kita telah tiada. Demikian para tokoh seperti Buya Hamka, Mohammad Hatta, Mahatma Gandi dan lain-lain. Mereka tetap hidup walaupun mereka telah tiada. Pikiran-pikiran dan keteladanan mereka terus menjadi inspirasi sepanjang zaman.

Mendidik dengan hati

Melayani dengan tulus datang dari hati nurani, dan dengan demikian akan muncul sifat melayani dengan rendah hati, empati, peduli, memberi solusi dan kepercayaan.
Dengan hati nurani tujuannya hanya satu, yakni terjadinya kesinambungan antara otak dan hati.

Kesinambungan otak dan hati ini adalah manifestasi spiritualitas, yang utuh menjadi kunci mendidik dengan hati nurani. Sebagai orang tua kedua bagi peserta didik. Maka, hendaklah guru berusaha berbuat sebagaimana dilakukan oleh orang tua kepada anaknya.

Mendoakan anak secara rahasia merupakan keniscayaan bagi guru yang kini banyak terlupakan. Guru selain sebagai pengajar dan pendidik serta yang tidak kalah pentingnya adalah menjadi pendoa bagi anak didiknya. Kiprah tokoh pendidikan seperti Ki Hajar Dewantara, KH Ahmad Dahlan, Tengku Syafei, dan lainlain sangat melegenda bukan hanya karna kepintaran beliau, tetapi juga komitmen, totalitas dan keterpanggilannya dalam dunia pendidikan. Panggilan hati dan keteladanan sangat penting, karena mengajar bukan hanya persoalan teknik dan profesi, tetapi juga sentuhan manusia.

Metode memang penting dari pada materi, tetapi jiwa seorang guru  jauh lebih penting dari metode dan materi. Sehingga ita dituntut untuk menggunakan  IQ, EQ, SQ. Mulailah dengan hati, mendidiklah dengan hati, agar perintah dipandang sebagai pelita, ajaran adalah cahaya yang menuntun pada kehidupan. (hipwee.com)

Salam pendidikan 

Keistimewaan Guru Honorer Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Harus Kuat Bertahan

Keistimewaan Guru Honorer Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Harus Kuat Bertahan
MI/Surya Sriyanti Seorang guru honorer di pedalaman Kalteng sedang mengajar (mediaindonesia.com)

BlogPendidikan.net
- Walaupun sebagian orang menganggap pekerjaan sebagai guru adalah pekerjaan yang dianggap sebelah mata, dengan gaji yang rendah, namun profesinya sangatlah mulia membimbing hingga kamu menjadi orang sukses. Sekecil-kecilnya hasil yang dicapai, perjuangan dalam bekerja selalu berharga. Apalagi kalau pekerjaan itu berharga dan membahagiakan banyak orang, bukan hanya dirimu. 

Sekarang kamu adalah seorang guru honorer dengan penghasilan tak seberapa, tapi perjuanganmu yang istimewa ini perlu kamu syukuri. Dan selama pekerjaan ini kamu senangi dan cita-citakan maka berbahagialah dan bertahan sekuat tenaga. Lihat, siapa yang tak bangga kepadamu, orang-orang yang dengan ikhlas berbagi ilmu. Sejatinya kamu pahlawan tanpa tanda jasa sesungguhnya.

Meski kadang rasa ingin menyerah datang, kamu tetap memilih untuk bertahan. Entah apa yang membuatmu bertahan, mungkin karena senyum manis murid-muridmu, atau memang kamu terlalu dermawan. Tapi yang pasti kamu si guru honerer yang bertahan hingga detik ini punya beberapa keistimewaan, yang sesungguhnya sangat membanggakan.

1. Ikhlas berbagi ilmu tanpa pernah terlintas meninggalkan mereka, padahal status kerjanya masih entah

Sekarang ilmu yang kamu dapat selama masa kuliah dan merantau itu sedang diuji. Selain itu ilmu dan pengalaman yang kamu dapat tanpa pelit kamu sampaikan kepada mereka, murid-muridmu. Apa iya, kamu tega meninggalkan mereka yang sedang butuh banyak sekali cerita menarik darimu?

2. Meski gaji tak seberapa besarnya, kamu tetap rela lembur mengoreksi lembar ujian sampai mengisi rapor anak muridmu

Repotnya saat UAS datang, kamu perlu siapkan waktu dan tenaga setiap malam untuk mengoreksi semua jawaban siswa. Kalau pun harus beristirahat pasti pikiranmu tak tenang, seperti haus untuk menyelesaikan lemburan tapi kadang badan juga tak bersahabat. Ajaibnya, kamu tetap mengerjakannya dengan ikhlas.

3. Demi ilmu yang bermanfaat untuk muridmu, dengan bangga kamu siapkan materi-materi belajar yang lebih seru

Sebagai seorang pendidik, kamu merasa ada yang kurang dalam strategi pembelajaran, kurang segar dan kurang seru. Dengan meluangkan banyak waktu setiap hari kamu siapkan dan rencakan dengan matang materi baru yang lebih seru dan mudah diserap oleh muridmu. Betapa kamu sungguh memberi mereka sebuah kebaikan, kamu harus tahu itu. Tak sia-sia!

4. Merasa gajimu belum cukup, kamu pun banting tulang kerja sambilan demi memenuhi kebutuhan hidup

Apa yang kamu dapatkan di awal bulan memang tak sebanding dengan semua usahamu, kamu hanya bisa menerimanya dengan lapang dada. Tapi semakin hari semakin banyak kebutuhan yang harus segera diladeni, kamu pun rela banting tulang cari tambahan pemasukan dengan bekerja sambilan. Kamu luar biasa semangatnya, semoga apa yang kamu terima akan bertambah berkahnya.

5. Kadang malu dan khawatir orang tua kecewa dengan pencapaian ini, tapi kamu selalu percaya semua pekerjaan selalu berharga

Doa dan cita-cita orangtua yang begitu besar membawamu pada kekhawatiran, tak apa itu manusiawai. Apa yang kamu lakukan sekarang pasti membuat orangtuamu bangga. Mereka tak semata-mata mengharap materi berlebih, mereka sangat bersyukur atas apa yang telah kamu perjuangkan. Menjadi guru dan bisa berbagi ilmu yang bermanfaat sesama manusia pastinya membuat orangtuamu bangga.

6. Sampai akhirnya kamu tak memikirkan gaji. Senyum dan tawa dari muridmu yang manis menghapuskan kelelahanmu

Semua waktu yang dihabiskan untuk mereka kadang membuatmu terpojok dengan segala kelelahan. Tapi senyum mereka selalu bisa membangkitkanmu. Sampai pada akhirnya keuntungan materi bukan lagi yang utama, tapi berbagi ilmu yang bermanfaat jadi nomor satu. Kamu ikhlas dan sabar akan semua hal dan semua orang nantinya menyukaimu.

7. Tenang, semua ilmu yang kamu berikan dengan jerih payah itu niscaya bermanfaat dan akan terkenang sepanjang masa

Jangan bertanya, apa yang sudah kamu dapatkan hari ini? Tetapi pertanyaan yang lebih tepat kamu tanyakan kepada dirimu adalah apa yang sudah kamu bagikan kepada orang? Ilmu yang bermanfaat tak akan pernah terputus kebaikannya di dunia, ini selayaknya doa yang paling indah yang pernah diucapkan manusia. Panjang umur kebaikan, semoga kamu diberikan semua hal baik dari yang memberi hidup.

Kamu pernah berpikir, semua orang seperti tak mengenal atau tak mau tahu kelelahanmu. Harus bangun lebih pagi dan mesti diamuk oleh kerja lembur yang menyiksa. Rasa lelah hampir setiap hari dirasakan bahkan belum habis sampai di situ saja, sering kali harus direpotkan dengan pekerjaan sambilan yang kalau tak dikerjakan maka penghasilan tak mencukupi segala kebutuhan. Kalau sudah begini rumitnya kadang takut orang tua terlalu khawatir atau mungkin kecewa. Tetapi, kamu harus bertahan karena semua yang kamu lakukan itu membawa berkah kepada semua orang. Di luar rasa lelah dan gaji yang masih entah, ada senyum dan semangat belajar murid-murid yang menunggumu di sekolah

Menjadi Guru SD Itu Berat Tapi Mengasyikan, Awet Muda, Selalu Belajar dan Diingat Murid

Menjadi Guru SD Itu Berat Tapi Mengasyikan, Awet Muda, Selalu Belajar dan Diingat Murid

BlogPendidikan.net
- Menentukan pilihan dan cita-cita menjadi seorang guru SD membutuhkan komitmen yang tegas, bukan asal ikut-ikutan saja demi mengejar rupiah.

Menjadi guru SD itu pilihan dan benar-benar membutuhkan komitmen yang kuat. Kenapa? karena guru itu harus mengajar di depan murid yang notabennya adalah anak orang lain yang harus kita didik. 

Guru harus memberikan contoh-contoh dan pengajaran yang baik pula kepada para muridnya untuk menghasilkan murid-murid yang baik secara akademik dan karakter.

karena guru harus memiliki banyak topeng, di mana ketika guru ada masalah keluarga ataupun masalah lainnya, mereka harus tetap tegar, tersenyum dan sepenuhnya mengajar para murid di sekolah. 

Namun menjadi seorang guru SD itu memang berat tapi juga asyik. Berikut suka duka menjadi seorang guru SD:

1. Memiliki banyak relasi

Menjadi seorang guru atau pendidik, tentunya kita akan berhubungan dengan banyak murid dan juga orang tua murid, dan hal itu merupakan hal yang baik karena akan menambahkan relasi bagi seorang guru. 

2. Menghadapi hal-hal lucu dengan para murid

Banyak hal lucu yang akan terjadi di kelas, hal ini akan dialami bagi guru TK, SD, SMP, SMA maupun perguruan tinggi. Terlebih anak-anak playgroup hingga SD, mereka sering kali melakukan hal lucu seperti memberikan hadiah kepada guru, memberikan perhatian kepada guru dengan hal-hal yang lucu dan lain sebagainya. Bagi guru SMP dan SMA hal lucu yang akan mereka jumpai adalah ketika si murid mulai curhat menganai masalah pribadi mereka, terlebih mengenai masalah cinta mereka yang complicated. 

3. Awet muda

Kalian sadar ngga sih kalau guru kalian, terutama guru TK, SD kalian itu keliatannya kaya waktu kalian TK dan SD dulu? mereka kaya ngga berubah gitu…nah, itu menjadi salah salah satu hal positif buat guru yang akan selalu keliatan muda.

4. Kreatifitas terasah

Sebagai guru, terutama di era saat ini kreatifitas sangat dijunjung tinggi, karena siswa saat ini sudah beda dengan jaman dulu yang cukup dengan penjelasan di papan tulis saja. Sekarang dengan adanya teknologi yang semakin maju maka guru pun harus kreatif mengolah pembelajarannya baik dengan e-learning ataupun dengan games supaya siswa senang, dan happy tapi pelajaran tetap mereka terima. 

5. Selalu belajar

Ilmu pengetahuan saat ini semakin maju dan sebagai guru juga harus terus belajar dan hal itu akan mengasah otak guru untuk tetap pintar dan cerdas. 

6. Selalu diingat murid

Nah, sebagai guru akan selalu diingat oleh muridnya. Guru mungkin saja melupakan muridnya tapi seorang murid tidak akan melupakan gurunya. Kalian juga pasti masih ingat sama guru-guru kalian kan?

7. Siap-siap stress dan memiliki topeng banyak

Setiap anak memiliki keunikannya masing-masing dan karakter yang berbeda satu sama lain di dalam kelas, sehingga seorang guru harus memiliki mental dan jiwa yang kuat untuk menghadapi kelakuan setiap muridnya. Siap stres dan harus tetap setia dengan pekerjaannya. Selain itu, guru harus memiliki topeng yang banyak, misalkan saja ketika guru ada masalah pribadi, guru harus tetap terlihat tegar di hadapan para murid, guru harus terlihat semangat dan ceria. 

8. Administrasi banyak

Guru tidak hanya mengajar di dalam kelas, namun guru juga harus menyelesaikan administrasinya seperti membuat RPP, Prota, Promes dan lain sebagainya, belum lagi guru harus membuat soal ulangan dan mengkoreksinya. Pekerjaan tersebut bisa saja sampai dibawa pulang. 

Menjadi guru memang berat dan penuh tantangan, tapi asyik juga lho menjadi guru karena menjadi guru sama dengan membantu anak untuk mecapai cita-cita mereka dan sebagai guru juga ikut serta dalam mencerdaskan anak bangsa. Guru harus sayang terhadap muridnya, dan bagi kamu yang memiliki pasangan seorang guru, kalian harus bangga karena mereka saja menyayangi murid-murid mereka, apalagi kamu sebagai pasangannya.

Teruntuk Para Suami, Nggak Mudah Lho.. Jadi Ibu Rumah Tangga, Tugasnya Nggak Cuman Nemenin Anak, Masak, Mencuci Lalu Sudah

Teruntuk Para Suami, Nggak Mudah Lho.. Jadi Ibu Rumah Tangga, Tugasnya Nggak Cuman Nemenin Anak, Masak, Mencuci Lalu Sudah

BlogPendidikan.net
- Mungkin selama ini orang kebanyakan selalu menganggap pekerjaan sebagai ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang mudah. Tidak ada hal berarti yang harus dikerjakan, hanya menunggui anak main dan suami pulang. Ibu rumah tangga juga dianggap punya terlalu banyak waktu luang, yang akhirnya hanya digunakan untuk bergosip dengan tetangga sebelah.

Padahal menjadi ibu rumah tangga tidak semudah kelihatannya. Mengatur manajemen rumah, mengasuh anak, menyiapkan segala kebutuhan keluarga, barangkali adalah hal-hal penting yang tidak kamu dapatkan ilmunya dari bangku sekolahan. Jadi sebelum kamu menganggap remeh pekerjaan seorang ibu rumah tangga, kamu harus tahu hal-hal ini dulu.

1. Orang berpikir ibu rumah tangga hanya leha-leha sambil menunggu suami pulang. Kenyataannya, pekerjaan mulai dari membuka mata sampai waktu tidur menjelang

Meski tidak harus berangkat ke kantor, berjibaku dengan macet, punya banyak jadwal meeting yang harus dihadiri, dan baru pulang ke rumah saat matahari telah terbenam, pekerjaan ibu rumah tangga juga banyak. Pekerjaan itu bahkan dimulai dari saat membuka mata sampai nanti sebelum tidur. Diawali dari membangunkan anak-anak dan mengatur persiapan mereka ke sekolah. Menyiapkan sarapan, memastikan gizi keluarga terjaga, lalu mengantar anak ke sekolah.

Sendirian di rumah bukan berarti bisa leha-leha. Rumah perlu dibersihkan, dan baju-baju kotor harus dicuci. Belum selesai pekerjaan rumah, tiba saatnya menjemput anak dan menyiapkan makan siang. Di sore hari, banyak juga yang harus dilakukan, mulai dari menyiapkan makan malam sampai membantu sang anak belajar. Ketika suami pulang setelah bekerja, ada pekerjaan baru juga yang harus dikerjakan. Hal ini berulang setiap harinya.

2. Di kantor, kamu terbiasa bekerja dalam tim. Di rumah, kamu bekerja sendirian. Kalau kamu tidak disiplin, segala yang jadi tanggungjawabmu akan terabaikan

Bila kamu bekerja di kantor, kamu akan terbiasa bekerja dalam tim. Masing-masing orang mengerjakan satu bagian, dan bagian lain dikerjakan oleh orang lain. Pekerjaan yang berat akan terasa lebih ringan karena dikerjakan bersama. Sementara, sebagai manajer rumah tangga, kamu harus bekerja sendirian. Sang suami sudah terlalu sibuk bekerja untuk mencari uang, sehingga urusan rumah menjadi tanggung jawabmu sepenuhnya. Bila kamu bermalas-malasan, cucian kotor di keranjang akan tetap kotor sampai tahun depan. Tidak ada yang akan menggantikan tugasmu, seperti bila kamu mengajukan cuti di kantor.

3. Karena keluarga adalah hal yang personal, bos yang kamu hadapi lebih galak dan menyebalkan dari bosmu di kantor: dirimu sendiri

Apapun yang terjadi di kantor, adalah kerangka profesional. Seharusnya tidak ada hati atau perasaan yang dipakai, karena semuanya hanya soal pekerjaan. Di rumah, tentu berbeda. Keluarga adalah hal yang sangat personal. Segala sesuatu yang terjadi di sana akan kamu rasakan secara personal. Kamu memang tidak akan menghadapi bos galak atau klien yang menyebalkan. Tapi bila kamu sudah lelah bekerja seharian, kemudian suamimu berulah dengan memprotes hasil kerjamu, rasakan saat itu hatimu tersentil. Dan segalanya membuat hatimu terluka. Di sini bos galak memang tidak ada, tapi kamu harus menghadapi dirimu sendiri, yang tentunya seribu kali lebih sulit.

4. Mengatur keuangan keluarga juga tidak mudah. Di sini, keahlian finansialmu dituntut lebih hebat daripada akuntan senior

Sebagai ibu rumah tangga, mungkin kamu tidak menerima gaji setiap bulan. Tapi kamulah yang harus memutar otak bagaimana supaya uang yang diberikan oleh pasanganmu cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga setiap bulannya. Pasanganmu tidak mau tahu bagaimana caranya, tapi uang yang ada harus cukup untuk semua. Mulai dari biaya makan sehari-hari, biaya sekolah anak, persiapan pendidikan anak di masa depan, biaya-biaya tak terduga, kamu harus bisa memutar uang untuk itu semua. Sebagai ibu rumah tangga, kemampuan perencanaan finansialmu harus lebih hebat dari lulusan finance manapun juga.

5. Kamu harus menjadi orang yang paling tahu tentang apa yang dibutuhkan keluargamu. Sementara, kadang kamu sendiri tidak tahu apa yang kamu mau

Ketika usia memasuki angka dua puluhan, sebagian orang merasa kesulitan mengenali dirinya sendiri. Mencari tahu apa yang dia inginkan atau dia butuhkan adalah sesuatu yang ternyata lebih sulit dari yang dikatakan berbagai kiat-kiat self-development di banyak media. Tidak sedikit yang justru kehilangan arah, dan sekadar menjalani saja apa yang ada. Ketika kamu menjadi ibu rumah tangga nanti, kamu adalah orang yang harus paling tahu apa kebutuhan keluarga. Kebutuhan suami dan kebutuhan anak. Meski bukan seorang psikolog, kamu harus punya kemampuan membaca situasi yang luar biasa, sehingga ketika suami atau anak ada masalah, kamu adalah orang pertama yang datang untuk menenangkan. Tugas sebagai ibu tidak pernah sesederhana itu.

6. Mengurus anak tidak segampang kelihatannya. Seperti apa kepribadian anakmu kelak tergantung caramu mendidiknya

Tidak bisa dipungkiri bahwa seorang ibu rumah tangga akan lebih punya banyak waktu untuk anaknya. Bagaimana anak tumbuh nanti, akan jadi orang seperti apakah dia saat dewasa, semuanya bergantung bagaimana orangtua mendidiknya. Keluarga adalah sekolah pertama yang dijalani sang anak, dan dasar dari sekolah-sekolah setelahnya. Dalam beberapa kasus terbukti bahwa penyimpangan sikap anak bisa terjadi karena pengaruh sikap orangtuanya. Tanggung jawab yang kamu emban jauh lebih berat ketimbang membuat laporan bulanan.

7. Di kantor, kamu bisa kabur dari pekerjaan di hari Sabtu dan Minggu. Sebagai ibu rumah tangga, tidak ada akhir pekan bagimu

Bila kamu bekerja, masa-masa stresmu hanya berlaku di hari Senin sampai Jumat. Hari Sabtu dan Minggu kamu bisa pura-pura tidak punya pekerjaan. Kamu bisa melupakan semua hal tentang kantormu, dan bersenang-senang dengan hal lain sepuasnya. Sebagai ibu rumah tangga, tidak pernah ada kata libur untukmu. Meskipun tanggal di kalender berubah-ubah warnanya, pekerjaanmu sebagai rumah tangga tetap berlaku setiap harinya.

8. Masih banyak yang memandang sebelah mata. Padahal, ibu rumah tangga juga layak jadi pahlawan tanpa tanda jasa

Apa yang kamu kerjakan setiap hari bukan pekerjaan yang ringan. Apa yang kamu tahan setiap hari bukan pula hal-hal yang bisa ditanggung atau digantikan oleh orang lain. Lelah fisik dan mental mungkin kamu rasakan. Risiko pekerjaanmu mungkin lebih tinggi dari sekadar kehilangan pekerjaan di kantor. Tapi dengan segala perjuangan yang sudah kamu berikan untuk keluarga, masih banyak yang memandangmu sebelah mata. Masih banyak yang menganggapmu sebagai parasit tidak berpenghasilan yang bisa leha-leha seharian. Padahal tanpa dirimu, rumah tangga mungkin bisa goyah dan roboh bila tidak segera disangga.

Menjadi ibu rumah tangga tidak semudah yang kita lihat selama ini. Menjadi seorang ibu rumah tangga juga harus punya ilmu yang tinggi. Sebab ibu rumah tangga adalah penopang, yang bila kamu goyah, maka seisi rumah juga goyah. Pekerjaanmu adalah sebuah pekerjaan tanpa pengakuan, sedang penghargaan tertinggi berasal dari senyum semua anggota keluarga yang sehat dan bahagia. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, sedang ibu rumah tangga, adalah orang hebat yang bahkan jasanya tidak pernah bertanda.

Inilah Keistimewaan Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Meski Gaji Tak Seberapa


Blogpendidikan.netInilah Keistimewaan Guru Honorer Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Meski Gaji Tak Seberapa.

Dulu profesi guru sangat di anggap remeh dan dinilai pekerjaan yang upahnya lebih minim dibanding pekerjaan lainnya, namun zaman terus berkembang dan menjadikan profesi guru lebih mulia dari pekerjaan lainnya. Menjadi seorang guru sangatlah mudah, tetapi akan sangat sulit jika melaksanakan pekerjaanya tidak dengan keikhlasan dan mencintai profesinya.

Sekecil-kecilnya hasil yang dicapai, perjuangan dalam bekerja selalu berharga. Apalagi kalau pekerjaan itu berharga dan membahagiakan banyak orang, bukan hanya dirimu. Sekarang kamu adalah seorang guru honorer dengan penghasilan tak seberapa, tapi perjuanganmu yang istimewa ini perlu kamu syukuri. Dan selama pekerjaan ini kamu senangi dan cita-citakan maka berbahagialah dan bertahan sekuat tenaga. Lihat, siapa yang tak bangga kepadamu, orang-orang yang dengan ikhlas berbagi ilmu. Sejatinya kamu pahlawan tanpa tanda jasa sesungguhnya.

Walaupun kadang rasa menyerah itu datang, namun hati berkata lain, ini tanggung jawab saya, ini profesi saya, mereka adalah anak-anak saya. Namun dibalik itu kami GURU HONORER yang masih bertahan sampei saat ini memiliki keistimewaan yang patut di apresiasikan dan di banggakan.

Inilah Keistimewaan Guru Honorer Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Meski Gaji Tak Seberapa

1. Ikhlas berbagi ilmu tanpa pernah terlintas meninggalkan mereka, padahal status kerjanya belum tetap

Sekarang ilmu yang kamu dapat selama masa kuliah dan merantau itu sedang diuji. Selain itu ilmu dan pengalaman yang kamu dapat tanpa pelit kamu sampaikan kepada mereka, murid-muridmu. Apa iya, kamu tega meninggalkan mereka yang sedang butuh banyak sekali cerita menarik darimu.

2. Meski gaji tak seberapa besarnya, kamu tetap rela lembur mengoreksi lembar ujian sampai mengisi rapor anak muridmu

Repornya saat UAS datang, kamu perlu siapkan waktu dan tenaga setiap malam untuk mengoreksi semua jawaban siswa. Kalau pun harus beristirahat pasti pikiranmu tak tenang, seperti haus untuk menyelesaikan lemburan tapi kadang badan juga tak bersahabat. Ajaibnya, kamu tetap mengerjakannya dengan ikhlas.

3. Demi ilmu yang bermanfaat untuk muridmu, dengan bangga kamu siapkan materi-materi belajar yang lebih seru

Sebagai seorang pendidik, kamu merasa ada yang kurang dalam strategi pembelajaran, kurang segar dan kurang seru. Dengan meluangkan banyak waktu setiap hari kamu siapkan dan rencakan dengan matang materi baru yang lebih seru dan mudah diserap oleh muridmu. Betapa kamu sungguh memberi mereka sebuah kebaikan, kamu harus tahu itu. Tak sia-sia.

4. Merasa gajimu belum cukup, kamu pun banting tulang kerja sambilan demi memenuhi kebutuhan hidup

Apa yang kamu dapatkan di awal bulan memang tak sebanding dengan semua usahamu, kamu hanya bisa menerimanya dengan lapang dada. Tapi semakin hari semakin banyak kebutuhan yang harus segera diladeni, kamu pun rela banting tulang cari tambahan pemasukan dengan bekerja sambilan. Kamu luar biasa semangatnya, semoga apa yang kamu terima akan bertambah berkahnya.

5. Kadang malu dan khawatir orangtua kecewa dengan pencapaian ini, tapi kamu selalu percaya semua pekerjaan selalu berharga

Doa dan cita-cita orangtua yang begitu besar membawamu pada kekhawatiran, tak apa itu manusiawai. Apa yang kamu lakukan sekarang pasti membuat orangtuamu bangga. Mereka tak semata-mata mengharap materi berlebih, mereka sangat bersyukur atas apa yang telah kamu perjuangkan. Menjadi guru dan bisa berbagi ilmu yang bermanfaat sesama manusia pastinya membuat orangtuamu bangga.

6. Sampai akhirnya kamu tak memikirkan gaji. Senyum dan tawa dari muridmu yang manis menghapuskan kelelahanmu

Semua waktu yang dihabiskan untuk mereka kadang membuatmu terpojok dengan segala kelelahan. Tapi senyum mereka selalu bisa membangkitkanmu. Sampai pada akhirnya keuntungan materi bukan lagi yang utama, tapi berbagi ilmu yang bermanfaat jadi nomor satu. Kamu ikhlas dan sabar akan semua hal dan semua orang nantinya menyukaimu.

7. Tenang, semua ilmu yang kamu berikan dengan jerih payah itu niscaya bermanfaat dan akan terkenang sepanjang masa

Jangan bertanya, apa yang sudah kamu dapatkan hari ini? Tetapi pertanyaan yang lebih tepat kamu tanyakan kepada dirimu adalah apa yang sudah kamu bagikan kepada orang? Ilmu yang bermanfaat tak akan pernah terputus kebaikannya di dunia, ini selayaknya doa yang paling indah yang pernah diucapkan manusia. Panjang umur kebaikan, semoga kamu diberikan semua hal baik dari yang memberi hidup.

Jangan menyerah walaupun kamu seorang guru honorer karna jasa kalian tidak akan pernah terbalaskan, oleh anak didik kalian kelak, yang sudah membuat mereka berhasil dan sukses karna jasamu. Trus bagikan ilmumu karena upah yang lebih besara ada pada-Nya. Amin.

Beginilah Rasanya Jika Pasanganmu Seorang Guru, Maka Beruntunglah Anda

Beginilah Rasanya Jika Pasanganmu Seorang Guru, Maka Beruntunglah Anda

BlogPendidikan.net - Beginilah Rasanya Jika Pasanganmu Seorang Guru, Maka Beruntunglah Anda.

Dalam dunia percintaan, kita pasti pernah mendengar beberapa istilah cinta. Dari cinta monyet sampai cinta lokasi. Baik yang KKN, maupun kamu yang sekarang sudah bekerja, pasti pernah yang ngalamin namanya cinta lokasi. Karyawan pacaran sama karyawan, dokter sama dokter, dan artis sama artis itu udah biasa.

Namun tetap saja yang namanya cinta tak mengenal batas waktu dan tempat. Tak terkecuali profesi. Mungkin kamu adalah seorang mahasiswa, dan pacarmu sudah lulus duluan, kemudian mengajar di sebuah sekolah. Inilah hidupmu pasanganmu seorang guru.

1. Meski gak terlihat sangar seperti anggota militer, seorang guru jelas memiliki sifat disiplin tinggi.

Dia terbiasa hidup serba teratur demi produktifitasnya di tempat kerja. Pencapaiannya sebagai pendidik gak akan diraih tanpa disiplin.

2. Pasanganmu yang berprofesi sebagai guru memiliki gaya berpikir yang lebih dewasa dan bijak, Bagaimana tidak?

Dia harus berhadapan dengan anak-anak SD yang masih suka ribut, atau bahkan anak usia remaja yang masih labil. Dari situ sang pacar akan belajar bagaimana caranya mengelola emosi dan menjadi lebih bijak.

3. Dia akan mengajarkanmu soal keikhlasan dan arti pengorbanan.

Gaji memang tak sementereng mereka yang bekerja sebagai manager atau direktur di perusahaan-perusahaan besar. Namun guru bahagia melakoni peran pendidik sebagai panggilan jiwa. Karena memang tujuan utamanya bukan materi, perhatiannya terpusat pada peserta didik. 

Pahlawan tanpa tanda jasa memang cocok disematkan kepada guru.

4. Guru adalah orang-orang yang sederhana, humble dan gak neko-neko dalam berpenampilan.

Si dia jarang sekali atau bahkan tak pernah peduli dengan pakaian maupun asesoris model terbaru. Karena kesederhanaan telah tertanam dalam dirinya dan kesederhanaan pula yang membuat dirinya menonjol.

5. Guru yang baik akan senantiasa sabar tak peduli betapa rewelnya anak didiknya. Dengan anak orang aja sabar, apalagi dengan anak sendiri.

Sabar adalah satu kata yang pantas untuk disematkan pada guru. Jika ada guru yang tega melakukan kekerasan kepada anak didik yang masih lugu, pastilah dia bukan seorang guru yang baik. Meski murid-murid libur, tapi guru bakal tetep masuk.

6. Kalau dia enggan dilihat muridnya di luar sekolah, kamu nggak bisa sembarangan memilih tempat kencan.

Kamu nggak ingin kan kepergok sama murid-murid pasanganmu itu? Sebisa mungkin cari tempat kencan yang nggak biasa, dan jarang dijadikan tempat nongkrong anak-anak sekolah.

7. Kamu harus sabar kalau disangka sebagai ‘Pak/Bu Guru’ oleh murid-muridnya…

Ya begitulah, meski kamu nggak berprofesi sebagai guru, biasanya anak kecil suka menganggap bahwa pasangan Bu Guru itu pasti Pak Guru. Padahal skripsi aja baru bab 1

8. Kamu kudu siap bangun pagi karena mesti anter dia berangkat sekolah, termasuk pada hari Sabtu.

Buahahaha! Kamu yang biasa anter cewekmu ke sekolah tempatnya mengajar dengan pakaian seadanya. Maklum, bangun tidur cuy! Jadi belum sempet mandi, apalagi dandan. Gosok gigi aja belum.

9. Jika kamu punya pasangan seorang guru, biasanya orangtuamu bakal mudah “jatuh cinta” dengan si dia.

Jika kamu mencoba mengenalkan pasanganmu itu ke kedua orangtuamu, mungkin mereka akan langsung tertarik. Karena orang tua kamu berpikir, mereka yang berprofesi sebagai guru adalah orang-orang yang terpelajar, sabar, dan memiliki masa depan cerah. Ya, menantu idamanlah.

10. Doi mudah dekat dengan anak-anak, termasuk dengan adik, sepupu, atau keponakan kamu.

Dalam kesehariannya, guru dituntut untuk bisa akrab dan dekat dengan anak-anak. Jadi bisa dipastikan pacarmu yang berprofesi sebagai guru bakalan mudah akrab dengan sepupu-sepupumu, dan keponakan-keponakanmu.

11. Kamu gak akan menemukan malam minggu yang membosankan, karena kekasihmu bisa menciptakan kegiatan-kegiatan yang nggak biasa.

Dia terbiasa hidup serba teratur demi produktifitasnyadi tempat kerja. Pencapaiannya sebagai pendidik gak akan diraih tanpa disiplin.

Itu karena guru itu kreatif! Dia akan membuat malam minggumu menjadi tak biasa. Setidaknya, kamu juga bakal ikutan sibuk merecoki tugas-tugas dia, maupun membantu membuat alat peraga untuk keperluan belajar mengajar. Kreatif kan? Daripada ngeluarin duit buat makan atau nonton yang udah biasa banget, mending bikin prakarya.

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Menski Gaji Tak Seberapa Guru Honorer Ini Rela Ganti Motor 9 Kali Demi Mengajar Siswanya

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Menski Gaji Tak Seberapa Guru Honorer Ini Rela Ganti Motor 9 Kali Demi Mengajar Siswanya

BlogPendidikan.net
- Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Menski Gaji Tak Seberapa Guru Honorer Ini Rela Ganti Motor 9 Kali Demi Mengajar Siswanya. Seorang guru honorer, Andik Santoso mendapatkan hadiah motor trail dari Ajun Inspektur Polisi Dua (AIPDA) Purnomo (41).

Purnomo berniat memberikan motor trail kepada Andik karena dedikasinya dalam mengajar anak bangsa. Diketahui, Andik mengajar di Sekolah Dasar Negeri Jipurapah 2, Kedung Dendeng, Kecamatan Plandaan, Jombang, Jawa Timur.

"(Andik) melewati tiga sungai tanpa jembatan, yang kalau musim hujan miris, karena harus tetep dilewati dan itu akses satu satunya," ujar Purnomo saat dikonfirmasi Tribunnews. Tak hanya itu, dirinya harus dapat melewati jalanan berlumpur yang dapat menjebak ban motornya.

Menurut informasi dari Punomo, hingga saat ini Andik telah bergonta-ganti motor sebanyak 9 kali akibat mengalami kerusakan. Bahkan, Andik hanya mendapatkan gaji honorernya sebesar Rp 300 ribu setiap bulan.

Sementara jika dihitung pengeluarannya, Andik setiap hari menghabiskan ongkos sebesar Rp 50 ribu untuk membeli bensin motornya.

Tentu saja gaji yang diterima Andik tidakah cukup untuk mengganti ongkos harian menuju tempat mengajarnya. Alhasil, Andik harus mengumpulkan kayu bakar untuk dijual sebagai tambahan ongkos perjalanannya.

"Gaji guru sebulan tidak cukup buat beli bensin,"

"Sehingga kalau pulang, (Andik) sambil bawa kayu bakar untuk dijual," tambah Purnomo. Purnomo juga menambahkan, ketika berangkat untuk mengajar, Andik lebih memilih untuk tidak menggunakan seragam.

Seragamnya akan digunakan ketika dirinya sampai di SDN Jipurapah. Hal ini dilakukan karena Andik tak ingin jika baju mengajarnya basah dan kotor sebelum sampai di SDN Jipurapah.

"Berangkat ngajar tidak pernah pakai baju guru, karena selalu kotor dan basah," ujar Purnomo. Sehingga, hati Purnomo tergerak untuk membantu Andik demi dapat memberikan ilmunya kepada anak-anak di pelosok Jombang itu.

"Besok kita serahkan sepeda modif trail ini lengkap dengan surat-suratnya." Purnomo memberikan motor trail tak lain untuk mempermudah Andik menjangkau lokasi mengajarnya.

"Karena memang perlu sepeda (motor) trail untuk berangkat ngajar, (dari) sekolah yang jaraknya 13 Km ditempuh dalam waktu 1 jam lebih (itu)," pungkas Purnomo.