Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Bekerjalah Secukupnya, Karena Uang Tidak Akan Bisa Mengganti Waktumu Bersama Keluarga Dan Orang-orang Yang Dicintai

Admin 10/06/2020
Bekerjalah Secukupnya, Karena Uang Tidak Akan Bisa Mengganti Waktumu Bersama Keluarga Dan Orang-orang Yang Dicintai

BlogPendidikan.net
- Bekerjalah Secukupnya, Karena Uang Tidak Akan Bisa Mengganti Waktumu Bersama Keluarga Dan Orang-orang Yang Dicintai.
Mencari nafkah demi keluarga menjadi tuntutan tersendiri yang dihadapi oleh pria masa kini. Karena pria memang yang ditunjuk sebagai kepala keluarga, tak heran kalau mereka berangkat pagi dan pulang malam demi mengais rezeki. 

Persaingan yang semakin ketat ditambah lagi dengan semakin banyaknya kebutuhan memaksa banyak pria cenderung melupakan segalanya demi mengumpulkan materi guna membangun keluarga bersama wanita yang ia cintai. Itulah yang jadi alasan kenapa banyak pria memilih untuk bekerja keras siang dan malam agar mendapatkan lembaran Rupiah demi membahagiakan keluarga.


Salahkah mereka dengan memilih memberikan porsi yang lebih pada kerjaan daripada keluarga dan pasangan? Benarkah bahwa dengan menimbun banyak materi demi masa depan yang lebih baik itu akan secara otomatis mendatangkan kebahagiaan bagimu dan keluargamu nantinya? 

Layaknya cerita-cerita yang sudah sering kita dengar, banyaknya materi tak menjamin kebahagian secara instan. Banyaknya uang yang ada dalam tabungan tak serta-merta membuatmu bahagia!

Bekerja siang dan malam memang membuat tabunganmu semakin banyak. Namun selama prosesnya kamu jadi lupa akan semuanya

Sudah jadi rahasia umum ketika kamu bekerja dengan giat, maka hasil yang kamu dapatkan juga akan lebih berlipat. Bekerja keras siang dan malam memang membuatmu bisa mengumpulkan banyak harta dengan cepat, hanya saja selama prosesnya ada banyak hal juga yang akhirnya kamu lalaikan. Ada konsekuensi yang akan kamu dapatkan kala kamu bekerja keras siang dan malam. Termasuk konseskuensi dimana kamu akan merasa sendiri karena tak punya waktu untuk dibagi dengan orang-orang yang kamu cinta.
Baca Juga; 
Kerekatan bersama keluarga yang sedari dulu dijaga akan sirna karena orientasi materi. Setelah kamu dapat banyak uang, kepada siapa kamu akan berbagi?

Salah satu konsekuensi besar yang kamu dapatkan kala kamu memutuskan untuk bekerja tak kenal waktu adalah retaknya hubungan keluarga yang selama ini kamu jaga. Saat kamu kecil dulu, kamu selalu menjaga dengan erat urusan keluargamu. Apapun yang terjadi, keluarga itu nomor satu. Namun semua berubah kala kamu mulai berorientasi soal materi. Kamu mendahulukan kerjaan daripada keluarga. Semakin lama ada jarak yang semakin terbuka antara kamu dan keluargamu. Meski pada akhirnya kamu bisa mengumpulkan banyak uang dengan bekerja siang-malam, tapi apalah arti materi saat kamu tak punya waktu untuk berbagi dengan keluarga yang kamu cintai?

Pun demikian dengan saat kamu sudah punya pasangan, kemesraan berdua akan tergerus oleh kesibukanmu mencari materi. Akhirnya, tak ada lagi perasaan cinta dalam hati

Tak jauh beda dengan urusan keluarga, kamu yang sudah punya pacar pun akan mengalami nasib yang sama. Meski pada awalnya kamu sangat mencintai pasanganmu, lama-lama perasaan itu akan luntur secara perlahan. Ketika materi sudah kamu jadikan tujuan, kamu tak akan lagi menghiraukan orang-orang yang ada di sekitarmu. Pasanganmu yang sedari dulu mendukungmu untuk bekerja keras demi keluarga juga pada akhirnya akan kecewa dengan pilihanmu yang lebih mementingkan urusan kerjaan. Perlahan tapi pasti, rasa cinta yang kamu dan dia rasa akan terkikis dan mati. Pada akhirnya, tak ada lagi cinta yang kamu rasa. Lantas buat apa materi saat kamu tak lagi punya hati untuk berbagi cerita nanti?

Memang sih mau pilih materi atau keluarga itu hakmu sendiri. Tapi, nanti kamu akan sedih saat orang-orang terdekatmu pergi karena kamu hanya memikirkan materi saja.

Persoalan tentang memilih mengutamakan pekerjaan atau mengutamakan keluarga itu memang hakmu. Orang lain tak punya hak untuk mengatur permasalahan hidupmu. Antara bekerja keras atau mementingkan waktu bersama keluarga, ada konsekuensi masing-masing yang akan kamu dapatkan pada akhirnya. 

Namun jangan sesali pilihanmu nanti kala sibuk yang kamu jalani perlahan mengusir orang yang kamu cinta. Mereka pergi karena kecewa kamu nomor duakan! Alih-alih bekerja keras siang dan malam, bukankah lebih bijak kalau kamu juga menyisakan sedikit waktu untuk mereka yang kamu cinta? Mereka adalah orang-orang terpenting dalam hidupmu, tolong jangan usir mereka hanya karena materi!

Mengajar di Tengah Pandemi Itu Nggak Gampang, 5 Hal Ini Bisa Memacu Semangat Anda

Admin 6/30/2020
Mengajar di Tengah Pandemi Itu Nggak Gampang, 5 Hal Ini Bisa Memacu Semangat Anda

BlogPendidikan.net
- Pandemi virus corona membuat aktifitas terhenti, proses pembelajaran yang biasanya dilaksanakan dengan tatap muka berubah drastis menjadi proses pembelajaran dari rumah, gurupun harus memutar otak agar proses pembelajaran tetap berlangsung dengan baik dan menyenagkan.

Suka duka yang ditimbulkan akibat adanya pandemi COVID-19 ini rupanya banyak dialami oleh banyak pihak dengan berbagai latar belakang. Salah satu yang juga merasakan dampaknya adalah teman-teman pengajar alias para guru. 

Entah itu guru SD, SMP, atau bahkan guru SMA pun nggak terlepas dari kerepotan akibat pandemi ini. Lha wong ngajar anak didik di waktu biasa aja kadang udah susah, ini harus ngajar tanpa bertatap muka. Kebayang dong gimana pusingny.

Tentunya tantangan yang dihadapi pun jelas lebih banyak dan lebih menantang. Belum lagi kalau berurusan sama anak-anak yang menganggap bahwa saat ini adalah liburan panjang karena nggak harus pergi ke sekolah. Tapi ya mau bagaimana lagi, memang begitulah lika-liku rasanya menjadi guru di tengah pandemi. Buat kamu yang berprofesi sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, coba simak ulasan di bawah ini deh. Semoga bisa tetap semangat mengabdi.

1. Selalu lakukan komunikasi dua arah dengan anak didik, kalau perlu bikin grup percakapan

Melakukan pendekatan dengan anak didik itu memang nggak mudah, tapi bisa dicoba dengan cara-cara yang relate sama dunia remaja. Seperti misalnya cara yang satu ini, yaitu melakukan komunikasi secara dua arah. 

Caranya pun juga cukup simpel, bikin aja grup chat Whatsapp atau aplikasi chattingan lainnya yang sering digunakan sama anak-anak sekolahan. Bisa dibuat per-kelas, bisa juga dibuat per-kelompok belajar, tergantung sama kebutuhan yang ada. Kalau udah begitu, yakin deh kewarasan bakal lebih terjaga, apalagi kalau ada interaksi setiap hari meski nggak harus bertatap muka.

2. Jangan cuma bahas tentang pelajaran dan tugas, sesekali ajakin mereka bercanda. Biar nggak sepaneng

Namanya juga remaja, pasti moodnya pun masih labil dan sering banget menemukan di titik kebosanan entah apapun aktivitasnya. Nah, untuk mengakali hal semacam itu, usahakan jangan melulu membahas dan membicarakan tentang hal-hal yang berbau pelajaran ataupun tugas secara terus-menerus.

Sebaliknya, sesekali ajakin anak didik untuk bercanda melalui grup, ya hitung-hitung biar nggak sepaneng lah. Siapa tahu mereka juga tertarik dengan jokes Whatsapp ala orang tua kan

3. Di saat-saat kayak gini, hindari memberi tugas yang berat. Sebaliknya, kasih tugas yang aplikatif dan menyenangkan

Meskipun nggak bisa menjalankan kegiatan belajar dan mengajar dengan normal kayak hari-hari biasanya, tapi hal itu bisa diganti dengan tugas kok. Tentunya dengan catatan, jangan memberi tugas kepada anak didik dengan beban yang terlampau berat. Beri aja mereka tugas-tugas yang aplikatif dan menyenangkan. Kayak misalnya bikin video singkat tentang kegiatan di rumah selama pandemi, atau bisa juga bikin konten Tik-Tok yang berfaedah. Udah kreatif, menjalankannya juga seneng~

4. Kalau perlu, bangun juga komunikasi dengan orang tua para siswa

Selain membangun komunikasi dengan anak didik, sebenarnya di saat-saat kayak gini guru juga perlu membangun komunikasi dengan orang tua siswanya. Caranya pun sama, bisa melalui grup chat Whatsapp dan semacamnya. Melalui grup tersebut, nantinya guru bisa tuh memantau aktivitas anak didiknya langsung dengan orang tua mereka. Hubungan dengan siswa berjalan dengan lancar, hubungan dengan orang tua siswa pun juga berjalan dengan hangat. Kan enak kalau gitu~

5. Apapun itu, guru memang layak dinobatkan jadi salah satu pahlawan di tengah pandemi. Semangat semuanya!

Terlepas dari semua beban yang dipikul, rasa-rasanya memang nggak salah lagi sih kalau teman-teman guru dinobatkan sebagai salah satu pahlawan yang paling berjasa di tengah pandemi. Saat orang lain pusing ngurusin diri sendiri dan keluarganya, mereka pusing mikirin nasib diri sendiri dan juga banyak anak didiknya. Salut banget deh pokoknya dengan para guru di Indonesia.

Semoga setelah carut marut akibat pandemi ini selesai, guru-guru di Indonesia semakin disejahterakan oleh pemerintah deh. Ingat, ngurusin banyak orang itu lebih susah daripada ngurusin diri sendiri lo, apalagi kalau terkait dengan masa depan. Di tengah pandemi yang memaksa kita untuk berjarak seperti sekarang, para guru yang tetap sepenuhnya mencurahkan perhatian untuk anak didiknya ini benar-benar layak dinobatkan sebagai pahlawan.

Mencari Pasangan Seorang Guru! Tengoklah Zodiaknya Mereka Adalah Pasangan Terbaik

Admin 6/06/2020
Mencari Pasangan Seorang Guru! Tengoklah Zodiaknya Mereka Adalah Pasangan Terbaik

BlogPendidikan.net
- Bagaimana karakter dan sifat seorang guru jika di lihat dari zodiaknya? Ingin memiliki pasangan hidup seorang guru tengoklah dia dari zodiaknya, mereka adalah orang-orang terbaik.

Kalau mencari pasangan seorang guru, mendekatlah pada deretan zodiak ini. Mereka adalah guru terbaik. Karakter minat dan penampilannya seperti sudah ditakdirkan seperti itu, tengoklah zodiaknya.

1. Gemini

Pemilik zodiak ini dikenal cerdas dan tidak bisa diam. Mengerjakan puzzle dan latihan otak lainnya akan menjadi salah satu kegiatan waktu luang terbaik bagi mereka. 

Mereka percaya pada kerja tim dan ingin bekerja dengan siapa pun dan semua orang. Mereka tidak banyak berbicara dengan orang asing, tapi masih pandai dalam hal keterampilan berkomunikasi. Mereka akan dengan mudah berteman dengan siswa mereka.

2. Taurus

Taurus dikenal setia, pecinta damai dan miliki kemauan yang kuat. Mereka juga sangat sabar, dapat dipercaya dan suka bergantung pada diri sendiri. Karena mereka sangat antusias, jadi tak heran kalau mereka akan melakukan setiap tugas dengan semangat yang sama.

3. Virgo

Pemilik zodiak ini dikenal sosok pekerja keras. Tapi kerja keras itu hanya akan dilakukan jika bidangnya sesuai dengan minat mereka. Meski mereka tidak banyak berpikir sebelum melakukan sesuatu, namun mereka akhirnya meninggalkan kesan yang baik.

Mereka efisien dan juga efektif dalam mempengaruhi pikiran orang. Mereka suka mengumpulkan pengetahuan tentang berbagai mata pelajaran dan suka belajar tentang segala hal. 
Oleh karena itu, mengajar akan melayani kehausan mereka akan pengetahuan dan para siswa akan diuntungkan oleh kerja keras mereka.

4. Scorpio

Scorpio dikenal sosok yang berpikir dengan baik sebelum mereka berbicara. Mereka adalah individu yang penuh perhitungan dan menciptakan dampak dalam pikiran orang-orang di sekitarnya.

Selain menjadi pembicara yang efektif, mereka juga percaya diri. Dengan demikian, mereka pandai memahami situasi sekarang dan masa depan. Profesi terbaik bagi mereka adalah mengajar, di mana mereka bisa menginspirasi dan memotivasi siswa dengan keterampilan komunikasi dan evaluasi yang efektif.

5. Cancer

Cancer juga dikenal karena kemauan kuat mereka. Pemilik zodiak ini ditentukan tentang tujuan hidup mereka dan tidak akan berhenti sampai mereka mencapai targetnya.

Mereka percaya pada keberanian dan tidak akan panik dalam situasi terburuk. Mereka merencanakan dengan baik sebelum memulai tugas penting dan tidak akan pernah membiarkannya setengah selesai. Para Cancer yang emosional akan melakukannya dengan sangat baik.

5 zodiak diatas bisa jadi anda miliki maka bersyukurlah kalian menjadi guru-guru terhebat yang memiliki karakter yang bisa dibanggakan menjadi pendamping hudupmu. (**BP)

Surat Terbuka Untuk Mendikbud, Orang Tua Siswa Berutang Demi Belajar Online

Admin 5/28/2020
Surat Terbuka Untuk Mendikbud, Orang Tua Siswa Berutang Demi Belajar Online
Surat Terbuka untuk Mendikbud Nadiem Makarim dari Alfiatus Sholehah (Instagram)

Alfiatus Sholehah, siswi kelas 5 SDN Pademawu Barat 1, Pamekasan, Madura, Jawa Timur menulis surat terbuka kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Ia mengeluhkan proses belajar di rumah dengan sistem daring atau online. Sebab, orang tua Alfiatus sampai berhutang untuk membeli kuota internet.

Surat Alfiatus Sholehah ini memenangkan Lomba Menulis Surat untuk Mendikbud. Suratnya diunggah ke akun media sosial Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Rabu (27/5/2020).

Dalam surat itu Alfiatus mengatakan kepada Nadiem bahwa orang tuanya bekerja sebagai buruh tani.

"Bapak menteri..saya dilahirkan dari keluarga yang kurang mampu orang tua saya hanya buruh tani, dengan adanya corona saya jadi bingung karena belajarnya harus pake HP Android, sedangkan saya tidak punya. Saya juga merasa kasihan karena ibu saya harus cari hutangan untuk membeli paket internetnya agar saya bisa belajar di rumah, tapi saya ingin segera masuk sekolah, ingin ketemu guru dan teman-teman saya, apalagi sekarang bulan ramadhan. Biasanya di sekolah diadakan kegiatan pondok ramadhan karena corona semua itu tidak ada," tulis Alfiatus dalam suratnya.

Alfiatus juga mengharapkan bantuan paket internet agar dapat belajar di rumah sehingga orang tuanya tidak perlu berhutang.

"Tanggal 13 Mei 2020 menulis surat untuk mas Menteri Nadiem Makarim. Tanggal 17 Mei 2020 ditelepon dari Kementerian Pendidikan bahwa menang sebagai juara III. Juga persiapan video call dengan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim," tutur Alfiatus Sholehah dikutip dari suaraindonesia.co.id -- jaringan Suara.com, Kamis (28/5/2020).

Lalu pada tanggal 18 Mei 2020, Alfiatus dan pemenang lomba lainnya melakukan video call dengan Mendikbud Nadiem.

"Tanggal 18 Mei 2020 saya video call dengan mas Menteri Nadiem Makarim. Dipesankan harus lebih semangat dalam belajar meskipun dalam masa pandemi Covid-19," ujar Alfiatus.

Surat ini viral di media sosial hingga membuat Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari turun tangan memberikan bantuan.

AKBP Djoko juga mendukung agar Alfiatus Sholehah terus rajin belajar secara online di masa pandemi Covid-19. Ia memberikan bantuan handphone Android dan biaya paket internet kepada siswi tersebut.

"Kami bantu handphone Android dan biaya paket internet supaya Alfiatus belajarnya lancar dan cita-citanya tercapai ingin menjadi dokter," ucap Kapolres Pamekasan.

Ia pun berpesan agar Alfiatus terus semangat dalam belajar untuk mencapai cita-cita.

"Jangan patah semangat meskipun orang tua pekerjaan sebagai buruh tani, Alfiatus harus lebih tekun belajar supaya tercapai cita citanya. Sesuai pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, harus lebih semangat belajar meskipun masa pandemi Covid-19," ujarnya.

AKBP Djoko berharap, bahwa handphone dan paket internet yang diberikan dapat menambah semangat Alfiatus dalam belajar.

"Ini sebagai bentuk kepedulian saya agar Alfiatus lebih semangat belajar dan gunakan handphone untuk mendukung proses belajar jarak jauh selama masa pandemi Covid-19. Semangat belajar supaya tercapai cita-citanya menjadi dokter," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di jatim.suara.com

Kisah Perjuangan Seorang Guru Yang Digaji Rp. 12.000 Per Hari

Admin 5/12/2020
Kisah Perjuangan Seorang Guru Yang di Gaji Rp. 12.000 Per Hari
Image source; merdeka.com

Menjadi seorang guru bukanlah hal yang mudah. Tak hanya mencerdaskan anak bangsa, guru juga memiliki peran menggantikan orang tua selama berada di sekolah.

Oleh sebab itu, guru disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Melihat jasa mereka yang begitu besar, sudah sepatutnya para guru mendapatkan apresiasi.

Meski demikian, ternyata masih ada guru honorer yang hidup dengan gaji Rp12 ribu per hari. Hal tersebut membuat tim 'Aksi Cepat Tanggap' mengunjungi guru honorer tersebut di tahun 2019.

Berikut ulasan lengkapnya.....

Guru Honorer di Pelosok Pandeglang

Melalui unggahan channel Youtube 'Aksi Cepat Tanggap' di bulan November 2019, terdapat kisah pilu seorang guru honorer di pelosok Pandeglang. Ia adalah Dedi Mulyadi.

Setiap harinya, Mulyadi mengajar di SDN Pasirlancar 2, Desa Pasirlancar, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang.

"Namanya Dedi Mulyadi. Sejak tahun 2007 ia menjadi seorang guru honorer di SDN Pasirlancar 2, Desa Pasirlancar, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang," dikutip dari Youtube Aksi Cepat Tanggap.

Digaji Rp12 Ribu Per Hari

Sebagai seorang guru, Mulyadi setiap hari mengajar murid-murid nya dengan penuh semangat. Mulyadi menceritakan bahwa sebagai guru honorer, ia dibayar Rp12 ribu per hari.

Apabila di total, pendapatan Mulyadi selama satu bulan kurang lebih Rp300 ribu.

"Terus terang kalau masalah gaji, saya ngitung kehadiran. Sekali hadir itu saya digajinay cuma Rp12 ribu. Satu kali hadir, kalau tidak hadir saya tidak dapat apa-apa," kata Mulyadi.

"Biasanya sekolah dari jam 7 sampai jam 12. Itupun kalau full segitu, kalau full hadir. Kalau kita banyak alpa mungkin ada acara keluarga atau lagi sakit, mungkin tidak akan segitu," imbuhnya.

Gaji Cair Tiga Bulan Sekali

Mulyadi biasanya menerima gaji setiap tiga bulan sekali. Ia mengatakan hal tersebut tergantung cairnya BOS.

"Tergantung cair BOS, karena ngambilnya dari BOS. Tiga bulan. Tiga bulan sekali turun," terangnya.

Potret Ruang Kelas

Melalui unggahan video di bulan November 2019 tersebut, terlihat ruang kelas tempat Mulyadi mengajar. Kondisi kelas yang amat memprihatinkan dengan meja-meja lawas dan lantai yang retak
.
Image source; merdeka.com

Meski demikian, para siswa tampak begitu bersemangat dalam menuntut ilmu. Begitu pun dengan Mulyadi yang selalu bersemangat untuk mengajar murid-muridnya.

Doa dari Para Netizen

Para netizen yang melihat unggahan video tersebut kemudian memberikan beragam komentarnya. Banyak dari mereka yang mendoakan Mulyadi agar selalu diberi kesehatan dan mendapat rezeki berlimpah.

"Masyaallah mulia sekali kMu bapak guru Semoga berkah dan sehat selalu... Aminn," tulis Farhan Subarna.

"Sungguh mulia. Semoga Alloh memberikan rejeki melimpah padamu pak guru. Aamiin," tulis Cemplox Tink.

"Ya Allah pengen nangis semoga Allah senantiasa memberimu kesehatan limpahan rejeki dan keselamatan dunia akhirat pak amin," tulis Linda Ambarwati Permatasari.
(Sumber; merdeka.com)

7 Kelebihan Ibu Guru Membuatnya Layak Menjadi Istri Yang Cerdas Bagi Anak-Anakmu Kelak

Admin 5/09/2020
ilustrasi guru. image source: padangkita.com Ika Shakira
Walaupun pekerjaan satu ini masih dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat, dan tidak diperhitungkan sebagai pekerjaan yang keren, bagaimanapun ada beberapa kualitas khas serta kelebihan teknis dari seorang guru.

Kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh seorang guru ini tentu dapat menjadi poin tambah saat memilih pendamping hidup. Khususnya seorang wanita yang berprofesi sebagai seorang guru, sosoknya sangat layak untuk dijadikan kandidat kuat sebagai istri idaman. 

Berikut adalah beberapa kelebihan yang dimiliki oleh seorang ibu guru yang membuatnya layak untuk menjadi istri dan ibu bagi anak-anakmu kelak:

1. Memiliki istri seorang guru sudah pasti sebuah keistimewaan bagimu. Tak hanya istri yang hebat, tapi juga ibu yang cerdas bagi anak-anakmu kelak

Tidak ada guru yang tidak pintar. Bukan berarti pekerjaan lain tidak membutuhkan otak lho! Guru menjadi layak bersemat status ‘tenaga pengajar’ sebab memiliki pengetahuan untuk dapat dibagi pada murid. Menjadikan wanita yang berprofesi sebagai guru tidak lain sedang memunculkan sosok ibu cerdas yang dapat memperkaya anakmu dengan wawasan.

Banyak pekerjaan lain yang memiliki tuntutan tingkat kejeniusan lebih tinggi dari seorang guru, namun keterampilan mengajar atau mengkomunikasikan ilmu tidaklah dimiliki semua orang. Membumikan pengetahuan untuk level anak sekolah dan menyederhanakan bahasa, adalah tantangan khusus!

Seorang ibu cerdas adalah guru les privat penuh waktu terbaik bagi seorang anak. Memang, dia tidak mungkin menguasai semua mata pelajaran, namun sebagai guru akan memungkinkannya mudah mempelajari itu, salah satunya adalah dengan bertanya ke rekan guru lintas mata pelajaran. Ide yang cerdas, bukan?

2. Tak perlu khawatir dengan tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak-anakmu nanti. Dia pasti bisa menjadi partner terhebatmu dalam mendidik anak-anak.

Pada dasarnya tanggung jawab orang tua bukan hanya mencukupi kebutuhan anaknya namun juga mendidik. Background sebagai tenaga pendidik di sekolah akan memunculkan perpaduan kelembutan sekaligus kedisiplinan dari sosok ibu saat di rumah. Kebiasaan dan tuntutan di sekolah adalah pola mendidik yang punya ketegasan sekaligus mengayomi, dan pola tersebut dapat dilanjutkan di lingkup personal yaitu anaknya sendiri.

Bagaimanapun istri adalah delegasi suami dalam mendidik terkhusus di waktu saat suami sebagai kepala keluarga sibuk mencari nafkah di tempat kerja. Memastikan memiliki seorang istri yang dapat mendidik dengan baik adalah beban tersendiri bagimu, hai para kaum lelaki. Bukan sekadar sosok ibu yang hanya menggunakan kelembutan wanita dengan dalih kasih sayang dan tidak tega terhadap anak, namun juga harus memiliki ketegasan untuk membentuk generasi yang juga disiplin.

3. Seorang guru memiliki wawasan yang luas dan piawai dalam berkomunikasi. Dia bisa menjadi teman berbagi cerita paling istimewa dalam hidupmu!

Seorang guru bukan saja terlatih menangani murid-murid namun juga terbiasa berinteraksi dengan para orang tua murid. Memiliki pasangan yang berprofesi sebagai guru memastikan satu hal khusus yaitu kecakapan komunikasi. Jika dengan banyak anak di kelas beserta orang tuam murid dia dapat lakukan dengan baik, maka tidak akan terlalu sulit baginya membangun interaksi yang efektif dengan orang terdekatnya bukan?

Jadi, tak perlu takut akan kehabisan obrolan dengannya. Mulai dari percakapan santai hingga serius, seorang guru pasti bisa jadi lawan bicara yang asyik.

4. Dia sudah pasti paham dan up to date dengan kurikulum dan dunia pendidikan. Dia pasti paham cara terefektif untuk membantu anak-anakmu unggul dalam belajar

Mungkin hal ini tidak terlihat secara langsung, namun dengan memahami dengan cermat kurikulum anak saat di sekolah membawa beberapa keuntungan. Pertama adalah dapat membuat strategi belajar yang efektif bagi anak-anaknya. Selain itu ibu yang mengerti dunia pendidikan akan dapat mengarahkan anaknya melalui tips dan trik jitu untuk bukan hanya survive di sekolah namun juga unggul.

Memahami standar-standar serta hal teknis lain terkait pendidikan juga menjadikan orang tua dapat lebih kritis baik pada sistem di sekolahnya ataupun sekadar selektif terhadap iming-iming para penyedia jasa bimbingan belajar. Dengan lingkungan yang serupa, ibu yang berprofesi guru tidak akan kesulitan untuk mengerti perkembangan jaman di dunia anak sekolahan dan membuatnya menjadi orang tua yang tetap up-to-date sehingga efektif dalam mengarahkan anakmu kelak.

5. Bila kamu mencari istri yang bisa meluangkan banyak waktu untuk suami dan anak-anak, sudah tentu seorang guru adalah kandidat yang paling unggul.

Laki-laki cenderung mengkhawatirkan istrinya bekerja terlalu sibuk sehingga abai dengan dedikasi durasi dengan anak-anak dan keluarga. Bukan begitu? Hal demikian tidak perlu kamu takutkan lagi jika istrimu adalah seorang guru. Akan ada waktu cukup mengingat fakta jam pulang kerja yang sesuai dengan jam pulang sekolah. Bahkan secara teknis, hal ini menguntungkan untuk mengatur jadwal dan pembagian tugas sehari-hari, tentang mengantar dan menjemput anak dari sekolah misalnya.

6. Tak hanya jadi ibu yang tegas dan istri cerdas, dia juga bisa jadi sahabat baik anak-anak. Dia bisa menghabiskan banyak waktu bersama anak-anak di musim liburan sekolah!

Memiliki orang tua yang keduanya bekerja di kantoran membuat masa liburan sekolah bagi anak kadang tidak jauh berbeda dengan hari biasa, karena kedua orang tua jadwal liburnya berbeda dengan sang anak. Nah, intensitas waktu berkualitas dengan orang tua akan menjadi lebih baik jika salah satu dari orang tua juga sedang off bekerja di masa itu.

Padahal menghabiskan waktu bersama untuk olahraga pagi, menonton dvd, atau memasak bersama merupakan momen istimewa. Hal itu akan dimungkinkan melalui profesi guru yang jadwal liburnya sama dengan jadwal anak sekolah.

7. Tak perlu khawatir soal biaya pendidikan anak-anak nanti. Profesinya sebagai guru membuatnya mendapat bonus keringanan biaya sekolah bagi anak-anaknya nanti.

Bukan rumor lagi jika biaya pendidikan semakin mahal. Hal tersebut dapat sedikit diringankan jika sang anak memiliki salah satu orang tua yang berprofesi sebagai guru di institusi yang sama. Ini memang tidak berlaku umum, namun sudah ada cukup banyak sekolah yang memberlakukan kebijakan pemotongan biaya pendidikan bagi anak dari guru di sekolah itu. Biaya pendidikan bagi sang buah hati jadi lebih murah, namun tak mengurangi kualitas pendidikan ‘kan?

Perdebatan tentang istri boleh bekerja atau tidak, kebanyakan didasarkan pada ketakutan akan penyediaan waktu di rumah sebagai delegasi sang suami. Memiliki istri yang berprofesi sebagai guru akan menjawab beberapa ketakutan itu, baik perkara teknis terlebih juga soal karakter dan kebiasaan.
Menjadi suami istri artinya menjadi partner seumur hidup dalam mengatur banyak hal, termasuk membesarkan anak menjadi pribadi yang berkualitas.

Artikel ini hanya bertujuan memberi informasi dan motivasi bahwa sosok perempuan dengan profesi guru memiliki beberapa poin lebih untukmu menjadikannya sebagai partner seumur hidup. Bagaimana? Masih menolak jika jodohmumu nanti adalah seorang guru, wahai para lelaki?

Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa memberikan motivasi kepada pembacanya, terima kasih telah membaca dan mengunjungi tulisan ini.

Tips Mengatur dan Memilih Denah Tempat Duduk Siswa Agar Nyaman dan Tak Membosankan

Admin 5/08/2020
Tips Mengatur dan Memilih Denah Tempat Duduk Siswa Agar Nyaman dan Tak Membosankan

Salah satu unsur dari pengelolaan kelas adalah penataan kelas. Penataan kelas memerlukan perhatian dan perencanaan yang sungguh-sungguh dalam proses pembelajaran. Dalam PKR penataan ruang kelas penting untuk dilakukan dengan terencana untuk mendukung proses pembelajaran. Aktivitas murid dan mobilitas belajar sangat tinggi. 

Dimana murid dalam PKR dituntut untuk belajar mandiri, mengerjakan tugas, mengambil dan mengembalikan bahan belajar, menyimpan alat, melakukan pengamatan baik secara individual maupun kelompok, semuanya dilakukan secara terarah dan tidak diawasi guru secara terus menerus.

Tempat duduk adalah salah satu fasilitas umum yang ada di sekolah, yang diperlukan siswa dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di kelas. Tempat duduk tentunya juga mempengaruhi proses pembelajaran siswa. Bila memilih tempat duduk yang pas, tidak terlalu tinggi, tidak terlalu rendah, dan sesuai dengan keadaan tubuh siswa akan membuat nyaman siswa untuk duduk.

Diperlukan penataan denah tempat duduk yang sedemikian rupa supaya dapat menunjang kegiatan belajar mengajar yang mengaktifkan siswa sehingga siswa lebih optimal dalam mengikuti kegiatan belajar dan mengajar di dalam kelas. Tujuan pembelajaran pun tercapai. 

Selain itu penataan denah tempat duduk juga memudahkan hal-hal sebagai berikut:

Pertama, aksesibilitas. Hal ini memudahkan siswa untuk memperhatikan guru dan menjangkau sumber belajar yang tersedia.
Kedua, mobilitas. Hal ini memudahkan pergerakan siswa dan murid untuk bergerak dari satu bagian ke bagian lainnya.
Ketiga, interaksi. Hal ini memudahkan interaksi antara guru dan siswa maupun antar siswa.
Keempat, variasi kerja siswa. Siswa dapat bekerja sama dengan kelompok yang berbeda sehingga tidak monoton dengan satu individu saja.

Dalam mengatur tempat duduk siswa juga harus memperhatikan beberapa faktor, di antaranya adalah: 

Pertama, siswa yang lambat memahami pembelajaran ditempatkan di bagian depan atau dekat dengan guru.
Menata tempat duduk juga harus memperhatikan kemampuan siswanya, dengan menempatkan siswa yang lambat dalam memahami pembelajaran di tempat duduk bgian depan atau dekat guru, harapannya adalah siswa tersebut menjadi lebih memperhatikan dan mendengarkan penjelasan guru dengan jelas.

Kedua, siswa yang pintar duduk dengan siswa yang kurang pintar.
Sejatinya tidak ada siswa yang bodoh, yang ada hanyalah siswa yang kurang atau lambat dalam memahami pembelajaran. Dengan menempatkan siswa yang pintar duduk dengan siswa kurang pintar harapannya siswa yang pintar tersebut bisa membantu siswa yang kurang pintar apabila ada kendala atau kesusahan dalam proses pembelajaran.

Ketiga, me-rolling tempat duduk.
Supaya adil dalam pembagian tempat duduk, dan siswa pun tidak jenuh duduk di tempat yang sama, ada baiknya guru melakukan rolling tempat duduk sehingga siswa dapat merasakan tempat duduk yang berbeda. Pengaturan denah kelas atau tempat duduk siswa ternyata berpengaruh terhadap kegiatan belajar mengajar. Banyak guru yang merasa kurang bisa mengendalikan kelas, sehingga tujuan pembelajaran sulit untuk dicapai. Untuk menghindari hal tersebut seorang guru bisa merubah tempat duduk siswanya agar lebih bervariatif misal :

Cara mengatur tempat duduk yang nyaman dan menyenangkan.

Denah tempat duduk letter U
Tempat duduk yang seperti ini lebih memudahkan seorang guru untuk memberikan materi semua siswa akan memperhatikan guru dengan baik.. Tempat duduk yang seperti ini juga efektif untuk meminimalisir siswa yang kurang memperhatikan guru. Dengan menerapkan denah tempat duduk letter U guru bisa lebih efektif dalam mengawasi para siswanya.

Denah tempat duduk letter O
Tempat duduk yang seperti ini ditujukan untuk menyampaikan materi debat, sehingga para siswa lebih leluasa untuk mengemukakan pendapatnya.

Denah tempat duduk berkelompok
Tempat duduk seperti ini sangat efektif untuk menunjang proses belajar mengajar dengan metode berdiskusi. Tempat duduk yang seperti ini memudahkan para siswa nya untuk berdiskusi dengan teman satu kelompok nya. Para siswa bisa mengemukakan pendapatnya dengan jelas.

Denah tempat duduk model auditorium
Meskipun tempat duduk yang seperti ini tidak mendukung kegiatan belajar aktif dan mengurangi gerak siswa, tidak ada salahnya mencoba tempat duduk seperti ini untuk menghindari kebosanan dalam kegiatan belajar mengajar.

Denah tempat duduk berhadapan
Sama hal nya dengan denah tempat duduk berkelompok, model tempat duduk seperti ini juga efektif untuk menunjang kegiatan belajar dengan metode berdiskusi. Seorang guru harus menciptakan suasana kelas yang menyenangkan supaya siswa tidak bosan dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, karena suasana belajar merupakan salah satu faktor utama dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. 

Dengan pemilihan tempat duduk yang baik, diharapakan dapat menciptakan susana kelas yang aman, tenang, nyaman dan menyenangkan. Guru juga akan merasakan hal yang sama. Sehingga kegiatan belajar mengajar dapat tercapai secara optimal. Ada banyak cara untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan. Diantaranya adalah denang memodifikasi pola tempat duuk siswa karena guru kreatif adalah idola para siswa.

Demikian semoga bermanfaat Tips Mengatur dan Memilih Denah Tempat Duduk Siswa Agar Nyaman dan Tak Membosankan.

Mendekatkan Anak Didik Pada Kehidupan Apapun Caranya, Jarak Bukanlah Masalah

Admin 5/04/2020
Mendekatkan Anak Didik Pada Kehidupan Apapun Caranya, Jarak Bukanlah Masalah

Guru bukan hanya pengajar namun sekaligus pendidik. Jadi tugas seorang guru bukan semata-mata mengajar di depan kelas, memberikan pendidikan kepada peserta didik. Sebagai pendidik, guru mengajarkan apa yang dibutuhkan oleh peserta didiknya. Sama sekali bukan memaksakan keinginan agar diikuti oleh peserta didik. Sehingga dalam mendidik, guru perlu mengetahui karakteristik setiap siswa yang diajarnya.

Sekarang ini, banyak yang sudah melupakan  apa arti pendidikan itu sendiri, lupa dengan tujuan pendidikan. Doni Koesoema A. dalam bukunya mengatakan bahwa tujuan pendidikan yaitu mendekatkan anak-anak dengan kehidupan apapun caranya. Inti kehidupan adalah di dalam hati.

Masalah Pendidikan Karena Wabah

Sekarang ini dunia pendidikan dihadapkan pada masalah karena adanya wabah Covid-19. Di mana kondisi saat ini tidak memungkinkan bertemunya antara siswa dan guru dalam kegiatan tatap muka, dan pembelajaran diganti secara daring atau online. Padahal guru tetap harus mendidik bukan sekedar mengajar. Yang nota bene mendidik itu seharusnya jarak dekat bukan jarak jauh.

Dalam pendidikan, terutama penanaman karakter semestinya ada kedekatan antara guru dan siswa. Nah, di sinilah peran guru sebagai pendidik ditantang untuk menciptakan kedekatan itu. Perlu dipahami, yang membuat kedekatan itu bukan alat mengajar, apalagi metode atau cara mengajarnya. Maka merupakan hal keliru ketika sekarang ini kita sibuk dengan sarana tetapi melupakan kedekatan dengan siswa.

Bukan Masalah Jarak

Pendidikan bukan soal jarak, apakah itu jauh ataupun dekat. Namun seharusnya semua tetap menciptakan kedekatan dengan peserta didik. Maka yang terpenting, sebagai guru carilah cara atau metode mengajar yang tetap menciptakan kedekatan dengan siswa. Bukan berlomba-lomba mencari sarana yang beraneka ragam atau mutakhir. Meskipun inovasi tentang metode pembelajaran perlu terus dilakukan oleh guru.

Dalam pendidikan di suatu sekolah, yang paling paham karakteristik peserta adalah guru. Maka, berilah kelonggaran dan kebebasan pada guru untuk dekat dengan siswanya dalam mendidik jarak jauh ini. Bukan justru memaksakan guru menggunakan alat, sarana, metode mutakhir yang belum tentu semua guru dan siswa bisa mengaksesnya.

Dalam dunia pendidikan sekali lagi perlu dipahami, yang terpenting adalah tujuan pendidikan tersampaikan. Jadi tidak harus menggunakan metode dengan teknologi canggih, meskipun dengan cara yang sederhana tanpa teknologi tinggi, namun bisa tercipta dan tersampaikan tujuan pendidikan itu, tidak ada salahnya dilakukan.

Untuk guru dalam kondisi saat ini, tidak perlu sibuk mengutamakan sarana mutakhir. Yaitu sarana dengan berbagai program aplikasi yang bermacam-macam, namun justru melupakan esensi pendidikan. Sekali lagi ini soal pendidikan, dan pendidikan bukan soal jarak. Tetapi pendidikan adalah kedekatan. Yaitu mendekatkan peserta didik kepada kehidupan. Selamat Hari Pendidikan Nasional, selamat belajar daring, dan salam literasi. (siedoo.com)

Wigati Hati Nurani, S.Pd
Guru SMK Negeri 1 Kota Magelang
Jawa Tengah

Profesi Guru Tidak Bisa Sepenuhnya Digantikan Dengan Teknologi, Tatap Muka Ada Nilai di Dalamnya

Admin 5/03/2020
Profesi Guru Tidak Bisa Sepenuhnya Digantikan Dengan Teknologi, Tatap Muka Ada Nilai di Dalamnya

Pakar pendidikan Universitas Brawijaya (UB) Malang, Aulia Luqman Aziz mengatakan profesi guru tidak bisa sepenuhnya digantikan dengan teknologi. Proses pembelajaran selama pandemi Covid-19 memberikan pelajaran bahwa kegiatan belajar mengajar secara tatap muka lebih efektif dibandingkan secara online.

"Selamanya profesi guru tidak akan tergantikan oleh teknologi. Pembelajaran penuh secara daring akhir-akhir ini banyak menimbulkan keluhan dari peserta didik maupun orangtua. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di negara maju seperti Amerika Serikat. Bagaimanapun, pembelajaran terbaik adalah bertatap muka dan berinteraksi dengan guru dan teman-teman," kata Aulia Luqman Aziz. 

Luqman menegaskan dalam proses belajar mengajar secara tatap muka, ada nilai yang bisa diambil siswa seperti proses pendewasaan sosial, budaya, etika, dan moral yang hanya bisa didapatkan dengan interaksi sosial di suatu area pendidikan. 
Baca Juga; Jika Wabah Belum Usai Kemungkinan Belajar Dari Rumah Dilanjutkan Hingga Akhir Tahun 2020
Perubahan sosial yang tiba-tiba terjadi sebagai akibat merebaknya penyebaran Covid-19, menyebabkan kegagapan dalam proses penyesuaian kegiatan belajar mengajar.

Sehingga, menurut Luqman tidak mungkin jika sebuah pembelajaran ideal dicapai di masa pandemi seperti saat ini.

"Karena itu, guru dan dosen harus cepat menyesuaikan keadaan dengan mengubah target capaian, dan kemudian metode pembelajarannya. Jangan sampai guru dan dosen membebani siswa dengan pembelajaran di saat siswa mengalami keterbatasan sosial dan ekonomi," katanya.

Kegagapan dalam menyesuaikan metode belajar mengajar seharusnya bisa secara efektif dilakukan jika pemerintah mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Indonesia sejak awal. Jika memang tidak siap, maka seharusnya pemerintah memberikan kelonggaran target yang dituju.

"Siswa tidak dapat fasilitas akademik dan sosial yang memadai untuk belajar, tapi targetnya tetap. Gambarannya seperti pemain bola yang cedera kakinya, maka latihan-latihan yang ditargetkan untuk dia otomatis dikurangi dulu hingga kondisinya normal kembali. 

Yang awalnya harus bisa nendang bola sejauh 100 meter, sekarang yang penting bisa lari-lari kecil dulu," kata Luqman.

Meskipun masih banyak kelemahan dalam peoses pembelajaran, namun Luqman mengaku bahwa pelajaran positif yang bisa diambil dari pendidikan di masa Covid-19 ini adalah kembalinya peran orang tua sebagai 'madrasah' belajar anak.

"Fondasi penting dari segala pendidikan adalah waktu yang berkualitas yang dihabiskan oleh orangtua bersama anak-anaknya. Bimbingan, aturan, ilmu, dan wawasan yang dibagikan oleh orangtua akan banyak bermanfaat bagi sang anak," katanya.

Sementara Menteri Pendidikkan dan Kebudayaan (mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, dalam siaran pers tertulisnya mengajak seluruh insan pendidikan di Tanah Air mengambil hikmah dan pembelajaran dari krisis Covid-19. Bahkan tema Hari Pendidikan Nasional 2020 pun Belajar dari Covid-19.

"Saat ini kita sedang melalui krisis Covid-19. Krisis yang memakan begitu banyak nyawa. Krisis yang menjadi tantangan luar biasa bagi negara kita dan seluruh dunia. 

Tetapi, dari krisis ini kita mendapatkan banyak sekali hikmah dan pembelajaran yang bisa kita terapkan saat ini dan setelahnya," kata Mendikbud dalam sambutannya pada upacara peringatan Hardiknas 2020 di Jakarta.

Situasi saat ini kata Mendikbud, untuk pertama kalinya guru-guru melakukan pembelajaran melalui daring dengan menggunakan perangkat baru, dan menyadari bahwa sebenarnya pembelajaran bisa terjadi di manapun. 

Begitu juga dengan orang tua, untuk pertama kalinya menyadari betapa sulitnya tugas guru untuk bisa mengajar anak secara efektif dan menimbulkan empati kepada guru yang tadinya mungkin belum ada.

“Guru, siswa, dan orang tua sekarang menyadari bahwa pendidikan itu bukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan di sekolah saja," ujar Mendikbud.

Katanya, pendidikan yang efektif membutuhkan kolaborasi yang efektif dari tiga hal ini, guru, siswa, dan orang tua. Tanpa kolaborasi itu, pendidikan yang efektif tidak mungkin terjadi.

Lewat Krisis Covid-19, masyarakat dapat memetik hikmah tentang betapa pentingnya kesehatan dan kebersihan serta pentingnya norma-norma kemanusiaan.

"Timbulnya empati, timbulnya solidaritas di tengah masyarakat kita pada saat pandemi Covid-19 ini merupakan suatu pembelajaran yang harus kita kembangkan. Bukan hanya di masa krisis ini, tetapi juga di saat krisis ini telah berlalu,” terangnya.

Mendikbud mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk selalu berinovasi di tengah pandemi Covid-19.

“Belajar memang tidak selalu mudah, tetapi inilah saatnya kita berinovasi. Saatnya kita melakukan berbagai eksperimen. Inilah saatnya kita mendengarkan hati nurani dan belajar dari Covid-19,” ajaknya.
Merdeka.com

Fakta Unik dan Menyenagkan Menjadi Guru SD Bikin Awet Muda

Admin 4/09/2020
Fakta Unik dan Menyenagkan Menjadi Guru SD Yang Perlu Anda Ketahui
Guru SD Novi Sri Mahendra


Blogpendiidkan.net - Banyak orang mengatakan bahwa mengajar murid-murid di tingkat sekolah dasar membutuhkan mental yang cukup kuat. Faktanya, anak-anak di tingkat sekolah dasar lebih sulit dikendalikan karena memang pemikiran yang masing sangat kekanak-kanakan. 

Memang butuh keseriusan lebih di mana guru tingkat sekolah dasar mampu mengontrol kelas dengan baik.Anda mungkin tahu bahwa kecenderungan anak kecil lebih suka bermain dan banyak tingkah saat berhadapan dengan teman-teman kecil lainnya, bahkan sering kali melalaikan pelajaran. Tentu saja cukup sulit untuk mengarahkan mereka agar mampu memaksimalkan pikiran untuk tetap fokus pada pelajaran. 

Berikut 9 fakta unik dan menyenangkan menjadi guru SD bisa bikin awet muda;

1. Anda Berperan Penting Memberikan Pondasi Pendidikan Moral

Coba Anda tengok pada pelajaran matematika, dasar penting pelajaran matematika tentu ada di sekolah dasar, mulai dari penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian, bilangan, pecahan, dan lain sebagianya. Tanpa menguasai dasar matematika, anak akan menjadi tumpul dalam pelajaran matematika saat berada di sekolah menengah dan atas (di SMP dan SMA).
Begitu juga dengan pendidikan moral, guru sekolah dasar memiliki peran yang amat penting untuk membangun pondasi moral anak. Tanpa pondasi moral inilah, anak akan tumbuh menjadi anak yang tidak bermoral.

2. Posisi Anda Bahkan Bisa Mengalahkan Posisi Orang Tua Anak

Anehnya, bagi anak sekolah dasar, sesosok guru bisa lebih dipercaya daripada orang tua mereka sendiri. Perlu Anda ketahui bahwa orang tua dirumah juga banyak mengajari dan menasehati anak. Namun kenyataannya, anak-anak lebih nyaman dengan nasehat dan keterangan materi oleh gurunya daripada orang tua mereka sendiri. Di sinilah Anda mengalahkan posisi orang tua mereka, jadi yang perlu Anda lakukan adalah menjadi guru yang baik bagi anak-anak didik.

3. Anda Menjadi Lebih Kreatif dan Dinamis

Anak-anak kecl di sekolah dasar tentu saja lebih cenderung suka bermain dan mengabaikan pembelajaran. Nah, saat Anda mendapati masalah seperti ini setiap hari, tentu saja Anda akan semakin banyak belajar bagaimana cara mengontrol kelas dengan baik, sehingga muncul ide, metode, dan media baru yang sesuai agar anak lebih fokus pelajaran. Ya, Anda menjadi lebih kreatif dan cenderung berpikir ke depan untuk anak-anak.

4. Perbedaan Karakter Anak, Memberikan Pemahaman Tentang Psikologi Anak Didik

Ternyata, menjadi guru sekolah dasar mempu memberikan banyak pengalaman dalam menangani anak-anak kecil. Anda pastinya sadar bahwa setiap anak memiliki karakter yang berbeda, mulai dari pendiam, banyak tingkah, minder, takut terkena marah, bahkan sampai anak yang susah diperingati.

Dari sinilah, Anda juga akan memperoleh banyak pengetahuan tentang psikologi anak kecil, Anda mampu memahami apa yang mereka inginkan, Anda mampu mengetahui apa langkah tepat yang seharusnya Anda lakukan serta memberikan yang terbaik untuk mereka.

5. Anda Bisa Menjadi Penyayang Anak

Selain itu, bertolak dari pemahaman psikologi anak kecil, Anda juga mampu mengontrol emosi terhadap anak. Coba bayangkan ketika Anda pertama kali mengajar anak sekolah dasar, tentu Anda merasa kesulitan bahkan sering marah-marah di kelas.
Namun, waktu memberikan banyak pembelajaran dan pengalaman untuk Anda. Saat ini, Anda mungkin sudah jarang marah-marah di kelas karena sudah tahu bagaimana karakter anak-anak kecil, bahkan karena itu pula Anda juga lebih peyayang kepada anak, terutama anak Anda di rumah.

6. Terkadang, Kekocakan Anak Bisa Menjadi Hiburan Atas Masalah Anda

Setiap orang pasti mempunyai masalah dalam hidupnya, apalagi seorang guru yang terkadang membawa masalah itu di kelasnya, sehingga anak-anak menjadi korban, tentu ini sangat salah. Namun jika Anda pandai dalam mengendalikan emosi dan perasaan, justru tingkah lucu dan kocak anak sekolah dasar akan menjadi hiburan bagi Anda sehingga Anda mengeluarkan senyuman kecil seolah masalah Anda sedikit lebih ringan.
Baca Juga; Menjadi Guru Itu Berat, Seberat Kamu Menerima Upahnya! Sudah Siap Kah Kamu Menjadi Guru?
Baca Juga; Inilah Keistimewaan Guru Honorer Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Meski Gaji Tak Seberapa 
Baca Juga; 5 Kelebihan Wanita Yang Berprofesi Guru, Maka Bersyukurlah Jika Istrimu Seorang Guru
Baca Juga; Keadaan Tersulit Yang Dihadapi Seorang Guru, Meski Gaji Tak Seberapa 
7. Anda Terlihat Lebih Awet Muda

Banyak orang berkata bahwa menjadi guru anak-anak kecil menjadikan Anda lebih awet muda. Memang ada benar dan tidaknya, namun yang jelas Anda akan semakin sering tersenyum dan tertawa saat mengajar anak-anak kecil di sekolah dasar. Senyum dan tawa yang Anda lakukan setiap hari akan mengendorkan saraf yang kaku sehingga Anda terlihat lebih bahagia, ceria, dan bersemangat.

8. Anda Lebih Nyaman Berada di Sisi Mereka

Saat Anda sudah menjalin hubungan baik dengan anak-anak didik, Anda pastinya bisa lebih akrab bergaul bersama mereka, seperti orang tua dan anak. Rasa nyaman pun datang begitu saja saat Anda menemani dan membimbing mereka baik dalam pelajaran maupun di luar pelajaran.

9. Peran Anda di Sekolah Dasar Akan Dikenang Hingga Mereka Tumbuh Dewasa

Kenangan masa kecil merupakan hal yang sangat sulit dilupakan oleh semua orang. Jika Anda menjadi guru yang baik dan penyayang untuk anak-anak Anda, percayalah bahwa mereka akan selalu mengingat kenangan bersama Anda ketika mereka sudah tumbuh dewasa. Ketahuilah bahwa salah satu hal yang paling membahagiakan bagi seorang guru adalah saat murid Anda mengingat dan mengenang Anda meskipun sudah bertahun-tahun lamanya.(blogpendidikan.net / pelangiblog.com)