Showing posts with label PTM Terbatas. Show all posts
Showing posts with label PTM Terbatas. Show all posts

Kemendikbud Ristek : Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Sudah Boleh Dilaksanakan di Sekolah Dengan Ketentuan !

Kemendikbud Ristek : Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Sudah Boleh Dilaksanakan di Sekolah Dengan Ketentuan !

BlogPendidikan.net
- seperti dikutip dari kompas.com tentang penyampaian pembelajaran tatap muka terbatas sudah boleh dilaksanakan dengan mengacu ketentuan yang disampaikan oleh Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). 

Hendarman menyampaikan, berdasarkan aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) terbaru, pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dapat dilakukan oleh sekolah yang berlokasi di wilayah PPKM level 1-3. 

Namun, satuan pendidikan di wilayah PPKM level 4 masih tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Pelaksanaan PTM terbatas di wilayah PPKM level 1-3 harus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta kesehatan dan keselamatan seluruh insan pendidikan dan keluarganya,” papar Hendarman, seperti dilansir laman Kemendikbud Ristek, Selasa (10/8/2021).

Meski sekolah di wilayah PPKM Level 1-3 sudah bisa menggelar PTM terbatas, pelaksanaan pembelajaran dapat dilakukan melalui opsi PTM terbatas dan/atau PJJ sesuai dengan pengaturan dalam SKB Empat Menteri, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. 

Selain itu, Hendarman menjelaskan bahwa pembelajaran di masa pandemi berlangsung secara dinamis menyesuaikan risiko kesehatan dan keselamatan masing-masing wilayah sebagaimana ditetapkan pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

"Orangtua atau wali pada wilayah PPKM level 1-3 memiliki kewenangan penuh dalam memberikan izin kepada anaknya untuk memilih antara mengikuti PTM terbatas atau PJJ. Sekolah wajib menyediakan opsi PTM terbatas dan PJJ, serta tidak melakukan diskriminasi kepada peserta didik yang memilih opsi PJJ," paparnya.

Hendarman menjelaskan, Kemendikbud Ristek mengajak seluruh elemen pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan untuk berkoordinasi erat memastikan dampak sosial negatif dari PJJ yang berkepanjangan dapat diminimalisasi.

Hal itu termasuk memastikan PTM terbatas bagi satuan pendidikan di wilayah PPKM level 1-3 dapat berlangsung optimal dengan penerapan protokol kesehatan yang ekstra ketat. Pasalnya, pandemi Covid-19 yang terjadi sudah hampir 1,5 tahun berpotensi menimbulkan dampak sosial negatif yang berkepanjangan, seperti putus sekolah, hilangnya minat belajar, kesenjangan capaian belajar, dan kekerasan pada anak.

Sumber : https://www.kompas.com/edu/read/2021/08/10/144928071/kemendikbud-ristek-sekolah-di-wilayah-ppkm-level-1-3-boleh-tatap-muka?page=all

Nadiem Makarim : Kapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Dimulai

Nadiem Makarim : Kapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Dimulai

BlogPendidikan.net
- Kapan sekolah tatap muka dimulai? Jawaban atas pertanyaan ini terkait dengan kebijakan PPKM level 4 diperpanjang. Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dilanjutkan hingga 9 Agustus 2021.

Selain level 4, aturan PPKM diperpanjang berlaku juga untuk tingkat pembatasan lain. Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyatakan, kegiatan pembelajaran di tahun ajaran baru 2021/2022 bersifat dinamis. Pembelajaran tidak berlangsung hanya dengan satu cara.

"Kegiatan pembelajaran di tahun ajaran baru mengacu pada kebijakan PPKM masing-masing daerah dan Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19," kata Nadiem dikutip dari laman resmi Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbudristek, Jumat (6/8/2021).

Setiap satuan pendidikan harus memperhatikan zona penularan dan total kasus COVID-19 di wilayahnya. Daerah yang berada di level 1 dan 2 dapat memulai pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan warga sekolah.

"Sementara untuk daerah yang berada di Level 3 dan 4, masih harus menggelar pembelajaran secara jarak jauh (PJJ)," kata Nadiem.

Pria yang juga dulu menjabat sebagai CEO Go-Jek ini menambahkan, keputusan terakhir dalam memilih PTM atau PJJ berada di tangan orang tua siswa. Keputusan kapan sekolah tatap muka dimulai melibatkan juga partisipasi orang tua.

"Keputusan terakhir bahwa murid tatap muka atau tidak, ada di orang tua, karena PTM Terbatas berbeda dengan PTM biasa sebelum pandemi," tutur Nadiem.

Selain itu, menurut penuturan Nadiem, kehadiran siswa di satuan pendidikan dibatasi maksimal 50 persen dalam ruang kelas. Setiap kelas juga diwajib untuk melakukan rotasi, hingga wajib memerhatikan protokol kesehatan. "Tidak ada acara-acara ekstrakurikuler, kantin tidak boleh buka," ujar Nadiem.

Untuk mendukung kegiatan pembelajaran selama pandemi, Nadiem memastikan bahwa Kemendikbudristek akan meluncurkan beberapa bantuan seperti, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional PAUD (BOP).

Selain itu, Kemendikbudristek juga meresmikan peluncuran bantuan kuota internet lanjutan untuk menunjang PJJ dalam jaringan (daring). Bantuan ini akan dimulai pada September 2021 hingga November 2021.

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 27 dan 28 Tahun 2021, pembelajaran di wilayah PPKM Level 3 dan 4 harus dilaksanakan secara online atau daring. Aturan ini berlaku pada tiap jenjang pendidikan formal dan informal.

"Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan/pelatihan) dilakukan secara daring/online," tulis Inmendagri nomor 27/2021.

Artinya, jawaban kapan sekolah tatap muka dimulai untuk wilayah level 3 dan 4 belum bisa dilaksanakan. Sedangkan untuk wilayah PPKM level 2 pembelajaran bisa dilakukan secara tatap muka dan online. Masing-masing sebesar 50 persen dari jumlah murid yang ikut belajar.

Kabar Terbaru Dari Nadiem Tentang PTM Terbatas, Ada 7 Provinsi Harus PJJ



Kabar Terbaru Dari Nadiem Tentang PTM Terbatas, Ada 7 Provinsi Harus PJJ

BlogPendidikan.net
- Rencan pembukaan sekolah yang di instruksikan Mendikbud Ristek Nadiem Makarim, kini berjalan, namun ada beberapa daerah yang berada di zona merah tidak diperbolehkan melaksnakan PTM Terbatas. 

Ada 7 Provinsi tidak diperkenankan melaksanakan PTM Terbatas, harus melaksanakan PJJ.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau kini berubah nama menjadi PPKM Level 4 hingga 25 Juli 2021 mendatang.

Setelah itu, jika ada tren penurunan kasus Covid-19, maka PPKM Darurat ini akan dilonggarkan secara bertahap.

Lantas, bagaimana dengan nasib sekolah tatap muka? Terlebih saat ini sekolah tatap muka terbatas telah dilakukan di 35% wilayah Indonesia.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan semua aturan pembelajaran tatap muka diatur dalam SKB (surat keputusan bersama) empat menteri dan mengedepankan kehati-hatian dan kesehatan semua insan pendidikan.

Sebelumnya, SKB tersebut menyatakan pada tahun ajaran baru 2021-2022 yakni Juli, sekolah diberikan opsi untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk menghindari dampak-dampak negatif berkelanjutan pada peserta didik.

"Tapi pembelajaran akan berlangsung secara dinamis dan menyesuaikan risiko kesehatan yang berlangsung, yakni kalau PPKM baik PPKM Mikro atau darurat harus ada modifikasi. Harus ada perubahan yang terjadi," kata Nadiem, dalam CNBC Indonesia Economic Update: Kebangkitan Ekonomi Indonesia

7 Daerah yang melaksanakan PJJ

Dengan adanya PPKM Darurat, ada tujuh provinsi yang wajib melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Daerah-daerah ini tidak diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka terbatas hingga PPKM Darurat berakhir.

Dikutip dari cnbcindonesia.com (24/07/21), Nadiem menyebutkan bahwa ada 7 provinsi itu yakni DKI Jakara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. "Satuan pendidikan di luar tujuh provinsi tersebut bisa memberikan opsi tatap muka terbatas sesuai SKB yang sudah ditentukan," katanya.

"Orang tua atau wali di luar wilayah ini memiliki kewenangan penuh untuk memberikan izin pada anaknya untuk memilih apakah PTM Terbatas atau PJJ. Jadi hanya di tujuh provinsi ini yang belum diperkenankan tatap muka," jelas Nadiem.

Alasan sekolah Tatap Muka Terbatas Harus Dibuka

Sebelumnya, dia mengatakan alasan mengapa sekolah tatap muka terbatas harus dibuka karena lamanya melakukan PJJ memberikan dampak negatif pada anak. Menurutnya, ada hal yang anak-anak alami seperti kebosanan di dalam rumah, jenuh dengan begitu banyaknya video conference yang mereka lakukan di rumah.

Tidak hanya itu, kondisi belajar yang tidak dinamis, kesepian, dan siswa mengalami depresi karena tidak bertemu dengan teman-teman dan gurunya. Bahkan, permasalahan domestik mulai dari stres yang disebabkan terlalu banyak berinteraksi di rumah dan kurang keluar rumah.

"Infrastruktur dan teknologi juga tidak memadai. Ini jelas PJJ ini sudah terlalu lama dan kita tidak bisa tunggu lagi dan mengorbankan kesehatan dan mental dari murid-murid kita," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Sekarang kasus pandemi semakin merebak, proses pembelajaranpun masih dilakukan PJJ, dan masih banyak daerah yang elum berani mengambil keputusan untuk PTM Terbatas Tahun ajaran 2021-2022.

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Panduan Penyususnan RPP PTM Terbatas dan PJJ Tahun Pelajaran 2021-2022

Panduan Penyususnan RPP PTM Terbatas dan PJJ Tahun Pelajaran 2020-2021

BlogPendidikan.net
- Pola pembelajaran yang selama ini dilakukan oleh guru dan peserta didik secara tatap muka di dalam kelas harus berubah dan digantikan dengan cara bertemu secara virtual di dalam jaringan (daring), di mana keadaan ini memberikan efek terhadap kualitas pembelajaran.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19 diperkuat dengan SE Sesjen nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) selama darurat COVID-19, menjelaskan bahwa BDR melalui PJJ dapat dilaksanakan secara daring maupun luring sesuai dengan pedoman BDR. 

Dalam surat edaran ini juga disebutkan tujuan dari pelaksanaan BDR tersebut adalah memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat COVID-19, melindungi warga satuan pendidikan dari dampak pandemi COVID-19, mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 di satuan pendidikan dan memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik, dan orang tua.

Sebagai persiapan penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran 2021/2022, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyusun dan menerbitkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran PAUDDIKDASMEN di Masa Pandemi COVID-19 ini untuk membantu guru dan satuan pendidikan dalam menyelenggarakan pembelajaran di masa pandemi COVID-19. 

Diharapkan dengan panduan ini, guru dan tenaga kependidikan mempunyai acuan dalam merancang, melaksanakan, memandu dan mengembangkan pembelajaran yang efektif pada tahun ajaran 2021/2022.

 

Untuk lebih jelasnya tentang panduan penyusunan RPP Tahun Pelajaran 2021-2022 dalam PTM terbatas dan PJJ daring dan luring >>> LIHAT DISINI

Ikuti BlogPendidikan.net pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOWING (Dapatkan berita terupdate tentang guru dan pendidikan) 

Contoh Pemetaan Kompetensi Dasar ( KD ) Mapel Kurikulum Darurat Covid-19 PTM Terbatas dan PJJ

Contoh Pemetaan Kompetensi Dasar ( KD ) Mapel Kurikulum Darurat Covid-19 PTM Terbatas dan PJJ

BlogPendidikan.net
- Membuat pemetaan KD mapel/tema. Pada kegiatan ini guru menentukan kelompok-kelompok KD dari berbagai mapel yang relevan untuk dipadukan dalam pembelajaran tematik (pemetaan KD mapel). Untuk mencapai keseluruhan standar isi minimal, pemaduan pada contoh dilakukan pada semua mapel dalam standar isi dan ditambahkan mulok. Ini hanya salah satu teknik, teknik pemaduan dengan cara lain sangat dimungkinkan. Penentuan kelompok-kelompok KD yang akan dipadukan disebut pemetaan KD mapel.

Penyusunan pemetaan KD mata pelajaran dilakukan dengan cara :
  1. Menentukan mapel yang akan dipadukan (pada contoh dipadukan seluruh mapel pada standar isi dan mulok dengan ciri tiap kelompok memiliki jenis mapel yang sama)
  2. Membagi habis /mengelompokkan KD- KD dari berbagai mapel menjadi beberapa kelompok seperti yang telah direncanakan (pengelompokan bisa dengan memilih KD-KD yang berada pada urutan yang sama, bisa juga dengan memilih KD-KD yang berkaitan, bisa mengulang KD-KD yang dianggap penting sesuai dengan kondisi peserta didik pada kelompok KD/tema yang berbeda)
  3. Menentukan tema (bisa diambil dari salah satu KD Aqidah Ahlak, IPS, IPA , dan sebagainya yang ada pada suatu unit/kelompok KD atau dengan teknik lain yang bisa memayungi semua KD dan relevan dengan perkembangan peserta didik
  4. Penentuan alokasi waktu per jaring tema (pada contoh ditentukan alokasi waktu yang sama untuk kelompok KD/jaring tema yaitu 2 minggu dengan pertimbangan bobot tiap kelompok KD dibuat relatif sama dan lebih memudahkan dalam penyusunan jadwal)

Pengertian Kompetensi Inti ( KI ) dan Kompetensi Dasar ( KD )

Kompetensi Inti

Kompetensi inti adalah kualitas yang harus dimiliki peserta didik yang diperoleh melalui pembelajaran yang diorganisasikan dalam proses pembelajaran aktif. Kompetensi inti merupakan istilah yang dipakai dalam Kurikulum 2013 yang kedudukannya sama dengan Standar Kompetensi yang digunakan pada Kurikulum terdahulu yakni KTSP. Kompetensi inti menjadikan kompetensi-kompetensi yang harus dihasilkan menjadi saling berkaitan. Satu sama lain menjalin hubungan guna mencapai hasil yang diinginkan. Kompetensi inti merupakan istilah yang digunakan dalam Kurikulum 2013 yang merupakan perubahan dari Standar Kompetensi sebagai istilah yang dipakai dalam KTSP.

Kompetensi Dasar

Kompetensi dasar merupakan acuan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan standar kompetensi lulusan untuk penilaian. Kompetensi dasar dirumuskan untuk mencapai kompetensi inti. Rumusan kompetensi dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Mata pelajaran sebagai sumber dari konten untuk menguasai kompetensi bersifat terbuka dan tidak selalu diorganisasikan berdasarkan disiplin ilmu yang sangat berorientasi.

Kompetensi dasar merupakan hal yang penting bagi setiap perangkat pendidikan, karena melalui kompetensi dasar, setiap proses pembelajaran dapat tersusun, dan terencana dengan baik sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan baik pula. Selain itu KD dalam setiap mata pelajaran telah disesuaikan dengan karakteristik peserta didik pada umumnya, agar peserta didik dapat
memahami secara baik.

Contoh Pemetaan Kompetensi Dasar ( KD ) Mata Pelajaran Kurikulum Darurat Covid-19 PTM Terbatas dan PJJ >>> LIHAT DISINI

Apa Saja Persiapan Guru di Tahun Ajaran Baru di Saat PTM Terbatas dan PJJ

Apa Saja Persiapan Guru di Tahun Ajaran Baru di Saat PTM Terbatas dan PJJ

BlogPendidikan.net
- Tahun ajaran baru sudah didepan mata, para orang tua sudah mempersiapkan segala sesuatunya kelengkapan anak bersekolah di tahun ajaran baru, gurupun demikian mempersiapkan segala kelengkapan menjelang tahun ajaran baru. 

Karena masa ini pendemi Covid-19 tidak semua sekolah bisa melakukan pembelajaran tatap muka seperti biasanya, ada sebagian sekolah melaksanakan tatap muka tetapi dengan cara terbatas. Bagaimana mempersiapkan segala sesuatunya menjelang tahun ajaran baru?

Berikut apa saja yang dipersiapkan oleh guru menjelang tahun ajaran baru dimasa pandemi Covid-19 baik itu PTM terbatas atau PJJ :
  1. Menganalisis kalender pendidikan
  2. Menganalisis hari efektif sekolah
  3. Menyusun jadwal pelajaran
  4. Menganalisi hari efektif belajar mingguan, bulanan, semester dan tahunan.
  5. Mempersiapkan rencana pembelajaran selama sepekan.
  6. Menyusun data siswa dan membuat absensi siswa
  7. Mempersiapkan kelas dengan keadaan sarana di dalam kelas terpenuhi dan memenuhi standar seperti meja, kuris siswa dan guru serta lemari dan papan tulis, semua masih layak terpakai.
  8. Mempersiapkan buku pelajaran bagi siswa
  9. Mempersiapkan buku pegangan bagi guru, serta buku-buku penunjang proses pembelajaran.
  10. Pastikan semua siap dan proses pembelajaran bisa terlaksana dengan bai di tahun ajaran baru
Yang harus dipersiapkan guru menjelang tahun ajaran baru dimasa pandemi dengan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik Luring ataupun Daring :
  1. Setiap satuan pendidikan menyiapkan rencana pembelajaran selama semester ke depan, dengan memilih pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring, luring atau gabungan.
  2. Menyiapkan materi, bahan dan media pembelajaran sesuai dengan metode pembelajaran yang dipilih, dengan mengoptimalkan sumber belajar yang tersedia sesuai dengan lingkungan belajar masing-masing siswa.
  3. Menyiapkan pendidik dan tenaga kependidikan yang akan melaksanakan, mengawal dan mendampingi proses pembelajaran sesuai dengan model pembelajaran yang dipilih.
  4. Mendorong gerakan guru berbagi dalam memberikan dukungan teknis bagi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.
  5. Mengoptimalkan program atau tayangan TV dan radio sebagai sajian utama atau pendukung pembelajaran bagi siswa selama belajar dari rumah, khususnya di daerah yang belum terjangkau akses internet.
  6. Mendorong kolaborasi guru, orangtua, masyarakat dan birokrasi pendidikan agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan sesuai rencana.
Demikian artikel ini semoga bermanfaat, dan para guru sudah harus mempersiapkan segala kelengkapan proses pembelajaran di tahun ajaran baru. Terimakasih.

Daftar Daerah Yang Akan Menerapkan PPKM Mikro, PTM Terbatas Ditunda

Daftar Daerah Yang Akan Menerapkan PPKM Mikro, PTM Terbatas Ditunda

BlogPendidikan.net
- Sesuai instruksi Kemendikbud Ristek pembelajaran tatap muka terbatas (PTM) hanya bisa diterapkan pada daerahh zona hijau dan kuning dan paling utama tidak menerapkan PPKM micro.

Saat ini ada 43 daerah diluar jawa akan menerapkan PPKM micro untuk memperketat mobilisasi orang bepergian dan menghindari terjadinya lonjakan konfirmasi positif yang lebih besar lagi.

Dikutip dari kompas.com, (07/08/2021). Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan, regulasi PPKM Mikro di luar Jawa-Bali sesuai dengan asesmen situasi level 4 yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Airlangga mengatakan, ada 43 kabupaten/kota di 20 provinsi yang memiliki status asesmen level 4. "Kemudian level 3, ada 187 kabupaten/kota dan level 2 ada 146 kabupaten/kota," kata Airlangga dalam konferensi pers secara virtual.

Indikator daerah yang masuk kategori asesmen level 4 adalah, kasus sebanyak lebih dari 150 per 100.000 penduduk per minggu, perawatan di rumah sakit lebih dari 30 per 100.000 penduduk per minggu dan kasus kematian lebih dari 5 per 100.000 penduduk per minggu. Sementara level 3 adalah kasus Covid-19 terdata 50-150 per 100.000 penduduk per minggu, lalu perawatan di rumah sakit 10-30 per 100.000 penduduk per minggu. Kemudian, kematian 2-5 per 100.000 penduduk per minggu.

Sedangkan level 2, kasus konfirmasi 20-50 per 100.000 penduduk per minggu, perawatan di rumah sakit 5-10 per 100.000 per minggu, dan kematian 1-2 per 100.000 penduduk per minggu. Di samping itu, Airlangga menjelaskan beberapa aturan pengetatan selama PPKM Mikro di antaranya, bekerja dari rumah atau work from home 75 persen untuk asesmen level 4. Untuk level lain, bekerja dari rumah 50 persen.

Kegiatan PTM Terbatas Ditunda

Kegiatan belajar mengajar di daerah asesmen level 4 seluruhnya dilakukan secara daring. Untuk level lain, sesuai dengan aturan Kemendikbud-ristek. Pusat perbelanjaan memberlakukan jam operasional sampai 17.00 dengan kapasitas pengunjung 25 persen. "Kegiatan kegiatan perayaan hari Idul Adha mengikuti surat edaran daripada Menteri Agama terkait dengan kegiatan salat Idul Adha tentunya mengikuti pada SE dan di daerah zonasi 4 atau level 4 itu shalat di tempat masing-masing," ujarnya.

Berikut daftar 43 kabupaten/kota dengan asesmen level 4 di 20 provinsi: 

1. Aceh 
• Kota Banda Aceh 

2. Bengkulu 
• Kota Bengkulu 

3. Jambi 
• Kota Jambi 

4. Kalimantan Barat 
• Kota Pontianak 
• Kota Singkawang 

5. Kalimantan Tengah 
• Kota Palangkaraya 
• Lamandau 
• Sukamara 

6. Kalimantan Timur 
• Berau 
• Kota Balikpapan 
• Kota Bontang 

7. Kalimantan Utara 
• Bulungan 

8. Kepulauan Riau 
• Bintan 
• Kota Batam 
• Kota Tanjung Pinang 
• Natuna 

9. Lampung 
• Kota Bandar Lampung 
• Kota Metro 

10. Maluku 
• Kepulauan Aru 
• Kota Ambon
 
11. Nusa Tenggara Timur 
• Kota Mataram 
• Lembata 
• Nagekeo 

12. Papua 
• Boven Digoel 
• Kota Jayapura 

13. Papua Barat 
• Fak fak 
• Kota Sorong 
• Manokwari 
• Teluk Bintuni 
• Teluk Wondama 

14. Riau 
• Kota Pekanbaru
 
15. Sulawesi Tengah 
• Kota Palu 

16. Sulawesi Tenggara 
• Kota Kendari 

17. Sulawesi Utara 
• Kota Manado 
• Kota Tomohon 

18. Sumatera Barat 
• Kota Bukittinggi 
• Kota Padang 
• Kota Padang Panjang 
• Kota Solok 

19. Sumatera Selatan 
• Kota Lubuk Linggau 
• Kota Palembang 

20. Sumatera Utara 
• Kota Medan 
• Kota Sibolga

Itu dia daftar daerah yang akan menerapkan PPKM micro.

Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2021/07/06/11343601/daftar-43-kabupaten-kota-yang-terapkan-ppkm-mikro-di-luar-pulau-jawa-bali?page=all

Modul Pembelajaran Literasi dan Numerasi Untuk SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6

Modul Pembelajaran Literasi dan Numerasi Untuk SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6

BlogPendidikan.net -
Pandemi membuat proses pembelajaran harus tersendat, namun Kemendikbud Ristek dengan cepat mengantisipasi kemungkinan hal yang buruk terjadi terhadap pendidikan. dan meluncurkan Modul Pembelajaran Literasi dan Numerasi untuk siswa, guru dan orang tua.

LITERASI adalah kecakapan fundamental yang membekali peserta didik dengan kemampuan memilih, menganalisis informasi dengan kritis serta menggunakannya untuk mengambil keputusan dalam kehidupan. Kecakapan literasi membangun kecakapan hidup yang meningkatkan ketahanan peserta didik untuk melalui masa pandemi.

NUMERASI adalah kecakapan fundamental yang membekali peserta didik dengan kemampuan untuk mengaplikasikan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung di dalam kehidupan sehari-hari dan kemampuan untuk menginterpretasi informasi kuantitatif yang terdapat di sekeliling kita. Kemampuan ini ditunjukkan dengan kenyamanan terhadap bilangandan cakap menggunakan keterampilan matematika secara praktis untuk memenuhi tuntutan kehidupan. Kemampuan ini juga merujuk pada apresiasi dan pemahaman informasi yang dinyatakan secara matematis, misalnya grafik, bagan, dan tabel.

Mengapa Berorientasi pada Literasi dan Numerasi

Dalam masa darurat yang menuntut adaptasi pembelajaran, keterbatasan sumber daya dan kendala teknis berdampak pada kemungkinan pembelajaran tidak tersampaikan secara utuh, alternatif terbaik adalah pelaksanaan pembelajaran difokuskan pada literasi dan numerasi.

Kompetensi literasi dan numerasi merupakan kompetensi yang fundamental Meski berorientasi pada literasi dan numerasi, KD yang dirujuk adalah KD dari berbagai mata pelajaran diperkuat dengan penguatan Pendidikan Karakter dan Kecakapan hidup.

Konsep Modul Literasi dan Numerasi :

1. Berorientasi kompetensi literasi dan numerasi dengan kompetensi dasar dari berbagai mata pelajaran.
2. Tema yang sama di kelas 1,2 dan 3 serta di kelas 4,5 dan 6. Dengan tujuan untuk memudahkan pemetaan kemajuan belajar (learning progression), memudahkan menuangkan pembedaan aktivitas pembelajaran (defferentiated learning) dalam aktivitas pada modul. 
3. Memfasilitasi pembelajaran harian
4. Menggunakan pola kegiatan yang sama yaitu : literasi 8 kegiatan dan numerasi 5 kegiatan. Dengan tujuan untuk membangun pola belajar rutin, pola berpikir serta memudahkan pendampingan orang tua dan guru. 
5. Kegiatan di bagi 3 sesi dengan pembagian alokasi waktu yang sama setiap hari. Dengan tujuan untuk memberikan fleksibilitas pelaksanaan disesuaikan dengan aktivitas rumah.
6. Terdiri dari 3 modul: modul belajar siswa, modul pendamping bagi guru dan modul pendamping bagi orang tua.

Berikut modul pembelajaran yang bisa anda gunakan pada proses belajar dimasa pandemi Covid-19 :

SD kelas 1: Modul Belajar Siswa, Pendamping bagi Guru, Pendamping bagi Orang Tua.

Sekolah dasar (SD) kelas 1 – Minggu 1 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 1 – Minggu 2 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 1 – Minggu 3 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 1 – Minggu 4 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 1 – Minggu 5 disini

SD kelas 2: Modul Belajar Siswa, Pendamping bagi Guru, Pendamping bagi Orang Tua.

Sekolah dasar (SD) kelas 2 – Minggu 1 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 2 – Minggu 2 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 2 – Minggu 3 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 2 – Minggu 4 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 2 – Minggu 5 disini

SD kelas 3: Modul Belajar Siswa, Pendamping bagi Guru, Pendamping bagi Orang Tua.

Sekolah dasar (SD) kelas 3 – Minggu 1 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 3 – Minggu 2 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 13- Minggu 3 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 3 – Minggu 4 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 3 – Minggu 5 disini

SD kelas 4: Modul Belajar Siswa, Pendamping bagi Guru, Pendamping bagi Orang Tua.

Sekolah dasar (SD) kelas 4 – Minggu 1 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 4 – Minggu 2 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 4 – Minggu 3 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 4 – Minggu 4 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 4 – Minggu 5 disini

SD kelas 5: Modul Belajar Siswa, Pendamping bagi Guru, Pendamping bagi Orang Tua.

Sekolah dasar (SD) kelas 5 – Minggu 1 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 5 – Minggu 2 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 5 – Minggu 3 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 5 – Minggu 4 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 5 – Minggu 5 disini

SD kelas 6: Modul Belajar Siswa, Pendamping bagi Guru, Pendamping bagi Orang Tua.

Sekolah dasar (SD) kelas 6 – Minggu 1 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 6 – Minggu 2 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 6 – Minggu 3 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 6 – Minggu 4 disini
Sekolah dasar (SD) kelas 6 - M inggu 5 disini

Daftar Sekolah Semua Provinsi Yang Siap Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM Terbatas)

Daftar Sekolah Semua Privinsi Yang Siap Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM Terbatas)

BlogPendidikan.net
 - Sesuai Surat Edaran dari Kemendikbud Ristek Nomor : 8617/C.C1/AS.01.00/2021 Tentang : Pemantauan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas. Menginstruksikan kepada seluruh Kepala Dinas Pemerintah Pusat, Daerah dan Kabupaten,

Dalam rangka melaksanakan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19, kita perlu memastikan status
perkembangan satuan pendidikan di wilayah masing masing. 

Berikut daftar sekolah masing-masing provinsi yang siap melaksanakan PTM Terbatas tahun pelajaran 2021-2022 :

Aceh  >>> LIHAT DISINI
Sumatera Utara  >>> LIHAT DISINI
Sumatera Barat  >>> LIHAT DISINI
Riau  >>> LIHAT DISINI
Kepulauan Riau  >>> LIHAT DISINI
Jambi  >>> LIHAT DISINI
Sumatera Selatan  >>> LIHAT DISINI
Kepulauan Bangka Belitung  >>> LIHAT DISINI
Bengkulu >>> LIHAT DISINI
Lampung >>> LIHAT DISINI
DKI Jakarta >>> LIHAT DISINI
Banten >>> LIHAT DISINI
Jawa Barat >>> LIHAT DISINI
Jawa Tengah >>> LIHAT DISINI
DI Yogyakarta >>> LIHAT DISINI
Jawa Timur >>> LIHAT DISINI
Bali >>> LIHAT DISINI
Nusa Tenggara Barat >>> LIHAT DISINI
Nusa Tenggara Timur >>> LIHAT DISINI
Kalimantan Barat >>> LIHAT DISINI
Kalimantan Tengah >>> LIHAT DISINI
Provinsi Kalimantan Selatan >>> LIHAT DISINI
Kalimantan Timur >>> LIHAT DISINI
Kalimantan Utara >>> LIHAT DISINI
Sulawesi Utara >>> LIHAT DISINI
Gorontalo >>> LIHAT DISINI
Sulawesi Tengah >>> LIHAT DISINI
Sulawesi Barat >>> LIHAT DISINI
Provinsi Sulawesi Selatan >>> LIHAT DISINI
Sulawesi Tenggara >>> LIHAT DISINI
Maluku >>> LIHAT DISINI
Maluku Utara >>> LIHAT DISINI
Papua Barat >>> LIHAT DISINI
Papua >>> LIHAT DISINI

Tips Buat Guru dan Sekolah Saat PTM Terbatas 2 Jam Pelajaran

Tips Buat Guru dan Sekolah Saat PTM Terbatas 2 Jam Pelajaran

BlogPendidikan.net
- Tahun pelajaran baru 2021-2022 sudah didepan mata, sekolah yang telah diizinkan melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas, tentunya sudah mempersiapkan segala kelengkapan terkait prosedur kesehatan dan keselamatan peserta didik dari Covid-19.

Tentunya sekolah bersama guru mempersiapkan kelengkapan dalam proses pembelajaran tatap muka terbatas (PTM Terbatas). mulai dari prosedur kesehatan, jadwal pembelajaran, pembagian kelas saat PTM terbatas, pembagian kelompok kecil PTM Terbatas dan PJJ.

Lalu bagaimana memaksimalkan proses pembelajaran dengan durasi 2 jam tatap muka perhari! guru bersama sekolah memiliki peran penting dalam menentukan proses pembelajaran tersebut berhasil dengan koordinasi sesama guru dan orang tua siswa dalam mengatur kesepakatan PTM terbatas dan PJJ.

Berikut tips buat guru dan sekolah dalam pelaksanaan PTM terbatas dengan durasi waktu 2 jam pelajaran:

1. Melibatkan Orang Tua Siswa

Mengadakan pertemuan dengan orangtua siswa, merupakan langkah awal memberi pemahaman kepada orangtua siswa tentang rencana membuka kembali sekolah yang lama ditutup. Pembelajaran yang selama ini hanya dilakukan jarak jauh, tentu perlu adanya pembiasaan baru lagi. Untuk membuka kembali sekolah perlu adanya koordinasi matang bersama orangtua siswa dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Kepala sekolah perlu melibatkan gugus tugas Covid-19 di daerah tersebut, hal ini agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

2. Lakukan Observasi dan Tes Awal Pembelajaran

Sebelum melakukan pembelajaran hendaknya guru melakukan observasi melihat kondisi kesehatan dan kesiapan siswa dalam PTM Terbatas, selanjutnya guru bisa melakukan tes awal (pre-tes) kepada siswa dari materi saat diajarkan PJJ. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan dan pemahaman siswa terhadap materi terdahulu.

3. Menyusun Jadwal Pelajaran Yang Sesuai Durasi Jam Yang Disepakati

PTM terbatas tentunya berbeda dari pembelajaran tatap muka dalam kondisi normal, jadwal yang disusun harus berdasarkan kesepakatan sekolah dan berdasarkan kurikulum yang diterapkan oleh sekolah saat kondisi darurat (Pandemi). Saran sebaiknya menggunakan kurikulum darurat Covid-19.

4. Merangkum Materi Untuk PTM Terbatas

Hal ini penting dilakukan oleh guru, jika semua materi yang berada di buku pelajaran baik siswa ataupun buku peganggan guru dengan durasi waktu yang singkat proses pembelajaranya dipastikan tidak akan tuntas, jadi sangat disarankan sebelum memulai pembelajaran merangkum materi yang akan di sajikan pada hari tersebut agar mencapai ketuntasan sampai pada evaluasi.

5. Gunakan Model Pembelajaran Campuran

Model pembelajaran campuran yang dimaksud adalah mdel pembelajaran yang bisa diterapkan pada PTM terbatas dan PJJ. agar materi yang bidapat pada PTM terbatas bisa dilanjutkan pada proses PJJ dihari tidak tatap muka.

6. Siapkan Media Pembelajaran Yang Eferktif dan Efisien

Media pembelajaran merupakan sarana penyampaian materi pembelajaran secara kongkrit, dengan media pembelajaran yang efektif dan efisien, bisa mencapai hasil belajar siswa sesuai tujuan pembelajaran. Media pembelajaran yang digunaka sebaiknya yang mudah digunakan dan dipahami suswa.

7. Ciptakan Suasana BelajarIinovatif dan Menyenangkan 

Guru hendaknya lebih berinovasi menciptakan PTM dengan tetap menjalankan prokes ketat namun tetap menyenangkan. Pembelajaran lebih ditekankan pada proses, jangan menekankan pada hasil yang berdampak pada psikologis siswa. Setelah hampir satu setengah tahun siswa belajar dari rumah, tentu dibutuhkan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan agar siswa dapat kembali menemukan ritmenya dalam belajar.

8. Pantau Kondisi Psikologis Siswa 

Walau pembelajaran telah berlangsung dengan aktif, inovatif, serta menyenangkan, guru tetap perlu memantau kondisi psikologis siswa sendiri.  Sekolah perlu melibatkan psikolog terhadap kondisi psikologis siswa yang terdampak terlalu lama belajar dari rumah. Hal tersebut perlu dilakukan agar siswa yang terbiasa sendiri belajar dengan gawainya, kini dihadapkan belajar bersama teman-teman. 

Semoga tips ini bisa memberikan edukasi kepada guru, dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTM Terbatas) di Tahun Pelajaran baru 2021-2022.

Begini Cara Pembagian Kelas dan Kelompok Belajar Saat PTM Terbatas

Begini Cara Pembagian Kelas dan Kelompok Belajar Saat PTM Terbatas

BlogPendidikan.net
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengimbau agar sekolah mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk memastikan kesehatan dan keselamatan warga sekolah tetap menjadi yang utama.

Pembelajaran tatap muka terbatas memang harus dipersiapkan sedini mungkin. Mulai dari memenuhi aturan yang telah ditetapkan dalam SKB 4 Menteri. Sekolah harus memenuhi daftar periksa yang diwajibkan dan sekolah harus mempersiapkan Satgas Covid-19 ditingkat sekolah.

Bagi daerah yang masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, maka pembelajaran dilaksanakan dari rumah atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sedangkan PTM Terbatas harus melihat kondisi daerah tersebut. Salah satu syarat pentingnya PTM Terbatas adalah apabila daerah dalam zona merah dan memberlakukan  PPKM Mikro, maka PTM Terbatas tidak dapat dilaksanakan.

Dari hasil diskusi Kemendikbudristek dikutip dari laman kemdikbud.go.id, bersama guru MI Muhammadiyah Jeron Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Zainal Ngabidin menuturkan sekolah tempat Ia mengajar siap melaksanakan PTM terbatas dan menjelaskan teknik PTM terbatas mulai dari pembagian kelas hingga kelompok belajar.

Pembagian Kelas dan Kelompok Belajar PTM Terbatas

Guru Zainal menjelaskan bahwa dalam mempersiapkan pelaksanaan PTM Terbatas, guru dan tenaga kependidikan hingga peserta didik harus memenuhi persyaratan sebelum dan saat pembelajaran secara terbatas dilakukan. Terkait pola pengaturan pembelajaran, sekolahnya telah mempersiapkan dengan pengaturan siswa yang hadir ke sekolah berdasarkan kelasnya. 

Siswa kelas I dan II, hadir pada hari Senin dan Kamis. Namun setiap kelasnya maksimal 10 siswa sehingga kelas I akan ada lima kelas, kelas II juga lima kelas.

Kelas III dan IV belajar di sekolah pada hari Selasa dan Jumat, dan kelas V dan VI pada hari Rabu dan Sabtu. 

Dalam satu hari mereka belajar selama dua jam dengan mata pelajaran disesuaikan dengan jadwal pelajaran. 

Ketika belajar di rumah, para siswa akan diberikan video pembelajaran melalui whatsapp dan diberikan tugas,” tambah Zainal.

Juga di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Dramaga Bogor.  maksimal 50 persen siswa yang hadir ke sekolah untuk melakukan tatap muka terbatas.

Sisanya siswa belajar melalui daring dari rumah, sehingga apa yang disampaikan guru di kelas, siswa yang berada di rumah juga bisa mengikuti pelajaran. Besoknya bergantian yang sebelumnya belajar di rumah, kini belajar di sekolah.

Dalam pembagian waktu pelaksanaan pembelajaran, sekolah mengatur pembagian waktu jam belajar antara kelas VII, VIII, dan IX. 

Waktu belajar di sekolah hanya dua jam. Kelas VII masuk jam 07.00 WIB dan pulang pukul 09.00 WIB. Kelas VIII masuk pukul 08.00 WIB dan pulang pukul 10.00 WIB, 

Serta kelas IX masuk pukul 09.00 dan pulang pukul 11.00. Sehingga mereka tidak bertemu dan meminimalisir kerumunan.

Kepala SD Gunung Sekar, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Rohmadi menyampaikan para peserta didik mengikuti pelaksanaan PTM Terbatas selama tiga hari dalam seminggu. 

Dengan kuota maksimal 50 persen per harinya. 

Jadi seminggu itu kalau di sekolah kami, anak-anak bisa ke sekolah tiga hari dengan kuota siswa yang hadir di sekolah maksimal 50 persen.

Untuk pembagian pelaksanaan PTM terbatas dan belajar dari rumah, 

Sekolahnya menggunakan daftar kehadiran. Murid di daftar nomor 1 hingga 14, 
Senin masuk belajar teori dan diberikan tugas untuk dikerjakan hari Selasa. 
Nomor 15 hingga 28, Senin belajar di rumah mengerjakan tugas, 
Selasa membahas tugas dan belajar teori di sekolah. Begitu seterusnya.

Terkait pola pengaturan pembelajaran saat di kelas, sekolah mengatur di dalam satu kelas maksimal 50 persen siswa hadir di sekolah secara bergantian per minggunya. 

Minggu pertama, nomor genap belajar di sekolah dan  minggu berikutnya belajar di rumah.  Sebaliknya, nomor ganjil minggu pertama belajar di rumah, minggu berikutnya belajar di sekolah.

(Sumber : kemdikbud.go.id)

Cek Daftar Sekolah Yang Siap Pembelajaran Tatap Mula Terbatas (PTM Terbatas)

Cek Daftar Sekolah Yang Siap Pembelajaran Tatap Mula Terbatas (PTM Terbatas)

BlogPendidikan.net
- Sesuai Surat Edaran dari Kemendikbud Ristek Nomor : 8617/C.C1/AS.01.00/2021 Tentang : Pemantauan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas. Menginstruksikan kepada seluruh Kepala Dinas Pemerintah Pusat, Daerah dan Kabupaten,

Dalam rangka melaksanakan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19, kita perlu memastikan status
perkembangan satuan pendidikan di wilayah masing masing. 

Sehubungan dengan hal tersebut kami minta bantuan Saudara untuk :

1. Mendorong seluruh satuan pendidikan untuk melakukan pemutakhiran data pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas melalui Aplikasi Survey PTM versi android yang dapat di akses di https://sekolah.data.kemdikbud.go.id/kesiapanbelajar/

2. Melakukan sosialisasi dan kampanye edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam menangkal penularan penyebaran virus COVID-19 di satuan pendidikan.

3. Melakukan koordinasi instansi terkait dan Kepala UPT Kemendikbudristek, yaitu LPMP dan BP/PP PAUD dan Dikmas setempat untuk pengawasan dan mitigasi risiko PTM Terbatas.

Untuk daftar sekolah yang telah siap ataupun belum siap melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTM Terbatas) bisa Anda >>> LIHAT DISINI

Zona Kuning dan hijau di Izinkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Zona Kuning dan hijau di Izinkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

BlogPendidikan.net
- Kasus konfirmasi Covid-19 di Indonesia semakin meningkat, rencana penerapan PTM Terbatas harus terkendala di beberapa daerah yang berada di zona merah yang menerapkan Pembatasan micro.

Seperti dikutip dari tribunnews.com (29/6/21), Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek Jumeri mengatakan kondisi perkembangan penularan Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia berbeda-beda. Sehingga, menurut Jumeri, wilayah di luar zona merah bisa menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Luar Zona Merah

Akan memberikan kesempatan kepada daerah-daerah yang tidak berada di zona merah yang aman dari penularan covid-19. Biarlah mereka gelar pembelajaran tatap muka terbatas, ungkap Jumeri dalam webinar Mengejar Prestasi di Tengah Pandemi.

Jumeri meyakini daerah yang masuk zona merah adalah wilayah-wilayah perkotaan. Sementara daerah di luar zona merah berada di wilayah terluar dan terjauh. Sehingga bisa menerapkan PTM terbatas.

"Nah daerah-daerah yang terdepan terluar, terpinggirkan, terjauh masih banyak. Sehingga biarlah daerah yang aman melaksanakan opsi PTM bersama BDR. Kemudian yang daerah-daerah yang merah tetap mengamankan diri dengan belajar di rumah," ucap Jumeri.

Menurut Jumeri, kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia tidak bisa disamakan. Para siswa, kata Jumeri, membutuhkan pembelajaran dari para guru.

Jadi jangan disamaratakan seluruh wilayah negeri ini, karena anak-anak kita sangat membutuhkan kehadiran bapak ibu guru kita, membimbing mereka, mengasuh mereka, memberi pencerahan kepada anak-anak, ungkap Jumeri.

Seperti diketahui, Pemerintah telah memutuskan untuk menggelar pembelajaran tatap muka terbatas untuk para satuan pendidikan di Indonesia. Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan sekolah wajib menerapkan pembelajaran tatap muka secara terbatas, setelah para pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah tersebut seluruhnya divaksin.

Setelah pendidik dan tenaga kependidikan di dalam satu sekolah sudah divaksinasi secara lengkap. Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, atau kantor Kemenag mewajibkan satuan pendidikan tersebut menyediakan layanan pembelajaran tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti yang diungkapkan Nadiem dalam konferensi pers virtual.

Sesuai dengan keputusan bersama 4 menteri yang telah di revisi dan diterbitkan pada 1 Juni 2021, sebagai acuan pembelajaran tatap muka terbatas yang di gelar harus sesuai panduan dan surat keputusan bersama 4 menteri, guna mencegah terjadinya penyebaran virus melalui linkungan sekolah dan menjadikan klaster baru penularan Covid-19.

(Sumber : tribunnews.com)

Model Pembelajaran Peraktis Saat PTM Terbatas

Model Pembelajaran Peraktis Saat PTM Terbatas

BlogPendidikan.net
- Dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas, sebaiknya Bapak/Ibu gruru memilih dan menentukan metode dan model pembelajaran yang tepat dan sangat disarankan menggunakan metode yang sesuai dengan kondisi saat ini,

Model pembelajaran sangat penting diterapkan dan dikuasai oleh guru saat proses pembelajaran berlangsung, kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model dan metode yang tepat akan sangat memudahkan para guru dan tentunya siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Guru senang siswapun senang karena proses pembelajaran berlangsung dengan baik dengan hasil yang memuaskan.


Memilih Model Pembelajaran PTM Terbatas

Pada pembelajaran tatap muka terbatas akan dilakukan melalui dua fase, yaitu masa transisi dan masa kebiasaan baru. Masa transisi dimulai sejak pertama kali pembelajaran tatap muka dimulai selama 2 bulan kedepan, dan masa kebiasaan baru dilakukan setelah masa transisi.

Pada masa transisi dilakukan yaitu bulan pertama terisi 50% dan bulan kedua terisi 100% siswa. Secara teknis, PTM terbatas harus melakukan prosedur protokol kesehatan yang ketat yakni dengan menerapkan 50% kapasitas kelas atau sekitar 18 anak per kelas, menjaga jarak, dan penerapan protokol kesehatan 3 M. Oleh sebab itu dilakukan sistem rotasi, di mana siswa dibagi menjadi 2 kelompok untuk mengisi kelas secara bergantian.


Adapun model yang akan ditentukan saat PTM terbatas, harus berdasarkan kondisi kelas dengan persentase kelas 50% dan harus membagi dua kelompok kelas. Salah satu model yang sangat disarankan pada pembelajaran PTM terbatas yaitu blended learning atau pembelajaran tatap muka yang dikombinasikan dengan pembelajaran online. Di mana siswa yang berada dalam kelas menggunakan metode belajar secara langsung, dan siswa yang belajar di rumah dengan metode KBM online.

Cara ini dinilai paling efektif dan variatif karena siswa bisa merasakan keduanya secara bergantian dan tidak mudah bosan. Meski menerapkan model pembelajaran campuran, harapannya kegiatan belajar dapat berjalan efektif efisien dan optimal, serta siswa memahami materi pelajaran dengan baik.

Bagaimana Langkah-langkah Penerapan Blended learning dengan model Flipped Classroom Adalah : 

1. Bagi siswa menjadi 2 kelompok besar. Kelompok akan melakukan pembelajaran tatap muka di periode pertama dan pembelajaran daring di periode selanjutnya, sementara Kelompok akan melakukan pembelajaran daring di periode pertama dan pembelajaran tatap muka di periode selanjutnya.


2. Bagi materi ajar menjadi 2 kategori. Kategori A adalah materi yang dapat dipelajari siswa secara mandiri dan Kategori B yang perlu dipandu/didiskusikan dengan guru dan teman sebaya.

3. Untuk siswa Kelompok 1, periode pertama digunakan untuk pembelajaran tatap muka berfokus pada materi Kategori B yang lebih menekankan pada diskusi dan aktivitas pembelajaran yang dipandu oleh guru. Setelah itu, pada periode selanjutnya saat siswa belajar di rumah, guru dapat melakukan pembelajaran daring yang menekankan pada materi Kategori A.

4. Untuk siswa Kelompok 2, periode pertama digunakan untuk pembelajaran daring berfokus pada materi Kategori A yang lebih menekankan aktivitas penugasan mandiri yang dapat dilakukan siswa dari rumah. Setelah itu, pada periode selanjutnya saat siswa belajar di tatap muka, guru dapat berfokus pada materi Kategori B dengan mengadakan aktivitas diskusi dan pembelajaran aktif lainnya saat di kelas.

5. Pastikan Bapak/Ibu dapat mengatur waktu dengan baik agar jam pembelajaran siswa Kelompok 1 dan Kelompok 2 tidak saling bertabrakan. Sebagai contoh, pembelajaran tatap muka dapat dilakukan di pagi hari dan pembelajaran daring mandiri dapat dilakukan di siang hari.

6. Lakukan refleksi secara berkala untuk mengecek pemahaman siswa serta umpan balik mengenai kendala ataupun kesulitan yang dihadapi siswa selama mengikuti pembelajaran blended learning ini.

Model pembelajaran ini sangat disarankan untuk diterapkan pada Pembelajaran Tatap Muka Terbats (PTM Terbatas). Semoga bisa menjadikan referensi yang bermanfaat buat Bapak/Ibu guru di sekolah. Jangan lupa berbagi jika tulisan ini bermanfaat.

Kemendikbud Ristek : Kepala Sekolah dan Guru Wajib Tahu Saat PTM Terbatas Dimulai

Kemendikbud Ristek : Kepala Sekolah dan Guru Wajib Tahu Saat PTM Terbatas Dimulai

BlogPendidikan.net
- Pembelajaran tatap muka terbatas (PTM Terbatas), dipastikan akan dilaksanakan pada tahun pelajaran baru juli 2021. Pemerintah mengharapkan adanya koordinasi semua pihak agar proses PTM terbatas terlaksana dengan bai sesuai protokol kesehatan di sekolah, guna mencegah klaster atau penularan Covid-19 dilingkungan sekolah.

Dikutip dari kompas.com (27/6), bahwa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) telah memastikan tetap akan menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada Juli 2021 mendatang. Walaupun, prose pelaksanaan PTM terbatas tidak bisa dilaksanakan dizona berikut ini yaitu: Zona Oranye dan Zona Merah.


Pada saat menjalankan PTM terbatas, ada dua alternatif pembelajaran di masa Covid-19. "Dua alternatif pembelajaran tersebut digunakan dengan tujuan bisa mengurangi risiko penularan Covid-19," tulis akun Instagram Kemendikbud Ristek @kemdikbud. 

Pembelajaran Diluar Kelas

Pembelajaran yang dimaksud adalah sekolah bisa memanfaatkan belajar di luar kelas untuk mengoptimalkan sirkulasi udara dan anak-anak bisa merasa lebih nyaman dalam belajar.

Menggunakan Project Based Learning. 

Dengan alternatif kedua ini, sekolah bisa mengimplementasikan pembelajaran berbasis project (project based learning) dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, meningkatkan rasa keingintahuan yang tinggi, critical thinking, dan kolaboratif. 


Tidak hanya masa PTM terbatas saja, dua alternatif ini juga bisa digunakan saat siswa memilih untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah. Karena, dipastikan tidak semua orangtua yang memperbolehkan anaknya untuk melakukan PTM terbatas, apalagi bila angka penyebaran Covid-19 makin meningkat.

Prinsip Dalam Proses Pembelajaran 

Terkait prinsip pembelajaran dimasa pandemi Covid-19, Kemendikbud Ristek telah menetapkannya ada lima, yakni: 

1. Orientasi pada anak. 
2. Inklusif. 
3. Pemberian umpan balik. 
4. Orientasi pada keterampilan hidup. 
5. Pembelajaran bermakna dan diferensiasi. 


Kemendikbud Ristek memang mendukung pelaksanaan PTM terbatas. Akan tetapi, pelaksanaannya harus mencermati beberapa hal, sebagai berikut: 

1. Persiapkan dengan cermat. 
2. Terapkan protokol kesehatan dengan tepat. 
3. Lakukan pengawasan dengan ketat.

Jika seluruh sekolah melaksanakan PTM terbatas dengan aman dan menekankan pada protokol kesehatan, maka proses PTM terbatas akan berjalam secara terus menerus, sampai proses PTM berjalan dengan normal.